BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. Latar BelakangLatar Belakang
Indonesia ada
Indonesia adalah Negara kepulaualah Negara kepulauan dengan luas wilayan dengan luas wilayah 1.860.359,67 h 1.860.359,67 kmkm dan jumlah penduduk 222.051.298 jiwa, menempati urutan ke empat dunia. dan jumlah penduduk 222.051.298 jiwa, menempati urutan ke empat dunia. Indonesia terbagi atas 33 Propinsi, 394 kabupaten, 5263 kecamatan, dan 7113 Indonesia terbagi atas 33 Propinsi, 394 kabupaten, 5263 kecamatan, dan 7113 kelurahan. Jumlah penduduk yang mencapai 222.051.298 tersebut tersebar kelurahan. Jumlah penduduk yang mencapai 222.051.298 tersebut tersebar diseluruh bagian wilayah
diseluruh bagian wilayah Indonesia.Indonesia.
Jumlah penduduk yang setiap tahun selalu mengalami pertambahan lebih Jumlah penduduk yang setiap tahun selalu mengalami pertambahan lebih kurang 2000 jiwa, tentunya akan selalu diiringi oleh semakin meningkatnya kurang 2000 jiwa, tentunya akan selalu diiringi oleh semakin meningkatnya pengguna kendaraan darat baik mobil, sepeda, dan motor, yang didominasi oleh pengguna kendaraan darat baik mobil, sepeda, dan motor, yang didominasi oleh para pengguna motor yang ditandai dengan peningkatan sebesar 35% penjualan para pengguna motor yang ditandai dengan peningkatan sebesar 35% penjualan motor pada tahun 2007. Hal ini
motor pada tahun 2007. Hal ini dipengaruhi oleh asumsi masyarakat bahwa motordipengaruhi oleh asumsi masyarakat bahwa motor adalah kendaraan yang praktis, efisien, dan irit sebagai sarana untuk menjalankan adalah kendaraan yang praktis, efisien, dan irit sebagai sarana untuk menjalankan aktifitas kerja masyarakat. Meningkatnya populasi manusia dan mobilitas jumlah aktifitas kerja masyarakat. Meningkatnya populasi manusia dan mobilitas jumlah kendaraan atau fasilitas transportasi ini menjadi pemicu meningkatnya angka kendaraan atau fasilitas transportasi ini menjadi pemicu meningkatnya angka kecelakaa
kecelakaan lalu n lalu lintas (Fachrurrozy, 2007).lintas (Fachrurrozy, 2007).
Masyarakat modern dituntut untuk mempunyai mobilitas yang tinggi. Masyarakat modern dituntut untuk mempunyai mobilitas yang tinggi. Mobilitas yang tinggi tersebut mendorong terjadinya kepadatan lalu lintas barang Mobilitas yang tinggi tersebut mendorong terjadinya kepadatan lalu lintas barang dan manusia di seluruh dunia. Melihat perkembangan yang ada dari kepadatan dan manusia di seluruh dunia. Melihat perkembangan yang ada dari kepadatan lalu lintas tersebut, semakin banyak ditemukan fakta yang menunjukkan bahwa lalu lintas tersebut, semakin banyak ditemukan fakta yang menunjukkan bahwa jalan raya justru menjadi ladang pembunuhan manusia modern.
jalan raya justru menjadi ladang pembunuhan manusia modern. World HealthWorld Health Organization
Organization (WHO) mencatat bahwa 1 juta orang diseluruh dunia meninggal(WHO) mencatat bahwa 1 juta orang diseluruh dunia meninggal setiap tahun di jalan raya akibat kecelakaan, dimana 40 % diantaranya berusia setiap tahun di jalan raya akibat kecelakaan, dimana 40 % diantaranya berusia dibawah 25 tahun.
dibawah 25 tahun.
Di Indonesia, angka kecelakaan jalan raya juga menunjukkan tren yang Di Indonesia, angka kecelakaan jalan raya juga menunjukkan tren yang selalu meningkat setiap tahunnya. Data Departemen Perhubungan RI selalu meningkat setiap tahunnya. Data Departemen Perhubungan RI menunjukkan bahwa tahun 2004 terdapat 17.734 kecelakaan dan 14.223 menunjukkan bahwa tahun 2004 terdapat 17.734 kecelakaan dan 14.223 diantaranya melibatkan sepeda motor. Angka tersebut semakin bertambah pada diantaranya melibatkan sepeda motor. Angka tersebut semakin bertambah pada tahun 2005 dimana terdapat 33.827 kecelakaan dan 12.178 orang meninggal tahun 2005 dimana terdapat 33.827 kecelakaan dan 12.178 orang meninggal
dunia. Pada tahun 2006, korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas adalah 19.000 dunia. Pada tahun 2006, korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas adalah 19.000 orang yang merupakan pengendara sepeda motor. Jumlah kecelakaan diatas orang yang merupakan pengendara sepeda motor. Jumlah kecelakaan diatas merupakan kecelakaan yang tercatat secara resmi dan belum termasuk angka merupakan kecelakaan yang tercatat secara resmi dan belum termasuk angka kecelakaa
kecelakaan yang tin yang tidak dilaporkan seperti di dak dilaporkan seperti di tempat-tempat terpencil dan tempat-tempat terpencil dan pedesaanpedesaan.. Di wilayah kabupaten Demak, yang terletak ± 26 km dari Kota Semarang, Di wilayah kabupaten Demak, yang terletak ± 26 km dari Kota Semarang, ± 25 km dari Kabupaten Kudus, dan ±35 km dari Kabupaten Jepara dalam tahun ± 25 km dari Kabupaten Kudus, dan ±35 km dari Kabupaten Jepara dalam tahun 2007 terjadi setidaknya tercatat 614 kecelakaan lalu lintas oleh Resor Demak, 2007 terjadi setidaknya tercatat 614 kecelakaan lalu lintas oleh Resor Demak, dengan jumlah kecelakaan terbanyak di kecamatan Demak Kota yaitu 111 dengan jumlah kecelakaan terbanyak di kecamatan Demak Kota yaitu 111 kecelakaan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan diwilayah yang bisa kecelakaan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan diwilayah yang bisa dikatakan kurang padat penduduk, angka kecelakaan termasuk tinggi.
dikatakan kurang padat penduduk, angka kecelakaan termasuk tinggi.
