Inseminasi Intra Uterine”.

16 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR 

KATA PENGANTAR 

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karuniaNYA, sehingga padaSWT atas rahmat dan karuniaNYA, sehingga pada akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas refarat

akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas refaratini yang berjudul “ini yang berjudul “InseminasiInseminasiIntra Uterine”.Intra Uterine”.

Tidak lupa saya mengucapkan terimah kasih kepada pembimbing kami Dr. Arusta Tarigan Tidak lupa saya mengucapkan terimah kasih kepada pembimbing kami Dr. Arusta Tarigan SpOG dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini sejak awal hingga SpOG dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini sejak awal hingga selesainya tugas ini.

selesainya tugas ini.

Tujuan penulisan refarat ini adalah sebagai salah satu syarat dalam kegiatan kepaniteraan Tujuan penulisan refarat ini adalah sebagai salah satu syarat dalam kegiatan kepaniteraan klinik senior dibagian

klinik senior dibagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSUD.Dr.RM.Djoelham Binjai.Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSUD.Dr.RM.Djoelham Binjai.

Saya berterima kasih juga kepada dokter pembimbing lainnya : Saya berterima kasih juga kepada dokter pembimbing lainnya :

1.

1. Dr. Marwan Dr. Marwan Indamirsyah,SIndamirsyah,SpOGpOG 2.

2. Dr. Herizal,SpOGDr. Herizal,SpOG 3.

3. Dr. Sugianto,SpOGDr. Sugianto,SpOG

Saya menyadari bahwa penulisan tugas ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saya sangat Saya menyadari bahwa penulisan tugas ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan bantuan dan partisipasi teman sejawat untuk memberikan masukan dan saran guna mengharapkan bantuan dan partisipasi teman sejawat untuk memberikan masukan dan saran guna menyempurnakan tugas refarat ini di masa mendatang.

menyempurnakan tugas refarat ini di masa mendatang.

Akhir kata saya mengucapkan terimakasih yang sebesar 

Akhir kata saya mengucapkan terimakasih yang sebesar  –  –  besarnya atas perhatian danbesarnya atas perhatian dan dukungannya, semoga laporan kasus ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

dukungannya, semoga laporan kasus ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Binjai, Mei 2011 Binjai, Mei 2011

Penulis Penulis

(2)

BAB I

BAB I

(3)

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

I.1 Latar Belakang

Banyak orang mulai mengkhawatirkan kesehatan reproduksinya ketika mereka Banyak orang mulai mengkhawatirkan kesehatan reproduksinya ketika mereka kesulitan untuk hamil. Inseminasi Intrauterin ( IIU ), juga dikenal sebagai inseminasi buatan, kesulitan untuk hamil. Inseminasi Intrauterin ( IIU ), juga dikenal sebagai inseminasi buatan, merupakan salah satu kemajuan dunia kedokteran dalam bidang ketidaksuburan (infertilitas). merupakan salah satu kemajuan dunia kedokteran dalam bidang ketidaksuburan (infertilitas).

Proses inseminasi biasanya merupakan pilihan yang baik untuk membantu proses Proses inseminasi biasanya merupakan pilihan yang baik untuk membantu proses  pembuahan.

 pembuahan. Umumnya Umumnya inseminasi inseminasi dilakukan dilakukan apabila apabila terjadi terjadi masalah masalah pada pada sperma sperma misalnyamisalnya kelainan pada gerakan dan bentuk sperma. IIU dapat dilakukan pada infetilitas yang tidak  kelainan pada gerakan dan bentuk sperma. IIU dapat dilakukan pada infetilitas yang tidak  terjelaskan sebabnya, endometriosis ringan, gangguan ovulasi, gangguan faktor serviks terjelaskan sebabnya, endometriosis ringan, gangguan ovulasi, gangguan faktor serviks (adanya antibodi antisperma).

(adanya antibodi antisperma).

Inseminasi dapat dilakukan pada wanita yang paling sedikit satu saluran telur terbuka, Inseminasi dapat dilakukan pada wanita yang paling sedikit satu saluran telur terbuka, usia sebaiknya tidak lebih dari 40 tahun dan tidak ada gangguan anatomis berat pada rahim. usia sebaiknya tidak lebih dari 40 tahun dan tidak ada gangguan anatomis berat pada rahim. IUI ( intra Uterine Insemination ) atau sering kita menyebutkannya inseminasi buatan IUI ( intra Uterine Insemination ) atau sering kita menyebutkannya inseminasi buatan (artificial insemination) merupakan salah satu metode bantuan untuk mendapatkan keturunan. (artificial insemination) merupakan salah satu metode bantuan untuk mendapatkan keturunan. Ada juga metode lain yang dikenal sebagai IVF (

Ada juga metode lain yang dikenal sebagai IVF ( in vitro fertilizationin vitro fertilization ) atau orang biasa) atau orang biasa menyebutnya program bayi tabung.

menyebutnya program bayi tabung.

