• Tidak ada hasil yang ditemukan

buku-saku-rsud-tuban.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "buku-saku-rsud-tuban.docx"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

RSUD dr R KOESMA TUBAN

RSUD dr R KOESMA TUBAN

1. Visi 1. Visi 2. Misi 1. 2. Misi 1. 3. Motto 3. Motto

SASARAN KESELAMATAN PASIEN ( SKP ) SASARAN KESELAMATAN PASIEN ( SKP )

No.

No. PERTANYAAN PERTANYAAN JAWABANJAWABAN

1.

1. Apa yang Apa yang Anda Anda ketahuiketahui tentang sasaran tentang sasaran keselamatan pasien di keselamatan pasien di rumah sakit? rumah sakit?

Ada 6 acuan keselamatan pasien di rumah Ada 6 acuan keselamatan pasien di rumah sakit:

sakit:

((Acuan : Peraturan Menteri KesehatanAcuan : Peraturan Menteri Kesehatan RI

RI No. 1691 tahuNo. 1691 tahun 2011)n 2011)

1.

1. Ketepatan identifikasi PasienKetepatan identifikasi Pasien 2.

2. Peningkatan komunikasi yang efektifPeningkatan komunikasi yang efektif 3.

3. Peningkatan keamanan obat yang perluPeningkatan keamanan obat yang perlu diwaspasdai

diwaspasdai 4.

4. Ketepatan tepat-lokasi, tepat-prosedur,Ketepatan tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat

tepat pasien-operasi;pasien-operasi; 5.

5. Pengurangan resiko infeksi terkaitPengurangan resiko infeksi terkait  pelayanan kese

 pelayanan kesehatan; danhatan; dan 6.

6. Pengurangan resiko pasien jatuhPengurangan resiko pasien jatuh 2.

2. Bagaimana prosedur Bagaimana prosedur didi rumah sakit dalam rumah sakit dalam mengidentifikasikan mengidentifikasikan  pasien?

 pasien?

1.

1. Setiap pasien yang masuk rawat inapSetiap pasien yang masuk rawat inap dipasangkan gelang identitas pasien dipasangkan gelang identitas pasien 2.

2. Ada dua identitas yaitu menggunakanAda dua identitas yaitu menggunakan

NAMA

NAMA   dandan NOMOR NOMOR REKAMREKAM MEDIS

MEDIS

3.

3. Pengecualian prosedur identifikasi dapatPengecualian prosedur identifikasi dapat dilakukan pada kondisi dilakukan pada kondisi kegawatdarura

kegawatdaruratan tan pasien dpasien di IGD, i IGD, ICUICU dan kamar operasi dengan tetap dan kamar operasi dengan tetap memperhatikan data pada gelang memperhatikan data pada gelang identitas pasien

identitas pasien 3.

3. Kapan dilakukan Kapan dilakukan prosesproses verifikasi identitas verifikasi identitas  pasien?

 pasien?

1.

1. Sebelum pemberian obat,Sebelum pemberian obat, 2.

2. Sebelum pemberian transfusi darah,Sebelum pemberian transfusi darah, 3.

3. Sebelum pengambilan sampel untukSebelum pengambilan sampel untuk  pemeriksaan

 pemeriksaan laboratoriumlaboratorium, , dandan  pemriksaan rad

 pemriksaan radiologiiologi 4.

4. Sebelum dilakukan tindakan medisSebelum dilakukan tindakan medis 4.

4. Gelang identifikasi Gelang identifikasi apaapa saja yang digunakan di saja yang digunakan di rumah sakit?

rumah sakit?

Gelang identitas Gelang identitas Pasien laki-laki :

Pasien laki-laki :BIRU MUDABIRU MUDA

Pasien perempuan:

Pasien perempuan: MERAH MUDA MERAH MUDA

Gelang pasien resiko jatuh:

Gelang pasien resiko jatuh:KUNINGKUNING

Gelang alergi:

(2)

5.

5. Bagaimana Bagaimana prosedurprosedur  pemasangan ge  pemasangan gelanglang

identifikasi? identifikasi?

SPO Pemasangan Gelang Identifikasi SPO Pemasangan Gelang Identifikasi Pasien

Pasien

6.

6. Dapatkah Dapatkah AndaAnda menjelaskan tentang menjelaskan tentang cara komunikasi yeng cara komunikasi yeng efektif di rumah sakit? efektif di rumah sakit?

1.

1. Rumah Sakit menggunakan tehnikRumah Sakit menggunakan tehnik

SBAR

SBAR (Situation - Background(Situation - Background  –  –  Assesment

Assesment  –  –   Recommendation) dalam  Recommendation) dalam melaporkan kondisi pasien untuk melaporkan kondisi pasien untuk meningkatkan efektivitas antar pemberi meningkatkan efektivitas antar pemberi layanan.

layanan.

Situation

Situation: Kondisi terkini yang terjadi: Kondisi terkini yang terjadi  pada pasien.

 pada pasien.

Background

Background: Informasi penting apa: Informasi penting apa yang berhubungan dengan kondisi yang berhubungan dengan kondisi pasienpasien terkini.

terkini.

Assesment

Assesment: Hasil pengkajian kondisi: Hasil pengkajian kondisi  pasien terkini

 pasien terkini

Recommendation

Recommendation: Apa yang perlu: Apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah dilakukan untuk mengatasi masalah  pasien saat ini.

 pasien saat ini. 2.

2. Rumah sakit konsisten dalam melakukanRumah sakit konsisten dalam melakukan verifikasi terhadap akurasi dari verifikasi terhadap akurasi dari komunikasi lisan dengan catat, baca komunikasi lisan dengan catat, baca kembali dan konfirmasi ulang ( CABAK) kembali dan konfirmasi ulang ( CABAK) terhadap perintah yang diberikan terhadap perintah yang diberikan 3.

3. Pelaporan kondisi pasien kepada DPJPPelaporan kondisi pasien kepada DPJP  pasien

 pasien menjadi menjadi tanggung tanggung jawab jawab dokterdokter ruangan yang bertugas dan atau kepala ruangan yang bertugas dan atau kepala shift perawat

shift perawat

7.

7. Apa Apa saja saja yang yang termasuktermasuk obat-obat high alert obat-obat high alert medication di rumah medication di rumah sakit?

sakit?

Obat-obat

Obat-obat yang teyang termasuk dalarmasuk dalam m highthight alert medication:

alert medication: 1.

1. ElekElektrolitrolit pekatt pekat: KCl, Mg: KCl, MgSO4, NSO4, Natriuatriu Bikarbont, NACl 0,3%

Bikarbont, NACl 0,3% 2.

2.NORUM ( Nama Obat RupaNORUM ( Nama Obat Rupa Ucapan Mirip ) / LASA ( Look Ucapan Mirip ) / LASA ( Look Alike Sound Alike )

Alike Sound Alike ) yaitu Obat-obat yaitu Obat-obat yang terlihat mirip dan yang terlihat mirip dan kedengaranny

kedengarannya a mirip.mirip.

Pengelolaan hight alert

Pengelolaan hight alert medication:medication:

1.

1. Penyimpanan Penyimpanan di di lokasi lokasi khususkhusus dengan akses terbatas dan diberi dengan akses terbatas dan diberi  penandaan

 penandaan yang yang jelas jelas berupa berupa stikerstiker yang berwarna merah bertuliskan yang berwarna merah bertuliskan ““Hight AlertHight Alert““

2.

2.  NaCl  NaCl 0,3% 0,3% dan dan KCl KCl tidak tidak bolehboleh disimpan di ruang perawatan disimpan di ruang perawatan kecuali di Unit Perawatan Intensif kecuali di Unit Perawatan Intensif ( ICU )

( ICU ) 3.

3. Ruang Ruang perawatan perawatan yang yang bolehboleh menyimpan elektrolit pekat harus menyimpan elektrolit pekat harus memastikan bahwa elektrolit pekat memastikan bahwa elektrolit pekat disimpan di lokasi dengan akses disimpan di lokasi dengan akses terbatas bagi petugas yang diberi terbatas bagi petugas yang diberi wewenang.

wewenang. 4.

4. Obat diberi penandaan yang jelasObat diberi penandaan yang jelas  berupa

 berupa stiker stiker berwarna berwarna merahmerah  bertuliskan

 bertuliskan ““ Hight AlertHight Alert “ dan“ dan khusus untuk elektrolit pekat, harus khusus untuk elektrolit pekat, harus ditempelkan stiker bertuliskan ditempelkan stiker bertuliskan ““ Elektrolit Elektrolit pekat, pekat, harusharus diencerkan sebelum diberikan diencerkan sebelum diberikan””

(3)

8.

8. Bagaimana Bagaimana prosedurprosedur  penandaan lokasi y  penandaan lokasi yangang

akan dioperasi di RS ini? akan dioperasi di RS ini?

1.

1. Orang yang bertanggung jawab untukOrang yang bertanggung jawab untuk membuat tanda pada pasien adalah membuat tanda pada pasien adalah Operator / orang yang akan melakukan Operator / orang yang akan melakukan tindakan

tindakan 2.

2. Operator yang membuat tanda itu harusOperator yang membuat tanda itu harus hadir pada operasi tersebut

hadir pada operasi tersebut 3.

3. Penandaan pada titik yang akanPenandaan pada titik yang akan dioperasi adalah sebelum pasien dioperasi adalah sebelum pasien dipindahkan ke ruang di mana operasi dipindahkan ke ruang di mana operasi akan dilakukan. Pasien ikut dilibatkan, akan dilakukan. Pasien ikut dilibatkan, terjaga dan sadar; sebaiknya dilakukan terjaga dan sadar; sebaiknya dilakukan sebelum pemberian obat

sebelum pemberian obat pre-medikaspre-medikasi.i. 4.

4. Tanda berupa ”Tanda berupa ”OO“ di titik yang akan“ di titik yang akan dioperasi.

dioperasi. 5.

5. Tanda itu harus dibuat dengan pena Tanda itu harus dibuat dengan pena atauatau spidol permanen berwarna hitam dan spidol permanen berwarna hitam dan  jika

 jika memungkinkmemungkinkan, an, harus harus terlihatterlihat sampai pasien disiapkan dan

sampai pasien disiapkan dan diselimuti.diselimuti. 6.

