• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS WAVEFORM TERKONTAMINASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS WAVEFORM TERKONTAMINASI"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

26

BAB 4

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS WAVEFORM

TERKONTAMINASI

4.1 Hasil Identifikasi

Pada bab ini akan disajikan hasil-hasil pengolahan data yang telah dilakukan dalam bentuk tabel. Data-data tersebut dibagi ke dalam 2 kategori berdasarkan arah pemindaian satelit altimetri, yaitu dari darat ke laut dan dari laut ke darat. Tabel-tabel hasil pengolahan data berikut ini memiliki beberapa kolom/atribut yang dapat menggambarkan karakteristik data waveform Jason-2 di wilayah yang diteliti. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing kolom di setiap tabel :

1. ‘Rentang’ berisi nilai-nilai rentang jarak footprint satelit dari bibir pantai, dinyatakan dalam satuan kilometer.

2. ‘N’ adalah banyaknya data waveform satelit yang terdapat pada suatu rentang jarak.

3. ‘Jarak max’ berisi nilai-nilai jarak terjauh di mana terdapat waveform yang tidak sesuai dengan kondisi ideal, dinyatakan dalam satuan kilometer.

4. ‘Kedalaman min’ berisi nilai-nilai minimum kedalaman dasar laut di bawah area footprint satelit altimetri, dinyatakan dalam meter.

5. ‘Kedalaman rata-rata’ berisi nilai-nilai rata-rata kedalaman dasar laut di bawah area footprint satelit altimetri, dinyatakan dalam meter.

6. ‘% waveform terkontaminasi’ berisi persentase jumlah waveform yang terkontaminasi dalam suatu nilai ‘rentang’.

7. ‘Tracking gate rata waveform’ adalah nilai tracking gate dari rata-rata kekuatan waveform di suatu rentang yang dihitung menggunakan metode 50 % threshold retracker . Tracking gate adalah gate yang digunakan untuk menentukan tinggi muka air laut, secara teori tracking

(2)

27 Sebagai catatan nilai tracking gate yang digunakan sebagai acuan penentuan kontaminasi adalah gate ke-27 hingga ke-31 (nilai gate Jason-2 adalah 0-103). Angka-angka tersebut dijadikan acuan karena dalam penelitian ini 74-100 %

waveform di laut lepas memiliki nilai tracking gate pada rentang 27-31. Dalam

penelitian ini suatu waveform dinyatakan terkontaminasi bila memiliki nilai tracking

gate di luar rentang nilai acuan yang ditetapkan tersebut.

Dalam bab ini juga akan ditampilkan hasil plotting mean power dan standar deviasi masing-masing rentang untuk setiap set data pada cycle 120. Hasil-hasil plotting serupa untuk cycle 121 disajikan dalam Lampiran 2.

4.1.1 Darat ke laut

1. Set data ke-1

Tabel 4.1 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 120

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,8817 1345,818 1345,818 100 30 1-2 3 1,7634 1980,946 1939,541 100 23 2-3 4 2,939 1856,732 1856,732 100 20 3-4 3 3,8207 1856,732 1856,732 100 19 4-5 4 4,9963 2328,513 2210,568 100 19 5-200 662 199,558 3644,419 2832,007 23,867 28

Tabel 4.2 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 121

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,882 1345,818 1345,818 50 27 1-2 3 1,763 1980,946 1939,541 100 23 2-3 4 2,939 1856,732 1856,732 100 21 3-4 3 3,820 1856,732 1856,732 100 20 4-5 4 4,995 2328,513 2328,513 100 20 5-200 662 151,065 3644,419 2832,007 20,091 28

(3)

28 Untuk rentang 0-1 km pada cycle 121 tampak bahwa 50 persen waveform terkontaminasi. Hal ini terjadi karena kondisi perairan ataupun geofisis di lokasi tersebut pada saat perekaman kondusif bagi pantulan altimeter sehingga tidak semua

waveform terkontaminasi. Selain itu, tampak juga kecenderungan di kedua cycle

bahwa semakin dalam suatu perairan maka semakin kecil tingkat kontaminasi

waveform di lokasi tersebut.

