PENERAPAN MANAJEMEN MODERN DARI SUDUT PANDANG ISLAM OLEH : DEDEH MARYANI SASTRADIPURA SUATU KAJIAN TENTANG PERENCANAAN YANG MATANG

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MANAJEMEN MODERN DARI SUDUT PANDANG ISLAM OLEH :

DEDEH MARYANI SASTRADIPURA

SUATU KAJIAN TENTANG PERENCANAAN YANG MATANG

______________________________________________________________________________

Pada abad 21 ini, permasalahan yang dihadapi umat manusia di dunia termasuk di Indonesia makin kompleks. Hampir setiap waktu kita mendapatkan informasi dari berbagai media massa dan media elektronik tentang adanya kejadian-kejadian di berbagai belahan dunia Yang sangat memprihatinkan. Kejadian-kejadian tersebut diantaranya adalah bencana alam dan kecelakaan yang sangat mengerikan seperti tsunami di Indonesia, badai di Amerika, gempa bumi di Jepang, dll, adanya penyakit yang belum ada obatnya dan banyak merenggut nyawa manusia dalam waktu singkat, kejahatan-kejahatan yang makin sadis, ketidak adilan dari para penguasa, merosotnya moral serta lunturnya nilai-nilai dan norma-norma kehidupan di masyarakat.

Bila kita kaji secara seksama semua peristiwa yang memprihatinkan tersebut terjadi karena ulah manusia itu sendiri, dimana seiring dengan kemajuan ILMU PENGETAHUAN dan TEKNOLOGI seharusnya diikuti oleh adanya upaya peningkatan IMAN dan TAQWA.

Allah Swt dalam Al’Quran telah memberitahukan kepada kita semua, bahwasanya Beliau tidak akan mencabut ni’mat yang telah dilimpahkanNya kepada sesuatu kaum, selama kaum itu tetap ta’at dan bersyukur kepadaNya. Unrtuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Al’Quran Surat Al Anfaal ayat 52-54 sebagai berikut : “ _ Keadaan mereka sama dengan keadaan Fir’aun dengan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksanya. _Yang demikian siksaan itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni’mat yang telah dianugrahkanNya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. _

(2)

Keadaan mereka serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya : mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya. Oleh karena itu Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya, kesemuanya adalah orang-orang yang dzalim”.

Jadi adanya kemajuan ILMU PENGETAHUAN dan TEKNOLOGI disamping banyak manfaatnya juga sekaligus merupakan tantangan bagi kita untuk selalu meningkatkan kualitas IMAN dan TAQWA kepada Allah Swt dalam rangka menangkal dampak negatif yang ditimbulkannya.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan oleh Bangsa Indonesia dalam menghadapi abad sekarang ini atau yang dikenal dengan era globalisasi?

Menurut hemat penulis Pemerintah bersama-sama dengan seluruh komponen bangsa dan masyarakat harus melaksanakan “ Manajemen Modern” dalam segala aspek kehidupan. Pada intinya Manajemen Modern adalah perencanaan yang matang, pelaksanaan yang tepat dan pengawasan yang ketat.

Pada kesempatan ini penulis ingin mencoba menyumbangkan pikiran mengenai “Penerapan Manajemen Modern dari Sudut Pandang Islam “, namun kajiannya hanya dibatasi pada “Perencanaan yang Matang”.

Berbicara tentang manajemen, telah banyak para ahli yang mengemukakan pengertian atau definisinya, diantaranya George R Terry, Harold Koonts dan Cyrill O’Donnel, Henry Fayol dan lain-lain, dimana pada prinsipnya pendapat mereka itu hampir sama. Secara umum fungsi manajemen dapat dijabarkan sebagai suatu proses tertentu yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan yang terdiri dari organizing, staffing dan leading, serta pengawasan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, yaitu meliputi : manusia (man), bahan (material), mesin (machine), metode (methods) uang (money) dan pasar (market).

Khusus menyoroti mengenai perencanaan dapat dikatakan sebagai salah satu fungsi yang sangat fundamental, karena sangat membantu bagi kelancaran implementasi fungsi-fungsi lainnya. Menurut Suradinata (1996) fungsi perencanaan itu mencakup penetapan tujuan atau

(3)

sasaran, penentuan aturan dan prosedur, serta pembuatan rencana dan estimasi kejadian di masa datang.

Pengimplementasian fungsi perencanaan ini, supaya hasilnya betul-betul merupakan konsep perencanaan yang matang, yang pertama diperlukan adalah kualitas sumber daya manusia, khususnya yang terlibat langsung dalam kegiatan perencanaan, baik para perencana di lembaga-lembaga pemerintqah, organisasi-organisasi swasta atau kemasyarakatan serta anggota masyarakat secara individual. Hal ini karena manajemen modern lebih banyak dipengaruhi oleh factor manusianya.

Secara kontekstual perencanaan yang matang akan dihasilkan oleh para perencana yang mempunyai cirri-ciri seperti yang dikemukakan oleh Suradinata (1996), yaitu :

a. Menjunjung tinggi etika, b. Bersikap jujur,

c. Bersikap disiplin,

d. Bersikap teliti dalam pekerjaan, e. Bersikap transfaran dan sinergistik, f. Bersikap fair dalam permasalahan.

Orang-orang yang menjunjung tinggi etika akan dapat melahirkan perencanaan yang selalu memperhatikan norma-norma atau tatanan nilai yang berlaku dilingkungan dimana hasil perencanaan akan diberlakukan. Sedangkan orang-orang yang bersikap jujur, disiplin dan teliti dalam pekerjaan akan dapat melahirkan perencanaan yang dilandasi dengan data dan informasi yang objektif, akurat, tepat waktu dan relevan. Adapun orang-orang yang bersikap transfaran dan sinergeistik serta fair dalam permasalahan akan mampu melahirkan perencanaan yang bersifat komprehensif, sesuai dengan kebutuhan, dan terkandung estimasi kejadian dimasa datang sekaligus dapat menggambarkan solusi dalam memecahkan masalah yang diperkirakan akan timbul dimasa datang.

Uraian tersebut di atas, menunjukkan bila keenam cirri manusia tersebut ada pada diri para perencana, maka dapat dipastikan akan mampu membuat perencanaan yang dapat memformulasikan sumber-sumber daya yang ada, yaitu : manusia, bahan, mesin, uang,

(4)

metoda, dan pasar. Dan diharapkan dengan perencanaan tersebut, maka fungsi-fungsi manajemen lainnya, seperti pelaksanaan dan pengawasannya akan merupakan kegiatan yang paling efektif dan efisien, sehingga didapatkan hasil yang maksimal dan lebih baik dibandingkan waktu sebelumnya sesuai target yang ditetapkan. Disamping itu juga akan mampu merekomendir sumber daya apa yang prioritas harus mendapat perhatian untuk adanya revisi dimasa datang, mengngat adanya perkembangan dalam kehidupan masyarakat secara regional ataupun secara mendunia.

Selanjutnya bila kita mau menggali Firman Allah Swt yang telah dituangkan dalam Al ‘Quran, sebenarnya konsep manajemen modern yang diuraikan di atas, telah banyak ditunjukkanNya, bahkan telah dipraktekkan oleh Rasulullah Muhammad Saw kurang lebih 15 abad yang lalu. Dengan kata lain Allah Swt Maha Tahu dengan apa yang akan terjadi dimasa datang, Maha Tahu bagaimana rencana harus dipersiapkan, serta Maha Tahu tentang cirri-ciri orang yang mampu membuat perencanaan untuk menghadapi masa yang akan datang itu. Namun, pada umumnya manusia itu sering lupa dan melupakan terhadap keMaha Tahuan Allah Swt tersebut.

Ayat-ayat di bawah ini adalah beberapa diantara Firman Allah Swt yang mengupas tentang hal itu.

1. Surat yusuf ayat 6, 46, 48, dan 49 :

_ Dan demikianlah Tuhanmu memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan kepadamu sebahagian dari tabir mimpi-mimpi dan disempurnakanNya nikmatNya kepadamu dan kepada keluarga Yaqub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmatNya kepada dua orang Bapaknya sebelum itu, yaitu Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

_ (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru) : “Yusuf” Hai orang yang sangat dapat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh butir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering, agar aku kembali kepada orang-orang itu agar mereka mengetahuinya.

(5)

Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit yang menghabiskan apa yang kamu simpan.

Kemudian setelah itu akan datang yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur.

Ayat-ayat di atas mempunyai makna, bahwa Allah Swt yang Maha Tahu telah mengajari kita semua untuk selalu melihat tanda-tanda kebesaranNya untuk berupaya mampu mengestimasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dimasa datang, dengan kata lain supaya mampu membaca keadaan sekarang dan mampu memprediksinya untuk masa yang akan datang.

2. Surat Yusuf ayat 47 :

Yusuf berkata : “ Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa, maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya, kecuali sedikit untuk kamu makan”.

Ayat di atas setidaknya menunjukkan bahwa Allah Swt telah memberikan pelajaran kepada kita semua bagaimana membuat rencana untuk menghadapi kemungkinan yang akan terjadi dimasa datang.

3. Surat Al_Mujadalah ayat 11, Al_Baqarah ayat 195, Ali_Imran ayat 76 dan 146, Al_Maidah ayat 42 :

Dan apabila dikatakan : “ Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat “.

Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuatnya) dan bertaqwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa .

Dan berapa banyaknya Nabi-nabi yang berperang bersama-sama, sejumlah besar dari pengikut-pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang

(6)

menimpa mereka dijalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Mereka suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram, karena itu jika mereka (orang) yahudi datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka atau berpalinglah dari mereka. Jika kamu berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan membeir mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

Dari ayat-ayat tersebut kita dapat mengambil makna, bahwa syarat orang yang mampu membuat perencanaan yang matang dalam hidupnya tidak cukup hanya berilmu, tetapi juga harus mempunyai cirri-ciri orang-orang yang dicintai Allah Swt. Disamping ayat-ayat Al’Quran di atas, beberapa hadist Nabi_pun menyebutkan cirri-ciri orang yang dicintai Allah Swt selain beriman dan bertaqwa, adalah : teliti dan tekun dalam melaksanakan sesuatu, mempunyai pekerjaan dalam hidupnya, sungguh-sungguh dalam berdo’a, melakukan sesuatu dengan rajin dan kontinyu, memiliki keterampilan, dan lain-lain.

Gambaran dari uraian-uraian di atas janganlah diartikan secara dangkal, tetapi harus dikaji dan dianalisa secara mendalam, dimana menurut analisa penulis pada garis besarnya perencanaan yang matang dalam segala aspek kehidupan hanya akan dicapai bila seluruh perencana, baik dibidang penmerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan ataupun secara individual untuk perencanaan hidup pribadinya, masing-masing dapat mengembangkan tiga potensi dasar manusianya, yaitu : intelek, keterampilan, dan sikap mental kepribadiannya dengan optimal secara serasi, seimbang dan selaras sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah Swt dalam Al’Quran Surat Al-Alaq ayat 1, Surat Al-Ankabut ayat 43, Surat An-Nahl ayat 11 dan 44, Surat Az-Zumar ayat 9 dan 18, Surat Al-Imran ayat 7, Surat Al-Baqarah ayat 197, Surat Al-Hasyr ayat 21, dan lain-lain.

Dengan demikian seluruh masyarakat akan mempunyai skill of life (keterampilan hidup) yang direncanakan secara matang seperti yang dikehendaki oleh Allah Yang Maha Agung.

(7)

Dalam hal ini mampu menjawab apa yang dapat dilakukan dengan sumber daya yang ada, bukan sebaliknya fasilitas apa yang sudah tersedia untuk melakukan sesuatu.

Sebagai penutup dari tulisan ini penulis ingin mengajak kepada seluruh pembaca dan masyarakat untuk senantiasa berupaya meningkatkan kualitas diri pribadi, baik intelek, keterampilan, dan mental kepribadian, serta moral agama yang akan menyempurnakan akhlaq luhur yang dikehendaki oleh Allah Swt, sehingga dalam menjalani dan mengisi hidup di era globalisasi ini Bangsa Indonesia dapat melaluinya dengan baik dan diridlai Allah Swt Yang Maha Agung dan Maha Kuasa…….. Amiin.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :