• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM GRADING BUNGA MAWAR POTONG PADA KELOMPOK TANI BOEMI NURSERY LEMBANG JAWA BARAT. Ainol Abinra Irsa 1 Raeza Firsta Wisra 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SISTEM GRADING BUNGA MAWAR POTONG PADA KELOMPOK TANI BOEMI NURSERY LEMBANG JAWA BARAT. Ainol Abinra Irsa 1 Raeza Firsta Wisra 2"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

SISTEM GRADING BUNGA MAWAR POTONG PADA KELOMPOK TANI BOEMI NURSERY LEMBANG JAWA BARAT

Ainol Abinra Irsa1 Raeza Firsta Wisra2

Abstrak

Grading atau pengelompokkan mutu merupakan tahapan awal yang dilalui setelah penerimaan hasil panen dan penyortiran. Produk dikelompokkan ke dalam kelas mutu berdasarkan pada standar tertentu.Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui dan memahami budidaya bunga mawar potong sampai pascapanen dan menganalisis sistem grading mawar potong yang dilakukan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Boemi Nursery beralamat diLembang Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat. Waktu pelaksanaan dimulai dari 01 April sampai 04 Juni 2016. Ruang lingkup mencakup kegiatan budidaya mawar potong dan sistem grading dengan data dan sumber data berupa data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Kelompok Tani Boemi Nursery bergerak dalam bidang usaha budidaya hingga pemasaran bunga dan daun potong. Pelanggan adalah para dekorator, perhotelan, floris dan rumah tangga yang terbagi menjadi pelanggan tetap dan tidak tetap. Saluran pemasaran produk yaitu saluran langsung dan tidak langsung. Sistem grading mawar potong terbagi empat kelas mutu dengan panjang tangkai grade AA > 55 cm, grade A 50 cm – 55 cm, grade B 40 cm – 50 cm, dan grade C 25 cm – 35 cm. Kesimpulan:1) Tahapan budidaya mawar potong pada Kelompok Tani Boemi Nursery dimulai dari kegiatan penyiapan rumah lindung, penyiapan lahan, penyediaan, penanaman, pemeliharaan (penyulaman, pemupukan, pemangkasan, perundukan, penyiangan, perlindungan tanaman, dan pengairan), panen dan pascapanen, 2) Sistem grading mawar potong Kelompok Tani Boemi Nursery terbagi menjadi empat yaitu grade AA, grade A, grade B, dan grade C dengan harga jual yang berbeda.

Kata Kunci : Grading, Mawar potong, Kelompok Tani Boemi Nursery

1 Mahasiswa Program Studi Agribisnis BP 1301361021 Politeknik Pertanian Negeri

Payakumbuh

(2)

2 PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Komoditas tanaman hias berdasarkan bentuk produk yang dipasarkan dibagi atas beberapa kelompok, yaitu (1) tanaman hias bunga potong, (2) tanaman hias daun potong, (3) tanaman hias pot, dan (4) tanaman lanskap. Diantara keempat komoditas tersebut, bunga potong merupakan tanaman hias dengan permintaan produk yang cukup tinggi (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2015). Menurut Sari (2008), tanaman hias bunga potong menempati urutan pertama paling dicari dan banyak digunakan untuk rangkaian bunga di berbagai acara seperti acara pernikahan, keagamaan, kematian dan kelahiran.

Di Indonesia saat ini dapat dilihat pertumbuhan industri tanaman hias (florikultura) berkembang cukup pesat ditandai dengan banyaknya pelaku-pelaku usaha florikultura. Kebutuhan masyarakat terhadap tanaman hias khususnya bunga potong mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Data Departemen Pertanian (2015), menunjukan dari tahun 2013 ke tahun 2014 terjadi peningkatan jumlah produksi tanaman hias bunga potong. Pada tahun 2014, produksi meningkat sekitar 8,30 % dari sebesar 684.097.623 tangkai menjadi 740.892.371 tangkai.

Tanaman hias bunga potong cukup populer dan diminati dari berbagai kalangan di mulai dari kalangan menengah atas sampai menengah bawah. Data Statistik Produksi Hortikultura (2014),menjelaskan ada lima jenis bunga potong yang paling popular di Indonesia diantaranya gerbera, anggrek,sedap malam, krisan dan mawar. Di pasaran mawar merupakan bunga yang diminati konsumen dibandingkan krisan. Alasannya varietas mawar memberikan pilihan yang lebih beragam dibanding krisan yang varietasnya sedikit.Lebih lanjut Statistik Produksi

Hortikultura menambahkan bahwa mawar memberikan kontribusi produksi sebesar 23,36% terhadap total produksi bunga potong di Indonesia. Urutan pertama diduduki krisan sekitar 56,60 % dari total produksi bunga potong, diikuti sedap malam (14,12 %), anggrek (2,66 %) dan gerbera (1,01 %).

