PEMBELIAN DAN PENJUALAN
Pada kenyataannya orang memperoleh pendapatan dengan menjual hal-hal yang mereka miliki : barang-barang yang dihasilkannya, aset yang telah mereka kumpulkan, atau yang paling sering adalah tenaga kerja mereka sendiri.
1. Permintaan Bersih dan Kotor
Pada konsep ini dianggap bahwa konsumen memiliki endowment
(sumbangan/dukungan//sumber daya) dari dua barang, yang mana ditunjukkan dengan (
ω1 , ω2 ), yang menggambarkan berapa banyak dari dua barang yang konsumen miliki sebelum ia memasuki pasar. Misalkan bahwa seorang petani yang pergi ke pasar dengan ω1 unit wortel dan ω2 unit kentang. Petani mengamati harga yang tersedia di pasar dan memutuskan berapa banyak dia ingin membeli dan menjual dua barang tersebut.
Permintaan kotor barang adalah jumlah dari barang yang benar-benar konsumen ingin konsumsi : berapa banyak masing-masing barang yang ia bawa pulang dari pasar. Permintaan bersih suatu barang adalah perbedaan antara apa yang konsumen ingin konsumsi (permintaan kotor) dan sumbangan awal barang. Permintaan bersih suatu barang secara sederhana adalah jumlah yang dibeli atau dijual dari suatu barang.
Jika ( x1 , x2 ) adalah permintaan kotor, maka ( x1 - ω1 , x2 - ω2 ) adalah permintaan bersih. Apabila permintaan kotor positif, permintaan bersih mungkin positif atau negatif. Jika permintaan bersih untuk barang 1 negatif, itu berarti bahwa konsumen ingin mengkonsumsi lebih sedikit barang 1 dari yang ia miliki: yang mana ia ingin menawarkan barang 1 tersebut ke pasar. Sebuah permintaan bersih negatif secara sederhana adalah sejumlah nilai yang dijual.
2. Keterbatasan Anggaran
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempertimbangkan bentuk keterbatasan anggaran. Apa yang membatasi komsumsi akhir dari konsumen ? Yang Pasti adalah nilai bundel barang yang dia bawa pulang ke rumah harus sama dengan nilai bundel barang yang dia bawa ketika datang. Atau, secara aljabar :
p1x1 + p2x2 = p1ω1 + p2ω2 .
Garis anggaran dalam permintaan bersih :
p1 ( x1 - ω1 ) + p2 ( x2 - ω2 ) = 0.
Jika ( x1 - ω1 ) adalah positif, maka dapat dikatakan bahwa konsumen adalah pembeli bersih atau peminta bersih barang 1. Jika negatif, dapat dikatakan bahwa dia adalah penjual bersih atau pemasok bersih. Kemudian persamaan di atas menunjukkan bahwa nilai dari apa yang konsumen beli harus sama dengan nilai dari apa yang ia jual.
Garis anggaran saat endowment hadir dalam bentuk yang mirip dengan cara yang dijelaskan sebelumnya. Sekarang dibutuhkan dua persamaan:
p1x1 + p2x2 = m
Jika harga tetap, nilai endowment, dan pendapatan konsumen adalah tetap. Pada kondisi ini ketika harga dan pendapatan tetap maka persamaan anggaran sama seperti sebelumnya. Kemiringan (slope) ditandai dengan − p1 / p2 seperti sebelumnya. Masalahnya adalah menentukan lokasi dari garis tersebut.
Lokasi garis tersebut dapat kita tentukan dengan membuat sebuah pengamatan sederhana : bundel endowment selalu berada pada garis anggaran. Artinya, salah satu nilai ( x1 , x2 ) yang memenuhi garis anggaran adalah jika x1 = ω1 dan
x2 = ω2 . Endowment selalu hanya terjangkau, karena jumlah yang harus dibelanjakan adalah sama persis dengan nilai endowment. Pada gambar di bawah ini dapat dilihat bahwa kemiringan (slope) garis anggaran adalah − p1 / p2 dan melewati titik endowment.
