• Tidak ada hasil yang ditemukan

BERITA DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BERITA DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BERITA DAERAH

KOTA TANGERANG SELATAN

No.48,2018 PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN.

Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian.

PROVINSI BANTEN

PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 48 TAHUN 2018

TENTANG

JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS KEMETROLOGIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA TANGERANG SELATAN,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan pemerintahan daerah dibutuhkan pengembangan dan pembinaan karir pegawai negeri sipil yang kompeten dan profesional di bidangnya;

b. bahwa untuk pengembangan dan pembinaan karir pegawai negeri sipil yang melaksanakan kegiatan di bidang pengawasan metrologi legal, diperlukan Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional di bidang Pengawas Kemetrologian;

c. bahwa diperlukan pengaturan mengenai jabatan fungsional Pengawas Kemetrologian sebagai pedoman dalam pengangkatan, pemberhentian, dan pengangkatan kembali jabatan fungsional Pengawas Kemetrologian;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian;

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

(2)

2. Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 188, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4935);

3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);

4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015

tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6037);

6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional

Pengawas Kemetrologian dan Angka Kreditnya (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1798);

7. Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 14/M-DAG/PER/1/2015 Nomor 13 Tahun

2015 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2015 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian dan Angka Kreditnya (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 461);

(3)

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS KEMETROLOGIAN.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan:

1. Daerah adalah Kota Tangerang Selatan.

2. Walikota adalah Walikota Tangerang Selatan.

3. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan.

4. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Walikota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.

5. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan yang selanjutnya disingkat BKPP adalah Perangkat daerah yang membidangi urusan kepegawaian, pendidikan dan pelatihan di Kota Tangerang Selatan.

6. Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang selanjutnya disebut Dinas adalah Perangkat Daerah yang membidangi unsur penunjang pelaksanaan urusan pemerintahan daerah di bidang Pengawas Kemetrologian pembangunan, penelitian dan pengembangan.

7. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah Pegawai Negeri Sipil Daerah.

8. Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan pengawasan Metrologi Legal.

9. Pengawas Kemetrologian adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengawasan Metrologi Legal.

10. Pengawasan Metrologi Legal adalah serangkaian kegiatan untuk memastikan UTTP, BDKT, dan Satuan Ukuran sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang dilakukan oleh Pengawas Kemetrologian.

11. Alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya yang selanjutnya disingkat UTTP adalah alat-alat sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

(4)

12. Barang Dalam Keadaan Terbungkus yang selanjutnya disingkat BDKT adalah barang atau komoditas tertentu yang dimasukan ke dalam kemasan tertutup, dan untuk mempergunakannya harus merusak kemasan atau segel kemasan yang kuantitasnya telah ditentukan dan dinyatakan pada label sebelum diedarkan, dijual, ditawarkan atau dipamerkan.

13. Satuan Ukuran adalah satuan yang merupakan ukuran dari satuan suatu besaran berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

14. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian yang selanjutnya disebut Instansi Pembina adalah Kementerian Perdagangan.

15. Angka kredit adalah suatu nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh Pengawas Kemetrologian dalam rangka pembinaan dan pengembangan karier yang bersangkutan.

16. Angka Kredit Kumulatif adalah akumulasi nilai angka kredit minimal yang harus dicapai oleh Pengawas Kemetrologian.

17. Penilaian adalah penentuan derajat kualitas berdasarkan kriteria atau tolok ukur yang ditetapkan.

18. Tim Penilai Angka Kredit Pusat yang selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat adalah tim yang bertugas menilai prestasi kerja Pengawas Kemetrologian yang dibentuk dan ditetapkan di tingkat pusat.

19. Tim Penilai Angka Kredit Daerah yang selanjutnya disebut Tim Penilai Daerah adalah tim yang bertugas menilai prestasi kerja Pengawas Kemetrologian yang dibentuk dan ditetapkan di tingkat Daerah.

20. Formasi adalah jumlah dan susunan pangkat PNS yang diperlukan dalam suatu Perangkat Daerah untuk mampu melaksanakan tugas pokok dalam jangka waktu tertentu.

BAB II

KEDUDUKAN, TUGAS DAN URAIAN TUGAS Bagian Kesatu

Kedudukan Pasal 2

(1) Pengawas Kemetrologian berkedudukan sebagai pelaksana teknis pengawasan Metrologi Legal pada Dinas.

(2) Pengawas Kemetrologian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggungjawab kepada Kepala Seksi, Kepala Bidang, atau Kepala Dinas disesuaikan dengan jenjang jabatan fungsional Pengawas Kemetrologian.

