PERAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK ROCK FOSFAT
TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill)
SKRIPSI
OLEH :
RATIH DEWI RENGGANIS 090301239
BUDIDAYA PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
PERAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK ROCK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI
KEDELAI (Glycine max (L.) Merill)
SKRIPSI
OLEH :
RATIH DEWI RENGGANIS 090301239
BUDIDAYA PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
Judul Skripsi : Peran Fungi Mikoriza Arbuskular dan Rock FosfatTerhadap PertumbuhandanProduksiKedelai (Glycine Max (L.)
Merrill)
Nama : Ratih Dewi Rengganis
Nim : 090301239
Program Studi : Agroekoteknologi
Diketahui Oleh :
Ketua Komisi Pembimbing Anggota Komisi Pembimbing
Mengetahui,
Ketua Departemen/Program Studi Agroekoteknologi
NIP. 19640620 198903 2 001 (Ir. T. Sabrina, M. Agr. Sc., Ph.D)
(Ir.Yaya Hasanah, MSi) (NiniRahmawati, SP, MSi
NIP. 19690110 200502 2 001
ABSTRAK
RATIH DEWI RENGGANIS: Peran Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pupuk
Rock Fosfat Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merrill), dibimbing oleh YAYA HASANAH dan
NINI RAHMAWATI.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan pupuk rock fosfat terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai (Glycine max (L.) Merill).Penelitian dilaksanakan di lahan masyarakat Jl. Setiabudi, Medan Tuntungan, dengan ketinggian tempat ± 25 meter diatas permukaan laut, mulai dari bulan Mei-Juli 2013, menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu dosis FMA yaitu 0, 20, dan 40 g/tanaman dan dosis pupuk rock fosfatyaitu 0, 50, 100, 150 kg/ha. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, bobot kering tajuk, bobot kering akar, derajat infeksi, serapan P pada tajuk, total luas daun, kandungan klorofil daun, jumlah polong berisi, jumlah polong hampa, bobot kering biji per tanaman sampel dan bobot kering 100 biji.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian FMA berpengaruh nyata pada tinggi tanaman (3-6 minggu setelah tanam), bobot kering tajuk, bobot kering akar dan derajat infeksi. Pupuk rock fosfat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (6 minggu setelah tanam), derajat infeksi, jumlah polong berisi, bobot kering biji per tanaman sampel. Interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah amatan.
ABTRACT
RATIH DEWI RENGGANIS:Role of arbuscular mychorrhizal fungi and fertilizer rock phosphate fertilizer to growth and production research of soybean.Supervised byYAYA HASANAH and NINI RAHMAWATI.
The aim of this was to determine the effect of arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) and rock phosphate fertilizer on the growth and production of soybean. This research had been conducted at society field of Setiabudi, Medan Tuntungan(± 25 in above sea level), in May-July2013 using factorial randomized block design with two factor, the first factor is AMF consisted of 0, 20, 40, g/plant. The second factor is rock phosphate fertilizer consisted of 0, 50, 100 and 150 kg/ha. Variable observed consist of plant height, stem diameter, root dry weight, number of productive branch, infection degree, shoot chlorophyl content, total leaf area, shoot dry weight, seed dry weight, uptakeof phosphorusinthe plant canopy
The result showed that arbuscular mychorrhizal fungiaffect significantly of plantheight (3-6 weeks after planting), infection degree, shoot dry weight, root dry weight
,number of filled pods, and dry weight of 100 seeds.
. Dosage of rock phosphate fertilizer affect significantly plantheight (6 weeks after planting), infection degree,number of filled pods contain andweight of dry seeds,there is not significantly interaction between AMF and rock phosphate fertilizer for all variable observed.
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Medan pada tanggal 25September 1991 dari Ibu Sri Handayani dan ayah Hery Suyanto.Penulis merupakan putri pertama dari dua bersaudara.
Tahun 2009 penulis lulus dari SMA Negeri15 Medan dan pada tahun yang sama masuk ke Fakultas Pertanian USU melalui jalur seleksi mandiri. Penulis memilih minat Budidaya Pertanian dan Perkebunan, Program Studi Agroekoteknologi.
Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi (Himagrotek), sebagai asisten praktikum di Laboratorium Budidaya Tanaman Pangan dan Budidaya Tanaman Obat dan Rempah.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, atas berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi penelitian ini.
Judul dari skripsi penelitian ini adalah “Peran Fungi Mikoriza Arbuskula
dan Rock Fosfat Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merrill)”, sebagai bahan penulisan skripsi yang
merupakan salah satu syarat untuk meraih gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepadaIbuIr. Yaya
Hasanah, MSi.,selaku Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Nini Rahmawati, SP, MSi.,selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah
banyak memberikan masukan dan saran selama penulisan skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah memberikan dukungan finansial dan spiritual. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh seluruh staf pengajar, pegawai serta kerabat di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara yang telah berkontribusi dalam kelancaran studi dan penyelesaian skripsi ini.
Semoga hasil skripsi ini bermanfaat bagi budidaya kedelai serta bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.
Medan, September 2013
DAFTAR ISI
Fungi MikorizaArbuskula (FMA) ... 7
Diameterbatang (mm) ... 18
Bobot Kering Tajuk (gr)... 18
Bobot Kering Akar (gr) ... 19
Serapan P 19
Drajat Infeksi (%) ... 19
Luas Daun (cm2 Klorofil SPAD ... 19
) ... 19
Jumlah Cabang Produktif ... 19
Jumlah Polong Hampa (polong)... 19
Jumlah Polong Berisi (polong)... 19
Bobot kering biji per tanaman sampel (gr) ... 20
Bobot kering 100 biji (gr) ... 20
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil ... 21
Pembahasan ... 36
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ... 40
Saran ... 40
DAFTAR PUSTAKA ... 41
DAFTAR TABEL
No. Hal.
1. Rataan tinggi tanaman (cm) 2-6 MST pada perlakuan fungi mikoriza arbuskula dan pupuk rock fosfat ... 22 2. Rataan diameter batang (mm) pada perlakuan fungi mikoriza
arbuskula dan pupuk rock fosfat ... 24 3. Rataan kandungan klorofil daun pada perlakuan fungi mikoriza
arbuskula dan pupuk rock fosfat ... 25 4. Rataan total luas daun (cm2
5. Rataan derajat pada perlakuan fungi mikoriza arbuskula dan pupuk rock fosfat ... 26
)pada perlakuan fungi mikoriza arbuskula dan pupuk rock fosfat ... 25
6. Rataan bobot kering tajuk(g) pada perlakuan fungi mikoriza arbuskula dan pupuk rock fosfat ... 28 7. Rataan bobot kering akar (g) pada perlakuan fungi mikoriza arbuskula
dan pupuk rock fosfat ... 20 8. Rataan serapan P pada tajuk pada perlakuan fungi mikoriza arbuskula
dan pupuk rock fosfat ... 31 9. Rataan jumlah cabangpada perlakuan fungi mikoriza arbuskula dan
pupuk rock fosfat ... 32 10. Rataan jumlah polong berisi (polong) pada perlakuan fungi mikoriza
arbuskula dan pupuk rock fosfat ... 32 11. Rataan jumlah polong hampa (polong) pada perlakuan fungi
mikoriza arbuskula dan pupuk rock fosfat ... 34 12. Rataan bobot kering biji tanaman sampel (g) pada perlakuan fungi
mikoriza arbuskula dan pupuk rock fosfat ... 34 13. Rataan bobot kering 100 biji pada perlakuan fungi mikoriza
DAFTAR GAMBAR
No. Hal. 1. Grafik hubungan tinggi tanaman (6 MST)pada perlakuan fungi
mikoriza arbuskula ... 23 2. Grafik hubungan tinggi tanaman (6 MST)pada perlakuan pupuk rock
fosfat ... 23 3. Grafik hubungan derajat infeksi pada perlakuan fungi mikoriza
arbuskula ... 27 4. Grafik hubungan derajat infeksi pada perlakuan pupuk rock fosfat ... 27 5. Grafik hubungan bobot kering tajuk pada perlakuan fungi mikoriza
arbuskula ... 29 6. Grafik hubungan bobot kering akar pada perlakuan fungi mikoriza
arbuskula ... 30 7. Grafik hubungan polong berisi pada perlakuan perlakuan pupuk rock
fosfat ... 33 8. Grafik hubungan bobot biji kering tanama per sampel pada perlakuan
DAFTAR LAMPIRAN
No. Hal.
1. Deskripsi kedelai varietas Grobogan ... 43
2. Bagan penanaman pada plot... 44
3. Bagan penelitian ... 45
4. Jadwal kegiatan penelitian ... 46
5. Hasil analisis tanah ... 47
6. Hasil analisis serapan P pada tajuk ... 48
7. Data pengamatan tinggi tanaman 2 MST ... 49
8. Sidik ragam panjang tanaman 2 MST ... 49
9. Data pengamatan panjang tanaman 3 MST ... 50
10. Sidik ragam panjang tanaman 3 MST ... 50
11. Data pengamatan panjang tanaman 4 MST ... 51
12. Sidik ragam panjang tanaman 4 MST ... 51
13. Data pengamatan panjang tanaman 5 MST ... 52
14. Sidik ragam panjang tanaman 5 MST ... 52
15. Data pengamatan panjang tanaman 6 MST ... 53
16. Sidik ragam panjang tanaman 6 MST ... 53
17. Data pengamatan diameter batang ... 54
18. Sidik ragam diameter batang ... 54
19. Data pengamatan klorofil a daun ... 55
20. Sidik ragam klorofil a daun ... 55
21. Data pengamatan klorofil b daun ... 56
22. Sidik ragam klorofil b daun ... 56
23. Data pengamatan kandungan klorofil daun ... 57
24. Sidik ragam kandungan klorofil daun ... 57
25. Data pengamatan total luas daun... 58
26. Sidik ragam total luas daun ... 58
27. Data pengamatan derajat infeksi ... 59
28. Sidik ragam derajat infeksi ... 59
29. Data pengamatan bobot kering tajuk ... 60
30. Sidik ragam bobot kering tajuk ... 60
31. Data pengamatan bobot kering akar ... 61
32. Sidik ragam bobot kering akar ... 61
33. Data pengamatan serapan P pada tajuk ... 62
34. Sidik ragam serapan P pada tajuk ... 62
35. Data pengamatan jumlah cabang produktif... 63
36. Sidik ragam jumlah cabang produktif ... 63
37. Data pengamatan jumlah polong berisi ... 64
38. Sidik ragam jumlah polong berisi ... 64
39. Data pengamatan jumlah polong hampa ... 65
41. Data pengamatan bobot biji kering per sampel ... 66
42. Sidik ragam bobot biji kering per sampel ... 66
43. Data pengamatan bobot 100 biji ... 67