• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI OLEH ZULFIKRIAH MUIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI OLEH ZULFIKRIAH MUIN"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

(1)

1

RELEVANSI NILAI-NILAI AKHLAKUL KARIMAH MELALUI SERIAL ANIMASI KARTUN NUSSA DAN RARA PADA MATERI PENDIDIKAN

AGAMA ISLAM SISWA KELAS 3 DI SDN 1 LABUANG BAJI KOTA MAKASSAR

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

OLEH

ZULFIKRIAH MUIN 105401111417

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

2021

(2)
(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

(7)

vii

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Zulfikriah Muin

Nim : 105401111417

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Judul Skripsi : Relevansi Nilai-Nilai Akhlakul Karimah Melalui Serial Animasi Kartun Nussa dan Rara Pada Materi

Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas 3 DI SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan TIM Penguji adalah hasil karya saya sendiri dan bukan hasil ciptaan orang lain atau dibuatkan oleh siapapun.

Demikian lah penyajian ini saya buat dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Oktober 2021 Yang Membuat Pernyataan

Zulfikriah Muin

(8)

viii

SURAT PERJANJIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Zulfikriah Muin

Nim : 105401111417

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya akan menyusun sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam penyusunan skripsi, saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakkan (plagiat) dalam penyusunan skripsi.

4. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butri 1,2 dan 3, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, Oktober 2021 Yang Membuat Perjanjian

Zulfikriah Muin

(9)

ix MOTTO

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1162)

“janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang

miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia.”

(Q.S Al-Baqarah:83)

PERSEMBAHAN

Ku persembahkan karya sederhana ini sebagai bukti kecintaanku kepada Maha Besar Allah, sembah sujudku haturkan atas karunia dan riski yang melimpah, kebutuhan yang tercukupi dan kehidupan yang layak sehingga (skripsi) ini diselesaikan dengan baik dan tepat waktu (insyaa allah).

Ku persembahkan pula karya ini sebagai tanda buktiku kepada

Ayahanda Abdul Muin dan Ibunda Sukmawati Ibrahim tercinta

sebagai tanda kasih dan terima kasihku atas segala lantunan doa-doa

terindahnya, atas segala keringat yang bercucuran untuk membiayai

ku, dan atas segala dukungan dan motivasi hingga diri ini mampu

menyelesaikan tugas akhir di masa perkuliahan.

(10)

x ABSTRAK

Zulfikriah Muin. 2021. Relevansi Nilai-Nilai Akhlakul Karimah Melalui Serial Animasi Kartun Nussa dan Rara Pada Materi Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas 3 DI SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Dr. Rahman Rahim, M.Hum dan pembimbing II Ainun Jariah, S.Ag. M.A.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Relevansi Nilai-Nilai Akhlakul Karimah Melalui Serial Animasi Kartun Nussa dan Rara Pada Materi Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas 3 DI SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu metode observasi, analisis konten, relevansi, wawancara dan dokumentasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film animasi Nussa dan Rara mengandung nilai-nilai pendidikan akhlak diantaranya adalah adab, sopan santun, toleransi, lapang dada, syukur nikmat dan percaya diri, rendah hati, taat kepada orang tua, tolong menolong, tabligh, menjaga kebersihan, dan dermawan.

Sedangkan relevansinya terhadap materi pendidikan agama islam kelas III adalah bahwa ditunjukkan dengan adanya hubungan (relevansi) dengan materi pelajaran pendidikan agama islam kelas III diantaranya: syukur nikmat dan percaya diri, rendah hati, dan lapang dada relevansi dengan materi kelas III berjudul “Nabi Muhammad saw. panutanku”. Tabligh, menjaga kebersihan, dan bersyukur relevansi dengan materi kelas III berjudul “Bersyukur Kepada Allah Swt”. Adab, taat kepada kedua orang tua relevansi dengan materi kelas III berjudul “Meyakini Allah itu Maha Mengetahui dan Maha Mendengar”. Sopan santun relevansi dengan materi kelas III berjudul “Hidup Tenang Dengan Berprilaku Terpuji”.

Tolong menolong, dermawan relevansi dengan materi berjudul “Hati Tentram dengan Berprilaku Baik.

Kata Kunci: Film Nussa dan Rara, Nilai-nilai akhlakul karimah, Materi pendidikan agama islam kelas III.

(11)

xi

KATA PENGANTAR

Assalamu‟alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur peneliti lantunkan kehadirat Allah RabbulIzzati atas segala limpahan nikmat dan hidayah-Nya, sehingga peneliti mampu menyelesaikan skripsi ini. Salam dan shalawat tetap tercurah kepada Rasulullah saw karena berkat perjuangannyalah sehingga Islam masih eksis sampai sekarang ini.

Dalam penulisan ini, peneliti mengalami berbagai rintangan dan tantangan karena keterbatasan peneliti baik dari segi kemampuan ilmiah, waktu, biaya, dan tenaga. Tetapi dengan komitmen yang kuat serta adanya petunjuk dan saran-saran dari berbagai pihak, semua rintangan dan tantangan dapat diminimalkan. Skripsi ini berjudul “Relevansi Nilai-nilai Akhlakul Karimah melalui Serial Animasi Kartun Nussa dan Rara Pada Materi Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas 3 di SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar” yang diharapakan memberikan hasil dan selanjutnya mampu menjadi acuan peneliti selanjutnya.

Segala rasa hormat, penulis mengucpkan kepada Ayahanda Abdul Muin dan Ibunda Sukmawati Ibrahim yang penuh kasih sayang telah berjuang, mengasuh, membesarkan, mendidik, dan mendoakan serta membiayai dalam proses pencarian ilmu.

Tak lupa pula penulis menghaturkan ucapan terimakasih yang setulus- tulusnya dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:

1. Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag. Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

(12)

xii

2. Erwin Akib, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Aliem Bahri, S.Pd., M.Pd. Ketua prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, atas izin pelayanan, kesempatan dan fasilitas yang diberikan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

4. Dr. Abdul Rahman Rahim, M.Hum. Pembimbing I dan Ibu Ainun Jariah, S.Ag., M.A. Pembimbing II yang dengan ikhlas memberikan masukan, petunjuk, arahan, dan saran dalam penyelesaian skripsi ini.

5. Buat keluarga tercinta, kakak dan adik yang sudah memberikan semangat yang luar biasa kepada peneliti sehingga skripsi ini dapa selesai.

6. Teman-teman Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kelas D yang tiada henti- hentinya memberikan motivasi dan bantuannya sehingga saya bisa menyelesaikan kuliah mulai dari awal perkuliahan sampai kepada proses akhir penyelesaian studi.

Semoga Allah membalas jasa atas segala bantuan dan dorongan yang telah peneliti dapatkan. Semoga semua karya kita bernilai ibadah di sisi Allah swt., dan semoga skripsi ini bermanfaat untuk kita semua, Amin.

Makassar, November 2021 Peneliti

ZULFIKRIAH MUIN NIM : 10540 11114 17

(13)

1 DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

SURAT PERJANJIAN... v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN... xiv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Peneltian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. Kajian Teori ... 8

(14)

2

1. Konsep Nilai ... 8

2. Konsep Pendidikan Akhlak ... 12

3. Konsep Film Animasi/kartun... 19

B. Kerangka Pikir ... 21

C. Penelitian Terdahulu ... 22

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 25

B. Definisi Istilah ... 25

C. Prosedur Penelitian ... 26

D. Data dan Sumber Data ... 27

E. Teknik Pengumpulan Data ... 28

F. Teknik analisis Data ... 29

G. Teknik Periksa Keabsahan Data ... 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASA A. Hasil Penelitian ... 38

1. Analisis Nilai-Nilai Akhlakul Karimah Melalui Serial Animasi Kartun Nussa dan Rara ... 38

2. Relevansi Nilai-Nilai Akhlakul Karimah Dalam Film Animasi Kartun Nussa dan Rara dengan Materi Pendidikan Agama Islam Kelas III ... 54

B. Pembahasan ... 57

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ... 59

B. Saran ... 60 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

(15)

1

DAFTAR TABEL

Tabel

2.1 Penelitian Terdahulu ... 24

3.1 Daftar istilah ... 26

3.2 Indikator nilai ... 30

4.1 Nilai akhlakul karimah ... 45

4.2 Relevansi nilai-nilai akhlakul karimah ... 55

(16)

DAFTAR GAMBAR

Gambar

2.1 Kerangka Pikir ... 23 4.1 Diagram Nilai Akhlakul Karimah ... 53

(17)

3

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

1. Insrumen Pedoman Wawancara ... 63

2. Transkip Wawancara ... 64

3. Dokumentasi Kegiatan ... 74

4. Surat Pengantar penelitian ... 75

5. Surat Permohonan Izin ... 76

6. Surat Izin Penelitian ... 77

7. Kartu Kontrol Penelitian ... 78

(18)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Islam berasal dari kata “aslama”, “yuslimu”, “islaaman” yang berarti akomodasi, persetujuan, dan keamanan. Islam mengandung pengertian akomodasi atau penambahan ketundukan kepada Allah SWT. Islam mungkin merupakan agama yang hampir mengajarkan nlai-nlai kebaikan untuk dipatuhi semua etika, salah satunya dalam bentuk nlai-nlai etika. Akhlakul karimah agar berupa kerangka penghargaan yang merupakan premis perlaku yng bersumber darὶ Al-Quran, As-Sunnah, nlai-nlai normal (sunnatullah). “Namun pada kenyataannya, banyak umat Islam, khususnya anak-anak, yang nlai-nlai etikanya mulai berkurang seiring dengan era globalisasi” (Langkawὶ, 2017:1).