(5)

Bagian Kedua Tugas Pasal 3

Pengawas Kemetrologian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 bertugas melakukan pengawasan metrologi legal, meliputi :

a. pengawasan UTTP;

b. pengawasan BDKT;

c. pengawasan penggunaan satuan ukuran;

d. pemberdayaan masyarakat;

e. perlindungan masyarakat dalam hal penggunaan UTTP, BDKT dan satuan ukuran;

f. pengembangan kualitas pengawasan Metrologi Legal yang bersifat preventif; dan

g. penyelesaian pengaduan masyarakat.

Bagian Ketiga Rincian Kegiatan

Pasal 4

Rincian kegiatan Pengawas Kemetrologian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 terdiri atas:

a. utama; dan b. penunjang.

Pasal 5

(1) Kegiatan utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a terdiri atas kegiatan:

a. pendidikan;

b. pengawasan Metrologi Legal; dan c. pengembangan profesi.

(2) Kegiatan penunjang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b merupakan kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Pengawas Kemetrologian.

(3) Rincian kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB III

JENJANG JABATAN, PANGKAT, GOLONGAN RUANG, DAN ANGKA KREDIT KUMULATIF

Bagian Kesatu Jenjang Jabatan

Pasal 6

Jenjang Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian yang ada di Daerah terdiri atas:

a. Pengawas Kemetrologian Pertama;

b. Pengawas Kemetrologian Muda; dan c. Pengawas Kemetrologian Madya.

(6)

Bagian Kedua

Pangkat dan Golongan Ruang Pasal 7

Pangkat dan golongan ruang Pengawas Kemetrologian Pertama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a, terdiri atas:

a. Penata Muda, golongan ruang III/a; dan b. Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b.

Pasal 8

Pangkat dan golongan ruang Pengawas Kemetrologian Muda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b, terdiri atas:

a. Penata, Golongan Ruang III/c; dan b. Penata Tingkat I, Golongan Ruang III/d.

Pasal 9

Pangkat dan Golongan Ruang Pengawas Kemetrologian Madya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c, terdiri atas:

a. Pembina, Golongan Ruang IV/a;

b. Pembina Tingkat I, Golongan Ruang IV/b; dan c. Pembina Utama Muda, Golongan Ruang IV/c.

Bagian Ketiga Angka Kredit Kumulatif

Pasal 10

Angka Kredit Kumulatif Pengawas Kemetrologian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 sampai dengan Pasal 9 terdiri atas:

a. Pengawas Kemetrologian Pertama dengan Golongan Ruang III/a dengan Angka Kredit Kumulatif paling kurang sebesar 100;

b. Pengawas Kemetrologian Pertama dengan Golongan Ruang III/b dengan Angka Kredit Kumulatif paling kurang sebesar 150;

c. Pengawas Kemetrologian Muda dengan Golongan Ruang III/c dengan Angka Kredit Kumulatif paling kurang sebesar 200;

d. Pengawas Kemetrologian Muda dengan Golongan Ruang III/d dengan Angka Kredit Kumulatif paling kurang sebesar 300;

e. Pengawas Kemetrologian Madya dengan Golongan Ruang IV/a dengan Angka Kredit Kumulatif paling kurang sebesar 400;

f. Pengawas Kemetrologian Madya dengan Golongan Ruang IV/b dengan Angka Kredit Kumulatif paling kurang sebesar 550; dan

g. Pengawas Kemetrologian Madya dengan Golongan Ruang IV/c dengan Angka Kredit Kumulatif paling kurang sebesar 700.

(7)

BAB IV PENGANGKATAN

Bagian Kesatu Umum Pasal 11

Pengangkatan PNS sebagai Pengawas Kemetrologian dilaksanakan melalui pengangkatan:

a. pertama;

b. perpindahan dari jabatan lain; atau c. penyesuaian.

Bagian Kedua Pengangkatan Pertama

Pasal 12

Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian melalui pengangkatan pertama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a harus memenuhi persyaratan antara lain:

a. berstatus PNS;

b. memiliki integritas dan moralitas yang baik;

c. sehat jasmani dan rohani;

d. berijazah paling rendah Sarjana atau Diploma IV sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan;

e. Pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a;

f. mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional Pengawas Kemetrologian;

g. mengikuti uji kompetensi dan memperoleh sertifikat kompetensi;

h. telah diangkat dan dilantik sebagai penyidik; dan

i. nilai prestasi kerja paling sedikit bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Bagian Ketiga

Pengangkatan Melalui Perpindahan dari Jabatan Lain Pasal 13

Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian melalui perpindahan dari Jabatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b harus memenuhi persyaratan antara lain:

a. berstatus PNS;

b. memiliki integritas dan moralitas yang baik;

c. sehat jasmani dan rohani;

(8)

d. berijazah paling rendah Sarjana atau Diploma IV sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan;

e. pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a;

f. mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional Pengawas Kemetrologian;

g. mengikuti uji kompetensi dan memperoleh sertifikat kompetensi;

h. telah diangkat dan dilantik sebagai penyidik; dan

i. nilai prestasi kerja paling sedikit bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

j. memiliki pengalaman di bidang pengawasan Metrologi legal paling kurang 2 (dua) tahun; dan

k. berusia paling tinggi:

1. 53 (lima puluh tiga) tahun untuk Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian Pertama dan Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian Muda;

2. 55 (lima puluh lima) tahun untuk Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian Madya.

