• Tidak ada hasil yang ditemukan

Taufik Herlina Nasrum Yulianus Perbaikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Taufik Herlina Nasrum Yulianus Perbaikan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Bidang: Otomasi Sistem Permesinan Topik: Sistem dan Teknologi Pembangkit Energi Listrik

Perbaikan Modul Praktikum Mesin Listrik Pada

Laboratorium Teknik Tenaga Listrik

Prodi Otomasi Sistem Permesinan Politeknik ATIM

Taufik Muchtar1), Herlina Ahmad2), Yulianus Lembang1) , dan Nasrum1)

1)

Jurusan/prodi Otomasi Sistem Permesinan

2)

Dosen Universitas Alasyariah Mandar (UNASMAN), Propinsi Sulawesi Barat [email protected]

ABSTRAK

Kemajuan teknologi saat ini begitu cepat. Banyak teknologi yang ditemukan untuk memudahkan, mengefisien, dan mengefektifkan pekerjaan manusia. Salah satu tekonologi yang diaplikasikan di industri adalah, Motor-motor Listrik. Diharapkan penelitian ini dapat membantu mahasiswa, tenaga pengajar, dan praktisi yang ingin menggunakan dan mengembangan pengetahuan mesin listrik di industri. Penelitian ini bertujuan memperbaiki modul atau peralatan mesin listrik yang ada di laboratorium Teknik Tenaga Listrik, Program Studi Otomasi Sistem permesinan, Politeknik ATI Makassar.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2016 di laboratorium Teknik Tenaga Listrik Jurusan/prodi Otomasi Sistem Permesinan Politeknik ATI Makassar. Penelitian ini merupakan eksperimental , metode yang diterapkan diawali dengan perumusan masalah tentang kondisi peralatan/modul praktikum mesin listrik di laboratorium, melakukan kajian studi pustaka, pengumpulan data, melakukan uji coba dan perbaikan, serta penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal generator tidak ada nilai tegangan output, hal ini disebabkan karena komutator dengan brush tidak terhubung karena terdapat kotoran (debu). Pada uji coba exsitasi luar pada generator DC terjadi perubahan (peningkatan) tegangan output generator, dan uji coba exsitasi sendiri pada output generator DC terjadi peningkatan tegangan mencapai 167 Volt DC.

Kata kunci: mesin listrik, modul, generator dc, eksitasi, perbaikan.

PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi saat ini begitu cepat. Berbagai teknologi ditemukan untuk memudahkan, mengefisien, dan mengefektifkan pekerjaan manusia. Termasuk teknologi otomasi di industri. Begitu beragam hal ini dikaji, mulai dari keanegaraman hardware yang digunakan sampai kepada keanekaragaman software, termasuk sistem otomatisasinya. Politeknik ATI Makassar sebagai wadah lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan kementerian perindustrian berusaha menjadi bagian dari proses transfer dan kajian ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang. Termasuk kajian tentang otomatisasi mesin-mesin di industri.

Mesin listrik sangat memegan peranan penting di Industri. Proses pergerakan sistem pada bagian di industri membutuhkan alat penggerak. Alat penggerak tersebut dapat memggunakan motor listrik atau selinder. Oleh karena itu hampir setiap industri pasti memiliki motor listrik, termasuk di rumah baik berupa pompa air maupun kipas angin atau ac.

Motor listrik adalah salah satu bagian dari mesin listrik. Bagian yang lain adalah generator listrik. Generator listrik dibutuhkan untuk menghasilkan listrik, baik skala kecil yang berupa generator set (genset) maupun skala besar seperti yang dimilik perusahaan lisrik negara (PLN). Pengetahuan dan keterampilan tentang mesin listrik sangat dibutuhkan oleh mahasiswa untuk menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini maupun yang akan datang. Oleh karena ketersediaan modul atau alat praktek sangat memegang peranan penting. Laboratorium Teknik Tenaga Listrik, program studi Otomasi SIstem Listrik telah memiliki beberapa unit modul atau alat praktek mesin listrik, namun salah satu unit dari modul tesebut mengalami kerusakan atau gangguan sejak tahun 2012. Unit yang mengalami kerusakan tersebut sejak tahun 2012 tidak lagi pernah dipergunakan dalam praktik atau praktikum mahasiswa.

