• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karya ilmiah Teknologi bahan pangan yang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Karya ilmiah Teknologi bahan pangan yang"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNOLOGI BAHAN PANGAN BERGIZI

DI KALANGAN SISWA

Disusun Oleh :

Wulan Kristie Lempoy

Fakultas Pertanian

Universitas Sam Ratulangi

Manado

(2)

ABSTRAK

Kebiasaan membeli jajanan yang tidak sehat di sekolah lama kelamaan akan menjadi masalah serius yang sangat merugikan para generasi muda saat ini ketidakmampuan atau belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengidentifikasi kualitas jajanan yang dikonsumsi merupakan suatu masalah bagi para siswa yang memiliki sikap acuh tak acuh akan kepentingan kesehatan diri sendiri.

Usia siswa yang tergolong masih sangat muda memiliki kecederungan tertarik melihat jajanan yang dikemas dengan menarik, tampilan warna mencolok, ditambah dengan rasanya yang manis dan gurih, padahal siswa belum mempertimbangkan kesehatan dan zat-zat yang terkandung dalam jajanan tersebut dan faktanya banyak jajanan di sekolah yang tidak memenuhi syarat kesehatan akibatnya kondisi kesehatan anak usia sekolah dasar memperlihatkan data yang memprihatinkan.

Hasil pemeriksaan oleh Depkes melalui Survey Kesehatan Rumah Tangga tahun 2004 mengungkapkan bahwa tingkat kejadian anemia di kalangan usia sekolah (5-11 tahun) mencapai 24% dan gizi kurang mencapai 21%. Pada usia 5-17 tahun, terungkap bahwa gizi kurang mencapai 18% tetapi pada saat yang sama terdapat 8% anak dengan gizi lebih. Pemeriksaan status gizi oleh Yayasan Kusuma Buana pada 2.345 siswa sekolah dasar di Kepulauan Seribu (2008) menemukan bahwa dari indikator berat badan menurut umur, maka 25,5% gizi kurang, sebanyak 2,9% gizi buruk. Dengan indikator tinggi badan menurut umur terungkap gizi kurang 22,1% dan gizi buruk 7,2%.

Berbagai studi juga memperlihatkan bahwa gaya hidup masyarakat modern telah menyebabkan aktivitas anak usia sekolah dasar juga mulai dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat. Kebiasaan jajan makanan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang berkurang merupakan fenomena yang semakin luas terjadi di kalangan siswa sekolah dan terbukti dari hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga oleh Dep. Kesehatan pada tahun 2004 yang menemukan 8% gizi lebih pada anak usia 5-17 tahun. Tanpa upaya yang sungguh-sungguh maka semua hal ini bisa berakibat pada lahirnya generasi mendatang dengan gaya hidup dan status kesehatan serta gizi yang kurang baik dan berisiko untuk mengalami berbagai masalah kesehatan.

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadiran Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat rahmatnya yang maha kuasa sehingga saya bisa menyusun karya ilmiah ini dengan waktu yang tepat.

Seperti yang kita ketahui dewasa ini banyak sekali kasus yang berhubungan dengan keracunan makanan dikarenakan sikap acuh tak acuh para generasi muda atas kesehatan tubuh mereka sendiri maka dari itu pembuatan karya ilmiah ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada seluruh generasi mudah atau lebih tepatnya dikalangan siswa bagaimana pola hidup atau bagaimana cara menjaga pola makan yang sehat serta bergizi.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aspek pola makan sehat dan seimbang baik manfaatnya, pengaruhnya bagi kesehatan, serta penerapannya sehingga masyarakat tergerak untuk menerapkan pola makan sehat dan seimbang di kehidupan sehari-harinya.

