Teks penuh

(1)

MATA KULIAH PANCASILA

PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI

KELOMPOK 7

: 1. SELJU ERMUSI (1510411028)

2. SYAHRIAL IDHAM (1310411065)

3. IQBAL SETIADI (1410411086)

FISIP – ILMU KOMUNIKASI

(2)

A. KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah senantiasa memberika nikmat sehat dan nikmat iman sehingga dapat menyelesaikan tugas laporan analisis ini dengan baik. Tugas ini saya buat semata-mata untuk memenuhi nilai mata kluiah pancaila dan untuk memberikan ilmu kepada saya pribadi dan juga menambah wawasan serta memberi solusi terhadap kasus yang

dibicarakan didalam laporan analisis ini.

Berdasarkan topiknya pancasila dalam konteks ketatanegaraan RI, disini saya menganalisa tentang penyimpangan UUD 1945 pasal 7 dan meninjaunya dengan pancasila dalam konteks ketatanegaraan RI.

(3)

B. DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ...1

KATA PENGANTAR...2

LANDASAN TEORI ...3

KASUS ...10

HASIL ANALISIS ...11

(4)

C. LANDASAN TEORI

KEDUDUKAN PANCASILA SEBAGAI SUMBER HUKUM DASAR NEGARA INDONESIA

Negara Indonesia merupakan negara demokrasi, yang berdasarkan atas hukum, oleh karena itu segala aspek dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara diatur dalam suatu sistem peraturan perundang-undangan. Pancasila dalam kontek ketatanegaraan Republik Indonesia adalah pembagian kekuasaan lembaga lembaga tinggi negara, hak dan kewajiban, keadilan sosial, dan lainnya diatur didalam undang-undang dasar negara.

Sebagai dasar Negara, Pancasila merupakan suatu asas kerohanian dalam ilmu kenegaraan popular disebut sebagai dasar filsafat Negara (Philosofische gronslai). Dalam kedudukan ini Pancasila merupakan sumber nilai dan sumber norma dalam setiap aspek penyelenggaraan Negara, termasuk sebagai sumber tertib hukum di Negara Republik Indonesia. Seluruh peraturan perundang-undangan serta penjabarannya senantiasa berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila pancasila.

MAKNA ISI PEMBUKAAN UUD 1945

Alinea Pertama :

Isi : Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri

kemanusiaan dan peri keadilan.

Makna :

– Keteguhan Bangsa Indonesia dalam membela kemerdekaan melawan penjajah dalam segala bentuk

– Pernyataan subjektif bangsa Indonesia untuk menentang dan manghapus penjajahan di atas dunia

(5)

– Pemerintah Indonesia mendukung kemerdekaan bagi setiap bangsa Indonesia untuk berdiri sendiri

Alinea Kedua :

Isi : Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merddeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur

Makna :

– Kemerdekaan yang dicapai oleh bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan pergerakan melawan penjajah

– Adanya momentum yang harus dimanfaatkan untuk menyatakan kemerdekaan

– Bahwa kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan, tetapi harus diisi dengan mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur

– Memuat cita-cita Negara Indonesia, yaitu: Merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur

Alinea ketiga :

Isi : Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Makna :

– Motivasi spiritual yang luhur bahwa kemerdekaan kita adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa

– Keinginan yang didambakan oleh segenap Bangsa Indonesia terhadap suatu kehidupan yang berkesinambungan antara kehidupan material dan spiritual, dan kehidupan di dunia maupun akhirat.

(6)

Alinea Keempat :

Isi : Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social, maka disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yang berbentuk Undang dasar, dalam suatu susnan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh Rakyat Indonesia

Makna :

– Terkandung fungsi dan sekaligus tujuan Negara Indonesia, Yaitu:

1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;

2. Memajukan kesejahteraan umum;

3. Mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social.

– Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang disusun dalam Suatu UUD 1945

– Sistem pemerintahan Negara, yaitu berdasarkan kedaulatan Rakyat (demokrasi)

– Dasar Negara : Pancasila

KEDUDUKAN PEMBUKAAN UUD 1945 SEBAGAI STAATSFUNDAMENTALNORM DAN KEDUDUKANNYA DALAM TATA TERTIB HUKUM INDONESIA

UUD sebagai hukum dasar tertulis mempunyai dasar-dasar pokok yang bersifat tidak tertulis dan terpisah dari UUD, dan dalam hal ini yang dimaksudkan adalah pembukaan UUD 1945 berkedudukan sebagai pokok kaidah Negara yang fundamental.

