1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perusahaan Indeks LQ 45 adalah perusahaan yang paling likuid nilai kapitalisasi pasar sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan- perusahaan yang termasuk dalam indeks ini merupakan perusahaan yang difavoritkan investor dan trader untuk diakumulasi. Kinerjanya pada akhir tahun 2019 telah menguat 4,07 % lebih baik dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya 2,18% terdapat 15 perusahaan dari total 45 perusahaan di indeks ini yang mencatatkan kenaikan saham signifikan di atas 10% sampai penutupan perdagangan akhir 2019. Kenaikan positif harga saham dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah adanya kapitalis positif.
Kapitalis positif yang terjadi misalnya sentiment positif dari aksi korporasi dalam rangka ekpansi bisnis, pembagian deividen yang konsisten kepada para investor. Kinerja emiten juga menjadi pertimbangan untuk mendorong kinerja sahamnya, beberapa emiten dinilai memiliki prospek yang positif diantaranya perusahaan BBCA, BBRI, WIKA, TLKM.
Perusahaan indeks LQ 45 mengalami pelemahan terdapat 36 saham masih mencatat kinerja perusahaan negatif, saham yang sudah melemah yaitu PT PP Tbk (PTPP) sebesar 40,15%. Perusahaan yang mendorong melemahnya indeks LQ 45 yaitu dari saham saham sketor kontruksi mengalami penurunan 12,17%.
Penyebab dari melemahnya ini karena kenaikan nilai utang yang yang tingi
karena mengerjakan proeyk infrstrunktur. Kinerja keuangan merupakan suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Kinerja keuangan merupakan bentuk gambaran hasil ekonomi yang telah diperoleh suatu perusahaan pada periode tertentu melalui aktifitas-aktivitas perusahaan untuk menghasilkan keuntngansecara efketif dan efisikaen (Fahmi, 2015).
Terdapat beberapa ukuran yang dapat digunakan dalam mengukur dan melihat besarnya nilai perusahaan, yaitu price to book value ratio, price earning ratio, dan price/cash flow ratio. Price to book value merupakan salah satu indikator dalam menilai perusahaan. Price to book value menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Selain itu juga merupakan perbandingan dari harga suatu saham dengan nilai buku. Price to book value juga menunjukkan seberapa jauh sebuah perusahaan mampu menciptakan nilai perusahaan relative dengan jumlah modal yang diinvestasikan (Fred Weston dan Copeland, 1995). Dampaknya, semakin tinggi price to book value menunjukkan semakin berhasil perusahaan menciptakan nilai bagi pemegang saham (Nathaniel Sd, 2008).
Analisis fundamental merupakan analisis mengenai ekonomi, industri dan kondisi perusahaan untuk memperhitungkan nilai dari saham perusahaan.
Analisis fundamental mencoba memperkirakan harga saham dimasa yang akan datang dengan mengestimasi nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham dimasa yang akan datang dan menerapkan
hubungan variable variabel sehingga diperoleh taksiran harga saham (Tandelilin, 2010).
Analisis teknikal adalah teknik untuk memprediksi arah pergerakan harga saham dan indikator pasar saham lainnya berdasarkan pada data pasar historis (Tandelilin, 2010). Perbedaan antara analisis fundamental dan analisis teknikal terletak pada faktor yang mendasari dalam melakukan penilaian saham.
Analisis fundamental dilakukan berdasarkan faktor-faktor ekonomi dan industri yang mempengaruhi fundamental perusahaan. Analisis teknikal dilakukan berdasarkan trend harga saham dari satu waktu ke waktu lainnya.
Umumnya para investor menggunakan analisis teknikal sebagai cara untuk melakukan penilaian saham. Analisis fundamental jarang dilakukan oleh investor yang berinvestasi untuk jangka pendek. Analisis fundamental digunakan oleh para investor yang berinvestasi untuk jangka waktu panjang (Harwaningrum, 2016).
Isyarat atau signal adalah tindakan yang diambil perusahaan untuk memberi petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Sinyal-sinyal yang diberikan berupa informasi mengenai apa saja yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik yakni pemegang saham. Informasi ini penting bagi para investor dan para pelaku bisnis karena informasi tersebut menyajikan keterangan, catatan atau gambaran, baik untuk keadaaan masa lalu, saat ini, maupun masa depan bagi kelangsungan dan efeknya bagi perusahaan (Connelly et al., 2011).
Teori signal dikembangkan dalam ilmu ekonomi dan keuangan untuk memperhitungkan kenyataan bahwa orang dalam (insiders) perusahaan pada umumnya memiliki informasi yang lebih baik dan lebih cepat dibandingkan dengan investor luar. Oleh karena itu sebagai pengelola, manajer berkewajiban memberikan signal mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik. Bagi perusahaan yang akan go public nilai perusahaan dapat diindikasikan atau tersirat dari jumlah variabel yang melekat pada perusahaan tersebut (Connelly et al., 2011). Misalnya saja asset yang dimiliki perusahaan, keahlian manajemen mengelola perusahaan. Nilai perusahaan diartikan sebagai harga yang bersedia dibayar oleh calon investor seandainya suatu perusahaan akan dijual. Nilai perusahaan tercermin dari harga saham yang stabil dan dalam jangka panjang mengalami kenaikan. Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi pula nilai perusahaan.
Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang terkait erat dengan harga sahamnya (Sujoko dan Soebiantoro, 2007).
Dalam penelitian ini penulis meneliti beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Price to Book Value (PBV) yaitu Return On Total Asset (ROA), Total Asset Turnover (TATO), Debt To Equity Ratio (DER). Menurut Khairunnisa et al. (2019), melakukan penelitian tentang “Pengaruh Debt To Equity Ratio, Return On Assets, Assets Growth, Current Ratio, Dan Total
Assets Turnover Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” hasil penelitian ini menunjukkan DER berpengaruh positif terhadap PBV. ROA berpengaruh signifikan negatif terhadap PBV. Assets Growth berpengaruh signifikan positif terhadap PBV. CR tidak berpengaruh signifikan positif terhadap PBV. TATO berpengaruh positif dan signifikan terhadap PBV.
Menurut Dwi dan Kholiq (2018), melakukan penelitian tentang “Analisis Pengaruh Net Profit Margin, Return On Assets, Total Assets Turnover, Earning Per Share, Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada:
Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010- 2016)”. Hasil penelitian ini menunjukkan ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. TATO berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Earning per share berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. DER berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Menurut Astutik (2017), melakukan penelitian tentang “Pengaruh Aktivitas Rasio Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Industri Manufaktur)”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan industri manufaktur yang listing di BEI. CR berpengaruh negative namun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan industri manufaktur yang listing di BEI. SG berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan industri manufaktur yang listing di BEI. DER berpengaruh positif namun signifikan terhadap nilai perusahaan
industri manufaktur yang listing di BEI. TATO berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan industri manufaktur yang listing di BEI.
Menurut Misran dan Chabachib (2017), melakukan penelitian tentang
“Analisis Pengaruh Der Cr Dan Tato Terhadap Pbv Dengan Roa Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Perusahaan Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Pada BEI Tahun 2011 – 2014)”. Hasil penelitian menunjukkan Debt To Equity Ratio (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price to Book Value. Current Ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Price to Book Value. Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap. Return On Asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price to Book Value.
Menurut Yansi et al. (2016), melakukan penelitian tentang “Pengaruh Profitabilitas, Rasio Aktivitas, Keputusan Pendanaan Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2010-2014)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA berpengaruh terhadap nilai perusahaan (PBV). Bahwa TATO berpengaruh terhadap nilai perusahaan (PBV). Bahwa DER berpengaruh terhadap nilai perusahaan (PBV).
Menurut Utami dan Prasetiono (2016), melakukan penelitian tentang
“Analisis Pengaruh Tato, Wcto, Dan Der Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Roa Sebagai Variabel Intervening (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2009-2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh positif
terhadap Price to Book Value (PBV). Working Capital Turnover (WCTO) berpengaruh positif terhadap Price to Book Value (PBV). Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif terhadap Price to Book Value (PBV). Return On Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap Price to Book Value (PBV).
Hasil penelitian terdahulu mendapatkan hasil variable yang berbeda beda yang mengasilkan pengaruh terhadap nilai perusahaan, oleh sebab itu perlu dilakukan kembali mengenai analisis kinerja keuangan perusahaan yang dapat mempengaruhi penilaian perusahaan, maka dalam penelitian ini dapat dilakukan kembali analisis Return On Total Asset, Total Asset Turnover, Debt To Equity Ratio terhadap Price to Book Value.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah kinerja keuangan Return On Total Asset berpengaruh terhadap Price to Book Value?
2. Apakah kinerja keuangan Total Asset Turnover berpengaruh terhadap Price to Book Value?
3. Apakah kinerja keuangan Debt To Equity Ratio berpengaruh terhadap Price to Book Value?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah:
Membuktikan secara empiris, bahwa Return On Total Asset, Total Asset Turnover, Debt To Equity Ratio berpengaruh terhadap Price to Book Value.
2. Manfaat Penelitian
Manfaat Teoritis dalam penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi kalangan akademisi untuk mengembangkan dari penelitian terdahulu tentang pengaruh Return On Total Asset, Total Asset Turnover, Debt To Equity Ratio terhadap Price to Book Value. Manfaat praktis dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan sumber informasi, mengingat tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan, sehingga manajemen perusahaan harus mengelola aktivitas perusahaan dengan menggunakan tolak ukur pengaruh Return On Total Asset, Total Asset Turnover, Debt To Equity Ratio terhadap nilai perusahaan.