Islam masuk ke bumi akan membangkitkan individu dalam kedamaian degan keadaan pikiran berserah diri pada Allah SWT, sehὶngga orang yang beragama Islam akan mengutamakan kedamaὶan bagi dirinya sendὶri dan bagi orang laὶn. Juga keamanan diri sendiri dan keamanan orang lain. Individu yang beragama Islam, yaitu, mereka santai dan tunduk pada pelajaran Islam. Islam mengandung makna bahwa manusia apalagi harus bisa menyelamatkan diri sendiri, juga menyelamatkan orang lain, terutama anak-anak yang akan datang di era negara ni. Tidak terlalu aman tapi apalagi hemat. Rasulullah SAW dalam haditsnya menjelaskan;

(19)

5

Artinya:

Seorang muslim itu yang menyelamatkan muslim yang lain dari perkataannya, dan dari perbuatan tangannya, dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari sesuatu yang dilarang Allah Swt. (HR.

Nasa’i).

Dengan cara ni, sangat penting untuk membutuhkan aktivitas atau bagian dinamis dari orang dewasa, khususnya guru, untuk memberikan keterlibatan dan memberikan informasi nlai-nlai etika kepada anak-anak baik secara konseptual maupun perilaku. Terkait dengan hal tersebut, di sekolah dasar teragar pembelajaran tentang ajaran agama Islam atau ajaran etika. Zainuddin (2010:42) menjelaskan bahwa “makna kualitas etis yang sesuai dengan bahasa “etika” dari kata “khuluk” dan lebih sering daripada kualitas mendalam yang menunjukkan karakter, etika dan etika”. Sementara itu, menyetujui istilah tersebut, bisa jadi merupakan keadaan jiwa yang lebih dekat dengan aktivitas tanpa memerlukan pemikiran.

Akhlakul karimah agar dimaknai sebagai perbuatan terpuji yang dimiliki oleh manusia, maka tidak bisa dipungkiri bahwa akhlak memiliki urgensi yang sangat tinggi untuk dibenahi dan di edukasikan dalam sistem pendidikan. Hal tersebut dikarenakan tujuan mencari llmu yaitu menyebabkan manusia yang mulia serta berakhlakul karimah sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw:

“sesungguhnya aku diutus karena untuk menyempurnakan akhlak”. (HR. Ahmad no. 8925 dan Ai-Bukhari pada Abdul Mufrad no. 273 dinlai shahih oleh Ai-

(20)

Aibani pada shahih Abdul Mufrad). Di sni, jelaslah begitu berharganya akhlak dan akhlak sebaiknya akan ditanamkan semenjak anak balita, agar sudah biasa untuk berakhlakul karimah.

Berbicara mengenai pendidikan, Ki Hajar Dewantara sebagaimana dikutip dari penelitian Najib (2016:56-57) mengatakan bahwa:

Pendidikan sebagai segala usaha dari orang tua dengan tujuan untuk kemajuan hidup anak, dalam arti memperbaiki bertumbuhnya segala kekuatan rohani dan jasmani yang ada pada anak-anak karena kodrat dan iradatnya atau pembawaannya sendiri.

Sedangkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem didὶkan Nasὶonal manyatakan:

Pendidikan merupakan “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta berbagai keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.”

Menyinggung apa yang telah digambarkan, agar diterjemahkan bahwa pengajaran adalah suatu usaha untuk membentuk manusia seutuhnya (baik secara fisik maupun rasional) baὶk pada orang laὶn maupun dὶrinya sendiri, menghitung permintaan yng menuntut siswa memὶliki keleluasaan berpὶkir, mersa, berbὶcara dan lakukan dὶri dengan penuh komitmen pada setὶap tὶndakan dan perὶlaku keberadaannya. Berdasarkan urgensi tersebut, berbagai upaya dan media pun digunakan oleh berbagai pihak guna mengintensifkan nlai-nlai dan semangat pendidikan khususnya terkait dengan akhlakul karimah. Salah satu upaya atau media yang digunakan adalah melalui serial atau film animasi.

(21)

7

Harrison Hammel (2010: 21-22) “menyatakan bahwa film animasi mampu memperkaya pengalaman dan kompetensi siswa pada berbagai materi ajar." Cerita akan dihormati selaku alat pembelajaran pada cerita agar menjadi bingkai enkapsulasi khusus dari strategi cerita yang berisi cerita-cerita yang menarik, ringan, dan instruktif. Cerita yang menarik perhatian sekelompok penonton tanpa investasi juga banyak waktu. Pesan-pesan pembelajaran harus lebih mudah disampaikan kepada siswa pada cara yng kreatif. Hegarty (2004:

343) menyatakan:

Dengan era kemajuan teknologi dewasa ni, film animasi mampu menyediakan tampilan-tampilan visual yang lebih kuat dari berbagai fenomena dan informasi abstrak yang sangat berperan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.

Tentu film kartun ni juga telah berkembang di indonesia sejak dulu, dimana berbagai film animasi yang berkualitas telah mampu dibuat oleh anak bangsa.

Salah satu film animasi tersebut adalah kartun yang berjudul “Nusa dan Rara”

yang dirilis pada 20 November 2018 yang agar diakses melalui siaran TV maupun Youtube.

Serial film Nusa dan Rara merupakan film kartun bernuansa Islami banyak mengandung nlai-nlai kehidupan, termasuk nlai akhlakul karimah. Serial kartun ni disambut antusias oleh masyarakat. Tribunnews. Com (2018) memberitakan bahwa:

Serial kartun “Nusa dan Rara” ni berhasil masuk dalam top 5 trending di Youtube pada hari ke tujuh perilisannya. Hingga kni, serial kartun yang telah memasuki episode ke 156 ni telah memiliki 7,85 juta subscriber.

Antusiasme masyarakat terhadap Serial kartun “Nusa dan Rara” bukan tanpa alasan, mengingat episodenya yang selalu menghadirkan edukasi

(22)

dan substansi yang inventif dan penuh rasa ingin tahu bagi anak-anak.

Serial kartun "Nusa and Rara" menggabungkan istilah siaran yang sangat singkat, berkisar antara 1-10 menit per adegan. Namun dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, aransemen kartun “Nusa dan Rara”

mampu memberikan pengajaran etika yang bagus dan mudah dipahami.

Berdasarkan apa yang telah diuraikan sebelumnya, penulis ingin menganalisis nlai-nlai akhlakul karὶmah apa saja yng ada pada serὶal anὶmasi

“Nusa dan Rara” dan relevansinya dengan materi di sekolah dasar melalui penelitian yang berjudul “Relevansi Nlai-nlai Akhlakul Karimah melalui Serial Animasi Kartun Nusa dan Rara Pada Materi Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas 3 di SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar.”

B. Rumusan Masalah

Merujuk pada latar belakang yang telah diuraikan, rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ni yaitu:

1. Apa saja nlai-nlai etika yang teragar dalam aransemen kartun Nusa dan Rara yang dihidupkan?

2. Bagaimana makna nlai etika yang terkandung dalam aransemen animasi Nusa dan Rara dalam serὶal animasi Nusa dan Rara dalam materi Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar ?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan defnisi masalah yang telah disusun, sasaran pertimbangan ni yaitu:

1. Untuk menganalsis nlai-nlai akhlakul karmah yng teragar dalam serial animasi “Nusa dan Rara” .

(23)

9

1. Untuk mengetahui relevansi nlai-nlai etika yang terkandung dalam aransemen kartun berenergi “Nusa dan Rara” pada materi Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar.