Jawa Barat merupakan kawasan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan bunga dan daun potong dan dikenal sebagai KABUDAPO (Kawasan Bunga dan Daun Potong). Kawasan ini sebagai pemasok utama (sekitar 80 %) ke Pusat Pasar Florikultura ke Rawa Belong DKI Jakarta sebagai pasar bunga dan daun potong terbesar di Indonesia. Transaksi yang terjadi mencapai Rp. 65 milyar/tahun. Daerah sentra produksi bunga dan daun potong terbesar di Jawa Barat adalah Kabupaten Cianjur, Bogor, Sukabumi dan Bandung Barat (Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura, 2011).

Tahun 2010 produksi tanaman hias di kabupaten Bandung Barat meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk bunga mawar produksi tahun 2010 mencapai 9.131.955 tangkai dengan luas panen 279.000 m2. Sementara produksi mawar

tahun 2009 hanya 2.713.050 tangkai dengan luas panen 158.850 m2. Komoditas tanaman

hias yang berasal dari kabupaten ini telah dipercaya dan selalu dipakai oleh para pelaku pasar yang telah menjadi konsumen (Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura, 2011).

Kualitas bunga potong sebenarnya merupakan hasil dari serangkaian tahapan budidaya yang dilakukan sejak awal penanaman hingga pemanenan. Pusat Promosi dan Pemasaran Hasil Pertanian (2012), menyatakan pemeliharaan intensif di lahan merupakan modal dasar untuk memperoleh kualitas bunga segar terbaik. Selain tahapan panen, penanganan pascapanen adalah tahapan berikut yang juga berperan penting dalam menjaga kualitas produk dan menekan

(3)

3 kerusakan/kehilangan hasil. Grading adalah kegiatan pengelompokan produk ke dalam kelas mutu atau kelompok kualitas dengan berdasarkan pada standar tertentu.

Kelompok Tani Boemi Nurseryyang

berlokasi di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu penyuplai atau produsen berbagai jenis bungadan daun potong khususnya mawar. Berdasarkan data dari Kelompok Tani Boemi

Nursery, permintaan pasar terhadap bunga

mawar potong segar setiap minggunya mencapai 1500 hingga 2000 tangkai.Permintaan ini bahkan bisa lebih tinggi saat memperingati peristiwa-peristiwa tertentu seperti : hari raya keagamaan, hari kemerdekaan, kasih sayang (valentine day), perkawinan dan hari besar lainnya.

Secara keseluruhan jenis tanaman hias bunga mawar potong yang dibudidayakan oleh Kelompok Tani Boemi Nursery ada 6 jenis mawar. Setiap jenis bunga mawar yang dibudidayakan disesuaikan dengan permintaan konsumen atau pasar dengan beragam keperluan. Keperluan – keperluan tersebut antara lain bunga untuk Wedding Organization (WO), florist, dekorator, perhotelan dan perkantoran, rumah tangga hingga permintaan yang datang dari konsumen antar daerah seperti dari daerah Semarang, Surabaya dan Bali.

Sistem grading yang dilakukan oleh Kelompok Tani Boemi Nursery berdasarkan kepada standar mutu yang telah ditetapkan. Parameter yang dijadikan ukuran dalam menentukan kelas mutu bunga mawar potong diantaranya panjang tangkai, warna bunga, keseragaman dan kesegaran bunga. Setiap konsumen mempunyai kepentingan yang berbeda terhadap bunga potong yang akan dibeli. Sehingga untuk dapat memenuhi hal tersebut diperlukan produk dengan pilihan yang beragam.

b. Tujuan

Adapun tujuan dari Pengalaman Kerja Praktek Mahasiswa (PKPM) ini adalah : 1. Mengetahui dan memahami budidaya

bunga mawar potong sampai pasca panen yang dilakukan oleh Kelompok Tani Boemi

Nursery.

