!
!
!
"
"
"
"
"
"
#
$
$
$
%
%
%
&
&
&
%
%
%
%
%
%
'
'
'
(
(
(
%
%
%
)
)
)
Daftar Isi (Inhalt)
Daftar Isi (Inhalt)______________________________________________________________________ iii Kata Pengantar _______________________________________________________________________ iv 1 Pronomina persona dan pronomina milik (Die Personalpronomen und das Possessivpronomen) _____ 5
1.1 Pronomina persona (Die Personalpronomen) _______________________________ 5
1.2 Pronomina milik (Das Possessivpronomen) _________________________________ 6
2 Bentuk-bentuk verba (die Formen des Verbes) ___________________________________________ 8 3 Waktu lampau “sedang” (das Präteritum)_______________________________________________ 10 4 Waktu kini “sedang” (das Präsens)____________________________________________________ 14 5 Waktu kini “sudah” (das Perfekt) _____________________________________________________ 19 6 Waktu lampau “sudah” (das Plusquamperfekt) __________________________________________ 23 7 Akan datang pada waktu kini (Das Futur I) _____________________________________________ 24 8 Akan datang pada waktu lampau (Das Futur II) __________________________________________ 26 9 Cara pada verba (die Modi des Verbs) _________________________________________________ 27 10 Bentuk persyaratan (der Konditional)__________________________________________________ 31 11 Jenis kata (die Wortarten) ___________________________________________________________ 33
11.1 Verba (das Verb) ______________________________________________________ 33
11.2 Nomina dan artikel (das Substantiv und der Artikel) ________________________ 37
11.3 Adjektiva (das Adjektiv) _______________________________________________ 56
11.4 Pronomina (das Pronomen) _____________________________________________ 61
11.5 Numeralia (die Zahlen)_________________________________________________ 71
11.6 Partikelen (die Partikeln) _______________________________________________ 76
12 Kalimat pasif (das Passiv)___________________________________________________________ 98
12.1 Bentuk pasif (Die Formen des Passivs) ____________________________________ 98
12.2 Pemakaian bentuk pasif (Der Gebrauch des Passivs) ________________________ 99
13 Kalimat dan bagian kalimat (der Satz und Satzglieder) ___________________________________ 101
13.1 Subjek (das Subjekt)__________________________________________________ 101
13.2 Predikat (das Prädikat) _______________________________________________ 101
13.3 Objek (die Objekt) ___________________________________________________ 101
13.4 Keterangan (die Adverbiale) ___________________________________________ 102
Kata Pengantar
Sementara orang berpendapat bahwa mempelajari bahasa Jerman tidaklah sulit sebab pengucapan kata-katanya hampir sama seperti penulisannya. Tetapi bila diteliti lebih mendalam, kenyataannya tidak semudah itu. Banyak kata-kata dalam bahasa Jerman tidak diucapkan sebagaimana biasa dilakukan dalam bahasa kita (Indonesia).
Dalam e-book ini dibahas berbagai jenis kata seperti kata benda, kata sandang, kata kerja, kata ganti, kata depan, kata sifat, kata bilangan, kata keterangan dan kata penghubung.
Pendek kata, ebook ini ditujukan kepada seluruh golongan pembaca, baik mereka yang baru mulai belajar (pemula), para siswa sekolah lanjutan tingkat atas jurusan IPS/Bahasa ataupun mereka yang telah pernah mendalami bahasa Jerman dari buku-buku lain. Buku ini kiranya dapat dijadikan pelengkap atau pembanding.
Selamat belajar! Semoga bermanfaat.
GELERNT IST GELERNT!
1 Pronomina persona dan pronomina milik (Die
Personalpronomen und das Possessivpronomen)
1.1 Pronomina persona (Die Personalpronomen)
ebagaimana Anda ketahui bahwa untuk membuat kalimat yang baik selain diperlukan kata kerja sebagai predikat, juga dibutuhkan pelaku atau pokok kalimat (subjek). Pelaku dalam kalimat dapat berasal dari kata ganti (pronomina) atau dari kata benda (nomina). Kata ganti yang bertindak sebagai pelaku dalam kalimat yaitu kata ganti persona.
Pelaku-pelaku yang berasal dari kata ganti persona yakni:
ich = saya, aku wir = kami, kita
du = kamu, kau ihr = kamu semua, kalian
er = dia (lk.) sie = mereka, dia (pr.)/jamak
sie = mereka, dia (pr.)/tunggal Sie = Anda
es = itu
Di bawah ini skema namval ke 1 dan ke 4 dari kata ganti persona.
Namval ke satu - Nominativ: Namval keempat - Akkusativ:
ich – saya mich
du – kamu dich
er – dia lelaki ihn
sie – dia perempuan sie
es – itu es
wir – kami, kita uns
ihr – kamu semua, kalian euch
sie – mereka (w) – jamak sie
Sie – Anda Sie
Contoh:
Aku sudah tidak melihatnya. - Ich habe ihn nicht gesehen.
Apakah Anda sudah memanggil saya? - Haben Sie mich gerufen?
Ya, aku sudah memanggil kamu. - Ja, ich habe dich gerufen.
Dia sudah menjumpainya. - Er hat ihn gezeichnet.
Selanjutnya bila dalam kalimat dijumpai kata “kepada” dan “untuk” pada kata ganti persona, maka yang digunakan sesudah kata depan itu adalah namval (kasus) ketiga atau disebut pula tujuan (objek) penyerta. Atau dalam bahasa Jerman lebih dikenal sebagai kasus Dativ.
Contoh dalam bahasa Indonesia:
Saya memberi ibu saya bunga-bunga.
Anda bisa pula mengatakan: Saya memberi kepada ibu saya bunga-bunga.
Aku membuka kawanku pintu.
Anda bisa juga mengatakan: Aku membuka untuk kawanku pintu.
Skema namval
Kasus jantan betina netral jamak 1. der Mann (er) die Frau (sie) das Kind (es) die Kinder (sie) 3. dem Mann (ihm) der Frau (ihr) dem Kind (ihm) den Kindern (ihnen) 4. den Mann (ihn) die Frau (sie) das Kind (es) die Kinder (sie)
Dalam jamak, kata-kata yang tidak berakhir dengan sebuah n, dalam namval ke tiga harus ditambah sebuah n di ujungnya
.
Skema namval
1. ich du er sie es
3. mir dir ihm ihr ihm
4. mich dich ihn sie es
1. wir ihr sie’) Sie ”) ‘) die Leute
3. uns euch ihnen Ihnen ”) bentuk kesopanan
4. uns euch sie Sie
Dari skema di atas tidak terlihat kasus ke dua. Kasus kedua dalam bahasa percakapan jarang digunakan. Kasus kedua hanya masih dijumpai dalam bahasa tulisan. Bila diperlukan, Anda dapat menggunakan von untuk menggantikan namval kedua ini. Bandingkan kalimat-kalimat berikut:
Hier ist das Buch meines Bruders.
