• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prediktor Stres Keluarga Akibat Anggota Keluarganya Dirawat di General Intensive Care Unit.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Prediktor Stres Keluarga Akibat Anggota Keluarganya Dirawat di General Intensive Care Unit."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

1

Prediktor

Stres

Keluarga

Akibat

Anggota

Keluarganya

Dirawat

di

General

Intensive

Care

Unit

ZaharaFarhan,1KusmanIbrahim,2AatSriati2

FakultasIlmuKesehatanUniversitasGaluh, 2FakultasIlmuKeperawatanUniversitasPadjadjaran

Abstrak

Terdapatanggotakeluargayangdirawatdiruangperawatanintensifmerupakansituasiyangdapatmemicustres padakeluarga.Faktoryangdapatmemicustrespadakeluargameliputi,perubahanlingkungan,aturanruangan perawatan, perubahan status emosi keluarga, perubahan peran keluarga, perubahan kehidupan sehari-hari, perubahanfinansial,sertasikappetugaskesehatandalampemberianinformasitentangkondisikesehatanpasien. Penelitian ini menggunakan rancangan potonglintang. Subjek penelitian sebanyak 60 orang yang mewakili keluargasaatanggotakeluarganyasedangdirawatdiGeneralIntensiveCareUnit(GICU)RumahSakitDr.Hasan Sadikin(RSHS)BandungperiodeMaret−Mei2012.Tekniksamplingyangdigunakanpadapenelitianini yaitu purposivesampling.Instrumenuntukmengukurprediktorstresdisusunberdasarkankajianteoridanmodifikasi instrumenbakufamilyinventoryliveevents,sedangkaninstrumenuntukmengukurstreskeluargamenggunakan DepressionAnxietyStressScale 42. Datadianalisismenggunakanujichi-kuadratdananalisisregresilogistik. Hasilpenelitianmenunjukkanfaktorperubahanlingkungan,aturandiruangperawatan,perubahanstatusemosi, danperubahankehidupansehari-harimemilikihubunganyangbermaknadenganterjadinyastres(nilaip berturut-turutsebesar0,01;0,04;dan0,03).Simpulan,tidakadasatupunprediktoryangpalingdominandiantaraenam prediktorstreskeluargayangdapatmemprediksiterjadinya stres.Diharapkanperawatmampumendeteksidini masalahpsikologiskeluargadiruang intensifdanlebih mengoptimalkantindakan supportive-educativedalam bentukpemberiankonselingkepadakeluarga.[MKB.2014;46(3):150–4]

Katakunci:Keluarga,prediktor,stres

Predictors

of

Stress

in

the

Family

whose

Family

Member

was

Treated

in

General

Intensive

Care

Unit

Abstract

Hospitalizationoffamilymemberinintensivecarecanbeatriggerofstressinthefamily.Severalfactorswhichcould createastressfulsituationinafamilyarechangesofenvironment,rulesintheward,changesoffamilyemotional status,changesoffamilymemberroles,changesofdailyactivities,changesinfinancialsituationandhealthcare workers'attitudewhengivinginformationonpatient’shealthstatus.Thisstudywasacross-sectionalstudy.The numberofsubjectsincludedinthisstudywere60representingfamilieswhosememberwashospitalizedinthe GeneralIntensiveCareUnit(GICU)ofDr.HasanSadikinGeneralHospital(RSHS)Bandungduringtheperiod ofMarchtoMay2012.Thesamplingtechniqueusedwaspurposivesampling.Theinstrumentusedtomeasure thestresspredictorswasdevelopedbasedontheoreticalreviewandmodificationoffamilyinventoryliveevents standardinstrument.Meanwhile,theinstrumentusedformeasuringthefamilystresswastheDepressionAnxiety StressScale42.Datawereanalyzedusingchi-squaretestandlogisticregression.Theresultsofthisstudyshowed environmentalchanges,rulesintheward,emotionalstatuschangesanddailyactivitychangessignificantlycorelated withstress(pvalue0.01,0.04and0.03,respectively).Inconclusion,noneofthe6familypredictorsdominantly predictsstress.Nursesareexpectedtodoearlydetectiononpsychologicalfamilyproblemsinintensivecareunitand optimizesupportive-educativetreatmentintheformofcounselingforfamilymembers.[MKB.2014;46(3):150–4]

Keywords:Family,predictors,stress

Korespondensi:ZaharaFarhan,S.Kep.,Ners.,M.Kep,FakultasIlmuKesehatanUniversitasGaluhCiamis,Jl.R.EMartadinata