Gambar 1
Mengingat keterbatasan anggaran ini, konsumen dapat memilih bundel konsumsi optimal seperti sebelumnya. Pada Gambar 1 menunjukkan contoh dari bundel konsumsi optimal ( x1¿
, x2¿
). Sama seperti sebelumnya, itu akan memenuhi kondisi optimal jika tingkat substitusi marjinal (MRS) sama dengan rasio harga.
Dalam kasus ini, x1¿
> ω1 dan x2¿
< ω2 , sehingga konsumen adalah pembeli bersih barang 1 dan penjual bersih barang 2. Permintaan bersih adalah jumlah bersih dua barang yang konsumen beli atau jual. Secara umum konsumen dapat memutuskan untuk menjadi baik pembeli atau penjual tergantung pada harga relatif dari kedua barang.
3. Perubahan Endowment
Pada kondisi ini kita melihat bagaimana komsumsi optimal seorang konsumen ketika endowment berubah sementara harga dinyatakan tetap. Misalnya, bahwa
endowment berubah dari ( ω1 , ω2 ) menjadi ( ω1¿
, ω2¿
) seperti :
Pertidaksamaan ini berarti bahwa endowment baru ( ω1
'
, ω2
'
) bernilai kurang dari endowment lama. Pendapatan yang konsumen terima dengan menjual endowment -nya adalah lebih sedikit.
Gambar 2 : Perubahan Nilai Endowment
Pada kasus A nilai endowment menurun dan pada kasus B nilai endowment meningkat
Hal ini digambarkan secara grafis pada Gambar 2 A : garis anggaran bergeser ke kiri. Karena ini adalah persis sama dengan penurunan pendapatan, kita dapat menyimpulkan dua hal sama dari kasus tersebut. Pertama, konsumen pasti lebih buruk dengan endowment baru ( ω1' , ω2' ) dibandingkan dengan endowment lama, karena kemungkinan konsumsi nya telah berkurang. Kedua,, permintaan untuk setiap barang akan berubah sesuai dengan apakah barang itu adalah barang normal atau barang inferior.
Misalnya, jika barang 1 adalah barang normal dan perubahan endowment konsumen berubah dengan cara mengurangi nilainya, maka dapat disimpulkan bahwa permintaan konsumen untuk barang 1 akan menurun.
Kasus di mana nilai endowment meningkat digambarkan pada Gambar 2 B. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa jika garis anggaran bergeser ke luar dengan cara paralel, konsumen pasti membuat keputusan yang lebih baik. Secara aljabar, jika
endowment berubah dari ( ω1 , ω2 ) ke ( ω1
'
, ω2
'
) dan p1ω1 + p2ω2 < p1ω1
'
+ p2ω2
'
, kemudian anggaran baru konsumen yang ditetapkan harus berisi anggaran lama nya. Hal ini pada gilirannya menunjukkan bahwa pilihan yang optimal dari konsumen dengan anggaran baru yang telah ditetapkan lebih disukai dari pilihan yang optimal yang diberikan oleh endowment lama.
Apa yang terjadi jika p1ω1 + p2ω2 = p1ω1
'
+ p2ω2
'
? Kemudian anggaran tidak berubah sama sekali: konsumen dengan endowment ω1
¿ , ω2 ) sama seperti dengan endowment ( ω1
'
, ω2
'
), dan pilihan yang optimal nya harus persis sama. Endowment bergeser sepanjang garis anggaran asli.
4. Perubahan Harga
Ketika pendapatan ditentukan oleh nilai endowment, hipotesis seperti ini tidak masuk akal: jika nilai barang yang Anda jual berubah, pendapatan anda pasti akan berubah. Jadi, dalam kasus di mana konsumen memiliki endowment, perubahan harga secara otomatis menunjukkan perubahan pendapatan.
Jika harga barang 1 menurun,, garis anggaran menjadi lebih datar. Karena bundel
endowment selalu terjangkau, ini berarti bahwa garis anggaran harus berputar (berporos/pivot) di sekitar endowment, seperti digambarkan pada gambar di bawah ini.
