siboykasaci
Just another WordPress.com site
Menu utama Skip to content
Beranda
ISI SKRIPSI
POTO”GW
SEJARAH PRAMUKA DUNIA
TEORI KESEJAHTERAAN
APR
28
2012SKRIPSI KOPERASI
PENGARUH PENDAPATAN KOPERASI MAHASISWA TERHADAP KESEJAHTERAAN ANGGOTA DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM
( Studi di Koperasi Mahasiswa Al-Hikmah IAIN “SMH” Banten )
SKRIPSI
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat
untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Islam (SEI) pada Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam
Institut Agama Islam Negri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten
Di susun oleh : Aziz Rustandi NIM. 071400021
FAKULTAS SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) “SULTAN MAULANA HASANUDDIN” BANTEN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang saya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Islam dan diajukan pada jurusan Ekonomi Islam Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten, ini sepenuhnya asli merupakan hasil karya tulis ilmiah saya pribadi.
Adapun tulisan maupun pendapat orang lain yang terdapat dalam skripsi ini telah saya sebutkan kutipannya secara jelas sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku di bidang penulisan karya ilmiah.
Apabila kemudian hari terbukti bahwa sebagian atau seluruh isi skripsi ini merupakan hasil perubahan plagiatisme atau mencontek karya tulis orang lain, saya bersedia menerima sanksi akademik lain sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Serang, Maret 2012
Aziz Rustandi NIM. 071400021
ABSTRAK
Nama : Aziz Rustandi, NIM: 071400021, Judul Skripsi: Pengaruh Pendapatan Koperasi Mahasiswa Terhadap Kesejahteraan Anggota Ditinjau dari Ekonomi Islam (Studi di Koperasi Mahasiswa Al-Hikmah IAIN “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten).
Koperasi Mahasiswa al-Hikmah adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa UKM) yang berbentuk usaha, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota,
mengembangkan potensi dan ekonomi serta pengembangan kewirausahaan. Permasalahan dalam penelitian ini, dapat dirumuskan sebagai berikut:
Bagaimana sistem Koperasi al-Hikmah dalam mensejahterakan anggotanya? dan bagaimana pengaruh Koperasi al-Hikmah terhadap kesejahteraan anggota ditinjau dari ekonomi Islam? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem Koperasi al-Hikmah dalam
mensejahterakan anggotanya, dan untuk mengetahui pengaruh Koperasi al-Hikmah terhadap kesejahteraan anggota ditinjau dari ekonomi Islam.
Metode analisis yang dipakai adalah analisis Regresi Linier.
Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variable pendapatan koperasi al-hikmah (SHU). terhadap kebutuhan anggota Besar pengaruh tersebut ditunjukan oleh nilai R2 sebesar 100%. Besar signifikansi hubungan pendapatan koperasi al-hikmah (X) dan kebutuan anggota (Y) didapat persamaan sebagai berikut Y = -1680,067 + 0,222X. artinya konstanta sebesar -1680,067 menyatakan bahwa jika tidak ada pendapatan maka akan mengalami kerugian sebesar Rp. 1680,067 puluh ribu/tahun. Sedangkan koefesien regresi 0,222, menyatakan bahwa setiap ada penambahan (karena tanda +) Rp. 1,- pendapatan koperasi akan meningkatkan kebutuhan anggota sebesar Rp. 222. Dengan persamaan regresi sebesar Y = -1680,067 + 0,222X, menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pendapatan koperasi al-hikmah terhadap kebutuhan anggota, itu yang artinya pendapatan koperasi al-hikmah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan anggota.
FAKULTAS SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI
“SULTAN MAULANA HASANUDDIN” BANTEN Nomor : Nota Dinas Kepada Yth,
Lamp : – Dekan Fakultas
a.n. Aziz Rustandi Di – NIM. 071400021 Tempat
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dipermaklumkan dengan hormat, bahwa setelah membaca dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami berpendapat bahwa skripsi Saudara Aziz Rustandi, NIM. 071400021, Judul Skripsi: “Pengaruh Pendapatan Koperasi Mahasiswa Terhadap Kesejahteraan Anggota Ditinjau dari Ekonomi Islam” (Studi di Koperasi Mahasiswa Al-Hikmah IAIN “SMH” Banten), telah dapat diajukan sebagai salah satu syarat untuk melengkapi ujian munaqosah pada Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam jurusan Ekonomi Islam IAIN “Sultan Maulana
Hasanuddin” Banten. Maka kami ajukan skripsi ini dengan harapan dapat segera dimunaqosahkan.
Demikian, atas perhatian Bapak kami ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Pembimbing I Pembimbing II
Drs. Yusuf Somawinata, M.Ag Dr. Apud,S.Ag,M.Pd NIP.195911191991031003 NIP.197101172003121002
Pengaruh Pendapatan Koperasi Mahasiswa terhadap Kesejahterakan Anggota Ditinjau dari Ekonomi Islam
(Studi di Koperasi Mahasiswa Al-Hikmah IAIN “SMH” Banten)
Oleh :
AZIZ RUSTANDI NIM. 071400021
Menyetujui
Pembimbing I Pembimbing II
Drs. Yusuf Somawinata, M.Ag Dr. Apud,S.Ag,M.Pd NIP.195911191991031003 NIP.197101172003121002
Mengetahui
Dekan Fakultas Syaria’ah dan Ekonomi Islam Ketua Jurusan Ekonomi Islam IAIN “SMH” Banten
Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya, M.A Dr. Itang, S.Ag, M.Ag NIP. 195805191985031003 NIP. 197108041998031003
Skripsi a.n. Nama : Aziz Rustandi, NIM: 071400021, Judul Skripsi: Pengaruh Pendapatan Koperasi Mahasiswa Terhadap Kesejahteraan Anggota Ditinjau dari Ekonomi Islam (Studi di Koperasi Mahasiswa Al-Hikmah IAIN “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten), telah diujikan dalam Siding Munaqasyah Institut Agama Islam Negri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten pada hari Rabu tanggal 28 Maret 2012. Skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Ekonomi Islam (S.EI) pada Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam Jurusan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten.
Serang, 28 Maret 2012
Sidang Munaqasyah,
Ketua Merangkap Anggota Sekretaris Merangkap Anggota,
Dr.Itang,S.Ag.,M.Ag Ratu Humaemah,S.Hum.,M.Si NIP.197108041998031003 NIP.19003102011012008 Anggota-anggota
Penguji I Penguji II
Ahmad Zaini,S.H.,M.Si Dede Sudirja,M.Si
NIP.196506071992031005 NIP.197705152008011016
Pembimbing I Pembimbing II
Drs. Yusuf Somawinata, M.Ag Dr. Apud,S.Ag,M.Pd NIP.195911191991031003 NIP.197101172003121002
PERSEMBAHAN
Untuk Abah ( H.M.Faiz) dan Emak (Hj. Mukrimah) tersayang, yang selalu memberikan do’a restu, dorongan, cinta dan kasih sayang yang tidak terbatas.
MOTTO
“Kuatkan Iman Dengan Shalat Dan Carilah Rizki Yang Halal Sebagai Karunia Allah Supaya Beruntung”
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama Aziz Rustandi dilahirkan di Kampung Kadubangban Timur Rt/Rw 02/01 Desa Pasanggrahan Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang, pada tanggal 13 Mei 1988 sebagai anak ke 7 dari 8 bersaudara dari pasangan bapak H.M.Faiz dan ibu Hj.Mukrimah.
Jenjang pendidikan formal yang penulis tempuh adalah: Taman Kanak-Kanak Al-Mansur lulus pada tahun 1994 Madrasah Ibtidaiyah Al-Mansur lulus pada tahun 2000
Madrasah Tsanawiyah (MTs nurul falah) lulus pada tahun 2003 Madrasah Aliyah (MA Nurul Huda) lulus pada tahun 2006
kemudian pada tahun 2007 penulis melanjutkan kuliah di IAIN “Sultan Maulana Hasanudin” Banten di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Jurusan Ekonomi Islam.
di luar kampus dan menjadi tenaga pengajar di MTs Nurul Falah Ciaseum tahun 2009 s.d sekarang.
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya yang telah diberikan. Hanya dengan izin-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikutnya sampai akhir zaman.
Dengan pertolongan Allah dan usaha yang sungguh-sungguh penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul : Pengaruh Pendapatan Koperasi Mahasiswa Terhadap Kesejahterakan Anggota Ditinjau dari Ekonomi Islam ( Studi di Koperasi Mahasiswa Al-Hikmah IAIN “SMH” Banten ).
Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Prof. Dr. H.E. Syibli Syarjaya, L.ML.,M.M., Rektor Institut Agama Islam Negri “Sultan
Maulana Hasanuddin” Banten, yang telah memimpin dan mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam upaya pengembangan IAIN “SMH” Banten.
2. Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya M.A., Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN “SMH” Banten, yang telah mendorong penyelesaian studi.
3. Dr. Itang,S.A.g,M.Ag., Ketua Jurusan Ekonomi Islam IAIN “SMH” Banten, yang telah memberikan persetujuan kepada penulis dalam penyusunan skripsi.
4. Drs. Yusuf Somawinata,M.Ag., Pembimbing I, dan Dr.Apud,S.Ag.,M.Pd., Pembimbing II, yang telah memberikan dan meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran serta kesediaannya memberikan bimbingan, arahan, dan sara-saran bagi penyelesaian skripsi ini.
5. Dosen dan Pegawai IAIN “SMH” Banten yang telah memberikan pendidikan dan pengajaran selama studi.
6. Rekan-rekan dan semua pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materil dalam penyusunan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini, masih jauh dari bentuk kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan berbagi kritik dan juga sarannya yang positif dari berbagai pihak atas segala kekurangan, kekeliruan dan kesalahan dalam pembuatan skripsi ini menjadi tanggung jawab penulis.