Ini adalah buku abang-abangku.
Di sini ada 2 nomina yang saling berhubungan yaitu Buch dan Bruder.
Das Paar bekommt von dem Pfarrer eine Bibel.
Pasangan itu memperoleh sebuah kitab injil dari pastor.
Di sini verba (bekommt) berkaitan dengan sebuah nomina (Pfarrer).
1.2 Pronomina milik (Das Possessivpronomen)
Kata ganti milik menyatakan kata ganti yang berkaitan atas kepemilikan suatu benda atau barang. Contoh: Itu milik saya.
Pronomina milik dipakai sebagai:
sebuah kata sandang (sebelah kiri kata benda)
Das ist mein Hund. – Itu adalah anjingku.
sebagai pronomina (berdiri sendiri tanpa kata benda)
Wem gehört der Hund? Das ist meiner. – Milik siapa anjing itu? – Itu milik saya.
Pronomina milik dalam bahasa Jerman, yaitu :
mein - saya punya
dein - kamu punya
sein, ihr - dia (lk./pr.) punya
unser - kami (kita) punya
ihr - mereka punya
2 Bentuk-bentuk verba (die Formen des Verbes)
ebelum memulai pembahasan lebih jauh mengenai bentuk waktu dalam bahasa Jerman, sebaiknya terlebih dulu kita mengenal lima bentuk verba yang lazim ditemui dalam bahasa ini. Bentuk-bentuk verba tersebut adalah sebagai berikut:
Verba (kata kerja)
No.
Nama bentukan
beraturan (lemah)
Tidak beraturan (kuat)
1 präsens, verba bentuk ke I.
Präteritum, atau kata kerja dalam bentuk ke II
Partizip I atau perbuatan sedang dilakukan
Partizip II atau perbuatan telah selesai dilakukan atau bentuk ke III. Bentuk ini disebut pula Nennform. Misalnya: arbeiten, lernen, gehen. Pembahasan lebih lanjut dalam sub bab kata kerja (das Verbe).
• Stamm yaitu akar dari verba. Jadi yang dinamakan infinitiv yaitu Akar verba + akhiran – en atau –n atau : Stamm + Endung –en atau –n. Sebagian besar verba dalam bahasa Jerman berakhiran –en hanya beberapa berakhiran –n misalnya verba dengan –er dan –el: klappern – gemetar; schütteln - mengocok. Dan verba-verba sein – adalah; tun – melakukan.
• Präteritum yaitu bentuk “sedang pada masa lampau”. Atau sama seperti dalam bahasa Inggris bentuk Past Tense atau bentuk kata kerja ke II.
lieg-end (dari verba liegen – terletak), lächel-nd (dari verba lächeln – tersenyum). Akhiran (Endung) dari Partizip I yaitu - end atau – nd. Sedangkan fungsi dari Partizip I ini yaitu:
1) Sebagai adjektiva attributif, yang dalam hal ini ditaruh di depan sebuah kata benda. Contoh: gravierende Mängel – pelicin kain yang sedang diukir; dringende Erledigungen – penyelesaian akhir yang sedang mendesak.
2) Fungsi lain dari Part. I. yaitu:
Sebagai kata benda atau nomina dimana akhirannya sebagai adjektiva attributif. Misalnya: der Vorsitzende – ketua, ein Vorsitzender – seorang ketua.
Sebagai sebuah preposisi:
Contoh:
Jeder zahlt Steuern entsprechend seinen Einkünften.
(Tiap orang membayar pajak berdasarkan penghasilannya).
Sebagai keterangan tambahan pada kata kerja:
Contoh:
Kopfschüttelnd verließ er den Raum.
(Dengan menggelengkan kepala dia meninggalkan ruangan).
• Partizip II yaitu “perbuatan yang sudah selesai dikerjakan” atau bentuk kata kerja ke III, yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan bentuk “The Past Participle”. Bentuk ini disebut pula Mittelwort der Vergangenheit (Kata alat untuk waktu lampau). Contoh Partizip II: ge-schrieb-en, ge-arbeit-et (dari infinitif arbeiten – bekerja), aus-ge-ruht (dari infinitif ausruhen – beristirahat). Akhiran (Endung) ini biasnya: - en atau – et, kadang hanya – t). Fungsi dari Part. II ini adalah sebagai berikut:
1) Yang terpenting fungsi Part II yakni pembentukan waktu lampau (Perfekts) dengan verba bantu haben/sein ataupun pembentukan kalimat pasif (Passivs) dengan werden/sein.
Contoh:
Udo ist eingeschlafen. – Udo sudah tertidur.
Der Backofen wird auf 250 Grad vorgeheizt. (werden – Passiv)
(Oven penggorengan sudah dipanaskan mencapai 250 derajat).
Das Fenster ist geöffnet. (sein – Passiv)
(Jendela sudah dibuka).
2) Fungsi dari Part II yang lain hampir sama seperti Part I, yakni:
Sebagai adjektiva attributif. Di sini punya 2 arti yaitu satu aktip: der angekommene Zug (kereta api yang sudah tiba) dan satu pasip: das geöffnete Fenster (jendela, yang sudah dibuka/sudah terbuka).
Sebagai kata benda, dimana adjektiva attributif ditambah akhiran. Misal: der Verletzte – orang yang luka, ein Verletzter - seorang yang terluka
Sebagai tambahan.
Contoh:
Der Fußballspieler wurde verletzt vom Platz getragen.
(Pemain sepak bola yang luka ditandu keluar halaman)
3 Waktu lampau “sedang” (das Präteritum)
Dalam bahasa Jerman untuk membuat suatu verba untuk “waktu lampau sedang dilakukan” cukup hanya dengan membubuhkan akhiran je - te, du – test, er – te, wir – ten, ihr – tet, sie – ten dan Sie – ten di belakang akar kata kerjanya atau disebut dalam bahasa Jerman, der Stamm. Dalam bahasa Inggris bentuk seperti ini dikenal dengan bentuk The Past Tense atau The Preterite. Jadi sebelum menambah akhiran ini di belakang akar suatu verba, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu pembagian verba dalam bahasa Jerman. Pembagian ini terdiri atas verba-verba lemah (der schwache Verben) atau dinamakan verba beraturan (der regelmäßigen Verben) dan verba-verba kuat (der starke Verben) atau disebut juga verba-verba-verba-verba tidak beraturan (der unregelmäßigen Verben).