D. Manfaat Penelitian

Munculnya pemikiran ni berharap agar memberὶkan kemanfaatan baὶk secara hipotetis maupun pada dasarnya, yng agar digambarkan sebagai berikut:

1. Manfaat Teortis

Munculnya pemikiran ni berharap agar memberὶkan kontribusi pertimbangan tentang pembicaraan logis dan informasi akhlakul karimah kepada para siswa serta untuk memberikan data tentang pemanfaatan media film berenergi dalam pembelajaran etika yang mendarah daging.

2. Secara Praktis

Munculnya pertimbangan ni berharap agar bermanfaat bagὶ berbagaὶ pὶhak, antara lain:

a. Wali

Tanya jawab ni berharap agar memberὶkan data dan informasi pada wali tentang bagaὶmana bersikap, berbicara, dan menjadi bagian penting dalam mengajarkan dan menanamkan etika pada anak.

b. Guru

Penelὶtian ni berharap akan menjadikan seperti acuan dan evaluasi guru akan mendidik peserta didik dengan menggunakan media film.

(24)

c. Peneliti

Penelitian ni berharap agar menjadὶ rujukan untuk melakukan penelὶtian lebὶh mendalam mengenaὶ nlai-nlai akhlakul karimah dalam film animasὶ

kartun “Nusa dan Rara”

(25)

1 BAB II

KAJiAN PUSTAKA DAN KERANGKA KONSEPTUAL

A. Kajian Teori 1. Konsep Nilai

a) Definisi Nilai

Frimayanti (2015) menjelaskan bahwa “Nilai adalah hal yang abstrak yang harganya menyifati dan disifatkan pada suatu objek dan karakteristiknya dapat dilihat dari perbuatan, serta memiliki relevansi dengan fakta, tindakan, norma, moral, dan keyakinan”. Secara denotative kata nilai terdapat pada bahasa lndonesia, (value) terdapat pada bahasa lnggris, (valere) terdapat pada bahasa latin, dan (avoir) yang ditemukan dalam bahasa Prancis Kuno dapat diterjemahkan sebagai "biaya". Pada awalnya harga diri adalah sesuatu yang dianggap memiliki harga yang diterima oleh seseorang atau sekelompok orang.

Nilai adalah konsep teoritis dalam diri manusia tentang hal-hal yang dianggap hebat atau buruk dan benar atau menyimpang yang mengarah pada perilaku dalam gaya hidup.

Secara etimologis esteem bisa dilihat dari kata esteem (bahasa Inggris) (ethical value). Dalam gaya hidup, esteem adalah sesuatu yang berharga, berkualitas, tampak berkualitas, dan berguna bagi orang banyak. Dalam wacana ini, nilai adalah kualitas yang berbasis etika. Dalam penalaran, istilah ini digunakan untuk merepresentasikan suatu hal yang unik yang maknanya

(26)

sebanding dengan makna atau kebaikannya. Beberapa tokoh mencirikan harga diri sebagai berikut:

1. Max Scheler (1978:24) mengatakan bahwa “nilai merupakan kualitas yang tidak bergantung dan tidak berubah seiring dengan perubahan barang.”

2. immanuel Kant (1981:167) mengatakan bahwa “nilai tidak bergantung pada materi, murni sebagai nilai tanpa bergantung pada pengalaman.”

3. Menurut Kartono dan Dali Guno (2003):

Nilai adalah hal-hal yang dianggap imperatif dan agung. Semacam keyakinan bahwa individu harus atau tidak boleh melakukan (misalnya asli, benar) atau tujuan yang individu perlu menyadari (misalnya kegembiraan, kesempatan).

4. Ngalim Purwanto (1987) menyatakan bahwa:

Nilai-nilai yang ada pada diri seseorang dipengaruhi oleh tradisi, moral, keyakinan, dan agama yang dianutnya. Semua itu mempengaruhi sikap, kesimpulan, dan pandangan orang yang pada saat itu tercermin dalam cara mereka bertindak dan melanjutkan dalam memberikan penilaian.

5. Pada Encyclopedia Britannica disebutkan bahwa: “…. value is determination or quality of an object which involves any sort or appreciation or interest.”

Artinya, “Nilai adalah suatu penetapan, atau suatu kualitas objek yang menyangkut segala jenis apresiasi atau minat.”.

6. Mulyana (2004: 11) disebutkan bahwa “nilai adalah keyakinan dalam menentukan pilihan.”

Dari semua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan perilaku manusia mengenai baik buruknya yang

(27)

3

diukur dari agama, tradisi, etika, moral, dan budaya yang berlaku dalam masyarakat.

b) Jenis-jenis Nilai

pada pembagiannya, nilai dan penilaian memiliki dua bidang yang bersangkutan dengan tingkah laku dan keadaan atau tampilan fisik. dua bidang ini masuk pada tiga hal utama pada sistematika filsafat. Dua bidang paling populer yang dimaksud sebagaimana dijelaskan Zakiyah dan Rusdiana (2014:

18-19) yaitu:

1. Etika

Moral mungkin merupakan departemen aksiologi yang mengkaji predikat nilai-nilai "benar" (right) dan "off-base" (off-base) dalam arti

"etika" dan "tak tahu malu". Sebagai mata pelajaran yang luar biasa, akhlak berbicara tentang kualitas-kualitas yang menyebabkan individu disebut berbudi luhur atau beretika. Kualitas dan atribut ini disebut

"keunggulan ideal". (etika), sebagaimana dibatasi pada “kejahatan”

(ketidaksenonohan), yang menyiratkan karakteristik yang menunjukkan bahwa individu yang memilikinya disebut tidak tahu malu.

Akhlak sebagai ilmu yang memutuskan kegiatan atau aturan yang mendasari reaksi atau penilaian terhadap kegiatan. ilmu ini berkaitan dengan hal-hal yang harus dilakukan, yang seharusnya terjadi, dan yang memungkinkan individu untuk memutuskan apa yang terbatas pada apa

(28)

yang seharusnya terjadi. Penghormatan moral ini mencakup dua hal, lebih spesifiknya:

a) Nilai-nilai nurani (values of being)

Harga diri adalah harga diri yang terkandung dalam diri manusia dan kemudian diwujudkan dalam perilaku dan cara seseorang memperlakukan orang lain. Nilai-nilai suara batin menggabungkan; dapat dipercaya, keberanian, cinta damai, percaya diri, potensi, mengajar, mengetahui batas, kemurnian dan keselarasan.

b) Nilai-nilai memberi (values of giving)

Nilai-nilai memberi adalah nilai-nilai yang seharusnya dihubungkan atau diberikan dalam rangka untuk pada saat itu mendapatkan sebanyak apa yang diberikan. Nilai-nilai berkat ini meliputi; tabah, dapat diandalkan, sadar, menyayangi, berbelas kasih, lembut, tidak mementingkan diri sendiri, baik hati, mengundang, masuk akal, dan liberal.

2. Estetika

Estetika kira-kira menilai sesuatu dari segi apa yang indah dan apa yang menjijikkan. Secara umum, estetika disinggung sebagai pertimbangan filosofis tentang apa yang membuat individu merasa ceria. Tokoh terkemuka di bidang ini adalah Alexander Baumgarten (1714-1762) yang menyatakan bahwa "Nilai- nilai besar sama dengan nilai-nilai indah, tetapi kata "unggul" lebih sering

(29)

5

digunakan dalam pengerjaan, sedangkan kata "hebat" lebih sering digunakan.

dimanfaatkan dalam perbuatan”.

Dalam kehidupan sehari-hari, "luar biasa" lebih menarik daripada

"hebat". Individu lebih terpesona oleh penampilan daripada perilaku. Individu yang berjalan dengan baik (moral), tetapi kurang cantik (estetika) akan dipilih sesudahnya; Orang yang dipilih untuk memulai mungkin adalah orang yang sangat baik meskipun tidak baik.