Tingkat keperdulian masyarakat Kabupaten Demak terhadap keselamatan Tingkat keperdulian masyarakat Kabupaten Demak terhadap keselamatan berkendara saat ini bisa dikatakan sangat mengkhawatirkan, hal ini merujuk pada berkendara saat ini bisa dikatakan sangat mengkhawatirkan, hal ini merujuk pada pola hidup kebut liar
pola hidup kebut liar oleh generasi muda bangsa Indonesia khususnya masyarakatoleh generasi muda bangsa Indonesia khususnya masyarakat Demak. Memang tidak mudah untuk mewujudkan kesadaran berkendara dalam Demak. Memang tidak mudah untuk mewujudkan kesadaran berkendara dalam seketika, kemudian bagaimana sikap kita sebagai generasi masa depan, generasi seketika, kemudian bagaimana sikap kita sebagai generasi masa depan, generasi kehidupan bangsa untuk berupaya bersama mengubah kesadaran berkendara kehidupan bangsa untuk berupaya bersama mengubah kesadaran berkendara dengan aman.
dengan aman.
Berbagai upaya untuk meminimalisir tingkat kecelakaan tersebut telah Berbagai upaya untuk meminimalisir tingkat kecelakaan tersebut telah banyak di upayakan, diantaranya adalah penggunaan lajur khusus sepeda dan banyak di upayakan, diantaranya adalah penggunaan lajur khusus sepeda dan motor yang telah diberlakukan Pemerintah Kabupaten Demak pada tahun 2009, motor yang telah diberlakukan Pemerintah Kabupaten Demak pada tahun 2009, menyalakan lampu baik siang ataupun malam, penggunaan perlengkapan standar menyalakan lampu baik siang ataupun malam, penggunaan perlengkapan standar motor seperti spion, dan yang terus digalakan adalah upaya
motor seperti spion, dan yang terus digalakan adalah upaya safety riding,safety riding, yaituyaitu cara berkendara yang aman dan nyaman. Hal terbaru yang disosialisasikan oleh cara berkendara yang aman dan nyaman. Hal terbaru yang disosialisasikan oleh pemerintah khusunya Kementrian Perhubungan adalah dengan mewajibkan pemerintah khusunya Kementrian Perhubungan adalah dengan mewajibkan pengguna motor untuk
pengguna motor untuk menggunakamenggunakann helmhelm Standar Nasional Indonesi (SNI) padaStandar Nasional Indonesi (SNI) pada tahun 2010 untuk mengurangi resiko fatal kecelakaan lalu lintas. Kemudian tahun 2010 untuk mengurangi resiko fatal kecelakaan lalu lintas. Kemudian bagaiamana Dampak dari berbagai peraturan yang telah ditetapakan terhadap bagaiamana Dampak dari berbagai peraturan yang telah ditetapakan terhadap pengendara motor dan harus bagaimakah masyarakat sebenarnya?
pengendara motor dan harus bagaimakah masyarakat sebenarnya?
B.
B. Batasan MasalahBatasan Masalah
Masalah dalam penulisan ini dibatasi oleh beberapa hal yang berhungan Masalah dalam penulisan ini dibatasi oleh beberapa hal yang berhungan dengan kesadaran berkendara dengan aman (
Standar Nasional Indonesia (SNI), dan
Standar Nasional Indonesia (SNI), dan Combi Brake SystemCombi Brake System pada vario technopada vario techno sebagai alternatif tambahan pada keamanan berkendara di
sebagai alternatif tambahan pada keamanan berkendara di Kabupaten Demak.Kabupaten Demak. C.
C. Rumusan MasalahRumusan Masalah 1.
1. Apakah ImplementasiApakah Implementasi Safety RidingSafety Riding dapat memberikan dampak yangdapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesadaran
signifikan terhadap kesadaran berkendara?berkendara? 2.
2. Apakah penggunaanApakah penggunaan helmhelmSNI dapat dijadikan acuan keselamatan lalu lintas?SNI dapat dijadikan acuan keselamatan lalu lintas? 3.
3. Bagaimanakah pengaruh remBagaimanakah pengaruh rem Combi Brake SystemCombi Brake System pada Honda Vario Technopada Honda Vario Techno terhadap keamanan berkendara?
terhadap keamanan berkendara? 4.
4. Bagaimana pengaruh Pola Fikir Instan Bagaimana pengaruh Pola Fikir Instan dalam Berkendara?dalam Berkendara? 5.
5. Bagaimana pengaruh budaya disiplin tBagaimana pengaruh budaya disiplin terhadap berkendara?erhadap berkendara?
D.
D. Tujuan PenulisanTujuan Penulisan
Tujuan penelitian ini, yaitu ingin mengetahui: Tujuan penelitian ini, yaitu ingin mengetahui: 1.
1. Tingkat kesadaran berkendara oleh masyarakat sesuai dengan fakta yangTingkat kesadaran berkendara oleh masyarakat sesuai dengan fakta yang penulis saksikan
penulis saksikan 2.
2. Hubungan Safety Riding, penggunaanHubungan Safety Riding, penggunaan helmhelm SNI,SNI, Combi Brake SystemCombi Brake System variovario tehno dan hubungan pola fikir terhadap disiplin berkendara.
tehno dan hubungan pola fikir terhadap disiplin berkendara.
E.
E. Manfaat PenulisanManfaat Penulisan 1.
1. Manfaat TeoritisManfaat Teoritis
Karya Tulis ini diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi dan Karya Tulis ini diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi dan dapat menjadi acuan pengembangan studi tentang kesadaran berkendaran dengan dapat menjadi acuan pengembangan studi tentang kesadaran berkendaran dengan aman dan penggunaan
aman dan penggunaan helmhelmSNI dalam berkendara dengan aman serta SNI dalam berkendara dengan aman serta keunggulankeunggulan Combi Brake System
Combi Brake System.. 2.
2. Manfaat PraktisManfaat Praktis a.
a. Bagi Masyarakat, diharapkan dapat dijadikan bahan inmformasi danBagi Masyarakat, diharapkan dapat dijadikan bahan inmformasi dan pengetahua
pengetahuan untuk berkendara dengan aman n untuk berkendara dengan aman dalam berlalu lintas sdalam berlalu lintas sehinggaehingga remaja dalam mengendarai motor dapat hati-hati dan tidak melanggar remaja dalam mengendarai motor dapat hati-hati dan tidak melanggar aturan rambu-rambu lalu lintas untuk keselamatan bermotor.
aturan rambu-rambu lalu lintas untuk keselamatan bermotor. b.
b. Bagi pemerintah, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensiBagi pemerintah, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang menentukan arah dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang menentukan arah perkembanga
perkembangan bangsa n bangsa Indonesia dalam hal Indonesia dalam hal transportasi.transportasi.
BAB II BAB II
LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI
A.