Gambar 3 : Penurunan harga barang 1
Dalam hal ini, konsumen awalnya merupakan penjual barang 1 dan tetap menjadi penjual barang 1 bahkan setelah harga telah menurun. Apa yang bisa kita katakan tentang kesejahteraan konsumen? Dalam kasus digambarkan bahwa konsumen berada pada kurva indiferensi yang lebih rendah setelah perubahan harga dari sebelumnya, tapi akankah ini menjadi kenyataan pada umumnya? Jawabannya adalah dari penerapan prinsip preferensi terungkap.
Bagaimana jika harga suatu barang yang konsumen jual menurun dan konsumen memutuskan untuk beralih menjadi pembeli barang itu? Dalam hal ini, konsumen mungkin lebih baik atau dia mungkin lebih buruk-tidak ada cara untuk mengetahui.
Situasi di mana konsumen adalah pembeli bersih suatu barang maka dalam hal ini semuanya berbalik: jika konsumen adalah pembeli bersih suatu barang, harga naik, dan konsumen secara optimal memutuskan untuk tetap menjadi pembeli, maka pasti lebih buruk. Tapi jika kenaikan harga menyebabkan dia menjadi penjual, itu mungkin lebih baik, atau lebih buruk.
Preferensi terungkap juga memungkinkan kita untuk membuat beberapa poin menarik tentang keputusan apakah akan tetap menjadi pembeli atau menjadi penjual ketika harga berubah. Misalkan, seperti pada Gambar 4, bahwa konsumen adalah pembeli bersih barang 1, dan mempertimbangkan apa yang terjadi jika harga barang 1 menurun. Kemudian garis anggaran menjadi lebih datar seperti pada gambar di bawah ini :
Gambar 4 : Penurunan Harga Barang 1
Jika seseorang adalah pembeli dan harga dari apa yang ia beli menurun, ia tetap menjadi pembeli.
Seperti biasa kita tidak tahu pasti apakah konsumen akan membeli lebih banyak atau lebih sedikit barang , karena itu tergantung pada selera nya. Namun, dapat dikatakan secara pasti bahwa konsumen akan terus menjadi pembeli barang 1-dia tidak akan beralih menjadi penjual.
Apa yang akan terjadi jika konsumen tidak beralih ? Lalu ia akan mengonsumsi pada tempat di bagian berwarna dari garis anggaran baru pada Gambar 4. Tetapi bundel konsumsi ini layak untuknya ketika dia menghadapi garis anggaran asli, dan dia menolaknya pada ( x1¿
, x2¿
). Jadi ( x1¿
, x2¿
) harus lebih baik dari titik-titik ini. Dan di bawah garis anggaran baru, ( x1¿
, x2¿
) adalah bundel konsumsi layak. Jadi apa pun yang ia konsumsi di bawah garis anggaran baru, harus lebih baik dari ( x1¿
,
x2¿
)-dan dengan demikian lebih baik daripada titik pada bagian berwarna dari garis anggaran baru. Ini berarti bahwa konsumsi x1 harus ke kanan dari titik endowment -artinya, dia harus tetap menjadi peminta bersih barang 1.
kurang dari suatu barang yang dia jual-tetapi kita tahu bahwa dia akan tetap menjual jika harga naik.
5. Kurva Penawaran dan Kurva Permintaan
Pada Bab 6, kurva penawaran harga menggambarkan kombinasi dari kedua barang yang mungkin diminta oleh konsumen dan kurva permintaan menggambarkan hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dari beberapa barang. Penafsiran ini juga akan berlaku sama ketika konsumen memiliki endowment dari kedua barang.
Gambar 5 menggambarkan kurva penawaran harga dan kurva permintaan konsumen. Kurva penawaran akan selalu melewati endowment, karena pada beberapa harga endowment akan menjadi bundel permintaan; ,pada beberapa harga konsumen secara optimal akan memilih bukan untuk berdagang.