Sebab dokter mengharuskan program ini adalah : Sebab dokter mengharuskan program ini adalah :

-- Gangguan penyampaian sel-sel sperma ke dalam vagina karena kerusakan anatomiGangguan penyampaian sel-sel sperma ke dalam vagina karena kerusakan anatomi  pada

 pada penis penis atau atau vagina, vagina, disfungsi disfungsi seksual seksual pada pada pria/wanita, pria/wanita, atau atau ejakulasi ejakulasi retrogradretrograd (tertahan),

(tertahan),

-- Gangguan factor lendir dan leher rahim, dengan inseminasi sperma dikirim langsungGangguan factor lendir dan leher rahim, dengan inseminasi sperma dikirim langsung ke rahim tanpa menyentuh vagina,

(4)

-- Berkurangnya jumlah,bentuk, dan gerakan sel-sel seperma (oligoasthenozoospermia)Berkurangnya jumlah,bentuk, dan gerakan sel-sel seperma (oligoasthenozoospermia) tingkat sedang. Dengan insem, akan "memotong" perjalanan sel sperma melewati tingkat sedang. Dengan insem, akan "memotong" perjalanan sel sperma melewati organ reproduksi wanita. Namun keberhasilan inseminasi masih sangat ditentukan organ reproduksi wanita. Namun keberhasilan inseminasi masih sangat ditentukan oleh jumlah sperma (idealnya masih di atas 20jt/cc)

oleh jumlah sperma (idealnya masih di atas 20jt/cc)

-- Gangguan hormon seperti gangguan fase luteal atau sindroma LUF dan setelah dicobaGangguan hormon seperti gangguan fase luteal atau sindroma LUF dan setelah dicoba dengan pengobatan selama beberapa bulan tapi tidak berhasil,

dengan pengobatan selama beberapa bulan tapi tidak berhasil, -- Endometriosis minimal,Endometriosis minimal,

-- Infertilitas yang belum diketahui sebabnya.Infertilitas yang belum diketahui sebabnya.

I.2. Tujuan I.2. Tujuan

Ada pun tujuan dari penulisan refarat ini adalah sebagai tambahan pengetahuan Ada pun tujuan dari penulisan refarat ini adalah sebagai tambahan pengetahuan mengenai penelitian yaitu Inseminasi Intra Uterine. Serta sebagai tugas refarat KKS Obstetri mengenai penelitian yaitu Inseminasi Intra Uterine. Serta sebagai tugas refarat KKS Obstetri and Gynekologi RSUD Dr.RM.Djoelham Binjai.

and Gynekologi RSUD Dr.RM.Djoelham Binjai.

BAB II

BAB II

(5)

ISI

ISI

II.1. Definisi Inseminasi Intra Uterine

II.1. Definisi Inseminasi Intra Uterine

Inseminasi Intra Uterine adalah

Inseminasi Intra Uterine adalah  proses  proses menyemprotkan menyemprotkan sperma sperma secara secara artifisialartifisial kedalam saluran tuba saat sel telur keluar (ovulasi). Tindakan ini dilakukan pada wanita kedalam saluran tuba saat sel telur keluar (ovulasi). Tindakan ini dilakukan pada wanita dengan usia dibawah 45 tahun dengan berbagai penyebab infertilitas kecuali yang disebabkan dengan usia dibawah 45 tahun dengan berbagai penyebab infertilitas kecuali yang disebabkan oleh sumbatan tuba, kerusakan tuba yang berat, sel telur yang jelek secara kualitas dan oleh sumbatan tuba, kerusakan tuba yang berat, sel telur yang jelek secara kualitas dan kuantitas, gangguan infertilitas pria yang berat dan tentu saja belum menopause. Bagi yang kuantitas, gangguan infertilitas pria yang berat dan tentu saja belum menopause. Bagi yang tidak memenuhi syarat untuk IUI maka alternatifnya adalah

tidak memenuhi syarat untuk IUI maka alternatifnya adalah IVF ( = bayi tabung ).IVF ( = bayi tabung ).