6. Lokasi untuk semua prosedur yangLokasi untuk semua prosedur yang melibatkan sayatan, tusukan perkutan, melibatkan sayatan, tusukan perkutan, atau penyisipan instrument harus atau penyisipan instrument harus ditandai.

ditandai. 7.

7. Semua penandaan harus dilakukanSemua penandaan harus dilakukan  bersamaan

 bersamaan saat saat pengecekkpengecekkan an hasilhasil  pencitraan

 pencitraan pasien pasien diagnosis diagnosis misalnyamisalnya sinar-X, scan, pencitraan elektronik sinar-X, scan, pencitraan elektronik atatu hasil test lainnya harus dipastikan atatu hasil test lainnya harus dipastikan dengan catatan medis pasien dan dengan catatan medis pasien dan gelanggelang identitas pasien.

identitas pasien. 8.

8. Lokasi operasi ditandai pada semuaLokasi operasi ditandai pada semua kasus termasuk sisi ( laterality ), kasus termasuk sisi ( laterality ), struktur multiple ( jari tangan, jari kaki, struktur multiple ( jari tangan, jari kaki, lesi ) atau multiple level ( tulang lesi ) atau multiple level ( tulang  belakang )

 belakang )

Beberapa prosedur yang tidak Beberapa prosedur yang tidak memerlukan penandaan:

memerlukan penandaan: 1.

1. Kasus organ tunggal ( misalnyaKasus organ tunggal ( misalnya operasi jantung, operasi Caesar ) operasi jantung, operasi Caesar ) 2.

2. Kasus intervensi seperti kateterKasus intervensi seperti kateter  jantung

 jantung 3.

3. Kasus yang melibatkan gigiKasus yang melibatkan gigi 4.

4. Prosedur yang melibatkan bayiProsedur yang melibatkan bayi  prematur

 prematur di di mana mana penandaan penandaan akanakan menyebabkan

menyebabkan tato permantato permanenen Dalam kasus-kasus dimana tidak Dalam kasus-kasus dimana tidak dilakukan penandaan, alasan harus dilakukan penandaan, alasan harus dapat dijelaskan dan dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan. Untuk pasien dipertanggungjawabkan. Untuk pasien dengan warna kulit gelap, boleh dengan warna kulit gelap, boleh digunakan wana selain hitam atau biru digunakan wana selain hitam atau biru gelap (biru tua) agar penandaan terlihat gelap (biru tua) agar penandaan terlihat  jelas,

 jelas, misalnya misalnya warna warna merah. merah. PadaPada kasus-kasus seperti operasi spinal, dapat kasus-kasus seperti operasi spinal, dapat dilakukan proses dua tahap yang dilakukan proses dua tahap yang meliputi penandaan preoperative per meliputi penandaan preoperative per level spinal (yang akan dioperasi) dan level spinal (yang akan dioperasi) dan interspace spesifik intraoperatif interspace spesifik intraoperatif menggunaka

menggunakan n radiographic marking.radiographic marking. 9.

9. Tahukah Tahukah AndaAnda  bagaimana pros  bagaimana proseduredur

check list keselamatan check list keselamatan operasi?

operasi?

Proses check list ini

Proses check list ini merupakan standartmerupakan standart operasi yang meliputi pembacaan dan operasi yang meliputi pembacaan dan  pengisian

 pengisian formulirformulir sign insign in  yang  yang dilakukan

dilakukan sebelum pasiensebelum pasien dianastesidianastesi di di holding area,

holding area,time outtime out yang dilakukan di yang dilakukan di ruang operasi

ruang operasi sesaat sebelum incisisesaat sebelum incisi

 pasien

 pasien operasi operasi dandan sign out setelahsign out setelah operasi selesai

operasi selesai ( dapat dilakukan( dapat dilakukan didi recovery room ). Proses sign in, time out recovery room ). Proses sign in, time out dan sign out dipandu oleh

dan sign out dipandu oleh perawatperawat sirkuler dan diikuti oleh operator, sirkuler dan diikuti oleh operator, dokter anestesi, perawat

(4)

10. Bagaimanakah 10. Bagaimanakah

standart prosedur standart prosedur cuci tangan yang cuci tangan yang  benar di rumah  benar di rumah

sakit? sakit?

Semua petugas di Rumah Sakit termasuk Semua petugas di Rumah Sakit termasuk dokter melakukan kebersihan tangan pada dokter melakukan kebersihan tangan pada

5 MOMEN

5 MOMEN yang telah  yang telah ditentukan, yakni:ditentukan, yakni: 1.

1. Sebelum kontak dengan pasienSebelum kontak dengan pasien 2.

2. Sesudah kontak dengan pasienSesudah kontak dengan pasien 3.

3. Sebelum tindakan asepsisSebelum tindakan asepsis 4.

4. Sesudah terkena cairan tubuh pasienSesudah terkena cairan tubuh pasien 5.

5. Sesudah kontak dengan Sesudah kontak dengan lingkungan sekitarlingkungan sekitar  pasien

 pasien

Rumah Sakit menggunakan 6 LANGKAH Rumah Sakit menggunakan 6 LANGKAH cuci tangan. Ada dua cara cuci tangan yaitu: cuci tangan. Ada dua cara cuci tangan yaitu: 1.

1. HANDWASHHANDWASH –  –  dengan air mengalir dengan air mengalir Waktunya : 40

Waktunya : 40 –  –  60 detik 60 detik 2.

2. HANDRUBHANDRUB –  –  dengan gel  dengan gel berbasis alkoholberbasis alkohol Waktunya: 20

Waktunya: 20 –  –  30 detik 30 detik

Hand Hygiene Technique With

Hand Hygiene Technique With

Soap and Water

Soap and Water

Duration of the entire procedur: 40

Duration of the entire procedur: 40 –  – 6060

seconds

seconds

Hand Hygiene Technique With Alcohol

Hand Hygiene Technique With Alcohol

 –  – 

 Based

 Based

Formulation

Formulation

11.

11. BagaimanakBagaimanakah ah Cara Cara Mengkaji Mengkaji Pasien Pasien Risiko Risiko Jatuh?Jatuh?

Penilaian risiko jatuh dilakukan saat pengkajian awal dengan Penilaian risiko jatuh dilakukan saat pengkajian awal dengan menggunakan metode pengkajian risiko jatuh yang

menggunakan metode pengkajian risiko jatuh yang telah ditetapkantelah ditetapkan oleh RSUD dr R KOESMA TUBAN. Penilaian risiko jatuh pada oleh RSUD dr R KOESMA TUBAN. Penilaian risiko jatuh pada  pasien anak menggu

 pasien anak menggunakan scoringnakan scoringHUMPTY DUMPTYHUMPTY DUMPTY dan dan padapada  pasien

 pasien dewasa dewasa menggunakan menggunakan scoringscoring MORSEMORSE dan pada geriatridan pada geriatri menggunakan

(5)

SKALA RISIKO JATUH HUMPTY DUMPTY

SKALA RISIKO JATUH HUMPTY DUMPTY

UNTUK PEDIATRI

UNTUK PEDIATRI

Parameter

Parameter Kriteria Kriteria Nilai Nilai SkorSkor usia

usia 1. < 1. < 3 3 tahuntahun 2. 2. 3-7 tahun3-7 tahun 3. 3. 7-13 tahun7-13 tahun 4. 4. ≥ 13 tahun≥ 13 tahun 4 4 3 3 2 2 1 1 Jenis

Jenis kelamin kelamin 1.1. Laki-lakiLaki-laki 2. 2. PerempuanPerempuan 2 2 1 1 Diagnosis 1.

Diagnosis 1. Diagnosis neurologiDiagnosis neurologi 2.

2. Perubahan oksigenasiPerubahan oksigenasi (diagnosis respiratorik, (diagnosis respiratorik, dehidrasi, anemia, dehidrasi, anemia, anoreksia, sinkop, pusing, anoreksia, sinkop, pusing, dsb )

dsb ) 3.

3. Gangguan perilaku/Gangguan perilaku/  psikiatri

 psikiatri 4.

4. Diagnosa lainnyaDiagnosa lainnya

4 4 3 3 2 2 1 1 Gangguan Gangguan kognitif kognitif 1.

1. Tidak Tidak menyadarimenyadari keterbatasan dirinya keterbatasan dirinya 2.

2. Lupa akan adanyaLupa akan adanya keterbatasan keterbatasan 3.

3. Orientasi baik terhadapOrientasi baik terhadap diri sendiri diri sendiri 3 3 2 2 1 1 Faktor Faktor lingkungan lingkungan 1.

1. Riwayat jatuh/ bayiRiwayat jatuh/ bayi diletakkan di tempat tidur diletakkan di tempat tidur dewasa

dewasa 2.

2. Pasien menggunakan alatPasien menggunakan alat  bantu/ bayi dilet  bantu/ bayi diletakkanakkan

dalam tempat tidur bayi/ dalam tempat tidur bayi/  perabot rumah

 perabot rumah 3.

3.Pasien diletakkan ditempatPasien diletakkan ditempat tidur

tidur 4.

4.Area di luar RSArea di luar RS

4 4 3 3 2 2 1 1 Respon Respon terhadap: terhadap: 1. 1. PembedahanPembedahan / sedasi/ / sedasi/ anestesi anestesi 2. 2. PenggunaanPenggunaan medikament medikament osa osa 1.

1. Dalam 24 jamDalam 24 jam 2.

2. Dalam 48 jamDalam 48 jam 3.

3. > 48 jam atau tidak> 48 jam atau tidak menjalani

menjalani pembedahanpembedahan// sedasi/ anestesi sedasi/ anestesi

1.

1. Penggunaan multipel:Penggunaan multipel: sedatif, obat hipnosis, sedatif, obat hipnosis,  barbiturat, fenotiaz  barbiturat, fenotiazen,en,

antidepresan, pancahar, antidepresan, pancahar, deuretik, narkose deuretik, narkose 2.