2. Menganalisis sistem grading bunga mawar potong yang dilakukan oleh Kelompok Tani Boemi Nursery.

METODE PELAKSANAAN a. Waktu dan Tempat

Kegiatan PKPM (Pengalaman Kerja Praktek Mahasiswa)dilaksanakan selama 9 minggu dari tanggal 01 April 2016 sampai tanggal 04 Juni 2016.Pelaksanaan kegiatanini bertempat di Kelompok Tani Boemi Nursery Jalan Manoko No.11 Rt 01 Rw 03 Desa Cikahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Propinsi Jawa Barat, Phone/Fax (022) – 2784944, Kode pos 40391. b. Ruang Lingkup

Ruang lingkup dalam penulisan laporan tugas akhir ini mencakup kegiatan budidaya bunga mawar potong dan penerapan sistem

grading yang dilakukan oleh salah satu

anggota Kelompok Tani Boemi Nursery. c. Data dan Sumber Data

Data yang dikumpulkan adalah berupa data primer dan data sekunder. Data primer yang dikumpulkan diantaranya :1) data tentang tahapan proses produksi bunga mawar potong, 2) data tentang gambaran mengenai kegiatandi Kelompok Tani Boemi Nursery, 3) data tentang penerapan sistem grading yang dilakukan perusahaan. Data sekunder diperoleh dari literatur – literatur atau studi pustaka seperti buku-buku, jurnal, laporan, penelusuran internet dan atau langsung dari instansi yang berwenang berkaitan dengan judul yang diangkat.

(4)

4 d. Metode Pengumpulan Data

Pengambilan data dilakukan dengan cara: 1. Wawancara kepada pihak-pihak terkait

seperti pemilik perusahaan, para pekerja perusahaan dan masyarakat sekitar mengenai gambaran umum perusahaan, pemberian upah/gaji dan dampak perusahaan bagi lingkungan sosial.

2. Observasi dilakukan langsung dengan mengamati setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan atau peristiwa yang ditemukan di lokasi.

3. Dokumentasi yang diambil adalah foto – foto perusahaan, produk, kegiatan- kegiatan dan lainnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1) Sejarah Perusahaan

Umumnya petani yang terdapat didesa Cikahuripan Lembang bermata pencaharian sebagai petani sayuran. Topografi daerah ini memiliki ketinggian tempat 1200 meter dpl (dari permukaan laut) dan beriklim sejuk, sehingga mendukung untuk budidaya tanaman sayuran. Seiring waktu timbul permasalahan, kondisi lahan untuk pertanian sayuran beralih fungsi sebagai daerah pemukiman rumah penduduk sehingga terjadi penyempitan luas lahan. Bertani tanaman sayuran juga membutuhkan modal yang besar dan resiko kegagalan panen yang cukup tinggi.

Melihat kondisi tersebut, maka sebagian besar petani di desa Cikahuripan mulai beralih profesi menjadi petani bunga potong. Budidaya bunga potong tidak perlu menggunakan lahan yang terlalu luas, tetapi dari segi hasil produksi masih berimbang dengan pertanian sayuran bahkan dapat melebihi hasil produksi sayuran. Kondisi inilah yang melatarbelakangi berdirinya Kelompok Tani Boemi Nursery.

Kelompok Tani Boemi Nursery mulai dirintis pada tanggal 19 Januari 2005 yang

berfungsi sebagai wadah informasi dan pemasaran bunga potong yang saat itu beranggotakan 5 orang petani bunga potong. Pengelolaan masih bersifat “kumaha ceuk

sorangan” yang artinya semua informasi dan

teknologi budidaya tanaman dikembangkan secara individu, terbatas dan sederhana.

Tahun 2009, Kelompok Tani Boemi

Nurserydiresmikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Barat sebagai salah satu kelompok tani bunga potong di daerah Lembang. Peresmian ini terjadi pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2009 dengan SK pendirian No. 107/BBPP/POKTAN/KEP/2009 dengan anggota 25 orang petani bunga potong yang bertempat didesa Cikahuripan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Salah satu anggota kelompok tani ini adalah bapak Rachmat Hidayat Muchlis, S.Pd yang dahulu berprofesi sebagai karyawan perhotelan di daerah tersebut. Selama bekerja sebagai karyawan perhotelan beliau sering kali bertanggung jawab dalam dekorasi dan penggadaan bunga segar untuk keperluan hotel. Melihat permintaan bunga segar yang tinggi, sekitar akhir tahun 2004 beliau memutuskan untuk berhenti bekerja. Pengalaman yang didapat selama bekerja menjadi peluang untuk membuka usaha budidaya bunga potong.

Selama tahun 2010 sampai tahun 2012, berusaha memperkenalkan produk bunga hasil budidaya melalui pameran – pameran, kerjasama dengan pihak perhotelan, florist dan lembaga – lembaga terkait. Pada tahun 2013 produk bunga Kelompok Tani Boemi Nursery melalui Lembaga Pendidikan Merangkai Bunga Herasri dapat diperkenalkan dan diterima oleh Istana Negara. Kelompok tani ini juga sering di panggil sebagai narasumber pada berbagai acara tentang budidaya tanaman hias dan sering menjadi pemenang pada berbagai acara pameran, perlombaan merangkai bunga dan lainnya.

