Penetapan Kadar Hidrokortison Asetat Dan Kloramfenikol Dalam Sediaan Krim Secara Spektrofotometri Derivatif Dengan Metode Zero Crossing

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

46

DAFTAR PUSTAKA

Cairns, D. (2008). Essentials of Pharmaceutical Chemistry. Third Edition. London: Pharmaceutical Press. Halaman 177 - 179.

Ditjen. BKAK., (2014). Farmakope Indonesia. Edisi Kelima. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Halaman 536, 686.

Ermer, J., dan McB. Miller, J.H. (2005). Method Validation in Pharmaceutical Analysis. Weinheim: Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA. Halaman 16, 63-79.

Ganjar, I.G., dan Rohman, A. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Halaman 235-236, 240-243 dan 464.

Gunawan, S.G., Setiabudy, R., Nafrialdi dan Elysabeth. (2007). Farmakologi dan Terapi. Edisi Kelima. Jakarta: FKUI. Halaman 505, 700.

Harmita. (2004). Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode I dan Cara Perhitungannya. Majalah Ilmu Kefarmasian I(3). Halaman 117-135.

Hayun, Leswara, N.D., dan Zarkasih, L. (2014). Penetapan Kadar Hidrokortison Asetat Dalam Sediaan Krim Mengandung Pengawet Nipagin Secara Spektrofotometri Derivatif Orde Pertama. Original Article. Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Halaman 95.

Maftuhah, H., dan Abidin, T. (2009). Oral Kortikosteroid. Mataram: Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.

Moffat, A.C., Osselton, M.D., dan Widdop, B. (2005). Clarke’s Analysis of Drug and Poisons. Third Edition. London: Pharmaceutical Press. Halaman 324 -326.

Munson, J.W. (1984). Pharmaceutical Analysis Part B Modern Methods. Penerjemah : Harjana. (1991). Analisis Farmasi Metode Modern Bagian B. Surabaya: Erlangga University Press. Halaman 385.

Nurhidayati, L. (2007). Spektrofotometri Derivatif dan Aplikasinya dalam Bidang Farmasi. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia 5(2). Jakarta Selatan: Fakultas Farmasi Universitas Pancasila. Halaman 93-99.

Owen, A.J. (1995). Uses of Derivative Spectroscopy Aplication Note UV - Visible Spectroscopy. Germany: Agilent Technologies.

Satiadarma, K., Mulja, M., Tjahjono, D.H., Kartasasmita, R.E. (2004). Asas Pengembangan Prosedur Analisis. Edisi Pertama. Surabaya: Airlangga University Press. Halaman 49, 86 - 93.

(2)

47

Schwartz, R.A., dan Al Mutairi, N. (2010). Topical Antibiotic In Dermatology: An Update, Review Article. The Gulf Journal Od Dermatology And Venereology. USA: New Jersey Medical School. Volume 17.

Skujins, S., dan Varian, A.G. (1986). Applications of UV - Visible Derivative Spectrophotometry. Switzerland: CH 6300 Zug. Halaman 1 - 30.

Sudjana. (2005). Metode Statistika. Bandung: Penerbit Tarsito. Halaman 93, 145,201, 225.

Tan, H.T, dan Rahardja, K. (2007). Obat-Obat Penting: Khasiat, Penggunaan, Da Efek-Efek Sampingnya. Edisi Keenam. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Halaman 85.

Talsky, G. (1994). Derivative Spectrophotometry: Low and High Order. Weinheim: VCH Verlagsdesellschaft mbH. Halaman 16-19.

USP 30 dan NF 25. (2007). The United States Pharmacopoeia 30 and The National Formulary 25. 30th edition : The United States Pharmacopoeial Convention. Halaman 2412, 3082.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...