TUGAS TELAAH PROSA INDONESIA
ANALISA CERPEN SECANGKIR KOPI DAN SEPOTONG
DONAT KARYA UMAR KAYAM
Oleh :
1. Maleek Jourdan AhmadSyah
(121411131042)
2. Nina Al Facthurrosida
(121411131065)
3. Risdiana Nissa
(121411131068)
4. Chendra Mitra Affandy
(121411131078)
5. Raudha Fortunella
(121411131081)
6. Muhammad Fahmi Ardiansyah
(121411131094)
SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
2015
BAB I
1.1 Latar Belakang
Cerpen adalah cerita pendek, jenis karya sastra yang memaparkan kisah ataupun cerita tentang manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek yang memiliki pesan-pesan yang hendak disampaikan melalui jalan cerita, tokoh, percakapan antar tokoh, ataupun melalui unsur-unsur intrinsik (yaitu tema, alur, latar, amanat) dan unsur-unsur ekstrinsik lainnya (seperti nilai sosial, psikologis, agama, dan lain-lain).
Dalam hal tersebut makalah ini mencoba menganalisa sebuah cerpen untuk mendapatkan pesan-pesan atau amanat yang terkandung didalamnya. Salah satu cerpen yang sarat akan pesan adalah cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat karya Umar Kayam. Dengan menggunakan cerpen tersebut sebagai bahan analisa, makalah ini mencoba menjelaskan unsur-unsur instrisik dan ekstrinsik untuk menggali nilai-nilai dan pesan-pesan dalam kehidupan manusia dalam cerpen tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa unsur intrinsik yang terdapat dalam cerpen Secangir Kopi dan Sepotong Donat
karya Umar Kayam?
2. Apa unsur ekstrinsik yang terdapat dalam cerpen Secangir Kopi dan Sepotong Donat
karya Umar Kayam?
3. Bagaimana sinopsis dari cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat karya Umar Kayam?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai dari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik serta sinopsis yang terdapat dalam cerpen Secangkir kopi dan Sepotong Donat karya Umar Kayam.
1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai cerminan kehidupan yang dapat diambil nilai-nilai dan makna serta pesan yang tersirat melalui unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik dalam cerpen Secangkir kopi dan Sepotong Donat karya Umar Kayam.
BAB II
PEMBAHASAN
Tema adalah suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptanya. Tema merupakan makna yang dikandung dalam cerita. Jadi, tema adalah ide gagasan yang mengandung makna dalam membuat suatu tulisan.
Dalam cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat mengangkat tema tentang kesadaran. Kesadaran yang dimaksud adalah kesadaran yang muncul dari ketidaksadaran dalam menjalankan kebiasaan sehari-hari orang-orang New York, yaitu minum kopi pada pagi hari tanpa mengetahui tujuan dari kebiasaan tersebut melaluui tokoh Jim. Selain itu, melalui tokoh Peggy dan Bung Kakatua, cerpen ini juga mengangkat tentang hati dalam menemukan kesadaran cintanya.
2.1.2 Penokohan
Penokohan adalah penyajian watak dan penciptaan citra tokoh. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan dalam berbagai peristiwa dalam cerita. Tokoh pada umumnya berwujud manusia, tetapi dapat juga berwujud binatang atau benda yang diinsankan (Panuti Sudjiman, 1988 : 16).
Di dalam cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat terdapat beberapa tokoh, yaitu :
a) Peggy
a. Pekerja Keras
“...Peggy menuangkan kopi, Peggy menyambar donat, Peggy menekan mesin hitung, cring-cring, Peggy dimana mana...”
“...Peggy mulai menyingkirkan cangkir-cangkir dan mulai membersihkan meja...”
b. Emosional
“...Doris drugstore menjual obat-tidur yang baik!...”
”...Ini sudah pukul 11, kau harus kerja kembali. Kau menghabiskan serbet-kertasku!...”
“...Bapak mabuk lagi semalam. Ibu dipukuli. Puas, tuan? Now get out! Out!...”
c. Pemendam
“...Mulutnya komat-kamit, mengeja dan menelan huruf-huruf yang membentuk kalimat yang sebagain besar terdiri dari “sorry, sorry, sorry” itu. Kemudian mulutnya membentuk suatu senyuman. Pipinya memerah. Diciumnya pelan-pelan surat itu...”
b) Bung Kakaktua
a. Terlalu terobsesi kepada Peggy
“...Peggy, berhentilah melucu. Aku serius. Jelaskan kenapa kau tidak
“...Di dalam kepalaku terus-menerus berdengung-dengung ‘kenapa kopi, kenapa kopi, kenapa kopi’...”
“...Peggy, kau mendengar bukan? Air es. Tanpa cruller, tanpa donat. Hanya air es...”
