ASIMILASI KEBUDAYAAN ETNIS TIONGHOA DENGAN JAWA DI SURAKARTA TAHUN 1966-1998 DAN RELEVANSI TERHADAP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL.

Teks penuh

(1)

commit to user i

ASIMILASI KEBUDAYAAN ETNIS TIONGHOA DENGAN JAWA

DI SURAKARTA TAHUN 1966-1998 DAN RELEVANSI

TERHADAP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

SKRIPSI

Oleh:

ROMADONI HUDA FITRIANTO

K4410054

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)

commit to user ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Romadoni Huda F

NIM : K4410054

Jurusan/Program Studi : P.IPS/Pendidikan Sejarah

menyatakan bahwa skripsi saya berjudul “ASIMILASI KEBUDAYAAN ETNIS

TIONGHOA DENGAN JAWA DI SURAKARTA TAHUN 1966-1998 DAN

RELEVANSI TERHADAP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL” ini

benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu, sumber informasi yang

dikutip dari penulis telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar

pustaka.

Apabila pada kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil

jiplakan, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan saya.

Surakarta, 16 April 2015

Yang membuat pernyataan

Romadoni Huda Fitrianto

(3)

commit to user iii

ASIMILASI KEBUDAYAAN ETNIS TIONGHOA DENGAN JAWA

DI SURAKARTA TAHUN 1966-1998 DAN RELEVANSI

TERHADAP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

Oleh:

ROMADONI HUDA FITRIANTO

K4410054

Skripsi

Ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan mendapatkan

gelar Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Sejarah

Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(4)
(5)
(6)

commit to user vi

MOTTO

Sekalipun berasal dari empat arah mata anginpun, sebenarnya manusia adalah

satu saudara

(Ws. Adjie Chandra)

Cintai, pelajari, dan berbanggalah dengan berbagai macam budaya asli

Indonesia khususnya Jawa, jangan sampai pergi ke

Belanda hanya untuk belajar tarian Jawa

(Sumartono Hadinoto)

“Sebesar dan semegah apapun rencana itu, akan dapat di gagalkan hanya dengan sebuah ketidak sabaran”

(Confusious)

“Konsekuen dengan pilihan yang dipilih dan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan”

(7)

commit to user vii

PERSEMBAHAN

Karya ini dipersembahkan kepada :

Bapak Agus Budiono, Ibu Luluk Maini yang selalu memberikan kasih

sayang, doa dan dukungan dalam setiap langkahku serta didikan setiap

saat tanpa mengenal lelah serta Keluarga Besar yang senantiasa

memberikan dukungan serta do’a

Dwi Puspitasari yang mengajarikan tentang kesederhanaan dan kesetiaan

serta tak pernah lelah mengingatkan supaya tidak melupakan amanah dan

tanggung jawab

Teman-teman Proletar Futsal, Mas Cahyo, Mas Edwin, Mas Yudha, Mas

Irwan, Mas Dimas, Luqman, Yogi, Dhelfian, Restu

Sahabat-sahabat Kontrakan Imron, Marsetyo Purnomo Aji, Wahyudi,

Dhelfyan H, M. F. Alluthfi, Adiluhung, Angga D. T.

Teman-teman Pendidikan Sejarah 2010 (HISTOTEN)

(8)

commit to user viii

ABSTRAK

Romadoni Huda Fitrianto. Asimilasi Kebudayaan Tionghoa Dengan Budaya Jawa di Surakarta Tahun 1966-1998 dan Relevansi Bagi Pendidikan

Multikultural. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,

Universitas Sebelas Maret, April 2015.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Latar belakang terjadinya asimilasi kebudayaan Tionghoa dengan kebudayaan Jawa di Surakarta pada tahun 1966-1998, (2) Proses terjadinya asimilasi kebudayaan Tionghoa dengan budaya Jawa di Surakarta pada tahun 1966-1998, (3) Dampak asimilasi kebudayaan Tionghoa dan Jawa di Surakarta setelah tahun 1966-1998, (4) Relevansi hasil penelitian asimilasi etnis Tionghoa Surakarta tahun 1966-1998 bagi pendidikan multikultural.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian Historis-Kualitatif. Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode penelitian Historis-Kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, analisis data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini yaitu: (1) Latar belakang asimilasi Tionghoa dengan kebudayaan Jawa di Surakarta disebabkan oleh faktor intern dan ekstern. Faktor intern meliputi kondisi masyarakat Tionghoa di tengah mayoritas masyarakat Jawa, dan permasalahan ekonomi. Faktor ekstern muncul karena adanya kebijakan pemerintahan orde baru. (2) Proses terjadinya asimilasi kebudayaan Tionghoa dan budaya Jawa dibagi menjadi dua masa yakni, masa orde lama yang dipimpin oleh Soekarno dan masa orde baru yang dipimpin oleh Soeharto. (3) Dampak asimilasi budaya Tionghoa dan Jawa tertuang dalam seni pertunjukan dan perayaan hari besar yang didalamnya terdapat kombinasi antara budaya Tionghoa dan budaya Jawa. (4) Hasil penelitian ini memiliki relevansi terhadap dunia pendidikan. Khususnya sebagai tambahan bahan ajar mengenai pendidikan multikultural di SMA.