Konsumen dapat memutuskan untuk menjadi pembeli barang 1 untuk beberapa harga dan penjual barang 1 untuk harga lainnya. Dengan demikian kurva penawaran umumnya akan melewati ke kiri dan ke kanan titik endowment.
Kurva permintaan yang diilustrasikan pada Gambar 5B adalah kurva permintaan kotor yang mengukur jumlah total yang akan dipilih konsumen untuk mengkonsumsi barang 1 Gambar 6 menggambarkan kurva permintaan bersih. Permintaan bersih untuk barang 1 biasanya akan negatif untuk beberapa harga. Ini akan terjadi saat harga barang 1 menjadi sangat tinggi sehingga konsumen memilih untuk menjadi penjual barang 1. Pada beberapa harga, konsumen beralih dari peminta bersih menjadi pemasok bersih barang 1.
Secara aljabar permintaan bersih untuk barang 1, d1 ( p1 , p2 ) adalah perbedaan antara permintaan kotor x1 ( p1 , p2 ) dan endowment barang 1, ketika perbedaan ini positif yang berarti bahwa konsumen menginginkan lebih bayak barang dari yang ia miliki :
d1 ( p1 , p2 ) = x1 ( p1 , p2 ) − ω1 Jika positif;
1 sebaliknya.
Gambar 5 : Kurva Penawaran dan Kurva Permintaan
Kurva penawaran bersih merupakan selisih antara berapa banyak konsumen memiliki barang 1 dan berapa banyak yang dia inginkan ketika perbedaan ini positif :
0 sebaliknya.
Segala sesuatu yang kita telah tetapkan tentang sifat-sifat perilaku permintaan berlaku langsung ke perilaku penawaran konsumen-karena penawaran adalah permintaan negatif. Jika kurva permintaan kotor selalu miring ke bawah, maka kurva permintaan bersih akan miring ke bawah dan kurva penawaran akan miring ke atas. Kenaikan harga membuat permintaan bersih lebih negatif, sehingga penawaran bersih akan lebih positif.
6. Tinjauan Persamaan Slutsky
Penerapan preferensi terungkap di atas berguna tetapi tidak benar-benar menjawab pertanyaan utama: bagaimana permintaan suatu barang bereaksi terhadap perubahan harga? Kita melihat pada Bab 8 bahwa jika penghasilan tetap, dan barang adalah barang normal, maka penurunan harga harus mengarah pada peningkatan permintaan.
Gambar 6 : Permintaan Kotor, Permintaan Bersih, dan Penawaran Bersih
Dalam Bab 8 kita menggambarkan persamaan Slutsky yang menjelaskan perubahan pada permintaan yang disebabkan perubahan harga menjadi efek substitusi dan efek pendapatan. Efek pendapatan ini disebabkan oleh perubahan dalam daya beli ketika harga berubah. Tapi sekarang, daya beli memiliki dua alasan untuk berubah ketika harga berubah. Yang pertama adalah salah satu yang terlibat dalam definisi persamaan Slutsky: ketika harga turun, misalnya, Anda dapat membeli hanya sebanyak barang yang dikonsumsi sebelumnya dan memiliki beberapa uang lebih yang tersisa. Mari kita lihat ini sebagai efek pendapatan biasa. Tapi efek kedua adalah baru. Ketika harga suatu barang berubah, ini mengubah nilai endowment dan dengan demikian merubah pendapatan. Misalnya, jika Anda adalah pemasok bersih suatu barang, maka penurunan harga akan mengurangi pendapatan secara langsung karena Anda tidak akan dapat menjual endowment sebanyak yang anda bisa sebelumnya. Kita akan memiliki efek yang sama yang kita miliki sebelumnya, ditambah efek penghasilan tambahan dari pengaruh harga dari nilai bundel endowment. Kita akan menyebutnya efek pendapatan
endowment.
perubahan total permintaan = perubahan karena efek substitusi + perubahan permintaan karena efek pendapatan biasa + perubahan permintaan karena efek pendapatan endowment.