(4)

DAFTAR ISI

ABSTRAK………i

KATA PENGANTAR………..ii

DAFTAR ISI………...……….iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah………5 1.2 Perumusan Masalah………...6 1.3 Tujuan Penulisan………....6

Bab II Pembahasan

2.1 Pentingnya bahan pangan bergizi bagi para siswa………...7 2.2 Teknologi pembuatan jajanan yang begizi………..9 2.3 Cara menerapkan bahan pangan bermutu dikehidupan sehari-hari……...12 2.4 Dampak positif mengkonsumsi jajanan yang bergizi………13

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan………14 3.2 Saran………..14

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Setiap manusia membutuhkan makan untuk mempertahankan kelangsungan kehidupannya. Kebutuhan tersebut dapat ditinjau dari pola makan yang diterapkan. Pola makan sangat berpengaruh bagi kesehatan manusia serta berpengaruh terhadap kinerja tubuh dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Pola makan yang kurang sehat akan menimbulkan dampak negatif bagi tubuh, salah satunya menyebabkan ketidakmaksimalan kinerja tubuh dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Oleh karena itu, pola makan yang dibutuhkan oleh tubuh adalah pola makan yang sehat dan seimbang karena pola makan tersebut memenuhi aspek yang dibutuhkan tubuh.

Pada zaman dahulu wawasan manusia belum terbuka dan masih sempit mereka hanya mengetahui cara-cara hidup yang sederhana dan tradisional dan itu menghasilkan produk pangan yang tidak bermutu dan tidak bergizi jika hal ini tidak diperbaiki maka kebutuhan masyarakat akan pangan tidak dapat tercukupi tetapi dewasa ini sains dan teknologi semakin marak berkembang berawal dari pemikiran manusia yang senantiasa ingin survive atau bertahan hidup dan ingin memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Disisi lain kemajuan sains dan teknologi terus berkembang dan terus menuntut manusiauntuk memanfaatkannya namun disisi lain pua perkembangan tersebut dapat merugikan manusia apa bila tidak memperhatikan asas lingkungan.

(6)

penyebab banyak para siswa lebih senang mengonsumsi makanan yang tidak sehat tersebut.

Diusia anak-anak yang memiliki aktivitas yang sangat padat dan banyak mengeluarkan energi, beratnya kewajiban untuk belajar dan beraktivitas membuat para siswa lebih menyukai segala sesuatu yang bersifat cepat dan praktis yang tidak sehat bahkan tidak layak untuk dikonsumsi.

Setelah tubuh banyak terserang penyakit seperti tifus, diare, muntaber dan masih banyak lagi, barulah anak muda sadar kalau ada yang salah dengan gaya hidup serta pola makan yang selama ini mereka terapi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus bisa mengetahui mana hal yang sehat dan baik bagi tubuh kita ini melalui pengaturan pola makan yang baik seimbang mengandung protein dan bergizi.

1.2

Perumusan Masalah

1. Apa pengertian bahan pangan bergizi dikalangan para siswa?

2. Bagaimanakah teknologi pembuatan makanan yang bergizi serta bermutu? 3. Bagaimanakah cara menerapkan mana bahan pangan yang bermutu?

4. Apa sajakah dampak positif dari mengkonsumsi bahan pangan yang bermutu?

1.3 Tujuan Penulisan

Membuka wawasan bagi para generasi muda untuk dapat mengetahui serta menerapkan gaya hidup dan pola makan yang sehat serta bergizi dengan menggunakan bahan pangan yang bergizi dan bermutu

(7)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1

Pentingnya bahan pangan bergizi bagi para siswa

Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat-zat yang

Menurut helma makanan sehat dan bergizi adalah makanan dalam arti yang sesungguhnya dan mampu menikmati makanan tersebut. Makanan yang sehat harus terdiri dari makanan utama dan makanan penunjang makanan tersebut meliputi 4 sehat dan 5 sempurna atau dengan kata lain makanan bergizi harus memiliki kandungan zat-zat seperti energi pembangun, dan pengatur dalam jumlah yang seimbang, seimbang dalam artian memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh yaitu makanan yang memiliki zat gizi meliputi: karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin

Sedangkan menurut Prasetyono makanan sehat adalah dengan berbagai jenis makanan yang seimbang, sehingga terpenuhi seluruh kebutuhan gizi bagi tubuh dan mampu dirasakan secara fisik dan mental

(8)

2.Mineral

Mineral merupakan bagian dari tubuh dan memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Didalam ketersediaanya tidak semua bahan makanan bisa mengandung mineral yang bisa digunakan untuk keperluan

tubuh, dan dimanfaatkan oleh tubuh.

3.Vitamin

Vitamin adalah zat organik yang kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil dan pada umumnya tidak didapat dibentuk oleh tubuh. Oleh karena itu harus didatangkan dari makanan. Vitamin termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan kehidupan. Tiap vitamin mempunyai tugas spesifik di dalam tubuh. Karena vitamin dapat rusak karena

penyimpanan dan pengolahan.