2. Penggunaan salah satu obatPenggunaan salah satu obat diatas

diatas 3.

3. Penggunaan medikasiPenggunaan medikasi lainnya/ tidak ada medikasi lainnya/ tidak ada medikasi

3 3 2 2 1 1 3 3 2 2 1 1

Skor assesment risiko jatuh: ( skor minimum 7, skor maksimum 23 ) Skor assesment risiko jatuh: ( skor minimum 7, skor maksimum 23 )

1.

1. Skor 7-11 : risiko rendahSkor 7-11 : risiko rendah 2.

(6)

ONTARIO MODIFIED STRATIFY

ONTARIO MODIFIED STRATIFY

 –  – 

SYDNEY SCORING

SYDNEY SCORING

Tanggal: Nama:

Tanggal: Nama:

 No.Rekam med  No.Rekam medis:is:

Parameter

Parameter Skrining Skrining Jawaban Jawaban KeteranganKeterangan nilai nilai skor skor Riwayat Riwayat  jatuh  jatuh

Apakah pasien datang Apakah pasien datang kerumah sakit karena kerumah sakit karena  jatuh?

 jatuh?

Ya/

Ya/ tidak tidak Salah Salah satusatu  jawaban ya  jawaban ya

= 6 = 6 Jika tidak, apakah

Jika tidak, apakah  pasien mengala  pasien mengalami mi jatuhjatuh

dalam 2 bulan terakhir dalam 2 bulan terakhir ini? ini? Ya/ tidak Ya/ tidak Status Status mental mental Apakah pasien Apakah pasien delirium? (tidak dapat delirium? (tidak dapat membuat keputusan, membuat keputusan,  pola pikir tidak  pola pikir tidak

terorganisir, gangguan terorganisir, gangguan daya ingat)

daya ingat)

Ya/

Ya/ tidak tidak Salah Salah satusatu  jawaban ya  jawaban ya = 14 = 14 Apakah pasien Apakah pasien disorientasi?(salah disorientasi?(salah menyebutkan waktu, menyebutkan waktu, tempat atau orang lain) tempat atau orang lain)

Ya/ tidak Ya/ tidak Apakah pasien Apakah pasien mengalami agitasi? mengalami agitasi? (ketakutan, gelisah dan (ketakutan, gelisah dan cemas)

cemas)

Ya/ tidak Ya/ tidak

Penglihatan

Penglihatan Apakah Apakah pasienpasien memakai kacamata? memakai kacamata?

Ya/

Ya/ tidak tidak Salah Salah satusatu  jawaban ya  jawaban ya = 1 = 1 Apakah pasien Apakah pasien mengeluh adanya mengeluh adanya  penglihatan bur  penglihatan buram?am?

Ya/ tidak Ya/ tidak Apakah pasien Apakah pasien mempunyai glukoma, mempunyai glukoma, katarak, atatu katarak, atatu degenerasi macula? degenerasi macula? Ya/ tidak Ya/ tidak Kebiasaan Kebiasaan  berkemih  berkemih Apakah terdapat Apakah terdapat  perubahan peril  perubahan perilakuaku  berkemih? (frek  berkemih? (frekuensi,uensi,

urgensi, inkotinensia, urgensi, inkotinensia, nuktoria) nuktoria) Ya/ Ya/ tidak tidak Ya = 2 Ya = 2 Transfer Transfer (dari tempat (dari tempat tidur ke kursi tidur ke kursi dan kembali dan kembali ketempat ketempat tidur) tidur) Mandiri ( boleh Mandiri ( boleh menggunakan alat menggunakan alat  bantu jalan )  bantu jalan ) 0 Jumlah 0 Jumlah nilai nilai transfer dan transfer dan mobilitas. mobilitas. Jika nilai Jika nilai total 0-3, total 0-3, maka skor maka skor = 0. Jika = 0. Jika nilai total nilai total 4-6, maka 4-6, maka skor 7 skor 7 Memerlukan sedikit Memerlukan sedikit  bantuan ( 1 orang ) /  bantuan ( 1 orang ) / dalam pengawasan dalam pengawasan 1 1 Memerlukan bantuan Memerlukan bantuan yang nyata ( 2 orang ) yang nyata ( 2 orang )

2 2 Tidak dapat duduk

Tidak dapat duduk seimbang, perlu seimbang, perlu  bantuan total.  bantuan total. 3 3 Mobilitas

Mobilitas Mandiri Mandiri ( ( bolehboleh menggunakan alat menggunakan alat  bantu jalan )  bantu jalan ) 0 0 Berjalan dengan Berjalan dengan  bantuan 1 orang  bantuan 1 orang ( verbal/ fisik ) ( verbal/ fisik ) 1 1 Menggunaka Menggunakan n kursikursi roda roda 2 2 Imobilisasi 3 Imobilisasi 3 Total skor Total skor Keterangan skor: Keterangan skor: 0

0 – –5 5 : risiko : risiko rendahrendah 6

6 – –16 16 : risiko sedang: risiko sedang 17

(7)

MORSE FALL SCALE

MORSE FALL SCALE

FAKTOR

FAKTOR RISIKO RISIKO

SKALA

SKALA POIN POIN SKORSKOR

Riwayat

Riwayat jatuh jatuh ya ya 2525 tidak 0 tidak 0 Diagnosis sekunder Diagnosis sekunder (≥ 2 diagnosis (≥ 2 diagnosis medis) medis) ya 15 ya 15 tidak 0 tidak 0 Alat bantu Alat bantu Berpegangan pada Berpegangan pada  perabot  perabot 30 30 Tongkat/

Tongkat/ alat alat penopang penopang 1515 Tidak ada/ kursi

Tidak ada/ kursi roda/perawat/tirah roda/perawat/tirah  baring  baring 0 0 Terpasang

Terpasang infus infus Ya Ya 2020 tidak 0 tidak 0 Gaya berjalan Gaya berjalan Terganggu 20 Terganggu 20 Lemah 10 Lemah 10  Normal/tirah  Normal/tirah  baring/mobilis  baring/mobilisasiasi 0 0 Status mental Status mental

Sering lupa akan Sering lupa akan keterbatasan yang keterbatasan yang dimiliki dimiliki 15 15 Sadar akan

Sadar akan kemampuankemampuan diri sendiri diri sendiri 0 0 total total Kategori: Kategori: Risiko tinggi Risiko tinggi : ≥ 45: ≥ 45 Risiko sedang : 25-44 Risiko sedang : 25-44 Risiko rendah : 0-24 Risiko rendah : 0-24

Pengkajian tersebut dilakukan oleh perawat dan kemudian dapat Pengkajian tersebut dilakukan oleh perawat dan kemudian dapat dijadikan dasar pemberian rekomendasi kepada dokter untuk dijadikan dasar pemberian rekomendasi kepada dokter untuk tatalaksana lebih lanjut.

tatalaksana lebih lanjut.

Perawat memasang gelang risiko berwarna

Perawat memasang gelang risiko berwarna kuningkuning  di pergelangan  di pergelangan tangan pasien dan mengenduksi pasien dan atau

tangan pasien dan mengenduksi pasien dan atau keluargakeluarga

maksud pemasangan gelang tersebut. maksud pemasangan gelang tersebut.

SPO pengkajian dan pencegahan pasien risiko jatuh SPO pengkajian dan pencegahan pasien risiko jatuh

Pengkajian ulang dilakukan oleh perawat secara berkala sesuai hasil Pengkajian ulang dilakukan oleh perawat secara berkala sesuai hasil  penilaian risiko

 penilaian risiko jatuh pasien dan jikjatuh pasien dan jika terjadi perubaha terjadi perubahan kondisian kondisi  pasien atau peng

 pasien atau pengobatanobatan 11.

11. Apa Apa yang yang dilakukandilakukan ada pasien yang jatuh? ada pasien yang jatuh?

dilakukan tata

dilakukan tata laksana pasienlaksana pasien  jatuh

 jatuh dan membuat dan membuat laporan insidenlaporan insiden keselamatan pasien

keselamatan pasien

HAK PASIEN DAN KELUARGA ( HPK

HAK PASIEN DAN KELUARGA ( HPK ))

NO.

NO. PERTANYAAN PERTANYAAN JAWABANJAWABAN

1. Tahukah anda 1. Tahukah anda

tentang tentang  bagaimana  bagaimana hakhak  pasien

 pasien di di rumahrumah sakit?

sakit?

Rumah Sakit bertanggung jawab untuk Rumah Sakit bertanggung jawab untuk melindungi dan mengedepankan hak pasien dan melindungi dan mengedepankan hak pasien dan keluarga sesuai

keluarga sesuai UU RI No. 44 tahun 2009UU RI No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit

tentang Rumah Sakityaitu:yaitu: a.

a. Pasien berhak memperoleh informasiPasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang mengenai tata tertib dan peraturan yang  berlaku di ruma

 berlaku di rumah sakith sakit  b.

 b. Pasien berhak informasi tentang hak danPasien berhak informasi tentang hak dan kewajiban pasien

kewajiban pasien c.

c. Pasien berhak memperoleh layanan yangPasien berhak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa manusiawi, adil, jujur dan tanpa diskriminasi

diskriminasi d.

d. Pasien Pasien berhak berhak memperoleh memperoleh layananlayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standart profesi dan standart prosedur standart profesi dan standart prosedur operasional

operasional e.

e. Pasien berhak memperoleh pelayanan yangPasien berhak memperoleh pelayanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi

dari kerugian fisik dan materi f.

f. Pasien berhak mengajukan pengaduan atasPasien berhak mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan kualitas pelayanan yang didapatkan

13 14

(8)

g.

g. Pasien berhak memilih dokter dan kelasPasien berhak memilih dokter dan kelas  perawatan sesuai deng

 perawatan sesuai dengan keinginannya danan keinginannya dan  peraturan yang

 peraturan yang berlaku di rumah sberlaku di rumah sakitakit h.