Bagian Keempat

Pengangkatan Melalui Penyesuaian Pasal 14

Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian melalui penyesuaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf c harus memenuhi persyaratan antara lain:

a. berstatus PNS;

b. memiliki integritas dan moralitas yang baik;

c. sehat jasmani dan rohani;

d. berijazah paling rendah Sarjana atau Diploma IV;

e. memiliki pengalaman dalam pelaksanaan tugas di bidang kemetrologian atau pengujian mutu barang paling singkat 2 (dua) tahun;

f. mengikuti dan lulus Uji Kompetensi di bidang pengawasan metrologi legal; dan

g. nilai prestasi kerja paling sedikit bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

h. usia paling tinggi:

1. 56 (lima puluh enam) tahun bagi yang akan diangkat dalam Jabatan Fungsional Analis Kebijakan Pertama dan Analis Kebijakan Muda;

dan

2. 58 (lima puluh delapan) tahun bagi yang akan diangkat dalam Jabatan Fungsional Analis Kebijakan Madya;

(9)

Bagian Kelima Tata Cara Pengangkatan

Pasal 15

(1) Pengangkatan pertama dalam jabatan Pengawas Metrologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 merupakan pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi dari CPNS.

(2) CPNS dengan formasi Jabatan Fungsional Pengawas Metrologi setelah diangkat sebagai PNS paling lama 2 (dua) tahun harus mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas Kemetrologian dan uji kompetensi serta diangkat dan dilantik sebagai penyidik.

(3) PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling lama 1 (satu) tahun setelah diangkat dan dilantik sebagai penyidik harus diangkat dalam Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian.

Pasal 16

(1) Kepala Perangkat Daerah mengusulkan pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 sampai dengan Pasal 14 kepada Walikota melalui Kepala BKPP.

(2) Usulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus disertai dengan rekomendasi dari Instansi Pembina.

(3) Tata cara pengangkatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 17

(1) Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian melalui perpindahan dari jabatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dan melalui penyesuaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 harus mempertimbangkan ketersediaan formasi.

(2) Formasi Jabatan Fungsional Perencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Walikota.

BAB V

PEMBEBASAN SEMENTARA, PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN

Bagian Kesatu Pembebasan Sementara

Pasal 18

Pengawas Kemetrologian dibebaskan sementara dari jabatannya, apabila:

a. dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak dalam jabatan dan/atau pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan Angka Kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan dan/atau pangkat setingkat lebih tinggi dari jabatan Pengawas Kemetrologian Pertama, Pangkat Penata Muda Golongan Ruang III/a sampai dengan Pengawas Kemetrologian Utama, Pangkat Pembina Utama Madya Golongan Ruang IV/d;

(10)

b. ditugaskan secara penuh di luar jabatan Pengawas Kemetrologian;

c. tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan;

d. menjalani cuti di luar tanggungan Negara; atau e. diberhentikan sementara sebagai PNS.

Bagian Kedua Pengangkatan Kembali

Pasal 19

(1) Pengawas Kemetrologian yang menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a telah memenuhi angka kredit yang disyaratkan paling lama 1 (satu) tahun dapat diangkat kembali pada jabatan semula.

(2) Pengawas Kemetrologian yang telah selesai menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf b sampai dengan huruf e dapat diangkat kembali pada jabatan semula dengan menggunakan angka kredit terakhir yang dimiliki.

(3) Pengawas Kemetrologian yang telah selesai menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat diangkat kembali pada jabatan semula apabila tersedia lowongan Jabatan.

Bagian Ketiga Pemberhentian

Pasal 20

PNS diberhentikan dari Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian karena antara lain:

a. mengundurkan diri dari Jabatan; dan

b. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan.

Bagian Keempat

Tata Cara Pembebasan Sementara, Pengangkatan Kembali dan Pemberhentian

Pasal 21

(1) Pembebasan sementara, pengangkatan kembali, dan pemberhentian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 sampai dengan Pasal 20 diusulkan oleh BKPP untuk ditetapkan oleh Walikota.

(2) Tata cara pembebasan sementara, pengangkatan kembali, dan pemberhentian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB VI

PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Bagian Kesatu

Penilaian Angka Kredit Pasal 22

(1) Penilaian Angka Kredit Pengawas Kemetrologian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan oleh Tim Penilai Daerah.