No.150Ciamis, mobile081320102382,e-mail [email protected]

(4)

ZaharaFarhan:PrediktorStresKeluargaAkibatAnggotaKeluarganyaDirawatdiGeneralIntensiveCareUnit

Pendahuluan

Reaksiterhadapsituasiyangditimbulkankarena ada anggota keluarga yang dirawat di ruang perawatan intensif dapat memicu ketegangan dalamsistem keluarga karena dihadapkan pada kondisi ketidaknyamanan dan ketidakamanan. Keluargaakandipenuhidenganperasaanbersalah, disorientasi,kelelahan,keputusasaan,kemarahan, penolakan, dan juga ketakutan akan kehilangan anggota keluarga yang dicintainya yang dapat menyebabkankondisi ketidakseimbangandalam keluarga.1

Kondisiterdapatnyaketidakseimbanganyang terjadi dalamkeluarga oleh karenaada anggota keluarganya yang mengalami kondisi penyakit kritis dan membutuhkan perawatan di ruang perawatan intensif.2 Kondisi stres yang dialami oleh keluarga dapat menghambat kemampuan keluarga dalam memberikan dukungan kepada anggota keluarganya yang sedang dirawat di ruang perawatan intensif.3 Bila ada salah satu anggota keluarga dirawat di ruang perawatan intensifmerupakansituasiyangmengancamjiwa dandapatmemicustresberatpadakeluargayang dapatberlanjutpadakondisikelelahan,gangguan fisik,psikologis,sertaketidakberdayaankeluarga dalammenghadapikondisistrestersebut.4

Faktor-faktor yang dapat memicu stres pada keluarga sebagai respons ada anggota keluarga yangdirawatdiruangperawatanintensifmeliputi perubahanlingkungan,aturanruanganperawatan, perubahanperankeluarga,statusemosi keluarga danaktivitaspadakehidupansehari-harikeluarga, kemampuan pembiayaan (finansial) keluarga, serta sikap petugas kesehatan dalam pemberian informasi tentang kondisi kesehatan pasien di ruangperawatanintensif.5

Metode

Penelitianinidilakukanmenggunakanrancangan potonglintang.Populasi target dalampenelitian ini adalah keluarga yang anggota keluarganya dirawat di Ruang Perawatan Intensif Rumah Sakit Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung,sedangkanpopulasiterjangkauadalah keluargayangsaatpenelitianinidilakukandapat ditemuidiGeneralIntensiveCare Unit (GICU) ataudiruangtunggukeluarga.

Penentuan besarsampeldalam penelitian ini menggunakan cara perhitungan rule of thumb, besar sampelditentukan berdasarkan rasio 10:1 yang artinya untuk satu variabel independen minimal harus ada 10 sampel dengan jumlah yang dianjurkan adalah 10 kali jumlah variabel bebas.6 Berdasarkan rasio tersebut, maka besar

sampel dalampenelitian ini sebanyak 60 orang yangmewakilikeluargasaatanggotakeluarganya sedangdalamproses perawatandiGICURSHS BandungperiodeMaretsampaiMei2012.Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalahpurposivesampling.

Instrumen untuk mengukur prediktor stres disusunberdasarkan kajian teoridan modifikasi dariinstrumenbakufamilyinventoryliveevents, sedangkan instrumen untuk mengukur stres keluarga dengan memakai Depression Anxiety Stress Scale 42. Analisisdata dilakukan secara bertahap dari mulai analisis univariat, bivariat, danmultivariat.

Analisis univariat tiap prediktor stres yang dipergunakan dalam penelitian ini berdasarkan nilai rata-rata (mean) yang diperoleh melalui uji statistik. Setelah diperoleh nilai rata-rata, selanjutnyatiapprediktortersebutdikategorikan mendukung (favorable) dan tidak mendukung (unfavorable). Analisis bivariat dilaksanakan dengan mempergunakan uji chi-kuadrat antara tiap variabel independen (prediktor stres) dan variabel dependen yaitu stres keluarga yang didasarkankarakteristikdatayangdihasilkandari tiap variabel, datayang dihasilkan dari variabel independen dan dependen berupa data nominal (kategorik).

Analisis multivariatdilakukan menggunakan analisisregresi logistikuntukdapat mengetahui prediktormana yang paling besar hubungannya ataupalingdominandalammemprediksivariabel dependen.7 Pengujian interaksi ditentukan dari kemaknaanujistatistik,bilavariabelmempunyai nilaibermakna, makavariabel interaksipenting untukdimasukkan ke dalam model untukdapat memprediksivariabelstreskeluarga(dependen).