(2)

Olehnya itu penulis tertarik melakukan penelitian untuk memperbaiki modul atau alat peraga meisn listrik yang rusak tersebut yang ada di laboratorium teknik tenaga listrik, program studi Otomasi Sistem Permesinan, Politeknik ATI Makassar. Peneliti berharap hasil ini dapat bermanfaat dan digunakan khususnya pada proses belajar mengajar pada mata kuliah Mesin Listrik atau Praktek Mesin Listrik pada program studi Otomasi Sistem Permesinan di Politeknik ATI Makassar.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Tenaga Listrik Jurusan/program studi Otomasi Sistem Permesinan (Teknik Elektro Industri) Politeknik ATI Makassar yang dilaksanakan bulan Juli 2016 sampai dengan September2016. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan melalui dua tahap yaitu perbaikan serta tahap pengujian dan perbaikan.

Alat dan bahan yang digunaka dalam melakukan rokondisi generator DC yaitu Generator DC, Motor Sinkron 3 Fasa, Power Suplay DC, Multimeter Analog, Multimeter Digital, Kabel Jumper, Tool Kit, Cairan Pembersih (Bersifat Mudah Kering), Kuas, Amplas Halus, Lap.

Data yang diperlukan dalam penelitian ini terdiri atas dua jenis yaitu data sekunder dan data primer. Data sekunder digunakan sebagai penunjang untuk menyelesaikan proses penelitian dan pembuatan laporan penelitian. Data sekunder ini diperoleh dengan melakukan penelusuran pustaka melalui buku, jurnal penelitian, internet dan perpustakaan. Data primer yang dibutuhakan dalam penelitian ini merupakan data yang diperoleh langsung dari hasil pengukuran terhadap beberapa variabel pada alat yang telah dibuat.

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Gambar Motor Sinkron 3 fasa dan Genrator DC

a. Tampak Depan

Gambar 1 Tampak Depan Motor Sinkron 3 fasa dan Genrator DC Berikut adalah keterangan dari huruf gambar diatas :

1) A : Kabel Input dari module control masuk ke terminal 2) B : Rotor Motor Sinkron 3 fasa

3) C : Lubang baut untuk memasan Motor Sinkron 3 fasa ke module control 4) D : Kipas Pada Motor Sinkron 3 Fasa

5) F : Karet penghubung antara motor dengan genrator 6) G : Solid Magnet untuk menghitung kecepatan putaran 7) H : kipas pada Generator DC

8) I : Lubang baut untuk memasan Generator DC ke module control 9) J : Brush tegangan (-)

10) K : Rotor tegangan (+)

(3)

b. Tampak Belakang

Gambar 2 Tampak Belakang Mekanik Motor Sinkron 3 fasa dan Genrator DC Berikut adalah keterangan dari huruf gambar diatas :

1) A : Brush Motor Sinkron 3 fasa

2) B : Terminal pada Motor Sinkron 3 fasa

3) C : Kabel Input 3 fasa dari sumber yang masuk ke module control

4) D : Kabel Input dari Module Kontrol yang masuk ke terminal Motor Sinkron 3 fasa 5) E : Terminal Motor Sinkron 3 fasa

c. Tampak Samping Kiri – Kanan

Gambar 3 Tampak Kiri Gambar 4 Tampak Kanan Berikut adalah keterangan dari huruf gambar 3 :

1) A : As rotor motor sinkron 3 fasa

2) B : Cincing yang terhubung dengan has motor sinkron 3 fasa 3) C : Kabal Input dari module control ke terminal motor sinkron 3 fasa

(4)

Berikut adalah keterangan dari huruf gambar 4: 1) A : As yang terhubung dengan rotor generator DC 2) B : Cincing yang terhubung dengan generator DC

3) C : Kabal Input dari module control ke terminal generator shunt 3 fasa

2. Tabel Hasil Penelitian

a. Tabel Hasil Pengukuran Kumparan Generator DC Tabel 1. Hasil Pengukuran Kumparan Generator DC

Kumparan Rotor Generator DC 20,2 Ohm

Kumaparan Stator Generator DC 1,2 Ohm

b. Tabel Hasil Penelitian Sebelum Merefurbish Generator DC Tabel 2. Hasil Penelitian Sebelum Merefurbish Generator DC