Apabila setelah pemeriksaan dan pengobatan infertilitas masih belum berhasil juga. Apabila setelah pemeriksaan dan pengobatan infertilitas masih belum berhasil juga. Pasangan infertil bisa mengambil jalan adopsi atau melakukan rekayasa reproduksi yang Pasangan infertil bisa mengambil jalan adopsi atau melakukan rekayasa reproduksi yang merupakan pemecahan terakhir dari penanganan pasangan infertil. Beberapa macam rekayasa merupakan pemecahan terakhir dari penanganan pasangan infertil. Beberapa macam rekayasa reproduksi adalah :

reproduksi adalah :

1.

1. Inseminasi buatanInseminasi buatan: penaburan spermatozoa suami ke dalam saluran reproduksi: penaburan spermatozoa suami ke dalam saluran reproduksi istri. Ada 5 macam inseminasi yaitu:

istri. Ada 5 macam inseminasi yaitu: a.

a. Inseminasi intravaginalInseminasi intravaginal: spermatozoa disebarkan ke dalam liang vagina.: spermatozoa disebarkan ke dalam liang vagina.  b.

 b. Inseminasi paraservikalInseminasi paraservikal: spermatozoa ditaburkan ke dalam puncak kubah: spermatozoa ditaburkan ke dalam puncak kubah vagina yang disebut forniks. Bagian ini mengelilingi leher rahim sehingga vagina yang disebut forniks. Bagian ini mengelilingi leher rahim sehingga sangat dekat dengan mulut luar rahim (ostium uteri eksternum).

sangat dekat dengan mulut luar rahim (ostium uteri eksternum). c.

c. Inseminasi intraservikalInseminasi intraservikal: spermatozoa dimasukkan melalui mulut luar : spermatozoa dimasukkan melalui mulut luar  rahim dan ditempatkan di saluran leher rahim (kanal serviks).

rahim dan ditempatkan di saluran leher rahim (kanal serviks). d.

d. Inseminasi intrauterinInseminasi intrauterin: spermatozoa yang sudah terpilih dan tersaring: spermatozoa yang sudah terpilih dan tersaring dimasukkan melalui mulut luar rahim dan di tempatkan jauh ke dalam, dimasukkan melalui mulut luar rahim dan di tempatkan jauh ke dalam,

(6)

sehingga berada di dalam rongga rahim dekat dengan mulut dalam saluran sehingga berada di dalam rongga rahim dekat dengan mulut dalam saluran telur (ostium tuba internum).

telur (ostium tuba internum). e.

e. Inseminasi intraperitonealInseminasi intraperitoneal: spermatozoa yang sudah terpilih dan: spermatozoa yang sudah terpilih dan tersaring dimasukkan melalui tembusan di puncak kubah vagina langsung tersaring dimasukkan melalui tembusan di puncak kubah vagina langsung ke dalam rongga perut (rongga peritoneum).

ke dalam rongga perut (rongga peritoneum).

Prosedur ini hanya bisa dilakukan pada perempuan dengan tuba falopi terbuka, dan

Prosedur ini hanya bisa dilakukan pada perempuan dengan tuba falopi terbuka, dan

 biasanya

 biasanya dikombinasikan dikombinasikan dengan dengan beberapa beberapa bentuk bentuk stimulasi stimulasi rahim, rahim, seperti seperti InjectableInjectable

Gonadotropins. Ini semacam persiapan medis dari hormon-hormon yang diproduksi oleh otak 

Gonadotropins. Ini semacam persiapan medis dari hormon-hormon yang diproduksi oleh otak 

untuk menstimulasi rahim mempersiapkan telurnya untuk dilepaskan. Perawatan ini bisa

untuk menstimulasi rahim mempersiapkan telurnya untuk dilepaskan. Perawatan ini bisa

digunakan untuk menangani beberapa kasus ketidaksuburan yang tidak bisa dijelaskan, dan

digunakan untuk menangani beberapa kasus ketidaksuburan yang tidak bisa dijelaskan, dan

kasus jumlah sperma yang cenderung rendah.

kasus jumlah sperma yang cenderung rendah.

II.2 Hal-hal yang harus Dokter anjurkan :

II.2 Hal-hal yang harus Dokter anjurkan :

Dokter menemukan adanya gangguan fungsi reproduksi, yang meliputi hal-hal berikut: Dokter menemukan adanya gangguan fungsi reproduksi, yang meliputi hal-hal berikut:

1.

