BULETIN HARI Ke 5_Kamis, 22 September 2016
Kamis, 22 September 2016 Buletin Hari ke 5
Kordinator: Ferdy Waluyan. Editor: Nursamsi, Wiguna, Buyung C.R, Rhiza, Riky, Gun. Kontributor: Josh Jacob (Netherland), Ariin Halim
Peraih medali Pasangan Putra
Peraih medali Pasangan Putri
BULETIN HARI Ke 5_Kamis, 22 September 2016
Jaim, DKI dan Sulut Berbagi Medali Emas
T
idak ada kejutan dalam perebutan medali emas caborBridge dalam nomor pasangan PON XIX, baik nomor Pasangan Putra, Pasangan Putri dan Pasangan Campuran. Semenjak pertengahan ronde pada saat sistem penilian tertutup sampai dengan ronde terakhir, pasangan Deny J Sacul – Kukuh Indrayana dari Jaim di Putra, Pasangan
Suci A Dewi – Krisina Wahyu dari DKI yang juga perebut medali emas PON XVIII di nomor Pasangan Putri, maupun pasangan Sartje Pontoh – Stevanus Soepeno dari Sulut pada nomor Pasangan Campuran, secara konsisten dan stabil mempertahankan di puncak klasmen di masing-masing nomor.
Pada nomor Pasangan Putra, pasangan Denny J Sacul – Kukuh Indrayana (58,03 %) diikui oleh pasangan Frangky Karwur – Jimmy Bojoh (57,04 %) dari DKI sebagai peraih medali perak, sedangkan medali perunggu diraih pasangan Youbert Sumarauw – Ronny Eltanto ( 56,43 %) dari Jaim
dan pasangan Very Pangkarego – Erwin Lienanda (55,13 %) dari Jabar.
Pasangan Suci A Dewi – Krisina Wahyu dari DKI yang pada PON XVIII lalu memperkuat Jateng sebagai petahana pemegang medali emas, jauh meninggalkan pesaing lainya dengan total 63,01 %. Medali perak diraih pasangan Conny E Sumampouw – Rury Andhani yang juga dari DKI dengan nilai 55,41% Medali perunggu jatuh kepada pasangan tuan
rumah yaitu Nunung T Yuliani - Yena Wirahma (54,8 %) dan pasangan Sulsel Tracy D Awuy – Rigga Prajutha dengan total 53,18 %.
Nomor Pasangan Campuran yang pada PON XIX ini
menggunakan format baru, yaitu peserta idak boleh merangkap sebagai pemain nomor putra atau putri, idak seperi PON lalu yang dapat merangkap. Pasangan Sartje Pontoh – Stevanus Soepeno dari Sulut mendapat medali emas dengan total 59,4 % yang diikui oleh pasangan ‘ayah-anak’ Jennifer K Karamoy – WD Karamoy ( 57,88 %) dari DKI meraih medali perak serta medali perunggu diraih pasangan DKI lainnya Syarifah Nina – Noldy Ngantung (56,8 %) serta pasangan Elvita Lasut – Bill Mondigir (55%) dari Sulut yang merupakan peraih medali emas pada PON XVIII.
Mulai hari ini pertandingan akan dilanjutkan untuk nomor Beregu Putra dan Putri, memperebutkan masing-masing satu set medali emas, perak dan perunggu. Tim beregu
putra DKI sebagai petahana bersama im putra Jabar, Sulut dan Jaim merupakan im yang diunggulkan, selain kuda
hitam Jateng dan Sumsel. Sama hal dengan nomor Beregu
Putri, im putri DKI yang diperkuat pemegang medali emas dan perak nomor pasangan akan bersaing dengan im unggulan lainnya, yaitu im putri Jabar sebagai im tuan rumah, im putri Jaim dan im putri Sulut. Adapun im putri Jateng yang diperkuat pemain-pemain muda dan im Sulsel akan menjadi im kuda hitam.
BULETIN HARI Ke 5_Kamis, 22 September 2016
RALAT : Pada Buletin hari ke 4 tertulis Regu Sulawesi
Utara peraih emas PON yang lalu, SEHARUSNYA DKI
JAKARTA. Kami mohon maaf atas kesalahan ini.
