• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HASIL PENELITIAN HIBAH BERSAING TAHUN II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN HASIL PENELITIAN HIBAH BERSAING TAHUN II"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN HASIL PENELITIAN HIBAH BERSAING

TAHUN II

STUDI PILOT PELATIHAN ORANG TUA, GURU TAMAN KANAK KANAK, DAN KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI DAN TATALAKSANA TERAPI AUTISME BESERTA SPEKTRUMNYA

Ketua : Dra.Psi.Asmika, SKM,M.Kes

Dibiayai Oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional, melalui DIPA Universitas Brawijaya berdasarkan SK Rektor Nomor:

039/SK/2010, tanggal 17 Februari 2010.

Universitas Brawijaya

Nopember

2010

Anggota : 1. Prof. Dr.Ir.Keppi Sukesi, MS 2. Lilik Zuhriyah, SKM, M.Kes 3. Nurul Muslihah, SP, M.Kes

(2)
(3)

RINGKASAN

Saat ini prevalensi anak penyandang autisme di Indonesia semakin meningkat. Diperkirakan terdapat 4-5 penyandang Autisme di antara 10.000 anak berumur < 12 tahun. Kejadian autisme dapat diamati pada 3 tahun pertama usia anak, dan akan menetap pada masa dewasa jika tidak ditangani secara dini. Keadaan ini akan tidak menguntungkan bagi penderita, keluarga, maupun masyarakat. Orangtua dan Guru Taman Kanak-Kanak (TK)/PAUD berperan penting dalam pola asuh anak. Sehingga perlu memiliki bekal pengetahuan, ketrampilan untuk deteksi dini dan penatalaksanaan terapi autisme pada anak. Model Pemberdayaan masyarakat perlu dikembangkan dalam deteksi dini Autisme beserta spektrumnya (ABK) ini. Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi potensi orang tua, guru TK/PAUD, dan kader posyandu untuk terlibat pada model pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini ABK; Meningkatkan kemampuan orang tua, guru TK/PAUD, dan kader posyandu dalam deteksi dini ABK sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan; Mengetahui efektifitas kemampuan orangtua, guru TK/PAUD, dan kader posyandu dalam pendeteksian dini serta penemuan kasus baru ABK. Metode Penelitian: Rancangan penelitian : a Sequential Explanatory Mixed Method Design dengan tiga tahap: 1)Tahap pertama:

In-depth Interview pada Stakeholder untuk mengidentifikasi potensi elemen di masyarakat yang dapat terlibat dalam pemberdayaan masyarakat; 2) Tahap kedua : Survey kuantitaif tentang pengetahuan Autis, deteksi dini dan tatalaksana autis dan pelatihan 3) Tahap ketiga: pemantauan hasil deteksi dini ABK oleh peserta pelatihan, In-depth Interview untuk menggali kendala saat deteksi dini dan verifikasi hasil anak yang diduga suspek oleh tim peneliti dan psikolog. Hasil Penelitian: Hasil wawancara mendalam diperoleh data elemen masyarakat berpotensi untuk dilibatkan pada model pemberdayaan deteksi dini dan penemuan kasus baru ABK adalah kader Posyandu, pengurus PKK dan Guru PAUD; Tempat observasi deteksi dini di Posyandu dan Pos PAUD. Pelatihan dilakukan pada 63 peserta, sebagian besar menyatakan penyebab autis : tidak jelas apa penyebabnya (68,%); adanya gejala gangguan interaksi sosial dan komunikasi 96,6%. Sedangkan pengetahuan tentang cara terapi dengan terapi perilaku dan wicara sebesar 92,1%. Peserta pelatihan dari guru TK/PAUD melakukan deteksi dini pada 672 anak dan diduga suspek sebanyak 15 anak, sedangkan orang tua/ PKK/ Kader Posyandu pada 391 anak dan diduga suspek sebanyak 7 anak. Sebanyak 86,7% suspek ABK dideteksi oleh Guru TK/PAUD setelah diverifikasi menunjukkan hasil positif dari indikator keberhasilan sebesar 80% dan Orang Tua/PKK/Kader Posyandu sebesar 100% dari indikator keberhasilan sebesar 50%. Faktor kendala pendeteksian dini dengan model pemberdayaan masyarakat ini adalah kader dan guru yang melakukan observasi merasa canggung, takut orang tua malu atau dari pihak orang tuanya yang menolak karena merasa malu atau menganggap anaknya tidak bermasalah.

(4)

SUMMARY

Prevalance of children with Autism Spectrum Disorder (ASD) is high. The incidence is 4 – 5 children with ASD from 10,000 children aged < 12 years old. Early detection od autism can be observed since 3 years old. The objective of study is to identify who can involved for community development of early detection; to increased knowledge of parent, teacher, and cadre on autisme, detection and management of children with ASD; to asses effectiveness of them for detection ASD and search a new cases in community. Research design is a Sequential Explanatory Mixed Method Design. The first step is conduct In-depth Interview, the next quantitative survey on autism knowledge and the last step is monitoring of early detection by parent, teacher, and cadre and verification by researcher and pscyicolog. The result are cadre and teacher of kindergarden is potential to involved for community development of early detection ASD and the place is PAUD and Posyandu. The training on early detection have have done for 63 participants. All of them said that sign of ASD is problem of social interaction and communication (96,6%) and knowledge of management approach for ASD is behavior and communication therapy (92,1%). 672 children have observed using detection ASD ICD 10 WHO and reported 15 possible suspect ASD. 86,7% children have estimated suspect ASD by cadre after verification is positive and 100% by parent and cadre Posyandu. The program early detection through community development model with parent, teacher, and cadre is success. Finding from In-depth interview that barrier of early detection in community is cadre or teacher afraid the parent of child will be reject while observation since ashamed or assume that the children is normal.

(5)

DAFTAR PUSTAKA

Aisyah : Faktor Faktor yang Melatarbelakangi Intensitas Terapi Perilaku Autisme Metode ABA ( Applied Behavior Analysis) pada Anak Autis di Rumah. F.K. Univ. Brawijaya : September 2003.

Anonymous. : Pemerdayaan Masyarakat. Diakses dari http: // www. dimsum. its. ac.id, 23 Februari 2008

Asmika, dkk. : Studi Pilot Pelatihan Orang tua, Guru Taman Kanak Kanak Dalam Deteksi Dini dan Tatalaksana Terapi Autisme beserta Spektrum. Laporan Penelitian dibiayai Dirjen Dikti Depdiknas melalui DIPA Universitas Brawijaya, 2009.

Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa rujukan Ringkas dari PPDGJ III. Maslim R ( Ed.) Jakarta 2001.

Depdiknas. Kebijakan Pelayanan Pendidikan bagi Anak Autis (online)2000. (htttp:///www.didasmendepdiknas.go.id/htm.plb-kebijakan-sim-autis), diakses 20 Juli 2003.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. American Psychiatric Association. Washington DC, 1994.

Greenspan, Stanley, MD & Serena Wieder, PHD : The Child with Special Needs.

Perseus Publishing US, 1998

Handoyo, Y. Autisma – Petunjuk Praktis Pedoman Materi untuk mengajar Anak Normal, Autis dan Perilaku Lain. Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer, 2003

Hodgdon, Linda A. Med, CCC-SLP : Solving Behavior Problems in Austism – Improving Communication with Visual Strategies. Quick Poberts Publishing, Michigan US, 1990

Hurlock, Elizabeth H. Perkembangan Anak. Jilid 2. Jakarta : Penerbit Erlangga; 1989.

Indrawati. Deteksi Dini Autisme. Pimpinan Pusat terapi Autisme ”A-Plus” Dharma wanita PUNM Kotamadya malang. Malang 2000.

Kunarsih D. Dan Koesworini E. Menangani Anak Autis. Nakita edisi Februari. Jakarta : PT. Gramedia; 2002.

Machmud, Rander. Pelaksanaan Holistic Autisme. Makalah dibacakan Dalam Kongres Nasional Autisme Indonesia Pertama. Pusat Informasi dan Penelitian FKUI.Jakarta. 3 Mei 2003.

Pusponegoro, Hardiono D. Neurologi Anak. (htttp://www.spectrumautis.com/ ieu.htm ), diakses 13 Maret 2002.

Puspita, Dyah. Peran Keluarga pada Penanganan Individu Autistic Spectrum Disorders. (htttp://puterakembara.org/rm/peran ortu.shtml ), diakses 18 Desember 2003.

(6)

Rahajeng, Ekowati. Penelitian dan Pengembangan Metode Deteksi Dini Tindak Lanjut Dini Masalah Kesehatan Jiwa Masyarakat melalui Peran Serta Masyarakat di Jakarta 2001. Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD. Diakses dari sumber : http://digilib.itb.ac.id, pada 11 Desember 2009

Rapin, Isabelle. An 8 – Year – Old Boy with Autism. JAMA April 2001; Vol.285 No.13 : hlm 1749 -1754

Ririn Puji Rahayu . Hubungan Motivasi Orang Tua untuk Mencapai Kesembuhan Anak dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Penanganan Anak penyandang Autisme dan Spektrumnya. F.K. Univ. Brawijaya : 30 Juli 2003

Scoperler, Erick : Parent Survival Manual – A Crisis Resolution in Autism and Related Developmental Diosorder. Plenum US, 1995.

Shattock, Paul, Kennedy A, et al. Proteins, Peptides and Autoism. Part 2 : Implications for the Education and Care of People with Autism. Brain Dysfunction, 3 (5), 1990 : 323 -334, 1990

Shattock, Paul and Whiteley, Paul. The Sunderland Protocol : a Logical sequencing of biomedical interventions for the treatmen of autism and related disorders. (online) 2000

Shafie, Ridhwah. Porfil Kemajuan Perilaku Anak Autism dan Spektrumnya Berdasarkan Terapi metode Lovaas dan Pengaturan Diet di Pusat terapi Autisme A-Plus Malang. F.K. Univ. Brawijaya : 25 Agustus 2003.

Siti Irma Mashitoh. Perbedaan jangka Waktu Penguasaan Kurikulum Learning Readiness terapi perilaku Berdasarkan Faktor Faktor pemberian terapi Diet GF-CF ( Gluten Free – Casein Free) pada Anak Penyandang Autisme di Pusat terapi Autisme X dan Y Malang. F.K. Univ. Brawijaya : 15 September 2003

Sutadi, R. Autisma : Gangguan Perkembangan Pada Anak. Simposium sehari. Yayasan Autisme Indonesia. Jakarta, 30 Agustus 1997.

Sutadi, R. Autisme ?! Apakah itu ?. Buletin Autisme. Yayasan Autisme Indonesia. Jakarta, 1999.

Sutadi, R. Seminar dan Pelatihan Autisme 2 Hari. Jakarta : Lembaga Intervensi Terapan Autisme ; 2000

Yuniar S. Gangguan Spektrum Autisme dan Kiat menaggulanginya. Makalah dibacakan dalam Seminar Mempersiapkan Anak Penyandang Autisme Hidup Mandiri. Malang, 6 April 2003.

Zuhriyah, L., Novia, D. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kerelawanan Perempuan sebagai Kader Kesehatan di Kota Malang dan Surabaya. Laporan Penelitian dengan didanai Ford Foundation melalui PIRAC. 2008.

Referensi

Dokumen terkait

Segala puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas segala berkat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

Pada data 1, kata sapaan yang digunakan adalah jenis kata sapaan dengan istilah kekerabatan, yaitu Bu (Ibu) dan panggilan untuk perempuan yang dianggap masih

Perusahaan dan Anak perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya dalam pengukuran aset tetapnya, oleh karenanya, selisih nilai revaluasi aset tetap yang telah

Penulis melakukan observasi di Apotek Kondang Waras untuk menganalisa kebutuhan sistem informasi yang berjalan. Analisa dilakukan agar sistem yang dirancang sesuai dengan

Pada penelitian ini mikrokontroler di gunakan sebagai pusat pengontrolan peralatan listrik atau elektronik dengan memmanfaatkan handphone sebagai media data,dengan menghubungi

Tujuan utama multidimensional scaling adalah membentuk suatu spatial map yang terbaik (dapat menggambarkan keadaan sesungguhnya) dari suatu data. Dalam peta yang

Memperhatikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 54 Tahun 2010, Pepres Nomor : 70 Tahun 2012 dan berdasarkan pada Penetapan Pemenang Seleksi Sederhana Jasa Konsutansi Perencanaan

1) Karakterisitik dasar (underlying characteristic), kompetensi adalah bagian dari kepribadian yang mendalam dan melekat pada seseorang serta mempunyai perilaku yang