Tahun 2015, beberapa anggota berdiri sendiri dengan nama kelompok yang baru dan

(5)

5 memperluas usaha ke bidang yang lain seperti usaha peternakan sapi, usaha pembuatan pupuk organik, usaha jamur tiram dan lainnya. Tahun 2016 Kelompok Tani Boemi

Nurseryberanggotakan 3 petani bunga hias dan

melakukan perkembangan usaha. Tidak hanya menghasilkan bunga potong segar, tetapi juga menyediakan daun potong, bibit (nursery), pemasok (supplier) dan jasa dekorasi (decoration) untuk berbagai kegiatan.

2) Sumberdaya Manusia Perusahaan

Sumberdaya perusahaan untuk bagian manajemen berjumlah 3 orang yaitu ketua, sekretaris, dan bendahara. Kegiatan operasionalnya sehari – hari memiliki 4 orang tenaga kerja tetap yaitu bagian pemasaran dari 1 orang dan bagian budidaya/produksi 3 orang. Upahtenaga kerja tetap wanita sebesar Rp. 25.000,-dan upah untuk tenaga kerja tetap pria adalah Rp.50.000,-. Pemberian upah dilakukan perusahaan adalah setiap satu minggu sekali.

3) Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi yang diterapkan dapat dilihat sebagai berikut:

Gambar1. Struktur organisasi 4) Kondisi Keuangan Perusahaan

Perusahaan dalam keadaan normal setiap bulannya memperoleh penghasilan minimal

sebesar Rp. 25.000.000, dan laba bersih yang diperoleh untuk satu bulan adalah Rp.15.000.000. Sumber dana perusahaan terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.Luas lahan yang dimiliki seluas 3,5 Ha dan merupakan milik sendiri, dimana untuk kegiatan budidaya tanaman mawar seluas 1,5 Ha dan lahan garbera seluas 0,5 Ha. Sisanya seluas 1,5 Ha untuk sarana penunjang atau bangunan fisik seperti rumah kemas dan rumah tempat tinggal pimpinan.

5) Deskripsi Kegiatan Bisnis Perusahaan a. Deskripsi Produksi

Proses produksi budidaya tanaman mawar yang dilakukan oleh perusahaan dapat dilihat dalam alur berikut :

Gambar 2. Proses produksi mawar 1. Penyiapan Rumah Lindung

Kegiatan produksi mawardilakukan didalam rumah lindung. Tujuan untuk mempermudah dalam pengontrolan selama kegiatan produksi. Luas bangunan rumah lindung diukur sesuai luas lahan yang tersedia. Ketua Bagian Pemasaran Bendahara Rachmat H. M, S.Pd Nur Aprilia, S.Pd Sekretaris Yetti, S.Pd Rudi Rukmana Bagian Budidaya Kang Bolang Penyiapan Rumah Lindung Penyiapan Lahan Penyediaan Bibit Penanaman Q

Penyulaman Pemupukan Pemangkasan Perundukan

Penyiangan Perlindungan Tanaman Pengairan

P E M E L I H A R A A N

(6)

6 Bambu/kayu dolken dipasang sebagai tiang bangunan dengan tinggi pinggir 3,5 meter dan tengah 5 meter. Pasangkan plastik UV sebagai atap tebal 150 μm dan plastik UV dengan tebal 100 μm sebagai dinding. Gunakan screen yang terbuat dari plastik ultraviolet dengan tinggi 2 meter dari permukaan tanah. Kegiatan penyiapan lahan dan penyiapan rumah lindung perusahaan biasanya mengupahkan pada jasa khusus dari pekerja yang mempunyai keahlian dalam pembuatan bangunan ini.

2. Penyiapan Lahan

Lahan dibersihkan dari gulma, sisa – sisa tanaman dan dikumpulkan kedalam bak penampungan yang disediakan. Bedengan tanaman mawar dibuat dengan tinggi 70 cm, lebar 50 cm dan panjang 12 m atau disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Jarak/alur antar bedengan adalah 60 cm. Bedengan mawar menghadap dari selatan ke utara karena intensitas dan penyinaran cahaya matahari akan lebih optimal.

