• Tidak ada hasil yang ditemukan

konstruksi makna from lossy to glossy anggota hitman system.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "konstruksi makna from lossy to glossy anggota hitman system."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ii

ABSTRAK

Rahmat Hidayat, 210110070220. 2013. Skripsi ini berjudul Konstruksi Makna From Lossy To Glossy Anggota Hitman System. Pembimbing utama Dr. Hj. Purwanti Hadisiwi, M.Ext. Ed dan Pembimbing pendamping Iwan Koswara, Drs. M.Si . Konsentrasi Komunikasi Pemasaran, jurusan Manajemen Komunikasi, Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna lossy to glossy pada anggota hitman system dengan menganalisis motif, makna lossy, makna glossy dan pola interaksi pada tiap informan.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dari Schutz. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan langsung.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan memiliki alasan khusus dalam bergabung dengan hitman system. Sebelum bergabung dengan hitman system, informan mengetahui informasi mengenai hitman system melalui teman dan media sosial. Informan merasakan perubahan positif dengan kehidupan romansa dan sosialnya setelah bergabung dengan hitman system. Selanjutnya informan memaknai proses from lossy to glossy berbeda-beda berdasarkan motif dan pengalaman yang telah dilalui..

(2)

iii ABSTRACT

This article resumed from undergraduate thesis entitled “Meaning Construction From Lossy To Glossy Members of Hitman System”:

Phenomenology Studies About Meaning Construction From Lossy To Glossy

Members of Hitman System. Dr. Hj. Purwanti Hadisiwi M.Ext. Ed as the main

conselour and Iwan Koswara Drs. M.Si as the associate counselor. Concentrated

in Marketing Communications, majoring in Communication Management,

Communication Science Faculty, University of Padjadjaran, Jatinangor.

This study aims to understand the meaning of lossy to glossy in members

hitman system by analyzing the motives, meanings lossy, meaning glossy and

interaction patterns on each informant.

The research method used was a qualitative research method of Schutz's

phenomenological approach. Data collection techniques in this study were

obtained through in-depth interviews and direct observations.

The results of this study indicate that the informant had a special reason in

joining the hitman system. Prior to joining hitman system, informants informed

about hitman system through friends and social media. Informants felt a positive

change with romance and social life after joining the hitman system. Furthermore

conceptualizing informant from lossy to glossy vary by motives and experiences

that have been passed ..

The conclusion of this research is the motive of the past associated with

distrust of the ability of self in the field of romance, the bitter experience of

romance, and the influence of close friends. While the motive for the future

related to the desire to become an expert in the field of romance and know the

limits of self-efficacy in learning new things. Meaning lossy formed from two

factors, namely factors from within and from outside factors. Meaning glossy

molded from experience hitman training system is to change the mindset of the

romance, transform themselves into a more attractive appearance, conduct hit

and creates a glossy name in accordance with the vision and mission of self.

Referensi

Dokumen terkait

• Hipotesien balioa egiaztatzeko,   lan praktiko- en diseinua edo planifikazioa    proposatu beharko dugu (esperimentua egiteko eman behar diren pausoak, behar diren

Berdasarkan Tabel 2, hasil pengukuran tekstur substrat di Perairan Desa Lalowaru pada tiap stasiun terdiri atas dua tipe yaitu lempung berpasir (St. Berdasarkan kondisi

Jika peluang ‘sukses’ pada setiap tindakan Bernoulli tersebut adalah p, dan X melambangkan banyaknya kejadian ‘sukses’, maka fungsi kepekatan peluang dari peubah acak

Landasan : Prinsip manajemen mutu (ISO 9000) Pihak berkepentingan Kebutuhan & harapan Kebutuhan & harapan Pelanggan ISO 9004 Klausal 5 Kebijakan & Strategi ISO 9004

Secara etimologis perkembangan berasal dari kata kembang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kembang berarti maju, menjadi lebih baik. Dan

Pin merupakan karya seni yang bentuknya sangat sederhana, mudah dibawa dan dipajang diberbagai media. Pin kebanyakan digunakan sebagai asesoris atau hiasan terutama

Setelah sarapan pagi, transfer to Petra the Red Rose City , mengunjungi Petra kemudian kembali ke Amman untuk makan malam dan

Dengan mempertimbangkan tujuan Setjen untuk membentuk sebuah sistem tata kelola Kementerian yang partisipatif, transparan dan akuntabel untuk mendukung transformasi yang