• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN MEDIA BLACKBOARD BERPETAK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN PECAHAN BIASA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGGUNAAN MEDIA BLACKBOARD BERPETAK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN PECAHAN BIASA."

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN MEDIA BLACKBOARD BERPETAK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN PECAHAN BIASA

(Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IV SD Negeri Cisalasih Lembang Kabupaten Bandung Barat)

SKRIPSI

diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh

Listia Ardiani NIM 1003574

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PEDAGOGIK

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2014

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

PENGGUNAAN MEDIA BLACKBOARD BERPETAK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN PECAHAN BIASA

(Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IV SD Negeri Cisalasih Lembang Kabupaten Bandung Barat)

Oleh

LISTIA ARDIANI

1003574

DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH : Pembimbing I

Dr. Y. Suyitno, M. Pd. NIP. 195009081981011001

Pembimbing II

Dr. Sufyani Prabawanto, M. Ed. NIP.196008301986031003

Diketahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

(3)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “PENGGUNAAN MEDIA

BLACKBOARD BERPETAK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN

KONSEP PADA MATERI OPERASI PENJUMLAHAN DAN

PENGURANGAN BILANGAN PECAHAN BIASA” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan tersebut, saya siap menanggung resiko/sanksi apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

Bandung, Juli 2014 Yang membuat pernyataan

Listia Ardiani

(4)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI

PERNYATAAN

ABSTRAK ... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. KATA PENGANTAR ... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.

DAFTAR ISI ... 1

DAFTAR TABEL ... 2

DAFTAR GAMBAR ... 3

DAFTAR LAMPIRAN ... 4 BAB I PENDAHULUAN ... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. A. Latar Belakang ... Error! Bookmark not defined. B. Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined. C. Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined. D. Manfaat Penelitian ... Error! Bookmark not defined. E. Hipotesis Tindakan ... Error! Bookmark not defined. F. Definisi Operasional ... Error! Bookmark not defined. BAB II KAJIAN TEORI ... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.

A. Pembelajaran Matematika di Sekolah DasarError! Bookmark not defined. B. Media Pembelajaran Blackboard BerpetakError! Bookmark not defined. C. Pemahaman Konsep ... Error! Bookmark not defined. D. Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa ... Error!

Bookmark not defined.

BAB III METODOLOGI PENELITIANERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. A. Metode Penelitian... Error! Bookmark not defined. B. Model Penelitian ... Error! Bookmark not defined. C. Lokasi Dan Subjek Penelitian ... Error! Bookmark not defined. D. Prosedur Penelitian ... Error! Bookmark not defined. E. Instrumen Penelitian ... Error! Bookmark not defined. F. Pengumpulan Data dan Analisis Data ... Error! Bookmark not defined. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.

(5)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI ...ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.

A. Simpulan ... Error! Bookmark not defined. B. Rekomendasi ... Error! Bookmark not defined. DAFTAR PUSTAKA ... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Ketuntasan Belajar Siswa...31

Tabel 3. 2 Interpretasi Indeks Gain ...32

Tabel 4.1 Rubrik Penskoran Jawaban Siswa pada Tes Akhir Siklus I...37

Tabel 4. 2 Ketuntasan Belajar Siswa pada Siklus I ...40

Tabel 4. 3 Ketuntasan Belajar Siswa pada Siklus II...48

Tabel 4. 4 Rata - Rata Skor Siswa Tiap Siklus...51

Tabel 4. 5 Data Indeks Gain ...55

Tabel 4. 6 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I...55

Tabel 4. 7 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I...56

Tabel 4. 8 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II...58

(6)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1Bagan Komponen Sistem Pembelajaran ...12

Gambar 3.1Diagram Siklus Pelaksanaan Tindakan Kelas ...25

Gambar 4.1Contoh Hasil Pekerjaan Siswa pada Tes Akhir Siklus I ...41

Gambar 4.2Contoh Hasil Pekerjaan Siswa pada Tes Akhir Siklus I ...42

Gambar 4.3Contoh Hasil Pekerjaan Siswa pada Tes Akhir Siklus I ...43

Gambar 4. 4Contoh Hasil Pekerjaan Siswa pada Tes Akhir Siklus I ...43

Gambar 4. 5Contoh Hasil Pekerjaan Siswa yang Benar...44

Gambar 4. 6Contoh hasil pekerjaan siswa siklus II ...50

Gambar 4. 7Diagram Batang Rata - Rata Skor Siswa Tiap Siklus...52

(7)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A

RPP Siklus I...1

Lembar Kerja Siswa Siklus I...7

Lembar Evaluasi Siklus I...10

Lembar Observasi Siklus I...12

RPP Siklus II...16

Lembar Kerja Siswa Siklus II...22

Lembar Evaluasi Siklus II...25

Lembar Observasi Siklus II...27

LAMPIRAN B Hasil Lembar Evaluasi Siklus I...31

Hasil Lembar Evaluasi Siklus II...43

Hasil Lembar Kerja Siswa Siklus I...55

Hasil Lembar Kerja Siswa Siklus II...61

Hasil Observasi Siklus I...73

(8)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Hasil Evaluasi Siklus I...81