Harapan penulis semoga seluruh bantuan dan motivasi yang disumbangkan kepada penulis manjadi saleh serta mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT, Amin.
Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini akan membawa manfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Serang, 09 Maret 2012 Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI iii
B. Pengertian Kesejahteraan Anggota 23 C. Pengertian Anggota Koperasi 25
D. Koperasi dalam Perspektif Ekonomi Islam 28 E. Kesejahteraan dalam Pandangan Ekonomi Islam 41 F. Uji Hipotesis 43
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 44 A. Jenis Metode Penelitian 44
B. Waktu dan Tempat Penelitian 44 C. Populasi dan Sempel 45
D. Teknik Pengumpulan Data 46 E. Teknik Analisis Data 47
F. Operasional Variabel Penelitian 52
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 53 A. Gambaran Umum Obyek Penelitian 53 B. Pembahasan Hasil Penelitian 60 BAB V PENUTUP 66
A. Kesimpulan 66 B. Saran-Saran 67 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULIAN
A. Latar Belakang Masalah
Sudah menjadi kodrat manusia diciptakan sebagai makhluk yang bergelut di bidang ekonomi, baik secara personal maupun kolektif, dalam memenuhi kebutuhan hidup, yang pada satu sisi tidak terbatas dan pada sisi lain dihadapkan pada sumber-sumber terbatas. Sebagai bagian integral aktivitas manusia, kegiatan ekonomi (economic transaction) tak dapat dielakkan, guna memenuhi kebutuhan hidup itu dan dalam rangka menjalankan tanggung jawab manusia sebagai pihak yang berpartisipasi aktif dalam peningkatan tarap hidup manusia baik secara individu, kolektiv, maupun universal.
Keterlibatan manusia dalam aktivitas bisnis tidak semata karena faktor pemenuhan kebutuhan fisik, tapi pembina komunikasi fositif, prilaku mutualis mutandis (saling
menguntungkan), realisasi keadilan, dan prilaku tidak saling merugikan merupakan sebagian dari sekian banyak faktor krusial bagi terciptanya tatanan dalam kehidupan manusia.
Betapapun peredaran perekonomian lancar dengan laju ekonomi tinggi dan tingkat Inflasi rendah bila tidak dibarengi dengan nilai-nilai luhur itu, pada titik tertentu akan tercipta kondisi yang membawa malapetaka baik langsung atau jangka panjang (long term). Islam menekankan agar aktivitas bisnis manusi dimaksudkan tidak semata-mata sebagai alat pemuas keinginan (al-syahwat), tapi lebih pada upaya pencarian kehidupan
berkesinambungan (dunia-akhirat) disertai prilaku positif; berbuat baik bukan destruktif di muka bumi. Kondisi ini kemudian merambah pada dua dimensi yang saling berhubungan; pemenuhan kebutuhan individu yang lebah bersifat egoistik dan pemenuhan kebutuhan sosial (bersama) yang bersifat kolektif dan menuntut penciptaan kondisi proposional.
Pada tataran individu, manusia cenderung berkeinginan memenuhi kebutuhan secara bebas, tanpa ikatan norma atau hukum apapun hingga terpuaskan. Islam tidak menisbahkan karakter ini, tapi sebagian membenarkan bahwa manusia dihiasi berbagai komponen duniawi itu, tapi tidak berarti mereka dibiarkan bergelimang sesukanya. Orang yang menahan diri dengan cara bersabar disenangi Allah. Kendali diri melalui normal moralitas dapat membawa pada kesadaran humanisasi tinggi.
bahkan kolonialisasi satu bangsa pada bangsa-bangsa lain. Demikian halnya bila kebebasan tidak diberikan sama sekali, manusia tenggelam dalam keterpurukan ekonomi mendalam. Tapi Islam memandang dalam permasalah ekonomi, termasuk aspek bagaimana Islam memandang tujuan hidup manusia, memahami permasalahan hidup dan ekonomi dan bagaimana Islam memecahkan masalah ekonomi. Ekonomi Islam merupakan suatu cabang ilmu yang mempelajari metode untuk memahami dan memecahkan masalah ekonomi yang didasakan atas ajaran agama Islam. Prilaku manusia dan masyarakat yang didasarkan atas ajaran Islam inilah yang kemudian disebut sebagai prilaku rasional Islam yang akan menjadi dasar pembentukan suatu perekonomian Islam.
Di dalam perekonomian untuk mensejahterakan masyarakat ada yang dinamakan dengan perusahaan atau badan usaha yang bergerak di dalam perkumpulan orang-orang disebut Koperasi. Badan usaha koperasi sesuai dengan sifat bangsa Indonesia yang suka
bekerjasama dengan bergotong-royong. Menurut sejarahnya para nenek moyang kita bercocok tanam, membuat bendungan atau membuat rumah, selalu dilakukan dengan bergotong-royong. Semua pekerjaan dilakukan oleh masyarakat tanpa pamrih, dan dilakukan semata-mata demi kebahagaiaan bersama.
Walaupun sifat gotong-royong sudah melekat sejak lama, tetapi koperasi sebagai badan usaha masih relative baru di tanah air. Di Indonesia koperasi pertama kali didirikan oleh Raden Aria Wiraatmadja, seorang patih dari Purwokerto, tahun 1896. Raden Aria
Wiraatmadja bekerjasama dengan E. Sieburg mendirikan bank penolong dan tabungan yang dalam bahasa belanda disebut Hulep En Spaar Bank. Tujuan didirikannya bank penolong dan tabungan tersebut adalah untuk membantu para anggotanya agar tidak jatuh ke tangan tengkulak yang suka memeras rakyat. Bank penolong dan tabungan kemudian
dikembangkan lebih lanjut menjadi koperasi kredit oleh De Wolf Van Westerrode. Selama priode 1908-1942 koperasi dijadikan sebagai alat perjuangan. Tahun 1908 perkumpulan Budi Utomo berjuang menganjurkan masyarakat mendirikan koperasi dan membeli kebutuhan mereka sehari-hari dari koperasi yang ada. Tahun 1913 Serikat Dagang Islam (SDI) mendirikan toko koperasi. Tahun 1915 koperasi diakui oleh Belanda sebagai badan yuridis.
Pada awal kemerdekaan, koperasi berfungsi untuk mendistribusikan keperluan masyarakat sehari-hari di bawah Jawatan Koperasi, Kementerian Kemakmuran. Pada tahun 1946, berdasarkan hasil pendaftaran secara sukarela yang dilakukan Jawatan Koperasi terdapat sebanyak 2.500 buah koperasi. Sehingga masyarakat yang belum sejahtera bisa menjadi sejahtera dengan ikut dalam keanggotaan koperasi.
Peran koperasi pada intinya sama untuk mensejahterakan anggotanya, baik Koperasi
Simpan Pinjam, Koperasi Karyawan, Koperasi Unit Desa, sampai dengan Koperasi Mahasiswa. Sehingga pemerintah membuat suatu koperasi untuk dikelola beberapa kalangan supaya menjadi tercukupi kebutuhannya dan sejahtera terhadap pengurus dan anggotanya . Selain itu koperasi diterapkan di Sekolah dan Universitas dengan tujuan yaitu untuk
mensejahterakan anggotanya dan juga menumbuhkan jiwa wirausaha.
Salah satunya koperasi mahasiswa mempunyai kelebihan, selain mensejaherakan anggota dan karyawannya, koperasi ini juga sebagai media pembelajaran mahasiswa untuk belajar berwirausaha (interprenersip), dan berorganisasi. Koperasi mahasiswa al-hikmah IAIN “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten, dimana koperasi ini dikelola sepenuhnya oleh mahasiswa, koperasi mahasiswa ini didirikan khusus untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswa yang pada umumnya ingin belajar berorganisasi, belajar menjadi pengusaha dan memenuhi kebutuhan yang lainnya seperti membeli makanan ringan, foto copy, membuat makalah, skripsi dan juga printing.
Koperasi al-hikmah walaupu letaknya di tempat yang Islami yaitu di dalam kampus IAIN “SMH” Banten dan juga anggota dan pengurusnya mayoritas agama Islam, tapi masih menggunakan sistem konvensional. Dikarenakan masih mengacu kepada Surat Kuasa (SK) Dinas Koperasi dan Perindustrian Daerah (DKOPINDA) Serang sehingga belum bisa berubah menjadi sistem syari’ah dan pengursnyapun belum mengerti antara koperasi yang
bungan itu dianggap riba oleh Islam sehingga tidak diperbolehkan.
Melihat dari segi pemikiran dan pemahaman tentang koperasi al-hikmah yang belum memakai sistem syari’ah sehingga bisa berimbas kepada pemahaman anggota masalah koperasi dan kesejahteraan anggota.
Berdasarkan masalah di atas, maka dengan ini penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam yang dituangkan dalam judul
“Pengaruh Pendapatan Koperasi Mahasiswa Terhadap Kesejahterakan Anggota Ditinjau dari Ekonomi Islam.”
B. Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini masalah yang akan diteliti adalah:
1. Bagaimana sistem koperasi al-hikmah dalam mensejahterakan anggotanya?
2. Bagaimana pengaruh koperasi al-hikmah terhadap kesejahteraan anggota ditinjau dari ekonomi Islam?
C. Tujuan Penelitian
Dilihat dari perumusan masalah yang ada, didapat tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui sistem koperasi al-hikmah dalam mensejahterakan anggotanya
2. Untuk mengetahui pengaruh koperasi al-hikmah terhadap kesejahteraan anggota ditinjau dari ekonomi Islam.
D. Batasan Masalah
Batasan ruang lingkup penelitian ditetapkan agar dalam penelitian nanti terfokus pada pokok permasalahan yang ada beserta pembahasannya, sehingga diharapkan tujuan penelitian nanti tidak menyimpang dari tujuannya.