1. Gangguan penyampaian sel-sel sperma ke dalam vagina karena kerusakan anatomiGangguan penyampaian sel-sel sperma ke dalam vagina karena kerusakan anatomi  pada penis atau vagina, d

 pada penis atau vagina, disfungsi seksual pada pisfungsi seksual pada pria/wanita, atau ejakulasi rria/wanita, atau ejakulasi retrogradetrograd (tertahan),

(tertahan), 2.

2. Hasil uji pasca senggama yang buruk yaitu kemampuan sel-sel sperma untuk hidupHasil uji pasca senggama yang buruk yaitu kemampuan sel-sel sperma untuk hidup dan berenang di dalam cairan rahim wanita kurang baik,

dan berenang di dalam cairan rahim wanita kurang baik, 3.

3. Gangguan faktor lendir dan leher rahim, dengan inseminasi sperma dikirim langsungGangguan faktor lendir dan leher rahim, dengan inseminasi sperma dikirim langsung ke rahim tanpa menyentuh vagina,

ke rahim tanpa menyentuh vagina, 4.

4. Berkurangnya jumlah,bentuk, dan gerakan sel-sel sperma (oligoasthenozoospermia)Berkurangnya jumlah,bentuk, dan gerakan sel-sel sperma (oligoasthenozoospermia) tingkat sedang. Dengan inseminasi, akan "memotong" perjalanan sel sperma melewati tingkat sedang. Dengan inseminasi, akan "memotong" perjalanan sel sperma melewati

(7)

organ reproduksi

organ reproduksi wanita. Namun wanita. Namun keberhasilan inseminasi keberhasilan inseminasi masih sangat masih sangat ditentukanditentukan oleh jumlah sperma ( idealnya masih di atas 20jt/cc ) .

oleh jumlah sperma ( idealnya masih di atas 20jt/cc ) . 5.

5. Gangguan hormon seperti gangguan fase luteal atau sindroma LUF dan setelah dicobaGangguan hormon seperti gangguan fase luteal atau sindroma LUF dan setelah dicoba dengan pengobatan selama beberapa bulan tapi tidak berhasil,

dengan pengobatan selama beberapa bulan tapi tidak berhasil, 6.

6. Endometriosis minimal,Endometriosis minimal, 7.

7. Infertilitas yang belum diketahui sebabnya. Apa syaratnya :Infertilitas yang belum diketahui sebabnya. Apa syaratnya :

-Pasangan suami istri sah dengan usia istri tidak lebih dari 45 tahun ( tapi idealnya -Pasangan suami istri sah dengan usia istri tidak lebih dari 45 tahun ( tapi idealnya masih dibawah35 tahun yang lebih mudah berhasil )

masih dibawah35 tahun yang lebih mudah berhasil )

-Tidak ada kontraindikasi untuk hamil, reproduksi istri dapat merespon terhadap obat -Tidak ada kontraindikasi untuk hamil, reproduksi istri dapat merespon terhadap obat  pemicu ovulasi, kedua sal

 pemicu ovulasi, kedua saluran telur normal, bebas daruran telur normal, bebas dari infeksi TORCH, hepatitis,i infeksi TORCH, hepatitis, sifilis, dan HIV/AIDS.

sifilis, dan HIV/AIDS.

II.3. Prosedur Pelaksanaan

II.3. Prosedur Pelaksanaan

Pada istri, apa saja pemeriksaan awal sebelum tindakan? Pada istri, apa saja pemeriksaan awal sebelum tindakan? 1.

1. Data Data diri pasien, diri pasien, riwayat kehamilan, riwayat kehamilan, dan siklus dan siklus haid 6 haid 6 bulan terakhir.bulan terakhir. 2.

2. Pemeriksaan Pemeriksaan ginekologis, ginekologis, misalnya misalnya tidak tidak ada ada infeksi,infeksi, 3.

3. Pemeriksaan Pemeriksaan USG USG transvaginal.transvaginal. 4.

4. Pemeriksaan HSG untuk melihat keadaan sal telur dan Pemeriksaan HSG untuk melihat keadaan sal telur dan rahim ( HSG rahim ( HSG ini merupakan suatuini merupakan suatu  proses dimana istri berb

 proses dimana istri berbaring dan dimasuki searing dan dimasuki sebuah cairan kontras buah cairan kontras yang disemprotkan keyang disemprotkan ke rahim melalui vagina, dan beberapa menit kemudian dilihat di layar sinar X apakah ada rahim melalui vagina, dan beberapa menit kemudian dilihat di layar sinar X apakah ada  penyumbatan/tidak ) .

(8)

5.