Yang disebut sebagai verba-verba lemah yaitu jika verba-verba dalam pembentukan waktu lampaunya harus ditambahkan akhiran te, test dan sebagainya seperti disebutkan di atas di ujung akar verba sesuai jenis pelaku . Contoh: spielen – bermain; reden – berbicara; antworten – menjawab; öffnen – membuka dan passen – cocok, tepat.
Ich spielte redete antwortete öffnete paßte
du spieltest redetest antwortetest öffnetest paßtest
er spielte redete antwortete öffnete paßte
wir spielten redeten antworteten öffneten paßten
ihr spieltet redetet antwortetet öffnetet paßtet
sie spielten redeten antworteten öffneten paßten
Sie spielten redeten antworteten öffneten paßten
Sedangkan verba-verba kuat yaitu verba atau kata kerja yang dalam pembentukan waktu lampaunya tidak dengan menambahkan akhiran te, test dan sebagainya di belakang akar, melainkan memiliki bentuk sendiri yang tidak beraturan. Pada umumnya, akar dari verba-verba kuat ini terjadi perubahan atau akar ini berubah menjadi bentuk yang sama sekali berbeda dari akar semula. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kata kerja seperti ini dikatakan sebagai kata kerja kuat atau tidak beraturan sebab mereka lazimnya tidak mengikuti aturan yang ada.
Partizip 2:
gekommen geschienen gegangen genommen
Penjelasan:
kommen – datang Ich kam [dibaca : khaam]
scheinen – bersinar nehmen - mengambil
fallen – fiel - jatuh Ich fiel
gehen – pergi
stehen – berdiri Ich stand
sitzen – duduk Ich saß
ziehen – menarik Ich zog
schneiden – memotong Ich schnitt
Selanjutnya pelajarilah bentuk lampau (Präteritum) dan bentuk ketiga (Partizip II) pada verba-verba kuat di bawah ini. Simbol [ ] merupakan lafal dari kata-kata tersebut.
geben (memberi) - gab [gaap] - gegeben
essen (makan) - aß [aas] - gegessen
lesen (membaca) - las [laas] - gelesen
nehmen (mengambil) - nahm [naam] - genommen
sehen (melihat) - sah [zaa] - gesehen
treffen (bertemu) - traf [traaf] - getroffen
vergessen (melupakan) - vergaß [vergaas] - vergessen
treten (melangkah) - trat [traat] - getreten
werfen (melempar) - warf [warf] - geworfen
brechen (memecahkan) - brach [braach] - gebrochen
stechen (menusuk) - stach [sytaach] - gestochen
befehlen (memerintahkan) - befahl [befaal] - befohlen
gelten (berlaku) - galt [galt] - gegolten
geschehen (terjadi) - geschah [gesyaa] - geschehen
helfen (menolong) - half [half] - geholfen
bitten (meminta/mohon) - bat [baat] - gebeten
Perhatikan pemakaiannya dalam kalimat pendek:
ich gab sah ging las riet lud ein
du gabst sahst gingst last rietst ludst ein
er gab sah ging las riet lud ein
wir gaben sahen gingen lasen rieten luden ein
ihr gabt saht gingt last rietet ludet ein
Sie gaben sahen gingen lasen rieten luden ein
Ada beberapa verba ditasrifkan dalam bentuk lampau “sedang” secara campuran (gemischtes Präteritum) yaitu denken – berpikir; kennen – mengenal dan wissen – tahu.
denken kennen wissen
ich dachte kannte wußte
du dachtest kanntest wußtest
er dachte kannte wußte
wir dachten kannten wußten
ihr dachtet kanntet wußtet
sie dachten kannten wußten
Jadi campuran yaitu tidak beraturan + beraturan.
denken – dachte – gedacht
kennen – kannte – gekannt
wissen – wußte – gewußt
Waktu lampau “sedang” pada verba-verba beraturan yang dapat dipisahkan sbb.:
einkaufen (membeli) → ich kaufte ein
ausfüllen (mengisi, menjabat) → ich füllte aus
Waktu lampau “sedang” pada verba-verba tidak beraturan yang dapat dipisahkan sbb.:
anfangen (memulai) → Sie fing jeden Morgen pünktlich an.
Dia memulai setiap pagi secara cermat.
abfahren (berangkat) → Der Zug fuhr eine halbe Stunde später ab.
Kereta api berangkat ½ jam lebih lambat.
Bahasa Jerman juga memiliki verba-verba modal (die Modalverben) seperti bahasa Inggris atau Belanda yaitu: mögen – suka, menyenangi; dürfen – diijinkan, diperbolehkan; wollen – hendak, ingin; sollen – seharusnya, harus; können – dapat.
Bentuk das Präteritum untuk verba-verba modal ini sebagai berikut:
Ich mochte
Bandingkan!
Ich möchte = saya akan sangat senang.
Sedangkan bentuk lampau dari kata kerja bantu haben (mempunyai), sein (adalah) dan werden (menjadi, akan) sebagai berikut:
haben, punya sein, ada werden, menjadi werden, akan
ich hatte
du hattest
er hatte
wir hatten
ihr hattet
sie hatten
war
warst
war
waren
wart
waren
wurde
wurdst
wurde
wurden
wurdet
wurden
würde
würdest
würde
würden
würdet
4 Waktu kini “sedang” (das Präsens)
Waktu kini “sedang” yaitu bila suatu tindakan atau pekerjaan masih sedang dilakukan. Dalam bahasa Jerman, bentuk demikian dikenal dengan istilah Präsens. Bentuk ini ekuivalen dengan bentuk waktu di dalam bahasa Inggris, The Present Tense, The Simple Present atau The Present Continuous Tense. Untuk memberi gambaran bagaimana bentuk ini diterapkan dalam kalimat, kita ambil 3 (tiga) verba seperti machen (membuat atau melakukan), pflücken (memetik) dan suchen (mencari). Konyugasi dari verba-verba ini dapat dilihat dalam tabel berikut.
Contoh:
Ich mache – Saya membuat
Du machst – Kau membuat
Er macht – Dia (m)1 membuat
sie macht – dia (w)2 membuat
es macht – itu membuat
Wir machen – Kami/Kita membuat
Ihr macht – Kalian membuat
Sie machen – Anda membuat
pflücke - memetik
Selanjutnya agar dipahami bahwa jika akar verba “sudah” berakhir dengan sebuah huruf d atau t, sementara untuk pelaku du, er, sie, atau es harus kita tambahkan st atau t, maka untuk menjaga jangan sampai terjadi duplikasi t atau berakhir dengan dt pada pelaku-pelaku tersebut, terhadap verba-verba seperti ini kita harus menambahkan sebuah huruf e ekstra di belakang akar verbanya.