A. PengertianPengertianSafety RidingSafety Riding
Definisi
Definisi Safety RidingSafety Riding mengandung pengertian yaitu suatu usaha yangmengandung pengertian yaitu suatu usaha yang dilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam berkendara, demi menciptakan suatu kondisi, yang mana kita berada pada dalam berkendara, demi menciptakan suatu kondisi, yang mana kita berada pada titik tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya titik tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di sekitar kita serta pemahaman akan pencegahan dan yang dapat terjadi di sekitar kita serta pemahaman akan pencegahan dan penanggulangannya.
penanggulangannya.
Implementasi dari pengertian di atas yaitu bahwa diisaat kita mengendarai Implementasi dari pengertian di atas yaitu bahwa diisaat kita mengendarai kendaraan, maka haruslah tercipta suatu landasan pemikiran yang mementingkan kendaraan, maka haruslah tercipta suatu landasan pemikiran yang mementingkan dan sangat mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang dan sangat mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Untuk itu, berangkat dari dasar pemikiran keselamatan tersebut, maka para lain. Untuk itu, berangkat dari dasar pemikiran keselamatan tersebut, maka para pengendara haruslah menyadari arti dan pentingnya keselamatan, hal ini bisa pengendara haruslah menyadari arti dan pentingnya keselamatan, hal ini bisa dicontohkan dengan meningkatnya angka kecelakaan di jalan raya dan berbagai dicontohkan dengan meningkatnya angka kecelakaan di jalan raya dan berbagai kejadian kecelakaan yang terjadi disebabkan dari berbagai macam kasus.
kejadian kecelakaan yang terjadi disebabkan dari berbagai macam kasus.
Walaupun terasa sangat sulit untuk menumbuhkannya, namun pemikiran Walaupun terasa sangat sulit untuk menumbuhkannya, namun pemikiran yang mengutamakan keselamatan tersebut haruslah merupakan kesadaran dari yang mengutamakan keselamatan tersebut haruslah merupakan kesadaran dari diridiri sendiri yang terbentuk dan dibangun dari dalam hati dan bertekad untuk sendiri yang terbentuk dan dibangun dari dalam hati dan bertekad untuk melaksanakan segala aktivitas yang mendasar pada
melaksanakan segala aktivitas yang mendasar pada Safety RidingSafety Riding. Bila dasar. Bila dasar pemikiran
pemikiran Safety Riding (Safety Minded)Safety Riding (Safety Minded) telah dimiliki, maka dengan mudahtelah dimiliki, maka dengan mudah setiap hal yang berkaitan dengan
setiap hal yang berkaitan dengan Safety RidingSafety Riding dapat kita terapkan dimulai daridapat kita terapkan dimulai dari diri sendiri dan memulainya dari hal-hal
diri sendiri dan memulainya dari hal-hal yang kecil.yang kecil. B.
B. Helm HelmSNISNI
Pemerintah telah memberlakukan wajib helm Standar Nasional Indonesia Pemerintah telah memberlakukan wajib helm Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara sepeda motor. Tidak (SNI) untuk mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara sepeda motor. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia hanya mengetahui dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia hanya mengetahui helm tanpa SNI lebih murah. Sisanya mereka tidak peduli terhadap keselamatan helm tanpa SNI lebih murah. Sisanya mereka tidak peduli terhadap keselamatan dirinya ketika mengendarai motor dan
Helm
Helm dengan label SNI jelas lebih terjamin kualitas dan mutunyadengan label SNI jelas lebih terjamin kualitas dan mutunya dibandingkan dengan helm tanpa SNI. Karena,
dibandingkan dengan helm tanpa SNI. Karena, helmhelm SNI tentu sudah lolosSNI tentu sudah lolos serangkaian uji oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional).
serangkaian uji oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional). Helm Helm yang berkualitasyang berkualitas baik telah terbukti dapat menyelamatkan nyawa pengendara sepeda motor saat baik telah terbukti dapat menyelamatkan nyawa pengendara sepeda motor saat terjadi kecelakaan atau tabrakan (Ian, 2007).
terjadi kecelakaan atau tabrakan (Ian, 2007). Undang-unda
Undang-undang No. 22 ng No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan JalanAngkutan Jalan pasal 106 ayat 8 yang mengatakan semua pengendara sepeda motor harus pasal 106 ayat 8 yang mengatakan semua pengendara sepeda motor harus menggunakan helm SNI mulai berlaku per tanggal 1 April 2010. Disebutkan menggunakan helm SNI mulai berlaku per tanggal 1 April 2010. Disebutkan dalam UU No. 22 tahun 2009 pasal 106 ayat 8 disebutkan bahwa pengendara dan dalam UU No. 22 tahun 2009 pasal 106 ayat 8 disebutkan bahwa pengendara dan atau penumpang yang tidak memakai helm dikenakan pidana kurungan paling atau penumpang yang tidak memakai helm dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda sebesar Rp 250.000.
lama satu bulan atau denda sebesar Rp 250.000.
Dengan aturan ini, seluruh pengendara kendaraan bermotor roda dua wajib Dengan aturan ini, seluruh pengendara kendaraan bermotor roda dua wajib menggunakan helm yang sudah melewati uji standar dari laboratorium sesuai menggunakan helm yang sudah melewati uji standar dari laboratorium sesuai ketentuan SNI 1811:2007 yang diakui di 153 negara di
ketentuan SNI 1811:2007 yang diakui di 153 negara di dunia.dunia.
C.
C. Combi Brake SystemCombi Brake System (CBS)(CBS) Combi Brake
Combi Brake adalah suatu teknologi mekanis untuk mendistribusikanadalah suatu teknologi mekanis untuk mendistribusikan kekuatan pengereman antara roda depan dan roda belakang dengan hanya kekuatan pengereman antara roda depan dan roda belakang dengan hanya menekan satu tuas rem sebelah kiri saja. Dengan teknologi
menekan satu tuas rem sebelah kiri saja. Dengan teknologi Combi BrakeCombi Brake ini,ini, sepeda motor akan berhenti dengan jarak pengereman yang lebih pendek secara sepeda motor akan berhenti dengan jarak pengereman yang lebih pendek secara lebih maksimal dengan pengereman yang merata pada kedua roda depan dan lebih maksimal dengan pengereman yang merata pada kedua roda depan dan belakang secara bersama-sama. Intinya Bobot kekuatan pengereman akan terbagi belakang secara bersama-sama. Intinya Bobot kekuatan pengereman akan terbagi secara otomatis antara
secara otomatis antara roda depan dan belakang sesroda depan dan belakang sesuai kebutuhan pengeremuai kebutuhan pengeremanan pada motor.
pada motor.