Sediakan bambu sebagai tiang penyangga bedengan dengan diameter 10 cm dan panjang 1 meter, kawat besi sebagai pengikat, rangka bambu belahan sebagai penahan plastik terpal dan terpal berwarna hitam ataupun putih sebagai wadah media tanam.Pasang tiang bambu sebagai penyangga utama tancapkan ke tanah kedalaman minimal 20 cm, jarak antar tiang 1 meter dan 60 cm pada ujung batang.Kerangka bambu belahan dipasang dengan tinggi 1 meter tancapkan ± 20 cm dengan jarak antar rangka ± 20 cm.Pasangkan terpal ke dalam kerangka bambu yang telah dipasang dan masukkan media tanam yang terdiri dari tanah : pupuk kandang (1 : 1), lapisan pertama tanah ± 20 cm dan lapisan kedua pupuk kandang setebal 60 cm.Pasangkan dua batangan bambu diatas bedengan dengan jarak ± 20 cm dari dinding bedengan untuk landasan bending tanaman mawar.

Kering anginkan bedengan selama ± 3 hari, hal ini bertujuan untuk membuang gas – gas dan racun yang terdapat dalam media

tanam. Pupuk dasar NPK seperti merk Yara ditambahkan 30 kg/ha. Pemberian pupuk dilakukan sedikit demi sedikit saat tanaman mawar telah ditanamkan ke bedengan dalam kurun waktu pemberian selama seminggu.

3. Penyediaan Bibit

Perusahaan lebih memilih untuk memesan bibit mawar dari penangkar benih. Pemesanan bibit kepada penangkar dapat menghindari resiko kegagalan dan biaya, diantaranya biaya perawatan. Kelebihan lain dari memesan benih ke penangkar, perusahaan dapat memesan bibit mawar dengan varietas dan jumlah yang diinginkan, waktu yang relatif cepat serta harga yang lebih murah.Bibit mawar yang dipesan adalah varietas Holland dan di pesan 1 bulan kepada penangkar sebelum kegiatan penanaman dilakukan. Kelompok Tani Boemi

Nursery memesan benih mawar dengan teknik

perbanyakan yang dilakukan secara okulasi karena benih yang dihasilkan memiliki peluang tumbuh yang lebih baik.

4. Penanaman

Bibit yang siap ditanam telah berumur minimal 1,5 bulan dari okulasi. Lubang tanam dengan diameter 10 cm dan kedalaman 20 cm dibuat jarak antar barisan 30 cm, jarak antar tanaman 15 cm dan setiap bedengan dibuat dua barisan tanaman dengan sistem penanaman yang sejajar. Sistem penanaman yang sejajar tidak jauh berbeda dari sistem zigzag. Kelebihan sistem penanaman sejajar unggul dalam hal pemeliharaan tanaman dan memberikan kesan tanaman terlihat lebih rapi. Penanaman harus dilakukan secara hati – hati dan lubang tanam ditutup dengan tanah setebal 2 cm. Setelah ditanam lakukan penyiraman ditengah barisan tanaman yang ditanam dengan menggunakan gembor.

5. Penyulaman

Penyulaman dilakukan pada umur 7 hari setelah tanam agar bibit sulaman dapat tumbuh seragam. Lubang tanam dibersihkan dari tanaman lama, kemudian diisi benih

(7)

7 dengan varietas sama ditimbun dengan tanah tipis sekitar 2 cm. Kegiatan penyulaman boleh dilakukan pada saat pagi hari ataupun sore hari.

6. Pemupukan

Pupuk anorganik yang digunakan adalah pupuk NPK berimbang pada perbandingan 16:16:16. Pemberian pupuk NPK dilakukan seminggu setelah tanam dengan dosis 5 gr/tanaman/minggu, diberikan dengan cara ditabur larikan ditengah bedengan atau mengikuti barisan tanaman mawar.Untuk pupuk buatan lainnya menggunakan pupuk daun Grow More.Pemberian pupuk organik dilakukan dengan dua cara yakni pupuk organik padat dan pupuk organik cair (larutan). Pupuk organik padat dengan campuran pupuk kandang dan sekam adalah 2:1. Pupuk ini diberikan pada awal penanaman dengan dosis 60 ton/ha, dan penambahan setiap 6 bulan sekali selama 3 tahun dengan dosis sekitar 8 ton/ha.Pupuk organik cair yang digunakan dibuat oleh perusahaan sendiri dan diberikan setiap 2 - 3 bulan sekali. Dosis pupuk cair yang diberikan untuk satu pohon mawar adalah sebanyak 220 ml.

7. Pemangkasan

Pemangkasan tanaman mawar yang dilakukanantara lain : 1) pemangkasan berat (75 – 80 %) dilakukan pada tanaman dengan batang dan cabang – cabang yang sudah tua dipangkas atau untuk umur tanaman yang lebih dari dua tahun, 2) pemangkasan sedang (50%) dilakuan dengan memangkas cabang – cabang atau pucuk tetapi tidak boleh terlalu panjang, dan 3) pemangkasan ringan (30%) dilakukan dengan memangkas sedikit pucuk – pucuk dari semak mawar dengan tujuan agar dapat menghasilkan kuntum bunga yang banyak. Pemangkasan yang dilakukan rutin setiap 1 – 1,5 bulan. Pemangkasan menggunakan gunting stek dengan jarak 0,5 cm diatas mata tunas yang sehat.Batang tanaman mawar tua yang sudah berumur lebih dari 2 tahun dipangkas.