Nama Alat Ukur Jenis Tegagan

Nilai Terukur Satuan Tegangan Input Motor Sinkron 3 Ø

M1 Voltmeter AC 220 Volt

c. Tabel Hasil Penelitian Setelah Merefurbish Generator DC Tabel 3. Hasil Penelitian Setelah Merefurbish Generator DC

Nama Alat Ukur Jenis Tegagan

Nilai Terukur Satuan Tegangan Input Motor Sinkron 3 Ø

(5)

d. Tabel Hasil Penelitian Setelah Merefurbish Generator DC Dengan Exsitasi Luar Tabel 4. Hasil Penelitian Setelah Merefurbish Generator DC dengan Exsitasi Luar 0 Vdc

Nama Alat Ukur Jenis Tegagan

Nilai Terukur Satuan Tegangan Input Motor Sinkron 3 Ø

M1 Voltmeter AC 220 Volt

Tabel 5. Hasil Penelitian Setelah Merefurbish Generator DC dengan Exsitasi Luar 5 Vdc Nama Alat Ukur Jenis

Tegagan

Nilai Terukur Satuan Tegangan Input Motor Sinkron 3 Ø

(6)

Tabel 6. Hasil Penelitian Setelah Merefurbish Generator DC dengan Exsitasi Luar 10 Vdc

Nama Alat Ukur Jenis Tegagan

Nilai Terukur Satuan Tegangan Input Motor Sinkron 3 Ø

M1 Voltmeter AC 220 Volt

e. Tabel Hasil Penelitian Setelah Merefurbish Generator DC Dengan Exsitasi Sendiri

Tabel 7. Hasil Penelitian Setelah Merefurbish Generator DC dengan Exsitasi Sendiri Tanpa Beban Nama Alat Ukur Jenis

Tegagan

Nilai Terukur Satuan Tegangan Input Motor Sinkron 3 Ø

M1 Voltmeter AC 220 Volt

Tabel 8. Hasil Penelitian Setelah Merefurbish Generator DC dengan Exsitasi Sendiri dalam Keadaan Berbeban

Nama Alat Ukur Jenis Tegagan

Nilai Terukur Satuan Tegangan Input Motor Sinkron 3 Ø

(7)

M6 Amperemeter DC 0,2 Ampere

Berdasarkan data yang dihasilkan dimana pada saat pengujuan awal sebelum melakukan perbaikan tegangan outpu Generator DC 0 VDC dan Arus Output Generator DC 0 Amper. Sedangkan spesifikasi Generator DC tersebut adalah 200 V dan arus 1 Amp. Hasil yang di dapatkan dari pengujian pertama maka di lakukan perbaikan di mana perbaikan tersebut di lakukan sebagai berikut :

1. Melakukan pembongkaran pada modul, kemudian memeriksa semua jalur kabel yang terhubung dengan Generator DC yang paling di perhatikan adalah kabel yang berasal dari terminal Generator DC. 2. Setelah memeriksa semua jalur kabel tidak ada masalah berarti pada modul tidak ada permasalahan. 3. Kemudian memeriksa Generator DC dengan mengecek tahanan kumparan pada generator tersebut. 4. Selanjutnya memeriksa brush (sikat) yang menghasilkan tegangan output generator dari rotor.

5. Membuka brush (sikat) kemudian membersihkannya dengan amplas halus di takutkan terdapat debu atau kotoran lainnya menghalangi hubungan anatara rotor dengan brush.

6. Setelah dipastikan sudah bersih lanjut untuk membersihkan rotor di takutkan terdapat partikel-partikel yang dapat mengotori rotor. Membersihkan rotor dengan tener kemudian lap dengan kain yang bekas namun kain yang digunakan juga harus bersih tidak berminyak.

7. Setelah melakukan pembersihan untuk mencegah hubung singkat pada belitan maka dilakukan pengeringan pada Generator DC selama 2-3 hari, karena di takutkan gulungan/belitan yang terdapat di stator maupun rotor terkena cairan tener.