Hasil Evaluasi Siklus I...82

LAMPIRAN C Surat Izin Mengadakan Penelitian Fakultas...83

Surat Izin Mengadakan Penelitian Kabupaten...84

Surat Pengangkatan Pembimbing Skripsi...85

Surat Keterangan dari Sekolah...86

Kartu Bimbingan Skripsi Dosen Pembimbing 1...87

Kartu Bimbingan Skripsi Dosen Pembimbing 2...88

(9)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK

PENGGUNAAN MEDIA BLACKBOARD BERPETAK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN PECAHAN BIASA

Listia ardiani 1003574

Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar. Matematika merupakan ilmu yang bersifat deduktif dan juga ilmu yang bersifat abstrak. Matematika yang bersifat deduktif dan juga bersifat abstrak tersebut harus diajarkan pada anak sekolah dasar. Disisi lain, anak Sekolah Dasar belum dapat berpikir secara formal dan berada pada tahap operasi konkret. Maka dari itu perlu adanya suatu yang menjembatani antara karakteristik anak dengan karakteristik matematika tersebut. Materi yang sulit dipelajari pada anak Sekolah Dasar salah satunya adalah materi operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa. Dengan media blackboard berpetak diharapkan pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik disesuaikan dengan cara berpikir anak. Pada penelitian ini, kemampuan yang akan peneliti ukur adalah pemahaman konsep siswa terhadap materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa. Karena materi disini merupakan konsep yang berkembang dari konsep dasar. Konsep dasar yang telah mereka pelajari pada tahap penanaman konsep merupakan suatu materi prasyarat untuk materi yang akan diajarkan pada tahap pemahaman konsep. Materi prasyarat untuk materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa seperti bilangan pecahan, konsep penjumlahan, konsep pengurangan, dll. Kelas yang digunakan sebagai subjek penelitian adalah kelas IV, SDN Cisalasih, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Dimana terdapat peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari hasil test siswa yang menujukan peningkatan dari tes siklus I ke tes siklus II. Meningkatnya hasil tes siswa, maka meningkat pula pemahaman konsep siswa terhadap materi. Dengan begitu, jika penggunaan media blackboard berpetak ini digunakan dengan tepat, maka dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa.

(10)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRACT

USE OF TERRACED BLACKBOARD TO IMPROVE CONCEPT UNDERSTANDING IN OPERATION OF ADDITION AND SUBTRACTION

OF FRACTIONS ORDINARY Listia ardiani

1003574

Mathematics as one of the subjects taught in primary schools. Mathematics is a science that is both deductive and abstract science. Mathematics that is deductive and also the abstract should be taught in elementary school children. On the other hand, elementary school children have not been able to think formally and at the concrete operations stage. Trush the need for a bridge thing among the characteristics of children with mathematical characteristics. The material is difficult to learn the children one of them is matter of operation of additon and subtraction of fractions ordinary. By using terraced blackboard it is expected that the learning can be delivered by either in accordance with the child’s way of thingking. In this research, investigatigators will measure is concept understanding ability of students of operation of addition and subtraction of fractions ordinary. Because the material here as evolving concept from basic concept. Basic concept they have learned at concept planting stage is a prerequisite material to the material being taught at concept planting stage. Material preconditions to opation of addition and subtraction of fractions ordinary like fractions, additional concept, subtraction concept, etc. Classes are used as research subject is IV class, Cisalasih Elementary School,

Lembang Subdistrict, West Bandung District. This research was conducted in two cycle. There is increased from I cycle to II cycle. It can be seen from the test results of students who showed improvement of the I cycle test to II cycle test. Increased students test results, so also increase student’s concept understanding of the material. With so, if use this terraced blckboard used appropriately it can improve student’s concept understanding in operation of addition and subtraction of fractions ordinary.