8. Perundukan/pembendingan

Perundukan pertama dilakukan setelah tanaman berumur 1 – 1,5 bulan ditanam, tujuan perundukan ini adalah untuk membuang tunas liar dan merangsang pembentukan tunas produktif. Perundukan kedua dilakukan saat umur tanaman 2 – 3 bulan setelah tanam dan perundukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur 5 bulan setelah tanam. Perundukan dilakukan secara berurutan kegiatan ini akan menghasilkan 4 tunas produktif hasil rundukan. Keempat tunas inilah yang menjadi tunas utama yang akan menghasilkan kuntum – kuntum bunga mawar.

9. Penyiangan

Tujuannya untuk mengurangi perebutan unsur hara dan air dengan tanaman pokok. Penyiangan yang dilakukan secara manual menggunakan peralatan seperti kored, parang atau sabit. Penyiangan pertama dilakukan pada waktu tanaman berumur 1 bulan. Penyiangan rutin dilakukan setiap 1 – 2 minggu sekali atau tergantung keadaan pertumbuhan gulma.

10. Pengairan

Pengairan tanaman mawar pada bulan pertama hingga kedua setelah tanam, harus disiram setiap hari dengan frekuensi penyiraman dua kali dalam sehari. Tanaman yang berumur lebih dari dua bulan penyiraman dapat dikurangi tergantung cuaca dan jenis tanah yang ditanami. Penyiraman yang dilakukan menggunakan sprinkler atau disiram dengan selang, sehingga penyiraman dilakukan pagi hari dan saat sore atau malam harinya daun dan batang tanaman mawar sudah kering.

11. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara rutin satu kali dalam satu minggu.Adapun hama dan penyakit yang

(8)

8 yang menganggu pertumbuhan tanaman mawar antara lain :

Kutu daun, menyerang bagian pucuk, daun – daun bunga dan kuncup.Pengendalian yang dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan sabun ke tanaman yang terserang. Insektisida yang digunakan adalah Decis dan Spontan.

Thrips, hama ini menyerang mawar yang bunganya berwarna kuning, merah atau warna terang lainnya. Pengendalian yang dilakukan adalah memangkas bagian tanaman yang diserang dan menggunakan insektisida misalkan Spontan.

Embun tepung, penyakit ini terjadi saat lingkungan tumbuh kelembabannya tinggi. Dikendalikan dengan memetik daun yang terserang dan disemprotkan fungisida Benomyl dengan dicampur belerang.

Bercak hitam, terdapat bercak hitam pekat daun – daun yang terserang akan mudah berguguran. Pengendalian dilakukan dengan memangkas bagian tanaman yang sakit dan memperhatikan kebersihan kebun. Pengendalian kimia dilakukan dengan menyemprotkan fungisida berbahan aktif propineb dan mankozeb.

Busuk bunga, bagian yang diserang adalah kuntum bunga. Pengendalian dilakukan dengan cara membungkus bunga yang mulai mekar dengan plastik. Cara kimia dilakukan dengan cara penyemprotan fungisida merk Benomyl.

12. Pemanenan

Pemanenan tanaman mawar dilakukan 3 kali dalam seminggu atau sesuai dengan permintaan. Pemanenan dilakukan pada saat pagi hari pukul 07.00 atau saat intensitas cahaya tidak terlalu tinggi. Mawar yang dipanen adalah mawar umur 4 bulan setelah okulasi. Bunga yang akan dipanen ditandai dengan bunga mekar 70 % atau sudah mekar paling sedikit dua helai. Batang yang disiap

dipanen dipotong miring diatas 2 – 3 mata tunas bawah dengan gunting yang tajam. 13. Pascapanen

Penanganan pascapanen dimulai dari 1) Pengumpulan hasil panen, bunga yang dipanen dikumpulkan dan dilakukan pencatatan hasil panen, 2) Penyortiran, hasil panen mawar yang baik dan yang rusak atau cacat dipisahkan, 3) Pengkelasan (grading), dikelompokkan berdasarkan grade masing-masing, 4) Pengikatan, mawar diikat dengan menggunakan karet gelang masing – masing ikatan berjumlah 20 tangkai bunga, 5) Pembungkusan, dengan kertas karton berwarna putih ukuran setengah panjang tangkai bunga tujuannya agar bunga terhindar dari kerusakan, 6) Penyimpanan, dilakukan saat terdapat kelebihan hasil panen atau kelebihan permintaan maka bunga akan dijadikan persediaan dan direndam didalam air, dan 7) Pengiriman sesuai tempat tujuan. b. Deskripsi Produk

