1 1.1 Latar Belakang Penelitian
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, peningkatan pertumbuhan rumah sakit di Bandung menimbulkan persaingan yang ketat dalam memberikan pelayanan terbaik, berbagai cara dilakukan mulai dengan mengembangkan fasilitas rumah sakit maupun dengan meningkatkan kualitas SDM. Seperti yang dikatakan Dessler (2013:217) bahwa dengan meningkatnya persaingan maka semakin meningkat pula tekanan organisasi untuk berkembang, seperti untuk menurunkan biaya, membuat pekerja lebih produktif, dan dengan efisiensi biaya, segalanya lebih baik untuk dilakukan. Namun pencapaian tujuan perusahaan dapat terganggu, baik secara langsung atau tidak langsung oleh berbagai perilaku karyawan yang tidak dapat dicegah terjadinya. Menurut
Manurung (2012:1) salah satu bentuk perilaku karyawan yang mengganggu
pencapaian tujuan perusahaan yaitu keinginan karyawan untuk berhenti dan berujung pada keputusan untuk meninggalkan pekerjaannya. Permasalahan ini secara terus menerus dapat menimbulkan masalah baru yang disebut dengan turnover intention.
Menurut Abelson, 1987 (dalam Yatna Nayaputera, 2011:52) turnover
intention didefinisikan sebagai suatu keinginan individu untuk meninggalkan organisasi dan mencari alternatif pekerjaan lain. Turnover intention pada karyawan dapat berdampak buruk pada organisasi apalagi jika berujung pada keputusan karyawan meninggalkan organisasi (turnover) (Manurung dan
Ratnawati, 2012: 145). Turnover Intention memiliki dampak negatif bagi
organisasi karena menciptakan ketidak stabilan terhadap kondisi tenaga kerja, menurunnya produktivitas karyawan, suasana kerja yang tidak kondusif dan juga berdampak pada meningkatnya biaya sumber daya manusia (Dharma,
Di antara tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit, tenaga kesehatan yang paling intens melayani pasien dalam proses pengobatan dan pemulihan kesehatan pasien adalah tenga perawat, karena perawat mendampingi pasien selama 24 jam. Mosadeghrad (dalam jehan, 2013:3) mengemukakan bahwa diantara tenaga kesehatan lainnya perawat memiliki tingkat turnover yang tertinggi untuk kelompok profesional. Turnover yang tinggi mempengaruhi moral perawat dan akibatnya kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan pasien dan memberikan perawatan yang berkualitas menurun Mosadeghrad (dalam
jehan 2013;3). Turnover perawat di rumah sakit memang bukan hal yang
mudah, diperlukan perhatian yang lebih karena turnover dapat merugikan organisasi, baik dari segi biaya, sumber daya, maupun efektifitas keperawatan itu sendiri.
Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Harrison dan
Gordon (2014;149), mengungkapkan bahwa salah satu faktor pendorong
terjadinya turnover intention adalah Lingkungan kerja. Suyotno (2012:43) mendefinisikan Lingkungan kerja merupakan bagian komponen yang sangat penting di dalam karyawan melakukan aktivitas bekerjanya.Menurut
Mangkunegara dalam Dhermawan (2012:174) lingkungan kerja meliputi
uraian jabatan yang jelas, autoritas yang memadai, target kerja yang menantang, pola komunikasi, hubungan kerja yang harmonis, iklim kerja yang dinamis, peluang karir, dan fasilitas kerja yang memadai. Dalam penelitian
Qureshi et. al, (2013;164) lingkungan kerja memiliki hubungan negatif
dengan tunover intention, yang menunjukan kondisi kerja yang baik dapat mengurangi jumlah turnover intention.
Selanjutnya, variabel lain yang juga berkaitan pengaruhnya terhadap turnover intention adalah kepuasan kerja. Kepuasan kerja merupakan apa yang dirasakan seseorang mengenai pekerjaannya. Seseorang merasa puas dengan pekerjaannya jika pekerjaan tersebut sesuai dengan harapan mereka (Chen et.
al, 2010: 46). Karyawan yang puas memiliki tingkat turnover intention karyawan
yang lebih rendah, sedangkan karyawan yang tidak puas memiliki tingkat turnover intention karyawan yang lebih tinggi (Robbins dan Coulter, 2009;38).
Wibowo (2012: 86) menyarankan untuk mengurangi turnover intention dengan
meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Berangkat dari latar belakang tersebut, penulis memilih RS AMC Bandung sebagai objek penelitian. Berikut ini hasil survei awal yang dilakukan penulis berupa wawancara langsung secara singkat dengan 10 orang perawat seperti terlihat pada tabel 1.1
Tabel 1.1
Hasil Wawancara Pra-survey Perawat Rumah Sakit AMC Bandung
2016
Sumber : Data primer diolah tahun 2016
Pertanyaan Wawancara Ya Tidak
Apakah hubungan anda dengan rekan kerja dan pimpinan berjalan dengan baik?