BULETIN HARI Ke 4_Rabu, 21 September 2016
RONDE 1
Meja Vugraph Tuan Rumah Tamu
1 3 DKI Aceh 5
2 1 Sumatera
Selatan Jawa Barat 8
3 4 Jawa Timur Kepulauan
Riau 6
4 2 Sulawesi Utara Jawa Tengah 7
RONDE 3
Meja Vugraph Tuan Rumah Tamu
1 3 DKI Jawa Barat 8
2 2 Sulawesi Utara Aceh 5 3 1 Sumatera Selatan Kepulauan Riau 6
4 4 Jawa Timur Jawa
Tengah 7
RONDE 2
Meja Vugraph Tuan Rumah Tamu
1 7 Jawa
Tengah
Sumatera
Selatan 1
2 5 Aceh Jawa Timur 4
3 8 Jawa Barat Sulawesi
Utara 2
4 6 Kepulauan
Riau DKI 3
RONDE 4
Meja Vugraph Tuan Rumah Tamu
1 6 Kepulauan
Riau Sulawesi Utara 2
2 7 Jawa Tengah DKI 3
3 8 Jawa Barat Jawa Timur 4
4 5 Aceh Sumatera Selatan 1
RONDE 5
Meja Vugraph Tuan Rumah Tamu
1 5 Aceh Jawa Barat 8
2 1 Sumatera
Selatan Jawa Timur 4
3 2 Sulawesi Utara DKI 3
4 6 Kepulauan Riau Jawa
Tengah 7
RONDE 6
Meja Vugraph Tuan Rumah Tamu
1 3 DKI Sumatera
Selatan 1
2 8 Jawa Barat Kepulauan
Riau 6
3 7 Jawa
Tengah Aceh 5
4 4 Jawa Timur Sulawesi
Utara 2
Pertandingan
Hari Ini
Pertandingan
Besok
BULETIN HARI Ke 4_Rabu, 21 September 2016
ARENA PERTANDINGAN PASANGAN
Dari ratusan papan yang kami teliti untuk
mencari bahan buletin ini, dari segi teknis ada
satu faktor yang masih menonjol yaitu:
kesalahan karena tidak menjalankan teori/
pedoman dasar, yaitu membuat rencana dan menganaliasis bidding dan play.
Contoh papan nomor 37 pasangan Putra Pembagi: Utara
Bahaya: Utara-Selatan
Kontrak 4♥ oleh Timur dan Selatan opening
lead ♠, karena Utara opening bid atau overcall di ♠, dimenangkan as di dummy. Pada trik
ke-2 langsung memainkan ♥ queen atau 9 dan
dimenangkan Selatan dengan King. Secara teknis, declarer dan defender, salah.
Kesalahan Defender: seharusnya ♥ pertama
dibiarkan menang dan kalau declarer lanjutkan
♥ dan ines, dimenangkan dengan king
dan cabut ♥ ketiga. Declarer hanya akan memperoleh 10 trik dan tidak mungkin 11 trik
seperti yang terjadi di hampir semua meja,
karena trik declarer hanya: ♥ = 4, ♠ = 1, ♦= 2
dan ♣ maksimum 3 trik.
Kesalahan Declarer: Karena langsung cabut truf, dimana ada 2 loser di ♦, kalau ♦ king kena
ines.
Cara main yang benar: Pada trik ke-2, ines ♦
ke queen !!, kalau menang lanjutkan ♦ as dan ♦
ketiga. Kontrak 4♥ praktis sudah aman, karena ♦ ke empat dapat ditruf dengan ♥ 9 di dummy dan kartu loser hanya masing-masing 1 trik di ♥, ♦, dan ♣.
Cara main di atas, kontrak 4♥ dapat dipenuhi walaupun Selatan memegang 5 kartu ♥, karena trik declarer ♠= 1, ♥= 5 (satu truf ♦), ♦= 2 dan
♣= 2 trik.
Cara main di atas, kalau ♦ king ada di Selatan, kontrak 4♥ pun dapat dipenuhi kalau benar
memainkan ♣.
Pedoman dasar Declarer:
Rencanakan main sebelum memainkan kartu pada trik pertama; hitung loser atau kartu menang dan komunikasi dua tangan.
Menganalisis bidding
Papan nomor 34 Pembagi : Timur
Bahaya : Utara-Selatan
Barat Utara Timur Selatan - - Pass 1 ♦
1♠ 1NT 4♠ ??
Dengan kemungkinan ada 4 trik, pilihan untuk
double tidak terlalu salah.