(11)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Untuk menjalani kehidupan, pendidikan merupakan hal yang dianggap wajib bagi setiap manusia yang ada di muka bumi ini karena pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Arti pendidikan itu sendiri sangat beragam tergantung dilihat dari sudut mana pendidikan itu didefinisikan. Didalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 (dalam Sub Koordinator MKDP Landasan Pendidikan, 2010, hlm. 26) disebutkan bahwa

Pendidikan adalah usaha sadar dan berencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Wahyudin (2008, hlm. 1.1) mengemukakan bahwa “pendidikan adalah

humanisasi, yaitu upaya memanusiakan manusia atau upaya membantu manusia agar mampu mewujudkan diri sesuai dengan martabat kemanusiaannya.” Sedangkan Somarya dan Nuryani dalam bukunya Landasana Pendidikan (2010) mengemukakan pendidikan secara luas : pendidikan itu hidup, pengalaman hidup selama kehidupan itu berlangsung, dan segala hal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan seorang individu. Sedangkan secara sempit pendidikan itu merupakan kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di lingkungan pendidikan yang formal (sekolah). Dapat disimpulkan bahwa pendidikan secara umum mempunyai arti: suatu proses dalam kehidupan manusia untuk mengembangkan diri untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupannya sehingga menjadi individu yang terdidik.

(12)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

merupakan pendidikan awal seseorang yang akan mempengaruhi terbentuknya kepribadian seseorang di masa depan. Selain itu, pendidikan dasar juga berperan dalam peningkatan sumber daya manusia, karena pendidikan dasar akan membekali individu dalam mengembangkan keterampilan dasar untuk menjalani kehidupannya sesuai dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Pendidikan dasar sebagai pondasi seseorang untuk dapat mengikuti pendidikan selanjutnya yang lebih tinggi lagi seperi SMP/MTs, SMA/MA/SMK, bahkan Perguruan tinggi (PT).

Di lingkungan keluarga anak pertama kali memperoleh pendidikan. Secara kodrati orang tualah yang seharusnya bertanggung jawab atas pendidikan anak dan banyak berperan dalam membentuk kepribadian, sikap dan karakter anak. Selanjutnya anak akan memperoleh pendidikannya di Sekolah Dasar. Menurut Odang Muchtar (1991) (dalam Wahyudin, 2008,

hlm. 3.8) „sekolah adalah suatu satuan (unit) sosial atau lembaga sosial yang

secara sengaja dibangun dengan kekhususan tugasnya untuk melaksanakan

proses pendidikan.‟ Di sekolahlah mereka akan memperoleh pendidikannya, memperoleh ilmu, memperoleh pengalaman, membentuk kepribadian bahkan di sekolahlah mereka akan mewujudkan cita - cita dan masa depan mereka.

Matematika merupakan salah satu materi / bidang studi yang diajarkan di Sekolah Dasar. Matematika merupakan mata pelajaran wajib yang harus dipelajari siswa di sekolah dasar. Matematika dapat membantu mereka dalam

mengembangkan pola pikir mereka. “Matematika merupakan ilmu deduktif,

aksiomatik, formal, hirarkis, abstrak, bahasa simbul yang padat arti dan

semacamnya, ...” (Karso, 2007, hlm. 1.4). Disisi lain hal tersebut sangatlah

berbeda dengan karakteristik siswa SD. Anak siswa SD belum bisa berpikir secara deduktif, dan tahap berpikir mereka masih belum formal.

(13)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(6/7 – 11/12 tahun); 4) tahap operasi formal (11/12 tahun keatas).‟ Berdasarkan uraian diatas siswa SD berada pada tahap operasi konkret. Pada tahap ini, anak belum bisa berpikir secara deduktif, belum dapat berpikir formal. Anak belum dapat mengenal hal-hal yang bersifat abstrak, belum bisa mengenal simbol-simbol verbal seperti pada matematika.

Karena perbedaan karaktersitik anak dengan karakteristik matematika itu sendiri, maka perlu adanya kemampuan guru untuk dapat menjembatani antara karakteristik anak yang belum dapat berpikir secara deduktif dengan karakteristik matematika yang sifatnya deduktif. Disinilah guru dituntut untuk bisa berkreasi mengemas pembelajaran matematika menjadi lebih menarik, dapat memotivasi siswa untuk belajar juga dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru. Guru harus bisa membuat setiap pembelajaran bisa lebih bermakna bagi siswa dan siswa menganggap bahwa setiap pembelajaran yang diperolehnya di sekolah bisa dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan lebih baik lagi apabila siswa bisa termotivasi untuk dapat memperoleh pembelajaran atau belajar dengan mandiri tanpa harus ada perintah dari guru ataupun dorongan dari guru.

