3. METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif menurut Moleong (2013) adalah penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pan- dangan, perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang. Karakteristik penelitian kualitatif adalah deskriptif. Ciri dari deskriptif adalah bahwa data yang dikupulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Data tersebut dapat berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dikumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya. Menurut Sugiyono (2013) penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain.
Dengan demikian, penelitian kualitatif deskriptif merupakan penelitian yang menggunakan metode wawancara dan / atau mendapatkan informasi melalui data- data yang berupa kata maupun gambar sehingga mampu memperoleh informasi secara mendalam terkait dengan variabel-variabel yang diteliti.
Penelitian ini akan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif untuk mengetahui dan membahas tentang perencanaan suksesi serta proses men- toring yang dilakukan pada perusahaan keluarga PT Karyawiyosa Abadi. Pe-
nelitian ini bisa dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif akan tetapi, penelitian ini tidak untuk menggambarkan suatu generalisasi dari suatu sampel terhadap populasinya ataupun menjelaskan pengaruh dari suatu variabel.
Hal tersebut menunjukkan bahwa jenis penelitian kualitatif deskriptif lebih sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan. Hal ini dikarenakan peneliti ingin men- dapatkan informasi ataupun data terkait dengan perencanaan suksesi serta proses mentoring secara lebih mendalam melalui wawancara.
3.2 Definisi Konseptual 3.2.1 Perusahaan Keluarga
Penelitian ini akan menggunakan definisi perusahaan keluarga dari Poza (2010) yaitu suatu perusahaan dengan anggota keluarga yang memiliki kontribusi secara aktif dalam perusahaan atau hanya sebagai pemegang saham.
3.2.2 Perencanaan Suksesi
Penelitian ini akan menggunakan definisi suksesi dari Aronoff (2003) yaitu proses perencanaan pengalihan kepemimpinan dari generasi ke generasi untuk memastikan keberlangsungan dari suatu perusahaan.
3.2.3 Elemen-Elemen dalam Perencanaan Suksesi
Dalam penelitian ini terdapat tiga elemen agar proses perencanaan suksesi dapat berjalan dengan efektif yang meliputi :
1. Tingkat persiapan penerus
Elemen ini terdiri dari pendidikan formal dari penerus, pengalaman bekerja di luar perusahaan dan motivasi untuk bergabung dengan per- usahaan keluarga.
2. Hubungan antara anggota keluarga dan bisnis
Elemen yang kedua ini terdiri dari komunikasi, kepercayaan, komit- men, serta nilai dan tradisi bersama yang ada di dalam keluarga.
3. Kegiatan perencanaan dan pengendalian
Pada elemen ketiga ini mencakup perencanaan yang akan dilakukan oleh perusahaan keluarga dalam jangka panjang.
3.2.4 Proses Mentoring
Pengertian mentoring adalah proses yang memungkinkan individu untuk berbagi pengalaman, pengetahuan dan keterampilan dengan individu lain dalam rangka memperoleh manfaat untuk pengembangan pribadi. Perencanaan suksesi yang sukses membutuhkan pendampingan atau mentoring kepada generasi be- rikutnya. Dalam penelitian ini akan membahas mengenai proses mentoring yang
dilakukan kepada suksesor. Proses mentoring itu sendiri mencakup kegiatan trans- fer pengetahuan yang terdiri dari :
1. Kompetensi terkait dengan industri
Seperti pengetahuan unik atau spesifik mengenai industri.
2. Kompetensi bisnis
Seperti metode operasi bisnis, produk dan jasa, menyelesaikan masalah dan konflik bisnis, dll.