Produk yang diproduksi ada dua jenis yaitu produk barang dan produk jasa. Produk barang yang diproduksi antara lain bunga potong (mawar, gerbera dan anthurium) dan daun potong(ruskus, philodendron, leatherleaf, ivy dan aspidistra).Produk jasa

yang dihasilkan adalah jasa dekorasi (decoration) ruangan untuk berbagai keperluan acara seperti pernikahan, acara gereja, dan lainnya.

c. Deskripsi Pelanggan

Pelanggan terbagi menjadi 2 yaitu pelanggan tetap dan pelanggan tidak tetap. Pelanggan tetap perusahaan adalah orang – orang yang sebelumnya sudah bekerjasama dengan perusahaan dalam memasarkan produk, contohnya Sekar Dwi Putri yaitu produsen bunga potong yang memasarkan produk perusahaan rutin setiap minggunya dengan jumlah mencapai 10 – 15 kodi mawar (1 kodi = 20 tangkai). Pelanggan tetap lainnya adalah pedagang besar, pengecer dan Asosiasi

(9)

9 gereja yang berasal dari daerah Subang dengan jumlah pesanan setiap minggu mencapai 5 – 8 kodi mawar potong.Pelanggan tidak tetap perusahaan adalah pelanggan secara tiba – tiba melakukan pembelian produk secara langsung dalam jumlah dan waktu yang tidak tetap. Adapun pelanggan tidak tetap perusahaan adalah masyarakat lokal dalam daerah yang memerlukan bunga mawar untuk berbagai keperluan. Sementara pelanggan tidak tetap dari luar daerah seperi Semarang, Surabaya dan Bali.

d. Deskripsi Pemasok Bahan Baku

Bahan baku berupa bibit dipasok dari mitra petani yaitu penangkar bibit yang telah lama bekerjasama dalam penyediaan bibit. Sementara untuk kebutuhan pupuk dan obat – obatan dipasok dari toko – toko pertanian yang berada di Lembang diantaranya pupuk, obat, tali majun, plastik UV, dan peralatan lainnya. Kebutuhan bunga dan daun potong dipasok dari kebun sendiri, akan tetapi juga dipasok dari petani sekitar perusahaan jika hasil produksi dalam perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan.

e. Deskripsi Kegiatan Pemasaran

Kelompok Tani Boemi Nursery

mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth) kepada konsumennya. Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan media cetak berupa kartu nama yang berisikan profil perusahaan. Perusahaan juga memanfaatkan acara – acara yang diadakan oleh instansi pertanian terkait untuk memperkenalkan produknya.

Konsumen yang menginginkan produk – produk perusahaan dapat langsung datang ke lokasi perusahaan yang berada di desa Cikahuripan Lembang. Selain itu untuk daerah – daerah yang berada dikawasan produksi, sistem pemasaran langsung ini juga dilakukan melalui pesan antar (delivery order).

Konsumen memesan produk dengan cara via telpon, massenger atau sarana komunikasi

lainnya. Setelah produk diorder, maka pihak perusahaan akan melakukan mengecekkan produk dan mengantar langsung pada alamat yang dituju. Sistem pemasaran ini akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan jarak dimana konsumen yang memesan berada.

Sementara untuk pemasaran tidak langsung perusahaan menjalin kerjasama dengan pedagang besar dan pengecer yang mengambil produk dan memasarkannya ke konsumen. Biasanya saluran pemasaran tidak langsung ini akan menjual bunga yang dikumpulkan pada pasar bunga yang terdapat didaerah terdekat seperti Pasar Bunga Wastu Kencana dan Pasar Bunga Tegal Lega.

B. Analisis Tentang Sistem Grading Bunga Mawar Potong Pada Kelompok Tani Boemi Nursery

Klasifikasi dan standar mutu yang diterapkan perusahaan untuk bunga mawar adalah sebagai berikut :

1. Grade AA

Bunga mawar ini ditujukan untuk konsumen eksportir, perkantoran dan perhotelan yakni hotel – hotel berbintang yang terdapat di daerah Bandung maupun daerah luar lainnya. Mawar potong dengan grade ini membutuhkan penanganan yang intensif dalam pembudidayaannya. Spesifikasi syarat mutu mawar grade AA memiliki panjang tangkai > 55 cm (tipe standar) berdiameter sama, jumlah kuntum bunga ½ mekar per tangkai > 5 kuntum bunga sempurna tidak cacat fisik, segar dan ukuran bunga mendekati seragam, tangkai kuat, lurus dan tidak pecah, daun pada 2/3 bagian tangkai lengkap, hijau dan bersih. Harga jual/kodi berkisar dari Rp.50.000 – Rp.60.000.