(14)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tetapi tidak mudah bagi siswa untuk mempelajari materi yang baru mereka kenal dan materi yang seharusnya mereka pahami. Hal ini menjadi hambatan bagi siswa sehingga siswa tidak mampu untuk memahami materi. Salah satu materi yang sulit untuk dipahami bagi siswa adalah materi penjumlahan dan pengurangan pecahan yang dipelajari pada mata pelajaran matematika kelas IV SD. Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan di SD Negeri Cisalasih, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, pada siswa kelas IV semester II mata pelajaran Matematika, penulis menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki dan perlu ditingkatkan dalam kegiatan pembelajaran Matematika yang dilakukan oleh guru kelas yang bersangkutan.

Dari hasil pengamatan bahwa guru masih menggunakan metode ceramah dan tidak melibatkan media pembelajaran. Hal ini menyebabkan siswa kurang memahami konsep tentang materi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan. Saat dilakukan observasi kepada siswa kelas IV bahwa mereka tidak tahu untuk menjumlahkan dan mengurangkan pecahan, mereka kurang memahami bagaimana cara untuk menjumlahkan dan mengurangkannya. Saat guru menjelaskan, guru hanya memberitahu bahwa untuk menjumlahkan pecahan, yang pertama harus kita lakukan adalah menyamakan penyebutnya tanpa memberitahu bagaimana cara untuk menyamakan penyebutnya.

(15)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menjadi salah satu alat yang dapat menjembatani karakteristik anak yang berbeda dengan karakteristik matematika itu sendiri.

Berdasarkan uraian di atas, serta pertimbangan kondisi di lapangan penulis tertarik untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan

judul “PENGGUNAAN MEDIA BLACKBOARD BERPETAK UNTUK

MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI

OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN PECAHAN BIASA (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IV SD Negeri Cisalasih Lembang Kabupaten Bandung Barat)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang akan diteliti secara

umum adalah “seberapa jauh keberhasilan media ?”

Masalah tersebut dapat dijabarkan kedalam rumusan masalah yang lebih khusus yaitu berupa pertanyaan penelitian sebagai berikut :

1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran menggunakan media blackboard berpetak dalam pembelajaran matematika tentang pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa siswa kelas IV SDN Cisalasih?

2. Bagaimanakah peningkatan pemahaman konsep siswa kelas IV SDN Cisalasih dalam pembelajaran matematika tentang pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa melalui media blackboard berpetak?

C. Tujuan Penelitian

(16)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan media blackboard berpetak dalam pembelajaran matematika tentang pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa siswa kelas IV SDN Cisalasih

2. Peningkatan pemahaman konsep siswa kelas IV SDN Cisalasih dalam pembelajaran matematika tentang pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa melalui media blackboard berpetak

D. Manfaat Penelitian

Hasil yang akan di peroleh dari pelaksanaan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat memberikan manfaat atau kontribusi sebagai berikut:

1. Secara teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberi pengetahuan kepada pembaca mengenai media yang bisa digunakan dalam materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa yaitu berupa media blackboard berpetak. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki mutu pendidikan Indonesia, dengan semakin beragamnya cara untuk menyampaikan materi kepada siswa agar pembelajaran tersebut terkesan menarik dan siswa mau menerimanya.

2. Secara praktis a. Bagi peneliti

1) Peneliti bisa mengetahui perbedaan penggunaan media dengan tidak menggunakan media pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa mata pelajaran matematika kelas IV SD.

(17)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1) Penelitian ini diharapkan bisa memudahkan guru SD dalam menyampaikan materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa.

2) Penelitian ini diharapkan bisa mengembangkan kreatifitas guru dalam merancang pembelajaran menjadi lebih menarik.

c. Bagi siswa

1) Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa mengenai materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa.

2) Penelitian ini diharapkan dapat menarik minat siswa untuk mau belajar materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa.

d. Bagi sekolah

1) Penelitian ini diharapkan dapat memotivasi para staf sekolah untuk terus memperbaiki sistem pembelajaran terutama dalam mata pelajaran matematika.

E. Hipotesis Tindakan

Jika penggunaan media blackboard berpetak ini digunakan secara tepat maka dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas IV SDN Cisalasih pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa.

F. Definisi Operasional

Untuk menghindari kesalahan persepsi inti pokok-pokok masalah yang akan diteliti, ada beberapa istilah dalam penelitian ini yang perlu dijelaskan yaitu:

(18)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Media blackboard berpetak yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan media pembelajaran berupa blackboard persegi panjang yang berukuran 170 cm x 50 cm mempunyai petak-petak kecil berukuran 3 cm x 3 cm yang digunakan untuk memudahkan siswa dalam melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa.

