• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Terapan Teori Belajar dan Pembel

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Terapan Teori Belajar dan Pembel"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH TERAPAN

PENERAPAN TEORI OBSERVATIONAL LEARNING

ALBERT BANDURA DALAM MENINGKATKAN

PEMAHAMAN PRAKTIK IBADAH BAGI SISWA PADA

MATA PELAJARAN FIQH DI MAN 1 BANYUWANGI

Disusun untuk memenuhi Tugas Akhir Semester 3 mata kuliah

“ Teori Belajar dan Pembelajaran “

Dosen Pengampu : Imron Rosyidi, M.Th, M.Ed

Disusun oleh :

Aji Bagus Khoiri (13110139)

KELAS PAI-E

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

JAWA TIMUR

(2)

A. Merasakan Adanya Masalah/Problem Sensing

Sebuah pembelajaran akan lebih meresap dan juga dapat tersimpan dalam

long-term memory apabila pembelajaran tersebut tidak hanya didengarkan, dibaca,

maupun dihafalkan. Namun juga butuh pengamatan pada seorang model dalam

pembelajaran itu. Karena tanpa adanya seorang model yang mempraktikkan

pembelajaran tersebut, sebagian pelajar cenderung kesulitan dalam memahami suatu

pelajaran. Contohnya ketika seorang guru menerangkan tentang tata cara sholat

istisqo’. Sebagian siswa apabila hanya diberikan penjelasan dan disuruh menghafal

tata cara dari sholat istisqo’ tersebut, maka siswa tersebut akan kurang dapat meresapi

sholat tersebut.

Pelajaran Fiqh adalah salah satu dari cabang pelajaran PAI yang diajarkan di

sekolah yang berada di bawah naungan departemen agama mulai dari tingkat

Madrasah Ibtida’iyah(MI) sampai Madrasah ‘Aliyah(MA). Mata Pelajaran Fiqh

membahas tentang cara bagaimana cara tentang beribadah, tentang prinsip Rukun

Islam dan hubungan antar manusia sesuai dengan dalil-dalil yang terdapat dalam

Al-Qur'an dan Sunnah. Melalui penerapan teori Observational Learning Albret Bandura

ini, diharapkan siswa dapat lebih mudah dalam meningkatkan pemahaman siswa

dalam pelajaran fiqh serta bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

B. Eksplorasi dan Analisis Masalah/Problem Exploration and Analysis

Seiring berkembangnya zaman, fiqh yang menjadi salah satu aspek penting

dalam melakukan ibadah kepada Allah juga ikut berkembang. Namun, banyak kita

temui saat ini siswa yang memiliki pemahaman dan pengetahuan yang rendah tentang

pelajaran Fiqh ini. Padahal kedudukan fiqh ini sangat penting dalam tata cara

peribadatan kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surat ad-dzariyat ayat

56,

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi

(3)

Dari ayat di atas, kita dapat mengetahui urgensi dari ibadah dalam kehidupan kita,

karena esensi dari penciptaan jin manusia adalah untuk beribadah kepada Allah.

Untuk mengetahui bagaimana cara beribadah itu di perlukan fiqh. Apabila siswa tidak

memahami sejak dini mengenai pembelajaran Fiqh ini, maka siswa tersebut akan

menghadapi kesulitan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah.

Oleh karena itu salah satu cara untuk memberikan pemahaman dan juga

penguatan pada pelajaran Fiqh adalah dengan menggunakan Observational Learning

yang dikemukakan oleh Alber Bandura. Dalam pembelajaran ini, seorang guru akan

menjadi model bagi pembelajaran siswa, sehingga siswa tidak perlu mengalami

proses pembentukan tetapi dapat mereproduksi tanggapan yang tepat dengan segera.1

Melalui Observational Learning, siswa akan lebih mudah dalam memahami materi

yang diberikan serta segera dapat mempraktikkan materi tersebut sehingga bisa

memberikan kemudahan dalam tata cara beribadah kepada Allah karena telah

memiliki pengetahuan dan pemahaman.

Dari teori yang dikemukakan oleh Albert Bandura ini, dalam pelajaran Fiqh,

seorang guru harus mampu memberikan contoh yang benar dalam pembelajaran Fiqh

agar nantinya siswa bisa mendapatkan pemahaman yang benar. Dapat disimpulkan,

pembelajaran fiqh yang diajarkan haruslah fungsional dan bermanfaat bagi peserta

didik, tidak hanya dihafalkan dan diingat-ingat sebagai pengetahuan saja.

C. Penyajian Masalah/Problem Posing

Pendidikan Agama Islam khususnya pelajaran Fiqh memuat materi mengenai

hukum-hukum syara’ berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan

Qiyas. Dalam hal ini, Fiqh merupakan bidang studi yang memberikan pendidikan

untuk mengamalkan dan memahami tata cara maupun hukum syariat Islam. Fokus

permasalahan dalam mata pelajaran Fiqh ini adalah bagaimana untuk memberikan

pemahaman mengenai praktik ibadah menggunakan teori dari Albert Bandura yakni

Observational Learning agar siswa lebih mudah dalam melaksanakan praktisi

ibadah.