8. Setelah itu melakukan lagi pengujian kedua.

Setelah melakukan perbaikan sesuai tahapan di atas maka terlihat hasil pengujian yang ke dua di mana generator sudah menghasilkan tegangan 18 VDC tanpa menggunakan penguat.

Pada saat pengujian ke tiga terdapat data yang berbeda karena pengambilan data tersebut menggunakan exsitasi terpisah (exsitasi menggunakan power suplay DC). Dan pengujian yang empat mencoba untuk meyambungkan tegangan output Generator DC sebagai exsitasi sehingga data yang di hasilkan sudah menghampiri tegangan sesuai spesifikasi Generator DC.

Dalam aplikasi exsitasi yang terdapat pada module control ternyata menggunkan rangkaian AVR (Automatic Votage Regulator) di mana pada rangkaian berfungsi untuk memperbesar arus yang masuk pada exitasi sehingga tegangan output Generator DC tetap stabil. Disinilah perbedaan data pengujian ke tiga dan empat, pada percobaan yang ke tiga tanpa menggunakan AVR sedangkan percobaan keempat menggunakan AVR.

KESIMPULAN

Berdasarkan pengujian dan analisa yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Kondisi awal generator tidak ada nilai tegangan output, hal ini disebabkan karena komutator dengan brush yang merupakan sumber yang menghasilkan listrik tidak terhubung karena terdapat kotoran (debu).

2. Pada uji coba exsitasi luar pada generator DC terjadi perubahan (peningkatan) tegangan output generator. 3. Pada uji coba exsitasi sendiri pada generator DC terjadi peningkatan tegangan mencapai 167 V DC

UCAPAN TERIMA KASIH

(8)

DAFTAR PUSTAKA

[1] Supratowo. 2009. Pengujian dan Perbaikan Performa Generator HHO dengan Variasi Konfigurasi Larutan elektrolit Baking Soda Dalam Aquades .Tugas Akhir. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknolog Industri, ITS, Surabaya.

[2] Yulianti. 2013. Analisis Perbaikan Power Quality Untuk Pencapaian Efisiensi Energi di RS. X. Jurnal Sistem Industri, Volume 7 Nomor 1.

[3] Sofyan hadi. www. digilab.umg.ac.id. [download April 2016]

[4] Julianto L. 2014. Analisis Kerusakan dan Pengujian Motor-Motor Induksi di Divisi Spun Yarrns PT. Indorama Synthetics Tbk Jatiluhur Purwakarta. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Gambar

Gambar 1 Tampak Depan Motor Sinkron 3  fasa dan Genrator DC
Gambar 2 Tampak Belakang Mekanik Motor Sinkron 3  fasa dan Genrator DC
Tabel 1. Hasil Pengukuran Kumparan Generator DC
Tabel 5. Hasil Penelitian Setelah Merefurbish Generator DC dengan Exsitasi Luar 5 Vdc
+2

Referensi

Dokumen terkait

PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM FISIKA LISTRIK UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM FISIKA DASAR DAN MATERIAL TEKNIK.

[ 4 ] Zuhal, “dasar teknik tenaga listrik dan elektronika daya”, Jakarta, Gramedia: Anggota IKAPI, 1988.. [ 7 ] Laboratorium T3 Teknik Elektro USU,

Untuk memperbaiki faktor daya PF (cos φ ) pada sistem tenaga listrik dengan beban.. induktif diperlukan suatu kompensator daya reaktif yaitu salah satunya

Modul praktikum pengukuran besaran non listrik adalah media pembelajaran yang berbentuk alat peraga sistem pengukuran otomatis yang menggunakan suatu sensor dan tranduser untuk

Adapun hipotesis pada penelitian ini adalah alat peraga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sederhana efektif digunakan dalam meningkatkan keterampilan proses

2 Tingkat kelayakan modul praktikum problem based learning pada alat peraga Continously Variable Transmission CVT sepeda motor di Program studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,

Modul Ajar K3LH dan Budaya Kerja Industri untuk Kelas X SMK Fase E Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga

Jenis, Rasio, dan Deskripsi Standar Prasarana Ruang Praktik Kompetensi Keahlian Teknik Pembangkit Tenaga Listrik No Jenis Rasio Deskripsi 1 Laboratorium dasar teknik elektro dan