Tujuan dari penelitian ini yautu membahas masalah yang ada didalam rumusan masalah dan supaya tidak keluar jalur dari pembahasan skripsi ini maka dibutuhkan ruang lingkup dalam penelitian.
Ruang lingkup penelitian kami lakukan terbatas pada pemahaman anggota koperasi al-hikmah terhadap usaha yang berbentuk koperasi, sistem menejemen koperasi yang dilakukan di koperasi al-hikmah, dan pengaruh koperasi al-hikmah terhadap kesejahteraan anggotanya ditinjau dari ekonomi Islam. Data yang diteliti terbatas pada data-data dari tahun 2010 sampai 2011 di dalam usaha dan manajemen usaha koperasi al-hikmah. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dan membatasi dalam penelitian.
E. Manfaat Penelitian
1) Bagi penulis, diharapkan semoga hasil penelitian ini dapat memberikan pengetahuan yang luas dan bisa diterapkan dengan teori – teori selama masa perkuliahan dan
membandingkannya dengan realita yang ada di masyarakat
2) Bagi pihak-pihak terkait, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi pengetahuan, khususnya bagi pihak–pihak yang berminat terhadap permasalahan yang dibahas penulis.
3) Bagi perusahaan koperasi mahasiswa al-hikmah, hasil penelitian yang dilaksanakan diharapkan dapat dipakai sebagai pendorong bagi koperasi untuk lebih berhati-hati dalam mengelola pendapatan yang diperoleh koperasi sehingga bermanfaat bagi kepentingan meningkatnya kesejahteraan anggota.
F. Kerangka Pemikiran
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk
Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat menjadi anggota koperasi yaitu: a). Perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota koperasi;
b). Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih luas.
1. Fungsi dan Peran Koperasi
Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal (4) dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut:
1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya
4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi 5) Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar. Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi (biasa disebut Sisa Hasil Usaha atau SHU) biasanya dihitung berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi, misalnya dengan melakukan pembagian dividen berdasarkan besar pembelian atau penjualan yang dilakukan oleh si anggota.
Di dalam sistem syari’ah ada yang disebut dengan bagi hasil yaitu suatu laba (hasil usaha) di bagikan secara merata yang telah disepakati oleh bersama dan tidak boleh ada unsur kecurangan. Pada dasarnya pelaksanaan koperasi itu sama Pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 (Revisi 1998), disebutkan bahwa karakeristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain, yaitu anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Jadi koperasi sejenis usaha kemandirian dimana semua kegiatannya dikelola oleh anggota dan modalnyapun dari anggota sehingga sangat terbatas. Dalam koperasi ada yang disebut dengan simpan pinjam dan usaha dimana ada yang dikelolanya masih berbentuk konvensional maupun secara syari’ah. Di dalam konvensional walawpun berbentuk koperasi tapi tetap sistem bunga masih diterapkan sama halnya dengan bunga bank, sedangkan bunga bank di dalam Islam itu diharamkan karena sama halnya dengan riba. Firman Allah SWT:
•
“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”. (Ali Imran:130) Di dalam sistem syari’ah tidak diberlakukan yang namanya sistem bunga pinjaman, karna terlalu besar tagihannya dan sangat merugikan pihak sipeminjam, maka dalam pinjaman di koperasi syari’ah hanya dikenakan Ujroh (jasa) yang dimana itu yang telah disepakati oleh keduabelah pihak anatara si peminjam dan yang dipinjam tanpa unsuk paksaan sama sekali. Begitupun dengan sistem dagang di dalam syari’ah yaitu tidak diperbolehkannya dalam unsuk kebohongan atau kecurangan, seperti menjual jeruk asem tapi dikatakan manis, dan tidak boleh menjual yang tidak halal dan mengandung untuk Mudhorot (celaka) seperti menjual minuman keras, narkoba dan lain sebagainya.
mengkreditkan barang-barangnya, melainkan menjual secara tunai maka transaksi jual beli atau yang dikenal dengan Murabahah terjadi pada koperasi syari’ah, sehingga di Indonesia membuat koperasi yang bersistem syari’ah. Di dalam pengelolaan koperasi sistem syari’ah adalah suatu konsepan perekonomian yang berdasarkan pada hukum Islam dimana semua sistem perekonomiannya sesuai dengan apa yang ada dalam Al-Quran dan Hadits yang sebagai pedoman umat Islam.
Ekonomi Islam didefinisikan oleh Nejatullah Siddiqi, ekonomi Islam adalah jawaban dari pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan ekonomi pada jamannya. Dalam upaya ini mereka dibantu oleh Al-Quran dan sunnah Nabi, akal pikiran dan pengalaman.
M. Abdul Manan, mendefinisikan ekonomi Islam sebagai upaya untuk mengoptimalkan nilai Islam dalam kehidupan ekonomi misalnya. Ia mengatakan bahwa ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami dengan nilai-nilai Islam. Definisi yang diberikan oleh manan ialah lebih menekankan pada usaha dalam mempelajari masalah masyarakat Islam dalam memenuhi kebutuhannya. Ia menyatakan:
“Ekonomi Islam dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari prilaku muslim (orang yang beriman) dalam suatu masyarakat Islam yang mengikuti Al-Quran, Hadits Nabi, Ijma, dan Qiyas.”
Dari pendapat para ulama di atas dapat di simpulkan bahwa ekonomi Islam sangat penting sekali dalam mengelola perekonomian karena ekonomi Islam bersumber dari sariat Islam yang aturannya sesuai dengan Al-Quran dan hadist yang tidak diragukan lagi kebenarannya karena di dalam Al-Quran menjabarkan bentuk-bentuk dan hukum-hukum masalah
perekonomian .
Dari para pendapat pemikir Islam dan ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa koperasi yang berasas kekeluargaan dan bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya serta dengan sistem yang berdasarkan Islami maka koperasi pasti akan makmur dan sejahtera.
Begitupun harapan koperasi mahasiswa al-hikmah yang dipaparkan oleh direkturnya. Ia berharap kegiatan koperasi dapat berjalan sesuai dengan tujuan koperasi dan syari’ah Islam namun masih ada kekurangan di dalam pengelolaan koperasi karena kurangnya dedikasi pengurus sehingga kegiatan sering terhambat.
G. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan skripsi ini, sistematika penulisannya adalah
Bab I : Pendahuluan, pada bagian ini berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, pembatasan masalah, manfaat penelitian, kerangka pemikiran, dan sistematika penulisan.
Bab II : Kajian Pustaka pada bagian ini meliputi, Pengertian Koperasi, Pengertian
Kesejahteraan, Pengertian Anggota Koperasi, Koperasi dalam Perspektif Islam, Kesejahteraan dalam Pandangan Islam, dan Uji Hipotesis.
Bab III : Metodologi Penelitian pada bab ini meliputi : Jenis Metode Penelitian, Waktu dan Tempa Penelitian, Populasi dan Sample, Teknik Pengumpulan Data, Teknik Analisis Data, dan Operasional Variabel Penelitian,
Bab IV : Pembahasan Hasil Penelitian, pada bab ini meliputi : Gambaran Umum Obyek Penelitian, dan Hasil Penelitian
Baba V : Penutup, meliputi kesimpulan dan saran-saran
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Koperasi 1. Koperasi
operatore. Co dapat diartikan bersama-sama sedangkan operate dapat diartikan sebagai menjalankan. Setelah digabungkan. Cooperate berarti menjalankan secara bersama-sama. Dalam bahasa koperasi Indonesia koperasi diartikan sebagai badan usaha yang
beranggotakan sekelompok orang atau badan hukum yang menjalankan usaha bersama secara kekeluargaan guna mensejahterakan seluruh anggotanya. Kata “Koperasi” secara resmi digunakan dalam undang-undang koperasi No 79 tahun 1958. Kemudian, UU tersebut diperbaharui menjadi Undang-undang No 12 tahun 1967 dan diubah lagi menjadi UU No 25 tahun 1992.
Landasan kerja setip koperasi yang adil di suatu Negara tentu saja berbeda-beda. Hal ini terjadi karena setiap Negara menyesuaikan landasan koperasi yang dimilikinya dengan keadaan sosial, politik, ekonomi dan budaya.
Meskipun berbeda-beda, setiap koperasi di dunia memiliki landasan pokok yang disebut sebagai Lima Dasar Pokok. Lima dasar pokok ini dipergunakan sejak berdirinya koperasi pertama di Rochdale pada tahun 1844 lima dasar pokok tersebut adalah sebagai berikut: a) Koperasi dikemudikan oleh anggotanya sendiri.
b) Tiap anggota mempunyai hak suara yang sama. c) Tiap orang dapat diterima menjadi anggota.
d) Keuntungan dibagi antara anggota menurut jasa mereka dalam memajukan koperasi. e) Satu bagian tertentu dari keuntungan diperuntukan bagi pendidikan.