1 Robert E. Slavin, Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik, PT Indeks, Jakarta, 2011, hlm. 202

(4)

D. Pemecahan Masalah/Problem Solving

Dalam pembelajaran Fiqh di MAN 1 Banyuwangi, guru memberikan praktek

tata cara beribadah kepada muridnya ketika materi pelajaran disampaikan. Dalam

upaya meningkatkan pemahaman siswa tentang praktek ibadah digunakan teori

Observational Learning/ Pembelajaran Pengamatan yang dikemukakan oleh

Bandura. Dengan teori ini, siswa lebih mudah dalam mempraktekkan tata cara

beribadah karena adanya seorang model. Kata Pengamatan, menurut KBBI artinya

pengawasan terhadap perbuatan (kegiatan, keadaan) orang lain. Sedangkan

Pembelajaran, diartikan sebagai proses, cara, perbuatan yang menjadikan makhluk

hidup belajar. Jadi, Observational Learning/ Pembelajaran Pengamatan dapat

diartikan sebagai cara menjadikan seorang siswa belajar melalui pengawasan

terhadap perilaku orang lain.

Bandura memformulasikan sebuah teori yang komprehensif mengenai

pembelajaran pengamatan yang telah ia kembangkan untuk memperoleh kemahiran

dan performa dari bermacam-macam keterampilan, strategi, dan tingkah laku.2

Bandura mencatat bahwa penekanan Skinner pada dampak konsekuensi perilaku

sebagian besar mengabaikan fenomena pembelajaran peniruan. Menurut Bandura,

pembelajaran manusia tidak dibentuk oleh oleh konsekuensinya tapi dipelajari

dengan lebih efisien melalui suatu model.3

Teori Observational Learning ini diterapkan ketika guru menjelaskan tata

cara beribadah, yang tercantum dalam mata pelajaran fiqh. Misalnya tata cara sholat

wajib dan sunah. Dalam hal ini, guru memberikan contoh mulai dari niat hingga

salam selanjutnya di ikuti oleh para siswanya. Begitu pula praktik pada ibadah yang

lainnya, haji, umrah, puasa, dll.

Analisis Albert Bandura tentang pembelajaran pengamatan memiliki empat

tahap:

• Tahap Perhatian: Tahap pertama dalam pembelajaran pengamatan ialah

memberikan perhatian terhadap suatu model. Pada umumnya, siswa memberikan

perhatian kepada panutan yang memikat, berhasil, menarik, dan populer. Dalam

2 Dale H. Schunk, Learning Theories An Educational Perspetive, Pearson Education, Inc, Boston, hlm.

118

3 Robert E. Slaven, loc.cit.

(5)

pelajaran fiqh ketika awal guru akan memberikan pelajaran dan praktik mengenai

Sholat Sunnah, misalnya sholat Iedain, guru terlebih dahulu harus memberikan

hal yang mampu menarik perhatian siswanya. Asri Budiningsih mengemukakan

beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengarahkan perhatian peserta didik,

yaitu :

a. Mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman atau

kehidupan siswa

b. Menggunakan alat-alat pemusat perhatian seperti peta konsep,

gambar, bagan, dan media-media pembelajaran visual lainnya

c. Penyajian pesan pembelajaran dengan urutan dari umum ke

khusus

d. Menghubungkan pesan pembelajaran yang sedang dipelajari

dengan topik-topik yang sudah dipelajari

e. Bahasa yang digunakan dalam kegiatan pembelaajaran sesuai

dengan tingkat kemampuan dan karakteristik peserta didik

f. Menciptakan suasana riang dengan melakukan acting yang

dramatis, mengejutkan, mendebarkan dll

g. Teknik penyajian bervariasi (diskusi, debat, dramatisasi,

kunjungan ke lapangan dan sebagainya)4.

• Tahap Pengingatan: Begitu guru telah mendapatkan perhatian siswa, kini saatnya

mencontohkan perilaku yang mereka inginkan untuk ditiru siswa dan kemudian

memberi kesempatan kepada siswa mempraktikkan atau berlatih. Dalam kasus

sholat Ied tadi, setelah guru mendapatkan perhatian siswa, guru mempraktikkan

langkah-langkah dari sholat Ied tersebut di hadapan para siswa. Guru

memperagakan dua atau dua atau tiga kali lalu menyuruh siswa mengingat

gerakan-gerakan yang telah diajarkan oleh guru.