Oleh karena itu, langkah atau metode ini yang menyebabkan kedua rem bisa Oleh karena itu, langkah atau metode ini yang menyebabkan kedua rem bisa berfungsi. Tapi porsi kekuatannya, tidak akan melebihi jika kedua tuas rem ditarik berfungsi. Tapi porsi kekuatannya, tidak akan melebihi jika kedua tuas rem ditarik secara bersamaan ketimbang hanya tuas rem belakang aja yang ditarik. Tapi secara bersamaan ketimbang hanya tuas rem belakang aja yang ditarik. Tapi setidaknya, dengan pengereman CBS ini, pengendara juga lebih dibuat safety. setidaknya, dengan pengereman CBS ini, pengendara juga lebih dibuat safety. Karena setidaknya, porsi rem bisa terbagi sekitar 70 persen rem belakang dan 30 Karena setidaknya, porsi rem bisa terbagi sekitar 70 persen rem belakang dan 30 persen rem depan
D.
D. Perilaku Agresif dalam berkendaraPerilaku Agresif dalam berkendara
Menurut Sudarso (2008) kasus kecelakaan umumnya dipandang bersumber Menurut Sudarso (2008) kasus kecelakaan umumnya dipandang bersumber dari kesalahan pemakai jalan raya sendiri. Sikap gaya hidup (
dari kesalahan pemakai jalan raya sendiri. Sikap gaya hidup (life stylelife style) seseorang) seseorang dalam kehidupan sehari-hari terbawa saat mengendara di jalan raya. Berperilaku dalam kehidupan sehari-hari terbawa saat mengendara di jalan raya. Berperilaku agresif saat mengemudi kendaraan bermotor roda dua. Tentu saja perilaku ini agresif saat mengemudi kendaraan bermotor roda dua. Tentu saja perilaku ini sangat beresiko memacu bahaya kecelakaan.
sangat beresiko memacu bahaya kecelakaan. Issue Issue (akar pokok masalah) yang ada(akar pokok masalah) yang ada adalah ketidaksadaran pengemu
adalah ketidaksadaran pengemudi berperilaku di berperilaku agresif saat mengemudi, agresif saat mengemudi, yang akanyang akan membahaya
membahayakan dirinya dan kan dirinya dan orang lain.orang lain.
Akhir-akhir ini, sikap dari gaya hidup (
Akhir-akhir ini, sikap dari gaya hidup (life stylelife style) seseorang dalam kehidupan) seseorang dalam kehidupan sehari-hari terbawa saat mengendara, menggunakan
sehari-hari terbawa saat mengendara, menggunakan hand phonehand phone saat mengemudisaat mengemudi dan perilaku yang agresif seperti: tidak berusaha menjaga jarak yang sesuai dan perilaku yang agresif seperti: tidak berusaha menjaga jarak yang sesuai terhadap kendaraan lain yang ada di depannya, mengendara dengan kecepatan terhadap kendaraan lain yang ada di depannya, mengendara dengan kecepatan tinggi, menerjang lampu merah, dan mengkonsumsi minuman keras. Tentu saja tinggi, menerjang lampu merah, dan mengkonsumsi minuman keras. Tentu saja tindakan tersebut sangat beresiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
tindakan tersebut sangat beresiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Thurstone (Walgito, 2003) berpandangan bahwa sikap merupakan suatu Thurstone (Walgito, 2003) berpandangan bahwa sikap merupakan suatu predisposisi mental untuk melakukan suatu tindakan bersifat negatif maupun predisposisi mental untuk melakukan suatu tindakan bersifat negatif maupun positif dalam hubungannya dengan obyek-obyek psikologis. Objek penelitian positif dalam hubungannya dengan obyek-obyek psikologis. Objek penelitian tentang sikap disiplin berlalu lintas dipersepsikan secara negatif dan positif oleh tentang sikap disiplin berlalu lintas dipersepsikan secara negatif dan positif oleh pengenda
BAB III BAB III
METODOLOGI PENULISAN METODOLOGI PENULISAN
A.
A. Perancangan PenulisanPerancangan Penulisan 1.
1. Objek PenulisanObjek Penulisan
Obyek penulisan dalam penulisan ini mencakup faktor utama pemicu Obyek penulisan dalam penulisan ini mencakup faktor utama pemicu kecelakaan lalu lintas, upaya yang telah diambil, dan juga mengenai tindakan kecelakaan lalu lintas, upaya yang telah diambil, dan juga mengenai tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Selain itu
raya. Selain itu juga akan dibahas mengenaijuga akan dibahas mengenai safety ridingsafety riding,, helmhelm SNI,SNI, Combi BrakeCombi Brake System
System, serta bagaimana menanggulangi pola fikir instan dalam berkendara., serta bagaimana menanggulangi pola fikir instan dalam berkendara.
2.
2. Dasar Pemilihan ObjekDasar Pemilihan Objek
Setiap tahun, kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya mengalami Setiap tahun, kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya mengalami peningkatan. Kebanyakan yang menjadi faktor utama pemicunya adalah peningkatan. Kebanyakan yang menjadi faktor utama pemicunya adalah minimnya pengetahuan pengendara untuk berkendara dengan safety, dan minimnya pengetahuan pengendara untuk berkendara dengan safety, dan perlengkapan keamanan yang tidak mendukung, selain hal-hal tersebut memang perlengkapan keamanan yang tidak mendukung, selain hal-hal tersebut memang kurangnya system keamanan dari motor
kurangnya system keamanan dari motor yang dipergunakayang dipergunakan.n.
Kesadaran berkendara oleh pengendara memang tidak dapat diubah dalam Kesadaran berkendara oleh pengendara memang tidak dapat diubah dalam seketika itu juga, maka perlu adanya aturan
seketika itu juga, maka perlu adanya aturan yang dapat memaksa untuk mengubahyang dapat memaksa untuk mengubah pola konsep diri pengendara seperti menggunkan
pola konsep diri pengendara seperti menggunkan helmhelm SNI. Selain itu perluSNI. Selain itu perlu dipertimbangkan juga penggunaan system motor yang menunjang program safety dipertimbangkan juga penggunaan system motor yang menunjang program safety riding.
riding.
B.
B. Metode Pengumpulan DataMetode Pengumpulan Data
Dalam penulisan ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah kaji Dalam penulisan ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah kaji pustaka terhadap bahan-bahan kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan pustaka terhadap bahan-bahan kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini yaitu dengan tema Kesadaran Berkendara yang diangkat dalam penulisan ini yaitu dengan tema Kesadaran Berkendara dengan aman dan penggunaan
dengan aman dan penggunaan Helm Helm SNI, selain itu juga terkait dengan hal-halSNI, selain itu juga terkait dengan hal-hal yang dapat menunjang safety riding. Data penulis dapat melalui beberapa cara : yang dapat menunjang safety riding. Data penulis dapat melalui beberapa cara :
1.