(9)

commit to user ix

ABSTRACT

Romadoni Huda Fitrianto. Chinese and Javanese Cultural Assimilation In Surakarta 1966-1988 and The Relevance For Multicultural Education.

Thesis. Surakarta: Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University, February 2015.

The aim of this research are to find out: (1) the background of Chinese and Javanese cultural assimilation in Surakarta 1966-1998, (2) The process of Chinese and Javanese cultural assimilation in Surakarta 1966-1998, (3) The impact of Chinese and Javanese cultural assimilation after 1966-1998, (4) The relevance of the research result of Chinese-Surakarta ethnic assimilation in 1966-1998 for multicultural education.

The method used in this research are historis - qualitative research methods. The steps taken in this method including data collection, data reduction, data analysis, presentation of data, and conclusion.

The result of this research are : (1) The background of Chinese and Javanese cultural assimilation are caused by internal factor and external factor. Internal factor include the condition of Chinese community in the middle of the Javanese majority and economic problem. The external factor are appeared because of the New Order government policy. (2) The process of Chinese and Javanese cultural assimilation are divided into two periods, Old Order period led by Soekarno and New Order period led by Soeharto. (3) The impact of Chinese and Javanese cultural assimilation are contained in performing art and celebration day that contains cultural combination between Chinese and Javanese culture. (4) The result of this research are relevant with education field. Particularly as additional teaching materials for multicultural education in high school education.

(10)

commit to user x

Puji syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan

rahmat dan hidayah-Nya, sehingga skripsi ini pada akhirnya dapat diselesaikan,

untuk memenuhi sebagian persyaratan guna menempuh dan mendapatkan gelar

Sarjana Pendidikan.

Dalam penulisan skripsi ini peneliti banyak mengalami hambatan dan

rintangan, namun peneliti banyak menerima bantuan dari berbagai pihak yang

pada akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan. Pada kesempatan ini peneliti ingin

mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:

1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret

Surakarta.

2. Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan

Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

4. Prof. Dr. Sariyatun, M. Pd, M. Hum selaku pembimbing I, yang dengan sabar

telah memberikan motivasi, bimbingan dan pengarahan sehingga skripsi ini

dapat diselesaikan.

5. Riyadi, S.Pd, M.A. selaku pembimbing II, yang dengan sabar memberikan

arahan dan dorongan selama penulisan menyusun skripsi.

6. Perpustakaan Pusat Universitas Sebelas Maret Surakarta, Perpustakaan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta,

Perpustakan Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret

Surakarta, Petugas kelurahan Sudiroprajan, Pengurus Perkumpulan

Masyarakat Surakarta, Yayasan Tripusaka (MAKIN SOLO) dan pihak lainnya

yang telah memberikan data dan pelayanan yang sangat memuaskan selama

penulis melakukan penelitian.

7. Semua pihak yang tidak mungkin disebutkan satu persatu yang telah

(11)

commit to user xi

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena

keterbatasan penulis. Meskipun demikian, diharapkan skripsi ini dapat bermanfaat

bagi perkembangan ilmu pengetahuan danjuga dunia pendidikan.

Surakarta, 16 April 2015

(12)

commit to user xii

HALAMAN PERSEMBAHAN... ... vii

HALAMAN ABSTRAK... ... viii

b. Kebijakan Pemerintah Orde Baru terhadap etnis Tionghoa... 11

2. Asimilasi ... 13

a. Pengertian Asimilasi... 13

b. Model Asimilasi... 15

(13)