4.Lemak

Lemak merupakan zat padat energi, dimana kandungan energinya dua kali lipat karbohidrat dan protein. Sumber makanan sumber lemak : daging berlemak, margarin, minyak goreng, jerohan, keju, dan lain-lain.

Berdasarkan uraian diatas kita sebagai anak muda bias merancang atau mengatur bagaimana pola makan yang sehat yang dapat diterpkan dalam kehidupan kita sehari- hari berikut ini merupakan bagaimana kita merencanakan menu makan sehat :

Gula dam garam. Melupakan penggunaan gula dan garam pada menu balita. Apabila mereka berusia diatas 1 tahun, batasi penggunanya. Bailta harus mengkonsumsi garam tidak lebih dari 1/6 jumlah maksimum orang dewasa dalam sehari atau kurang dari 1 gram. Cermati makanan anak karena makanan orang dewasa belum cocok untuk anak. Kadang-kadang makanan yang dibuat oleh para ibu terlalu banyak garam atau gula, bahkan mengandung bahan pengawet atau pewarna buatan.

Porsi makan. Porsi makan anak juga berbeda dengan orang dewasa. Mereka membutuhkan makanan sumber energi yang lengkap dan bergizi dalam jumlah yang lebih kecil.

(9)

oleh balita setiap hari. Atur agar semua sumber gizi tersebut ada dalam menu sehari mereka.

Susu sebagai salah satu sumber kalsium, juga penting dikonsumsi oleh balita. Sedikitnya balita membutuhkan susu 350 ml/12 ons per hari. Susu merupakan asupan gizi yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak usia 12 bulan ke atas dan menjadi pelengkap menu anak.

2.2 Teknologi pembuatan jajanan yang bergizi

Seperti yang kita ketahui, dewasa ini banyak sekali anak-anak lebih khususnya dikalangan para siswa sering mengonsumsi makanan-makanan atau jajanan-jajanan yang tidak memiliki nilai gizi sama sekali oleh sebab itu kitamulai sejak dini harus menerapkan dan membuat pengertian bagaimana cara membuat jajanan atau bekal untuk yang memiliki kandungan gizi tinggi dan tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali, berikut ini akan diuraikan beberapa menu sehat beserta cara pembuatannya

A. Nugget kentang keju sayur

Nugget yang terbuat dari daging ayam maupun daging sapi mungkin sudah teralu sering kita dengar dan nugget dengan bahan demikian atau merupakan produksi pabrik tidak memiliki kandungan gizi yang seimbang dan baik dan terkadang mengandung bahan pengawet, namun saat ini dengan wawasan yang lebih terbuka kita dapat membuat nuuget dari bahan pangan yang sehat dan bergizi, seperti nugget kentang keju sayur yang tidak kalah nikmat dengan nugget yang terbuat dari daging. Tekstur nugget kentang ini bahkan memiliki perbedaan dengan nugget lainnya, dimana nugget yang satu ini memiliki tekstur yang lebih lembut. Dengan perpaduan kentang rebus yang sehat dan bergizi ditambah lagi dengan campuran keju yang kaya akan kandungan susu, serta sayur mayur yang memiliki banyak manfaat serta bahan-bahan alami lainnya, tentunya nugget ini sangat cocok dikonsumi oleh semua usia

Berikut ini cara membuat nugget kentang keju sayur:

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan

1. Kentang 1500 gram 2. Keju 100 gram

(10)

6. Telur ayam 3 buah

1. Langkah pertama yaitu kukus terlebih dahulu kentang hingga matang. Setelah itu, kupas kulitnya lalu parut sampai halus.

2. Selanjutnya, iris bawang putih yang telah disiapkan, lalu goreng. Jika sudah haluskan bawang putih tersebut. Setelah dihaluskan, campurkan dengan garam, kaldu ayam instan berikut merica bubuk. Lalu, masukan semua bumbu tersebut ke dalam kentang yang sudah di haluskan dan aduk hingga merata. 3. Kemudian, potong kecil wortel, brokoli dan daun bawang. Lalu, campurkan

menjadi satu pada adonan.