Seperti sebelumnya, mari kita menggunakan Δ x1 untuk perubahan total
permintaan, Δ x1s untuk perubahan permintaan karena efek substitusi, dan Δ x1m
untuk perubahan permintaan karena efek pendapatan biasa. Kemudian kita dapat
Ketika harga endowment berubah, pendapatan akan berubah, dan perubahan dalam pendapatan akan mendorong perubahan permintaan. Dengan demikian efek pendapatan
endowment akan terdiri dari dua istilah :
efek pendapatan endowment = perubahan permintaan ketika pendapatan berubah x perubahan pendapatan ketika harga berubah (9.2) berubah: jika Anda memiliki 10 unit barang 1 untuk dijual, dan harga naik sebesar $ 1, pendapatan akan naik sebesar $ 10.
Istilah pertama dalam persamaan (9.2) adalah bagaimana permintaan berubah ketika pendapatan berubah. Δ x1m/¿ Δm : perubahan permintaan dibagi dengan
perubahan pendapatan. Dengan demikian efek pendapatan endowment :
endowment income effect = Δ x1
Memasukkan persamaan (9.3) ke dalam persamaan (9.1) kita mendapatkan bentuk akhir dari persamaan Slutsky:
Persamaan ini dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan di atas. Kita tahu bahwa tanda efek substitusi selalu negatif-berlawanan arah dengan perubahan harga. Mari kita andaikan bahwa barang tersebut adalah barang normal, sehingga
Δ x1
m
pada apakah orang itu adalah peminta bersih atau penjual bersih barang yang bersangkutan. Jika orang tersebut adalah peminta bersih barang normal, dan harga naik, maka konsumen tentu akan membeli lebih sedikit dari barang itu. Jika konsumen adalah pemasok bersih barang normal, maka tanda efek total adalah ambigu (tidak pasti) : itu tergantung pada besarnya kombinasi efek pendapatan (positif) dibandingkan dengan besarnya efek substitusi (negatif).
Seperti sebelumnya, masing-masing perubahan ini dapat digambarkan secara grafis, meskipun grafik yang didapat agak berantakan. Lihat Gambar 7, yang menggambarkan penguraian Slutsky dari perubahan harga. Total perubahan dalam permintaan barang 1 ditunjukkan oleh pergerakan dari A ke C. Ini adalah jumlah dari tiga gerakan yang terpisah: efek substitusi, yang merupakan gerakan dari A ke B, dan dua efek pendapatan. Efek pendapatan biasa, yang merupakan gerakan dari B ke D, adalah perubahan permintaan dengan pendapatan tetap, yaitu efek pendapatan yang sama seperti dalam Bab 8. Tapi karena nilai endowment berubah ketika harga berubah, sekarang ada efek pendapatan tambahan : karena perubahan nilai endowment, pendapatan berubah. Perubahan pendapatan ini menggeser garis anggaran kembali ke dalam sehingga melewati bundel endowment. Perubahan permintaan dari D ke C mengukur efek pendapatan endowment ini.
Gambar 7 : Tinjauan Persamaan Slutsky
Pemisahanan efek perubahan harga menjadi efek substitusi (A ke B), efek pendapatan biasa (B ke D), dan efek pendapatan endowment (D ke C).
7. Penggunaan Persamaan Slutsky
Misalkan kita memiliki konsumen yang menjual apel dan jeruk yang tumbuh di halaman belakang rumahnya. Kami mengatakan disini bahwa jika harga apel meningkat, maka konsumen ini mungkin benar-benar mengkonsumsi lebih banyak buah apel. Jika xa adalah permintaan konsumen untuk apel, dan pa adalah harga apel, maka :
Δ xa Δ pa
= Δ xa s
Δ pa –
ωa−x
(¿¿a)Δ xa m
Δm ¿
.
Perubahan total permintaan apel ketika harga apel berubah adalah efek substitusi ditambah efek pendapatan. Efek substitusi bekerja di arah yang benar-kenaikan harga menurunkan permintaan untuk apel. Tetapi jika apel adalah barang normal bagi konsumen ini, efek pendapatan bekerja ke arah yang salah. Karena konsumen adalah pemasok bersih apel, kenaikan harga apel meningkatkan pendapatannya dan ia ingin mengkonsumsi lebih banyak buah apel yang disebabkan oleh efek pendapatan.
