GEOGRAFI PENGEMBANGAN WILAYAH
ANALISIS PENGEMBANGAN SUMBER DAYA (PERTANIAN)
KOTA TANGERANG SELATAN
Disusun oleh
Bahjah Mardiah 4315120292
Ujian Tengah Semester ini dibuat dalam rangka memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa dalam matakuliah Geografi Pengembangan Wilayah
JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
1. Mengetahui bagaimana pengembangan sumberdaya dalam sektor pertanian di Kota Tangerang Selatan
Gambaran Umum Wilayah Kota Tangerang Selatan
Secara administratif, Kota Tangerang Selatan merupakan bagian dari Provinsi Banten hasil pemekaran wilayah dari Kabupaten Tangerang pada tahun 2008 dengan luas 14.719 Ha. Kota Tangerang Selatan terletak pada posisi strategis sebagai bagian dari Kawasan Strategis Nasional Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur
(Jabodetabekpunjur). Penduduk yang bekerja pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan hanya berjumlah 5.591 jiwa atau 0,95% dari jumlah angkatan kerja.
Perekonomian Kota Tangerang Selatan digerakkan sebagian besar dari sektor-sektor tersier terutama sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi bagi PDRB Kota Tangerang Selatan sebesar 0,86. Secara umum perekonomian Kota Tangerang Selatan terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan harga konstan, laju pertumbuhan PDRB tahun 2009 mencapai 8,49%, pada tahun 2010 meningkat menjadi 8,70% dan terus meningkat pada tahun 2011 (8,84%). Sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan merupakan lapangan usaha dengan tingkat
pertumbuhan yang paling kecil. Produksi pertanian belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tangerang Selatan, terjadi ketidakseimbangan antara permintaan produk-produk pertanian terhadap supply yang berasal dari daerah sendiri. Oleh karena itu, penulis mencoba untuk menganalisis bagaimana pengembangan sektor pertanian di Kota Tangerang Selatan agar mampu bersaing dengan sektor-sektor lainnya.
Potensi Sumberdaya di Kota Tangerang Selatan
Sumber daya alam di Kota Tangerang Selatan dalam hal penggunaan lahan sebagian besar adalah untuk perumahan dan permukiman yaitu seluas 9.941,41 Ha atau 67,54% dari 14.719 Ha. Sawag ladang dan kebun menempati posisi kedua terluas dengan 2.794,41 Ha atau 18,99%.
Kota Tangerang Selatan berada dalam posisi yang strategis karena terletak pada poros wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan merupakan daerah penyangga Ibu Kota DKI Jakarta. Sebagai wilayah perkotaan dengan luas yang relatif kecil dan jumlah penduduk yang besar, sektor tersier selama ini merupakan sektor yang
memberikan kontribusi paling besar terhadap perekonomian Kota Tangerang Selatan
terutama dari jasa-jasa, bank, persewaan dan jasa perusahaan, pengangkutan dan komunikasi serta perdagangan, hotel dan restoran. Sektor primer yang terdiri dari sektor pertanian serta sektor pertambangan dan galian memberikan kontribusi yang paling kecil terhadap
perekonomian Kota Tangerang Selatan.
Park and Ride
Pembangunan fasislitas tempat persinggahan yang comfortable berupa lahan parkir, ruang pertemuan, pusat perbelanjaan dan fasilitas pendukung yang dibangun diarea Stasiun Kereta Api yang representative.
Kereta Api dan Monorail
Melihat perkembangan penduduk dan peningkatan pemakai jasa kereta api di Kota
Tangerang Selatan, maka masih tersedia potensi dan peluang investasi di bidang penyediaan sarana transportasi Kereta Api, termasuk Monorail.
Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Bersih / Air Minum
Selama ini kebutuhan air minum bagi rumah tangga, industri dan kegiatan ekonomi lainnya bersumber dari dua sumber utama, yaitu: Pertama, dari pihak PDAM Kabupaten Tangerang dan instalasi air bersih yang dikelola oleh pihak pengembang. Kedua, berasal dari air bawah tanah. Sumber air baku yang bisa diolah: Sungai Cisadane, Pesanggarahan dan Kali Angke, sembilan situ dan danau.
Kawasan Jasa dan Perdaganagn Terpadu
Saat ini tiga pusat pertumbuhan sebagai kawasan strategis seperti Serpong-BSD City, Bintaro Pondok Aren, Kawasan Pamulang-Ciputat telah memiliki karakteristik pertumbuhan yang semakin cepat.
Sektor Industri dan Pergudangan
Melihat luas lahan yang tersedia, tidak menempatkan sektor industry dan pergudangan sebagai andalan. Saat ini, peruntukan lahan untuk industry hanya 1,14% dari luas lahan kota Tangerang Selatan atau sekitar 16,67 Ha.
Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan
Kota Tangerang Selatan saat ini masih memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Dengan luas kurang lebih 2.794.41 Ha atau 18,99% dari luas lahan Kota Tangerang Selatan, maka pemanfaatan lahan untuk sektor ini masih cukup potensial.