(7)

a.Dari segi terjadinya Ditentukan oleh pembentuk Negara dan terjelma dalam suatu

pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk Negara, untuk menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar-dasar Negara yang dibentuk.

b.Dari segi isinya : Dari segi isinya pembukaan UUD 1945 memuat dasar-dasar pokok Negara sebagai berikut :

- Dasar tujuan Negara

- Ketentuan diadakannya Undang-Undang Dasar Negara

- Bentuk Negara

- Dasar filsafat Negara Pokok kaidah Negara yang fundamental menurut ilmu hukum mempunyai hakikat dan kedudukan hukum yang tetap, terlekap pada kelangsungan hidup Negara dan berkedudukan sebagai tertib hukum tertinggi maka secara hukum tidak dapat diubah, karena mengubah pembukaan UUD 1945 sama halnya dengan pembubaran Negara Republik Indonesia (Notonagoro, 1974 : 45)

Pada saat pemerintahan melakukan amandemen terhadap UUD 1945, satu-satunya unsur dalam sistematika UUD 1945 yang tidak diamandemen adalah Pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 mungkin dapat dianggap sebagai Preambule yang lengkap, karena memenuhi unsur-unsur politik, religius, moral dan mengandung ideology Negara ( State Ideology ) Pancasila.

DINAMIKA PELAKSANAAN UUD 1945

Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 setelah ditetapkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945,dalam pelaksanaannya UUD 1945 mengalami masa berlaku dalam dua kurun waktu yaitu :

-Kurun pertama sejak tanggal 18 agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 desember 1949.

-Kurun waktu kedua sejak tanggal 5 Juli 1959 ( Dekrit Presiden ) sampai sekarang dan ini terbagi lagi menjadi ketiga masa yaitu orde lama, orde baru, dan masa reformasi.

(8)

Penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintah Orde Lama

Orde lama merupakan konsep yang biasa dipergunakan untuk menyebut suatu periode pemerintahan yang ditandai dengan berbagai penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945. Kegagalan konstituante dalam merumuskan undang – undang dasar baru dan ketidakmampuan menembus jalan buntu untuk kembali ke UUD 1945, telah mendoronng Presiden soekarno pada tanggal 5 juli mengeluarkan “Dekrit Presiden”. Tindak lanjut dari dekrit presiden tanggal 5 juli 1959 adalah pembentukn cabinet baru yang diberi nama Kabinet Karya. Dalam prakteknya (atau masa Orde Lama), lembaga – lembaga Negara yang ada belum dibentuk berdasarkan UUD 1945sehingga sifatnya masih sementara. Dalam masa ini, Presiden selaku pemegang kekuasaan eksekutif dan pemegang kekuasaan legislative (bersama – sama dengan DPRGR) telah

menggunakan kekuasaannya dengan tidak semestinya. Penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945 terus berlangsung. Ketetapan MPRS No. III/MPRS/1963 tentang pengangkatan presiden seumur hidup jelas bertentangan dengan UUD 1945. pendek kata, periode pemerintahan antara tahun 1959-1965 ditandai oleh berbagai penyelewengan wewenang dan penyimpangan tarhadap pancasila dan UUD 1945 sehingga disebut sebagai masa orde lama. Hampir semua kebijaksanaan yang dikeluarkan pemerintah sangat menguntungkan PKI.

Penyimpangan pemerintah Orde Baru ( 1966 – 1998 )

bentuk-bentuk penyimpangan konstitusi pada masa Orde Baru meliputi, antara lain : 1. Terjadi pemusatan kekuasaan di tangan Presiden, sehingga pemerintahan dijalankan secara otoriter.

2. Berbagai lembaga kenegaraan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, hanya melayani keinginan pemerintah (Presiden).