Contoh : Vati schneidet das Gras. - Ayah memotong rumput.
Penjelasan: Dalam kalimat ini tidak ditulis: Vati schneidt das Gras karena penulisan dt setelah akar tidak dibenarkan. Penambahan e ekstra di belakang akar berguna untuk mempermudahkan ucapan. Jadi berlaku aturan tambahan yang berikut.
Apabila akar verba berakhiran d atau t, pelaku du dan er
(Sie dan lain-lain) harus ditambah sebuah e – extra.
Bila dibuatkan indikator pelaku orang dalam waktu kini (das Präsens), maka semuanya akan nampak seperti ini:
Tunggal (Singular) Jamak (Plural)
Orang pertama ich trinke Orang pertama wir trinken
Selanjutnya harus Anda perhatikan bahwa pada akar verba yang memiliki akhiran s, ββββ atau z, untuk pelaku orang kedua tunggal (du) hanya ditambah t. Contoh :
Selanjutnya pelajarilah beberapa tasrif verba berikut dengan baik!
Hapalkan verba-verba berikut ini bersama artinya!
rechnen – berhitung trinken – minum
trocknen – mengeringkan zeichnen – menggambar, menandatangani
begegnen – berjumpa dengan leugen – berdusta
rufen – memanggil erwarten – berharap
gehen – pergi kommen – datang
regnen – hujan atmen – bernapas
leugnen – menyangkal
Dalam bahasa Jerman ada peribahasa yang mengatakan gelernt ist gelernt (belajar adalah mempelajari). Lernen – belajar. Makna ungkapan ini pada dasarnya sebagai anjuran, yang menyatakan bila orang telah sekali melakukan pekerjaan dengan baik sejak awalnya, maka pekerjaan tersebut tidak mudah terlupakan. Dengan kata lain bila kita telah melakukan pekerjaan dari awal dengan sungguh-sungguh, berarti kita telah mendapat setengah dari keberhasilan.
Dalam kaitannya dengan “waktu kini belum selesai” ini ada 3 hal penting, yang harus Anda ketahui pula yaitu:
1)
Verba modal
Ich mag
Kalimat menegaskan
Kalimat perintah
Udo soll zum Bäcker fahren;
Udo harus pergi ke tukang roti.
das nicht sagen;
Pergilah ke tukang roti, Udo!
Sag das nicht, Udo!
Jangan mengatakan itu, Udo!
Trage die Tasche, Udo!
Bawalah tas, Udo!
Zieh die Jacke aus, Udo!
Bukalah jas, Udo!
Bleibt nicht lange weg, Udo und Hans!
Jangan pergi lama, Udo dan Hans!
Macht, daß ihr wegkommt, Udo und Hans! – Kerjakan, sampai kalian pergi, Udo dan Hans!
Verlassen Sie sich auf Hans, Frau Baumann! – Anda percayailah Hans, Nyonya Baumann!
Geben Sie mir die Tasche, Frau Baumann! – Anda berilah saya tas, nyonya Baumann.
Dari contoh-contoh tersebut, Anda melihat ada 3 bentuk perintah dalam bahasa Jerman yaitu:
satu untuk seseorang yang disapa dengan “du”,
satu untuk 2 orang atau lebih, yang disapa dengan “ihr”,
Dengan kata lain:
satu bentuk tunggal: Trage die Tasche, Udo!
satu bentuk jamak: Bleibt nicht lange weg, Udo und Hans!
satu bentuk kesopanan: Treten Sie näher, meine Damen und Herren!
Barangkali Anda berpikir kenapa bentuk perintah tunggal ditulis dengan e dan terkadang tanpa e. Verba-verba dengan perubahan bentuknya mendapat extra e (yaitu verba-verba darimana akarnya berakhiran d atau t dan verba dengan – men dan – nen) harus berakhir dengan e. Umpamanya: melde, antworte, atme!
Untuk verba fahren dan sagen, Anda dapat memilih apakah menggunakan fahre atau fahr; sag atau sage.
Bentuk perintah jamak, selalu sama seperti bentuk ihr dan berakhir dengan (e)t.
Bentuk perintah sopan, selalu sama seperti bentuk Sie.
5 Waktu kini “sudah” (das Perfekt)
Sebelum kita membahas pengertian “das Perfekt” dalam bahasa Jerman, terlebih dahulu ada baiknya kita mengenal bentuk “the Perfect” dalam bahasa Inggris. The Perfect atau The Present Perfect adalah suatu bentuk masa lampau dimana perbuatan telah dikerjakan dan hasilnya masih terlihat pada saat ini. Untuk membuat bentuk ini dalam bahasa Inggris, kita menambah – ed di belakang verba. Bentuk kata kerja setelah dibubuhkan - ed ini dalam bahasa Inggris dinamakan The Past Participle atau bentuk ke III (V3). Misalnya infinitive: to play (bermain) menjadi played; dan to work (=bekerja) menjadi worked pada bentuk ketiganya dan sebagainya.
Demikian pula dalam bahasa Jerman, kita dapat membuat bentuk ke III dari infinitiv. Misalnya untuk kata bermain (to play) ini, dalam bahasa Jerman ialah spielen. Bentuk ke III: dari verba ini yaitu gespielt, yang disebut sebagai Partizip II. Dari contoh tersebut diketahui bahwa Partizip II dalam bahasa Jerman dimulai dengan ge dan diakhiri dengan t, terkecuali verba-verba kuat yang lazimnya tidak beraturan.
Contoh lain:
Tunggal : Ich habe geliebt - Saya sudah mencintai
Jamak: Wir haben geliebt - Kami sudah mencintai
Tampak bentuk geliebt (Partizip II) tetap tidak berubah meskipun pelakunya jamak. Geliebt ini menurut sementara penulis hampir bukan merupakan verba dan lebih cenderung berlaku sebagai adjektiva. Bangsa Jerman menaruh Partizip II selalu kearah paling ujung dari kalimat. Misalnya dalam bahasa Indonesia kita biasa berkata, dia telah mengatakan kata itu. Akan tetapi orang Jerman biasa berkata, er hat das Wort gesagt. Jika kalimat Jerman ini kita terjemahkan secara harfiah, maka terjemahannya yaitu dia telah kata itu mengatakan. Demikian pula dalam kalimat: Anak itu sudah menyayangi kawan-kawan ibu, orang Jerman berkata : Das Kind hatte die Mutter Freundes geliebt. Hal yang sama juga terjadi pada infinitif. Mereka meletakkan di bagian paling belakang: = ich will das Wort nicht sagen - Saya tidak mau mengucapkan kata itu.