4. Setelah itu, ambil adonan secukupnya lalu beri potongan keju yang sudah dipotong-potong kecil. Bentuk adonan tersebut sesuai dengan selera anda, baik itu bulat, persegi atau yang lainnya.

5. Gulirkan adonan yang telah dibentuk tersebut pada tepung terigu hingga semua bagian terlumuri oleh terigu tersebut.

6. Jika sudah, masukan ke dalam telur yang telah dikocok sebelumnya. Lalu, gulirkan kembali pada tepung roti atau tepung panir.

7. Sebelum nugget tersebut digoreng, masukan terlebih dahulu ke dalam freezer kurang lebih selama 20-30 menit.

8. Setelah beku, maka anda bisa menggorengnya dalam api sedang dengan minyak goreng yang lebih banyak agar nugget tersebut terendam dan tergoreng sempurna.

B. Es krim ubi ungu

(11)

kesehatan kita bahkan dewasa ini banyaksekalies krim yang dijajakan diberbagai sekolah yang menggunakan pewarna dan pemanis buatan yang berlebihan yang membuat timbulnya kerugian bagi kesehatan tubuh kita. Saat ini kita akan membahas tentang cara membuat es krimyang sehat dan bermutu dengan bahan pangan yang sehat yaitu es krim ubi ungu yang memiliki tekstur yang lembut selain itu memiliki harga yang relatif murah,, sehat, dan ekonomis, juga porsi es krim bisa di tambah sesuai selera. Berikut ini saya akan merincikan bagaimana cara membuat es krim ubi ungu

Manisan ceri merah, untuk taburan, secukupnya

Cara membuat es krim ubi ungu :

1. Kukus ubi hingga matang dan empuk. Angkat, kupas kulitnya. Kemudian haluskan ubi hingga lembut. Sisihkan.

2. Masak susu, santan, daun pandan, dan gula pasir sampai mendidih. Angkat. Buang daun pandan. Lalu masukkan ubi ke dalam campuran santan yang sudah di masak tadi. Aduk rata. Saring. Kemudian dinginkan di lemari es.

3. Sambil menunggu ubi dingin, kocok whipping cream sampai kaku. Lalu masukkan ubi yang sudah didinginkan tadi. Aduk rata.

4. Siapkan wadah. Tuang campuran whipping cream dan ubi tadi. Simpan ke dalam freezer sampai setengah keras. Aduk-aduk sampai menyatu, lalu bekukan kembali.

5. Angkat, sajikan dengan taburan ceri.

2.3 Cara menerapkan bahan pangan bermutu dikehidupan

sehari-hari

(12)

bermutu dan bergizi harus kita terapkan mulai sejak dini cara menerapkan hal tersebut bisa dengan banyak cara antara lain :

1. Membiasakan membawa bekal yang dibuat sendiri dirumah. Bekal yang kita buat sendiri yang tentunya menggunakan bahan pangan yang sehat dan kita juga tau tingkat kebersihannya jadi secara tidak langsung kita sudah dapat menjaga kesehatan kita sendiri selain itu kita juga dapat menghemat biyaya

2. Mengurangi makanan yang serba instant

Banyak sekali jajanan-jajanan yang instant yang sering di jajakan disekolah-sekolah dan dipinggir jalan yang kurang sehat dan bahkan kotor yang merugikan dengan mengurangi memakan makanan yang serba instant kita dapat mengentrol dan mengurangi berbagai zat-zat kimia yang merugikan

3. Mengkonsumsi makanan yang berserat

Lebih menambah mengkonsumsi makanan yang berserat seperti buah-buahan yang mengandung banyak vitamin dan mineral agar kita dapat menambah energi supaya dapat beraktivitas lebih semangat lagi. Makanan dengan rasa sayur atau buah tidak dapat digolongkan dalam kategori sayur dan buah. Contohnya adalah permen, berondong jagung, keripik pisang, dll. Para ahli menganjurkan untuk menyantap minimal 5 jenis buah atau sayuran per hari. Jika kurang suka menyantap buah dan sayur, kita dapat membuatnya menjadi aneka jus yang menarik. Jangan lupa tubuh membutuhkan vitamin yang berasal dari sayuran dan buah-buahan, karena itu sayangilah tubuh kita.