5. Konsep Pendidikan Akhlak a) Definisi Pendidikan

Dari segi bahasa, pendidikan dapat diartikan sebagai tindakan mendidik, dan juga berarti pengetahuan tentang mendidik atau pemeliharaan tubuh, pikiran dan sebagainya. Sedangkan dari segi istilah, pengertian pendidikan dapat mengacu pada UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 yang menyatakan bahwa:

Pengajaran dapat menjadi usaha yang disadari dan disusun untuk menciptakan suasana belajar dan pegangan belajar sehingga siswa secara efektif menciptakan potensinya untuk memiliki kualitas dunia lain yang saleh, pengendalian diri, identitas, wawasan, karakter terhormat, dan kemampuan yang diperlukan oleh diri mereka sendiri, masyarakat, negara. dan negara.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991:232) juga diperjelas

“Kurang lebih Pengertian Pengajaran yang berasal dari kata “didik”, maka kata ini mendapat awalan “aku” sehingga menjadi “mengajar” yang menyarankan

(30)

untuk melestarikan dan memberikan persiapan." Dalam menjaga dan memberi persiapan, sangat penting untuk memiliki pelajaran, permintaan dan administrasi tentang moral dan wawasan akal. Dengan demikian, dari definisi ini dapat ditangkap bahwa instruksi dapat berupa pengerahan tenaga secara sadar untuk menumbuhkan kualitas aset manusia, baik secara fisik maupun mendalam, formal, santai, dan nonformal. Biasanya dilakukan tanpa henti dalam rangka membentuk makhluk manusia yang lihai, terpelajar dan bermoral.

b) Pengertian Akhlak

Dikutip dari Guru Pendidikan (2021) bahwa:

Secara etimologis, kata kualitas mendalam merupakan bentuk jamak dari kata khuluq dalam bahasa Arab yang mengandung makna budi pekerti, tingkah laku, tabiat atau watak. Sedangkan secara epistemologis, etika, adalah perilaku atau kegiatan manusia yang didorong dari jiwa tanpa memerlukan pemikiran dan pemikiran terlebih dahulu.

Kata akhlaq berakar dari kata khalaq atau khalqun yang berarti peristiwa, bentuk, ciptaan, penampakan, perilaku, tingkah laku, yang sepintas hanya berkonotasi lahiriah, padahal sebenarnya akhlak mencakup batin (batin) di samping lahiriah karena Sikap batin termasuk bahan pelajaran akhlak, jadi bisa jadi seseorang yang tutur katanya sopan, perilakunya santun, tetapi tidak memiliki akhlak yang mulia karena bisa jadi karena ingin mendapat pujian atau bahkan untuk menipu. Oleh karena itu, moralitas tidak dapat diidentikkan dengan: budi pekerti, etika, budi pekerti karena semuanya hanya sebatas hal-hal lahiriah saja, selain itu hanya berkaitan dengan hubungan sosial antar manusia.

Moral terdiri dari beberapa bagian seperti yang dibahas oleh La iba (2017) sebagai berikut:

(31)

7

1. Tauhid/Aqidah (Akhlak kepada Allah Swt)

Tauhid membahas tentang wujud Allah SWT, tentang sifat-sifat yang harus tetap ada pada-Nya, sifat-sifat yang dapat dikaitkan dengan-Nya dan tentang sifat-sifat yang harus dihilangkan sama sekali darinya. Juga meneliti para utusan Allah SWT. membujuk kerasulan mereka, menegaskan apa yang wajib di dalamnya dan apa yang ilegal dalam mengatur untuk menghubungkannya dengan diri mereka sendiri. Terkait dengan tauhid ini

telah ditegaskan dalam Surah Luqman ayat 13:

Terjemahan:

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (Q.S Luqman/31:13)

Menyinggung ayat di atas, diketahui bahwa Aqidah adalah pendirian dalam ajaran Islam, maka kehormatan seorang muslim tidak akan diakui oleh Allah SWT, jika tidak dilandasi oleh akidah yang benar, khususnya faham tauhid. .

2. Birr Al-Waalidain (Akhlak kepada Keluarga)

Setelah menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan, yang harus ditekankan kepada siswa adalah memperhatikan hubungan yang baik dengan kedua wali. Allah memerintahkan manusia untuk menghormati

(32)

dan menghormati wali mereka. Karena melalui jalan wali orang dilahirkan ke dalam tanah. Oleh karena itu, keduanya dianggap biasa.

Dalam Islam diperintahkan bahwa hidup di dunia ini adalah untuk menyembah Allah, untuk bersyukur. Dan menjadikannya sebagai khalifah. Semuanya tidak bisa dilakukan jika kita tidak dilahirkan ke dunia. Dengan cara ini, hormati para wali yang untuknya kita telah dibangkitkan oleh Tuhan ke dunia. Kualitas etika terhadap keluarga ini telah diperjelas oleh Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 14:

3.

Terjemahan:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S Luqman/31:14)

Dalam tafsir Al-Misbah Karya Quraish Shihab (2013:56), ayat ini ditafsirkan:

Dan telah Kami perintahkan kepada manusia untuk berbakti kepada orang tuanya, dengan menjadikan ibunya lebih dihormati.

Karena ia telah mengandungnya sehingga menjadi semakin bertambah lemah. Lalu kandungan itu sedikit demi sedikit membesar. ibu kemudian menyapihnya dalam dua tahun. Dan telah Kami wasiatkan kepadanya, "Bersyukurlah kepada Allah dan kedua orang tuamu. Kepada-Nyalah tempat kembali untuk perhitungan dan pembalasan.

Allah memerintahkan manusia untuk menghormati dan menghormati wali mereka. Karena melalui jalan wali orang dilahirkan ke

(33)

9

dalam tanah. itu sebabnya wajar jika keduanya dianggap. Dalam Islam diperintahkan bahwa kehidupan di dunia adalah untuk menyembah Allah dan menjadi khalifah. Semuanya tidak bisa dilakukan jika kita tidak dilahirkan ke dunia. Dengan cara ini, hormati para wali yang untuknya kita telah dibangkitkan oleh Tuhan ke dunia.

3. ibadah (Akhlak kepada Diri Sendiri)

Allah membandingkan aktivitas manusia dengan perkiraan biji sesawi. Sesungguhnya jika perbuatan besar atau buruk itu sebesar biji sesawi, dan itu berada di tempat yang paling tertutup dan paling kecil, seperti di atas batu besar atau di tempat yang tinggi seperti di langit, atau di tempat yang paling kecil seperti tanah, itu pasti akan ditemukan. oleh Allah swt. Dan semua perbuatan itu akan mendapat balasan dari Allah SWT, jika perbuatan itu baik maka pahalanya juga besar, dan jika perbuatan itu buruk maka pahalanya juga buruk. Akhlak kepada diri sendiri ini telah dijelaskan dalam Surah Luqman ayat 16:

Terjemahan:

(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (Q/S Luqman/31:16)

(34)

Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa Allah mengumpamakan amal manusia sebesar biji sawi. Sekalipun perbuatan baik dan buruk itu beratnya hanya sebiji sawi, lalu ia berada di tempat yang paling tersembunyi dan paling tidak kelihatan, seperti dalam batu besar atau ditempat yang tinggi seperti di langit, atau di tempat yang paling bawah seperti di bumi, niscaya hal itu akan ditemukan oleh Allah Swt. Dan semua perbuatan itu akan mendapat balasan dari Allah Swt, apabila amalnya itu baik, maka balasannya pun baik pula, dan apabila amalnya buruk, maka balasannya pun buruk pula.

4. Muamalah (Akhlak kepada Manusia)

Akhlak kepada manusia ini telah dijelaskan oleh Allah melalui kisah Luqmanul Hakim dalam Surah Luqman ayat 18:

Terjemahan:

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S Luqman/31:18)

Dari ayat di atas, dapat ditarik beberapa hal utama yang menjadi nasihat Luqman kepada anaknya yang diabadikan oleh Allah Swt dalam Surah Luqman tersebut yang diuraikan sebagai berikut:

(35)

11

Pertama. Luqman menasehati anaknya untuk tidak memalingkan mukanya terhadap orang lain pada saat berbicara dengannya, karena sombong dan meremehkannya. Akan tetapi hadapilah dia dengan muka yang berseri dan gembira, tanpa rasa sombong dan tinggi diri.

Kedua. jangan berjalan di muka bumi dengan angkuh dan menyombongkan diri. Karena cara demikian adalah cara orang yang angkra murka dan sombong, yaitu mereka yang gemar melakukan kekejaman di muka bumi dan suka zalim terhadap sesama. Akan tetapi berjalanlah dengan sikap sederhana karena sesungguhnya cara jalan yang demikian mencerminkan rasa rendah diri, sehingga pelakunya akan sampai kepada semua kebaikan.

Ketiga. Berjalanlah dengan langkah yang sederhana, yakni tidak terlalu lambat juga tidak terlalu cepat, akan tetapi berjalanlah dengan wajar tanpa dibuat-buat dan juga tanpa pamer menonjolkan sikap rendah diri atau sikap tawadhu‟. Kata al-qasd dalam ayat di atas juga berarti maksud dan tujuan. Jadi, berjalan harus selalu fokus pada tujuan dan sasaran yang dibidik untuk mencapainya.

Keempat. Kurangi tingkat kekerasan suaramu, dan perpendeklah cara bicaramu, janganlah kamu mengangkat suaramu bilamana tidak diperlukan sekali. Karena sesungguhnya sikap yang demikian itu lebih berwibawa bagi yang melakukannya, dan lebih mudah diterima oleh jiwa pendengarnya serta lebih gampang untuk dimengerti.

(36)

1. Konsep Film Animasi/Kartun a) Definisi Animasi

Syahfitri (2011) mendefenisikan animasi sebagai “suatu teknik yang banyak sekali digunakan dalam dunia film dewasa ini, baik sebagai suatu kesatuan yang utuh, bagian dalam suatu film maupun bersatu dalam film liveDunia perfilman memang mapan dalam fotografi, sedangkan aktivitasnya terjalin dalam dunia gambar, khususnya rencana garis besar realistik (rencana komunikasi visual). Dapat dikatakan bahwa gerakan bisa menjadi media yang lahir dari dua perubahan atau disiplin ilmu. , khususnya film dan gambar. Untuk dapat memperolehnya dan memanfaatkan prosedur gerak, kedua transformasi tersebut harus ditangkap dan ditangkap.

Film biasanya digunakan untuk merekam suatu keadaan atau mengungkap sesuatu. Film digunakan untuk memenuhi suatu kebutuhan umum, khususnya untuk mengkomunikasikan suatu pemikiran, pesan atau kenyataan.

Karena ukurannya yang khusus sebagai hasil dari sifat hiburannya, film telah diakui sebagai salah satu media audio-visual yang paling terkenal dan lazim.

Karena itu juga dianggap sebagai media paling efektif. Keinginan manusia untuk membentuk sebuah gambar atau gambar yang hidup dan bergerak sebagai mediator ekspresinya bisa menjadi tanda dari bentuk esensial gerakan yang hidup dan baik.

b. Jenis-jenis animasi

(37)

13

Syahfitri (2011) menjelaskan bahwa “animasi yang dulunya mempunyai prinsip yang sederhana, sekarang telah berkembang menjadi beberapa jenis, yaitu animasi 2D, animasi 3D dan animasi tanah liat.”

1. Animasi 2D (Dua Dimensi) Animasi ini yang paling akrab dengan keseharian kita. Biasa disebut juga dengan film kartun. Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon, yang berarti gambar yang lucu. Memang, film kartun ini kebanyakan film yang lucu. Serial kartun “Nussa dan Rara” menjadi salah satu contoh film animasi tipe ini.

2. Aktivitas 3D (Tiga Pengukuran) Semakin berkembangnya inovasi dan dunia komputer membuat strategi untuk membuat aktivitas 3D semakin tercipta dan berkembang pesat. Aktivitas 3D bisa menjadi peningkatan keaktifan 2D. Dengan keaktifan 3D, karakter yang muncul lebih hidup dan asli, lebih mendekati bentuknya yang unik.

Kasus keaktifan semacam ini adalah Ratatouile, Naruto, Avatar, dan sebagainya.

3. Aktivitas Tanah Liat Meski judulnya adalah Tanah Liat, yang digunakan bukanlah tanah liat biasa. Gerakan ini menggunakan plastisin, kain yang dapat disesuaikan seperti permen karet yang dirancang pada tahun 1897. Angka-angka dalam keaktifan tanah liat dibuat dengan menggunakan garis luar biasa untuk garis tubuh. Film tanah liat berenergi mulai dirilis pada Februari 1908 berjudul, A

(38)

Sculptor's Web Rarebit Bad dream. Beberapa waktu juga beredar film tanah liat berjudul Chicken Run.

b) Kerangka Pikir

Adapun kerangka pikir dalam penelitian ini yaitu harus adanya nilai akhlakul karimah dan relevansi materi pendidikan agama islam. Jenis nilai akhlakul karimah yaitu: adab, sopan santun, toleransi, lapang dada, syukur nikmat dan percaya diri, rendah hati, taat kepada kedua orang tua, tolong menolong, tabligh, menjaga kebersihan, dan dermawan. Dari 11 nilai akhlakul karimah ini dan relevansi pada materi pendidikan agama islam, peneliti menganalisis nilai akhlakul karimah yang ada pada film animasi kartun Nussa dan Rara dan mencari keterkaitan terhadap materi pendidikan agama islam, setelah dianalisis maka akan ada hasil temuan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam skema kerangka pikir berikut:

Nilai Akhlakul Karimah

Jenis Nilai Akhlakul Karimah

Film Animasi Kartun Nussa dan Rara

Analisis

(39)

15

Gambar 2.1 Kerangka Pikir B. Penelitian Terdahulu

Penelitian ini menggunakan beberapa referensi utama yang dijadikan sebagai dasar penyusunan penelitian ini. Beberapa referensi tersebut diuraikan dalam tabel 2.1 berikut ini:

No. Peneliti (Tahun) Judul Penelitian Hasil Penelitian 1. Afrilia (2020) Analisis Nilai Karakter

dalam Film Nussa dan Rara Karya Aditya Triantoro

Hasil analisis terdapat 18 Nilai Karakter yang muncul pada Film Nussa dan Rara karya Aditya Triantoro seperti nilai karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan peduli sosial, dan tanggung jawab

Relevansi Materi Pendidikan Agama Islam

Temuan

(40)

2. Sayekti (2019) Film Animasi “Nussa dan Rara Episode Baik itu Mudah” sebagai Sarana Penanaman Karakter pada Anak Usia Dini

Hasil dari penelitian yaitu film animasi Nussa dan Rara episode Baik itu Mudah memuat enam nilai karakter.

Keenam nilai karakter tersebut antara lain: religius, menghargai prestasi, cinta lingkungan, kerja keras, rasa ingin tahu, dan peduli sosial.

Jika anak senantiasa melihat tayangan yang mendidik bahkan yang mengajarkan karakter baik, maka tak dipungkiri ke depan dia akan menjadi pribadi yang berkarakter sesuai harapan bangsa.

Sumber: Olahan Peneliti (2021) Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Merujuk pada beberapa penelitian terdahulu yang telah diuraikan pada tabel 2.1, penelitian ini kemudian ingin mengembangkan sisi lain dari penelitian-penelitian tersebut. Pada dasarnya, penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya memiliki kesamaan dalam hal analisis nilai-nilai yang terkandung dalam film serial animasi Nussa dan Rara. Namun, yang membedakannya dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah penelitian ini akan melihat seberapa relevan nilai-nilai yang ada dalam serial animasi Nussa dan Rara pada materi pendidikan agama islam untuk kemudian diterapkan pada siswa kelas iii SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar. Hal ini

(41)

17

dimaksudkan karena peneliti menganggap tidak semua nilai-nilai bisa diterapkan secara langsung pada anak sekolah dasar, maka dari itu peneliti merasa perlu untuk melihat nilai-nilai mana yang paling relevan untuk diterapkan dan juga menjadi pembeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya

(42)

25

Berdasarkan tujuan penelitian, untuk mengetahui secara spesifik signifikansi nilai-nilai etika melalui aransemen Nussa dam Rara pada kain ajar taqwa bagi siswa siswi di SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar, penelitian ini menggunakan strategi ekspresif subjektif.

Menurut Suryabrata (2010) secara harfiah “deskriptif adalah mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian.” Tujuan dari penelitian deskriptif adalah membuat deskripsi, representasi, atau gambaran sistematis dam faktual terkait dengan fakta-fakta tertentu, serta sifat-sifat dam relasi antar fenomena yang dikaji.

Jenis investigasi yang digunakan dapat berupa investigasi subjektif, yang menggambarkan sudut pandang terkait protes investigasi secara mendalam (Sugiyono, 2014). Melalui jenis pertanyaan deskriptif kualitatif yang digunakan dalam pembahasan ini, akan diperoleh gambaran tentang pentingnya nilai-nilai etika melalui aransemen Nussa Dam Rara pada jalinan ajaran taqwa bagi siswa siswi di SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar.

B. Definisi istilah

Ada beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian yang diuraikan dalam tabel 3.1 berikut ini:

No. istilah Defenisi

1 Nilai Akhlakul Akhlakul karimah bisa berupa keadaan pikiran

(43)

26

Karimah yang terhormat, terpuji, atau agung yang di pahami dengan pelajaran Islam. Akhlakul karimah adalah sesuatu yang tidak dapat dicabut dalam jiwa manusia yang darinya lahir kegiatan-kegiatan sederhana tanpa melalui pegangan pemikiran, pemikiran atau penyelidikan. Di dalam hadits Baihaqi dam Malik bahwa aku (Rasulullah) diutus untuk mencapai puncak akhlak manusia. Hadits Tirmidzi juga menjelaskan bahwa penyembah yang paling utama dalam keyakinan adalah yang memiliki perilaku terkemuka.

2 Nussa dam Rara Nussa adalah aransemen energik Indonesia yang dibuat oleh studio aktivitas The Small Giantz dan 4Stripe Preparations. Kemeriahan ini sudah ditayangkan di video sharing benefit Youtube sejak November 2018. Kemeriahan ini sudah muncul di dua saluran tv gratis/FTA Indonesia NET. tengah Ramadhan 1440 H/2019 M, indosiar sejak Oktober 2019.

3 Relevansi Signifikansi adalah hubungan antara dua hal yang berhubungan atau konsisten satu sama lain. Jadi

(44)

mereka berhubungan satu sama lain. Secara umum, konsep ketepatan adalah bagaimana seseorang dapat mencoba menghubungkan satu subjek ke subjek lain pada saat yang sama dan mempertimbangkan konsep keduanya.

4 Materi Pendidikan Agama islam

Materi ajar pendidikan agama islam adalah segala bahan ajar pendidikan agama islam berdasarkan buku pendidikan agama islam dam budi pekerti untuk Sekolah Dasar bagi peserta didik dam bagi guru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dam Kebudayaan Republik indonesia edisi terbaru.

Sumber: Olahan Peneliti (2021) tabel 3.1 Daftar istilah C. Prosedur Penelitian

1. Tahap persiapan, merupakan tahap di mana konsep penelitian mulai dibangun berdasarkan permasalahan yang telah dikaji sebelumnya, serta melakukan konsultasi terkait bahan penelitian dam juga objek penelitian yang dituju.

2. Tahap pelaksanaan, merupakan tahap di mana konsep penelitian yang telah dibangun kemudian dieksekusi melalui metode pengumpulan data yang telah ditetapkan, yakni melalui metode analisis konten, keterkaitan materi pendidikan agama islam dam wawancara.

3. Tahap penyelesaian, merupakan tahap di mana data-data yang telah dikumpulkan dalam tahap pelaksanaan akan direduksi sesuai kebutuhan

(45)

28

penelitian, lalu dianalisis, mencari keterkaitan pada materi pendidikan agama islam dam wawancara kemudian disusun menjadi sebuah hasil penelitian.

D. Data dam Sumber Data

Informasi adalah semua data atau kenyataan tentang suatu hal atau masalah. Arikunto (2010: 172) menjelaskan bahwa sumber informasi dalam penyelidikan adalah subjek dari mana informasi itu diperoleh. Informasi dalam artikel ini termasuk film kartun energik Nussa dam Rara, khususnya "Merdeka!!!"

kesempatan, kesempatan "Belajar dari Lebah", kesempatan "Jangan Percakapan", kesempatan "Take No Ya", dan kesempatan "Perlawanan" yang terkandung dalam film. Dimeriahkan kartun Nussa dan Rara Kemudian terkait materi ajar taqwa dan munculnya wawancara dengan guru mata pelajaran dan siswa resensi 3 di SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar. Sumber informasi menggabungkan peristiwa dari suatu gerakan, tempat atau daerah dan arsip. Sumber data dalam renungan ini dalam bingkai kartun berenergi Nussa dam Rara, bahan ajar taqwa, serta hasil wawancara yang dilakukan oleh analis dengan siswa review 3 SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar.

E. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono (2016: 193) “teknik pengumpulan data adalah suatu langkah yang dinilai strategis dalam penelitian karena mempunyai tujuan yang utama dalam memperoleh data”. Dalam pengumpulan data-data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data antara lain :

1. Metode Observasi

(46)

Nasution (Sugiyono 2016: 310) “observasi adalah semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi”.

Moleong (2014: 174) menyatakan salah satu alasan penggunaan metode observasi dalam penelitian kualitatif adalah “memungkinkan melihat dam mengamati sendiri fenomena yang terjadi pada saat penelitian.

2. Analisis Konten

Analisis konten merupakan suatu bentuk pengumpulan data yang dilakukan dengan menelusuri objek tertentu. Dalam penelitian ini, analisis konten akan dilakukan pada serial animasi kartun Nussa dam Rara. Adapun hal yang akan dianalisis dari konten ini adalah nilai-nilai yang terdapat dalam serial animasi kartun Nussa dam Rara. Dikutip dari Reni (2020) bahwasanya

“setidaknya terdapat 1 nilai akhlakul karimah yang terkandung dalam serial animasi kartun Nussa dam Rara”. Ke-11 nilai akhlakul karimah tersebutlah yang menjadi acuan indikator analisis dalam penelitian ini, yang diuraikan dalam tabel 3.2 berikut ini:

No. Nilai Akhlakul Karimah

Definisi Operasional

1 Adab Adab yang berkaitan dengan keyakinan dan kecintaan dalam Islam bukanlah perilaku hormat yang adil, akhlak yang agung tetapi lebih dari itu, adab mengangkat harta dan keluhuran sesuatu berdasarkan pengaturan

(47)

30

Allah SWT.

2 Sopan Santun Perilaku adalah perilaku, perilaku, peradaban, dan kehormatan yang agung.

3 Toleransi Perlawanan dapat diterjemahkan sebagai perilaku terbuka untuk menghargai semua kontras yang ada di antara orang-orang. Sesuai dengan referensi Kata Besar Bahasa Indonesia, resiliensi bisa jadi merupakan sifat atau keadaan pikiran yang toleran. Tampil menghargai perbedaan dalam kesimpulan, agama, ras, dan budaya setiap orang

4 Lapang Dada Pikiran terbuka adalah keadaan pikiran yang bersedia untuk mengakui umpan balik dan bersedia untuk mengakui anggapan.

5 Syukur Nikmat dam Percaya Diri

Apresiasi adalah penegasan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT yang disertai dengan akomodasi kepada-Nya dan memanfaatkan nikmat tersebut sesuai dengan kehendak Allah SWT. Percaya diri bisa menjadi tanda mendapatkan nikmat Allah SWT.

6 Rendah Hati Kerendahan hati adalah memperhatikan kedudukan orang lain dam menghindari perilaku sombong terhadap mereka.

7 Taat Kepada Orang Tua

Ketundukan kepada wali berarti memberikan kebajikan dan mematuhi perintah mereka.

8 Tolong Menolong Jika tidak terlalu banyak kesulitan menawarkan

(48)

bantuan adalah keadaan pikiran membuat perbedaan orang lain dan membantu beban orang lain.

9 Tabligh Tabligh itu menular, penyampaiannya dilakukan secara lisan dan terus menerus menyambut kebaikan.

10 Menjaga Kebersihan Menjaga kebersihan adalah upaya yang dilakukan manusia untuk mengamankan diri dan lingkungan dari segala penjuru bumi, sehingga tercipta kehidupan yang kokoh dan nyaman.

11 Dermawan Liberality adalah sikap kedermawanan (charity and charity).

Sumber Reni (2020) diolah peneliti (2021) tabel 3.2 indikator Nilai 3. Relevansi

Pertinence adalah hubungan antara dua hal yang berhubungan atau kongruen satu sama lain. Jadi mereka berhubungan satu sama lain. Secara umum, konsep signifikansi adalah bagaimana seseorang dapat mencoba menghubungkan satu subjek ke subjek lain pada saat yang sama dan mempertimbangkan konsep keduanya.

4. Wawancara

Bertemu bisa menjadi pertukaran yang dilakukan oleh penanya untuk mendapatkan informasi dari yang diwawancarai. Penanya bisa menjadi orang yang menggunakan strategi pertemuan serta bertindak sebagai pelopor dalam

(49)

32

pegangan pertemuan. Dia juga memiliki hak untuk memutuskan kain yang harus dipenuhi dan kapan dimulai dan ditutup. Saksi adalah orang yang diwawancarai yang diharapkan mendapatkan dan memperoleh informasi, data, atau kebenaran dari protes investigasi.

Dalam proses pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur adalah suatu prosedur otomatis guna menggali informasi terkait responden dengan kondisi di mana manuskrip pertanyaan ditanyakan secara berurutan oleh pewawancara dam jawabannya didokumentasikan secara terstandarisasi (Nulhakim, 2013).