CONTOH: Menghitung Efek Pendapatan Endowment
Misalkan seorang petani susu menghasilkan 40 liter susu per minggu. Awalnya harga susu adalah $ 3 satu liter. Fungsi permintaan untuk susu, untuk konsumsinya sendiri, adalah
x1 = 10 + 10mp
1
Karena ia memproduksi 40 liter pada $ 3/ liter, penghasilannya adalah $ 120 seminggu. Oleh karena itu permintaan awalnya untuk susu x1 = 14 Sekarang anggaplah bahwa harga perubahan susu menjadi $ 2/ liter. Pendapatannya kemudian akan berubah menjadi m' = 2 × 40 = $ 80, dan permintaannya akan x1' = 10 +
80/20 = 14.
Jika penghasilannya tetap pada m = $ 120, dia akan membeli x1 = 10 + 120/10 × 2 = 16 liter susu pada harga ini. Dengan demikian efek pendapatan endowment -perubahan permintaan karena -perubahan nilai endowment nya adalah -2.
8. Penawaran Tenaga Kerja
Pada bagian ini ide endowment akan diterapkan untuk menganalisis keputusan penawaran tenaga kerja konsumen. Konsumen dapat memilih untuk bekerja banyak dan memiliki konsumsi yang relatif tinggi, atau dapat memilih untuk bekerja sedikit dan memiliki konsumsi kecil. Jumlah konsumsi dan tenaga kerja akan ditentukan oleh interaksi preferensi konsumen dan keterbatasan anggaran.
Keterbatasan Anggaran
Jika dianggap bahwa awalnya konsumen memiliki pendapatan M yang ia terima apakah karena dia bekerja atau tidak (misalnya : hasil investasi atau dari kerabat yang disebut pendapatan nonlabor konsumen). Konsumen bisa memiliki pendapatan nonlabor nol, tapi pada bagian ini akan dihitung jika nilainya kemungkinan positif. Jika : C adalah jumlah konsumsi yang konsumen miliki, p adalah harga konsumsi, w
adalah tingkat upah, dan L adalah jumlah tenaga kerja yang ditawarkan, maka keterbatasan anggaran :
pC = M + wL pC − wL = M
seminggu, atau apa pun yang kompatibel dengan unit pengukuran yang kita gunakan. Jika L´ menunjukkan jumlah waktu kerja. Kemudian menambahkan w L´ ke setiap sisi dan menata ulang, maka :
pC − wL = M
pC – wL+ w L´ = M + w L´
pC + w( L − L´ ) = M + w L´
Jika C ´ = M/p, jumlah konsumsi yang konsumen miliki jika dia tidak bekerja sama sekali. Artinya, C´ adalah endowment konsumsinya :
pC + w( L − L´ ) = p C ´ + w L .´
Variabel L −L ´ dapat diartikan sebagai jumlah "waktu luang (liburan)" yaitu, waktu yang bukan waktu kerja. Mari kita gunakan variabel R (untuk relaksasi!) untuk menunjukkan waktu libur, sehingga R = L´ − L. Kemudian jumlah total waktu yang tersedia untuk berlibur adalah R ´ = L´ dan keterbatasan anggaran menjadi :
pC + wR = p C ´ + w R .´
Artinya bahwa nilai konsumsi konsumen ditambah waktu luangnya harus sama dengan nilai konsumsi endowment nya dan waktu endowment nya, dimana waktu
endowment nya adalah nilai tingkat upah nya. Tingkat upah tidak hanya harga tenaga kerja, tetapi juga harga waktu liburan.
Pada akhirnya, jika tingkat upah adalah $10 per jam dan Anda memutuskan untuk mengkonsumsi satu jam waktu libur tambahan, berapa banyak biayanya? Jawabannya adalah bahwa biaya adalah $10 dalam pendapatan yang hilang-harga tersebut merupakan tambahan jam untuk mengkonsumsi waktu liburan. Para ekonom kadang-kadang mengatakan bahwa tingkat upah adalah biaya kesempatan untuk berlibur.