2. Grade A

Mawar ini ditujukan kepada pedagang grosir (wholesaler). Pedagang ini membeli bunga dalam jumlah yang cukup besar dan kemudian dijual kembali kepada para

(10)

10 pengecer atau floris. Permintaan terhadap bunga grade ini cukup besar dan peluang produksi yang dihasilkan sekitar 15 - 20 % dari hasil produksi total. Spesifikasi syarat mutu mawar grade A memiliki panjang tangkai > 50-55 cm (tipe standar) berdiameter sama, jumlah kuntum bunga ½ mekar per tangkai > 4 kuntum bunga sempurna tidak cacat fisik, segar dan ukuran bunga mendekati seragam, tangkai kuat, lurus dan tidak pecah, daun pada 2/3 bagian tangkai lengkap, hijau dan bersih. Harga jual/kodi berkisar dari Rp.40.000 – Rp.45.000.

3. Grade B

Konsumen yang dituju untuk bunga mawar potong dengan grade ini cukup luas dimulai dari para floris, dekorator hingga pengelola jasa catering. Permintaan bunga grade B sangat tinggi, hal ini dikarenakan harganya yang relatif terjangkau dan mudah didapat. Peluang produksi dari mawar potong grade ini juga cukup tinggi yakni berkisar 35 % dari hasil produksi total.Spesifikasi syarat mutu mawar grade B memiliki panjang tangkai > 40-50 cm (tipe standar) berdiameter sama, jumlah kuntum bunga ½ mekar per tangkai > 4 kuntum bunga sempurna tidak cacat fisik, segar dan ukuran bunga mendekati seragam, tangkai kuat, lurus dan tidak pecah, daun pada 2/3 bagian tangkai lengkap, hijau dan bersih. Harga jual/kodi berkisar dari Rp.30.000 – Rp.35.000.

3. Grade C

Dikenal sebagai mawar ecek, kualitas bunga yang dihasilkan pada grade ini rendah dan memiliki vase life yang singkat dan cepat (2 – 3 hari). Konsumen dari bunga ini adalah lebih banyak para rumah tangga yang menggunakannya sebagai bunga tabur. Bunga

grade ini juga digunakan para floris dan

dekorator untuk hiasan tata ruang suatu acara disesuaikan dengan permintaan atau budget konsumennya.

Spesifikasi syarat mutu mawar grade C memiliki panjang tangkai > 25-35 cm (tipe standar) berdiameter sama, jumlah kuntum bunga ½ mekar per tangkai < 4 kuntum bunga sempurna tidak cacat fisik, segar dan ukuran bunga mendekati seragam, tangkai kurang kuat/lurus dan tidak pecah, daun pada 2/3 bagian tangkai kurang lengkap. Harga jual/kodi berkisar dari Rp.17.500.

KESIMPULAN

1) Tahapan budidaya mawar potong Kelompok Tani Boemi Nursery dimulai dari kegiatan penyiapan rumah lindung, penyiapan lahan, penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan (penyulaman, pemupukan, pemangkasan, perundukan, penyiangan, perlindungan tanaman, dan pengairan), panen dan pascapanen.

2) Penerapan sistem grading mawar potong pada Kelompok Tani Boemi Nursery terbagi menjadi empat yaitu grade AA,

gradeA, grade B, dan grade C dengan

harga jual yang berbeda. Konsumen yang melakukan pembelian mawar potong diantaranya adalah para floris, dekorator, perhotelan hingga para rumah tangga.

DAFTAR PUSTAKA

Afniati, Sari. 2008. Analisis kelayakan pengusahaan bunga potong mawar. IPB Press. Bogor. 103 hal.

Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura. 2011. Profil kawasan bunga dan daun potong (KABUDAPO) Propinsi Jawa Barat. Kementerian Pertanian. Jakarta. 152 hal.

Direktorat Jenderal Hortikultura. 2015. Informasi teknis seri ragam bunga dan daun potong. Kementerian Pertanian. Jakarta. 135 hal.

Pusat Promosi dan Pemasaran Hasil Pertanian, 2012. Info standarisasi bunga potong mawar (Rosa hybrida). Dinas Kelautan dan Pertanian. Jakarta. 94 hal.

Gambar

Gambar  2. Proses produksi  mawar  1.  Penyiapan  Rumah  Lindung

Referensi

Dokumen terkait