Adapun manuskrip wawancara yang disusun untuk penelitian ini terlampir pada bagian akhir skripsi penelitian ini.

5. Dokumen

Catatan adalah catatan peristiwa yang telah berlalu. Arsip dapat berupa karangan, gambar, atau karya luar biasa seseorang (Sugiyono, 2015:329).

Laporan dibagi menjadi dua macam, yaitu khusus dalam bentuk tulisan, jurnal hitung, sejarah, biografi, dan cerita. Rekaman dalam bingkai gambar mencakup foto, gambar langsung, potret, dan lain-lain..

F. Teknik Analisis Data

Pemeriksaan informasi subyektif bersifat induktif, khususnya pemeriksaan berdasarkan informasi yang didapat, pada saat itu terciptalah suatu rancangan hubungan tertentu atau menjadi suatu teori (Sugiyono, 2015:335).

Pemeriksaan informasi dilakukan beberapa waktu baru memasuki lapangan, saat

(50)

di dalam lapangan, dan setelah selesai di dalam lapangan. Meskipun demikian, dalam penyelidikan subyektif, analisis data lebih dipusatkan pada bentuk-bentuk lapangan di samping pengumpulan informasi. Pengumpulan informasi dalam pertimbangan ini dalam bentuk laporan dan hasil wawancara dengan siswa.

Setelah informasi dikumpulkan secara keseluruhan, maka informasi tersebut diklasifikasikan, digambarkan, dan dianalisis dan kemudian dihubungkan berdasarkan pertanyaan tentang masalah. Secara rinci metode pemeriksaan informasi adalah sebagai berikut:

a. Menganalisis nilai-nilai kualitas mendalam dalam kartun energi Nussa dam Rara berdasarkan penanda nilai-nilai kualitas mendalam yang telah diberikan.

b. Tulis bukti penghargaan kualitas etis dalam tabel nilai kualitas mendalam.

c. Keterkaitan nilai-nilai kualitas etika pada jalinan ajaran agama Islam.

Miles dan Huberman (Sugiyono, 2015:337) menyatakan bahwa latihan- latihan dalam pemeriksaan informasi subjektif dilakukan intelijen dan berlangsung sampai selesai, sehingga informasinya meresap. Prosedur pemeriksaan informasi yang digunakan dalam pembahasan ini meliputi pengurangan informasi, pengenalan informasi, dan konfirmasi informasi.

1. Reduksi Data

Mengurangi informasi berarti meringkas, memilih yang paling banyak, memusatkan pada hal-hal yang penting, mencoba menemukan topik dan desain, dan membuang yang tidak berguna. Dengan cara ini informasi yang telah berkurang akan memberikan gambaran yang jelas, dan mengurangi

(51)

34

tuntutan analis untuk melakukan pengumpulan informasi bantuan, dan mencarinya saat dibutuhkan. Sugiyono (2015:339) menyatakan bahwa pengurangan informasi mungkin merupakan hal yang sensitif mengingat persiapan yang membutuhkan wawasan dan keluasan serta kedalaman pemahaman yang tinggi. Dalam mengurangi informasi, setiap penyelidikan akan dipandu oleh tujuan yang ingin dicapai.

Dalam renungan ini, para peneliti menganalisis nilai kualitas yang mendalam dalam kartun Nussa dam Rara yang dimeriahkan dan kemudian pentingnya nilai kualitas yang mendalam untuk bahan ajar Islam yang saleh.

2. Penyajian Data (data display)

Setelah informasi dikurangi, langkah selanjutnya adalah menampilkan informasi tersebut. Dalam penyelidikan subyektif, pengenalan informasi dapat melalui kerangka penggambaran singkat, bagan, hubungan antar kategori, bagan arus, dan sejenisnya (Sugiyono, 2015: 341). Pengenalan informasi yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah pengenalan informasi secara cerita. Pengenalan yang digunakan adalah dalam bingkai grafik dan tabel sehingga tidak terlalu menuntut untuk melakukan penyelidikan.

3. Conclusion Drawing/Verification

Langkah lain dalam menganalisis informasi subjektif yang sependapat dengan Miles dan Huberman adalah menarik kesimpulan dan konfirmasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara,

(52)

dan akan berubah jika tidak ditemukan bukti yang kuat untuk mendukung penyelenggaraan pengumpulan informasi yang lain. Dalam hal kesimpulan yang dikemukakan di awal didukung oleh pembuktian yang substansial dan kesimpulan yang dikemukakan adalah kesimpulan yang sah.

Sugiyono (2015: 345) merekomendasikan bahwa kesimpulan yang diantisipasi dalam penyelidikan subjektif adalah penemuan-penemuan yang belum pernah ada beberapa waktu belakangan ini. Penemuan dapat dalam bingkai penggambaran atau penggambaran suatu pertanyaan yang sudah redup atau redup sehingga setelah diselidiki menjadi jelas bahwa itu bisa berupa hubungan, teori atau hipotesis biasa atau cerdas. Dalam perenungan ini dilakukan penggambaran setiap informasi sesuai dengan pengenalan informasi tersebut.

G. Teknik Periksa Keabsahan Data

Dalam memperoleh keabsahan data, penelitian dilakukan untuk mengecek keabsahan data terlebih dahulu. Moleong (2011:330) menjelaskan bahwa “keabsahan data dalam penelitian kualitatif dapat diperoleh melalui triangulasi”.

Triangulasi adalah teknik validasi data yang menggunakan sesuatu yang lain untuk memeriksa dan membandingkan data. Dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber.

(53)

36

Sugiyono (2015:373) menjelaskan bahwa “triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi”.

Berdasarkan triangulasi tersebut di atas, maka bermaksud untuk mengecek kebenaran dam keabsahan data-data yang diperoleh di lapangan tentang relevansi nilai-nilai akhlakul karimah dalam serial animasi kartun Nussa dam Rara pada materi pendidikan agama islam siswa kelas 3 SDN 1 Labuang Baji Kota Makassar dari sumber hasil observasi (pengamatan), wawancara maupun melalui dokumentasi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan seluruh data yang diperoleh di lapangan dalam penelitian tersebut.

(54)
(55)

25

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Nilai-Nilai Akhlakul Karimah pada Film Animasi Nusa dan Rara Nilai-nilai etika pada kartun Nusa dan Rara yang berenergi ditampilkan melalui adegan, pertukaran antar karakter, dan perilaku karakter pada merespon sesuatu. Biasanya lebih mudah untuk menkannya karena di pada film Nusa ada subtitle untuk setiap kesempatan. Pada perkembangannya, film ini juga ditayangkan di YouTube sehingga bisa ditonton lebih dari satu kali.

Di area ini, pencipta akan menampilkan nilai-nilai etika yang ter pada film yang dihidupkan Nusa dan Rara, kesempatan “Merdeka!!!”, kesempatan “Belajar Dari Lebah”, kesempatan “Jangan Bicara”, kesempatan “Ambil Nggak Yaa???”, dan terjadinya “Toleransi”

berlandaskan nilai-nilai akhlak menurut Az-Zarnuji pada kitab Ta'lim al- Muta'alim. Nilai-nilai kualitas menpada adalah sebagai berikut:

a. Adab

Penghargaan kualitas menpada dan kualitas menpada pada film energik Nusa dan Rara ditemukan sekali, khususnya pada acara "Jangan Bicara".

Rara :“Allhumma inni „auudzubika minal hubitsi wal hobaits aamiin. Terus masuk dengan yang dibersihkan, keluar

(56)

dengan yang benar. (Sementara bertualang masuk dan keluar).

Nusa :”Ets... Jangan abaikan memohon keluar dari toilet!

'Ghufroonaka' menyiratkan aku meminta maaf padamu"

b. Sopan Santun

Penghormatan kualitas etika dan perilaku baik pada film energik Nusa dan Rara ditemukan satu kali, khususnya pada kesempatan “Ambil Gak Yaa???”.

Umma : "Kamu telah membuat tanpa keraguan bahwa tidak ada pemilik, kan?"

Nusa dan :(Menunjuk dengan tanda persetujuan alamat Umma)

Rara

Umma :"Dosa adalah perbuatan merusak perintah atau hukum Tuhan. Misalnya, mengingkari doa, menipu, berbohong, itu bisa menjadi dosa yang mahal." (Umma mencoba menjelaskan kepada Nusa dan Rara)

Rara :” Rara tidak berbohong, Umma. Sungguh, itu uang untuk mencari, bukan mengambil." (berusaha

membujuk Umma)

(57)

27

c. Toleransi

Penghargaan akan kualitas dan ketahanan yang menpada pada film animasi Nusa dan Rara ditemukan dua kali, yaitu pada peristiwa

“Toleransi” dan peristiwa “Ambil Gak Yaa???”.