Cara menggunakan media blackboard berpetak itu sendiri adalah dengan cara menggarisi setiap petak yang telah disediakan sesuai dengan penyebut pecahan dengan menggunakan kapur berwarna-warni. Untuk melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan itu sendiri adalah dengan menghitung jumlah warna pada setiap deretan petak pecahan.

2. Pemahaman Konsep

Pemahaman konsep yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan peserta didik dapat memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa, serta dapat menjelaskan kembali konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa tersebut dengan tidak mengubah arti.

3. Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Bilangan pecahan biasa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bilangan pecahan yang dipelajari anak Sekolah Dasar yaitu sebagai bagian dari keseluruhan yang dapat dinyatakan dalam bentuk , dimana a dan b merupakan bilangan bulat, dan

b ≠ 0.

(19)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (Action Research). Menurut Riduwan (2004, hlm. 52)

Penelitian tindakan adalah suatu proses yang dilalui oleh perorangan atau kelompok yang menghendaki perubahan dalam situasi tertentu untuk menguji prosedur yang diperkirakan akan menghasilkan perubahan tersebut dan kemudian, setelah sampai pada tahap kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan, melaksanakn prosedur tersebut. Tujuan utama penelitian tindakan adalah untuk mengubah: situasi, perilaku, organisasi, dan termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja, sarana dan prasarana, dan lingkungan sekitar.

Penelitian tindakan merupakan penelitian dengan penerapan tindakan-tindakan yang bertujuan untuk memperbaiki mutu, untuk menjawab permasalahan, untuk menemukan solusi permasalahan, dll. Penelitian tindakan ini biasanya dilakukan oleh seorang guru atau praktisi untuk memperbaiki proses kegiatan pembelajaran.

Menurut Suandani (2012, hlm. 18)

Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) mengacu pada apa yang dilakukan guru didalam kelas untuk melihat kembali, mengkaji secara seksama dan menyempurnakan kegiatan pembelajaran yang kurang atau dirasakan kekurangan agara menjadi lebih berhasil atau lebih efektif, efisien, dan menarik. Adapun tujuan dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) ini adalah (1) meningkatkan kualitas praktik belajar di sekolah dasar, (2) relevansi pendidikan, (3) mutu hasil pendidikan, dan (4) efisiensi peneglolaan penelitian.

(20)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

B.

Model Penelitian

Model penelitian yang akan diterapkan dalam penelitian ini adalah model spiral Kemmis dan Taggart (1988), adapun bentuknya sebagai berikut :

Gambar 3.1

Diagram Siklus Pelaksanaan Tindakan Kelas

(21)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu tindakan kelas yang dilakukannya.

1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan dimulai dengan identifikasi masalah, identifikasi permasalahan disini dilaksanakan dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada di SDN Cisalasih dengan melihat kondisi kelas dan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada di kelas. Identifikasi disini lebih difokuskan pada pembelajaran terutama pada pembelajaran matematika.

2. Pelaksanaan (Action)

Tahapan pelaksanaan ini dilaksanakan setelah tahap perencanaan. Peniliti disini mulai menerepakan media pembelajaran berupa blackboard berpetak pada kelas yang akan diteliti yaitu Kelas IV SDN Cisalasih. Pelaksanaan ini dilaksanakan kedalam 2 tindakan , tindakan pertama membahas mengenai operasi penjumlahan bilangan pecahan biasa. Tindakan yang kedua membahas mengenai materi operasi pengurangan bilangan pecahan biasa.

3. Pengamatan (Observation)

Pengamatan atau observasi ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilakukan oleh observer pada saat pembelajaran berlangsung. Tujuan dari kegiatan observasi ini adalah memantau apakah kegiatan pembelajaran mengenai materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahana biasa dengan menggunakan media blackboard berpetak ini sesuai dengan yang direncanakan dan yang seharusnya dilakukan atau tidak. Observasi ini dibagi menjadi 2, observasi terhadap aktivitas guru dan yang kedua observasi terhadap aktivitas siswa yang masing-masing dibuat dalam lembar observasi.

4. Refleksi (Reflection)

(22)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pada tahap ini kegiatan pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan dan seharusnya dilaksanakan atau belum. Apabila kegiatan pembelajaran ini dirasa kurang baik belum mencapai harapan, maka harusnya dilaksanakan tindakan selanjutnya dan mencari tahu hambatan apa yang ditemui saat pembelajaran berlangsung.

C.