Sisi kanan dari keterbatasan anggaran ini kadang-kadang disebut pendapatan penuh konsumen atau pendapatan implisit. Ini mengukur nilai dari apa yang konsumen
miliki-endowment nya dari konsumsi suatu barang, jika ada, dan endowment nya dari waktunya sendiri. Hal ini harus dibedakan dari ukuran pendapatan konsumen, yang pendapatannya yang ia terima dari menngorbankan beberapa waktunya.
Hal baik tentang keterbatasan anggaran ini adalah bahwa hal itu seperti yang telah kita lihat sebelumnya. Melewati titik endowment ( L´ , C´ ) dan memiliki kemiringan −w/p. Endowment akan menjadi apa yang konsumen akan dapatkan jika ia tidak terlibat dalam perdagangan pasar sama sekali, dan kemiringan garis anggaran menyatakan tingkat di mana pasar akan menukar satu barang dengan yang lain.
Pilihan optimal terjadi di mana tingkat substitusi marjinal-pertukaran antara konsumsi dan waktu liburan = w/p, upah riil, seperti yang digambarkan dalam gambar 8. Nilai konsumsi tambahan untuk konsumen dari bekerja lebih sedikit harus sama dengan nilai dari waktu liburan yang hilang yang dibutuhkan untuk menghasilkan konsumsi itu. Upah riil adalah jumlah konsumsi yang dapat konsumen peroleh jika dia mengorbankanan satu jam waktu liburan.
9. Statika Perbandingan Penawaran Tenaga Kerja
nonlabor, apa yang akan terjadi pada penawaran tenaga kerja ? Apa yang akan terjadi dengan permintaan untuk waktu libur ?
Gambar 8 : Penawaran Tenaga Kerja
Bagi kebanyakan orang, penawaran tenaga kerja akan turun ketika pendapatan mereka meningkat. Dengan kata lain, waktu libur mungkin merupakan barang normal bagi kebanyakan orang : ketika pendapatan mereka naik, orang memilih untuk mengkonsumsi lebih banyak waktu libur.Jadi, asumsinya adalah waktu libur merupakan barang normal.
Apakah ini menunjukkan tentang respon penawaran tenaga kerja konsumen terhadap perubahan dalam tingkat upah? Ketika tingkat upah meningkat ada dua efek : kembali untuk bekerja lebih meningkat dan biaya mengkonsumsi waktu luang meningkat. Dengan menggunakan ide-ide dari efek pendapatan dan efek substitusi dan persamaan Slutsky kita dapat memisahkan efek individu dan menganalisisnya.
Ketika tingkat upah naik, waktu libur menjadi lebih mahal, yang dengan sendirinya menyebabkan orang ingin menguranginya (efek substitusi). Karena waktu libur adalah barang normal, maka peningkatan tingkat upah tentu akan mengakibatkan penurunan permintaan untuk waktu libur-yang menyebabkan kenaikan penawaran tenaga kerja. Barang normal harus memiliki kurva permintaan ber slope negatif. Jika waktu libur adalah barang normal, maka kurva penawaran tenaga kerja harus memiliki slope positif. Tapi ada masalah dengan analisis ini. Pertama, pada tingkat intuitif, tampaknya tidak masuk akal bahwa peningkatan upah akan selalu mengakibatkan peningkatan penawaran tenaga kerja. Jika upah saya menjadi sangat tinggi, saya mungkin juga "menghabiskan" pendapatan tambahan untuk mengkonsumsi waktu libur.
Pada persamaan slutsky seperti yang dijabarkan sebelumnya, perubahan dalam permintaan pendapatan tetap. Tetapi jika tingkat upah berubah, maka penghasilan harus berubah juga. Perubahan permintaan yang dihasilkan dari perubahan pendapatan adalah efek tambahan pendapatan-efek pendapatan endowment. Hal ini terjadi di atas efek pendapatan biasa.