1) Peristiwa “Toleransi”

Nusa :"Kami memang menawarkan bantuan saudara. Jadi tidak perlu berdonasi berkah, itu tegaskan saudara.

Yang penting semua barang milik saudara aman."

Kurir :” Puji Sang Penguasa. Semoga Tuhan meridhoimu.

Terima kasih sekali lagi kakak-kakak." (sambil menyambut Nusa dan Rara)

2) Peristiwa “Ambil Gak Yaa???”

Nusa :”Mengarang! Di mana orang menghamburkan uang selain itu, Ra? Mungkin orang tersebut tidak tahu bahwa uangnya jatuh. Kami akan adil harus

menunggu seseorang untuk mengetahuinya." (jelas kepada Rara)

Rara :”Hmm... Baiklah, ayo bertahan."

d. Syukur Nikmat dan Percaya Diri

(58)

Nilai akhlakul karimah syukur nikmat dan percaya diri pada film animasi Nusa dan Rara ditemukan satu kali, yaitu pada peristiwa

“Merdeka!!!”.

Abdul :” Hem hem hem” (Abdul menggumam sambil mengayuh sepedanya)

Rara :"Wow Keren." (sementara melihat sepeda Abdul yang telah ditingkatkan seperti tangki)

Nusa dan :"Ab...dul". (Nusa dan Rara membaca komposisi di Rara atas sepeda tank milik Abdul)

Nusa :"Ini sepeda yang sangat bagus, Dul. Keren."

e. Tabligh

Nilai etika tahu tabligh pada film Nusa dan Rara ditemukan dua kali, yaitu pada peristiwa “Belajar Dari Lebah” dan peristiwa

“Merdeka!!!”.

1) Peristiwa “Belajar Dari Lebah”

Nusa :(Fokus pada lebih banyak yang bertengger di bunga) “Lihat itu! Kita harus mewakili sifat lebah, Ra."

Rara :"Kasus sifat lebah?"

Nusa : "Lebah terus menerus hinggap di bunga bersih dan produk alami. Bunga dan produk alami adalah sumber makanan bagi lebah Ra, sehingga mereka

menghasilkan madu."

(59)

29

Rara :"Oh...lebah apalagi yang memilih mekar, bukan?"

(Tanya Rara penasaran)

Nusa :"Tidak. Lebah tidak memilih bunga seperti Rara.

Tempat dia mendarat, tidak merusak bunga atau cabang. Saat itu, dia tidak akan terganggu jika dia tidak kesal. Lebah itu keren Ra, mereka memiliki bagian dari manfaat bagi kita.”

Rara :"Masya Allah. Apakah sekejam itu kita tidak bisa sembarangan memilih bunga? Yang mengerikan mereka tidak akan bisa makan. Saat itu kita tidak menkan nektar. Rara perlu menghafal dari lebah!" (merasa berenergi)

2) Peristiwa “Merdeka!!!”

Nusa : "Abdul juga perlu mencerahkan sepedanya untuk besok, Ra. Jangan berpikiran sempit!"

Rara : “E..go.. ada apa, Umma? (Rara penasaran) f. Lapang Dada

Nilai akhlakul karimah lapang dada pada film animasi kartun Nusa dan Rara ditemukan satu kali, yaitu pada peristiwa “Merdeka!!!”

Rara : “Selamat Kak Abdul atas kemenangannya.”

Abdul : "Terima kasih, Ra. Abdul malu padamu.

Awalnya, kamu Abdul dianggap saingan.

(60)

Sayang sekali Abdul, Ra. Abdul tidak meminjam sepeda dari Rara." (merasa menyesal)

g. Rendah Hati

Nilai akhlakul karimah rendah hati pada film animasi kartun Nusa dan Rara ditemukan satu kali, yaitu pada peristiwa “Merdeka!!!”

Nusa :"Umma bilang kompetisi itu bukan soal menang kalah, yang penting harus bersama dan tetap tabah, Dul. Kamu adalah pendampingku." (sambil

memegang pundak Abdul) h. Menjaga Kebersihan

Nilai akhlakul karimah menjaga kebersihan pada film animasi kartun Nusa dan Rara ditemukan satu kali, yaitu “Belajar Dari Lebah”

Rara : "Itu dia." (berlari lebih dekat ke pohon) "Ini dia.

Satu, dua, ti..." (berencana untuk melemparkan tempat pemeliharaan lebah dengan sepatunya) Nusa :(mengambil sepatu ditangan Rara) “Eh eh eh stop stop stop. Jangan cari gara-gara sama lebah deh!”

i. Tolong Menolong, dermawan

Nilai akhlakul karimah tolong menolong pada film animasi Nusa dan Rara ditemukan satu kali, yaitu pada peristiwa “Toleransi”

Nusa dan Rara :"Kasihan" (merasa khawatir)

(61)

31

Umma : “Umma saat ini perlu membantu mereka. Nusa dan Rara, jika tidak terlalu repot membereskan barang-barang ini maka siap untuk

menyampaikannya hari ini ke Nci May May, oke?”

j. Taat Kepada Orang Tua

Nilai akhlakul karimah tanggung jawab pada film animasi kartun Nusa dan Rara di temukan satu kali, yaitu pada peristiwa “Jangan Bicara”

Nusa : "Nah, saat kita buang air besar, kita tidak bisa menghadap atau membelakangi kiblat, kan?"

Umma :"Ya, itu benar. Selain itu, saat berdoa atau berdzikir, tidak boleh dihapus dari kamar kecil." (mencoba menjelaskan kepada Rara)

Rara : "Pada saat itu Rara tidak bermain di toilet lagi."

Tabel 4.1

Nilai Akhlaku Kaimah pada Film Animasi Nusa dan Rara No.

Nilai Akhlakul Karimah

Judul Film Animasi Kartun Nusa dan Rara J U M L A H

(62)

Berlandaskan hasil kajian nilai-nilai kualitas etika dalam kartun Nusa dan Rara yang dimeriahkan, jumlah informasi lengkap nilai-nilai kualitas etika yang muncul dalam film kartun Nusa dan Rara yang dimeriahkan

“Merdeka!

!!” “Belajar

Dari Lebah”

“Jangan

Bicara” “Ambil Gak Yaa???”

“Toleransi”

1. Adab  1

2. Sopan Santun

1

3. Toleransi   2

4. Lapang Dada

1

5. Syukur Nikmat dan Percaya Diri

1

6. Rendah Hati

1

7. Taat Kepada Orang Tua

1

8. Tolong Menolong

1

9. Tabligh   2

10. Menjaga Kebersihan

1

11. Dermawan  1

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pikir  B.  Penelitian Terdahulu
Gambar 4.1 Diagram Nilai Akhlakul Karimah pada film Animasi  Kartun Nusa dan Rara

Referensi

Dokumen terkait

Akan dikaji sifat-sifat lebih jauh dari integral Henstock-Dunford, yaitu sifat-sifat small Riemann sumsnya, khususnya locally dan globally small Riemann sums..

Dan di Bulan Oktober dimana kita menyambut hari Reformasi, maka memulai suatu kegiatan baru yaitu mengajak dan menghimbau seluruh anggota jemaat yang sudah dan belum membaca

Adapun tujuan praktikum ini adalah untuk mengidentifikasi Papaverin HCL yang terdapat pada sediaan tablet dan menghitung kadar Sirup Vitamin B1 (Curcuma Plus) secara

Lokasi 6 merupakan lokasi titik pengambilan sampel pada muara sungai Kaligarang dengan sungai yang berasal dari limbah industri obat dan pasar BK menunjukkan kadar logam

 Visi program praktikum sebaiknya mensiasati lulusan menjadi full practicioners dalam dunia manusia, yaitu dunia pekerjaan yang relevan dengan ilmu yang dikuasainya,

Dalam penelitian lapangan ini digunakan dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan kuisoner, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari daftar pertanyaaan secara tertulis

Hal ini dimaksudkan adalah untuk menghindari terjadi permasalahan hukum di kemudian hari (timbul sengketa). Apabila pembeli telah mengetahui bahwa tanah tersebut

Alat penyaring ini digunakan pada jalur pipa guna menyaring kotoran pada aliran sehingga aliaran yg akan diproses atau hasil proses lebih baik mutunya.... Tipe ini digunakan