Gambar 4.1 Hasil plotting kedalaman rata-rata terhadap persentase waveform terkontaminasi untuk set data ke-1 pada cycle 120 (atas) dan cycle 121 (bawah)

(4)

29

Gambar 4.2 Hasil plotting mean power dan standar deviasi masing-masing rentang untuk set data ke-1 pada cycle 120

Mean Power Standar Deviasi

0-1 km 1-2 km 2-3 km 3-4 km 4-5 km 5-200 km

(5)

30 2. Set data ke-3

Tabel 4.3 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 120

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,882 36,264 36,264 100 46 1-2 3 1,763 36,264 36,264 100 47 2-3 4 2,939 36,264 36,264 100 47 3-4 3 3,820 51,440 51,440 100 47 4-5 4 4,995 51,103 51,103 100 46 5-200 662 178,665 3147,710 1908,058 44,260 28

Tabel 4.4 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 121

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,000 36,264 36,264 0 30 1-2 3 1,763 36,264 36,264 100 25 2-3 4 2,939 36,264 36,264 100 22 3-4 3 3,820 51,440 51,440 100 17 4-5 4 4,995 51,103 51,103 100 21 5-200 662 143,107 3147,710 1908,058 16,616 29

Pada cycle 121 rentang 0-1 km tampak bahwa tidak ada waveform yang terkontaminasi. Hal ini dapat terjadi akibat dua hal. Pertama adalah kondisi perairan dan geofisis di lokasi tersebut yang kondusif bagi pantulan sinyal altimeter satelit. Kedua adalah adanya kesalahan pada altimeter sehingga data yang direkam tidak sesuai dengan kondisi sesungguhnya. Selain itu tampak juga kecenderungan di kedua

cycle bahwa semakin dalam suatu perairan semakin kecil tingkat kontaminasi waveform di lokasi tersebut (Gambar 4.3).

(6)

31

Gambar 4.3 Hasil plotting kedalaman rata-rata terhadap persentase waveform terkontaminasi untuk set data ke-3 pada cycle 120 (atas) dan cycle 121 (bawah)

(7)

32

Gambar 4.4 Hasil plotting mean power dan standar deviasi masing-masing rentang untuk set data ke-3 pada cycle 120

Mean Power Standar Deviasi

0-1 km 1-2 km 2-3 km 3-4 km 4-5 km 5-200 km

(8)

33 3. Set data ke-5

Tabel 4.5 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 120

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,8816 1,858 1,858 100 66 1-2 3 1,7630 1,858 1,858 100 55 2-3 4 2,9385 1,858 1,858 100 50 3-4 3 3,8201 1,858 1,858 100 46 4-5 4 4,9955 1,858 1,858 100 43 5-200 662 120,775 5502,367 3573,253 23,112 28

Tabel 4.6 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 121

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,882 1,858 1,858 100 65 1-2 3 1,763 1,858 1,858 100 52 2-3 4 2,939 1,858 1,858 100 49 3-4 3 3,820 1,858 1,858 100 47 4-5 4 4,995 1,858 1,858 100 53 5-200 662 74,639 5502,367 3573,253 21,148 29

Jumlah waveform terkontaminasi untuk rentang 5-200 km pada cycle 121 lebih sedikit dibanding pada cycle 120. Hal ini menunjukkan kondisi perairan maupun geofisis di lokasi tersebut pada cycle 121 lebih baik bagi sinyal altimeter. Tampak juga kecenderungan di kedua cycle bahwa semakin dalam suatu perairan maka semakin kecil tingkat kontaminasi waveform di lokasi tersebut.

(9)

34

Gambar 4.5 Hasil plotting kedalaman rata-rata terhadap persentase waveform terkontaminasi untuk set data ke-5 pada cycle 120 (atas) dan cycle 121 (bawah)

(10)

35

Gambar 4.6 Hasil plotting mean power dan standar deviasi masing-masing rentang untuk set data ke-5 pada cycle 120

Mean Power Standar Deviasi

0-1 km 1-2 km 2-3 km 3-4 km 4-5 km 5-200 km

(11)

36 4. Set data ke-7

Tabel 4.7 Hasil Identifikasi waveform pada cycle 120

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,8816 1165,702 1165,702 100 56 1-2 3 1,7630 1165,702 1165,702 100 57 2-3 4 2,9385 1417,533 1165,702 100 49 3-4 3 3,8201 1417,533 1417,533 100 36 4-5 4 4,9955 1417,533 1417,533 100 31 5-200 662 184,8479 4009,807 3430,328 4,532 28

Tabel 4.8 Hasil Identifikasi waveform pada cycle 121

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,882 1165,702 1165,702 100 43 1-2 3 1,763 1165,702 1165,702 100 39 2-3 4 2,939 1165,702 1165,702 100 34 3-4 3 3,233 1417,533 1417,533 33,333 31 4-5 4 - 1417,533 1417,533 0 29 5-200 662 - 4009,807 3430,328 0 29

Jumlah waveform terkontaminasi untuk rentang 3-4, 4-5 dan 5-200 km pada

cycle 121 lebih sedikit dibanding pada cycle 120. Hal ini menunjukkan kondisi

perairan maupun geofisis di lokasi tersebut pada cycle 121 lebih baik bagi sinyal altimeter. Tampak juga kecenderungan di kedua cycle bahwa semakin dalam suatu perairan maka semakin kecil tingkat kontaminasi waveform di lokasi tersebut.

Pada Gambar 4.8 dapat dilihat bahwa semakin menjauhi daratan, kekuatan bagian akhir waveform (trailing edge) semakin membesar hingga pada akhirnya

(12)

37

Gambar 4.7 Hasil plotting kedalaman rata-rata terhadap persentase waveform terkontaminasi untuk set data ke-7 pada cycle 120 (atas) dan cycle 121 (bawah)

(13)

38

Gambar 4.8 Hasil plotting mean power dan standar deviasi masing-masing rentang untuk set data ke-7 pada cycle 120

Mean Power Standar Deviasi

0-1 km 1-2 km 2-3 km 3-4 km 4-5 km 5-200 km

(14)

39 4.1.2 Laut ke darat

1. Set data ke-2

Tabel 4.9 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 120

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,8817 24,875 24,875 100 36 1-2 3 1,7634 24,875 24,875 100 35 2-3 4 2,9390 168,313 96,594 100 34 3-4 3 3,8207 168,313 168,313 100 33 4-5 4 4,9963 168,313 168,313 100 31 5-200 662 173,402 5598,993 3819,434 12,538 28

Tabel 4.10 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 121

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,882 24,875 24,875 100 32 1-2 3 - 24,875 24,875 0 31 2-3 4 - 168,313 96,594 0 30 3-4 3 - 168,313 168,313 0 30 4-5 4 - 168,313 168,313 0 30 5-200 662 28,509 5598,993 3819,400 0,453 28

Jumlah waveform terkontaminasi untuk semua rentang kecuali rentang 0-1 km pada cycle 121 lebih sedikit dibanding pada cycle 120. Hal ini menunjukkan kondisi perairan maupun geofisis di lokasi tersebut pada cycle 121 lebih baik bagi sinyal altimeter. Tampak juga kecenderungan di kedua cycle bahwa semakin dalam suatu perairan maka semakin kecil tingkat kontaminasi waveform di lokasi tersebut.

(15)

40

Gambar 4.9 Hasil plotting kedalaman rata-rata terhadap persentase waveform terkontaminasi untuk set data ke-2 pada cycle 120 (atas) dan cycle 121 (bawah)

(16)

41

Gambar 4.10 Hasil plotting mean power dan standar deviasi masing-masing rentang untuk set data ke-2 pada cycle 1ke-20

Mean Power Standar Deviasi

0-1 km 1-2 km 2-3 km 3-4 km 4-5 km 5-200 km

(17)

42 2. Set data ke-4

Tabel 4.11 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 120

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,8817 87,026 87,026 100 38 1-2 3 1,7634 87,026 87,026 100 46 2-3 4 2,9390 87,026 87,026 100 39 3-4 3 3,8207 87,026 83,075 100 39 4-5 4 4,9963 81,099 81,099 100 40 5-200 662 11,754 2112,446 1845,428 4,985 29

Tabel 4.12 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 121

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,882 87,026 87,026 100 36 1-2 3 1,763 87,026 87,026 100 36 2-3 4 2,939 87,026 87,026 100 38 3-4 3 3,820 87,026 83,075 100 39 4-5 4 4,995 81,099 81,099 100 39 5-200 662 114,599 2112,446 1845,428 3,927 28

Jumlah waveform terkontaminasi untuk rentang 5-200 km pada cycle 121 lebih sedikit dibanding pada cycle 120. Hal ini menunjukkan kondisi perairan maupun geofisis di lokasi tersebut pada cycle 121 lebih baik bagi sinyal altimeter. Tampak juga kecenderungan di kedua cycle bahwa semakin dalam suatu perairan maka semakin kecil tingkat kontaminasi waveform di lokasi tersebut.

(18)

43

Gambar 4.11 Hasil plotting kedalaman rata-rata terhadap persentase waveform terkontaminasi untuk set data ke-4 pada cycle 120 (atas) dan cycle 121 (bawah)

(19)

44

Gambar 4.12 Hasil plotting mean power dan standar deviasi masing-masing rentang untuk set data ke-4 pada cycle 120

Mean Power Standar Deviasi

0-1 km 1-2 km 2-3 km 3-4 km 4-5 km 5-200 km

(20)

45 3. Set data ke-6

Tabel 4.13 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 120

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,8817 2,555 0,700 100 47 1-2 3 1,7634 2,555 2,555 100 48 2-3 4 2,9390 2,555 2,555 100 49 3-4 3 3,8207 2,555 2,378 100 47 4-5 4 4,9963 2,024 2,024 100 46 5-200 662 122,849 2388,483 1745,036 7,100 29

Tabel 4.14 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 121

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,882 2,555 0,700 100 48 1-2 3 1,763 2,555 2,555 100 40 2-3 4 2,939 2,555 2,555 100 50 3-4 3 3,820 2,555 2,378 100 48 4-5 4 4,995 2,024 2,024 100 46 5-200 662 8,817 2388,483 1745,036 1,964 29

Jumlah waveform terkontaminasi untuk rentang 5-200 km pada cycle 121 lebih sedikit dibanding pada cycle 120. Hal ini menunjukkan kondisi perairan maupun geofisis di lokasi tersebut pada cycle 121 lebih baik bagi sinyal altimeter. Tampak juga kecenderungan di kedua cycle bahwa semakin dalam suatu perairan maka semakin kecil tingkat kontaminasi waveform di lokasi tersebut (Gambar 4.13).

(21)

46

Gambar 4.13 Hasil plotting kedalaman rata-rata terhadap persentase waveform terkontaminasi untuk set data ke-6 pada cycle 120 (atas) dan cycle 121 (bawah)

Pada Gambar 4.14 sebelah kiri, tampak bahwa leading edge semakin bergeser ke kanan (nilai gate membesar) seiring mengecilnya jarak dari garis pantai. Selain itu, di kolom sebelah kanan tampak juga kecenderungan yang serupa. Hal yang menjadi perhatian di sini adalah nilai standar deviasi pada rentang 5-200 km, memiliki 2 puncak, di mana puncak sebelah kiri merupakan nilai standar deviasi untuk gate yang menjadi tracking gate.

(22)

47

Mean Power Standar Deviasi

0-1 km 1-2 km 2-3 km 3-4 km 4-5 km 5-200 km

Gambar 4.14 Hasil plotting mean power dan standar deviasi masing-masing rentang untuk set data ke-6 pada cycle 120

(23)

48 4. Set data ke-8

Tabel 4.15 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 120

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,882 25,445 25,445 100 41 1-2 3 1,763 25,445 25,445 100 44 2-3 4 2,939 25,445 25,445 100 41 3-4 3 3,821 25,445 25,445 100 32 4-5 4 4,996 25,445 25,445 100 29 5-200 662 17,634 5285,347 3668,896 3,323 29

Tabel 4.16 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 121

Rentang (km) N Jarak max (km) Kedalaman min (m) Kedalaman Rata-rata (m) % waveform terkontaminasi Tracking gate rata-rata waveform 0-1 4 0,882 25,445 25,445 100 40 1-2 3 1,763 25,445 25,445 100 47 2-3 4 2,939 25,445 25,445 75 37 3-4 3 3,820 25,445 25,445 66,667 32 4-5 4 4,995 25,445 25,445 100 34 5-200 662 165,762 5285,347 3668,896 19,486 28

Jumlah waveform terkontaminasi untuk rentang 5-200 km pada cycle 120 lebih sedikit dibanding pada cycle 121. Hal ini menunjukkan kondisi perairan maupun geofisis di lokasi tersebut pada cycle 120 lebih baik bagi sinyal altimeter. Tampak juga kecenderungan di kedua cycle bahwa semakin dalam suatu perairan maka semakin kecil tingkat kontaminasi waveform di lokasi tersebut (Gambar 4.15).

Secara keseluruhan berdasarkan proses identifikasi, dapat diperoleh informasi bahwa arah lintasan dari laut ke darat menghasilkan tingkat kontaminasi waveform yang lebih rendah jika dibandingkan arah lintasan dari darat ke laut. Selain itu,

waveform-waveform pada cycle 121 juga menunjukkan tingkat kontaminasi yang

lebih rendah dibanding waveform-waveform pada cycle 120. Hal ini menunjukkan bahwa variasi temporal kondisi perairan maupun geofisis di suatu lokasi turut berpengaruh terhadap kualitas waveform yang dihasilkan.

(24)

49

Gambar 4.15 Hasil plotting kedalaman rata-rata terhadap persentase waveform terkontaminasi untuk set data ke-8 pada cycle 120 (atas) dan cycle 121 (bawah)

(25)

50

Gambar 4.16 Hasil plotting mean power dan standar deviasi masing-masing rentang untuk set data ke-8 pada cycle 120

Mean Power Standar Deviasi

0-1 km 1-2 km 2-3 km 3-4 km 4-5 km 5-200 km

(26)

51 4.2 Plot tracking gate terhadap kedalaman dasar laut

Berikut adalah hasil-hasil plotting nilai tracking gate terhadap kedalaman dasar perairan untuk setiap set data pada kedua cycle (120 dan 121) :

Gambar 4.17 Plot tracking gate terhadap kedalaman untuk arah lintasan darat ke laut pada cycle 120: a) Set data ke-1. b) Set data ke-3. c) Set data ke-5. d) Set data ke-7.

b a

(27)

52

Gambar 4.18 Plot tracking gate terhadap kedalaman untuk arah lintasan darat ke laut pada cycle 121: a) Set data ke-1. b) Set data ke-3. c) Set data ke-5. d) Set data ke-7.

Gambar 4.2 Plot tracking gate terhadap kedalaman untuk arah lintasan laut ke darat pada cycle 120: a) Set data ke-2. b) Set data ke-4. c) Set data ke-6. d) Set data ke-8.

b a c d b a c d

(28)

53

Gambar 4.20 Plot tracking gate terhadap kedalaman untuk arah lintasan laut ke darat pada cycle 121: a) Set data ke-2. b) Set data ke-4. c) Set data ke-6. d) Set data ke-8.

Dari gambar-gambar di atas terlihat masih ada beberapa nilai kedalaman positif, yaitu pada set data ke-4. Hal ini disebabkan oleh adanya kesalahan penentuan garis pantai di set data ke-4 sehingga sebagian wilayah yang sesungguhnya berupa daratan dianggap sebagai perairan. Dapat dilihat juga kecenderungan semakin dalam suatu perairan, nilai tracking gate waveform semakin stabil dan mendekati nilai tracking gate yang diharapkan.

b a

Gambar

Tabel 4.2 Hasil Identifikasi Waveform pada cycle 121
Gambar 4.1 Hasil plotting kedalaman rata-rata terhadap persentase waveform terkontaminasi untuk set  data ke-1 pada cycle 120 (atas) dan cycle 121 (bawah)
Gambar 4.2 Hasil plotting mean power dan standar deviasi masing-masing rentang untuk set data ke-1  pada cycle 120
Gambar 4.3 Hasil plotting kedalaman rata-rata terhadap persentase waveform terkontaminasi untuk set  data ke-3 pada cycle 120 (atas) dan cycle 121 (bawah)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk kesenyapan (silence) dalam bahasa Jerman merupakan cara yang santun, atau lebih sopan untuk mengatakan atau menyampaikan bagian kedua yang tidak disenangi.

Dari data atau informasi waveform dapat diperoleh nilai estimasi jarak antara satelit altimeter dengan permukaan laut pada titik nadir yang umumnya dikenal sebagai

Lima waveform kelima (21-25) merupakan contoh waveform yang termasuk kategori non-Brown-waveform yang terdapat di pesisir selatan lintasan dan pre-given gate tidak

Function tersebut berguna untuk mengambil data, menampilkan data yang telah diambil dan membandingkan produk yang telah dipilih oleh user.. Function Product

Terdapat 6 (enam) hal utama yang menunjukan karakteristik kemiskinan di Kabu- paten Indragiri Hulu yaitu (a) masih banyak rumah tangga miskin yang tidak

dilakukan di malam hari. Maka jawaban terhadap argumen ini bahwa terkadang seorang yang i’tikaf keluar dari masjid karena sebuah hajat, baik untuk buang air besar atau buang

Pengurus menjadi pengepul jamur hasil tanam anggota, pengurus sudah memiliki jaringan dengan para pedagang jamur. Antara pengurus dan pedagang jamur membuat kesepakatan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi karyawan tentang budaya yang dirasakan saat ini dan budaya organisasi 5 tahun yang akan datang. Pemetaan budaya