“...Tahukah kenapa Amerika makin merosot sebagai negara besar? Karena rakyatnya tidak tahu lagi menjawab kenapa minum kopi pada waktu jam ngopi...”
b. Disiplin
“...Bob, Ted. Maukah kau memintakan permisi kepada Tuan Mc. Leod buat aku? Aku merasa tidak enak badan. Besok aku masuk lagi...”
2.1.3 Latar
Latar merupakan latar belakang yang dilihat, waktu, dan suasana. Latar sendiri terdiri dari dua macam. Yaitu latar sosial dan latar fisik. Latar sosial terdiri dari kehidupan masyarakat, kelompok sosial dan sikapnya, adat istiadat, kebiasaan, cara hidup, bahasa, dan sebagainya. Sedangkan latar fisik terdiri dari ruang dan waktu.
Lalu, latar yang terjadi dalam cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat
adalah sebagai berikut : a) Latar Sosial
Kebiasaan, dalam cerpen ini diceritakan tentang kebiasaan orang New York untuk minum kopi pada jam 10 pagi sampai jam 11 pagi.
b) Latar Fisik
- Latar Tempat : Fluffy-Donut - Latar Waktu : Jam 10 pagi
2.1.4 Sudut Pandang
Sudut pandang ialah situasi ideologi atau orientasi kehidupan praktis, merupakan prespetif, artinya darimana dibuat, dan pengiring kapannya tidak selalu pada orang yang sama, tetapi dapat dikombinasi. Cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu.
2.1.5 Alur
dalam cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat adalah alur maju. Dengan penjelasan bagian alur sebagai berikut :
a. Situation, dalam cerpen ini dimulai dengan menceritakan bagaimana kebiasaan mengopi orang New York di pukul 10 pagi sampai pukul 11 pagi.
b. Generating Circumstances, diceritakan tentang Bung Kakaktua mulai menulis surat kepada Peggy dan ketika Jim mulai memasuki Fluffy-Donut.
c. Rising Action, dijelaskan Peggy bersikap acuh dan terkesan mempermainkan surat dari Bung Kakaktua dan Jim mulai menyuarakan argumentasinya tentang kebiasaan ngopi orang New York.
d. Climax, diceritakan bahwa Bung Kakaktua mulai mendesak dan Peggy mulai emosi dan mengusir Bung Kakaktua sedangkan Jim memesan air es untuk memulai merubah kelaziman orang New York saat ngopi.
e. Denouement, dijelaskan bahwa Peggy mulai menyesal telah mengusir Bung Kakaktua dan pergi menemui Bung Kakaktua di Dilbert Supermareket sedangkan orang New York mulai menyadari kebiasaan mengopi tersebut dan mulai untuk “hidup kembali”.
2.2 Unsur Ekstrinsik Cerpen
2.2.1 Nilai-Nilai dalam Cerpen
a) Nilai Psikologis
Merupakan nilai dalam cerita yang sangat berkaitan dengan akhlak dan etika. Dalam cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat ini mengandung nilai psikologis berupa: munculnya suatu kesadaran dalam alam pikir dan psikologi manusia tentang kebiasaan yang dilakukan, kesadaran tersebut muncul karena pertanyaan mengapa kebiasaan tersebut dilakukan tanpa mengetahui alasan untuk apa melakukan kebiasaan tersebut.
b) Nilai Budaya
Merupakan nilai-nilai dalam cerita yang berkenan pada kebiasaan atau adat-istiadat atau tradisi di suatu medan atau daerah. Dalam cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donatt ini mengandung nilai budaya berupa: kebiasaan mengopi orang New York di jam 10 pagi hingga jam 11 pagi. Dalam jam tersebut mereka pasti memesan kopi dan sepotong donat.
c) Nilai Sosial
interaksi sosial warga New York yang biasa menghabiskan waktu ngopi selama kurang lebih 1 jam di sebuah kedai.
2.3 Sinopsis Cerpen
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
a. Pada cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat, Umar kayam berhasil mengangkat tema tentang kesadaran.
b. Pada cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat, Umar Kayam memberikan penokohan kepada tokoh dalam karyanya sebagai berikut: (1) Peggy sebagai pelayan wanita yang pekerja keras, emosional, dan , (2) Bung Kakaktua sebagai pemuda yang, (3) Jim sebagai orang kritis dan displin.
c. Pada cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat, Umar Kayam mengisahkan cerita dengan latar sosial kebiasaan ngopi pada orang-orang New York di jam 10 sampai jam 11 dan latar tempat di ‘Fluffy-Donut” Caffe House serta latar waktu pagi hari pukul 10.00-11.00/
d. Pada cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat, Umar Kayam menggunakan sudut pandang orang ketiga pelaku utama.
e. Pada cerpen Secangkir Kopi dan Sepotong Donat, alur yang ditampilkan oleh Umar kayam adalah alur maju.