2. Undang-Undang Koperasi 1) Alasan Yuridis
Alasan yuridis adalah alasan yang berpangkal pada dasar hukum yang menjamin mereka untuk dapat mendirikan usaha bersama dalam bentuk koperasi, beberapa undang-undang dasar dan Pasal tentang koperasi
a) Undang-undang dasar 1945 Pasal 33 ayat (1)
Undang-undang dasar merupakan pedoman pokok hidup kita semua bangsa yang bernegara. Di dalamnya ditemukan pedoman-pedoman pokok dalam menjalankan pemerintahan. Salah satu pedoman pokok dalam bidang ekonoi adalah Pasal 33 ayat (1) beserta penjelasannya yang memberikan dasar hukum pertama untuk koperasi, yang berbunyi:
Pasal 33 ayat (1) “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”
Dalam Pasal 33, tercantum dasar demokrasi ekonomi bahwa produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, dan di bawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat yang diutamakan, bukan kemakmuran perorangan. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. b) Pasal 33 ayat (4)
“Perekonomian naisonal diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
c) Undang-undang RI No. 25/1992
Undang-undang ini memberikan ruang gerak dan kesempatan usaha yang luas yang
menyangkut kepentingan kehidupan perekonomian rakyat. Peraturan perundang-undangan yang ada belum sepenuhnya menampung hal yang diperlukan untuk menunjang
terlaksananya koperasi, baik sebagai bandan usaha maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat. Untuk menyelesaikannya dengan perkembangan lingkungan yang dinamis perlu adanya landasan hukum baru yang mampu mendorong koperasi agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih kuat dan mandiri. Untuk menghadapi perkembangan lingkungan yang dinamis itu, dikeluarkan UU No. 25/1992 tentang perkoperasian. Pembangunan
untuk mendorong agar koperasi menjalankan kegiatan usahanya dan berperan untuk dalam kehidupan ekonomi rakyat.
3. Bentuk dan Jenis Layanan Koperasi a. Koperasi menurut tingkatan
Dilihat dari tingkatannya, koperasi dibagi menjadi koperasi primer dan koperasi sekunder. Koperasi primer, yaitu koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-orang. Sebagai syarat mendirikan koperasi primer diperlukan anggota paling sedikit 20 orang.
Koperasi sekunder, yaitu koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi primer. Untuk mendirikan koperasi sekunder minimal merupakan gabungan tiga koperasi primer yang sejenis. Koperasi sekunder dapat berbentuk pusat koperasi, gabungan koperasi, dan induk koperasi.
b. Koperasi Menurut Sifat Usaha
Koperasi dilihat dari usahannya, koperasi dibedakan atas koperasi konsumsi, koperasi simpan pinjam (kredit), dan koperasi produksi.
1) Koperasi konsumsi
Koperasi konsumsi adalah koperasi yang usahanya ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari para anggotanya, seperti beras, gula, susu, kopi, the, daging, ikan, minyak sayur, sayur-sayuran, buah-buahan, minyak tanah, sabun, deterjen, pakaian, dan sandal. Koperasi konsumsi biasanya membeli bermacam ragam barang-barang kebutuhan sehari-hari tersebut dari agen atau produsen dalam jumblah banyak, dan menjualnya pada anggota dengan harga terjangkau.
Dalam aktifitasnya, koperasi konsumen Indonesia menggunakan beberapa prinsip. Prinsip-prinsip tersebut di antaranya adalah: setiap penjualan harus dilakukan dengan tunai.
Pembeli tidak boleh membeli secara kredit atau mengangsur. Mutu barang yang dijual harus terjamin. Maksudnya, paling tidak barang yang dijual dalam koperasi konsumsi sama
mutunya dengan barang yang berkualitas di pasar. Prinsip penting lainnya adalah masalah kejujuran, yaitu ukuran dan timbangan barang yang dijual harus dapat dipercaya. Tidak boleh dipaksakan. Anggota yang lebih banyak membeli dari koperasi, mendapatkan bagian laba yang lebih besar pula. Selain menjual kepada anggota, koperasi juga boleh menjual kepada masyarakat lain yang bukan anggota.
2) Koperasi Simpan Pinjam (Kredit)
Koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit adalah koperasi yang bergerak dengan urusan penyimpanan dan peminjaman uang. Simpanan diterima dari anggota dalam bentuk
simpanan berikut.
a) Simpanan pokok wajib,yaitu : simpanan yang disetor sekali pada saat mendaftar sebagai anggota koperasi. Simpanan ini dapat ditarik kembali, kecuali kalau keluar dari keanggotaan koperasi maka orang tersebut disebut diputihkan atau di berhentikan sebagai anggota. b) Simpanan wajib, yaitu : simpanan yang disetor secara teratur dalam jumlah yang sudah ditetapkan. Simpanan wajib hanya boleh diambil setelah jangka waktu tertentu.
c) Simpanan sukarela, yaitu : simpanan yang tidak ditetapkan jumlah dan waktu pembayarannya. Simpanan sukarela dapat diambil sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Uang yang dikumpulkan dari simpanan diatas, bias dipinjamkan kepada anggota dengan syarat-syarat yang mudah dan biaya bunga yang ringan.
3) Koperasi Produksi
Koperasi Produksi adalah koperasi yang usahanya ditujukan untuk menghasilkan sejenis barang secara bersama-sama. Anggota koperasi produksi adalah produksi-produksi kecil yang menghasilkan barang-barang sejenis. Yang termasuk dalam koperasi produksi ini antara lain sebagai berikut.
a) Koperasi Pertanian, yaitu koperasi yang bergerak dalam bidang pertanian. Usaha-usaha pertanian antara lain menyediakan sarana produksi (bibit, pupuk, obat hama, obat tanaman dan obat penyubur tanaman yang lainnya) dan alat- alat pertanian (cangkul, sabit, bajak, traktor tangan dan alat-alat lainnya yang menunjang terhadap pertanian).
b) Koperasi Peternakan, yaitu koperasi produksi yang bergerak dalam usaha peternakan, seperti peternakan sapi, kerbau, kambing, ayam, dan itik.
seperti perkebunan karet, kelapa, kelapa sawit, cengkeh, dan coklat.
d) Koperasi Perikanan, yaitu koperasi yang bergerak dalam lapangan usaha perikanan. e) Koperasi Industri dan Kerajinan, yaitu koperasi yang bergerak dalam lapangan usaha industri dan kerajinan, seperti industri mebel, tekstil, batik, ukiran, anyaman, dan lain sebagainya.
4) Koperasi Pemasaran
Koperasi pemasaran adalah koperasi yang kegiatan utamanya melaksanakan pemasaran dari barang-barang yang dihasilkan oleh anggota. Semua koperasi produksi diatas bias disebut koperasi pemasaran bila koperasi produksi tersebut juga ikut memasarkan barang-barang yang dihasilkan oleh para anggota.
5) Koperasi Jasa
Koperasi jasa adalah suatu betuk usaha perkoperasi yang fungsi dan kegiatannya memberikan pelayanan jasa kepada anggota-anggotanya. Sedangkan contoh-contoh koperasi jasa di antaranya adalah sebagai berikut :
a) Koperasi jasa angkutan, yaitu koperasi yang bergerak dalam jasa angkutan, baik angkutan barangmaupun penumpangan. Misalnya koperasi taksi dan koperasi angkutan Jakarta (kopaja).
b) Koperasi jasa perumahan, yaitu koperasi yang bergerak dalam usaha pernjualan atau penyewaan rumah bagi para anggota dengan cara dan biaya yang lebih mudah dan terjangkau.
c) Koperasi jasa listrik, yaitu koperasi yang bergerak dalam usaha pelayanan pembayaran listrik bagi anggotanya. Dengan membayar listrik dikoperasi,mereka tidak perlu berdesakan membayar ke PLN. Selain itu di daerah-daerah yang belum dimasuki PLN, koperasi jasa listrik juga bias membeli pembangkit listrik sendiri dengan membagi-bagikan daya listrik kerumah-rumah anggota dengan biaya ringan.
d) Koperasi jasa asuransi, yaitu koperasi yang bergerak dalam asuransi, mencakup antara lain asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi kebakaran, dan asuransi beasiswa. 6) Koperasi serba usaha
Sesuai namanya koperasi serba usaha adalah koperasi yang bergerak dalam bidang atau lapangan usaha, seperti usaha konsumsi, simpan pinjam, produksi, pemasaran, maupun jasa. Salah satu koperasi bentuk serba usaha adalah Koperasi Unit Desa (KUD) dan Koperasi Mahasis. Kalau KUD khusus didirikan memenuhi berbagai kebutuhan rakyat desa yang pada umumnya bekerja sebagai petani atau industri di pedesaan. Sedangkan Koperasi Mahasiswa adalah khusus didirikan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan sebagai pembelajaran untuk berwira usaha kepada mahasiswa yang ingin menjadi anggota dan menjadi pengurus. Dalam undang-undang no 25 tahun1992 disebutkan bahwa “koperasi adalah usaha yang memperanggotakan orang atau badan hukum dengan melandaskan kegiatannya pada prinsip kopersi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.” Perkoperasian adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan koperasi.
Koperasi yang ada di Indonesia, adalah koperasi yang berbentuk konvensional pada
umumnya yang memprioritaskan kesejahteraan anggota yang dimana dalam pelaksanannya masih menggunakan pinjaman yang meminta imbalan yang tidak sesuai, maka dalam Islam dibutuhkan pengoprasian usaha yang berbentuk sesuai dengan syariat Islam. Secara
Histories pada jaman penjajahan belanda model koperasi yang berbasis nilai Islam di Indonesia telah diprakasai oleh paguyuban dagang yang dikenal dengan Sarikat Dagang Islam (SDI) oleh H. Saman Hudi di Solo Jawatengah yang menghimpun para anggotanya dari para pedagang batik yang beragama Islam setelah itu kelahiran koperasi syari’ah di
Indonesia dilandasi oleh keputeusan mentri (KepMen) koperasi dan UKM Republik Indonesia nomor 91/Kep/M.KUKM/IX/2004, tanggal 10 september 2004 tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan usaha.