1. Metode DokumentasiMetode Dokumentasi
Metode ini digunakn peneliti untuk mendapatkan faktal di lapangan (jalan Metode ini digunakn peneliti untuk mendapatkan faktal di lapangan (jalan raya) seperti penggunaan
raya) seperti penggunaan helmhelm SNI, menghidupkan lampu, dan jalur khusus bagiSNI, menghidupkan lampu, dan jalur khusus bagi pengguna motor.
pengguna motor. 2.
2. Library Research Library Research
Metode ini digunakan untuk memperoleh data dari bahan bacaan yang Metode ini digunakan untuk memperoleh data dari bahan bacaan yang berkaitan erat dengan safety riding,
berkaitan erat dengan safety riding, helmhelm SNI,SNI, Combi Brake System, dan konsepCombi Brake System, dan konsep diri dalam berkendara, baik berupa literature buku, skripsi, makalah, ataupun data diri dalam berkendara, baik berupa literature buku, skripsi, makalah, ataupun data dari internet.
dari internet.
C.
C. Metode AnalisisMetode Analisis 1.
1. Hasil Perolehan Data dan PembahasanHasil Perolehan Data dan Pembahasan
Hasil penelitian meliputi data tingkat kecelakaan yang kemudian akan Hasil penelitian meliputi data tingkat kecelakaan yang kemudian akan dikaitkan dengan program safety riding,
dikaitkan dengan program safety riding, helmhelm SNI,SNI, Combi Brake SystemCombi Brake System yang adayang ada pada vario techno, serta menjawab pengaruh pola fikir instan dengan pada vario techno, serta menjawab pengaruh pola fikir instan dengan meningkat-kan buday disiplin.
kan buday disiplin. 2.
2. Kesimpulan dan SaranKesimpulan dan Saran
Kesimpulan ini merupakan rangkuman dari hasil pengolahan data dan Kesimpulan ini merupakan rangkuman dari hasil pengolahan data dan analisa. Pada bagian ini juga mencakup saran-saran dan masukan pihak lain untuk analisa. Pada bagian ini juga mencakup saran-saran dan masukan pihak lain untuk dikembangkan oleh pihak-pihak yang terkait agar dapat diperoleh hasil yang dikembangkan oleh pihak-pihak yang terkait agar dapat diperoleh hasil yang optimal untuk perkembangan keselama
BAB IV BAB IV DATA DAN ANALISA
DATA DAN ANALISA PEMBAHASANPEMBAHASAN
A.
A. Perolehan DataPerolehan Data 1.
1. Jumlah Kecelakaan BermotorJumlah Kecelakaan Bermotor
Menurut data yang diperoleh dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Menurut data yang diperoleh dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor Demak, menjelaskan bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Resor Demak, menjelaskan bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Demak dapat dikatakan mengalami penurunan, namun data tersebut adalah data Demak dapat dikatakan mengalami penurunan, namun data tersebut adalah data dari hasil laporan pengendara yang mengalami kecelakaan tidak dengan dari hasil laporan pengendara yang mengalami kecelakaan tidak dengan kecelakaan tunggal atau kecelakaan yang tidak fatal. Untuk lebih jelasnya dapat kecelakaan tunggal atau kecelakaan yang tidak fatal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1.1 :
dilihat pada tabel 1.1 :
Tabel 1.1 Jumlah kecelakaan di Kabupaten Demak Tabel 1.1 Jumlah kecelakaan di Kabupaten Demak NO KESATUAN
NO KESATUAN LAPORANLAPORAN TH
TH 2007 2007 TH TH 2008 2008 TH TH 20092009 1
1 BONANG BONANG 10 10 10 10 44 2
2 DEMAK DEMAK KOTA KOTA 111 111 91 91 5959 3 3 DEMPET DEMPET 25 25 11 11 77 4 4 GAJAH GAJAH 16 16 7 7 44 5 5 GUNTUR GUNTUR 5 5 5 5 44 6
6 KARANG KARANG ANYAR ANYAR 48 48 33 33 1919 7
7 KARANG KARANG AWEN AWEN 61 61 63 63 3232 8
8 KARANG KARANG TENGAH TENGAH 72 72 53 53 3030 9 9 KEBONAGUNG KEBONAGUNG 27 27 25 25 99 11 11 MIJEN MIJEN 22 22 26 26 1313 12 12 MRANGGEN MRANGGEN 67 67 65 65 2828 13 13 WEDUNG WEDUNG 3 3 2 2 00 14 14 WONOSALAM WONOSALAM 73 73 62 62 3838 Jumlah Jumlah 614 614 506 506 275275 (Sumber: Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor Demak) (Sumber: Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor Demak) B.
B. PembahasanPembahasan
1.
1. ImplementasiImplementasi Safety RidingSafety Riding
Salah satu langkah sosialisasi dari kepolisian Kabupaten Demak dan LSM Salah satu langkah sosialisasi dari kepolisian Kabupaten Demak dan LSM dalam rangka menekan angka kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda dalam rangka menekan angka kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor adalah pengenalan konsep
motor adalah pengenalan konsep safety ridingsafety riding. Dalam hal ini, pengendara sepeda. Dalam hal ini, pengendara sepeda motor akan dikenalkan dengan berbagai perangkat keselamatan, pengujian motor akan dikenalkan dengan berbagai perangkat keselamatan, pengujian
ketrampilan berkendara, pengenalan karakteristik kendaraan, dan pengenalan ketrampilan berkendara, pengenalan karakteristik kendaraan, dan pengenalan mengenai etika dasar berkendara di jalan raya. Langkah awal ini penting untuk mengenai etika dasar berkendara di jalan raya. Langkah awal ini penting untuk menyadarkan pengendara kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor akan menyadarkan pengendara kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor akan resiko berkendara sehingga dapat meningkatkan kehati-hatian dan
resiko berkendara sehingga dapat meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan dikewaspadaan di jalan raya.
jalan raya. Konsep
Konsep safety ridingsafety riding membutuhkan komitmen tinggi agar dapatmembutuhkan komitmen tinggi agar dapat diaplikasikan secara luas dalam masyarakat Demak dan dapat dilakukan secara diaplikasikan secara luas dalam masyarakat Demak dan dapat dilakukan secara berkesinambungan untuk menunjang budaya keselamatan di jalan. Hal ini dapat berkesinambungan untuk menunjang budaya keselamatan di jalan. Hal ini dapat ditumbuhkan melalui penanaman sikap kedisiplinan tinggi di jalan raya. Sifat ditumbuhkan melalui penanaman sikap kedisiplinan tinggi di jalan raya. Sifat disiplin merupakan pilar dari adanya etika berkendara kerena budaya disiplin disiplin merupakan pilar dari adanya etika berkendara kerena budaya disiplin dalam berkendara mempengaruhi banyak aspek diantaranya adalah aspek tertib dalam berkendara mempengaruhi banyak aspek diantaranya adalah aspek tertib aturan, tertib sikap, tertib etika,
aturan, tertib sikap, tertib etika, dan tertib berkendara.dan tertib berkendara.