3. Pemilu dilaksanakan secara tidak demokratis; pemilu hanya menjadi sarana untuk mengukuhkan kekuasaan Presiden, sehingga presiden terus menenrus dipilih kembali. 4. Terjadi monopoli penafsiran Pancasila; Pancasila ditafsirkan sesuai keinginan pemerintah untuk membenarkan tindakan-tindakannya.

5. Pembatasan hak-hak politik rakyat, seperti hak berserikat, berkumpul dan berpendapat.

(9)

7. Pembentukan lembaga-lembaga yang tidak terdapat dalam konstitusi, yaitu Kopkamtib yang kemudian menjadi Bakorstanas.

8. Terjadi Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) yang luar biasa parahnya sehingga merusak segala aspek kehidupan, dan berakibat pada terjadinya krisis multidimensi.

REALISASI HAM DALAM NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Bentuk konkret realisasi hak asasi manusia dalam konsep hidup berdasarkan Pancasila, yakni:

a. Hak asasi manusia bersumber langsung pada Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena manusia mendapat bebas untuk beribadah menurut agama dan keyakinan masing-masing dan

dilindungi negara.

b. Tuhan menciptakan manusia yang dibekali dengan kemampuan dan hak asasi serta kewajiban-kewajiban asasi untuk dapat hidup dan menjaga kelangsungan hidupnya serta mencapai tujuan hidupnya secara beradab.

c. Tuhan menghendaki manusia hidup dalam kebersamaan, Tidak mungkin manusia hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu manusia harus mampu bersatu dan menjaga hubungan harmonisasi dengan sesamanya.

d. Hak berpendapat dan menyampaikan keinginan setiap insan dikelola secara perwakilan dan setiap keputusan adalah hasil dari musyawarah untuk mufakat.

e. Manusia berhak mendapat keadilan yang sama tanpa pandang bulu, untuk mendapat kesejahteraan dan kemakmuran hidup.Oleh sebab itu hak asasi manusia wajib diletakkan dalam kerangka kebersamaan hidup. Inilah konsep berdasarkan Pancasila.

ISI PASAL 7

Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

ISI PASAL 8

(10)

ISI PASAL 9

Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut :

Sumpah Presiden (Wakil Presiden) :

"Demi Allah, saja bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden

Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia)

dengan sebaik-baiknja dan seadil-adilnja, memegang teguh

Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang

dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti

kepada Nusa dan Bangsa."

Janji Presiden (Wakil Presiden) :

"Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi

kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden

Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknja dan seadil-adilnja,

memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala

undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya

serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa."

(11)
(12)

E. HASIL ANALISIS KASUS

Kasus 1 :

1). Kerangka Pikir

Paragraf 1 : Maraknya black campaign menyerang kandidat pilpres

Paragraf 2 : Tabloid obor rakyat menyudutkan Jokowi

Paragraf 3 :

Paragraf 4 :

-Paragraf 5 : Kasus obor rakyat ditangani oleh kepolisian

Paragraf 6 :

Bagaimana black campaign menyerang jokowi ?

 Pernyataan

Sebuah media massa manfaatkan situasi kampanye untuk menyerang kandidat pilpres.

3). Analisis Kasus

(13)

Salah satu kasus yang ada di sebuah berita ini menunjukkan bahwa ada oknum yang memanfaatkan situasi pemilihan presiden untuk menjatuhkan salah satu kandidat pilpres. Hal ini menandakan bahwa kurangnya sikap sportifitas diantara para tim sukses atau pihak mana pun untuk mencapai keinginan mereka. Di dalam berita ini dikatakan bahwa ada suatu media massa yaitu tabloid obor rakyat menyerang kandidat pilpres yang bernama Joko Widodo. Hal ini dinamakan black campaign yang artinya kampanye hitam, kampenye hitam ini merupakan sikap menjatuhkan lawan sehingga membuat masyarakat terpengaruh akan berit tersebut.

Tabloid obor rakyat ini sangat berani membeberkan berita tidak benar tentang Joko Widodo yang merupakan kandidat pilpres. Berita yang diterbitkan oleh tabloid obor itu pun sangat menyudutkan Joko widodo dan membuatnya sangat tidak nyaman bahkan tidak terima atas pemberitaan yang tidak benar tersebut. Pemberitan tersebut membuat Jokowi geram dan membuat polisi turun tangan untuk mengatasi masalah tersebut.