Sama seperti dalam bahasa Inggris bahwa untuk membuat Past Participle dalam bahasa Inggris tidak seluruhnya dengan menambah – ed di ujung kata kerjanya misalnya done, been, drunk, slept, arisen. Demikian juga dalam bahasa Jerman. Tidak seluruh Partizp II dimulai dengan – ge dan diakhiri dengan t. Hal ini tidak mengikuti aturan tersebut termasuk verba-verba yang tidak beraturan. Verba-verba yang tidak beraturan disajikan selengkapnya dalam bab konyugasi.
Dari pembahasan sebelumnya, Anda telah mengenal 2 bentuk waktu dalam bahasa Jerman yakni “waktu kini sedang dilakukan” (das Präsens) dan “waktu lampau belum selesai” (das Präteritum). Selain dari itu masih ada bentuk waktu lampau yang lain yaitu “waktu kini telah selesai” (das Perfekt). Waktu kini telah selesai artinya perbuatan telah selesai dikerjakan di masa lalu dan hasilnya terlihat di masa kini. Bentuk ini ditasrifkan dengan menggunakan 2 kata kerja bantu yakni haben dan sein. Perumusan secara umum seperti ini:
Das Perfekt = subjekt + Präsens dari haben/sein + partizip 2 (V3)
Perhatikan contoh pemakaian das Perfekt di bawah ini :
Saya sudah memberi. - Ich habe gegeben.
Anda sudah minum. - Sie haben getrunken.
Saya sudah berkendaraan. - Ich bin gefahren.
kamu sudah mendengar. - du hast gehört.
Kami sudah mendengar. - Wir haben gehört.
Dia (lk.)/dia (pr.)/itu sudah berpikir - Er/sie/es hat gedacht.
Saya sudah ada di tempat tidur. - Ich bin im Bett geblieben.
Aku sudah tidak melihat abangmu.
(Ich habe deinen Bruder nicht gesehen).
Krull sudah bertemu kawannya.
Krull hat seinen Freund gezeichnet.
Penjelasan :
Dari contoh di atas, haben dan sein merupakan kata kerja bantu. Sementara gegeben, getrunken, gefahren, gehört, gedacht, geblieben dan gewesen disebut partizip 2 atau kata bagian masa lampau atau bentuk ketiga dari kata kerja (V3) atau ada pula yang menyebut
partizip perfekt.
Lalu kapan kita menggunakan haben dan kapan pula memakai sein?
Sebagian besar kata kerja dalam bentuk Perfekt menggunakan kata kerja bantu haben, yaitu:
1) Hampir semua kata kerja dengan objek akkusatif terkecuali angeben, durchgeben, loswerden. Contoh:
Er hat die Kinder in den Kindergarten gebracht.
Dia sudah membawa anak itu ke dalam taman bermain.
2) Semua kata kerja dengan sebuah kata ganti refleksif. Contoh:
Damals habe ich mich geirrt. – Ketika itu saya telah khilaf.
Jadi selain dari verba-verba yang bukan objek akkusatif atau bukan verba refleksif, maka untuk membuat Perfekt harus kita gunakan sein sebagai kata kerja bantunya. Kata kerja lain yang memakai sein sebagai verba bantu yaitu sein, werden, bleiben, passieren, geschehen, gelingen,mißlingen, vorkommen, bekommen + Dat
Pers3.
Untuk membuat bentuk ketiga dari kata kerja lemah dilakukan dengan cara memberi awalan ge- dan meletakkan di muka akar (Stamm) kata kerja. Kemudian membubuhkan sebuah huruf t di belakang akar tersebut. Perhatikan contoh di bawah ini :
Verba (V1) Akar Partisip 2 (V3)
grüßen - memberi salam grüß-en ge-grüß-t
sagen - berkata sag-en ge-sag-t
fragen - bertanya frag-en ge-frag-t
Kata kerja dimana akarnya sudah berakhir dengan huruf d atau t dan kata kerja yang berakhiran – men atau – nen, bentuk ketiganya juga mendapat extra – et.
Verba (V1) Akar Partisip 2 (V3)
melden - memberitahukan meld-en ge-meld-et
warten - menunggu wart-en ge-wart-et
atmen - bernapas atm-en ge-atm-et
öffnen - membuka öffn-en ge-öffn-et
Verba-verba berakhiran – ieren, tidak pernah mendapat awalan – ge.
Verba Akar Partisip 2 (V3)
spazieren - bepergian spazier-en spazier-t
regieren - memerintah regier-en regier-t
3 Dat
Bentuk ketiga dari verba modal jarang dijumpai, namun bila ingin dikonyugasikan yaitu gemocht dan gewußt: gedurft, gekonnt, gemußt dan gewollt.
Perhatikan !
Bentuk ke III dari 3 verba bantu yaitu:
haben - hatte - gehabt
sein - war - gewesen
werden - wurde - geworden
Anda telah mengenal bentuk ke III atau partisip 2 pada beberapa kata kerja lemah seperti zeichnen – zeichnete – gezeichnet. Yang terakhir dinamakan kata bagian masa lalu atau partisip 2. Pada kata kerja kuat berakhir dengan - en, sementara waktu lampau dalam aturan memiliki sebuah huruf hidup lain dari waktu kini.
raten (menasihati) - (ich) riet - geraten
fahren (berkendaraan) - fuhr - gefähren
stoßen (mendorong) - stieß - gestoßen
halten (berhenti, memegang) - hielt - gehalten
fallen (jatuh, menurun) - fiel - gefallen
lassen (membiarkan) - ließ - gelassen
einladen (mengundang, memuat) - lud ein - eingeladen
treffen (menjumpai, mengenai) - traf - gestroffen
verlieren (kalah, kehilangan) - verlor - verloren
Sekarang pahamilah hubungan berikut:
in die Schublade legen di samping in der Schulblade liegen
hinter den Teller legen hinter dem Teller liegen
in einem Haus wohnen in ein Haus gehen
vor dem Schrank stehen vor den Schrank stellen
auf den Tisch werfen auf dem Tisch stehen
Dalam bab sebelumnya Anda telah mempelajari bentuk waktu lampau „sedang“ yang lebih dikenal dengan nama das Präteritum. Bila dikaitkan dengan pemahaman bentuk waktu das Perfekt ini akan ditemui beberapa perbedaan mendasar. Namun perbedaan ini hendaknya tidak perlu dirinci secara tepat antara kedua bentuk waktu ini. Perbedaan ini hanya bersifat kecenderungan kebiasaan, dimana das Präteritum lebih umum digunakan di sebelah Utara Jerman, sementara das Perfekt biasa terdengar di sebelah Selatan Jerman, Austria dan kawasan berbahasa Jerman di Switzerland. Kebiasaan ini semakin meluas terutama praktik pemakaian haben atau sein sebagai verba bantu dalam bentuk das Perfekt ini. Di suatu daerah biasa digunakan haben sedangkan daerah lain dengan sein.