Pengembangan Sumberdaya Pertanian Kota Tangerang Selatan
Sebagai wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi, pembangunan sektor pertanian di Kota Tangerang Selatan menghadapi hambatan khususnya ketersediaan lahan. Pertanian kota memiliki peran dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang biasa dijumpai di wilayah perkotaan. Pengembangan pertanian kota di Kota Tangerang Selatan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Strategi yang dapat diterapkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat berupa peningkatan intensitas pelaksanaan program dan kegiatan maupun menciptakan jenis layanan baru.
Karena sektor primer khususnya pertanian memberikan kontribusi yang paling kecil terhadap perekonomian Kota Tangerang Selatan, maka perlu adanya pngembangan-pengembangan terkait dalam peningkatan sektor ini.
karakteristik wilayahnya. Pendekatan pembangunan sektor pertanian di Kota Tangerang Selatan berbeda dengan daerah lainnya yang masih memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Praktek pertanian kota di Kota Tangerang Selatan juga dibatasi oleh aturan yang ada seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Selatan yang membatasi kawasan peternakan tidak berada pada kawasan perumahan / permukiman.
Praktek-praktek pertanian di wilayah perkotaan tentunya berbeda dengan pertanian secara umum. Pertanian di wilayah perkotaan biasanya bersifat oportunistis. Pertanian kota secara umum dapat digambarkan sebagai kegiatan budidaya, pengolahan dan distribusi tanaman pangan dan nonpangan, pohon dan peternakan yang secara langsung untuk memenuhi pasar perkotaan baik didalam maupun disekitar wilayah perkotaan. Berbagai dokumen perencanaan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (RTRW, RPJPD, dan RPJMD) telah menggambarkan secara umum strategi pembangunan di Kota Tangerang Selatan namun belum secara spesifik menggambarkan strategi pengembangan pertanian kota dalam jangka menengah dan jangka panjang dan bagaimana cara mencapainya sehingga perlu adanya strategi pengembangan pertanian kota sesuai karakteristik wilayah agar sumbangan sektor pertanian terhadap perekonomian dan eksistensi sektor pertanian di Kota Tangerang Selatan dapat meningkat.
Tujuan utama pengembangan pertanian kota di Kota Tangerang Selatan adalah menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian Kota Tangerang Selatan. Peran utama Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam pengembangan pertanian kota adalah membantu pendanaan dan meningkatkan sumberdaya manusia. Peran lainnya adalah
menyediakan sarana dan prasarana, membuat kebijakan yang mendukung pertanian kota dan membantu promosi serta pemasaran produk hasil pertanian. Tujuan utama pengembangan pertanian kota adalah meningkatkan ketahanan pangan. Pertanian kota juga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, meningkatkan perekonomian dan menjaga maupun memperbaiki kualitas lingkungan. Peran utama pemerintah kota adalah sebagai regulator (pembuat kebijakan). Rumusan visi pertanian kota di Kota Tangerang Selatan untuk lima tahun ke depan adalah “Pertanian Kota Yang Mensejahterakan Masyarakat Kota
Tangerang Selatan” Sedangkan rumusan misi Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam pengembangan pertanian kota adalah “Meningkatkan Kontribusi Pertanian Kota Bagi Perekonomian Kota Tangerang Selatan Melalui Penyelenggaraan Regulasi dan Fasilitasi”
Pengembangan pertanian kota di Kota Tangerang Selatan lebih ditujukan kepada peningkatan kesejahteraan dan pendapatan petani atau pelaku usaha yang terkait pertanian kota. Analisis mengenai pengembangan pertanian Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa program dan kegiatan yang telah berjalan perlu ditingkatkan agar dapat mencapai target yang telah ditentukan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat memanfaatkan kekuatannya terutama berupa komitmen kepala daerah dan dukungan anggaran yang relatif mencukupi bagi pengembangan pertanian kota di Kota Tangerang Selatan untuk
meningkatkan intensitas program dan kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya fasilitasi kepada petani atau masyarakat dalam kegiatan budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.
sulit mencari berbagai macaman jenis tanaman tersebut saat berkunjung ke Tangerang Selatan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan upaya pengembangan tanaman Anggrek yang dilaksanakan melalui program pelatihan budidaya tanaman hias untuk mendongkrak perekonomian masyarakat dan perkembangan budidaya Anggrek di Kota Tangerang Selatan kian meningkat dan merupakan cikal bakal salah satu produk yang potensial menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain melakukan pelatihan, Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan baru dimana tanaman Anggrek wajib tumbuh disetiap kantor Pemerintahan yang ada di Kota Tangerang Selatan. Program ini merupakan bukti perhatian terhadap pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) lokal khususnya petani Anggrek sekaligus sebagai keseriusan Pemerintah daerah dalam mengembangkan Anggrek sebagai komoditas unggulan Kota Tangerang Selatan.
Referensi :
RTRW, RPJPD dan RPJMD Kota Tangerang Selatan
http://kabartangsel.com/2012/11/kantor-pemerintahan-di-tangsel-wajib-tanam-anggrek/ www.pemdatangerangselatan.blogspot.co.id