Jika kita menerapkan versi yang sesuai dari persamaan Slutsky yang diberikan sebelumnya dalam bab ini, kita mendapatkan :
ΔR Δw
= substitution effect + ( ´R−R)ΔR Δm
(-) (+) (+) (9.4) Dalam persamaan di atas efek substitusi pasti negatif, dan ΔR/Δm adalah positif karena asumsinya bahwa waktu libur merupakan barang normal. Tapi ( R − R´ ) juga positif, jadi seluruh tanda tersebut adalah ambigu (tidak pasti). Berbeda dengan kasus permintaan konsumen yang biasa, permintaan untuk berlibur akan memiliki tanda tidak pasti, bahkan jika waktu libur adalah barang normal. Dengan meningkatnya tingkat upah, orang dapat bekerja lebih banyak atau lebih sedikit.
Mengapa ambiguitas ini muncul ? Ketika tingkat upah naik, efek substitusi mengatakan orang akan bekerja lebih banyak untuk menggantikan konsumsi waktu libur. Tapi ketika tingkat upah naik, nilai endowment juga naik. Ini seperti penghasilan tambahan, yang mungkin sangat baik dikonsumsi dalam pengambilan waktu libur tambahan. Yang merupakan efek yang lebih besar merupakan hal empiris dan tidak dapat diputuskan oleh teori saja. Kita juga harus melihat keputusan penawaran tenaga kerja yang sebenarnya untuk menentukan efek yang mendominasi.
Kasus di mana peningkatan tingkat upah menghasilkan penurunan pasokan (penawaran) tenaga kerja yang digambarkan oleh kurva penawaran tenaga kerja yang membungkuk ke belakang. Persamaan Slutsky mengatakan bahwa efek ini lebih besar kemungkinannya terjadi adalah ( R´ − R), yaitu dimana pasokan (penawaran) tenaga kerja lebih besar. Ketika R ´ = R, konsumen hanya mengkonsumsi waktu libur, sehingga peningkatan upah akan menghasilkan efek substitusi murni dan dengan demikian peningkatan pasokan (penawaran) tenaga kerja. Tapi dengan meningkatnya penawaran tenaga kerja, setiap kenaikan upah memberikan penghasilan tambahan konsumen untuk semua jam dia bekerja, sehingga setelah beberapa titik ia mungkin memutuskan untuk menggunakan penghasilan tambahan ini untuk "membeli" tambahan waktu libur, yang mengurangi penawaran tenaga kerja.
Kurva penawaran tenaga kerja yang membungkuk ke belakang digambarkan pada gambar 9. Ketika tingkat upah kecil, efek substitusi lebih besar dari efek pendapatan, dan peningkatan upah akan mengurangi permintaan untuk waktu libur dan karenanya meningkatkan pasokan (penawaran) tenaga kerja. Tapi untuk tingkat upah yang lebih besar efek pendapatan mungkin lebih besar daripada efek substitusi, dan peningkatan upah akan mengurangi pasokan (penawaran) tenaga kerja.
Gambar 9
Jika seorang pekerja yang telah memilih untuk menawarkan sejumlah tenaga kerja
L¿
= R − R´ ¿
ketika dihadapkan dengan tingkat upah w seperti yang digambarkan pada gambar 10. Sekarang anggaplah bahwa perusahaan menawarkan dia upah yang lebih tinggi w' > w, untuk waktu tambahan yang ia memilih untuk bekerja. Pembayaran ini dikenal sebagai upah lembur.
Dalam gambar 10, ini berarti bahwa kemiringan garis anggaran akan lebih curam untuk tenaga kerja yang ditawarkan lebih dari L¿ . Tapi kemudian kita tahu bahwa
pekerja secara optimal akan memilih untuk menawarkan lebih banyak tenaga kerja, berdasarkan argument preferensi terungkap biasa : pilihan yang melibatkan bekerja lebih sedikit dari L¿
yang tersedia sebelum lembur ditawarkan dan ditolak.
Gambar 10 : Lembur & Peningkatan Upah Biasa