Hasil

Hasilpenelitianinimenunjukkanprediktorsikap petugas kesehatan dalam pemberian informasi memilikiskorrata-rata7,22palingtinggidaripada kelimaprediktoryanglainnya.Keadaaninidapat dikatakanbahwasikappetugaskesehatandalam pemberian informasi tentang kondisi kesehatan pasien memberikan prediksi yang besar untuk terjadistrespadakeluargadibandingkandengan ke-5prediktorlainnya.

(5)

informasi

7,22

2,47

0−8,33

0,52

0,50

0−1

informasi

7,22

2,47

0−8,33

0,52

0,50

0−1

(StrespadaKeluarga)

Frekuensi

%

ZaharaFarhan:PrediktorStresKeluargaAkibatAnggotaKeluarganyaDirawatdiGeneralIntensiveCareUnit

Tabel1SkorPrediktorStresRata-ratapadaKeluarga

PrediktorStres Mean StandarDeviasi Minimum−Maksimum

Perubahanlingkungandanaturanruangan

Perubahanstatusemosi 0,63 0,49 0−1

Perubahanperan 5,47 1,51 0−6,67

Perubahankehidupansehari–hari 4,11 1,52 0−5

Perubahankemampuanfinansial 4,69 2,52 0−6,67

Sikappetugaskesehatandalampemberian

oleh keluarga, tanggungan biaya perawatan, lamanyahariperawatanpasien,dantugas sehari-hari keluarga terganggu selama pasien dirawat di GeneralIntensive CareUnit (GICU) Rumah SakitRumahSakitDr.HasanSadikinBandung.

Hasil penelitian menunjukkan tiga prediktor yangmemilikihubunganyangbermaknadengan stres pada keluarga saat anggota keluarganya dirawat di GICU antara lain perubahan pada lingkungan dan juga aturan di ruang perawatan (p= 0,01), perubahan status emosi (p= 0,04), dan perubahan kehidupan sehari-hari (p= 0,03). Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak ada satu prediktor pun yang lebih dominan untuk memprediksiterjadinyastrespadakeluarga saat anggota keluarganya dirawat di GICU RSHS Bandung.

Hal ini dapat dilihat dari nilai wald seluruh prediktoryangmempunyainilai0,000.Darihasil uji regresi logistik di atas, prediktor perubahan finansial memiliki peluang 10 kali lebih besar untuk menyebabkan stres pada keluarga saat anggota keluarganya dirawat di ruang General IntensiveCareUnit(GICU)RumahSakitRumah SakitDr.HasanSadikin(RSHS)Bandung.Halini dapatdilihatdarinilaiexponen(B)padaprediktor perubahan finansial yang mempunyai nilai 10. Hasil uji regresi logistik prediktor perubahan lingkungan danaturanruangan perawatandapat memprediksiterjadi strespada keluarga sebesar

Tabel2DistribusiFrekuensiTingkatStres padaKeluarga

VariabelDependen

Normal 0 0

Ringan 1 2

Sedang 2 3

Berat 0 0

Sangatberat 57 95

152

66% (nilai R20,66) saat anggota keluarganya dirawat di ruang General Intensive Care Unit (GICU) Rumah Sakit Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin(RSHS)Bandung.

Pembahasan

Sikap para petugas kesehatan dalampemberian informasi kondisi kesehatanpasienmemberikan prediksi yang besar untukterjadinya stres pada keluargabiladibandingkandenganlimaprediktor lainnya.Faktoryangkemungkinanmenyebabkan kondisi tersebut adalah terputusnya komunikasi antaranggota keluarga terhadap informasi yang telah diberikan oleh perawat tentang kondisi kesehatan pasien sehingga dapat menimbulkan kebingunganpadakeluargaitu.Keadaantersebut disebabkan oleh aktivitas/pekerjaan sehari-hari keluarga yang tidak dapat ditinggalkan karena paling tinggi keluarga bekerja sebagai pegawai negerisipil(PNS)danwiraswasta.8

Keluargayang mengalami stres sangat berat dapat disebabkan oleh karena faktor pencetus yang dapatmengaktifkan stressepertiinformasi yang didapatkan oleh keluarga tidak adekuat, tanggungansemuabiayaperawatanataupunbiaya hidupsehari-harikeluargasaatmenunggupasien, lamanyahariperawatanpasien,danterganggunya tugassehari-hariataupekerjaankeluargaselama pasien dirawat di General Intensive Care Unit (GICU). Kompleksnya masalah yang terjadi di dalamkeluargamampu mengakibatkanmasalah psikososial, baik pada anggota keluarga yang sakit maupun pada sistem dan fungsi keluarga secarakeseluruhan8.