90% 10%
Apakah anda bekerja dalam lingkungan kerja yang aman, bersih dan nyaman?
80% 20%
Apakah pekerjaan yang di lakukan sudah sesuai dengan pendidikan, kemampuan, dan keahlian yang dimiliki?
80% 20%
Apakah pekerjaan anda menarik dan menyenangkan? 80% 20% Apakah fasilitas yang disediakan lengkap dan layak pakai? 70% 30% Apakah anda merasa nyaman dalam melaksanakan
pekerjaan yang diberikan?
70% 30%
Apakah peraturan ditetapkan di Rumah sakit sangat ketat ? 60% 40% Apakah gaji yang diterima sudah sesuai dengan beban kerja
dan tanggung jawab?
30% 70%
Apakah atasan telah bertindak tepat dengan memberikan jabatan sesuai dengan kemampuan pegawai?
Dari tabel 1.1 terlihat dari sepuluh orang perawat pada saat dilakukan wawanca pra-surveysebagian besar menyatakan bahwa gaji yang diterima tidak sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawabnnya karena jumlah perawat yang terlalu sedikit dengan jumlah pasien yang terus meningkat sedangkan gaji yang diterima sama dengan gaji perawat di rumah sakit lain yang memiliki jumlah perawat lebih banyak sesuai dengan jumlah pasiennya. Sebagian besar perawat juga merasakan tindakan atasan dalam memberikan jabatan masih belum sesuai. Namun, dapat dilihat sebagian besar perawat memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja maupun atasan, lingkungan kerja tempat bekerja pun dirasakan aman dengan adanya cctv serta satpam sebagai petugas keamanan di sekitar lingkungan kerja. Pekerjaan yang diberikan sudah sesuai dengan pendidikan dan keahlian yang dimiliki serta fasilitas yang disediakan sudah cukup lengkap dan layak pakai sehingga perawat merasa senang dan nyaman dalam melaksanakan pekerjaannya. Perawat juga diberikan kesempatan berobat gratis dari Rumah sakit, tetapi tingkat turnover yang terjadi pada perawat di rumah sakit AMC Bandung masih saja tinggi.
Dari penjelasan hasil wawancara diatas, disertakan juga data turnover Perawat Rumah Sakit AMC Bandung dari tahun 2012 s/d 2015 untuk melengkapi dan mendukung bahwa terdapat masalah turnover intention pada bagian Perawat Rumah Sakit AMC Bandung yang dapat dilihat pada tabel 1.2
Tabel 1.2 Data Turnover Perawat Rumah Sakit AMC Bandung
2016
Sumber : Humas Rumah Sakit AMC Bandung 2016
No. Tahun Jumlah pegawai akhir tahun Jumlah pegawai yang keluar Turnover rate (%) 1. 2012 75 10 13% 2. 2013 84 4 5% 3. 2014 109 11 10% 4. 2015 118 19 16%
Dari tabel 1.2 terlihat tingkat turnover perawat yang berkelanjutan selama empat tahun dari tahun 2012 hingga tahun 2015, namun ada penurunan di tahun 2013. Turnover tertinggi terjadi pada tahun 2015 hal tersebut dikarenakan adanya 19 orang perawat yang keluar dari Rumah Sakit AMC Bandung atau sebesar 15% persen. Tingkat turnover tersebut dinilai cukup tinggi, karena menurut Gillis (dalam Aryanto 2011;157 ) keluarnya perawat dari rumah sakit dikatakan normal berkisar antara 5-10% per tahun, dikatakan tinggi apabila lebih dari 10%. Dikarenakan jumlah pasien terus bertambah setiap tahunnya maka Rumah Sakit AMC Bandung mengharapkan turnover perawat semakin kecil setiap tahunnya agar tidak mengganggu kinerja rumah sakit.
Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja
Terhadap Turnover Intention Perawat di Rumah Sakit AMC Bandung”
1.1 Identifikasi Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya maka perlu untuk mengidentifikasi masalah yang timbul. Rumah Sakit AMC Bandung sebagai salah satu Rumah Sakit di bandung yang memiliki lingkungan kerja yang cukup baik dan dapat menciptakan kepuasan kerja bagi perwat yang bekerja di rumah sakit tersebut. Namun tingkat turnover dari tahun 2012 sampai dengan 2015 masih saja cenderung tinggi. Dari permasalahan ini, peneliti ingin mengangkat untuk menjadi topik penelitian yaitu pengaruh lingkungan kerja dan kepuasan kerja terhadap turnover intention perawat di Rumah Sakit AMC Bandung.
1.2.2 Rumusan masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang sudah dijelaskan dia atas, maka rumusan masalah yang ingin peneliti kemukakan yaitu:
1. Bagaimana lingkungan kerja di Rumah Sakit AMC Bandung.
2. Bagaimana kepuasan kerja yang dirasakan oleh perawat di Rumah Sakit AMC Bandung .
3. Bagaimana turnover intention yang ada di Rumah Sakit AMC Bandung.
4. Seberapa besar pengaruh lingkungan kerja terhadap turnover intention perawat di Rumah Sakit AMC Bandung.
5. Seberapa besar pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention perawat di Rumah Sakit AMC Bandung.
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang telah diperoleh, maka tujuan dari penelitian ini yaitu :
1. Untuk mengetahui lingkungan kerja di Rumah Sakit AMC Bandung 2. Untuk mengetahui kepuasan kerja yang dirasakan oleh perwat di
Rumah Sakit AMC Bandung
3. Untuk mengetahui turnover intention di Rumah Sakit AMC Bandung 4. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan kerja terhadap
turnover intention perawat di Rumah Sakit AMC Bandung
5. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention perawat di Rumah Sakit AMC Bandung
1.4 Kegunaan Penelitian
Berdasarkan penelitian secara langsung ke lapangan yang dilakukan peneliti diharapkan akan dapat berguna dan bermanfaat bagi semua pihak yang terkait pada umumnya manfaat kegunaan sebagai berikut:
1. Secara akademis
Dalam rangka mengembangkan ilmu manajemen sumber daya manusia dengan cara melakukan pemahaman secara mendalam dengan membandingkan teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kenyataan di lapangan secara langsung.
2. Secara Praktis 1.Penulis
Penelitian yang penulis lakukan dapat menambah wawasan dan memberikan pemahaman keilmuan yang mendalam mengenai pentingnya lingkungan kerja fisik, lingkungan kerja non fisik dan kinerja karyawan pada setiap individu di dalam organisasi.
2. Perusahaan
Sebagai salah satu masukan dan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan terhadap pentingnya lingkungan kerja dan kepuasan kerja yang dapat mempengaruhi turnover intention guna menunjang pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Rumah Sakit AMC Bandung Jl. Raya Cileunyi Rancaekek, Bandung. Penelitian dilakukan di lokasi tersebut karena terdapat masalah mengenai turnover perawat yang dirasa perlu untuk diteliti. Waktu penelitian dilaksanakan pada Bulan Oktober 2016 sampai dengan selesai.
1.6 Sitematika Penelitian
Dalam penulisan dan penyusunan skripsi dengan judul “Pengaruh lingkungan kerja dan kepuasan kerja terhadap turnover intention di Rumah Sakit AMC Badnung”, peneliti membagikan kuesioner kepada perawat yang menjadi responden sebanyak 95 orang. Kemudian dari kuesioner tersebut peneliti menganalisis kriteria yang menjadi responden dan jawaban responden diolah menggunakan SPSS untuk mengetahui validitas, reliabilitas, koefisien korelasi pearson, koefisien determinasi dan hipotesis sehingga peneliti dapat mengetahui hasil dari penelitian ini.
Secara garis besar skripsi ini terdiri dari 5 bab dengan beberapa sub bab. Agar mendapat arah dan gambaran yang jelas mengenai hal yang tertulis, berikut ini sistematika penulisan skripsi secara lengkap:
BAB I PENDAHULUAN
Berisikanpenjelasan tentang latar belakang masalah, identifikiasi masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan skripsi dengan objek yang ada di Rumah Sakit AMC Bandung.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Pustaka ini berisikan teori-teori dari definisi, sejarah dan perkembangan yang berhubungan dengan permasalahan yang di bahas yaitu tentang Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja dan Turnover Intention. Toeri-teori yang terdapat dalam bab ini akan membantu dalam pemecahan masalah dalam penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN
Dalam bab ini dijelaskan cara pengambilan data dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada. Kemudian dideskripsikan secara lebih rinci dan runtut rancangan penelitian, prosedur penelitian,
teknik penarikan sampel dan kriterianya (termasuk populasinya), penetapan variabel penelitian dan definisi operasional penelitian, teknik analisis dan metode lainnya.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi mengenai hasil penelitiandan pembahasan dari pengolahan data yang telah dilakukan di bab 4.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari keseluruhan masalah yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya, sesuai dengan hasil yang diperoleh dari tugas akhir.