(11)

(2) Dalam hal Tim Penilai Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum dibentuk, maka penilaian Angka Kredit Pengawas Kemetrologian dilaksanakan oleh Tim Penilai Pusat.

Pasal 23

Syarat pengangkatan untuk anggota Tim Penilai Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) antara lain:

a. menduduki jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/pangkat Pengawas Kemetrologian yang dinilai;

b. memiliki keahlian serta kemampuan untuk menilai prestasi kerja Pengawas Kemetrologian; dan

c. dapat aktif melakukan penilaian.

Pasal 24 Tim Penilai Daerah terdiri atas unsur:

a. teknis yang membidangi Pengawasan Metrologi Legal;

b. BKPP; dan

c. Pengawas Kemetrologian.

Pasal 25

(1) Susunan keanggotaan Tim Penilai Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 terdiri atas:

a. ketua merangkap anggota;

b. wakil ketua merangkap anggota;

c. sekretaris merangkap anggota; dan d. anggota paling sedikit 4 (empat) orang.

(2) Sekretaris sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berasal dari BKPP.

(3) Anggota sebagaimana pada ayat (2) huruf d, paling sedikit 2 (dua) orang dari Pengawas Kemetrologian.

(4) Dalam hal jumlah anggota sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak dapat dipenuhi dari Pengawas Kemetrologian, dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Pengawas Kemetrologian.

(5) Pembentukan dan susunan anggota tim penilai daerah ditetapkan oleh Sekretaris Daerah

Pasal 25

(1) Masa keanggotaan Tim Penilai Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yaitu 3 (tiga) tahun, dan dapat diperpanjang paling banyak 1 (satu) kali masa jabatan.

(2) PNS yang telah menjadi anggota Tim Penilai Daerah dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut, dapat diangkat kembali setelah melampaui masa tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan.

(3) Apabila terdapat anggota Tim Penilai Daerah yang turut dinilai, Ketua Tim Penilai wajib mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan, yang berlaku untuk 1 (satu) kali penilaian.

(12)

Pasal 26

(1) Penilaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) dilakukan berdasarkan Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit yang dibuat oleh Pengawas Kemetrologian yang akan dinilai.

(2) Penilaian Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.

(3) Penilaian Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilaksanakan paling lama 3 (tiga) bulan sebelum kenaikan pangkat Pengawas Kemetrologian yang dinilai.

Bagian Kedua Penetapan Angka Kredit

Pasal 27

(1) Usulan penetapan angka kredit Pengawas Kemetrologian Pertama sampai dengan Pengawas Kemetrologian Madya diajukan oleh Kepala Dinas kepada Sekretaris Daerah.

(2) Usulan penetapan Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 28

Angka Kredit Pengawas Kemetrologian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ditetapkan oleh Sekretaris Daerah.

Pasal 29

(1) Angka Kredit yang telah ditetapkan digunakan sebagai bahan untuk mempertimbangkan kenaikan pangkat dan/atau jenjang Jabatan Pengawas Kemetrologian.

(2) Penetapan Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat diajukan keberatan oleh Pengawas Kemetrologian yang bersangkutan.

BAB VII

TUNJANGAN JABATAN, KELAS JABATAN, DAN TAMBAHAN PENGHASILAN PENGAWAS KEMETROLOGIAN

Bagian Kesatu Tunjangan Jabatan

Pasal 30

PNS yang menduduki Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagian Kedua Kelas Jabatan

Pasal 31

Kelas Jabatan Fungsional Pengawas Kemetrologian di Daerah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(13)

Referensi

Dokumen terkait

Indikator Kinerja Individu (IKI) merupakan acuan yang digunakan pada Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Dalam Negeri Kabupaten Madiun untuk menyusun rencana kinerja

Ekonomi di milenium baru ini adalah ekonomi yang berbasis pada pengetahuan Sehingga persaingan yang terjadi di abad ini bukan lagi business to business competition tapi

Secara simultan variabel jumlah uang beredar (M2), Produk Domestik Bruto riil (PDB riil), inflasi, dan tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar

Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penanaman nilai-nilai akhlak pada siswa kelas X di SMAN 2 Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan meliputi: latar belakang

Pada tahun 2013 telah dihasilkan populasi terse- leksi ikan nila biru jantan dan betina F-2 dengan es- timasi nilai heritabilitas yang masih positif pada ge- nerasi selanjutnya

Berlandaskan pengklasifikasian menurut Newman tersebut maka indikator yang digunakan dalam analisis jenis kesulitan siswa terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut:

Sedangkan perolehan hasil pada analisis visual antar kondisi diantaranya adalah perubahan kecenderungan arah fase baseline (A) ke fase intervensi (B) adalah

Lebih sederhananya modifikasi aturan yang harus diingat siswa menjadikan modifikasi metode setengah reaksi merupakan cara yang paling mudah untuk menyetarakan reaksi redoks