Analisis : Atas 1♠ Barat, Utara 1 NT dan tidak melakukan negatif double dimana kemungkinan
besar tidak ada 4 kartu ♥. Ini bearti Utara kemungkinan besar memegang warna minor.
Dengan ada informasi pihak lawan kekuatan diwarna ♠ dan ada it diwarna ♦/♣ lebih baik Selatan rebid 5♣. Keputusan bid 5♣ belum
tentu benar, namun setidaknya keputusan
dilakukan dengan suatu analisis. Kalau salah, ini namanya salah judgement.
BULETIN HARI Ke 4_Rabu, 21 September 2016 Apakah Anda pemain agresif ?
Kalau Anda pemain agresif, akan peroleh
score yang baik dipapan berikut. Pembagi : Selatan
Bahaya : Semua
Penawaran berjalan :
Barat Utara Timur Selatan
Jimmy. B Franky. K - - - 1♠ Pass 1 NT Pass 3♠
Pass Pass Semua
Redaktur yang kebetulan menonton
dimeja ini, menanyakan mengapa tidak bid 4♠ ada 1 1/2 trik. Jawabannya, 3♠:13-15 hcp dan tidak ada singleton. Redaktur sering overbid, dari pada underbid, pasti akan bid 4♠ dan untuk kartu diatas
kebetulan masuk karena duduk ♥ As dan ♠ queen yang menguntungkan.
Redaktur tetep berpedoman tip dari Rixi
Marcus (Pemain wanita grand master Inggris)
: “Bid Bold, but play safe” . Artinya boleh bid
agresif asalkan mainnya bagus.
Papan nomor 4 di session 17, hanya 3
pasang yang bid 6♥, masing-masing
Djauhari-Nofry. K, David. H - L. Gontha dan Ansar - Supli. di sacriice 6♠ oleh Giovany - Clift. T
Pembagi : Barat Bahaya : Semua
Kalau tanpa gangguan, tidak sulit untuk
mencapai kontrak 6♥. Kalau ada gangguan,
juga dapat dicapai 6♥ umpamanya bidding
berjalan :
Barat Utara Timur Selatan
2♠ Dbl 3♠ ??
Jikalau menggunakan konvensi transfer, maka lanjutan bidding adalah :
Barat Utara Timur Selatan
2♠ Dbl 3♠ 4♦*
Pass 4NT** Pass 5♠ = 2 Key Card + Queen Truf
6♥
*Transfer ♥ ada 11 hcp ke atas
**Keycard
Kalau menggunakan konvensi transfer seperti
diuraikan di atas, maka bid 4♥ dari Selatan
menunjukkan kekuatan di bawah 11 HCp. Konvensi transfer ini dapat digunakan pada
tingkat empat dan tidak pada tingkat lima.
Contoh manfaat transfer pada papan di kejuaraan dunia tahun 2011.
Pembagi: Timur Bahaya: Timur Barat
West North East South 1 ♦ (Standard) 3 ♠ 4 ♥ Pass 4 NT All pass
Kontrak mati satu karena ♥ king di Utara dan membiarkan ♥ queen menang pada trik kedua, setelah selatan opening lead
♣ jack. Jikalau menggunakan Konvensi Transfer, maka walaupun menggunakan
sistim Precision kontrak akan berhenti di 4♥.
Hanya satu kelemahan transfer di tingkat 4, yaitu kalau responder memegang warna ♣. Konvensi transfer dapat juga dilakukan pada
bidding berikut.
Lawan Anda Lawan Partner
Pass 1♥ 3♠ 4♦= ♥ support, 10 hcp keatas
4♥= ♥ support, 9 hcp kebawah
BULETIN HARI Ke 4_Rabu, 21 September 2016
dengan konvensi transfer, akan dapat
mengatasi banyak problem responder.
Papan nomor 10 ada 5 pasang yang bid slam
di ♠ dan NT.
Pembagi : Timur Bahaya : Semua
Selatan opening 1♠ atau weak NT, total hcp
dua tangan maksimum 32 hcp, dengan kartu
balanced belum cukup untuk bid slam. Yang dapat dicoba adalah Invitational di 4 NT dan
Selatan akan bid slam memegang umpamanya
warna ♠ = AQJ102 karena minimum akan
diperoleh 4 trik.