4. Memberikan pengertian atau sosialisasi tentang bagaimana pentingnya menjaga dan mengkonsumsi makanan pangan yang bergizi dan bermutu

(13)

sebagai sumber asam lemak esensial serta juga membantu penyerapan beberapa vitamin yang larut dalam lemak.

6. Makanlah makanan sumber zat besi. Makanan seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, hati, telur dan daging banyak

mengandung zat besi dan perlu dikonsumsi dalam jumlah yang cukup untuk mencegah anemia gizi.

2.4 Dampak positif mengkonsumsi jajanan yang bergizi

Kemajuan yang terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, banyak menimbulkan perubahan, baik dari gaya hidup maupun pola makan bagi penduduknya. Perubahan gaya hidup dari yang sederhana menjadi serba cepat atau instan menyebabkan banyak orang memanfaatkan kemajuan teknologi di masa kini. Sebagai contoh, untuk efisiensi waktu maka selalau pergi dengan mengendarai motor. Akibatnya tubuh kurang banyak bergerak.

Selain itu, kesibukan yang dihadapi oleh mahasiswa juga menyebabkan mereka hanya duduk belajar, menyelesaikan tugas-tugas, dan menghadapi stress. Pemikiran yang serba instan ini menyebabkan banyak orang melirik ke makanan fast food atau junkfood untk dikonsumsi. Perubahan-perubahan ini dapat dengan mudah memicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif di usia muda, yang sangat merugikan generasi penerus bangsa.

Pola makan sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh, dengan pola makan yang sehat dan seimbang siswa dapat beraktivitas dengan baik serta memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Selain itu, siswa dapat memiliki

konsentrasi tinggi karena kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi secara tepat waktu. Dengan demikian, stamina tubuh serta kinerja otak akan

meningkat sehingga, siswa dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

(14)

mengeluarkan energi setiap hari tentunya harus ditopang dengan penunjang yang bergizi dan bermutu, banyak sekalis siswa yang sering memakan jajanan yang tidak sehat yang menyebabkan kerugian bagi tubuh diri sendiri menjaga pola makan sehat bisa dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi, konsumsi padi-padian penuh, makan dalam ukuran yang layak, makan secara teratur, seimbangkan pilihan makan anda setiap hari

3.2Saran

Saya menyarankan kepada pembaca khususnya para siswa untuk lebih memperhatikan pola makan dan memperbaiki pola makan yang kurang teratur karena dengan pola makan yang sehat dan seimbang dapat menjaga kesehatan agar aktivitas berjalan lancar. Maka mulai sekarang mari kita merubah pola makan kita menjadi sehat dan seimbang sehingga kualitas diri kita dan masyarakat Indonesia bisa menjadi lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Dep.kesRI.kandungan makanan sehat. Http//www.com.dep.kes.id.com

Djaeni.2000.gizi.jakarta

Rs.cipto mangunkusumo dan persatuan ahli gizi 2005

Dr-suparyanto.blogspot.co.id/2010/07/konsep-makanan-sehat.html

(15)

Yusrianto.2010.merencanakan-menu-makan-sehat. http//www.com.infosehat.id

Referensi

Dokumen terkait

Setiap manusia membutuhkan makan dan minum dalam kehidupan sehari-hari. Tubuh manusia membutuhkan beraneka macam zat yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral

Setelah menyelesaikan mata Kuliah ini Mahasiswa dapat melakukan analisis proksimat suatu bahan pangan(lemak,karbohidrat ,Protein) secara teori, analisis zat pengotordalam

*KH *protein *lemak *vitamin *mineral *antivitamin -avidin (antibiotin) -antipiridoksin -Niasinogen -Askorbase -tiaminase *antiprotein -antitripsin -tanin -antiproteinase

Adapun manfaat ASI bagi bayi antara lain mengandung zat gizi (protein, lemak, karbohidrat, garam dan mineral serta vitamin) yang cukup dan sesuai untuk bayi; mengandung zat

Pola makan seimbang bagi anak sekolah adalah terpenuhinya zat-zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dari setiap makanan yang dikonsumsinya

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, aktivitas fisik

Tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0.05) antara tingkat kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin

Namun seiring dengan perkembangan zaman, di era globalisasi ini nilai-nilai kepedulian sosial terus mengalami degradasi khususnya dikalangan sekolah dasar, pelajar dan generasi muda,