Namun sepertinya pengenalan dan kampanye konsep
Namun sepertinya pengenalan dan kampanye konsep safety ridingsafety riding sajasaja tidaklah cukup untuk menjelaskan kepada pengendara kendaran bermotor tidaklah cukup untuk menjelaskan kepada pengendara kendaran bermotor mengenai keselamatan di jalan raya. Diperlukan sebuah sistem yang lebih mengenai keselamatan di jalan raya. Diperlukan sebuah sistem yang lebih kompeherensif dan menyeluruh sehingga pengendara kendaraan bermotor kompeherensif dan menyeluruh sehingga pengendara kendaraan bermotor benar-benar sadar dan paham akan pentingnya menjaga dan membudayakan benar sadar dan paham akan pentingnya menjaga dan membudayakan keselamatan di jalan raya.
keselamatan di jalan raya.
Sebuah penelitian dengan hasil yang cukup mengejutkan baru-baru ini Sebuah penelitian dengan hasil yang cukup mengejutkan baru-baru ini terkuak.
terkuak. Safety ridingSafety riding ternyata tidak mampu membuat pengemudi terhindar dariternyata tidak mampu membuat pengemudi terhindar dari kecelakaan. Penelitian yang dilakukan
kecelakaan. Penelitian yang dilakukan Highway Loss Data Institute Highway Loss Data Institute, lembaga, lembaga penelitian
penelitian Insurance Institute for Highway Safety Insurance Institute for Highway Safety(IIHS) asal Amerika Serikat(IIHS) asal Amerika Serikat menyebutkan,
menyebutkan, safety ridingsafety riding tidak mampu menekan angka kecelakaan sepedatidak mampu menekan angka kecelakaan sepeda motor. Faktor penggunaan
motor. Faktor penggunaan helmhelm yang tepat dan sistem keamanan pada sepedayang tepat dan sistem keamanan pada sepeda motor seperti penggunaan rem
motor seperti penggunaan rem Combi Brake SystemCombi Brake System (CBS) dianggap menjadi(CBS) dianggap menjadi faktor penekan angka kecelakaa
faktor penekan angka kecelakaan roda dua di n roda dua di jalan raya.jalan raya. 2.
2. AplikasiAplikasiCombi Brake SystemCombi Brake System Pada Vari TechnoPada Vari Techno
Kecelakaan lalu lintas sebagai mesin pembunuh modern bukanlah Kecelakaan lalu lintas sebagai mesin pembunuh modern bukanlah serta-merta kesalahan dari pengendara atau ketidak pedulian pengendara terhadap merta kesalahan dari pengendara atau ketidak pedulian pengendara terhadap safety riding, namun terkadang sedikit banyak dipengaruhi oleh kerja
safety riding, namun terkadang sedikit banyak dipengaruhi oleh kerja system padasystem pada kendaraan. Tidak jarang pengendara mengalami kecelakaan tunggal atau bukan kendaraan. Tidak jarang pengendara mengalami kecelakaan tunggal atau bukan
seimbangan porsi rem depan dan belakang yang tidak sempurna, sehingga seimbangan porsi rem depan dan belakang yang tidak sempurna, sehingga mengakibatka
mengakibatkan ban selip n ban selip bahkan terpental.bahkan terpental.
Oleh karena itu ada perlunya kita merujuk salah satu produk Honda yaitu Oleh karena itu ada perlunya kita merujuk salah satu produk Honda yaitu vario techno, denan rem
vario techno, denan rem Combi Brake System,Combi Brake System, vario techno memiliki tingkatvario techno memiliki tingkat keamanan (
keamanan (safetysafety) yang lebih dibanding motor-motor di Indonesia yang masih) yang lebih dibanding motor-motor di Indonesia yang masih menggunakan system rem biasa. Dengan adanya rem
menggunakan system rem biasa. Dengan adanya rem Combi Brake SystemCombi Brake System iniini maka porsi pengereman ban belakang dan depan akan terbagi sesuai kapasitas maka porsi pengereman ban belakang dan depan akan terbagi sesuai kapasitas yang benar.
yang benar.
3.
3. ImplementasiImplementasi helm helmSNISNI
Tidak dapat dipungkiri, angka kematian dikarenakan kecelakaan lalu lintas Tidak dapat dipungkiri, angka kematian dikarenakan kecelakaan lalu lintas menunjukkan trend yang negatif, jumlah korban meninggal dunia selalu menunjukkan trend yang negatif, jumlah korban meninggal dunia selalu meningkat, oleh karena itu Pemerintah melalui Undang-Undang mengeluarkan meningkat, oleh karena itu Pemerintah melalui Undang-Undang mengeluarkan peraturan yang mengikat tentang penggunaan
peraturan yang mengikat tentang penggunaan helmhelm SNI, hal tersebut tercantumSNI, hal tersebut tercantum dalam Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan dalam Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan pasal 106 ayat 8 yang mengatakan semua pengendara sepeda motor harus Jalan pasal 106 ayat 8 yang mengatakan semua pengendara sepeda motor harus menggunak
menggunakan helm SNI an helm SNI mulai berlaku per tanggal 1 mulai berlaku per tanggal 1 April 2010.April 2010. Namun mulai tahun
Namun mulai tahun 2009 sosialsasi dilaksanakan masih banyak pengendara2009 sosialsasi dilaksanakan masih banyak pengendara yang tidak mengindahkan Undang-Undang tersebut, pengendara motor masih yang tidak mengindahkan Undang-Undang tersebut, pengendara motor masih bangga dengan menggunakan
bangga dengan menggunakan helmhelm kualitas buruk, mereka tidak sadar betapakualitas buruk, mereka tidak sadar betapa pentingnya penggunaan
pentingnya penggunaan helmhelm yang berkualitas.yang berkualitas. Penggunaan
Penggunaan helmhelm SNI bisa dikatakan sebagaiSNI bisa dikatakan sebagai defensive ridingdefensive riding yaitu upayayaitu upaya dari
dari safety ridingsafety riding untuk melindungi diri dari akibat fatal kecelakaan lalu lintas,untuk melindungi diri dari akibat fatal kecelakaan lalu lintas, namun sekali lagi berbagai upaya keselamatan yang telah ditetapkan oleh namun sekali lagi berbagai upaya keselamatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah tidak akan berjalan sempurna apabila pola fikir instan masyarakat pemerintah tidak akan berjalan sempurna apabila pola fikir instan masyarakat Indonesia masih tinggi sedangkan budaya disiplin masyarakat Indonesia masih Indonesia masih tinggi sedangkan budaya disiplin masyarakat Indonesia masih lemah. Mengapa demikian?
lemah. Mengapa demikian?
4.
4. Pola FikirPola Fikir Instan Instan BerkendaraBerkendara
Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan jumlah Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan jumlah kecelakaan di jalan setiap tahunnya, meskipun untuk Kabupaten Demak kecelakaan di jalan setiap tahunnya, meskipun untuk Kabupaten Demak mengalami penurunan. Faktor tersebut antara lain mulai lunturnya sensitifitas mengalami penurunan. Faktor tersebut antara lain mulai lunturnya sensitifitas dalam berkendara, dan minimnya etika berkendara untuk tertib, saling dalam berkendara, dan minimnya etika berkendara untuk tertib, saling menghormati, saling menghargai, sehingga mengakibatkan semakin tergerusnya menghormati, saling menghargai, sehingga mengakibatkan semakin tergerusnya
rasa kepemilikan akan sesuatu. Faktor-faktor diatas mempunyai hubungan sebab rasa kepemilikan akan sesuatu. Faktor-faktor diatas mempunyai hubungan sebab akibat yang saling berkaitan antara satu sama lain. Faktor tersebut dapat akibat yang saling berkaitan antara satu sama lain. Faktor tersebut dapat disederhanakan menjadi 3 faktor utama penyebab kecelakaan, yaitu manusia, disederhanakan menjadi 3 faktor utama penyebab kecelakaan, yaitu manusia, kendaraan, dan lingkungannya. Diantara ketiga faktor tersebut, faktor kesalahan kendaraan, dan lingkungannya. Diantara ketiga faktor tersebut, faktor kesalahan manusia (
manusia (human error human error ) merupakan penyebab kecelakaan yang tertinggi yakni) merupakan penyebab kecelakaan yang tertinggi yakni 86,8 % dari total kecelakaan yang terjadi
86,8 % dari total kecelakaan yang terjadi,, dimana hal ini berkaitan erat dengandimana hal ini berkaitan erat dengan etika berkendara di jalan raya.
etika berkendara di jalan raya.
Penjelasan dari faktor utama yang dapat menjelaskan bagaimana jalan raya Penjelasan dari faktor utama yang dapat menjelaskan bagaimana jalan raya dapat menjadi ladang pembunuhan bagi manusia modern adalah adanya kenyataan dapat menjadi ladang pembunuhan bagi manusia modern adalah adanya kenyataan bahwa kehidupan manusia modern tidak dapat dipisahkan dari pergerakan yang bahwa kehidupan manusia modern tidak dapat dipisahkan dari pergerakan yang dinamis, fleksibel, cepat dan efisien dalam melakukan segala hal. Ini adalah dinamis, fleksibel, cepat dan efisien dalam melakukan segala hal. Ini adalah tuntutan global di tengah persaingan yang kian kompetitif seperti sekarang. tuntutan global di tengah persaingan yang kian kompetitif seperti sekarang. Implikasi negatifnya adalah menimbulkan pola fikir instan dalam berkendara di Implikasi negatifnya adalah menimbulkan pola fikir instan dalam berkendara di jalan raya dan juga telah melahirkan masyarakat instan baik saat berkendara jalan raya dan juga telah melahirkan masyarakat instan baik saat berkendara
maupun diluar berkendara. Masyarakat instan ini
maupun diluar berkendara. Masyarakat instan ini kemudian mendorong lunturnyakemudian mendorong lunturnya etika dalam berkendara di jalan raya. Semua orang ingin dilayani dengan cepat etika dalam berkendara di jalan raya. Semua orang ingin dilayani dengan cepat sehingga memunculkan sikap saling terabas.
sehingga memunculkan sikap saling terabas.
Sifat menerabas adalah sifat dasar masyarakat kita yang tercermin dari Sifat menerabas adalah sifat dasar masyarakat kita yang tercermin dari perilaku pengemudi di jalan raya yang lebih menekankan ego masing-masing perilaku pengemudi di jalan raya yang lebih menekankan ego masing-masing pengendara, terlebih disaat jalanan macet. Akibatnya pengendara cenderung pengendara, terlebih disaat jalanan macet. Akibatnya pengendara cenderung mengabaikan peraturan lalu lintas yang ada, seperti penggunaan helm standar mengabaikan peraturan lalu lintas yang ada, seperti penggunaan helm standar yang dapat melindungi kepala dengan penuh, mengendarai kendaraan secara yang dapat melindungi kepala dengan penuh, mengendarai kendaraan secara serampangan, serta minimnya sikap untuk saling menghargai dan menghormati serampangan, serta minimnya sikap untuk saling menghargai dan menghormati antar sesama pengguna jalan. Perlu adanya budaya disiplin yang kuat untuk antar sesama pengguna jalan. Perlu adanya budaya disiplin yang kuat untuk mengubah pola fikir masyarakat kita,
mengubah pola fikir masyarakat kita, khusunya masyarakakhusunya masyarakat Demak.t Demak. 5.