RUBRIK PROBLEM YANG RINGAN Problem play
Penawaran berjalan :
West North East South
Pass Pass Pass 1 ♥ Pass 2 ♥ Pass 3 ♦ Pass 4 ♥ All pass
(3♦ =pendek)
Utara opening-lead ♦-as dan king yang anda
truf.
Trik ke tiga ke meja dengan ♣-jack dan ines ♠ yang dimenangkan Utara dengan king, dilanjutkan ♦ yang anda truf,
Bagaimana lanjutan permainan anda ?
Problem play penilaian top bottom. Pembagi : Utara
Bahaya : Semua
West North East South
Pass 1 ♦ Pass
1 ♠ Pass 2 ♠ Pass
4 ♠ All pass
Utara opening-lead ♣-3 (fourth best), 2, king, dimenangkan dengan as dilanjutkan ♣ dimenangkan oleh Utara. Atas lanjutan ♥-jack,
queen ♥ di dummy menang. Anda mencoba dari dummy ♦-5, jack, king dan Utara menang
dan lanjutan ♥ dimenangkan dengan as.
Kontrak 4-♠ masuk dengan memainkan ♠-king, lalu ♠ ke as dimana Utara discard ♦,
dengan loser masing-masing 1-trik di ♠, ♦ dan
♣.
Karena top-bottom, dapatkan anda berbuat lebih baik ??
Jawaban Rubrik Problem
Problemnya adalah menemukan lawan yang memegang ♥-doubleton as agar hanya 1 loser.
Kalau anda menguasai teknik DISCOVERY
Play, kontrak 4-♥ dapat di penuhi. Utara yang
sudah pernah pass sudah menunjukkan ♦-as &
king dan ♠-king. Dengan demikian ♥-as ada di selatan. Jadi cara memainkan warna ♥ adalah
ke dummy dengan ♣-as selanjutnya main ♥ ke queen dan ♥ dari kedua tangan.
BULETIN HARI Ke 5_Kamis, 22 September 2016
GEDUNG
MERDEKA
Sebuah bangunan yang berwarna putih
dengan jendela-jendela besar dan tinggi
mengelilingi gedung serta tiang-tiang beton berbentuk kubus khas arsitektur art deco. begitulah gambaran tempat ini. Jaman kolonial Belanda sekitar tahun 1870, para pengusaha dan opsir Belanda mendirikan sebuah perkumpulan yang bernama “Societeit Concordia”. Mempunyai anggota terbatas yang terdiri dari orang-orang Eropa dan non Eropa serta pemuka masyarakat. Mereka menggunakan bangunan ini sebagai tempat
berbagai aktivitas diantaranya tonil Braga,
aktivitas khusus pertemuan ekslusif pada jamannya.
Seiring waktu, bangunan ini mengalami beberapa perubahan rancangan baik bentuk maupun gaya yang unik dan berbeda-beda.
Salah satunya seorang arsitek Van Gales Last di tahun 1920 merenovasi gedung ini lebih dominan pada Indis Empire Style. Kemudian
selang waktu 7-9 tahun Schoemaker
merenovasi membuat bangunan baru dengan
Art deco Geometrik.10 tahn kemudian A.F
Albers merenovasi kembali dengan membentuk
simetris pada sudut bangunan Jl Braga – Jl
Problem ini juga adalah soal DISCOVERY
Play.
Distribusi lengkap.
Utara sudah menunjukkan hcp : ♣= queen, ♥
= KJ dan ♦-as, yang berjumlah 10 hcp. Karena sudah pernah pass, maka tidak ada lagi ♠-queen.
Untuk kontrak 4-♠ masuk 5, setelah ♠-king berikutnya ines ♠ queen di selatan.
BULETIN HARI Ke 5_Kamis, 22 September 2016
Asia Afrika berubah menjadi melingkar (seperti saat ini). Seperti itulah gambaran perjalanan
pembangunan gedung tersebut.
Lalu setelah masuknya jepang ke Indonesia, gedung ini sempat menjadi pusat kebudayaan “Doi Too Kaikan”, dan selanjutnya yaitu
pada masa perang kemerdekaan, gedung
ini berfungsi menjadi markas besar Tentara Rakyat Indonesia.