Lokasi Dan Subjek Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Cisalasih, Kp. Cisalasih, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Kepala sekolah SDN Cisalasih bernama Bapak Wachyu, S. Pd.

2. Subjek Penelitian

Kelas yang digunakan sebagai subjek penelitian adalah kelas IV. Siswa yang dijadikan subjek penelitian berjumlah 23 orang siswa. Wali kelas dari kelas IV bernama Ibu Sumiati, Ama. Pd.

D.

Prosedur Penelitian

1. Perencanaan

Perencanaan ini dimulai dengan permintaan izin dari kepala sekolah SDN Cisalasih. Kemudian dilanjutkan dengan observasi dan wawancara. Peneliti melaksanakan observasi dan wawancara dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran awal mengenai kondisi sekolah, khususnya pada kelas IV SDN Cisalasih yang akan dijadikan subjek penelitian.

2. Pelaksanaan

(23)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Siklus 1

1) Tahap perencanaan

Pada tahap perencanaan ini peneliti mencari informasi yang ada di kelas tersebut, kemudian mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah dan mendapatkan perumusan masalah. Langkah yang dilaksanakan adalah menyusun rencana yang akan dilaksanakan untuk penelitian. Seperti membuat instrumen penelitian (RPP dan LKS) dan instrumen pengumpul data (Lembar Evaluasi dan Lembar Observasi) membuat media dan menyiapkan persiapan yang lainnya yang dibutuhkan dalam proses penelitian.

2) Tahap pelaksanaan / tindakan

Pada tahap tindakan (action), mulai dilaksanakannya rencana-rencana yang sudah dipersiapkan dan disusun tadi dengan menerapkan media yang telah dibuat yang akan digunakan saat proses pembelajaran. Materi pada kegiatan pembelajaran ini adalah materi operasi penjumlahan bilangan pecahan biasa.

3) Tahap pengamatan / observasi

Pada tahap pengamatan (observe) dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilakukan oleh observer untuk mengetahui proses yang terjadi pada saat pembelajaran operasi penjumlahan bilangan pecahan biasa ini berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati aktivitas yang dilakukan guru dan siswa pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan media blackboard berpetak dan memeriksa apakah pembelajaran ini terlaksana sesuai

dengan yang seharusnya dilakukan atau tidak. 4) Tahap Refleksi

(24)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Siklus II

1) Perencanaan tindakan perbaikan

Berdasarkan hasil refleksi siklus I, pembelajaran dirasakan kurang dan harus diperbaiki pada siklus II sehingga peneliti harus memulai menyusun perencanaan untuk pelaksanaan siklus II. Dari mulai menyusun kembali RPP siklus 2, LKS siklus 2, lembar observasi siklus 2, dan lembar evaluasi siklus 2.

2) Pelaksanaan tindakan perbaikan

Pada tahap ini peneliti melakukan tindakan perbaikan sesuai dengan yang telah direncanakan pada tahap perencanana tindakan perbaikan.

3) Pengamatan / observasi

Observasi digunakan untuk mengetahui perkembangan proses yang terjadi selama proses pembelajaran mengenai materi operasi penjumlahan dan pengurangan berlangsung. Observasi ini dilakukan oleh observer terhadap aktivitas guru dan siswa. Observasi ini dilakukan oleh observer dengan menggunakan lembar observasi guru dan siswa yang telah disiapkan.

4) Refleksi

Refleksi ini dilakukan untuk mengetahui kekurangan dalam pembelajaran, mengetahui hambatan dalam pembelajaran, dan untuk mengetahui tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk melakukan perbaikan.

E.

Instrumen Penelitian

Instrumen pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan LKS (Lembar Kerja Siswa). LKS disini sebagai lembar yang dapat digunakan siswa untuk memperoleh pemahaman konsep tentang operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa dengan menggunakan media blackboard berpetak. Sedangkan instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari instrumen tes (lembar evaluasi) dan instrumen non tes (lembar observasi).

(25)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Lembar evaluasi ini untuk mengukur hasil dari pencapaian seseorang setelah mempelajari materi penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa dengan menggunakan media blackboard berpetak. Tes ini harus dikerjakan oleh siswa dan diberikan setelah pembelajaran berlangsung.

2. Lembar Observasi

Observasi ini dilakukan selama pembelajaran berlangsung untuk mengetahui proses penggunaan media blackboard berpetak dalam kegiatan pembelajaran. Non tes ini berupa lembar observasi yang diisi oleh peneliti dan observer tentang berlangsungnya pembelajaran.

F.