5. Pemeriksaan hormonal untuk melihat FPemeriksaan hormonal untuk melihat FSH,LH, SH,LH, dan E2. dan E2. Namun biasanya ini dilakukanNamun biasanya ini dilakukan  pada wanita dengan siklu

 pada wanita dengan siklus haid tak teratur, amenorea, dan kus haid tak teratur, amenorea, dan kurang respon terhadrang respon terhadap obat2anap obat2an  pemicu ovulasi,

 pemicu ovulasi, 6.

6. Trial sounding ( sondase rahim ) Trial sounding ( sondase rahim ) untuk mengetahui arah panjang leher dan rongga rahim .untuk mengetahui arah panjang leher dan rongga rahim .

Bagaimana prosedur pelaksanaannya : Bagaimana prosedur pelaksanaannya :

1.

1. Pada istri diberi obat untuk memicu ovulasi.Pada istri diberi obat untuk memicu ovulasi. 2.

2. Pasangan suami istri normal hanya diberi klomifen sitrat ( serophene dll ) mulai hariPasangan suami istri normal hanya diberi klomifen sitrat ( serophene dll ) mulai hari ke3 - 5 menstruasi selama 5 hari,

ke3 - 5 menstruasi selama 5 hari, 3.

3. Pasangan suami istri dengan masalah seperti anovulasi atau gangguan hormon diberiPasangan suami istri dengan masalah seperti anovulasi atau gangguan hormon diberi HMG atau FSH untuk memicu perkembangan sel telur. Dosis ini umumnya diberikan HMG atau FSH untuk memicu perkembangan sel telur. Dosis ini umumnya diberikan  pada hari ke5 - 9. Pemeriksaan USG vaginal un

 pada hari ke5 - 9. Pemeriksaan USG vaginal untuk melihat perkembantuk melihat perkembangan folikel,gan folikel, 4.

4. Setelah dilihat dan sel telur ukurannya sudah mencapai minimal 18mm maka akanSetelah dilihat dan sel telur ukurannya sudah mencapai minimal 18mm maka akan diberikan suntikan HCG untuk memecah sel telur, ovulasi ( pecahnya folikel dan diberikan suntikan HCG untuk memecah sel telur, ovulasi ( pecahnya folikel dan mengeluarkan sel telur ) terjadi 36 - 42 jam setelah suntik HCG,

mengeluarkan sel telur ) terjadi 36 - 42 jam setelah suntik HCG, 5.

5. Tahap pelaksanaan yaitu pemasukan sel-sel sperma yang telah dicuci ke ronggaTahap pelaksanaan yaitu pemasukan sel-sel sperma yang telah dicuci ke rongga rahim. Dilakukan 36 jam setelah suntik HCG.

rahim. Dilakukan 36 jam setelah suntik HCG. 6.

6. Kehamilan bisa dilihat dari haid tidak pada siklus selanjutnya.Kehamilan bisa dilihat dari haid tidak pada siklus selanjutnya.

Pada suami, apa saja persiapan suami untuk program ini : Pada suami, apa saja persiapan suami untuk program ini :

(9)

- Sebelum inseminasi, suami diperiksa cairan spermanya untuk melihat apakah - Sebelum inseminasi, suami diperiksa cairan spermanya untuk melihat apakah memungkinkan untuk inseminasi.

memungkinkan untuk inseminasi.

- Pada hari perkiraan inseminasi suami harus menahan ejakulasi setidaknya 2-3 hari untuk  - Pada hari perkiraan inseminasi suami harus menahan ejakulasi setidaknya 2-3 hari untuk  mendapatkan jumlah dan kualitas yang baik pada sperma.

mendapatkan jumlah dan kualitas yang baik pada sperma.

- Minimal 2 jam sebelum inseminasi, cairan sperma sudah diberikan ke laboratorium untuk  - Minimal 2 jam sebelum inseminasi, cairan sperma sudah diberikan ke laboratorium untuk  dicuci. Disarankan untuk dikeluarkan di klinik infertile ( ada tempat khususnya ).

dicuci. Disarankan untuk dikeluarkan di klinik infertile ( ada tempat khususnya ).

II.4. Tehnik Pelaksanaan Inseminasi

II.4. Tehnik Pelaksanaan Inseminasi

1.

1. Pasien berbaring telentang di meja periksa khusus yang biasa periksa dalam atau ibuPasien berbaring telentang di meja periksa khusus yang biasa periksa dalam atau ibu hamil. Pasien tidur dengan posisi pinggang lebih tinggi dari badan dan kepala. Kaki hamil. Pasien tidur dengan posisi pinggang lebih tinggi dari badan dan kepala. Kaki dalam posisi terbuka dan tergantung pada penyangga kiri dan kanan,

dalam posisi terbuka dan tergantung pada penyangga kiri dan kanan, 2.