Jerman bagian Selatan (das Perfekt): Bahasa Jerman tinggi:
ich bin gestanden ich habe gestanden
ich bin gesessen ich habe gesessen
ich bin gelegen ich habe gelegen
Jerman bagian Utara (das Perfekt):
Jerman bagian Selatan (pemakaian „brauchen“):
Sie brauchen nict zahlen. Sie brauchen nicht zu zahlen.
Jerman bagian Selatan (memakai „wie“):
Wie ich vor dem Mikrofon Als ich vor dem Mikrofon stand ...
gestanden bin ...
Jerman bagian Utara (memakai „lang“):
6 Waktu lampau “sudah” (das Plusquamperfekt)
Selain bentuk waktu kini sudah selesai dikerjakan seperti diuraikan sebelumnya, bahasa Jerman seperti bahasa lain mengenal pula bentuk waktu lampau sudah selesai dilakukan. Bentuk seperti ini dalam bahasa Jerman dikenal dengan nama das Plusquamperfekt (Bentuk Selesai - lampau). Jika dibandingkan dengan bahasa Inggris, bentuk ini ekuivalen dengan bentuk The Past Perfect Tense atau The Pluperfect. Jadi dalam bentuk ini, kata kerja bantu yang digunakan adalah sama dan tetap yakni haben (mempunyai) dan sein (ada, adalah). Jika digunakan sebagai verba bantu, makna dari ke dua verba ini adalah “sudah” atau “telah”.
Das Plusquamperfekt = subjekt + Präteritum dari haben/sein + partizip 2 (V3)
Beispiel:
Ich glaube ihm nicht, denn er hatte mich schon zweimal betrogen.
Saya tidak mempercayainya sebab dia telah menipu saya 2 kali.
Sie fiel vom Stuhl. Sie hatte 18 Stunden lang Schreibmaschine geschrieben.
7 Akan datang pada waktu kini (Das Futur I)
Futur I yaitu salah satu nama dari enam bentuk waktu (Zeitformen) yang dimiliki oleh verba-verba Jerman. Futur I yaitu suatu bentuk dimana perbuatan atau tindakan berorientasi ke masa yang akan datang dan dalam bahasa Inggris sepadan dengan bentuk The Future Continuous Tense atau The Future Tense. Das Futur I memiliki 2 penggunaan atau fungsi-fungsi yaitu:
1) Waktu tengah malam dari kejadian kata kerja kepada titik waktu bicara yaitu pada saat pembicaraan menyatakan masa depan.
Contoh:
Ich werde dich dann besuchen. - Saya akan mengunjungi kamu kemudian.
Wir werden Sie um sieben wecken. - Kami akan membangunkan Anda jam 7.
Er wird morgen kommen. - Dia (lk.) akan datang di pagi hari.
Penjelasan:
Kata-kata seperti dann, um sieben, morgen menyatakan bahwa kejadian kata kerja adalah masa yang akan datang. Sejalan dengan makna itu, orang dapat mengganti kalimat-kalimat tersebut dengan:
Ich besuche dich dann. - Saya mengunjungi kamu kemudian.
Wir wecken Sie um Sieben. - Kami membangunkan Anda pukul 7.
Er kommt morgen. - Dia (lk.) datang pagi hari.
2) Persamaan waktu dari kejadian verba kepada titik waktu bicara dan menekankan suatu dugaan.
Contoh:
Er wird im Hotel sein. – Dia akan berada dalam hotel.
Sie wird in der Küche sein. – Anda akan berada di dapur.
Sie werden Hunger haben. – Mereka akan merasa lapar.
Futur I = Präsens dari werden + Infinitiv
Fungsi Futur I yaitu baik hanya berupa dugaan (Vermutung), pengumuman (Ankündigung), ancaman (Drohung), perjanjian (Versprechen), penentram (Beruhigung) maupun peringatan (Warnung) dapat dilihat dalam tabel berikut.
INFINITIV (Infinitif)
BEISPIELSÄTZE (Kalimat contoh)
MAKNA (Bahasa Indonesia)
MÖGLICHE FUNKTION (Kemungkinan
fungsi)
sein Er wird wohl in Hotel sein.
So etwas wird jetzt wohl nicht
Dia akan benar-benar berada di hotel. Sehingga sesuatu kini sudah tidak akan
vor-kommen besuchen gehen wecken kommen an-zeigen
vorkommen können.
Ich werde dich dort besuchen. Ich werde der Sache auf den Grund gehen.
Ich werde Sie um sieben wecken.
Herr Meier wird schon noch kommen.
Wenn Sie noch einmal vor meiner Ausfahrt parken, werde ich Sie anzeigen.
bisa terjadi.
Aku akan mengunjungi dia di sana. Saya akan menjalankan masalah itu dari dasar.
Aku akan membangunkan Anda pada jam 7.
Tuan Meier sudah masih akan datang. Bila Anda sekali lagi untuk memparkir keberangkatan saya, saya akan memberitahu Anda.
8 Akan datang pada waktu lampau (Das Futur II)
Futur II yaitu nama untuk salah satu dari 6 bentuk waktu yang berbeda dalam verba-verba Jerman. Futur II merupakan bentuk akan datang di waktu lalu. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan bentuk The Past Future Tense yaitu perbuatan yang akan dilakukan di tinjau dari sisi masa lampau. Das Futur II memiliki 2 cara penggunaan atau fungsi-fungsi yaitu:
1) Waktu malam hari yaitu pada saat pembicaraan dimana kata kerja menekankan sesuatu yang masih tidak terjadi terhadap datangnya penyelesaian akhir. Penyelesaian akhir ini akan menunjukkan titik waktu yang diharapkan.
Contoh:
In drei Jahren werden wir unser Ziel erreicht haben.
Dalam tiga tahun kami sudah akan mencapai tujuan kami.
Im Jahre 2000 wird die Bevölkerung der Erde die 3-Billionen-Grenze überschritten haben.
Dalam tahun 2000 penduduk bumi sudah akan melampaui batas 3 milyar.
Jika 2 kalimat ini kita buat dalam bentuk Futur I, maka keduanya akan menjadi:
In drei Jahren haben wir unser Ziel erreicht.
Dalam waktu tiga tahun kami sudah mencapai tujuan kami.
Im Jahre 2000 hat die Bevölkerung der Erde die 3-Billionen-Grenze überschritten. Dalam tahun 2000 penduduk bumi sudah melampaui batas 3 milyar.