commit to user xiii

3. Kebudayaan... ... 16

a. Pengertian Kebudayaan... 16

b. Unsur-unsur Kebudayaan... 17

c. Kebudayaan Tionghoa……... 18

d. Kebudayaan Keraton Surakarta……… 19

4. Pendidikan Multikultural……... 21

a. Pengertian Pendidikan Multikultural………. 21

b. Pendidikan Multikultural di Indonesia………... 22

c. Perspektif dan Tujuan Pendidikan Multikultural……... 24

B. Kerangka Berfikir... 26

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ... 28

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 28

H. Prosedur Penelitian... 39

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 41

A. Deskripsi Lokasi Penelitian... 41

1. Deskripsi Kota Surakarta……….. 41

2. Keadaan Penduduk…....……….... 42

3. Masyarakat Tionghoa Surakarta …..……… 43

4. Sarana & Prasarana Kota……….. ... 47

5. Kebudayaan……… ... 48

B. Deskripsi Hasil Penelitian………... ... . 51

(14)

commit to user xiv

Budaya Jawa………... 53

3. Dampak Asimilasi budaya Tionghoa dengan budaya Jawa... 55

4. Relevansi Asimilasi budaya Tionghoa dengan Budaya Jawa bagi Pendidikan Multikultural………. 59

C. Pokok-pokok Temuan Penelitian………... 61

1. Latar Belakang Asimilasi Tionghoa di Surakarta………….. 61

2. Proses Asimilasi Kebudayaan Tionghoa dengan Budaya Jawa………... 62

3. Dampak Asimilasi budaya Tionghoa dengan budaya Jawa... 63

4. Relevansi Asimilasi budaya Tionghoa dengan Budaya Jawa bagi Pendidikan Multikultural……… 64

D. Pembahasan ... 65

1. Latar Belakang Asimilasi Tionghoa di Surakarta………….. 65

2. Proses Asimilasi Kebudayaan Tionghoa dengan Budaya Jawa………... 78

3. Dampak Asimilasi budaya Tionghoa dengan budaya Jawa... 95

4. Relevansi Asimilasi budaya Tionghoa dengan Budaya Jawa bagi Pendidikan Multikultural……… 104

(15)

commit to user xv

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Waktu Penelitian... . 29

Tabel 4.1. Penyebaran wilayah tempat tinggal etnis-etnis di Surakarta…… 43

Tabel 4.2. Klasifikasi Penduduk Tionghoa peranakan & totok di Karesi-

denan Surakarta 1930……….……….….. 44

Tabel 4.3. Jumlah Penduduk yang Memakai Nama Tionghoa dalam

Wilayah Kotamadya Surakarta ………. 44

Tabel 4.4. Penduduk Warga Negara Republik Indonesia (WNI) Keturunan

Tionghoa Diperinci Per Kecamatan……….. 45

Table 4.5. Penduduk Warga Negara Asing (WNA) Tionghoa Diperinci

Per Kecamatan Tahun 1967, 1968, 1981, 1982, 1985, 1988….... 46

Tabel 4.6. Penduduk Warga Negara Asing (WNA) Tionghoa Diperinci

(16)

commit to user xvi

DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1. Kerangka Berpikir... .... 26

(17)

commit to user xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Informan..………... 120

Lampiran 2. Transkrip Wawancara...… 121

Lampiran 3. Dokumentasi Penelitian... 133

Lampiran 4. Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003... 135

Lampiran 5. Peraturan Presiden No. 10 Tahun 1959……… 161

Lampiran 6. Ketetapan Presiden No. 123 1968……….………... 166

Lampiran 7. Ketetapan Presiden No. 56 Tahun 1996 …... 168

Lampiran 8. Ketetapan Presiden No. 6 Tahun 2000……… 170

Lampiran 9. Instruksi Presiden No. 004 Tahun 1999……….. 172

Lampiran 10. Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967……….. 175

Lampiran 11. Instruksi Presiden No. 26 Tahun 1998……….. 177

Lampiran12.Surat Permohonan Izin Penyusunan Skripsi..……….. 179

Lampiran 13. Peta Kota Surakarta………..……….. 180

Lampiran 14. Surat Keputusan Dekan FKIP tentang Izin Penyusunan Skripsi………. 181

Lampiran 15. Surat Permohonan Izin Penelitian ke Monumen Pers……… 182

Lampiran 16. Surat Permohonan Izin Penelitian ke Kelurahan Sudiroprajan………. 183

Lampiran 17. Surat Permohonan Izin Penelitian ke PMS………. 184

Lampirab 18. Surat Permohonan Izin Penelitian ke Yayasan Tripusaka….. 185

Lampiran 19. Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian dari Kelurahan Sudiroprajan……….. 186

Figur

Tabel 3.1. Waktu Penelitian........................................................................

Tabel 3.1.

Waktu Penelitian........................................................................ p.15

Referensi

Memperbarui...