Pengumpulan Data dan Analisis Data

Pengumpulan data dan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Sumber data

Sumber data diperoleh dari hasil penelitian berupa hasil tes dan non tes. Hasil tes berupa hasil evaluasi siswa dan hasil non tes berupa hasil observasi. Hasil tes ini didapat setelah siklus dilakukan baik itu siklus I maupun siklus II. Tes yang digunakan disini hanya sekali yaitu tes akhir siklus saja.

2. Analisis data

Setelah melakukan penelitian ini, peneliti mengumpulkan data-data yang diperoleh dari tiap-tiap akhir siklus. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data kuantitatif sebagai hasil dari tes akhir siklus / soal evaluasi siswa dan data kualitatif sebagai hasil dari lembar observasi yang diisi oleh observer.

a. Data Kuantitatif

(26)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menggunakan acuan skor dari The National Council of Teachers of Mathematics (NCTM)

1) Menghitung Rata-rata

Setelah diberi skor, masing-masing dari tiap siklus di hitung nilai rara-ratanya dengan rumus:

= �

� = total nilai yang diperoleh siswa = jumlah siswa

= rata-rata skor yang diperoleh

2) Menghitung Persentase Ketuntasan Belajar

Setelah peneliti menghitung nilai rata-rata dari tiap siklus, data dari masing-masing siklus dihitung persentase ketuntasannya. Ketuntasan tersebut disesuaikan

dengan KKM pada sekolah tersebut yaitu 65. Siswa yang memperoleh nilai ≥ 65

dinyatakan tuntas. Sedangkan siswa yang memperoleh nilai < 65 dinyatakan tidak tuntas. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar siswa dapat dihitung dengan rumus :

Persentase ketuntaan belajar = � ℎ �� �� � � � ≥65

� ℎ � �� x 100%

Sebelum peneliti menghitung persentase ketuntasan belajar, peneliti harus menentukan jumlah siswa yang tuntas dan menentukan jumlah siswa yang tidak tuntas. data tersebut dapat dituliskan dalam bentuk tabel seperti dibawah ini.

Tabel 3. 1 Ketuntasan Belajar Siswa

(27)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

∑ siswa %

Tuntas ... ...%

Tidak Tuntas ... ...%

3) Indeks Gain

Untuk analisis data peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika dilakukan dengan menghitung indeks gain (peningkatan nilai dari siklus I ke siklus II).

Rumus Gain :

<g> = skor siklus 2 – skor siklus 1

Rumus indeks gain menurut Meltzer (dalam Faiqoh, 2009, hlm. 33) adalah sebagai berikut:

Indeks gain = � � � − � � �

� � � � − � � �

Data tersebut kemudian diinterpretasikan dengan sesuai dengan kriteria indeks gain menurut Hake (dalam Faiqoh, 2009, hlm. 33)

Tabel 3. 2 Interpretasi Indeks Gain

Indeks Gain Interpretasi

<g> ≥ 0,7 Tinggi

0,3 ≤ <g> < 0,7 Sedang <g> < 0,3 Rendah

b. Data kualitatif

(28)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(29)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Simpulan

Dari semua kegiatan yang telah dilakukan dari mulai perencanaan, pelaksanaan, refleksi dan analisis data, hasil penelitian ini dapat dirumuskan kedalam beberapa simpulan mengenai pembelajaran matematika dengan materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa melalui media blackboard berpetak di SDN Cisalasih, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Diantaranya sebagai berikut:

1. Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran pada siklus I ini sudah dapat berlangsung dengan baik. Hampir semua langkah-langkah pembelajaran yang sudah direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Namun masih ada kekurangan-kekurangan dan langkah-langkah yang terlewat. Secara umum masalah yang terdapat pada siklus I ini adalah peneliti belum bisa mengelola kelas dengan baik, sehingga banyak siswa yang belum bisa mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung. Respon siswa pada pembelajaran siklus I ini hanya bisa terlihat kondusif saat peneliti memperagakan media yang dipakai dalam pembelajaran yaitu media blackboard berpetak. Sedangkan dalam langkah-langkah pembelajaran

(30)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dalam 2 siklus ini menujukan adanya peningkatan yang dapat dilihat dari lembar observasi dan juga antusias siswa pada saat pembelajaran berlangsung.

2. Berdasarkan hasil tes akhir siklus yang telah dilakukan, hasil belajar matematika pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata skor yang diperoleh siswa pada tiap-tiap akhir siklus. Selain dari rata-rata perolehan skor yang diperoleh siswa, dapat dilihat juga dari persentase ketuntasan belajar siswa yang meningkat. Meningkatnya rata-rata perolehan skor siswa, meningkatnya ketuntasan belajar siswa, menujukan meningkat pula hasil belajar siswa dan meningkatnya pemahaman konsep siswa tentang materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa.