Kemudian sejarah mencatat di gedung
merdeka itu pada tanggal 18 – 24 april 1955 di Bandung tepat pernah diselenggarakan
sebuah hajatan akbar bertaraf Internasional
yang mempertemukan seluruh pemimpin
negara-negara dari kawasan Benua Asia Afrika di Bandung. Konferensi Asia Afrika namanya, digagas dengan tujuan mempersatukan sikap serta membangun kerjasama diantara bangsa-bangsa Asia Afrika serta membantu terciptanya ketertiban dan perdamaian dunia. Konfrensi Asia Afrika menghasilkan Dasa Sila Bandung
yang sangat terkenal dan Fenomenal,yang
mana dengan Dasa Sila Bandung itu menjadi
pedoman serta semangat bagi
bangsa-bangsa di benua asia dan afrika yang waktu itu masih banyak yang terjajah,untuk berjuang
memperoleh hak-hak kemerdekaannya.
Prestasi besar yang dicapai oleh Konferensi Asia Afria (KAA) di tahun 1955,yang mana telah berhasil menentukan sejarah perjalanan Dunia saat itu dan kemudian setelahnya. Maka dari itu untuk mengabadikan sejarah atas keberhasilan Konferensi KAA, maka
diabadikanlah gedung merdeka tersebut dan
dijadikan museum Konferensi Asia Afria.
Selain Museum dibangun pula Perpustakaan
modern pada hari perayaan peringatan KAA
ke 50 pada tahun 2005.Perpustakaan ini
mengoleksi buku-buku sejarah, politik, sosial dan budaya negara-negara Asia-Afrika; dokumen-dokumen mengenai Konferensi Asia-Afrika, konferensi-konferensi pendahulu, KTT Asia-Afrika 2005, serta majalah, surat kabar,
dan ‘Braille Corner’ untuk para tunanetra. Gedung Merdeka yang memiliki 2 bangunan utama seluas 7500 m2,yaitu tempat sidang utama disebut Gedung Merdeka,sedangkan
disampingnya adalah museum konferensi Asia Afrika sebagai memorabilia KAA berlokasi atau beralamat di Jalan Asia Afrika No 65 Bandung – Jawa Barat Indonesia.
Sampai sekarang Gedung ini masih tampak kharismatik, pamornya tak pernah hilang.
Sehingga selain pengunjung datang ke museum KAA, tidak sedikit juga yang datang hanya untuk sekedar berfoto dengan latar
belakang Gedung Merdeka.
Tidak salah kiranya untuk merencanakan
kunjungan ke Tempat Wisata ke gedung merdeka ini selain penuh dengan sejarah banyak pula ilmu yang bisa kita dapat dan juga
bisa menikmati cantik dan kokohnya gedung ini.
BULETIN HARI Ke 4_Rabu, 21 September 2016
Koningen Emas Perak Perunggu TOTAL
1 JAWA BARAT 85 47 59 191 2 JAWA TIMUR 50 51 45 146 3 DKI JAKARTA 45 50 56 151 4 JAWA TENGAH 10 14 29 53 5 SUMATERA UTARA 8 10 14 32 6 PAPUA 8 5 12 25 7 SULAWESI SELATAN 7 12 8 27 8 RIAU 6 13 6 25 9 BALI 4 6 13 23 10 SULAWESI TENGGARA 4 1 2 7 11 KALIMANTAN TIMUR 3 10 18 31 12 DI YOGYAKARTA 3 8 7 18 13 BANTEN 3 4 12 19 14 KALIMANTAN SELATAN 3 2 2 7 15 MALUKU 3 1 2 6 16 SUMATERA BARAT 3 1 0 4 17 KALIMANTAN UTARA 2 0 2 4 18 JAMBI 1 3 9 13 19 SUMATERA SELATAN 1 3 6 10 20 KALIMANTAN TENGAH 1 2 2 5 21 ACEH 1 2 1 4 22 LAMPUNG 1 1 2 4
23 NUSA TENGGARA BARAT 1 0 2 3
24 GORONTALO 1 0 0 1
25 SULAWESI UTARA 1 0 0 1
26 KEP. BANGKA BELITUNG 0 3 0 3
27 SULAWESI TENGAH 0 2 3 5 28 KALIMANTAN BARAT 0 1 2 3 29 KEP. RIAU 0 1 2 3 30 PAPUA BARAT 0 1 2 3 31 BENGKULU 0 1 1 2 32 SULAWESI BARAT 0 0 1 1 33 MALUKU UTARA 0 0 0 0
34 NUSA TENGGARA TIMUR 0 0 0 0
Update medali sampai dengan 22 September 2016, pk 01.00