2. Dokter memasukkan speculum, yaitu alat untuk memeriksa bagian dalam yang terbuatDokter memasukkan speculum, yaitu alat untuk memeriksa bagian dalam yang terbuat dari logam/plastik ke dalam vagina sampai tampak mulut rahim,

dari logam/plastik ke dalam vagina sampai tampak mulut rahim, 3.

3. Sperma dimasukkan melalui kateter, lalu ujung kateter dimasukkan melalui mulutSperma dimasukkan melalui kateter, lalu ujung kateter dimasukkan melalui mulut rahim, saluran leher rahim, sampai ke rongga rahim secara hati-hati untuk 

rahim, saluran leher rahim, sampai ke rongga rahim secara hati-hati untuk  menghindari cedera lapisan rongga rahim,

menghindari cedera lapisan rongga rahim, 4.

4. Setelah ujung kateter berada di rongga rahim paling luas, sperma disemprotkan dariSetelah ujung kateter berada di rongga rahim paling luas, sperma disemprotkan dari dalam kateter. Lalu kateter yang telah kosong ditarik kembali,

dalam kateter. Lalu kateter yang telah kosong ditarik kembali, 5.

5. Pasien tetap berbaring dengan posisi sama selama kurang lebih 1 jam lalu pasienPasien tetap berbaring dengan posisi sama selama kurang lebih 1 jam lalu pasien diperbolehkan pulang ( lebih baik lagi kalau bed rest ).

(10)

II.5. Bagaimana tingkat keberhasilan :

II.5. Bagaimana tingkat keberhasilan :

Tingkat keberhasilan inseminasi hanya sekitar 10%. Jika gagal lebih baik tidak 

Tingkat keberhasilan inseminasi hanya sekitar 10%. Jika gagal lebih baik tidak 

diulang lebih dari 3x, karena menurut penelitian inseminasi selama 3x jika lebih akan tetap

diulang lebih dari 3x, karena menurut penelitian inseminasi selama 3x jika lebih akan tetap

memberikan kegagalan pada pelaksanaan selanjutnya. Oleh karena itu disarankan agar 

memberikan kegagalan pada pelaksanaan selanjutnya. Oleh karena itu disarankan agar 

melakukan program lain seperti IVF (bayi tabung).

melakukan program lain seperti IVF (bayi tabung).

Jadi bagaimana untuk sukses adalah IUI tidak diterangkan ketidaksuburan. Namun, Jadi bagaimana untuk sukses adalah IUI tidak diterangkan ketidaksuburan. Namun, ada beberapa faktor yang dapat mendongkrak tingkat keberhasilan. Itulah seimbang ada beberapa faktor yang dapat mendongkrak tingkat keberhasilan. Itulah seimbang mengingat bahwa proses ini tidak akan semua dan akhir dari semua perjalanan ke konsep. mengingat bahwa proses ini tidak akan semua dan akhir dari semua perjalanan ke konsep.

(11)

IUI hanya tersedia pilihan lain untuk tak diterangkan ketidaksuburan pasien dan jika IUI hanya tersedia pilihan lain untuk tak diterangkan ketidaksuburan pasien dan jika tidak berhasil, maka perlakuan metode lain akan dipertimbangkan. Tingkat keberhasilan tidak berhasil, maka perlakuan metode lain akan dipertimbangkan. Tingkat keberhasilan diletakkan pada umumnya adalah antara 5-10 persen yang rendah dengan angka standar tetapi diletakkan pada umumnya adalah antara 5-10 persen yang rendah dengan angka standar tetapi dalam istilah relatif, khususnya di mana ketidaksuburan khawatir, itu cukup tinggi untuk  dalam istilah relatif, khususnya di mana ketidaksuburan khawatir, itu cukup tinggi untuk  memberikan orang banyak berharap. Menyarankan beberapa laporan tingkat keberhasilan memberikan orang banyak berharap. Menyarankan beberapa laporan tingkat keberhasilan lebih dari 20 persen tetapi ini bersama incides dengan beberapa follicles. Sperma hitungan lebih dari 20 persen tetapi ini bersama incides dengan beberapa follicles. Sperma hitungan adalah faktor lain yang dapat menentukan hasil keseluruhan. Jumlah follicles memiliki adalah faktor lain yang dapat menentukan hasil keseluruhan. Jumlah follicles memiliki dampak,satu kantong akan menempatkan orang dalam satu digit kesempatan keberhasilan. dampak,satu kantong akan menempatkan orang dalam satu digit kesempatan keberhasilan.