Tabloid obor rakyat ini sepertinya tidak memperhatikan unsur SARA, karena isu-isu yang di munculkan di tabloidnya itu mengandung unsur SARA, unsur SARA ini sangat sensitif di Indonesia, tak hanya di Indonesia tapi juga belahan dunia. Sebagai media massa yang professional semestinya mereka tahu mana saja berita yang sekiranya akan

menimbulkan gejolak yang membara di masyarkat atau suatu golongan. Apalagi dalam situasi akan pemilihan umum yang membuat terjadi kecacatan kampanye.

Pihak kepolisian turun tangan dalam menyikapi kasus ini, polisi mengusut munculnya isu-isu itu dan mencari akar permasalahannya sehingga pemilihan umum nanti berjalan dengan lancar. Tentunya pengusutan ini akan berjalan lancar dngan berkoordinasi dengan beberapa saksi dan deman pers.

Sebagai warga negara yang baik kasus ini tidak layak terjadi karena hal ini akan membuat nama calon-calon pemimpin bangsa tercoreng atau buruk . untuk mengunggulkan capres yang kita pilih tidak harus menjatuhkan lawannya, pergunakan cara yang jauh lebih baik dan cerdas. Karena mereka itu calon pemegang kekuasaan tertinggi di indonesia sungguh tidak pantas kiranya diperlakukan seperti itu. sikap black campaign ini tidak sesuai dengan pancasila dalam konteks ketatanegaraan , negara yang taat hukum, nilai dan norma. Dan pihak bewenang seharusnya membuat sanksi yang membuat pihak-pihak tidak

(14)

Kasus 2 :

Inti kasus :

1 : Sebanyak 1.918 anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) menderita gizi buruk selama Januari - Mei 2015.

2 : Kepala Seksi Perbaikan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan NTT, Isbandrio, kepada wartawan di Kupang, Rabu, (24/6), mengatakan, penderita gizi buruk dialami keluarga miskin yang tinggal di wilayah terpencil yang sulit dijangkau. "Kasus ini terjadi diduga karena pemahaman ibu terhadap gizi masih rendah.

3 : Kekurangan gizi itu membuat anak mudah terserang berbagai penyakit, seperti diare yang menimbulkan kematian.

4 : Buruknya infrastruktur dan sulitnya akses transportasi membuat penderita gizi buruk tidak terkontrol oleh petugas kesehatan.

Analisis :

Seharusnya pemerintah lebih perduli dengan kesejahteraan warganya, walaupun Nusa Tenggara Timur itu berada sangat jauh dengan pusat pemerintahan di Indonesia, tapi tidak menjadi alasan untuk pemerintah tidak memperhatikan warga negaranya, bukan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saja namun sangat di butuhkan peran dari pemerintah pusat. Namun kepala seksi perbaikan gizi masyarakat dinas kesehatan NTT, Isbandrio, mengatakan bahwa penderita gizi buruk dialami oleh keluarga yang tinggak di daerah tepencil dan sulit dijangkau, dan dia juga mengatakan bahwa kasus ini terjadi karena pemahaman ibu tentang gizi masih rendah dan di perparah dengan kemarau panjang, tetapi menurut saya salah jika beliau mengatakan seperti itu karna ya sudah tanggung jawab pemerintah untuk melakukan penyuluhan tentang gizi kepada masyarakatnya. Apalagi sampai ada balita yang meninggal, dan peran pemerintah daerah harus terus membangun infrastruktur untuk mempermudah akses masuk ke wilayah yang terkena gizi buruk.

(15)

Solusi :

Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah pemerintah pusat harus membangun infrastruktur supaya penyaluran bahan makanan bisa di salurkan dengan baik dan cepat. Kemudian dari dinas kesehatan khususnya yang menangani bidang perbaikan gizi harus mau dan turun langsung untuk melihat sebarapa buruk kondisi yang terjadi di lapangan. Serta dinas kesehatan harus dengan cepat memberikan pengetahuan kepada kaum ibu tentang gizi yang baik dan seimbang sehingga jumlah penderita gizi buruk bisa di tekan atau lebih baik jika gizi itu tidak terjadi lagi.

(16)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (16 Halaman)