B. Pengertian Kesejahteraan
Kesejahteraan adalah salah satu aspek yang cukup penting untuk menjaga dan membina terjadinya stabilitas sosial dan ekonomi.kondisi tersebut juga diperlukan untuk
pertumbuhan ekonpomi masyarakat memerlukan kebijakan ekonomi atau peranan pemerintah dalam mengatur perekonomian sebagai upaya menjaga stabilitas perekonomian.
1). Teori Kesejahteraan sosial dan ekonomi
Ekonomi Italia, Vilveredo Pareto, telah menspesifikasikan suatu kondisi atau syarat terciptanya alokasi sumberdaya secara efisien atau optimal, yang kemudian terkenal dengan istilah syarat atau kondisi pareto (Pareto Condition). Kondisi pareto adalah suatu alokasi barang sedemikian rupa, sehingga bila dibandingkan dengan alokasi lainnya, alokasi tersebut takan merugikan pihak manapun dan salah satu pihak pasti diuntungkan. Atas kondisi pareto juga bisa didefinisikan sebagai suatu situasi dimana sebagian atau semua pihak individu takan mungkin lagi diuntungkan oleh pertukaran sukarela.
Berdasarkan kondisi pareto inilah, kesejahteraan sosial (sosial welfare) diartikan sebagai kelanjutan pemikiran yang lebih utama dari konsep-konsep tentang kemakmuran (walfare economics), (Swasono, 2005:2). Boulding dalam Swasono mengatakan bahwa “ pendekatan yang memperkukuh konsepsi yang telah dikenal sebagai sosial optimum yaitu paretion optimum (optimalitas ala Pareto dan Edeworth), dimana efesiensi ekonomi mencapai sosial optimum bila tidak seorangpun bisa lagi menjadi lebih beruntung.
Teori kesejahteraan secara umum dapat diklasifikasi menjadi tiga macam, yaitu classical utilitarian, neoclassical welfare theory dan new contractarian approach (Albert dan Hahnel dalam Darussalam 2005:77). Pendekatan classical utillatarial menekankan bahwa
kesenangan (pleasur) atau kepuasan (utility) seseoarang dapat diukur dan bertambah. Berdasarkan pada beberapa pandangan diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat
kesejahteraan seseorang dapat terkait dengan tingkat kepuasan (utility) dan kesenangan (pleasure) yang dapat diraih dalam kehidupannya guna mencapai tingkat kesejahteraannya yang diinginkan. Maka dibutuhkan suatu prilaku yang dapat memaksimalkan tingkat
kepuasa sesuai dengan sumberdaya yang tersedia.
Kesejahteraan hidup seseorang dalam realitanya, memiliki banyak indicator keberhasilan yang dapat diukur. Dalam hal ini Thomas dkk. (2005:15) menyampaikan bahwa
kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah dapat di representasikan dari tingkat hidup masyarakat ditandai oleh terentaskannya kemiskinan, tingkat kesehatan yang lebih baik, perolehan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan peningkatan produktivitas masyarakat. Kesemuanya itu merupakan cerminan dari peningkatan tingkat pendapatan masyarakat golongan menengah kebawah.
Todaro secara lebih spesifik mengemukakan bahwa fungsi kesejahteraan W (walfare) dengan persamaan sebagai berikut :
W=W(Y,I,P)
Dimna Y adalah pendapatan perkaital I adalah ketimpangan, dan P adalah kemiskinan absolute. Ketiga fariabel ini mempunyai signifikan yang berbeda-beda, dan selayaknya harus dipertimbangkan secara menyeluruh untuk menilai kesejahteraan di Negara-negara
berkembang.
Berkaitan dengan fungsi persamaan kesejahteraan diatas, diasumsikan bahwa kesejahteraan sosial berhubungan positif dengan pendapatan perkapital, namun berhubungan negative dengan kemiskinan.
C. Pengertian Anggota Koperasi 1. Keanggotaan Koperasi
Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus sebagai pengguna jasa koperasi. Maju mundurnya koperasi berasal dari anggota, untuk anggota. Koperasi dapat berkembang baik bilamana anggota dan pengurus merasa berkepentingan terhadap kemajuan koperasi. Syarat-syarat sebagai anggota koperasi:
1) Warga negara Indonesia
2) Mampu melakukan tindakan hukum
3) Bersedia mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga 4) Bersedia mematuhi aturan-aturan yang berlaku
6) Tidak ada paksaan dari pihak lain
Keanggotaan koperasi dapat Berakhir apabila : a) Meninggal dunia
b) Bertentangan dengan tujuan koperasi c) Mengundurkan diri
d) Selalu merugikan koperasi
e) Diberhentikan oleh pengurus karena melanggar peraturan yang berlaku. Kewajiban anggota:
a) Mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga b) Berpartisipasi dalam kegiata usaha koperasi
c) Membayar simpanan pokok dan simpanan wajib
d) Memelihara dan mengembangkan kebersamaan atas asas kekeluargaan
e) Mematuhi dan melaksanakan keputusan rapat anggota maupun rapat pengurus. Hak anggota:
a) Menghadiri, menyatakan pendapat memberi suara dalam RAT b) Memilih dan dipilih menjadi pengurus maupun pengawas c) Mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus
d) Memanfaatkan koperasi dan pelayanan yang sama antara sesama anggota e) Mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi sesuai anggaran dasar. 2. Pemahaman Anggota Koperasi Al-Hikmah Terhadap Usaha Model Koperasi
Anggota adalah salah satu penggerak dari sektor usaha model koperasi dimana anggota sangat diberdayakan sekali demi kelangsungan koperasi dibidang usaha dan simpan pinjam. Dalam koperasi, anggota memahami koperasi sebagai wadah atau tempat untuk
mengembangkan potensi jiwa interprenership dan belajar berwirausaha. Selain itu anggota koperasi harus mengetahui peraturan-peraturan koperasi yang telah tercantum dalam AD/ART, yang dimna di dalamnya membahas masalah kegiatan inti koperasi apakah berbentuk simpan pinjam atau berbebtuk yang lainnya dan sistem yang lainnya.
Anggota juga mengetahui adanya koperasi yang sistem konvensional dan syari’ah. Adapun perbedaan koperasi berbentuk konvensional dan syari’ah, dikarenakan kebanyakan koperasi yang ada di indonesia adalah berbentuk konvensional. Maka mereka beranggapan koperasi konvensional dan syari’ah pada dasarnya sama hanya dalam syari’ah ada yang
membedakan sedikit di antaranya diharamkan adanya riba, sedangkan syari’ah menggunakan sistem bagi hasil dan adanya pengumpulan zakat.
Selain itu juga anggota harus mengetahui macam-macam koperasi di antaranya ada koperasi :
a. koperasi simpan pinjam b. koperasi konsumsi c. koperasi produksi d. koperasi jasa e. koperasi karyawan f. koperasi mahasiswa
yang dimana beberapa macam koperasi tersebut mempunyai pungsinya masing masing, sehingga mereka lebih paham dalam memilih koperasi dan bisa menjalankannya dengan semaksimal mungkin.
Setiap anggota pula harus paham terhadap kinerja dan prinsip koperasi dimna koperasi lebih mengutamakan pelayanan guna kesejahteraan para anggotanya supaya lebih sejahtera dan makmur.
D. Koperasi dalam Perspektif Ekonomi Islam 1. Pengertian Ekonomi
kelangkaan sumber daya, maka yang terjadi kesalahan dan kerancuan tatanan kehidupan. Allah menciptakan sumber daya sudah sesuai ukurannya. Firman Allah dalam QS. Al-Qomar 49
} ررددقدبب ههاندققلدخد ءرىق شد لل كه انلإب
49 {
“sesungguhnya telah Kami ciptakan segala sesuatu dalam ukuran yang setepat-tepatnya” (QS. Al-Qomar 49)
Allah menciptakan segala yang ada di muka bumi, baik dari penciptaan makhluk dan kebutuhan yang digunakan oleh makhluknya sudah sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan makhluk-makhluknya. Adapun terjadi kelangkaan merupakan akibat dari tindakan manusia yang serakah, Eksploitasi tanpa batas dan tidak menggunakan sumber daya sebagai mana mestinya.
Ekonomi yang berasal dari bahasa Yunani dari asal kata eicos yang berarti rumah dan nomos yang berarti aturan. Dari dua kata tersebut maka ekonomi memiliki makna sebagai aturan-aturan yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan dalam rumah tangga. Dengan demikian, ekonomi merupakan suatu bagian dari agama. Sebab dalam pencapaian kehidupan yang sejahtera dibutuhkan usaha-usaha atau prilaku-prilaku manusia yang sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dalam mencapai suatu kebutuhan. Jika nilai-nilai ini di
singkirkan maka yang akan terjadi adalah ketidakseimbangan, dan ketidakseimbangan inilah yang akan mengakibatkan kerusakan di muka bumi. Nilai-nilai tersebut diajarkan Allah melalui fitrah manusia, dalam kitab suci, melalui para rosul dan nabinya sehingga terbentuk dalam ajaran dalam agama. Dalam pencapaian kehidupan yang sejahtera, jika terbebas dari nilai ketuhanan, maka akan menimbulkan ketidak beraturan alias ketidak seimbangan. 2. Konsep Dasar Ekonomi Islam
Islam memandang bahwa hidup manusia di dunia ini hanyalah sebagian kecil dari perjalanan kehidupan manusia, karena setelah kehidupan di dunia ini masih ada lagi kehidupan akhirat yang kekal abadi. Namun demikian, nasib seseorang diakhirat nanti sangat bergantung pada apa yang dikerjakannya di dunia, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Al-dunya mazra’at al-akhirat (dunia adalah ladang akhirat). Disinilah letaknya peran Islam sebagai pedoman dan petunjuk hidup manusia di dunia. Islam memberikan petunjuk mengenai bagaimana caranya menjalani kehidupan dengan benar agar manusia dapat mencapai kebahagiaan yang didambakannya itu, baik di dunia maupun di akhirat.
Islam adalah suatu cara hidup, way of life, yang membimbing seluruh aspek hidup manusia, yakni mengatur hubungan antara:
1. Manusia – Allah 2. Manusia – manusia 3. Manusia – alam semesta
Agama Islam memiliki tiga aspek utama, yakni aspek aqidah, aspek syari’ah dan aspek akhlak. Bila cakupan ajaran Islam ini digambarkan dalam skema, maka akan tampak sebagai berikut:
Aqidah disebut iman, sedangkan syari’ah adalah Islam, dan akhlak disebut juga ihsan. 1. Aqidah
Komponen ajaran Islam yang mengatur tentang keyakinan atas keberadaan dan kekuasaan Allah sehingga harus menjadi keimanan seorang muslim manakala melakukan berbagai aktivitas di muka bumi semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah sebagai khalifah yang mendapat amanah dari Allah. Aqidah merupakan inti dari segala tindakan manusia. Jika dalam diri manusia menguasai aqidah yang sesuai dengan ajaran Islam yang benar, maka tindakan serta perbuatannya dipastikan tidak akan menyimpang dari syari’ah. 2. Syari’ah
hubungan antara manusia dengan Allah seperti sholat, haji, toharoh dan sebagainya.
Syari’ah juga mengajarkan hubungan antara manusia dengan sesamanya, seperti shodaqoh, jual beli, berpolitik dan sebagainya dan juga syari’ah juga mengatur antara manusia dengan lingkungannya seperti menjaga kebersihan, penghijauan, pelestarian alam dan sebagainya. 3. Akhlak
Landasan perilaku dan kepribadian akan mencirikan dirinya sebagai seorang muslim yang taat. Hadis nabi menyatakan :
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (H.R. Turmudzi).
Akhlak yang baik akan melakukan syari’ah dan menuju aqidah yang menjadi pedoman hidup. Akhlak merupakan pijakan pertama dalam mencapai aqidah yang sempurna. Misi Rosulullah di dunia tidak terlepas dari memperbaiki akhlak manusia. Sebagaimana hadis nabi yang menyatakan:
“Bahwasanya aku diutus (ke dunia) ini untuk menyempurnakan keluhuran akhlak (budi pekerti).” (H.R. Bukhari, al-hakim dan Baihaki).
Akhlak menjadi tolak ukur manusia. Jika akhlaknya baik maka secara tidak langsung syari’ahnya baik. Jika syari’ahnya baik maka aqidahnya pun pasti baik. akhlak merupakan aplikasi tindakan dari aqidah dan syari’ah. Tiga hal inilah penting dalam menjalankan perekonomian Islam. Hal inilah Islam membuktikan bahwa Islam bukan hanya mengajarkan sholat, bersuci, membaca quran semata melainkan setiap lini kehidupan manusia tidak terlepas dari aturan yang sudah digariskan. Hal ini perlu diketahui dan dilaksanakan. Jika Islam hanya untuk diketahui, maka tidak akan merubah kondisi umat dan bumi. Tetapi jika manusia sadar dan bisa menjalankan ajaran Islam dengan kaffah, maka menjadi realisasi nyata yang menjadi impian setiap manusia.
Islam adalah suatu pandangan/cara hidup yang mengatur semua sisi kehidupan manusia, maka tidak ada satupun aspek kehidupan manusia yang terlepas dari ajaran Islam,
termasuk aspek ekonomi. Cukup banyak tuntunan Islam yang mengatur tentang kehidupan ekonomi umat yang antara lain secara garis besar adalah sebagai berikut :
Pertama: Islam menempatkan fungsi uang semata-mata sebagai alat tukar dan bukan sebagai komoditi, sehingga tidak layak untuk diperdagangkan apalagi mengandung unsur ketidakpastian atau spekulasi (gharar) sehingga yang ada
adalah bukan harga uang. Apalagi jika dikaitkan dengan berlalunya waktu tetapi nilai uang untuk menukar dengan barang. tidak memperkenankan berbagai bentuk kegiatan yang mengandung unsur spekulasi dan perjudian termasuk di dalamnya aktivitas ekonomi yang diyakini akan mendatangkan kerugian bagi masyarakat.
Harta harus berputar (diniagakan) sehingga tidak boleh hanya berpusat pada segelintir orang dan Allah sangat tidak menyukai orang yang menimbun harta sehingga tidak
produktif dan oleh karenanya bagi mereka yang mempunyai harta yang tidak produktif akan dikenakan zakat yang lebih besar dibanding jika diproduktifkan. Hal ini juga dilandasi ajaran yang menyatakan bahwa kedudukan manusia dibumi sebagai khalifah yang menerima amanah dari Allah sebagai pemilik mutlak segala yang terkandung di dalam bumi dan tugas manusia untuk menjadikannya sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan manusia. Kedua: riba dalam segala bentuknya dilarang bahkan dalam ayat Al-Quran tentang
pelarangan riba yang terakhir yaitu surat Al Baqarah ayat 278-279 secara tegas dinyatakan sebagai berikut:
•
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman..
dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.(Al-baqarah: 278-279).
Larangan riba juga terdapat dalam ajaran kristen baik perjanjian lama maupun perjanjian baru. Hampir setiap ajaran agama memusuhi dan melarang riba. Riba pada intinya pemberi pinjaman menghendaki imbalan dari uang yang dipinjamkan. Jika uang yang dipinjamkan tersebut tidak dapat dikembalikan pada waktu yang disepakati, maka bunga akan semakin tumbuh dan berkembang pemberian pinjaman. Meskipun masih ada sementara pendapat khususnya di Indonesia yang masih meragukan apakah bunga bank termasuk riba atau bukan, maka sesungguhnya telah menjadi kesepakatan ulama, ahli fikih dan Islami banker dikalangan dunia Islam yang menyatakan bahwa bunga bank adalah riba dan riba
diharamkan.
3. Ruang Lingkup Ekonomi Islam
Ekonomi Islam sebenarnya telah muncul sejak Islam itu dilahirkan. Ekonomi Islam lahir bukanlah sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri melainkan bagian integral dari agama Islam. Sebagai ajaran hidup yang lengkap, Islam memberikan petunjuk terhadap semua aktivitas manusia, termasuk ekonomi. Sejak abad ke-80 telah muncul pemikiran-pemikiran ekonomi Islam secara parsial, misalnya peran Negara dalam ekonomi, kaidah berdagang, mekanisme pasar, dan lain-lain. Tetapi pemikiran secara komperhensif terhadap sistem ekonomi Islam sesungguhnya baru muncul pada pertengahan abad ke 20 dan semakin marak saja dua desawarsa terakhir.
Berbagai ahli ekonomi muslim memberikan definisi ekonomi Islam yang berfariasi, tetapi pada dasarnya mengandung makna yang sama. Pada intinya ekonomi Islam adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang berupaya untuk memandang, menganalisis, dan akhirnya menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara-cara yang Islam. yang dimaksudkan dengan cara-cara Islam disini adalah cara-cara yang didasarkan atas ajaran Islam dan sesuai dengan syariat Islam, yaitu Al-Quran, Hadis, dan Sunnah Nabi. Dengan pengertian seperti ini maka istilah-istilah tersebut yang juga sering digunakan adalah istilah ekonomi Islam.
Dalam pandangan Islam, ilmu pengetahuan adalah suatu cara yang sistematis untuk memecahkan masalah kehidupan manusia yang mendasarkan segala aspek tujuan (ontologism), metode penurunan kebenaran ilmiah (epistemologis), dan nilai-nilai yang terkandung pada ajaran Islam. Secara singkat, ekonomi Islam dimaksudkan untuk
mempelajari upaya manusia untuk mencapai falah dengan sumberdaya yang ada melalui mekanisme pertukaran. Penurunan kebenaran atau hukum dalam ekonomi Islam didasarkan pada kebenaran deduktif wahyu ilahi (ayat qauliyah) yang didukung oleh kebenaran induktif empiris (ayat kauniyah). Ekonomi Islam juga terikat oleh nilai-nilai yang diturunkan dari ajaran Islam itu sendiri.
Beberapa ekonomi memberikan penegasan bahwa ruang lingkup dari ekonomi Islam adalah masyarakat Muslim atau Muslim sendiri. Artinya, Ia mempelajari perilaku ekonomi dari masyarakat atau Negara Muslim di mana niai-niali ajaran Islam dapat diterapkan. Namun, pendapat lain tidak memberikan pembatasan seperti ini, melainkan lebih kepada penekanan terhadap perspektif Islam tentang masalah ekonomi pada umumnya. Dengan kata lain, titik tekan ilmu ekonomi Islam adalah pada bagian Islam memberikan pandangan dan solusi atas berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi umat manusia secara umum. Untuk memberikan ekonomi Islam dari beberapa ekonomi muslim terkemuka saat ini.
a. Ekonomi Islam merupakan ilmu ekonomi yang diturunkan dari ajaran al-quran dan
dalam menafsirkan al-quran dan sunnah. Beberapa ekonomi muslim yang cenderung menggunakan definisi dan pendekatan ini adalah Hazanuzzaman (1984) dan Metwally (1995).
b. Ekonomi Islam merupakan implementasi sistem etika Islam dalam kegiatan ekonomi yang ditujukan untuk pengembanganmoral masyarakat. Dalam hal ini, ekonomi Islam bukanlah sekedar memberikan justifikasi hujum terhadap fenomena ekonomi yang ada, namun lebih menekankan pada pentingnya spirit Islam dalam setiap aktivitas ekonomi. Beberapa
ekonomi muslim yang cenderung menggunakan definisi dan pendekatan ini adalah Mannan (1992), dan khan (1994).
c. Ekonomi Islam merupakan representasi prilaku ekonomi umat muslim untuk
melaksanakan ajaran Islam secara menyeluruh. Dalam hal ini, ekonomi Islam tidak lain merupakan penafsiran dan praktik ekonomi yang dilakukan oleh umat Islam yang tidak bebas dari kesalahan dan kelemahan. Analisis ekonomi setidaknya dilakukan dalam tiga aspek, yatu norma dan nilai-niali dasar Islam, batasan ekonomi dan status hukum, dan aplikasi serta analisis sejarah. Beberapa ekonomi muslim yang cenderung menggunakan definisi dan pendekatan ini adalahSiddiqi (1992) dan Naqvi (1994).