5. Membudayakan Sifat DisiplinMembudayakan Sifat Disiplin Konsep
Konsep safety riding,safety riding, penggunaanpenggunaan combi brake system,combi brake system, dandan helmhelm SNI, tidak SNI, tidak akan pernah berjalan sesuai harapan apabila pola fikir instan masyarakat kita akan pernah berjalan sesuai harapan apabila pola fikir instan masyarakat kita masih kuat, sedangkan budaya disiplin kita masih lemah, maka perlu adanya masih kuat, sedangkan budaya disiplin kita masih lemah, maka perlu adanya pembudayaan disiplin dan hal tersebut membutuhkan komitmen tinggi agar dapat pembudayaan disiplin dan hal tersebut membutuhkan komitmen tinggi agar dapat diaplikasikan secara luas dalam masyarakat dan dapat dilakukan secara diaplikasikan secara luas dalam masyarakat dan dapat dilakukan secara
hubungannya dengan perilaku berkendara di jalan raya, disiplin berlalu lintas hubungannya dengan perilaku berkendara di jalan raya, disiplin berlalu lintas merupakan kunci pokok untuk mengindari kemungkinan terjadinya kecelakaan. merupakan kunci pokok untuk mengindari kemungkinan terjadinya kecelakaan. Faktor kekalaian manusia sebagai penyebab terbesar kecelakaan di Indonesia Faktor kekalaian manusia sebagai penyebab terbesar kecelakaan di Indonesia dapat diminimalisir dengan adanya budaya disiplin yang akan melahirkan budaya dapat diminimalisir dengan adanya budaya disiplin yang akan melahirkan budaya tertib dan etika berkendara yang baik di
tertib dan etika berkendara yang baik di jalan rayajalan raya
Sejatinya, masyarakat Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk mulai Sejatinya, masyarakat Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk mulai membudayakan disiplin dengan mengembangkan sifat dasar mayoritas membudayakan disiplin dengan mengembangkan sifat dasar mayoritas masyarakat indonesia yang mempunyai rasa toleransi yang tinggi dan ramah masyarakat indonesia yang mempunyai rasa toleransi yang tinggi dan ramah terhadap orang lain. Kedua hal tersebut merupakan modal dasar yang penting terhadap orang lain. Kedua hal tersebut merupakan modal dasar yang penting untuk dapat menjadikan disiplin sebagai suatu cara pandang yang umum ditengah untuk dapat menjadikan disiplin sebagai suatu cara pandang yang umum ditengah masyarakat Indonesia. Permasalahan inti dalam menegakkan disiplin di Indonesia masyarakat Indonesia. Permasalahan inti dalam menegakkan disiplin di Indonesia adalah belum adanya perangkat aturan yang tegas untuk menindak pelaku adalah belum adanya perangkat aturan yang tegas untuk menindak pelaku pelanggaran. Jikalau peraturan tersebut sudah ada, seringkali implementasi di pelanggaran. Jikalau peraturan tersebut sudah ada, seringkali implementasi di lapangan tidak sesuai dengan prosedur penanganan yang baku. Kebiasaan inilah lapangan tidak sesuai dengan prosedur penanganan yang baku. Kebiasaan inilah yang membuat sebagian besar masyarakat Indonesia terlena dengan pemberian yang membuat sebagian besar masyarakat Indonesia terlena dengan pemberian kemudahan atas pelanggaran yang dilakukan. Kebiasaan yang telah dilakukan kemudahan atas pelanggaran yang dilakukan. Kebiasaan yang telah dilakukan dalam kurun waktu yang lama ini akhirnya mendarah daging dan sulit untuk dalam kurun waktu yang lama ini akhirnya mendarah daging dan sulit untuk dilepaskan sehingga mengarahkan masyarakan Indonesia kepada perilaku dilepaskan sehingga mengarahkan masyarakan Indonesia kepada perilaku indisipliner akut. Hal ini
indisipliner akut. Hal ini tentunya akan merusak tatanan asli masyarakat yang adatentunya akan merusak tatanan asli masyarakat yang ada dimana sikap untuk saling menghargai dan mengormati antar sesama sangat dimana sikap untuk saling menghargai dan mengormati antar sesama sangat dijunjung tinggi oleh masyarkat
BAB V BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN DAN SARAN
A.
A. KesimpulanKesimpulan
Berdasarkan hasil Data Penulisan dan pembahasan hasil data maka dapat Berdasarkan hasil Data Penulisan dan pembahasan hasil data maka dapat diambil kesimpulan bahwa
diambil kesimpulan bahwa:: 1.
1. ImplementasiImplementasi safety ridingsafety riding oleh pengendara sepeda motor dapat mengurangioleh pengendara sepeda motor dapat mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas. Karena imlementasi dari
tingkat kecelakaan lalu lintas. Karena imlementasi dari safety ridingsafety riding ini adalahini adalah modal awal bagi pengendara untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman bagi modal awal bagi pengendara untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman bagi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya
diri sendiri dan pengguna jalan lainnya 2.
2. Peraturan tentang penggunaanPeraturan tentang penggunaan helmhelm SNI ynag diberlakukan oleh pemerintahSNI ynag diberlakukan oleh pemerintah pada awal April 2010 belum terlaksana secara menyeluruh, masih banyak pada awal April 2010 belum terlaksana secara menyeluruh, masih banyak pengguna motor yang menggunakan
pengguna motor yang menggunakan helmhelm dengan standar rendah, bahkan tidak dengan standar rendah, bahkan tidak memakai
memakai helm..helm 3.
3. Combi Brake SystemCombi Brake System telah terbukti sebagai salah satu system nyaman, karenatelah terbukti sebagai salah satu system nyaman, karena dengan system tersebut akan menambah tingkat
dengan system tersebut akan menambah tingkat safetysafety tidak hanya bagitidak hanya bagi pengguna, melainkan dari kendaraan.
pengguna, melainkan dari kendaraan. 4.
4. Pola fikir instan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari akhirnyaPola fikir instan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari akhirnya terbawa pada saat berkendara, rasa ingin mendahului dan saling terabas terbawa pada saat berkendara, rasa ingin mendahului dan saling terabas mengakibatka
mengakibatkan n kecelakaan meningkat.kecelakaan meningkat. 5.
5. Budaya disiplin masyarakat Indonesia yang masih rendah memicu tingginyaBudaya disiplin masyarakat Indonesia yang masih rendah memicu tingginya pola fikir praktis masyarakat. Masyarakat Indonesia memiliki modal untuk pola fikir praktis masyarakat. Masyarakat Indonesia memiliki modal untuk mengubah budaya tersebut, yaitu dengan mengembangkan rasa toleransi dan mengubah budaya tersebut, yaitu dengan mengembangkan rasa toleransi dan ramah sebagai sifat dasar
ramah sebagai sifat dasar masyarakat Indonesia.masyarakat Indonesia.
B.
B. SaranSaran
Untuk meminimalisir tingkat kecelakaan dan korban kecelakaan lalu lintas, Untuk meminimalisir tingkat kecelakaan dan korban kecelakaan lalu lintas, perlu sebuah sinergi bersama, antara
perlu sebuah sinergi bersama, antara safety riding¸safety riding¸system motor yang mendukung,system motor yang mendukung, penggunaan
penggunaan helmhelm yang berstandar Nasional, dan harus adanya budaya disiplinyang berstandar Nasional, dan harus adanya budaya disiplin dalam berkendara.
Perlu adanya sebuah aturan yang benar-benar mengikat dan sangsi yang Perlu adanya sebuah aturan yang benar-benar mengikat dan sangsi yang tegas bagi pengendara, khususnya motor, karena tidak mudah dalam mengubah tegas bagi pengendara, khususnya motor, karena tidak mudah dalam mengubah cara pikir setiap individu dalam berkendara