2) Bentuk lama dari kejadian kata kerja kepada titik waktu bicara yaitu pada saat pembicaraan yang menekankan kata kerja dari pembicara sebagai penutupan yang diharapkan.
Contoh:
Sie wird sich verletzt haben.
Anda sudah akan terhinakan.
Es wird die Verzweiflung gewesen sein, die ihn dazu geführt hat.
Itu sudah akan menjadi keadaan putus asa, jika mengantarkan itu kepadanya.
9 Cara pada verba (die Modi des Verbs)
ebagaimana Anda maklumi bahwa dalam setiap bahasa, selalu akan dijumpai 3 (tiga) jenis kalimat, yaitu:
1) Kalimat yang menyatakan bahwa perbuatan atau tindakan sebenarnya sedang terjadi. Bentuk ini disebut der Indikativ atau Wirklichkeitsform (bentuk sebenarnya) yaitu modus dari pemberian dan kepastian. Pembicara dapat berbicara secara netral, bukan pendapat. Misalnya : Dia mengambil (sie nimmt, dia berjalan (sie läuft), dia sudah berjalan (sie ist gelaufen), dia akan mengambil (sie wird nehmen), dia akan berjalan (sie wird laufen).
2) Kalimat yang menyatakan pelarangan, permohonan atau permintaan ijin, peringatan dan suruhan. Jenis ini dikenal dengan istilah der Imperativ atau Befehlsform (bentuk perintah) yaitu modus dari keharusan. Umpamanya: Ambilkan!(nimm!), Mari kita ambil (nehmt!), Ambillah Anda (nehmen Sie); Berjalan (lauf!), Mari kita berjalan (lauft!), Berjalanlah Anda (laufen Sie).
3) Kalimat yang menyatakan sebuah kemungkinan. Kalimat seperti ini disebut bentuk der Konjunktiv atau Möglichkeitsform atau modus dari kemungkinan. Contoh: dia mengambil (sie nehme, sie nächme), dia sudah mengambil (sie habe genommen, sie hätte genommen), dia akan mengambil (sie werde nehmen, sie würde nehmen).
Seperti dalam bahasa lain, dalam bahasa Jerman konjunktiv pun berhubungan dengan 2 (dua) macam waktu, yaitu waktu kini yang dikenal dengan Konjunktiv I atau Konjunktiv Präsens (K I) dan waktu lampau atau disebut sebagai Konjunktiv II atau Konjunktiv Präteritum (K II).
Contoh:
K I : Man sagte mir, er habe Probleme.
Orang mengatakan saya, dia punya masalah.
K II: Er müßte schon längst hier sein.
Dia seharusnya berada di sini sudah lama.
K I berbeda dengan Indikativ Präsens atau bentuk waktu kini dalam hal:
a) pada ujung (Endung) : sebagian demi sebagian,
Untuk memperjelas perbedaan konyugasi antara ke dua bentuk yaitu K I dengan Indikativ, perhatikan skema berikut:
Konjunktiv I (K I) Indikativ
ich sedangkan akhiran untuk pelaku lainnya berbeda. Namun ada kekecualian yaitu pada
verba akhiran – den dan – ten , konyugasi untuk semua pelaku berbeda, tetapi pada orang kedua jamak tidak. Contoh:
ihr schneid-et
(Indikativ = K I)
ihr arbeit-et
Pada verba-verba yang memiliki akar berakhir dengan – n atau – m, orang harus membedakan apakah di muka –n/-m ini masih ada sebuah huruf mati atau tidak:
ihr atmet, rechnet, öffnet (Indikativ = K I)
Dalam contoh-contoh berikut, perhatikan perbedaan kedua bentuk cukup jelas:
Konjunktiv I (K I) Indikativ
ihr pada verba-verba modal (Modalverben) dengan (kekecualian sollen) dan wissen serta werden; selain dari itu pada verba-verba yang tidak beraturan dan pada verba-verba yang beraturan.
Ada kelompok kata kerja sbb.:
dengan akhiran e/i (ich helfe, du hilfst),
dengan akhiran a/ä (ich fahre, du fährst),
dengan akhiran o/ö (ich stoße, du stößt),
verba-verba modal können, wollen, müssen, dürfen, mögen (tetapi tidak untuk sollen),
wissen, werden dan sein.
er, sie, es
K I dalam masa lampau akan dibentuk dengan bantuan dari bentuk-bentuk K I dari haben yang berhubungan dengan sein.
Selanjutnya dengan pembentukan K II, sebagian besar orang ingin mengatakan bahwa suatu tindakan atau keadaan hanya diramalkan saja atau tidak benar-benar terjadi. K II berbeda dengan Indikativ Präteritum dalam hal:
1) pada verba-verba yang beraturan (lemah): secara keseluruhan tidak berbeda;
2) pada verba-verba yang tidak beraturan (kuat)
a. pada akhiran (Endung): sebagian demi sebagian;
b. pada akar (Stamm): Huruf hidup, yang dibuat menjadi bentuk Umlaut seperti a→ ä, o
→ö, u →ü, au→ äu. c. ada beberapa pengecualian.
Verba-verba yang tidak beraturan bentuk K II mendapat sebuah akhiran – e (seperti juga pada K I), sebaliknya pada Indikativ Präteritum ada beberapa bentuk.
K II Indikativ Präteritum
ich
Pada verba-verba berujung dengan – den dan – ten (begitu pula K I), akhiran orang kedua jamak dalam Indikativ dengan K II adalah identik.
Contoh:
ihr entschiedet euch
(Indikativ = K II)
ihr rietet
K II Indikativ Präteritum
ich
du
er, sie, es
wir, sie, Sie
ihr
führ-e
führ-est
führ-e
führ-en
führ-et
führ-Ø
führ-st
führ-Ø
führ-en
führ-et
Contoh selanjutnya: ich nahme/nähme, ich flog/flöge, ich wußte/wußte.
Bentuk K II untuk verba haben dan sein sbb.:
K II Indikativ Präteritum
ich
du
er, sie, es
wir, sie, Sie
ihr
hätt-e
hätt-est
hätt-e
hätt-en
hätt-et
wär-e
wär-est
wär-e
wär-en
wär-et
Pengecualian: ada beberapa verba yang tidak beraturan dalam K II mendapat sebuah huruf hidup lain: ich kannte- kennte, nannte – nennte, starb – stürbe, verdarb – verdürbe, warb – würbe, warf – würfe.
Fungsi-fungsi dari Konjunktiv I
K I pada umumnya digunakan dalam kalimat tidak langsung (Indirekte Rede). Contoh:
Ich sagte ihm, ich wolle mir die Sache überlegen.
Saya mengatakan kepadanya, saya mau memikirkan masalah ini.