Definisi ekonomi Islam adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia untuk mengalokasikan dan mengelolah sumber daya untuk mencapai falah berdasarkan pada prinsip dan nilai-niali al-quran dan sunnah.
4. Pengertian syari’ah
Menurut istilah, syari’ah berarti peraturan atau undang-undang yang diturunkan oleh Allah untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, mengatur hubungan sesama manusia, dan mengatur hubungan manusia dengan alam semestanya. Syari’ah oleh para ahli hukum Islam, diartikan sebagai “seperangkat peraturan atau ketentuan dari Allah untuk manusia yang disampaikan melalui rasul-Nya.” Untuk memenuhi makna syari’ah diperlukan tiga hal mendasar, yaitu keimanan, moral dan fiqh serta kodifikasi hukum. Syari’ah
mengandung makna yang lebih luas daripada fiqh, dimana fiqh merupakan pemahaman terhadap aturan syari’ah secara praktis yang diturunkan dari bukti-bukti tertentu. Dalam fiqih, suatu perilaku dikategorikan menjadi legal atau ilegal, atau halal dan haram,
sedangkan dalam syari’ah terdapat lebih banyak kategori dalam menilai suatu perilaku. Oleh karena itu, dalam kegiatan ekonomi fiqh mutlak diperlukan sebagai patokan dalam menilai ataupun memprediksi suatu kegiatan ekonomi. Syari’ah Islam berfungsi untuk memberilkan informasi dan petunjuk bagaimana kehidupan yang Islami seharusnya diselenggarakan. Fiqh dipergunakan sebagai alat kontrol terhadap produk kehidupan agar tidak melanggar syari’ah Islam.
Tidak ada yang terbebas dari aturan merupakan sunnatullah. Kehidupan apapun, peraturan sangat diperlukan bagi berlangsunya kehidupan. Peraturan atau syari’ah merupakan sebagai sistem yang dapat mengontrol dan mengatur suatu kegiatan agar tidak terdapat
kesewenang-wenangan dan terjadi keseimbangan. 5. Koperasi Islam
Koperasi syari’ah merupakan koperasi yang berdasarkan pada prinsip syari’ah atau prinsip agama Islam. Pada prinsip ini melarang adanya sistem bunga ( riba ) yang memberatkan nasabah, maka koperasi syari’ah berdiri berdasarkan kemitraan pada semua aktivitas atas dasar kesetaraan dan keadilan.
a. Pembiayaan
koperasi syari’ah, bagi hasil adalah cara yang diambil untuk melayani para nasabahnya b. Aspek pengawasan
Aspek pengawasan yang diterapkan pada koperasi syari’ah adalah, selain diawasi pada pengawasan kinerjanya, tetapi juga pengawasan syari’ah. Prinsip-prinsip syari’ah sangat dijunjung tinggi, maka dari itu kejujuran para intern koperasi sangat diperhatikan pada pengawasan ini, bukan hanya pengurus, tetapi aliran dana serta pembagian hasil tidak luput dari pengawasan.
c. Penyaluran produk
pada koperasi syari’ah, uang / baramg yang dipinjamkan kepada para nasabahpun tidak dikenakan bunga, melainkan bagi hasil, artinya jika nasabah mengalami kerugian,
koperasipun mendapatkan pengurangan pengembalian uang, dan sebaliknya. Ini merupakan salah satu bagi hasil yang diterapkan pada koperasi syari’ah
d. Fungsi sebagai lembaga zakat
Pada koperasi syari’ah, zakat sangat dianjurkan bagi para nasabahnya, karena kopersai ini juga berfungsi sebagai institusi Ziswaf, yang dimana zakat nantinya akan dibagikan kepada fakir miskin dan delapan asnap yang telah disyariatkan dalam Islam .
E. Kesejahteraan dalam Pandangan Ekonomi Islam 1. Falah sebagai Tujuan Hidup
Falah berasal dari bahasa arab dari kata kerja aflaha-yuflihu yang berarti kesuksesan, kemuliaan atau kemenangan. Dalam pengertian literal, falah adalah kemuliaan dan kemenangan, yaitu kemuliaan dan kemenangan dalam hidup. Istilah falah menurut Islam diambil dari kata-kata Al-Quran, yang sering dimaknai keberuntungan jangka panjang, dunia dan akhirat, sehingga tidak hanya memandang aspek material namun justru lebih
ditekankan pada aspek spiritual. Dalam konteks dunia, falah merupakan konsep yang multi dimensi. Ia memiliki implikasi pada aspek prilaku individual/mikro maupun prilaku
kolektif/makro.
Untuk kehidupan dunia, falah mencakup tiga pengertian, yaitu, kelangsungan hidup, kebebasan berkeinginan, serta kekuatan dan kehormatan. Sehingga untuk kehidupan akhirat, falah mencakup pengertian kelangsungan hidup yang abadi, kesejahteraan abadi, kemuliaan abadi, dan pengetahuan abadi (bebeas dari segala kebodohan).
Table.1
Aspek mikro dan makro dalam falah Unsur Falah Aspek Mikro Aspek Makro Kelangsungan
Hidup • Kelangsungan hidup biologis: kesehatan, kebebasan keturunan dan sebagainya • Keseimbangan ekologi dan lingkungan
• Kelangsungan hidup ekonomi: kepemilikan factor produksi • Pengelolaan sumber daya alam
• Penyediaan kesempatan berusaha untuk semua penduduk
• Kelangsungan hidup sosial: persaudaraan dan harmoni hubungan sosial • Kebersamaan sosial, ketiadaan konflik antar kelompok
• Kelangsungan hidup politik: kebebasan dalam partisipasi politik • Jati diri dan kemandirian Kebebasan berkeinginan • Terbebas kemiskinan • Penyediaan kumber daya untuk seluruh penduduk
• Kemandirian hidup • Penyediaan sumberdaya untuk generasi yang akan dating Kekuatan dan harga diri • Harga diri • Kekuatan ekonomi dan kebebasan dari utang • Kemerdekaan, perlindungan terhadap hidup dan kehormatan • Kekuatan militer
Table 1 menunjukkan bahwa falah mencakup aspek yang lengkap dan menyeluruh bagi kehidupan manusia. Aspek ini secara pokok meliputi sepiritualitas dan moralitas, ekonomi, sosial dan budaya, serta politik. Misalnya, untuk memperoleh kelangsungan hidup, maka dalam aspek mikro manusia membutuhkan :
a) Pemenuhan kebutuhan biologis seperti kesehatan fisik atau bebas dari penyakit; b) Faktor ekonomis, misalnya memiliki sarana kehidupan;dan
c) Faktor sosial, misalnya adanya persaudaraan dan hubungan antarpersonal yang harmonis.
Dalam aspek makro, kesejahteraan menuntut adanya keseimbangan ekologi, lingkungan yang higienis, manajemen lingkungan hidup, dan kerjasama antar anggota masyarakat. Faktor-faktor ini baru akan lengkap jika manusia juga terbebas dari kemiskinan serta memiliki kekuatan dan kehormatan.
kuantitas dan kualitas yang lebih berharga dibandingkan dunia. Kehidupan dunia akan berakhir dengan kematian atau kemusnahan, sedangkah kehidupan akhirat bersifatabadi atau kekal. Karena itulah kehidupan akhirat akan diutamakan manusia dihadapkan pada kondisi harus memilih antara kebahagiaan akhirat dan kebahagiaan dunia. Meskipun demikian, falah mengandung makna kondisi maksimum dalam kebahagiaan di dunia dan akhirat.
F. Uji Hipotesis
Hipotesis adalah suatu jawaban yang memiliki sifat sementara terhadap penelitian yang dilakukan. Berdasarkan hipotesis penelitian serta operasionalisasi variabel penelitian, maka hipotesis yang diperoleh akan di uji dengan menggunakan pengujian statistic, yaitu analisis regresi sederhana dimana uji analisis statistic menggunakan program SPSS for Windows 16. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah pengaruh koperasi sebagai variabel
independen (variabel X) dan kesejahteraan anggota sebagai variabel (Y).
Setelah variabel-variabel penelitian dapat diketahui, maka peumusan H0 & H1 dapat ditulis sebagai berikut:
• H0 : Pendapatan koperasi ditolak atau tidak mempunyai signifikan hubungan dengan kesejahteraan anggota yang diperoleh dikoperasih mahasiswa al-hikmah.
