• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA ID

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA ID"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM KIMIA

OLEH

NAMA

:

CLARA RIA DENTAWATI

KELAS

:

X MIA 6

NIS

:

14523

(2)

I. JUDUL : Kepolaran senyawa

II. TUJUAN : Menyelidiki sifat kepolaran senyawa / zat III. LANDASAN TEORI :

A. Ikatan ion disebut juga ikatan elektrovalen atau heteropolar adalah jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non logam melalui gaya tarik-menarik elektrostatik atau gaya tarik-menarik antara 2 ion yang berbeda muatan, dan memiliki perbedaan elektronegatifitas yang besar.

Sifat senyawa Ion :

 Merupakan zat padat dengan titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi.

 Rapuh, sehingga hancur jika dipukul.

 Lelehannya menghantarkan listrik.

 Larutannya dapat menghantarkan listrik di air.

B. Ikatan kovalen disebut juga ikatan homopolar adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan. Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.

a. Ikatan Kovalen Polar terjadi jika dua atom non logam berbeda

kelektronegatifannya berikatan, maka pasangan elektron ikatan akan lebih tertarik ke atom yang lebih elektronegatif. Atau jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom.

Ciri-ciri ikatan kovalen polar :

 Senyawanya terbentuk dari unsur yang berbeda.

 Tidak simetris.

 Adanya pasangan elektron bebas pada atom pusar. Ciri-ciri senyawa polar :

 Dapat larut dalam air dan senyawa polar lain.

 Memiliki kutub (+) dan (-) akibat tidak meratanya distribusi elektron.

(3)

b. Ikatan Kovalen Non-Polar merupakan suatu ikatan kovalen dimana elektron-elektron yang membentuk ikatan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berputar dan berkeliling di sekitar salah satu atom. Jika PEI (Pasangan Elektron Ikatan) tertarik sama kuat ke semua atom.

Ciri-ciri ikatan kovalen non polar :

 Senyawa tersebut terbentuk dari unsur sejenis.

 Jika dari unsur tidak sama tetapi simetris maka non polar.

 Tidak ada pasangan elektron bebas pada atom pusat. Ciri-ciri senyawa non polar :

 Tidak larut dalam air dan senyawa polar lain.

 Tidak memiliki kutub (+) dan (-) akibat meratanya distribusi elektron.

 Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau memiliki keelektronegatifan sama.

Molekul polar tertarik pada suatu benda yang bermuatan elektron atau medan magnet. Jika cairan dibelokkan oleh benda bermuatan elektron atau medan magnet maka cairan tersebut berisi senyawa polar, sedangkan jika cairan yang tidak dibelokkan oleh benda bermuatan elektron atau medan magnet maka cairan tersebut berisi senyawa non polar.

IV. ALAT DAN BAHAN :

N

o Nama Alat/Bahan Jumlah

1

Statif lengkap dengan klem Corong

Gelas kimia 200 mL Botol semprot

Penggaris mika tipis yang baru Kain flannel / kain lap kaca mata Aquades

Larutan NaCl 0,1 M Larutan asam cuka 0,1 M

(4)

11 Minyak tanah 100 mL V. CARA KERJA :

1. Pasang Buret pada statif (penyangga) pada klem/penjepit hati-hati jangan terlalu kencang atau kendor. Catatan : kran buret dalam posisi tertutup (kran menyilang).

2. Letakkan gelas kimia tepat di bawah buret.

3. Isilah buret dengan aquades setinggi kira-kira seperempat bagian.

4. Gosoklah ujung penggaris mika dengan kain flannel beberapa kali tetapi harus searah.

5. Bukalah kran buret pelan-pelan sehingga aquades keluar lancar dari lubang buret.

6. Dekatkan penggaris mika pada aliran aquades yang keluar, jangan sampai mengenai aquades yang keluar dari lubang.

7. Amatilah aliran aquades yang keluar kira-kira 10 detik, catat pada lembar pengamatan.

8. Sisa aquades (larutan) dalam buret keluarkanlah dan ditampung dalam botol semula.

9. Ulangi kerja no. 1 sampai no. 8 dengan : air, larutan NaCl, asam cuka, dan minyak tanah. Catatan : setiap ganti larutan, buret harus dicuci dulu dengan air ledeng hingga bersih.

Catatan : pada saat menggosok penggaris dengan kain flannel, tangan harus kering dan bersih dari keringat dan air.

VI. DATA PENGAMATAN :

N

o Larutan/Cairan Rumus Kimia Hasil Pengamatan Kesimpulan 1

VII. KESIMPULAN PERCOBAAN :

(5)

yang berbeda-beda tergantung molekul cairan tersebut. Reaksi pembelokan suatu cairan ketika didekati benda bermuatan listrik terjadi apabila cairan tersebut mempunyai ikatan kovalen polar. Sedangkan apabila tidak ada reaksi maka cairan tersebut mempunyai ikatan kovalen non polar. Senyawa yang memiliki sifat polar adalah air, natrium, dan asam cuka. Senyawa yang memiliki sifat non polar adalah minyak tanah.

VIII. JAWABAN PERTANYAAN DISKUSI :

1. Karena penggaris plastik yang digosok-gosokkan pada kain atau rambut yang kering tak berminyak menjadi bermuatan listrik. Muatan listrik itulah yang menyebabkan sobekan kertas kecil dapat tertarik ke penggaris.

2. Karena senyawa yang bersifat polar berarti mempunyai kutub, sehingga jika didekatkan dengan magnet maka senyawa polar yang mengalir tersebut akan bereaksi sehingga aliran senyawa yang mengalir akan mendekat atau menjauhi magnet tergantung kutub apa yang dimilikinya.

(6)

DAFTAR PUSTAKA

Deni Pranowo, dkk. 2007. Kimia Kelas X untuk SMA dan MA. Klaten : Intan Pariwara

Soedjono. 2013. Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga

http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kovalen

http://ikatankovalen.wordpress.com/2011/06/23/pengertian-dan-jenis-jenis-ikatan-kovalen/

Referensi

Dokumen terkait

Isolasi senyawa tembaga(I) dapat dilakukan dengan membentuk suatu senyawa kompleks, di mana pada percobaan ini akan dibuat senyawa tembaga(I) dalam

 Asetilasi amina primer adalah reaksi organik dimana gugus amina dari suatu senyawa bereaksi dengan asam karboksilat khususnya asam

kompleks atau kompleks netral yang menyusun senyawa tersebut masih seringkali.. mempertahankan identitasnya

Untuk pelarut heksana semua zat terlarut tidak dapat larut, karena dari ke empat zat terlart hampir semuanya senyawa ionik dan kovalen polar yang akan mudah larut dalam pelarut

Apabila suatu senyawa bersifat kurang polar, maka senyawa yang kurang dapat berinteraksi dengan silika, akan dibawa oleh pelarut organik tersebut.. Dengan cara ini

asetat merupakan senyawa aromatik yang bersifat semipolar, sehingga dapat menarik senyawa yang bersifat polar dan non-polar [5, 6, 7], dalam penelitian ekstrak flavonoid

Reaksi yang paling utama dari senyawa aromatik adalah reaksi substitusi aromatik elektrofilik digambarkan sebagai (E+) yang akan bereaksi dengan cincin aromatik

Saat membandingkan dua sampel yang berbeda di bawah kondisi kromatografi yang sama, nilai Rf akan besar bila senyawa tersebut kurang polar dan berinteraksi