h. Pasien berhak meminta konsultasi tentangPasien berhak meminta konsultasi tentang  penyakit

 penyakit yang yang dideritanya dideritanya kepada kepada dokterdokter lain yang mempunyai Surat Ijin Praktek lain yang mempunyai Surat Ijin Praktek ( SIP ) baik didalam maupun di luar rumah ( SIP ) baik didalam maupun di luar rumah sakit.

sakit. i.

i. Pasien berhak mendapat privasi danPasien berhak mendapat privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya

termasuk data-data medisnya  j.

 j. Pasien Pasien berhak berhak mendapat mendapat informasiinformasi meliputi

meliputi hasil dhasil diagnosis iagnosis dan tadan tata carata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi dan prognosis yang mungkin terjadi dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta terhadap tindakan yang dilakukan serta  perkiraan biay

 perkiraan biaya pengobatan.a pengobatan. k.

k. Pasien berhak memberikan persetujuanPasien berhak memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap  pasien yang dide

 pasien yang dideritanyaritanya l.

l. Pasien berhak didampingi keluarganyaPasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis

dalam keadaan kritis m.

m. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuaiPasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/ kepercayaan yang dianutnya agama/ kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya

lainnya n.

n. Pasien berhak memperoleh keamanan danPasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam keselamatan dirinya selama dalam  perawatan di rum

 perawatan di rumah sakitah sakit o.

o. Pasien berhak mengajukan usul, saran,Pasien berhak mengajukan usul, saran,  perbaikan atas p

 perbaikan atas perilaku rumah sakerilaku rumah sakitit

terhadap dirinya terhadap dirinya  p.

 p. Pasien berhak menolak pelayananPasien berhak menolak pelayanan  bimbingan

 bimbingan rohani rohani yang yang tidak tidak sesuaisesuai dengan agama dan kepercayaan yang dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya

dianutnya q.

q. Pasien berhak menggugat dan/ atauPasien berhak menggugat dan/ atau menuntut rumah sakit apabila rumah menuntut rumah sakit apabila rumah sakit diduga memberikan pelayanan sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standart baik yang tidak sesuai dengan standart baik secara perdata maupun pidana

secara perdata maupun pidana r.

r. Pasien berhak mengeluhkan pelayananPasien berhak mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standart pelayanan melalui media cetak standart pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan dan elektronik sesuai dengan ketentuan  peraturan perund

 peraturan perundang-undanganang-undangan 2

2 Bagaimana Bagaimana prosedurprosedur  pemberian info  pemberian informasirmasi

dan edukasi kepada dan edukasi kepada  pasien & keluarg  pasien & keluarga?a?

Pemberian informasi dan edukasi diberikan Pemberian informasi dan edukasi diberikan sesuai kebutuhan, dan diberikan oleh sesuai kebutuhan, dan diberikan oleh  pet

 petugasugas dengan kompetisi yang sesuai.dengan kompetisi yang sesuai. Dalam pemberian informasi dan edukasi ini Dalam pemberian informasi dan edukasi ini dikoordinasi oleh Panitia PKRS

dikoordinasi oleh Panitia PKRS 3.

3. Bagaimana Bagaimana prosedurprosedur  pemberian

 pemberian informedinformed consent kepada pasien consent kepada pasien dan keluarga? dan keluarga?

Persetujuan Tindakan Kedokteran Persetujuan Tindakan Kedokteran ( acuan:

( acuan:PERATURAN MENTERIPERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR INDONESIA NOMOR 290/MENKES/PER/III/2008 TENTANG 290/MENKES/PER/III/2008 TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN ) KEDOKTERAN ) 1.

1. Pernyataan persetujuan (informedPernyataan persetujuan (informed consent) dari pasien didapat melalui consent) dari pasien didapat melalui suatu proses yang ditetapkan rumah suatu proses yang ditetapkan rumah sakit dan dilaksanakan oleh staf yang sakit dan dilaksanakan oleh staf yang terlatih, dalam bahasa yang dipahami terlatih, dalam bahasa yang dipahami  pasien

(9)

SPO Pemberian Informed Consent SPO Pemberian Informed Consent

2.

2. Informed Informed consent consent diperoleh diperoleh sebelumsebelum operasi, anestesi, penggunaan darah atau operasi, anestesi, penggunaan darah atau  produk darah

 produk darah dan tindakan dan tindakan serta pengobatanserta pengobatan lain yang berisiko tinggi

lain yang berisiko tinggi 3.

3. Semua tindakan kedokteran harus mendapatSemua tindakan kedokteran harus mendapat  persetujuan pasien dan

 persetujuan pasien dan atau keluarga setelahatau keluarga setelah mendapat penjelasan yang cukup tentang mendapat penjelasan yang cukup tentang hal-hal yang berkaitan dengan tindakan hal-hal yang berkaitan dengan tindakan tersebut dari dokter Penanggungjawab tersebut dari dokter Penanggungjawab Pasien

Pasien ( DPJP ( DPJP )) Yang berhak untuk

Yang berhak untuk memberikan persetujuanmemberikan persetujuan setelah mendapatkan informasi adalah: setelah mendapatkan informasi adalah: a.

a. Pasien sendiri, yaitu apabila telahPasien sendiri, yaitu apabila telah  berumur 21 tahun d

 berumur 21 tahun dan telah menikan telah menikah.ah.  b.

 b. Bagi pasien dibawah umur 21 tahun,Bagi pasien dibawah umur 21 tahun,  persetujuan

 persetujuan ( ( informed informed consent consent ) ) atauatau Penolakan Tindakan Medis diberikan Penolakan Tindakan Medis diberikan oleh mereka menurut urutan hak sebagai oleh mereka menurut urutan hak sebagai  berikut:

 berikut: 1)

1) Ayah/ Ayah/ ibu kanibu kandungdung 2)

2) Saudara-saudSaudara-saudara ara kandungkandung c.

c. Bagi pasien dibawah umur 21 tahun danBagi pasien dibawah umur 21 tahun dan tidak mempunyai orang tua atau orang tidak mempunyai orang tua atau orang tuanya berhalangan hadir, persetujuan tuanya berhalangan hadir, persetujuan (informed consent ) atau Penolakan (informed consent ) atau Penolakan Tindakan Medis diberikan oleh mereka Tindakan Medis diberikan oleh mereka menurut hak sebagai berikut:

menurut hak sebagai berikut:

1)

1) Ayah/ Ayah/ ibu aibu adopsidopsi 2)

2) Saudara-saudara kandungSaudara-saudara kandung 3)

3) Induk semangInduk semang d.

d. Bagi pasien dewasa dengan gangguanBagi pasien dewasa dengan gangguan mental, persetujuan ( informed mental, persetujuan ( informed consent) atau Penolakan Tindakan consent) atau Penolakan Tindakan Medis diberikan oleh mereka menurut Medis diberikan oleh mereka menurut urutan hak sebagai berikut:

urutan hak sebagai berikut: 1)

1) Ayah/ Ayah/ ibu kanibu kandungdung 2)

2) Wali yang sahWali yang sah 3)

3) Saudara-saudara kandungSaudara-saudara kandung e.

e. Bagi pasien dewasa yang beradaBagi pasien dewasa yang berada dibawah peng

dibawah pengampunan ( ampunan ( curatelle curatelle ) -) - persetujuan

 persetujuan atau atau Penolakan Penolakan TindakanTindakan Medis diberikan m

Medis diberikan menurut hak enurut hak berikut:berikut: 1)

1) WaliWali 2)

2) CuratorCurator f.

f. Bagi pasien dewasa yang telahBagi pasien dewasa yang telah menikah/

menikah/ orang orang tua, tua, persetujuanpersetujuan (informed consent) atau Penolakan (informed consent) atau Penolakan Tindakan Medis diberikan oleh Tindakan Medis diberikan oleh mereka menurut urutan hak sebagai mereka menurut urutan hak sebagai  berikut:

 berikut: 1)

1) Suami/ istriSuami/ istri 2)

2) Ayah/ iAyah/ i bu bu kandungkandung 3)

3) Anak-anak kandungAnak-anak kandung 4)

4) Saudara-saudara kandungSaudara-saudara kandung 4.

4. Informed consent menginformasikanInformed consent menginformasikan tentang : diagnosis ( Diagnosa kerja dan tentang : diagnosis ( Diagnosa kerja dan Diagnosa banding ), dasar diagnosis, Diagnosa banding ), dasar diagnosis,

(10)

tindakan kedokteran, indikasi tindakan, tindakan kedokteran, indikasi tindakan, tata cara, tujuan risiko,

tata cara, tujuan risiko, komplikasi,komplikasi,  prognosis, alterna

 prognosis, alternatif dan risikotif dan risiko 4.

4. Bagaimana Bagaimana pasienpasien mendapatkan informasi mendapatkan informasi  pelayanan

 pelayanan Bina Bina RohaniRohani di RS?

di RS?

Pelayanan Bina Rohani terdiri dari Pelayanan Bina Rohani terdiri dari  pelayanan

 pelayanan Bina Bina Rohani Rohani rutin rutin dan dan atasatas  permintaan.

 permintaan. Pasien Pasien yang yang membutuhkmembutuhkanan  pelayanan

 pelayanan Bina Bina Rohani Rohani akan akan mengisimengisi formulir permintaan pelayanan Bina formulir permintaan pelayanan Bina Rohani. Kemudian perawat akan Rohani. Kemudian perawat akan menghubung petugas terkait sesuai daftar menghubung petugas terkait sesuai daftar yang ada.

yang ada.

SPO Pelayanan Bina Rohani SPO Pelayanan Bina Rohani

5. 5. Bagaimana Bagaimana RSRS melindungi kebutuhan melindungi kebutuhan  privasi pasien?  privasi pasien?

Saat dilakukan pemeriksaan, konsultasi, Saat dilakukan pemeriksaan, konsultasi, tatalaksana antar pasien akan dibatasi tatalaksana antar pasien akan dibatasi dengan tirai

dengan tirai

SPO Perlindungan Kebutuhan Privasi SPO Perlindungan Kebutuhan Privasi Pasien Pasien 6. 6. Bagaimana Bagaimana RSRS melindungi pasien melindungi pasien terhadap kekerasan terhadap kekerasan fisik? fisik? 1.