3. Kompetensi kepemilikan
Seperti menjaga keseimbangan yang adil antara berbagai pemangku kepentingan, dan menambahkan nilai ekonomi untuk bisnis
Dalam proses mentoring tentunya juga terdapat tahapan agar mentoring yang dilakukan kepada suksesor dapat berhasil. Tahapan-tahapan tersebut antara lain :
1. Menetapkan kebutuhan belajar dan menyiapkan rencana pengem- bangan pribadi.
2. Mulai proses pembelajaran dengan memberikan kesempatan bagi suksesor untuk belajar secara mandiri.
3. Evaluasi mentoring.
3.3 Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah sumber utama data penelitian, yaitu yang memi- liki data mengenai variabel-variabel yang diteliti (Azwar, 2005). Pada penelitian ini yang dijadikan subjek dari penelitian adalah PT Karyawiyosa Abadi. Peru- sahaan ini dijadikan sebagai subjek penelitian karena PT Karyawiyosa Abadi merupakan sebuah perusahaan keluarga yang saat ini akan menghadapi suksesi kepemimpinan dari generasi pertama ke generasi kedua. Selain itu, PT Karya- wiyosa Abadi digunakan sebagai subjek penelitian karena adanya ketertarikan dengan proses perencanaan suksesi yang pertama kali dalam sejarah perusa- haannya. Proses suksesi yang berlangsung ini nantinya akan menjadi penentu keberlanjutan dari perusahaan keluarga.
3.4 Objek Penelitian
Menurut Sugiyono (2013) objek penelitian adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal ob- jektif, valid dan reliable tentang suatu hal (variabel tertentu). Pada penelitian ini, yang menjadi objek penelitian adalah elemen-elemen dalam proses perencanaan suksesi serta proses mentoring kepada suksesor di PT Karyawiyosa Abadi.
Perencanaan suksesi merupakan hal yang sangat penting karena dengan adanya perencanaan suksesi yang baik akan menjamin keberlangsungan dari perusahaan keluarga bagi generasi selanjutnya. Selain itu, untuk perencanaan suksesi yang sukses dibutuhkan pula proses mentoring kepada generasi berikutnya. Melalui proses mentoring suksesor dapat memperoleh pembelajaran mengenai perusahaan dan menerima evaluasi dari hasil pekerjaanya.
3.5 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Sumber data primer
Menurut Sugiyono (2013) sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sedangkan menurut Cooper & Schindler (2008) sumber data primer adalah data original dari hasil penelitian atau data asli yang tidak diinterpretasikan atau tidak terdapat opini di dalamnya yang meliputi memo, surat, dan wawancara dalam bentuk audio, video atau transkrip dengan format tertulis. Data primer yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah hasil transkrip wawancara dengan narasumber-narasumber PT Karya- wiyosa Abadi.
2. Sumber data sekunder
Menurut Sugiyono (2013), sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misal- nya lewat dokumen. Sedangkan menurut Cooper & Schindler (2008) sumber data sekunder juga didefinisikan sebagai interpretasi dari data primer, meliputi ensiklopedia, buku teks, majalah, artikel, surat kabar, dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini data sekunder yang digu-
nakan adalah berasal dari profil perusahaan, serta dokumen-dokumen lain, dan observasi pada PT Karyawiyosa Abadi yang dapat menunjang data primer.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan observasi.
1. Wawancara
Menurut Moleong (2013) wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan ini terjadi diantara dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwa- wancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
Menurut Esterberg (2002) dalam Sugiyono (2013) terdapat tiga jenis wawancara yaitu wawancara terstruktur, wawancara semiter- struktur, dan wawancara tidak terstruktur. Di dalam penelitian ini pe- neliti menggunakan teknik wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur untuk memperoleh informasi-informasi yang terkait dengan penelitian ini.
Wawancara terstruktur.
Wawancara ini dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada pihak in- forman.
Wawancara tidak terstruktur
Wawancara ini peneliti tidak menggunakan pedoman wawan- cara yang telah disusun. Wawancara ini tujuannya untuk men- dapatkan informasi yang lebih tentang informan.
Meskipun sebelumnya peneliti telah mempersiapkan pedoman wawan- cara, akan tetapi saat proses wawancara berlangsung akan memung- kinkan terdapat pertanyaan-pertanyan di luar pedoman wawancara tersebut yang berguna untuk memperdalam informasi yang diperoleh.
2. Observasi
Menurut Sugiyono (2013) observasi sebagai teknik pengambilan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lainnya. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan apabila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam, dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.
Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi secara langsung di PT Karyawiyosa Abadi untuk mengamati proses-proses yang terjadi.
Hasil dari observasi ini akan menjadi data sekunder dan mendukung bahwa informasi yang diperoleh merupakan kenyataan yang sebenar- nya.
3.7 Teknik Penetapan Narasumber
Menurut Sugiyono (2013) salah satu cara penetapan narasumber adalah dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel sumber datanya dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Yang dimaksud dengan pertimbangan tertentu misalnya orang tersebut dianggap paling mengetahui tentang informasi apa yang kita harapkan atau dia sebagai seorang pemimpin sehingga memudahkan peneliti untuk menjelajahi objek atau situasi sosial yang sedang diteliti. Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dikarenakan membutuhkan informasi secara mendalam dari sumber
yang paling memahami serta yang terkait dengan kegiatan penelitian.
Melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu narasumber yang dipilih dalam penelitian ini adalah :
1. Pendiri dari PT Karyawiyosa Abadi yang sekaligus sebagai pemimpin dari perusahaan keluarga tersebut. Beliau merupakan generasi pertama yang saat ini sedang mempersiapkan generasi kedua sebagai penerus perusahaan.
2. Putra dari pemimpin PT Karyawiyosa Abadi yang merupakan calon suksesor atau calon penerus dari perusahaan.
3. Salah satu karyawan dari PT Karyawiyosa Abadi yang telah bekerja minimal selama 15 tahun di perusahaan keluarga tersebut.
3.8 Teknik Analisis Data
Menurut Moleong (2013) teknik analisis data dilakukan dengan :
1. Menelaah seluruh data yang telah tersedia dari berbagai sumber. Pada tahap ini seluruh data yang diperoleh dari hasil wawancara dan ob- servasi dibaca serta dipelajari.
2. Reduksi Data
Reduksi data adalah satu upaya untuk membuat abstraksi. Abstraksi adalah usaha memuat rangkuman inti, proses dan pernyataan tetap sesuai dengan tujuan penelitian.
3. Kategorisasi
Kategorisasi berarti penyusunan kategori. Kategori tidak lain adalah salah satu tumpukan yang disusun atas dasar pemikiran, intuisi, pen- dapatan atau kriteria tertentu. Setelah melakukan wawancara dan ob- servasi, penulis mulai memberi kategori pada data-data yang sudah didapat kemudian disesuaikan dengan pokok penelitian.
4. Pemeriksaan keabsahan data
Di dalam suatu penelitian, pemeriksaan keabsahan data fungsinya un- tuk memastikan bahwa data-data penelitiannya benar-benar alamiah.
Menguji keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi, adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya.
5. Penafsiran data
Penafsiran data dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yang dilakukan dengan deskriptif analitik, yaitu rancangan dikembangkan dari kategori-kategori yang telah ditemukan dan mencari hubungan yang disarankan atau yang muncul dari data.
3.9 Uji Keabsahan Data
Menurut Sugiyono (2013) triangulasi merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada, sekaligus menguji kredibilitas dari data tersebut. Macam-macam tri- angulasi antara lain :
1. Triangulasi sumber 2. Triangulasi teknik 3. Triangulasi waktu
Dalam penelitian ini akan menggunakan teknik triangulasi sumber untuk uji keabsahan data. Menurut Sugiyono (2013) triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh me- lalui beberapa sumber. Data kemudian dideskripsikan dan dikategorisasikan se- hingga menghasilkan suatu kesimpulan.
Pemilihan teknik triangulasi sumber untuk uji keabsahan data dikarenakan agar dapat membandingkan hasil wawancara dari beberapa sudut pandang nara- sumber. Triangulasi sumber dilakukan dengan memeriksa dan membandingkan data hasil wawancara yang dilakukan pada PT Karyawiyosa Abadi. Hasil wa- wancara yang diperoleh melalui tiga orang narasumber di PT Karyawiyosa Abadi akan dibandingkan dan kemudian dideskripsikan dan dikategorisasikan sehingga menghasilkan suatu kesimpulan.