B. Rekomendasi

Dalam rangka menindaklanjuti penelitian ini, peneliti memberikan rekomendasi yang terkait dalam pembelajaran matematika dalam pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan biasa dengan menggunakan media blackboard berpetak. Adapun rekomendasi yang peneliti berikan adalah:

1. Bagi guru

Guru sangat berperan dalam keberhasilan belajar siswa. Guru diharuskan untuk dapat mempersiapkan pembelajaran dengan matang dan juga mengemas pembelajaran menjadi lebih menarik agar siswa termotivasi untuk belajar. Media blackboard berpetak ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam

(31)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

yang perlu diperhatikan dalam menggunakan media blackboard berpetak ini adalah guru sebaiknya dapat mengelola kelas dengan baik agar proses pelaksanaan pembelajaran dapat terlaksana dengan kondusif.

2. Bagi peneliti lain

(32)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

(33)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Buku

AH Sanaky, H. (2013). Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif. Yogyakarta: Kaukaban Dipantara.

Arsyad, A. (2009). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Daryanto. (2013). Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting dalam Mencapai

Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media

Dasari, D. (2002). Pengembangkan Pembelajaran Matematika Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Proceding Seminar National 5 Agustus 2002.

Faidi, A. (2013). Tutorial Mengajar untuk Melejitkan Otak Kanan dan Kiri Anak. Jogjakarta: Diva Press.

Heruman. (2010). Model Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar. Bandung: Rosda.

Karso. (2007). Pendidikan Matematika 1. Jakarta: Universitas Terbuka.

National Research Council. (2001). Adding It Up: Helping Children Learn Mathematics. Washington, DC: The National Academies Press.

Randall, Charles (1994). The Council Of Teachers Of mathemathics. Inc. United States of Amerika: 1906 Association Drive. Reston.

Riduwan. (2004). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Sub Koordinator MKDP Landasan Pendidikan Universitas Pendidikan. (2010). Landasan Pendidikan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Susilana, R dan Riyana, C. (2008). Media Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kutekpend FIP UPI.

Sudjana, N dan Rivai, A. (2007). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

(34)

Listia Ardiani, 2014

Penggunaan Media Blaclboard Berpetak untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Biasa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tesis dan Skripsi

Faiqoh, E. (2009) Penerapan Model Transaktif dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMA. Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia.

Permana, D. (2012) Kontribusi Kualitas Modul, Kinerja Tutor, dan Motivasi Belajar Mahasiswa terhadap Pemahaman Konsep Bilangan Bulat oleh Mahasiswa PGSD Universitas Terbuka. Tesis, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.

Rachmiati, W. (2011) Implementasi Metode Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Sekolah Dasar. Tesis, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.

Suandani, A. (2012) Meningkatkan Pemahaman Konsep Penjumlahan Bilangan Pecahan dengan Menggunakan Media Gambar. Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia.

Internet

Kurnaeni. (2008) Tanpa Judul. [Online]. Tersedia di: http://www.Repository.upi.edu/operator/upload/S_mat_0910077_chafter2.pdf. [Diakses 26 April 2014].

Gambar

Gambar 3.1 Diagram Siklus Pelaksanaan Tindakan Kelas
Tabel 3. 2

Referensi

Dokumen terkait

C Variasi Kue Berbahan Baku Ketela Mulai Digemari Di Jogja (edisi kemarin

Kamus khususnya jamur merang masih sangat potensial untuk dikembangkan // Selain dari keuntungan yang berlipat ganda / kini masyarakat mulai menyukai masakan jamur dan membuat

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa good corporate governance dan struktur kepemilikan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting

mengusulkan produk (perlengkapan) pada fasilitas kamar kos yang dibutuhkan oleh pengguna untuk mendukung aktivitasnya di kamar.. Agar mendapatkan kenyamanan maka ukuran

Penelitian ini di laksanakan di Desa Bandar Khalifa, Desa Kolam, dan Desa Bandar Setia di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yang di mulai

[r]

Variabel yang diteliti adalah sistem pemeliharaan intensif, sistem pemeliharaan semi-intensif, sistem pemeliharaan ekstensif, bentuk perkandangan berlantai tanah, dan

Dengan harapan agar karyawan semakin bersemangat dalam bekerja dan akhirnya dapat meningkatkan kinerja yang baik dan produksi yang dihasilkan semakin berkualitas. 1.3