(12)

Resiko dan biaya IUI

Resiko dan biaya IUI

F

Faktor risiko sekitar IUI tidak diterangkan untuk ketidaksuburan tidak hidup. Prosedur aktor risiko sekitar IUI tidak diterangkan untuk ketidaksuburan tidak hidup. Prosedur 

relatif sederhana dan ada risiko biasanya terkait dengan beberapa bentuk ketidaknyamanan relatif sederhana dan ada risiko biasanya terkait dengan beberapa bentuk ketidaknyamanan  bagi pasien.

 bagi pasien.

Infeksi dapat menjadi masalah jika sperma tidak benar disiapkan. Infeksi dapat menjadi masalah jika sperma tidak benar disiapkan. Biaya sangat bervariasi. dapat tergantung pada sejumlah persiapan dan menindak lanjuti Biaya sangat bervariasi. dapat tergantung pada sejumlah persiapan dan menindak lanjuti  pengobatan

 pengobatan yang dapyang dapat balon at balon ke dalke dalam empat am empat angka pangka pertengahan ertengahan rentang. rentang. Biaya dapBiaya dapat mulaiat mulai di sekitar $ 200. prosedur itu sendiri sebenarnya tidak mahal namun pada saat faktor lain di sekitar $ 200. prosedur itu sendiri sebenarnya tidak mahal namun pada saat faktor lain seperti ultra suara dan obat-obatan yang diperhitungkan maka harga dapat meningkat secara seperti ultra suara dan obat-obatan yang diperhitungkan maka harga dapat meningkat secara signifikan.

signifikan.

(13)

• Suksesnya IUI tergantung pada :Suksesnya IUI tergantung pada :

-- usia ibuusia ibu

-- lamanya infertlitas,lamanya infertlitas, --  penyebab infertili penyebab infertilitas,tas,

--  jumlah dan kualitas sp jumlah dan kualitas sperma hasil washing.erma hasil washing.

• Kehamilan semakin rendah pada keadaan-keadaan :Kehamilan semakin rendah pada keadaan-keadaan :

1. Usia wanita lebih dari 38 tahun. 1. Usia wanita lebih dari 38 tahun.

2. Wanita dengan cadangan ovum yang rendah. 2. Wanita dengan cadangan ovum yang rendah. 3. Kualitas mani yang jelek.

3. Kualitas mani yang jelek.

4. Wanita dengan endometriosis sedang sampai berat. 4. Wanita dengan endometriosis sedang sampai berat. 5. Wanita dengan kerusakan tuba falopii.

5. Wanita dengan kerusakan tuba falopii. 6. Infertilitas yang lebih dari 3 tahun 6. Infertilitas yang lebih dari 3 tahun..

•Inseminasi buatan bisa membantu kehamilan bila:Inseminasi buatan bisa membantu kehamilan bila:

- Istri memiliki alergi sperma - Istri memiliki alergi sperma

- Suami memiliki jumlah sperma sedikit atau kurang gesit - Suami memiliki jumlah sperma sedikit atau kurang gesit

(14)

- Sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui. - Sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui.

BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP III.1. Kesimpulan III.1. Kesimpulan 1.

1. Teknik reproduksi inseminasi atau Intra Uterine Insemination (IUI) adalah caraTeknik reproduksi inseminasi atau Intra Uterine Insemination (IUI) adalah cara

memasukkan sel-sel sperma yang telah dipreparasi ( pencucian sperma supaya lebih memasukkan sel-sel sperma yang telah dipreparasi ( pencucian sperma supaya lebih aktif spermanya ) langsung ke dalam rongga rahim dengan suatu kateter pada saat aktif spermanya ) langsung ke dalam rongga rahim dengan suatu kateter pada saat menjelang ovulasi (masa subur).

menjelang ovulasi (masa subur). 2.

2. Pria berejakulasi untuk inseminasi adalah Minimal 2 jam sebelum inseminasi, cairanPria berejakulasi untuk inseminasi adalah Minimal 2 jam sebelum inseminasi, cairan

sperma sudah diberikan ke laboratorium untuk dicuci. Disarankan untuk dikeluarkan sperma sudah diberikan ke laboratorium untuk dicuci. Disarankan untuk dikeluarkan di klinik infertile ( ada tempat khususnya ).

di klinik infertile ( ada tempat khususnya ). 3.