1.Kriteria kekerasan fisik di lingkunganKriteria kekerasan fisik di lingkungan Rumah Sakit terdiri atas: pelecehan Rumah Sakit terdiri atas: pelecehan seksual, pemukulan, penelantaran dan seksual, pemukulan, penelantaran dan  pemaksaan fisik

 pemaksaan fisik terhadap pasien terhadap pasien yangyang dilakukan oleh penunggu/ pengunjung dilakukan oleh penunggu/ pengunjung  pasien maupun pe

 pasien maupun petugastugas 2.

2. Kecuali terdapat indikasi, petugasKecuali terdapat indikasi, petugas kesehatan dapat melakukan kesehatan dapat melakukan  pemaksaan fisik (sep

 pemaksaan fisik (seperti pengekangan)erti pengekangan) sesuai standart medis dan etika rumah sesuai standart medis dan etika rumah sakit yang berlaku

sakit yang berlaku

3.

3. Setiap petugas keamanan sudah terlatihSetiap petugas keamanan sudah terlatih untuk menangani hal tersebut.

untuk menangani hal tersebut. 4.

4. Setiap pasien/ pengunjung/ karyawanSetiap pasien/ pengunjung/ karyawan yang berada dalam rumah sakit harus yang berada dalam rumah sakit harus menggunakan tanda pengenal berupa menggunakan tanda pengenal berupa gelang identitas pasien, kartu visitor/ gelang identitas pasien, kartu visitor/  pengunjung atau na

 pengunjung atau name tag karyawame tag karyawan.n.

SPO Perlindungan Terhadap Kekerasan SPO Perlindungan Terhadap Kekerasan Fisik 

Fisik 

7.

7. Bagaimana Bagaimana prosedurprosedur melindungi barang melindungi barang milik pasien? milik pasien?

SPO Perlindungan Barang Milik SPO Perlindungan Barang Milik Pasien

Pasien

8.

8. Apa Apa yang yang dilakukandilakukan RS jika pasien RS jika pasien menolak/ menolak/ memberhentikan memberhentikan tindakan (resusitasi) tindakan (resusitasi) atau pengobatan atau pengobatan yang diberikan? yang diberikan? Rumah

Rumah sakit sakit menghormati menghormati keinginan dankeinginan dan  pilihan

 pilihan pasien pasien untuk untuk menolak menolak pelayananpelayanan resusitasi.

resusitasi.

Keputusan untuk tidak melakukan RJP Keputusan untuk tidak melakukan RJP harus dicatat di Rekam medis pasien dan di harus dicatat di Rekam medis pasien dan di

formulir Do Not Rasuscitate ( DNR ). formulir Do Not Rasuscitate ( DNR ).

Formulir DNR 

Formulir DNR  harus diisi dengan lengkapharus diisi dengan lengkap dan disimpan di rekam medis

dan disimpan di rekam medis pasienpasien Alasan diputuskannya tindakan DNR dan Alasan diputuskannya tindakan DNR dan orang yang terlibat dalam pengambilan orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan harus di catat di rekam medis keputusan harus di catat di rekam medis  pasien dan formulir DNR.

 pasien dan formulir DNR. Keputusan harusKeputusan harus dikomunikasik

dikomunikasikan kepada semua an kepada semua orang yangorang yang terlibat dalam aspek perawatan pasien. terlibat dalam aspek perawatan pasien.

SPO Penolakan Tindakan Atau SPO Penolakan Tindakan Atau Pengobatan

Pengobatan

19 20

(11)

PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA ( PPK )

PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA ( PPK )

NO.

NO. PERTANYAAN PERTANYAAN JAWABANJAWABAN

1.

1. Siapa Siapa yang yang memberikanmemberikan edukasi kepada pasien & edukasi kepada pasien & keluarga?

keluarga?

Semua pemberian informasi dan Semua pemberian informasi dan edukasi kepada pasien dan keluarga edukasi kepada pasien dan keluarga oleh petugas yang berkompeten dan oleh petugas yang berkompeten dan dikoordinasi oleh Panitia PKRS. dikoordinasi oleh Panitia PKRS. 2.

2. Bagaimana Bagaimana prosedurprosedur  pemberian inform  pemberian informasi atauasi atau

edukasi kepada pasien & edukasi kepada pasien & keluarga?

keluarga?

SPO Pemberian Informasi Atau SPO Pemberian Informasi Atau

Edukasi Edukasi

3.

3. Bagaimana Bagaimana cara cara AndaAnda mengetahui pencapaian mengetahui pencapaian keberhasilan edukasi keberhasilan edukasi yang diberikan? yang diberikan?

Melakukan verifikasi bahwa pasien dan Melakukan verifikasi bahwa pasien dan keluarga bisa menerima dan

keluarga bisa menerima dan memahamimemahami edukasi yang diberikan.

edukasi yang diberikan.

SPO Pemberian Informasi atau SPO Pemberian Informasi atau Edukasi

Edukasi

4.

4. Apa Apa bukti bukti edukasi edukasi telahtelah diberikan kepada pasien? diberikan kepada pasien?

1.

1. Ada bahan materi yang diberikanAda bahan materi yang diberikan kepada pasien atau

kepada pasien atau keluargakeluarga 2.

2. Ada pemberian edukasi berupaAda pemberian edukasi berupa formulir pemberian edukasi yang formulir pemberian edukasi yang ditandatangani oleh pemberi ditandatangani oleh pemberi edukasi dan penerima edukasi. edukasi dan penerima edukasi.

PENINGKATAN MUTU & KESELAMATAN PASIEN (PMKP) PENINGKATAN MUTU & KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

NO.

NO. PERTANYAAN PERTANYAAN JAWABANJAWABAN

1.

1. Apakah Apakah definisi definisi IKPIKP ( Insiden Keselamatan ( Insiden Keselamatan Pasien )?

Pasien )?

1.

1. Insiden meliputi Kejadian Yang TidakInsiden meliputi Kejadian Yang Tidak Diharapkan ( KTD ),

Diharapkan ( KTD ), Kejadian Nyaris CideraKejadian Nyaris Cidera ( KNC

( KNC ), Kejadian ), Kejadian Tidak CTidak Cidera idera ( KTC ( KTC ),), Kejadian Potensi Cidera ( KPC), dan Kejadian Potensi Cidera ( KPC), dan Kejadian Sentinel

Kejadian Sentinel 2.

2. Kejadian Tidak Diharapkan, yang disebutKejadian Tidak Diharapkan, yang disebut dengan KTD adalah insiden yang dengan KTD adalah insiden yang mengakibatk

mengakibatkan cidera an cidera pada pasienpada pasien 3.

3. Kejadian Kejadian Nyaris Nyaris Cidera, Cidera, selanjutnyaselanjutnya disingkat KNC adalah terjadinya insiden disingkat KNC adalah terjadinya insiden yang belum sampai terpapar ke pasien yang belum sampai terpapar ke pasien 4.

4. Kejadian Tidak Cidera, selanjutnya disingkatKejadian Tidak Cidera, selanjutnya disingkat KTC adalah insiden yang sudah terpapar ke KTC adalah insiden yang sudah terpapar ke  pasien, tetapi tidak

 pasien, tetapi tidak timbul cideratimbul cidera 5.

5. Kondisi Potensial Cidera, selanjutnyaKondisi Potensial Cidera, selanjutnya disingkat KPC adalah kondisi yang sangat disingkat KPC adalah kondisi yang sangat  berpotensi untuk menimbulkan cidera, tetapi  berpotensi untuk menimbulkan cidera, tetapi  belum terjadi insi

 belum terjadi insidenden 6.

6. Kejadian sentinel adalah suatu KTD yangKejadian sentinel adalah suatu KTD yang mengakibatkan kematian atau cidera yang mengakibatkan kematian atau cidera yang serius; biasanya dipakai untuk kejadian serius; biasanya dipakai untuk kejadian yangyang sangat tidak diharapkan atau tidak dapat sangat tidak diharapkan atau tidak dapat diterima seperti: operasi pada bagian tubuh diterima seperti: operasi pada bagian tubuh yang salah.

yang salah. 7.

7. Kejadian sentinel:Kejadian sentinel:

 Kematian tidak terduga dan tidakKematian tidak terduga dan tidak

terkait dengan perjalanan alamiah atau terkait dengan perjalanan alamiah atau kondisi yang mendasari penyakitnya. kondisi yang mendasari penyakitnya. Contoh: bunuh diri

Contoh: bunuh diri

 Kehilangan fungsi utama ( major )Kehilangan fungsi utama ( major )

secara permanen yang tidak terkait secara permanen yang tidak terkait dengan perjalanan alamiah

dengan perjalanan alamiah penyakitpenyakit

21 22

21 22

BUKU

(12)

 penyakitnya  penyakitnya

 Salah lokasi, salah prosedur, salah pasienSalah lokasi, salah prosedur, salah pasien

operasi operasi

 Penculikan Penculikan bayi bayi atau atau bayi bayi yangyang

dipulangkan bersama orang yang bukan dipulangkan bersama orang yang bukan orang tuanya

orang tuanya 8.

8. Pelaporan insiden tidak boleh lebih dariPelaporan insiden tidak boleh lebih dari 2 x 24 jam 2 x 24 jam 2. 2. BagaimanaBagaimana  prosedur  prosedur  pelaporan  pelaporan insiden? insiden? NO.

NO. PERTANYAAN PERTANYAAN JAWABANJAWABAN

1.

1. Apa Apa yang yang AndaAnda ketahui tentang ketahui tentang PONEK RS? PONEK RS?

Rumah sakit melaksanakan program PONEK Rumah sakit melaksanakan program PONEK

( Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency ( Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif )

Komprehensif )  untuk menurunkan angka  untuk menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan kesehatan ibu. kematian bayi dan meningkatkan kesehatan ibu. Rumah sakit membentuk Tim PONEK untuk Rumah sakit membentuk Tim PONEK untuk menjalankan program PONEK RS

menjalankan program PONEK RS 2.