• Tahap Reproduksi: Selama tahap reproduksi, siswa mencoba mencocokkan

perilaku mereka dengan perilaku teladan. Di ruang kelas, penilaian pembelajaran

siswa terjadi selama tahap ini. Dalam kasus Sholat Ied tadi, setelah siswa

mengingat apa yang dipraktekkan oleh gurunya, guru memberikan kesempatan

kepada satu per satu atau sebagian muridnya untuk mempraktekkan sholat Idul

4 Asri Budiningsih. Belajar dan Pembelajaran, FIP.UNY, Yogyakarta, 2003, hlm.123

(6)

Fitri secara berjamaah sebagaimana yang telah diajarkan oleh guru tadi. Di sini

guru bisa melihat apabila mungkin ada kesalahan yang dilakukan oleh murid.

• Tahap Motivasi: Merupakan tahap terakhir dalam proses pembelajaran

pengamatan. Siswa akan meniru modelnya karena mereka percaya bahwa

tindakan itu akan meningkatkan penguatan kesempatan mereka sendiri. Di ruang

kelas, tahap motivasi pembelajaran pengamatan sering memerlukan pujian atau

nilai yang diberikan karena mengimbangi contoh guru. Siswa memberi perhatian

pada contoh tersebut, mempraktikannya, dan mereproduksinya karena mereka

belajar bahwa inilah yang disukai guru dan mereka ingin menyenangkan guru

tersebut.5 Dalam praktik sholat Ied tadi, setelah siswa berhasil mempraktikkan

apa yang dicontohkan oleh guru dengan baik, guru patut memberikan apresiasi

berupa pujian ataupun nilai untuk memberi motivasi bagi siswa tersebut.

E. Refleksi Terhadap Proses dan Hasil/Reflection toward The Process & Result

Pembelajaran pengamatan ini pada kaitannya dengan proses pemahaman

siswa dalam praktek ibadah memberikan kemudahan pada siswa karena siswa sudah

memiliki role model yang mencontohkan bagaimana cara sholat, zakat, puasa, haji,

dan lain-lainnya, karena pelajaran Fiqh itu tidak sekedar menghafalkan dalil-dalil,

melainkan juga membutuhkan praktik. Sebagaimana ibadah, tidak hanya diingat dan

dihafalkan dalilnya, namun juga dipraktikkan

Dengan diterapkannya pembelajaran pengamatan ini pada siswa MAN 1

Banyuwangi dalam pelajaran fiqh, pemahaman siswa juga akan bertambah

dikarenakan apa yang mereka pelajar juga mereka praktikkan. Hal ini penting karena

ketika siswa terjun di masyarakat, mereka akan menghadapi berbagai kondisi,

misalnya ketika ada tetangga yang sedang meninggal, tentunya nanti akan dibutuhkan

seorang imam dalam melaksanakan sholat jenazah. Dengan pemahaman praktik

ibadah sejak dini apabila dihadapkan dengan kondisi tersebut, tentunya siswa akan

mampu untuk menjadi imam dalam sholat jenazah.

Selain siswa yang akhirnya faham dengan tata cara suatu ritual ibadah, guru

yang menjadi role model juga akan semakin faham dan mengingat bagaimana tata

cara suatu ibadah tersebut. Namun perlu diingat sebelum guru memberikan contoh

kepada siswa mengenai tata cara ibadah, guru juga harus menguasai betul materi.

Agar apa yang diajarkan itu benar dan tidak semakin menyesatkan siswa.

5 Ibid, hlm. 203

(7)

Daftar Pustaka

Budiningsih, A. (2003). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: FIP.UNY.

Schunk, D. H. (2012). Learning Theories An Educational Perspective (6th ed.). Boston, United States of America: Pearson Education, Inc.

Referensi

Dokumen terkait

ANALISIS KEPEMINATAN SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN. PRAKTIK DAN TEORI KELAS XI

Berdasarkan dari uraian yang telah dipaparkan mengenai rumusan masalah, teori dan pemecahan masalah, maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang perlu dilakukan dalam

Tujuan dari penerapan dan pendekatan pembelajaran kontekstual adalah untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik melalui peningkatan pemahaman makna

Salah satu teori yang mempengaruhi perkembangan anak di susun oleh Urie Bronfen benner yang dikenal dengan teori sistem bioelogikal ( bioelogical systems theory

Teori belajar sosial juga sering disebut belajar melalui observasi (observational learning) yang dikenal sebagai imitasi atau modeling, yaitu proses pembelajaran yang

Teori Social Kognitif Merupakan proses belajar dengan cara meniru modeling berdasarkan dari hasil mengamati observational learning di lingkungan sosial, sehingga karakter seseorang

Penerapan Teori Belajar Vygotsky Dalam Materi Sifat-sifat Cahaya Penerapan teori belajar Vygotsky pada materi Ciri-ciri cahaya dapat diuraikan sebagai berikut: Pembelajaran kooperatif

Buku pengantar pendidikan antikorupsi yang membahas teori, metode, dan praktik untuk meningkatkan pemahaman anti korupsi di