3. Prosedurnya dimulai denganProsedurnya dimulai dengan induksi ovulasiinduksi ovulasi pada wanita. Pada saat ovul pada wanita. Pada saat ovulasi terjadi,asi terjadi, sperma pada pria dikumpulkan dengan cara masturbasi setelah abstinen selama 2-5 sperma pada pria dikumpulkan dengan cara masturbasi setelah abstinen selama 2-5 hari. Sperma yang didapat lalu di proses ( spermal washing ) yang dapat diselesaikan hari. Sperma yang didapat lalu di proses ( spermal washing ) yang dapat diselesaikan dalam waktu antara 20-60 menit. Kemudian sperma disemprotkan kedalam rahim dalam waktu antara 20-60 menit. Kemudian sperma disemprotkan kedalam rahim yaitu ke saluran tuba dimana sel telurnya keluar (ovulasi).

yaitu ke saluran tuba dimana sel telurnya keluar (ovulasi). 4.

4. Tingkat keberhasilan inseminasi hanya sekitar 10%. Jika gagal lebih baik tidak Tingkat keberhasilan inseminasi hanya sekitar 10%. Jika gagal lebih baik tidak  diulang lebih dari 3x,

diulang lebih dari 3x, karena menurut penelitian inseminasi selama 3x karena menurut penelitian inseminasi selama 3x jika lebih akanjika lebih akan tetap memberikan kegagalan pada pelaksanaan selanjutnya. Oleh karena itu

tetap memberikan kegagalan pada pelaksanaan selanjutnya. Oleh karena itu disarankan agar melakukan program lain seperti IVF (bayi tabung).

(15)

III.2. Saran III.2. Saran

Inseminasi Intra Uterine ini adalah metode bantuan untuk mendapatkan keturunan. Inseminasi Intra Uterine ini adalah metode bantuan untuk mendapatkan keturunan. Biasanya metode ini dilakukan karena pasangan istri dan suami belum mendapatkan anak  Biasanya metode ini dilakukan karena pasangan istri dan suami belum mendapatkan anak  lebih 3 tahun,

lebih 3 tahun, inseminasi dilakukan selama 3x inseminasi dilakukan selama 3x jika lebih akan jika lebih akan tetap memberikan kegagalantetap memberikan kegagalan  pada pelaksanaan sel

 pada pelaksanaan selanjutnya. Oleh karena itu danjutnya. Oleh karena itu disarankan agar melakukan isarankan agar melakukan program lainprogram lain seperti IVF ( bayi tabung ).

(16)

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

1.

1. Intra Uterine InseminationIntra Uterine Insemination –  – Wikipedia, the free encyclopedia.2011.Wikipedia, the free encyclopedia.2011. Available at :

Available at : http://id.wikipedia.org/wiki/inseminasi_buatanhttp://id.wikipedia.org/wiki/inseminasi_buatan. accessed : 7 Januari 2011.. accessed : 7 Januari 2011. 2.

2. My My journey journey to to conceiving, conceiving, 2008. 2008. Available Available at at :: http://inginhamil.blogspot.com

http://inginhamil.blogspot.com/2008/06/intra_uterine_insemination_I/2008/06/intra_uterine_insemination_IUI.htmlUI.html.. accessed: juniaccessed: juni 2nd 2008.

2nd 2008. 3.

3. Belajar dari Belajar dari kehidupan_IUI/insemkehidupan_IUI/insemination,2010.ination,2010. Available at :

Available at : http://riadyani.multiply.com/journal/item/32/IUI_intra_Uterine_inseminationhttp://riadyani.multiply.com/journal/item/32/IUI_intra_Uterine_insemination 4.

4. Rawal,J.a.shah,strik.2Rawal,J.a.shah,strik.2000.insemination 000.insemination intrauterine.intrauterine.www.BMJ.comwww.BMJ.com 5.

5.  _______,  _______, 2008. 2008. Inseminasi Inseminasi Intra Intra Uterine.Uterine. http://www.drdidispog.com/2008/og/iui_intrahttp://www.drdidispog.com/2008/og/iui_intra uterine_inseminasi.html

uterine_inseminasi.html.. 6.

6. Raih Kehamilan dengan Inseminasi Intra Uterin.Raih Kehamilan dengan Inseminasi Intra Uterin. dr. Prima Progestian, SpOGdr. Prima Progestian, SpOG onon Thursday, 16 September 2010.

Thursday, 16 September 2010.

http://drprima.com/kandungan/raih-kehamilan-dengan-inseminasi-intra-uterin.html

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :