Latar Belakang. - Sebelah Utara : Laut Jawa. - Sebelah Selatan : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Temanggung. - Sebelah Barat : Kabupaten Batang

14  Download (0)

Full text

(1)

1/14

RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN STRATEGI LAYANAN INFORMASI DESA

MELALUI INTEGRASI DATA SISTEM INFORMASI DESA PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN KENDAL

Nama Diklat : Pelatpim Tingkat II Angkatan II

Tahun : 2019

Ruang lingkup inovasi : Kabupaten/Kota

Cluster inovasi : Komunikasi & Informatika Inovator : Drs. Ferinando Rad Bonay

Jabatan : Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Instansi : Kabupaten Kendal

Latar Belakang

Kabupaten Kendal adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Kendal dan masuk dalam Wilayah Metropolitan Kedungsapur yang

merupakan Wilayah Metropolitan terbesar keempat setelah Jabodetabek, Gerbangkertosusila, dan Bandung Raya. Kondisi geografis Kabupaten Kendal berkisar antara 1090 40’ – 1100 18’ Bujur Timur dan 60 32’ – 70 24’ Lintang Selatan, dengan batas wilayah administrasi sebagai berikut:

- Sebelah Utara : Laut Jawa

- Sebelah Selatan : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Temanggung

- Sebelah Barat : Kabupaten Batang - Sebelah Timur : Kota Semarang

Dalam perwujudan pembangunan Kabupaten Kendal, mengacu pada arah kebijakan pembangunan sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Tahun 2016 – 2021 ,

(2)

2/14

yang menjadi VISI yaitu “Terwujudnya Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Kendal yang Merata Berkeadilan didukung oleh Kinerja Aparatur Pemerintah yang Amanah dan Profesional serta Berakhlak Mulia berlandaskan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT”. Sedangkan MISI Kabupaten Kendal dapat dijabarkan sebagai berikut:

Mewujudkan tatakelola pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efektif – efisien, bersih bebas KKN.

Menciptakan sumber daya manusia yang cerdas, unggul, serta berakhlak mulia.

a. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pengendalian penduduk, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penanganan bencana, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), serta penanggulangan kemiskinan.

b. Meningkatkan partisipasi dan keberdayaan pemuda dalam pembangunan daerah berlandaskan nasionalisme.

c. Mengembangkan potensi ekonomi kerakyatan berbasis sumberdaya lokal.

d. Memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan potensi pertanian, perikanan, dan sumberdaya alam lainnya.

e. Mengembangkan potensi wisata dan melestarikan seni budaya lokal serta meningkatkan toleransi antar umat beragama.

f. Meningkatkan kualitas serta kuantitas infrastruktur dasar dan penunjang baik di perdesaan maupun perkotaan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

g. Meningkatkan iklim investasi yang kondusif, dan menciptakan lapangan kerja.

Sejalan dengan pembangunan Kabupaten Kendal, berdasarkan Peraturan Bupati Kendal Nomor 60 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Pada Dinas Kominfo Kabupaten Kendal, Kepala Dinas bertugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintah bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian yang menjadi kewenangan dan tugas pembantuan yang diberikan kepada Daerah. Selain itu Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kendal juga menyelenggaran fungsi antara lain:

a. Perumusan kebijakan di bidang komunikasi dan informatika, informatika, statistik, dan persandian;

b. Pengkoordinasian dan pelaksanaan kebijakan di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian;

(3)

3/14

c. Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian kebijakan di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian;

d. Pengelolaan dan fasilitasi kegiatan di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian;

e. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian;

f. Pelaksanaan administrasi Dinas di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian; dan

g. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin pesat dalam usaha mengefektifkan layanan kepada masyarakat harus dilakukan sampai pada tingkat Desa. Keberadaan TIK selain dapat meningkatkan pelayanan juga bermanfaat dalam proses pengolahan data yang dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan, mendukung pengambilan keputusan dan banyak manfaat lainnya. Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, menjelasakan bahwa pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Lebih lanjut Undang-Undang tersebut juga menjelaskan bahwa, pembangunan desa dalam hal ini, mencakup empat bidang pembangunan yaitu penyelenggaraan

pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Pembangunan desa yang difokuskan pada keempat lingkup pembangunan tersebut hendak menegaskan esensi dari Undang-Undang desa yakni memberikan kewenangan yang lebih besar kepada desa untuk tidak hanya dijadikan objek pembangunan tetapi lebih mandiri menjadi objek sekaligus subjek pembangunan.

Dalam pelaksanaan pembangunan desa mengacu pada sistem informasi serta konsep e-Government, dimana konsep tersebut menjadi pertimbangan utama bagi organisasi sektor publik (pemerintah desa) yang melakukan perencanaan sistem informasi dalam rangka menyediakan input penting dan memudahkan dalam proses penyusunan perencanaan dan pemantauan dan evaluasi hasil pembangunan.

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan alat untuk memperbaiki administrasi desa. Sedangkan sistem administrasi desa masih memiliki banyak kelemahan diantaranya adalah proses update, dimana data yang ada di tingkat desa berbeda dengan data yang ada di tingkat kecamatan karena perbedaan

pemutakhirkan data di tingkat desa dan kecamatan, begitu juga dengan tingkat kabupaten.

Dukungan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mampu mendorong terbentuknya data tunggal yang mudah diupdate oleh aparatur desa dengan mengedepankan kesederhanaan operasional sehingga terjadi satu kesatuan data

baik di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Sistem informasi desa juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa di bagian ketiga Sistem Informasi Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan Perdesaan, Pasal 86 yang berisikan bahwa Sistem informasi Desa meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan, serta sumber daya manusia. Sistem informasi tersebut meliputi data Desa, data Pembangunan Desa, Kawasan Perdesaan, serta informasi

(4)

4/14

lain yang berkaitan dengan Pembangunan Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan, dikelola oleh pemerintah dan dapat diakses oleh masyarakat Desa dan semua pemangku kepentingan. Sistem informasi tersebut diisyaratkan untuk menyediakan informasi perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota untuk Desa.

Pada Dinas Kominfo Kabupaten Kendal terdapat beberapa permasalahan yang terjadi terkait pembangunan jaringan informasi perdesaan, antara lain dapat dijabarkan sebagai berikut:

1) Banyaknya website desa yang dipakai, namun belum terdaftar dandatanya tidak aktif/update.

2) Belum terintegrasinya data desa untuk pelayanan masyarakat.

3) Penyediaan jaringan internet di desa – desa belum sepenuhnya merata, sebanyak 131 desa menggunakan wireless/radio dan hanya 16 desa yang sudah mendapat jaringan internet fiber optic, sisanya sejumlah 139 desa/kelurahan menggunakan modem dan tethering dari mobile phone yang mereka miliki.

4) SDM yang ada belum memahami cara pengoperasian pengelolaan website desa SIDEKA (Sistem Informasi Desa & Kawasan) dan SIDESA (Situs Desa).

5) Tidak adanya anggaran/ stimulan yang mengikat SDM menginput data informasi perdesaan

Dari permasalahan yang ada diatas dapat dirumuskan isu strategis dariproyek perubahan ini adalahbelum terintegrasinya data untuk pelayanan masyarakat, maka diperlukan suatu metode analisis untuk menghasilkan sebuah solusi dan inovasi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dalam kesempatan ini selaku Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kendal ingin menggunakan metode “McKinsey 7S Framework” dalam pemecahan permasalahan yang ada. Konsep ini terdiri dari : The Hard S’s, yaitu factor-faktor yang feasible dan mudah diidentifikasikan, meliputi : Stucture, Strategi & Systems, dan The Soft S’s, yaitu factor-faktor yang sulit didefinisikan, meliputi : Shared Values, Skills, Staf, & Style.

Diagnosa Organisasi Perspektif ( Mc.Kinsey 7s.1982) Tabel 1.

Hard Elemen

(5)

5/14

No Indikator Kondisi Hard Element

Kondisi antar Hard Element

Dukungan Hard Elements terhadap Nilai Bersama

Hard Element yang paling perlu

diintervensi

1 2 3 4 5 6

1 Struktur

Belum efektifnya TIK di perdesaan akibat dari penggunaan jaringan internet yang belum merata

Terwujudnya efektifitas layanan informasi di perdesaan dengan pemerataan

penggunaan jaringan internet

Belum meratanya penggunaan jaringan internet

2 Strategi

Belum adanya payung hukum tentang pembangunan sistem informasi desa

Pembangunan sistem informasi desa mempunyai kejelasan

payung hukum Tidak ada

kepastian hukum Peraturan Bupati

3 Sistem

Banyaknya website desa yang dipakai, namun belum terdaftar dandatanya tidak aktif/update

Terdaftarnya website dan update yang bisa diakses dalam pelaksanaan pelayanan desa

belum terdaftarnya website yang dipakai

Tabel 2

Soft Elements

(6)

6/14

No Indikator Kondisi Soft Elements

Kondisi antar Soft Elements

Dukungan Soft Elements terhadap Hard Elements

Soft Elemnts yang paling perlu diintervensi

1. Share/ Value

Belum terintegrasinya data untuk pelayanan

masyarakat Terintegrasinya data yang memudahkan pelaksanaan pelayanan desa

Belum

terintegrasinya data

Pembuatan dashboard yang terintegrasi dengan data desa di tingkat desa, kabupaten s.d provinsi

2. Style

Gaya kepemimpinan yang dapat

merangkul semua lapisan

Meningkatnya koordinasi

stakeholder secara rutin dan terprogram

Strategi

komunikasi yang belum maksimal

3. Staff

Jumlah staf dan

Kemampuan SDM terbatas

SDM Memahami tupoksi

Kurangnya inovasi kerja pegawai

4. Skill

Kompetensi SDM belum memadai dalam pengoperasian website yang ada

Kompensi SDM memadai

Belum ada pelatihan

(7)

7/14

Berdasarkan analisis 7S McKinsey, maka ada 2 (dua) permasalahan utama yaitu : 1. Hard Element belum adanya payung hukum tentang pembangunan system informasi desa, dan 2. Soft element belum terintegrasinya data untuk pelayanan masyarakat,

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut prioritas untuk diintervensi adalah dengan inovasi pembuatan dashboard yang terintegrasi dengan data desa untuk pelayanan masyarakat.di tingkat desa, kabupaten sampai dengan provinsi. Oleh karena itu penulis merumuskan proyek perubahan ini dengan judul “STRATEGI LAYANAN INFORMASI DESA MELALUI INTEGRASI DATA SISTEM INFORMASI DESA PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN KENDAL”.

Manfaat

a. Bagi Pemerintah Kabupaten

1. Sebagai sarana publikasi keberadaan desa keseluruh Wilayah desa, kabupaten, provinsi, pusat mapun seluruh dunia;

2. Memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang desa dengan cepat tanpa hambatan, dalam rangkapercepatan pembangunan desa..

b. Bagi Dinas Kominfo Kabupaten Kendal

1. Mewujudkan tujuan Dinas Kominfo Kabupaten Kendal dalam meningkatkan layanan informasi di perdesaan yang mudah, cepat, transparan dan akuntabel

(8)

8/14

2. Sebagai langkah awal untuk mengintegrasikan data yang ada di Pemerintah kabupaten Kendal dan Desa untuk menuju pada Satu Data Kendal.

c. Bagi Stakeholder

Memudahkan stakeholder yang berkepentingan untuk dapat mengakses data informasi yang mereka butuhkan dalam pengelolaan dan pengembangan pembangunan desa.

d. Bagi Masyarakat /Perangkat Desa

1. Memudakan masyarakat untuk mengakses informasi yang dibutuhkan, serta menjadi satu jalan untuk pengembangan wawasan dan;

2. mempermuda Interaksi masyarakat dengan perangkat desa dapat secara langsung tanpa hambatan tempat dan waktu.

Milestone

Milestone / Tahapan yang akan menguraikan capaian-capaian yang akan diperoleh selama pelaksanaan proyek perubahan sebagaimana ditampilkan dalam tabel berikut ini:

Tabel 3. Pentahapan Milestone

NO TAHAPAN OUTPUT WAKTU

A.

(9)

9/14

JANGKA PENDEK

(10)

10/14

(11)

11/14

1.

Pembentukan Tim Efektif

a. Pembentukan Tim Kerja Efektif b. Pembagian tugas dan jadwal kegiatan c. Pengesahan SK Tim

Terbentuknya Tim Efektif/ Pelaksana Proyek Perubahan (dengan SK Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika)

Minggu ke II Apri 2019

2.

Rapat Koordinasi dengan Stakeholder terkait

a. Persiapan koordinasi dan konsultasi b. Pelaksanaan koordinasi dan konsultasi

Terlaksananya rapat koordinasi dengan Stakeholder terkait

Minggu ke II Apri 2019

3.

Komitmen bersama dengan stakeholder internal & stakeholder eksternal a. Rapat koordinasi kerjasama terkait proyek perubahan

b. Pelaksanaan deklarasi komitmen bersama/dukungan proyek perubahan

Komitmen dan dukungan penuh pelaksanaan Proyek Perubahan

Minggu ke III Apri 2019

(12)

12/14

4.

FGD Rencana Penyusunan Peraturan Bupati a. Persiapan dan pengumpulan bahan b. Pelaksanaan FGD

Terlaksananya FGD dalam rangka pengumpulan bahan guna penyusunan Perbup SID

Minggu ke IV Apri 2019

5.

Penyusunan Peraturan Bupati “Sistem Informasi Desa” pada Kabupaten Kendal a. Penyusunan draf Perbup

b. Pengkajian draf Perbup

c. Pengesahan draf Perbup menjadi Perbup

Terlaksananya Pembuatan Perbup tentang “Sistem Informasi Desa” pada Kabupaten Kendal

Minggu ke IVApril 2019

6.

Sosialisasi Peraturan Bupati “Sistem Informasi Desa” pada Kabupaten Kendal

a. Menyiapkan bahan sosialisasi b. Melaksanakan sosialisasi c. Laporan Sosialisasi

Terlaksananya sosialisasi Peraturan Bupati “Sistem Informasi Desa” pada Kabupaten Kendal Minggu ke II Mei 2019

(13)

13/14

7.

Pembuatan dashboard yang terintegrasi dengan data Desa di tingkat desa, kabupaten sampai dengan tingkat Provinsi (100 desa).

a. Persiapan pembuatan dashbord b. Pelaksanaan pembuatan dashboard

Terlaksananya pembuatan dashboard yang terintegrasi dengan data Desa di tingkat desa, kabupaten sampai dengan tingkat Provinsi (100 desa).

Minggu ke III & Minggu ke IV Mei 2019

8.

Pelaksanaan Monitoring dan evaluasi a. Pelaksanaan rapat evaluasi b. Penyusunan laporan monev

Hasil monitoring dan evaluasi sebagai bahan perbaikan kegiatan yang dilakukan

Minggu II Juni 2019

JANGKA MENENGAH

9.

Pembuatan website desa dan pendaftaran desa.id untuk 100 desa Terlaksananya pembuatan website desa dan pendaftaran desa.id untuk 100 desa

Juli 2019 – Desember 2019

(14)

14/14

10.

Proses integrasi data pada dashboard desa di tingkat desa, kabupaten sampai dengan tingkat Provinsi (158 desa) Terlaksananya pengintegrasian data pada dashboard desa di tingkat desa, kabupaten sampai dengan tingkat Provinsi Juli 2019 – Desember 2019

JANGKA PANJANG

11.

Pembuatan website desa dan pendaftaran desa.id untuk 158 desa

Terlaksananya pembuatan website desa dan pendaftaran desa.id untuk 158 desa Januari 2020 –

Juni 2020

12. Monitoring dan evaluasi Laporan Monitoring dan evaluasi Juni 2020 –

Desember 2020

Dicetak melalui website E-Proper BPSDMD Provinsi Jawa Tengah (https://bpsdmd.jatengprov.go.id/eproper) pada 28 Oct 2021 05:55:49

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in