2. Apa Apa yang Andayang Anda ketahui tentan TB ketahui tentan TB DOTS RS? DOTS RS?

Rumah sakit

Rumah sakit melaksanakan penanggulangmelaksanakan penanggulanganan TB sesuai dengan pedoman strategi DOTS TB sesuai dengan pedoman strategi DOTS

( Direct Observe Treatment Shortourse ) ( Direct Observe Treatment Shortourse )

Rumah sakit membentuk Tim TB DOTS untuk Rumah sakit membentuk Tim TB DOTS untuk menjalankan program TB DOTS RS

menjalankan program TB DOTS RS

AKSES PELAYANAN DAN KONTINUITAS PELAYANAN

AKSES PELAYANAN DAN KONTINUITAS PELAYANAN

(APK)

(APK)

NO.

NO. PERTANYAAN PERTANYAAN JAWABANJAWABAN 1.

1. Bagaimana ProsedurBagaimana Prosedur Skrining di IGD? Skrining di IGD?

1.

1. Skrining dilakukan pada kontak pertama diSkrining dilakukan pada kontak pertama di dalam atau di luar RS untuk menetapkan dalam atau di luar RS untuk menetapkan apakah pasien dapat dilayani oleh RS apakah pasien dapat dilayani oleh RS 2.

2. Skrining dilaksanakan melalui kriteria triase,Skrining dilaksanakan melalui kriteria triase, visual atau pengamatan, pemeriksaan fisik, visual atau pengamatan, pemeriksaan fisik,  psikologik,

 psikologik, laboratorium laboratorium klinik klinik atauatau diagnostik imajing

diagnostik imajing sebelumnyasebelumnya

SPO Skrining Pasien SPO Skrining Pasien

2.

2. Bagaimana prosedurBagaimana prosedur  penerimaan  penerimaan pasienpasien

rawat inap dan rawat rawat inap dan rawat  jalan?

 jalan?

SPO Penerimaan Pasien Rawat Inap SPO Penerimaan Pasien Rawat Inap SPO Penerimaan Pasien Rawat Jalan SPO Penerimaan Pasien Rawat Jalan SPO Penahanan Pasien untuk

SPO Penahanan Pasien untuk diobservasidiobservasi

23 24

23 24

BUKU

BUKU SAKU SAKU AKREDITASI AKREDITASI RSUD RSUD DR DR R R KOESMA KOESMA TUBAN TUBAN BUKU BUKU SAKU SAKU AKREDITASI AKREDITASI RSUD RSUD DR DR R R KOESMA KOESMA TUBANTUBAN Pelaporan

Pelaporan

Laporan atasan langsung Laporan atasan langsung

Lakukan investigasi Lakukan investigasi sederhana sederhana Laporan panitia Laporan panitia KPRS KPRS

Lakukan RCA dan Lakukan RCA dan rekomendasi rekomendasi

Lapor direksi Lapor direksi

(13)

 prosedur triase?

 prosedur triase?  berbasis  berbasis bukti bukti untuk untuk memperioritaskmemperioritaskanan  pasien

 pasien sesuai sesuai dengan dengan kegawatannyakegawatannya menggunakan Penanggulangan Penderita menggunakan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat/ General Emergency Life Gawat Darurat/ General Emergency Life Support ( GELS ), Dirjen Bina Pelayanan Support ( GELS ), Dirjen Bina Pelayanan Medik.

Medik. Depkes Depkes RI RI 2006. 2006. PembagianPembagian  pasien tersebut ad

 pasien tersebut adalah:alah: 1.

1. Prioritas I ( label merah ); EmergencyPrioritas I ( label merah ); Emergency Pasien gawat darurat; mengancam Pasien gawat darurat; mengancam nyawa / fungsi vital; penanganan dn nyawa / fungsi vital; penanganan dn  pemindahan bers

 pemindahan bersifat segera, antara lain:ifat segera, antara lain: syok oleh berbagai kausa, gangguan syok oleh berbagai kausa, gangguan  pernapasan,

 pernapasan, perdarahan perdarahan eksternaleksternal massif, gangguan jantung yang massif, gangguan jantung yang mengancam, problem kejiwaan yang mengancam, problem kejiwaan yang serius

serius 2.

2. Prioritas II ( label kuning ); urgentPrioritas II ( label kuning ); urgent Pasien dengan kondisi darurat yang Pasien dengan kondisi darurat yang  perlu

 perlu evaluasi evaluasi secara secara menyeluruh menyeluruh dandan ditangani oleh dokter untuk stabilisasi, ditangani oleh dokter untuk stabilisasi, diagnose dan terapi dafinitif, potensial diagnose dan terapi dafinitif, potensial mengancam jiwa/ fungsi vital bila tidak mengancam jiwa/ fungsi vital bila tidak segera ditangani dalam waktu singkat segera ditangani dalam waktu singkat  penanganan

 penanganan dan dan pemindahan pemindahan bersifatbersifat  jangan

 jangan terlambat. terlambat. Antara Antara lain: lain: pasienpasien dengan resiko syok, fraktur multiple, dengan resiko syok, fraktur multiple, fraktur femur / pelvis, luka bakar luas, fraktur femur / pelvis, luka bakar luas, gangguan kesadaran / trauma kepala, gangguan kesadaran / trauma kepala,  pasien dengan sta

 pasien dengan status yang tidak jelatus yang tidak jelas.s. 3.

3. Prioritas III ( label hijau ) ; NonPrioritas III ( label hijau ) ; Non Emergency

Emergency

Pasien gawat darurat semu (false Pasien gawat darurat semu (false emergency) yang tidak memerlukan emergency) yang tidak memerlukan  pemeriksaan dan

 pemeriksaan dan perawatan segeperawatan segera.ra. 4.

4. Prioritas IV ( label hitam ) ; Prioritas IV ( label hitam ) ; DeathDeath Pasien datang dalam keadaan sudah Pasien datang dalam keadaan sudah meninggal

meninggal

hambatan di populasinya dalam hambatan di populasinya dalam memberikan pelayanan?

memberikan pelayanan?

dipopulasinya dengan membuat kajian dipopulasinya dengan membuat kajian data cakupan antara lain area cakupan, data cakupan antara lain area cakupan, etnis dan agama. Selain itu juga dikaji etnis dan agama. Selain itu juga dikaji faktor biologis dan psikososialnya. Untuk faktor biologis dan psikososialnya. Untuk mengatasi hambatan/ kendala

mengatasi hambatan/ kendala keterbatasanketerbatasan fisik dalam populasinya, Rumah Sakit fisik dalam populasinya, Rumah Sakit Umum memiliki prosedur penanganan Umum memiliki prosedur penanganan  bagi mereka de

 bagi mereka dengan keterbatasangan keterbatasan fisikn fisik 5.

5. Bagaimana Bagaimana prosedur traprosedur transfer yang nsfer yang berlaku di berlaku di rumah sakrumah sakit?it?

TRANSFER INTRA RUMAH SAKIT TRANSFER INTRA RUMAH SAKIT

PASIEN PETUGAS PASIEN PETUGAS PENDAMPING PENDAMPING KETERAMPILAN YANG KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN DIBUTUHKAN PERALATAN PERALATAN UTAMA UTAMA Derajat

Derajat 0 0 PetugasPetugas keamanan

keamanan Bantuan hidup dasarBantuan hidup dasar Derajat Derajat 0,5 0,5 (orang (orang tua/ tua/ Delirium) Delirium) Petugas Petugas keamanan

keamanan Bantuan hidup dasarBantuan hidup dasar Derajat

Derajat 1 1 Perawat/Perawat/  petugas  petugas  berpengalam  berpengalamanan (sesuai dengan (sesuai dengan kebutuhan kebutuhan  pasien)  pasien)

Bantuan hidup dasar, Bantuan hidup dasar,  pelatihan tabung g  pelatihan tabung gas,as,  pemberian obat- pemberian obat-obatan,obatan,

kenal akan tanda kenal akan tanda deteriorasi, keterampilan, deteriorasi, keterampilan, trakeostomi dan suction trakeostomi dan suction

Oksigen, Oksigen, suction, tiang suction, tiang infuse portable, infuse portable,  pompa infus  pompa infus dengan baterai, dengan baterai, oksimetri denyut oksimetri denyut 25 26 25 26 BUKU

(14)

 petugas  petugas keamanan/ keamanan/ TPK TPK

ditambah : dua tahun ditambah : dua tahun  pengalaman dal

 pengalaman dalam perawatanam perawatan intensif (oksigen, sungkup intensif (oksigen, sungkup  pernapasan, defib  pernapasan, defibrillator,rillator,

monitor ) monitor )  peralatan di  peralatan di atas, atas, ditambah: ditambah: monitor monitor EKG dan EKG dan tekanan tekanan darah dan darah dan defribilator defribilator Derajat 3 Derajat 3 Dokter, Dokter,  perawat, dan  perawat, dan TPK/ Petugas TPK/ Petugas keamanan keamanan Standart

Standart kompetensi kompetensi dokterdokter harus di atas standart harus di atas standart minimal:

minimal: Dokter: Dokter:

 Minimal Minimal 6 bu6 bulanlan

 pengalaman me  pengalaman mengenaingenai  perawatan pasien  perawatan pasien intensifintensif

dan bekerja di ICU dan bekerja di ICU

 Keterampilan bantuanKeterampilan bantuan

hidup dasar dan lanjut hidup dasar dan lanjut

 Keterampilan menanganiKeterampilan menangani

 permasalahan ja  permasalahan jalan napaslan napas

dan pernapasan, minimal dan pernapasan, minimal level ST 3 atatu sederajat level ST 3 atatu sederajat

 Harus mengikutiHarus mengikuti

 pelatihan

 pelatihan untuk transferuntuk transfer  pasien dengan sak  pasien dengan sakit berat/it berat/

kritis kritis Perawat: Perawat:

 Minimal 2 tahunMinimal 2 tahun

 bekerja di ICU  bekerja di ICU

 KeterampilanKeterampilan

 bantuan hidup da  bantuan hidup dasarsar

dan lanjut dan lanjut

 Harus mengikutiHarus mengikuti

 pelatihan untuk  pelatihan untuk transfer pasien transfer pasien dengan sakit berat/ dengan sakit berat/ kritis kritis Monitor ICU Monitor ICU  portable  portable yang yang lengkap, lengkap, ventilator ventilator dan alat dan alat transfer yang transfer yang memenuhi memenuhi standart standart minimal minimal PASIEN PETUGAS PASIEN PETUGAS PENDAMPING PENDAMPING KETERAMPILAN KETERAMPILAN YANG YANG DIBUTUHKAN DIBUTUHKAN PERALATAN PERALATAN UTAMA DAN UTAMA DAN JENIS JENIS KENDARAAN KENDARAAN DERAJAT

DERAJAT 0 0 PetugasPetugas ambulan ambulan Bantuan hidup Bantuan hidup dasar dasar (BHD (BHD )) Kendaraan high Kendaraan high dependency dependency service service ( ( HDSHDS ) / ambulan ) / ambulan DERAJAT DERAJAT 0,5 (ORANG 0,5 (ORANG TUA / TUA / DELIRIUM) DELIRIUM) Petugas Petugas ambulan dan ambulan dan  paramedis  paramedis Bantuan hidup Bantuan hidup dasar dasar (BHD (BHD )) Kendaraan HDS/ Kendaraan HDS/ ambulan ambulan DERAJAT

DERAJAT 1 1 PetugasPetugas ambulan dan ambulan dan  perawat  perawat Bantuan hidup Bantuan hidup dasar, pemberian dasar, pemberian oksigen, oksigen,  pemberian  pemberian

obat-obatan, kenal tanda obatan, kenal tanda deriorisasi, deriorisasi, keterampilan keterampilan  perawatan,  perawatan, trakeostomi dan trakeostomi dan suction suction Kendaraan HDS/ Kendaraan HDS/ ambulan, oksigen, ambulan, oksigen, suction, tiang suction, tiang infuse portable, infuse portable, infuse pump infuse pump dengan baterai, dengan baterai, oksimetri oksimetri DERAJAT

DERAJAT 2 2 Dokter, Dokter, PerawatPerawat dan Petugas dan Petugas ambulan ambulan Semua Semua ketrampilan di ketrampilan di atas, ditambah : atas, ditambah :  penggun  penggunaan aan alatalat  pernapa  pernapasan,san,  bantuan  bantuan hiduphidup

lanjut, lanjut,  penggun  penggunaanaan kantong kantong  pernapa  pernapasan san ((  bag-valv  bag-valve e maskmask

), penggunaan ), penggunaan defibrillator, defibrillator,  penggun  penggunaanaan monitor intensif  monitor intensif  Ambulan Semua Ambulan Semua  peralatan  peralatan didi atas,

atas, ditambah:ditambah: monitor EKG monitor EKG dan

dan tekanantekanan darah

darah dandan defibrillator defibrillator  bila diperlukan  bila diperlukan 27 28 27 28 BUKU

(15)

Perawat Perawat dandan Petugas Petugas ambulan ambulan

• Minimal 6 bulanMinimal 6 bulan

 pengalaman  pengalaman mengenai mengenai  perawatan  perawatan pasienpasien

intensif dan bekerja intensif dan bekerja di

di ICUICU

• KeterampilanKeterampilan

 bantuan h  bantuan h idupidup

dasar dan dasar dan lanjutlanjut

• • KeterampilanKeterampilan menangani menangani  permasalahan  permasalahan  jalan

 jalan napasnapas dandan  pernapasan,  pernapasan, minimal level ST minimal level ST 3 atau sederajat 3 atau sederajat 

 Harus mengikutiHarus mengikuti

 pelatihan  pelatihan untukuntuk

transfer  transfer  pasien pasien dengan sakit berat dengan sakit berat / kritis

/ kritis Perawat: Perawat:

 Minimal 2 tahun diMinimal 2 tahun di

ICU ICU

• KeterampilanKeterampilan

 bantuan  bantuan hiduphidup

dasar dan dasar dan lanjutlanjut

• Harus mengikutiHarus mengikuti

 pelatihan  pelatihan untukuntuk

transfer transfer pasien pasien dengan sakit berat dengan sakit berat // kritiskritis lengkap/ lengkap/ AGD AGD 118.118. monitor monitor ICUICU Portabel Portabel yang yang lengkap, lengkap, ventilator ventilator dan dan  peralatan  peralatan transfer yang transfer yang memenuhi memenuhi standart standart minimal minimal  pemulangan pas

 pemulangan pasien?ien? 1x24 jam setelah pasien diterima sebagai pasien1x24 jam setelah pasien diterima sebagai pasien rawat inap

rawat inap

ASSESMENT PASIEN ( AP )

ASSESMENT PASIEN ( AP )

 NO

 NO PERTANYAPERTANYAAN AN JAWABANJAWABAN 1.

1. Bagaimana Bagaimana prosedur prosedur pengkajian pengkajian status status gizi gizi pasien pasien di di rumah rumah sakit?sakit? Status gizi dinilai

Status gizi dinilai dengan menggunakan kriteriadengan menggunakan kriteriaMUST ( MUST ( MalnutritiMalnutriti onon Universal Screening Tool )

Universal Screening Tool )untuk mengidentifikasi dan untuk mengidentifikasi dan menatalaksanamenatalaksana  pasien dewasa y

 pasien dewasa yang mengalamang mengalami gizi buruk, kurang gi gizi buruk, kurang gizi atau obesitasizi atau obesitas Kelima langkah MUST adalah

Kelima langkah MUST adalah sebagai berikut:sebagai berikut:

Langkah 1:

Langkah 1: hitung Indeks Massa Tubuh ( IMT ) pasien denganhitung Indeks Massa Tubuh ( IMT ) pasien dengan menggunaka

menggunakan kurva di n kurva di bawah ini dan berikanlah skor.bawah ini dan berikanlah skor.

29 30

(16)

Langkah 2:

Langkah 2: nilai prosentase kehilangan berat badan yang taknilai prosentase kehilangan berat badan yang tak direncanakan mengg

direncanakan menggunakan tabel di unakan tabel di bawah ini, dan berikanlah skor:bawah ini, dan berikanlah skor:

Langkah 3:

Langkah 3: nilai adanya efek/ pengaruh akut dari penyakit yangnilai adanya efek/ pengaruh akut dari penyakit yang diderita pasien, dan berikan skor ( rentang antara 0

diderita pasien, dan berikan skor ( rentang antara 0  –  –   2 ). Sebagai  2 ). Sebagai contoh, jika pasien sedang mengalami penyakit akut dan sangat contoh, jika pasien sedang mengalami penyakit akut dan sangat sedikit/ tidak terdapat asupan makanan ≥ 5

sedikit/ tidak terdapat asupan makanan ≥ 5 hari, diberikan skor 2hari, diberikan skor 2

Langkah 4:

Langkah 4: tambahkan skor yang diperoleh dari langkah 1, 2, dan 3 tambahkan skor yang diperoleh dari langkah 1, 2, dan 3 untuk menilai adanya risiko

untuk menilai adanya risiko malnutrisimalnutrisi I.

I. Skor Skor 0 0 = = risiko risiko rendahrendah II.

II. Skor Skor 1 1 = = risiko risiko sedangsedang III.

III. Skor ≥ 2 = Skor ≥ 2 = risiko tinggirisiko tinggi

Langkah 5:

Langkah 5: gunakan panduan tatalaksana untuk merencanakangunakan panduan tatalaksana untuk merencanakan strategi keperawatan berikut ini:

strategi keperawatan berikut ini:

Risiko rendah Risiko rendah

Perawatan rutin: ulangi skrining pada pasien di rumah sakit ( tiap Perawatan rutin: ulangi skrining pada pasien di rumah sakit ( tiap minggu ), pada pasien rawat jalan (tiap bulan), masyarakat umum minggu ), pada pasien rawat jalan (tiap bulan), masyarakat umum dengan

dengan usia usia > > 75 75 tahun tahun ( ( tiap tiap tahun)tahun)

Risiko sedang Risiko sedang

Observasi: Observasi:

o

o Catat asupan makanan selama 3 hariCatat asupan makanan selama 3 hari

o

o Jika asupan adekuat, ulangi skrining: pasien di rumah sakit ( tiapJika asupan adekuat, ulangi skrining: pasien di rumah sakit ( tiap

minggu ), pada pasien rawat jalan ( tiap bulan), masyarakat minggu ), pada pasien rawat jalan ( tiap bulan), masyarakat umum ( tiap 2-3 tahun )

umum ( tiap 2-3 tahun )

o

o Jika tidak adekuat, rencanakan strategi untuk perbaikan danJika tidak adekuat, rencanakan strategi untuk perbaikan dan

 peningkatan

 peningkatan asupan asupan nutrisi, nutrisi, pantau pantau dan dan kaji kaji ulang ulang programprogram  pemberian nutris

 pemberian nutrisi secara teraturi secara teratur

Risiko tinggi Risiko tinggi

Tatalaksana: Tatalaksana:

o

o Rujuk ke ahli giziRujuk ke ahli gizi o

o Perbaiki dan tingkatkan asupan nutrisiPerbaiki dan tingkatkan asupan nutrisi o

o Pantau dan kaji ulang pemberian nutrisi: pada pasien di rumahPantau dan kaji ulang pemberian nutrisi: pada pasien di rumah

sakit ( tiap ming

sakit ( tiap minggu ), pada pasiegu ), pada pasien rawat jalan n rawat jalan ( tiap bulan ),( tiap bulan ), masyarakat umum ( tiap bulan )

masyarakat umum ( tiap bulan ) Untuk semua kategori:

Untuk semua kategori: a)

a) Atasi penyakit yang mendasari dan berikan saran dalamAtasi penyakit yang mendasari dan berikan saran dalam  pemilihan jenis m

 pemilihan jenis makananakanan  b)

 b) Catat kategori risiko malnutrisiCatat kategori risiko malnutrisi c)

c) Catat kebutuhan akan diet khusus dan ikuti Catat kebutuhan akan diet khusus dan ikuti kebijakan setempatkebijakan setempat 2.

2. Bagaimana Bagaimana Prosedur Prosedur Pengkajian Pengkajian Nyeri Nyeri Di Di Rumah Rumah Sakit?Sakit? Pengkajian Rasa Nyeri Menggunakan

Pengkajian Rasa Nyeri Menggunakan Neonatal Infants Pain ScaleNeonatal Infants Pain Scale ( NIPS )

( NIPS ) Untuk Usia < 1 Tahun, Untuk Usia < 1 Tahun,FLACCSFLACCS Untuk Usia 1-3 Tahun, Untuk Usia 1-3 Tahun,WongWong Baker Faces

Baker Faces Rating ScaleRating Scale  untuk usia > 3 tahun dan  untuk usia > 3 tahun dan Numeric ScaleNumeric Scale

untuk dewasa.

untuk dewasa. Comfort ScaleComfort Scale digunakan pada pasien bayi, anak, dandigunakan pada pasien bayi, anak, dan dewasa di ruang rawat intensif/ kamar operasi/ ruang rawat inap yang dewasa di ruang rawat intensif/ kamar operasi/ ruang rawat inap yang tidak dapat dinilai menggunakan

tidak dapat dinilai menggunakan  Numeric  Numeric Rating Rating Scale Scale Wong-BakerWong-Baker  FACES Pain Sale

(17)

NEONATAL INFANTS PAIN SCALE ( NIPS ) NEONATAL INFANTS PAIN SCALE ( NIPS ) PARAMETER

PARAMETER FINDING FINDING POINTSPOINTS

Ekspresi wajah

Ekspresi wajah Santai Santai 00 Meringis 1 Meringis 1 Menangis

Menangis Tidak Tidak menangis Merengek Merengek menangis 0011 Menangis

Menangis kuat kuat 22 Pola bernapas Pola bernapas Santai 0 Santai 0 Perubahan pola Perubahan pola  bernapas  bernapas 1 1 Lengan

Lengan Santai Santai 00 Fleksi/

Fleksi/ Extensi Extensi 11 Kaki

Kaki Santai Santai 00 Fleksi/

Fleksi/ Estensi Estensi 11 Keadaan rangsangan

Keadaan rangsangan Tertidur/ Tertidur/ bangun bangun 00

Rewel 1

Rewel 1

Pada bayi premature, ditambahkan dua parameter lagi yaitu Pada bayi premature, ditambahkan dua parameter lagi yaitu heart rate dan saturasi oksigen

heart rate dan saturasi oksigen

Heart rate Heart rate

10%

10% dari dari baseline baseline 00 11-20%

11-20% baseline baseline 11 >20%

>20% dari dari baseline baseline 22 Saturasi oksigen

Saturasi oksigen

Tidak diperlukan oksigen Tidak diperlukan oksigen tambahan tambahan 0 0 Penambahan oksigen Penambahan oksigen diperlukan diperlukan 1 1

Skor 0 : Tidak nyeri

Skor 0 : Tidak nyeri 1-2 : Nyeri ringan 1-2 : Nyeri ringan 3-4 : Nyeri sedang3-4 : Nyeri sedang >4: Nyeri hebat >4: Nyeri hebat

FALCCS

FALCCS

KATEGORI PARAMETER KATEGORI PARAMETER O O 1 1 22 WAJAH

WAJAH Tidak Tidak adaada ekspresi ekspresi tertentu tertentu atau atau tersenyum tersenyum Sesekali Sesekali meringis atau meringis atau mengerutkan mengerutkan kening kening Sering untuk Sering untuk cemberut cemberut konstan, konstan, rahang, ditarik, rahang, ditarik, tidak tertarik tidak tertarik  bergetar dagu  bergetar dagu KAKI Normal KAKI Normal  posisi atau  posisi atau santai santai Tidak nyaman, Tidak nyaman, gelisah, tegang gelisah, tegang Menendang, Menendang, atau kaki atau kaki disusun disusun ACTIVITAS Berbaring ACTIVITAS Berbaring dengan dengan tenang, tenang,  posisi  posisi normal, normal,  bergerak  bergerak dengan dengan mudah mudah Menggeliat, Menggeliat, menggeser menggeser maju mundur, maju mundur, tegang tegang Melengkung, Melengkung, kaku kaku MENANGIS

MENANGIS Tidak Tidak adaada teriakan teriakan (terjaga (terjaga atau atau tertidur) tertidur) Erangan atau Erangan atau rengekan, rengekan, keluhan keluhan sesekali sesekali Menangis Menangis terus, teriakan terus, teriakan atau isak atau isak tangis, sering tangis, sering keluhan keluhan CONSOLABILITAS Konten, CONSOLABILITAS Konten, santai santai Diyakinkan Diyakinkan oleh oleh menyentuh menyentuh sesekali, sesekali, memeluk memeluk Sulit untuk Sulit untuk konsol atau konsol atau kenyamanan kenyamanan atau sedang atau sedang  berbicara,  berbicara, distractable distractable Skor 0 : Tidak ny

Skor 0 : Tidak nyeri eri 1-3 : Nyeri ringa1-3 : Nyeri ringan n 4-6 : Nyeri sedang4-6 : Nyeri sedang 7-10: Nyeri hebat

7-10: Nyeri hebat

33 34

(18)

WONG BAKER FACES RATING SCALE DAN WONG BAKER FACES RATING SCALE DAN

NUMERIC SCALE NUMERIC SCALE COMFORT SCALE COMFORT SCALE KATEGORI SKOR KATEGORI SKOR KEWASPADAAN 1.

KEWASPADAAN 1. Tidur pulas/ nyenyakTidur pulas/ nyenyak 2.

2. Tidur kurang nyenyakTidur kurang nyenyak 3.

3. GelisahGelisah 4.

4. Sadar sepenuhnya dan waspadaSadar sepenuhnya dan waspada 5.

5. Hiper alertHiper alert KETENANGAN KETENANGAN DISTRESS DISTRESS 1. 1. TenangTenang 2.

2. Agak cemasAgak cemas 3.

3. CemasCemas 4.

4. Sangat cemasSangat cemas 5.

5.  panic panic PERNAPASAN 1.

PERNAPASAN 1. Tidak ada respirasi spontan danTidak ada respirasi spontan dan tidak ada batuk

tidak ada batuk 2.

2. Respirasi Respirasi spontan spontan dengandengan sedikit/ tidak ada respon sedikit/ tidak ada respon terhadap ventilasi

terhadap ventilasi 3.

3. Kadang-kadang Kadang-kadang batuk batuk atauatau terdapat tahanan terhadap terdapat tahanan terhadap ventilasi

ventilasi 4.

4. Sering batuk, terdapat tahann/Sering batuk, terdapat tahann/  perlawanan terha

 perlawanan terhadap ventilatordap ventilator 5.

5. Melawan secara aktif terhadapMelawan secara aktif terhadap ventilator, batuk terus menerus/ ventilator, batuk terus menerus/ tersedak

tersedak

MENANGIS 1.

MENANGIS 1. Bernapas dengan tenangBernapas dengan tenang 2. 2. Terisak-isakTerisak-isak 3. 3. MeraungMeraung 4. 4. MenangisMenangis 5. 5. BerteriakBerteriak PERGERAKAN 1.

PERGERAKAN 1. Tidak ada Tidak ada pergerakanpergerakan 2.

2. Kadang-kadaKadang-kadang bergerak ng bergerak perlahanperlahan 3.

3. Sering bergerak perlahanSering bergerak perlahan 4.

4. Pergerakan aktif/ gelisahPergerakan aktif/ gelisah 5.

5. Pergerakan aktif termasuk badan danPergerakan aktif termasuk badan dan kepala

kepala TONUS

TONUS ATAS ATAS 1.1. Otot rileks sepenOtot rileks sepenuhnya, uhnya, tidak ada tonustidak ada tonus otot

otot 2.

2. Penurunan tonus ototPenurunan tonus otot 3.

3. Tonus otot normalTonus otot normal 4.

4. Peningkatan tonus otot dan fleksi jariPeningkatan tonus otot dan fleksi jari tangan dan kaki

tangan dan kaki 5.

5. Kekakuan otot ekstrim dan fleksi jariKekakuan otot ekstrim dan fleksi jari tangan dan kaki

tangan dan kaki TEGANGAN

TEGANGAN WAJAH WAJAH

1.

1. Otot wajah relaks Otot wajah relaks sepenuhnyasepenuhnya 2.

2. Tonus otot wajah normal, tidak terlihatTonus otot wajah normal, tidak terlihat tegangan otot wajah yang nyata

tegangan otot wajah yang nyata 3.

3. Tegangan beberapa otot wajah terlihatTegangan beberapa otot wajah terlihat nyata

nyata 4.

4. Tegangan hampir seluruh otot wajahTegangan hampir seluruh otot wajah 5.

Referensi

Dokumen terkait

Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BAPPENDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku terkait tentang hak, tanggung jawab, kewajiban,

Dalam melakukan penelitian tentang Persepsi Penggiat Otomotif tentang Stereotipe Presenter Perempuan dalam Program Adira Motomaxx di ANTV, peneliti menggunakan pendekatan

Hasil penelitian diperoleh bahwa Sebelum diberikan penyuluhan kesehatan tentang Gout Arthritis kepada 45 responden GoutArthritis, terjadi peningkatan signifikan yakni

Gerakan-gerakan anak pada persalinan yang paling sering kita jumpai ialah presentasi belakang kepala dan kebanyakan presentasi ini masuk ke dalam pintu atas panggul

World wide web telah mengubah perkembangan pengembangan perangkat lunak yang pernah ada mulai dari pengaturan tampilan web site menggunakan HTML (Hypertext Markup Languange)

Agar pemanfaatan sumberdaya alam di perairan pesisir Manokwari tetap berkelanjutan ( suistanable ) maka direkomendasikan perlu dilakukan peraturan daerah untuk tidak

Hasil inspeksi proses produksi bila terjadi penyimpangan telah ditetapkan dalam prosedur terdokumentasi untuk menangani penyimpangan produk dengan melakukan tindakan

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan analisa deskriptif komparatif, yang memaparkan dan membandingkan data hasil belajar siswa