• H1 : Pendapatan koperasi mempunyai signifikan hubungan dengan kesejahteraan anggota yang diperoleh dikoperasih mahasiswa al-hikmah.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Metode Penelitian
Jenis metode yang akan dijadikan sebagai bahan penelitian untuk mendapatkan data yaitu menggunakan jenis metode Kuantitatif, yaitu jenis metode dalam bentuk angka (numeric).
B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu
Diberlakukannya waktu penelitian adalah untuk mempermudah dan membatasi penelitian supaya bisa terfokus. Waktu penelitian yang diperkirakan 3 bulan. Penggunaan waktu ini dimulai dari penyusunan usulan penelitian sampai terlaksananya laporan penelitian ini, yakni pada bulan Juli 2011 sampai September 2011.
2. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di UKM Koprasi Al-Hikmah IAIN “SMH” Banten Jl. Raya Ahmad Yani KM 30 Ciceri Serang.
Pertimbangan yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian dilokasi tersebut adalah :
a. Koperasi Mahasiswa al-hikmah merupakan salah satu unit yang berbentuk usaha di dalam kampus IAIN “SMH” Banten yang bergerak di bidang pembiayaan, dan usaha.
b. Koperasi Mahasiswa al-hikmah bersedia dijadikan tempat penelitian dan juga bersedia untuk memberikan data secara lengkap yang diperlukan dalam penelitian ini.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Koperasi al-Hikmah. 2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel yang digunakan dalam pemilihan data menggunakan nonprobability sampling yaitu dengan menggunakan purposive sampling. Sampel diambil dari tahun 2008, 2009, dan 2010 (pertahun).
D. Teknik Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber primer maupun skunder dengan menggunakan teknik pengumpulan data field research (penelitian lapangan), yaitu penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan dengan mendatangi objek penelitian secara langsung.
Dalam studi lapangan ini penyusun langsung mendatangi lokasi tempat yang bersangkutan untuk memperoleh data yang akurat dari Koperasi Mahasiswa Al-Hikmah. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:
1) Teknik Wawancara
Yaitu dengan mengadakan tanya jawab langsung dengan pihak yang berkepentingan, untuk mengetahui pendapatan dan system bagi hasil yang digunakan koperasi al-hikmah. Data yang diminta dari perusahaan adalah sejarah berdirinya perusahaan, struktur organisasi, laporan keuangan, serta data lain yang berhubungan dengan judul objek penelitian. 2) Teknik Observasi
Merupakan teknik pengumpulan data, melalui pengamatan langsung mengenai pendapatan koperasi dan bagi hasilnya. Kemudian data tersebut dianlisis untuk kemudian dituangkan dalam uraian tertulis.
3) Teknik Dokumentasi
Adalah pengumpulan data yang akurat untuk dibukukan sebagai hasil yang telah diteliti.
E. Teknik Analisis Data
Teknik dalam menganalis data menggunakan data analisis terhadap pendapatan koperasi (SHU) dan kebutuhan anggota yang diperoleh dari laporan keuangan dan Koperasi al-Hikmah.
Untuk menganalisis pengaruh pendapatan koperasi al-hikmah terhadap kesejahteraan anggota dan untuk mengetahui signifikansi pendapatan koperasi dengan kesejahteraan anggota dilihat dari kebutuhan anggota pertahun, dengan menggunakan analisis data statistik. Data yang digunakan dalam analisis statistik adalah pendapatan koperasi sebagai variabel bebas dan sisa hasil usaha (SHU) yang diperoleh sebagai variabel terikat.
Metode statistik yang digunakan antara lain: 1) Analisis Regresi
Analisis regresi digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh hubungan pendapatn koperasi (SHU) dengan .
Persamaan regresi linier sederhana adalah
Dimana:
Y = kebutuhan anggota
a = Nilai kebutuhan anggota jika pendapatan koperasi tidak ada
b = Angka atau arah koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan variabel independen.
x = Pendapatan koperasi
untuk menghitung a dan b digunakan rumus sebagai berikut:
2) Analisis Koefisien Korelasi Linier Sederhana
terikat,biasanya dengan rumus rxy (hubungan antara variabel x dengan variabel y).
Besarnya nilai korelasi adalah -1 hingga +1. Nilai negative berarti hubungan korelasi antara variable dependen dan independen adalah negative, nilai positif artinya hubungan korelasi antara variable dependen dan independen adalah positif.
Penafsiran atas criteria yang digunakan dalam mengukur besar kecilnya korelasi, secara umum menurut Sugiyono (2005:214) adalah sebagai berikut:
Nilai Koefesien Korelasi Interpretasi Nilai Koefesien Korelasi 0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,22 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,00 Sangat Kuat
Untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan (derajat korelasi) antara kedua variabel tersebut, rumus koefesien korelasi dapat ditulis sebagai berikut:
Dimana :
n = Jumlah Data
X = Pendapatan Koperasi Y = Kesejahteraan anggota 3) Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan menguji apakah dalam sebuah model regresi, variable dependent, variable independent atau keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal
4) Penguji Validitas Koefesien Korelasi
Pengujian hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, dengan menggunakan analisis uji dua pihak analisis koefesien determinasi dan uji t.
1. Rumus analisis dua pihak koefesien determinasi adalah sebagai berikut:
Dimana :
Kd = Koefesien Determinan R = Koefesien Korelasi
2. Rumus analisis dua pihak uji t adalah sebagai berikut:
(1) Dengan asumsi yang digunakan adalah
(a) Tingkat signifikan 95% atau tingkat resiko ∞ 0.05 (b) Derajat kebebasan (degree of freedom) = n-2
(2) Dimana daerah penerimaan H1 dengan menggunakan distribusi t adalah: (a) H0 diterima, bila t hitung t table
5) Uji Autokorelasi
Bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Tentu saja model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi.
Namun demikian secara umum bisa diambil patokan: (a) Angka D- W di bawah -2 berarti ada autokorelasi positif
(b) Angka D- W di antara -2 sampai +2, berarti tidak ada autokorelasi (c) Angka D- W di atas +2 berarti ada autokorelasi negative.
F. Operasional Variabel Penelitian
digunakan dalam analisis. Adapun yang akan dianalisis adalah hubungan antara veriabel bebas dengan variabel terikat.
Variabel – varabel tersebut dapat didilihat dalam table berikut: Table 3.1
Operasional Variabel
No Konsep Variabel Indikator Skala Sumber
1 Pendapatan Koperasi (Variabel X) Variabel Independen • Sisa Hasil Usaha (SHU) Rasio Koperasi al-Hikmah
2 Kebutuhan Anggota (Variabel Y) Variabel Dependen • Kebutuhan anggota Rasio
Internet
BAB IV
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1) Profil Obyek Penelitian
Nama : Koperasi Mahasiswa al-Hikmah IAIN “SMH” Banten Alamat : Jl. Raya Ahmad Yani KM 30 Ciceri Serang
2) Sejarah Koperasi Mahasiswa al-Hikmah
Munculnya koperasi terutama disebabkan oleh usaha untuk mengatasi kesulitan orang-orang yang kemampuan ekonominya terbatas. Koperasi dilahirkan dalam suatu masyarakat yang dinamis atau senantiasa ingin maju mereka mempersatukan diri untuk menolong diri sendiri dan ikut mengembangkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Ide koperasi pertama timbul di Inggris yaitu antara lain oleh Pieter Corneliszoon Plock Boy dengan Self Supporting Colony, Jhon Beller yang disebut juga Queker Dengan Society Of Friends dan Robert Owen yang mendirikan koperasi konsumsi di rochdale sekaligus pelopor dari pendidikan buruh. Koperasi konsumsi rochdale didirikan tahun 1844. koperasi itu menjadi teladan bagi koperasi-koperasi konsumsi lainnya. Selanjutnya ide koperasi tersebut menjalar ke seluruh dunia, tidak terbatas pada koperasi konsumsi saja, tetapi juga koperasi-koperasi yang bergerak di bidang perkreditan maupun produksi.
Perkembangan koperasi hingga ke penjuru dunia dari ingris sampai ke Indonesia. Pada jaman penjajahan belanda, di Indonesia berdiri sebuah koperasi yang dipelopori oleh R. Aria Wiria Atmaja, seorang patih di purwokerto pada tahun 1896 . setelah itu tibulah koperasi-koperasi di Indonesia seperti koperasi-koperasi simpanpinjam, koperasi-koperasi karyawan, koperasi-koperasi petani dan sampai ke koperasi mahasiswa.
Koperasi Mahasiswa al-Hikmah,telah lahir sejak 1992. ide pendirian koperasi ini diprakarsai oleh Muchlis, Mutawalli dkk. Setelah mengikuti Diklat perkoperasian di Bandung.
Berbekal semangat dan idealisme yang tinggi,dan didorong oleh keinginan yang luhur supaya berkehidupan yang lebih maka pada Bulan Februari 1993 diselenggarakan rapat pembentukan secara Formal disaksikan oleh pejabat Depkopwil dan dekan Fakultas Syari’ah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Rapat tersebut menghasilkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), pengurus dan Pengawas serta penggunaan Nama Al-Hikmah Sebagai nama Koperasinya. 3) Status Koperasi Mahasiswa Al-Hikmah
Berkenaaan dengan badan hukum Departemen Koperasi No.10906/BH/KWK/10/1 pada 17 November 1993,maka sejak itu pulalah ditetapkan sebagai hari jadi KOPERASI Al-Hikmah. Kemudian, guna penyesuaian KOPERASI Al-Hikmah dengan UU No.2 tahun 1992 tentang perkoperasian, KOPERASI Al-Hikmah mengajukan Badan Hukum yang Baru
yakni No.10906/BH/PAD/KWK-10/VII/1999.
4) Tahap-Tahap Pengembangan Koperasi mahasiswa Al-Hikmah