Masalahpsikososialyangmungkinterjadipada keluarga dapat terlihat dari respons ketegangan saat keluargadiberikanpenjelasantentang cara-cara pengisian kuesioner yang dimanifestasikan denganraut muka yangtegang, frekuensinapas dandenyutnadi yangcepat, keduatanganyang gemetaran,danjugabanyaknyapertanyaanyang

(6)

Prediktor

KategoriStres

p

informasi

0,53

PrediktorStres

Wald

Exp(B)

NagelkerkeR

perawatan

,000

,673

0,66

informasi

,000

1,000

ZaharaFarhan:PrediktorStresKeluargaAkibatAnggotaKeluarganyaDirawatdiGeneralIntensiveCareUnit

Tabel 3 Hubungan Berbagai Prediktor denganStrespadaKeluarga

Ringan-Sedang SangatBerat

Perubahanlingkungandanaturanruangan

Mendukung 0 31

Tidakmendukung 3 26

Perubahanstatusemosi 0,04*

Mendukung 0 38

Tidakmendukung 3 19

Perubahanperan 0,55

Mendukung 1 27

Tidakmendukung 2 30

Perubahankehidupansehari-hari 0,03*

Mendukung 0 41

Tidakmendukung 3 16

Perubahanfinansial 0,58

Mendukung 2 43

Tidakmendukung 1 14

Sikappetugaskesehatandalampemberian

Mendukung 2 45

Tidakmendukung 1 12

Keterangan:*Variabelyangmempunyaihubungandenganvariabeldependen,ujichi-kuadrat

diungkapkan keluargakepada peneliti.Menurut Friedman8akumulasi stresor dalam kehidupan keluarga memberikan perkiraan jumlah stres yangdialamikeluargadanmemengaruhipersepsi keluargadalammenghadapistresoraktual.

Stresyangdialamikeluargaakibatperubahan lingkungandanaturanruanganperawatanintensif sesuaidenganhasilpenelitianyangdikemukakan olehWilliams9yangtelahmengungkapkanbahwa

kebijakantentangwaktukunjunganyangterbatas di ruang perawatan intensif merupakan sumber stresyangsignifikanyangdapatmemicuberbagai gejala psikologis yang negatif pada keluarga. Stresyangdialamiolehkeluargaakibatperubahan statusemosisaatanggotakeluarganyadirawatdi ruangperawatan intensifdapat disebabkan oleh kekhawatiran dan ketakutan keluarga terhadap kehilangananggota keluarganya. Hal ini sesuai

Tabel4UjiRegresiLogistikKeseluruhanPrediktordenganStresKeluarga

Square(R2)

Perubahanlingkungandanaturanruangan

Perubahanstatusemosi ,000 ,000

Perubahanperan ,000 1,000

Perubahankehidupansehari-hari ,000 ,000

Perubahanfinansial ,000 10,000

Sikappetugaskesehatandalampemberian

(7)

denganhasilpenelitian yang dikemukakanoleh LeedanLau3yangmengungkapkankeluargayang anggotakeluarganyadirawatdiruangperawatan intensifberada di bawah tekanan yang ekstrem dan keluarga cenderung mengalami perasaan cemas,depresi,putusasa,takut,dankelelahan.

Stres yang dialami oleh keluarga akibat perubahan kehidupan sehari-hari saat anggota keluarganyadirawatdiruangperawatanintensif dapat disebabkan keterbatasan waktu keluarga dalampemenuhankehidupansehari-hari,seperti kebutuhan istirahat tidur, kebutuhan nutrisi, pekerjaan, dan tugas-tugas keluarga yang lain. Keadaan ini sesuai dengan pendapat Kotkamp-Mothes dkk.,10 yang mengemukakan bahwa ketika keluarga berhadapan dengan stres akibat anggota keluarganya dirawat, tugas keluarga yanglainharustetapterpenuhi.Kondisiinidapat berpengaruhpadapemenuhankebutuhan sehari-harikeluargayangberdampakpadapeningkatan bebankeluarga menghadapikondisistresdalam sistemkeluarga.

Peningkatanbebankeluargadipengaruhioleh tingginyabebanpembiayaankeluargayangterbagi dua yaitu beban untuk memenuhi kebutuhan sehari-harikeluarga dan bebanbiaya perawatan pasien terutama tindakan atau pengobatan yang tidak ditanggungoleh pemerintah atauasuransi kesehatan.Biayaperawatandanjugapengobatan pasien yang tinggi serta lamanya hari rawat pasien diruang perawatan intensif berpengaruh juga padabiaya kehidupan sehari-hari keluarga secarakeseluruhan.

Hasilpenelitianinitidak sesuaidenganhasil penelitian yang dilakukan oleh Williams9yang mengemukakan bahwa lingkungan perawatan yang dipenuhi dengan peralatan berteknologi tinggi disertai dengan suara asing (alarm) dari peralatan yang terpasang pada tubuh pasien yang tinggi serta keterbatasan waktu dan juga kesempatan keluarga untuk berinteraksi dengan pasien merupakan sumber stres yang signifikan padakeluargasehinggadapat memicustresdan menimbulkangejalapsikologisyangnegatifpada keluarga.

(8)

Daftar

Pustaka

1. Verhaeghe ST, van Zuuren FJ, Defloor T, Duijnstee MS, Grypdonck MH. How does informationinfluencehopeinfamilymembers oftraumatic comapatients inintensivecare unit?JClinNurs.2007;16:1488–97.

2. Leon AM, Knapp S. Involving family systems in critical care nursing: challenges and opportunities. Dimens Crit Care Nurs. 2008;27(6):255–62.

3. Lee LYK, Lau YL. Immediate needs of adult family members of adult intensive care patients in Hong Kong. J Clin Nurs. 2003;12:490–500.

4. MaxwellKE,StunekelDS,SaylorC.Needs offamilymembersofcriticalyillpatients:a comparisonofnurseandfamilyperceptions. HeartLung.2007;36:367–76.

5. Bond AE, Draeger CRL, Mandleco B,

Donnelly M. Needs of family members of patients with severe traumatic brain injury: implications for evidence-based practice. CritCareNurs.2003;23(4):63−72.

6. Dahlan MS. Besar sampel untuk desain khusus. Dalam: Aklia S, penyunting. Besar sampeldancarapengambilansampeldalam penelitian kedokteran dan kesehatan. Seri evidence based medicine 2. Edisi ke-3. Jakarta:SalembaMedika;2010.hlm.81−115. 7. RoseSL,SheltonW.Theroleofsocialwork in the ICU: reducing family distress and facilitating end-of-life decision-making. J SocWorkEndLifePalliatCare.2006;2(2):3– 23.

8. Friedman MM. Stres, koping, dan adaptasi keluarga. Dalam: Hamid AY, Sutarna A, Subekti NB, Yulianti D, Herdina N, penyunting.Bukuajarkeperawatankeluarga: riset, teori,dan praktik. Edisi ke-5. Jakarta: EGC;2010.hlm.427−71.

9. Williams CM. The identification of family members ‘contribution to patients’ care in theintensivecareunit:anaturalisticinquiry. NursCritCare.2005;10(1):6–14.

10. Kotkamps-MothesN,SlawinskyD,

Hindermann S, Strauss B. Coping and psychological well being in families of elderly cancer patients. Crit Rev Oncol Hematol.2005;55:213–29.

Gambar

Tabel 4 Uji Regresi Logistik Keseluruhan Prediktor dengan Stres Keluarga

Referensi

Dokumen terkait

Faktor1faktor risiko kecemasan pada keluarga klien yang dirawat di ruang perawatan intensif adalah jenis kekerabatan dengan klien, tingkat pendidikan, tipe perawatan

Diketahuinya hubungan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping keluarga pada keluarga yang anggota keluarga dirawat dengan penyakit jantung koroner di CVCU RSUP DR.

Distribusi frekuensi tingkat kecemasan keluarga yang anggota keluarganya dirawat dengan penyakit

Neonatal Intesive Care Unit (NICU) merupakan suatu unit perawatan intensif untuk bayi yang baru lahir usia 0 sampai 28 hari yang memerlukan perawatan khusus seperti

Penelitian ini menggunakana metode penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat stres keluarga merawat anggota keluarga yang menderita stroke di Poli

Pengaruh Pengalaman terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien yang dirawat di Unit Perawatan Kritis Berdasarkan uji statistik Spearman Rank Correlation nilai p yang diperoleh

v HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN RESILIENSI KELUARGA PASIEN YANG DIRAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT ICU Tasya Putri Herisyhalina Abstrak Resiliensi adalah suatu proses

Tasya Putri Herisyhalina, 2023 67 HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN RESILIENSI KELUARGA PASIEN YANG DIRAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT ICU UPN Veteran Jakarta, Fakultas Ilmu