Kalimat tak langsung dalam Konjunktiv I pada umumnya dipakai dalam bahasa tulisan, misalnya dalam bahasa koran dan ilmu pengetahuan. Dalam bahasa tulisan, orang menyebut bentuk ini das Zitat.
10 Bentuk persyaratan (der Konditional)
er Konditional atau disebut pula dengan Bedingungsform (=bentuk persyaratan) adalah bukan merupakan suatu bentuk waktu tetapi hanya sebagai modus sendiri berupa variasi dari Konjunktiv II (Präteritum). Kondisional yakni suatu bentuk yang tidak tertulis, untuk menyatakan kemungkinan yang telah disepakati. Bentuk Konditional juga ditemui dalama bahasa Inggris : Conditional.
Berdasarkan atas tingkatan waktu (Zeitstufen), kondisional terbagi menjadi 2 yaitu :
1) der Konditional I berkaitan dengan masa kini dan masa depan; dia menunjukkan sebuah pengantaran sebagai kebersamaan untuk waktu akan datang.
Rumusnya:
Kond.I = werden (Konjunktiv II) + Infinitiv
Contoh:
ich würde abreisen - saya akan berangkat
du würdest schreiben (jetzt, heute, morgen, übermorgen, später) - kamu akan menulis (sekarang, hari ini, besok, lusa, secepatnya)
ich würde gehen Saya akan pergi
Sie würden gehen Anda akan pergi
Indirekten Rede (Kalimat tidak langsung):
Ich würde das Haus kaufen, wenn es billiger wäre.
Saya akan membeli rumah kalau ada yang lebih murah.
Er sagte, daß sie kommen würde. Dia berkata dia akan datang.
2) der Konditional II berkaitan dengan sekarang atau juga masa lalu; dia menunjukkan pengantaran ke dahulu kala.
Rumusnya:
Kond.II = werden (Konjunktiv II) + Partizip II + haben/sein
Contoh:
sie würde abgereist sein – dia sudah akan berangkat
wir würden geschrieben haben (vorhin, gestern, neulich) -
Selanjutnya bila dibandingkan dengan bahasa Inggris, kondisional bahasa Jerman dapat kita bagi menjadi 2 tingkatan yaitu kondisional sederhana dan kondisional kedua. Bentuk kedua ini disebut pula Imperfekt Konjunktiv dan Plusquamperfekt Konjunktiv. Perhatikan beberapa contoh seperti dibawah ini:
1) Kondisional sederhana. Dalam bahasa Inggris: If he were here I would show it to him (jika dia telah berada di sini saya akan memperlihatkan itu kepadanya) dapat dibuat terjemahan dalam bahasa Jerman sbb.:
• Wenn er hier wäre, würde ich es ihm zeigen, atau
• Wäre er hier, zeigte ich es ihm, atau
• Wenn er hier wäre, zeigte ich es ihm, atau
• Wäre es hier, würde ich es ihm zeigen.
2) Kondisional ke dua: if he had been here I would have shown it to him (jika dia sudah berada di sini, saya sudah akan memperlihatkan itu kepadanya) boleh diterjemahkan :
• Wenn er hier gewesen wäre (Wäre er hier gewesen), hatte ich es ihm gezeigt.
• Wenn er hier gewesen wäre (Wäre er hier gewesen), würde ich es ihm gezeigt haben. Penjelasan:
Wenn, jika, diikuti oleh Imperfekt Konjunktiv untuk mengungkapkan hipotesa atau kondisi yang mustahil dan tak mungkin terpenuhi.
Contoh:
Wenn ich das Geld hätte. - Jika saya punya uang.
Wenn er nach Hause käme. - Kalau dia datang (harus datang) kerumah.
Selain itu verba modal dapat pula dibuat bentuk kondisional. Perhatikan contoh berikut ini.
Kondisional sederhana :
Ich könnte nicht gehen. -- Saya tidak dapat (tidak akan sanggup) untuk pergi.
Ich müßte Deutsch lernen.-- Saya akan mempelajari bahasa Jerman.
Ich sollte nach Hause gehen.-- Saya akan (harus) pergi kerumah.
Kondisional kedua :
Ich hätte nicht gehen können. -- Saya tidak dapat pergi (tidak akan sanggup untuk pergi).
Ich hätte Deutsch lernen müssen. -- Saya akan mempelajari bahasa Jerman.
Ich hätte gerne diesen Film gesehen. -- Saya akan menyukai untuk mengunjungi film ini (lebih disukai kepada konstruksi dengan mögen).
11 Jenis kata (die Wortarten)
11.1 Verba (das Verb)
embahasan verba dalam bab ini hanya menyangkut pemahaman kata kerja secara umum sedangkan uraian kata kerja yang berhubungan dengan waktu kini, lampau dan akan datang akan dibahas dalam bab-bab tersendiri.
11.1.1 Kata kerja (das Verb)
Verba disebut pula kata kerja. Verba adalah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan, proses dan keadaan yang bukan merupakan sifat. Biasanya kata kerja berfungsi sebagai predikat atau sebutan dalam kalimat. Dalam bahasa Jerman, setiap verba atau infinitiv lazimnya diakhiri dengan – en (atau terkadang hanya dengan sebuah n di belakangnya). Misalnya : suchen – mencari; machen – membuat; pflücken – memetik. Akar (der Stamm) dari ketiga kata kerja suchen, machen dan pflücken yakni such - , mach - , pflück - .
Sebagaimana diketahui bahwa setiap kata kerja dibentuk atas dasar waktu. Waktu lampau dalam bentuk: das Präteritum, das Perfekt, das Plusquamperfekt; waktu kini: das Präsens; waktu akan datang: das Futur I dan das Futur II. Semua bentuk waktu ini akan dibahas kemudian.
Di samping itu dalam bahasa Jerman masih ada bentuk lain dari konyugasi verba yaitu yang berhubungan dengan cara (Modus). Konyugasi yang berkaitan dengan cara atau Modus terbagi kedalam: indikatif (der Indikativ atau Wirklichkeitsform), kalimat perintah atau imperatif (der Imperativ atau Befehlsform), konyungtif I (der Konjunktiv I atau Möglichkeitsform) dan konyungtif II (der Konjunktiv II atau Möglichkeitsform).
Dalam bahasa Jerman, verba dapat dibagi kedalam 2 kelompok besar yaitu verba-verba dengan konyugasi yang beraturan dan verba-verba berkonyugasi tidak beraturan. Dari seluruh verba ini sebagian besar merupakan verba dengan konyugasi beraturan. Sementara verba-verba yang tidak beraturan jumlahnya kira-kira 200 verba-verba. Dari jumlah semua verba-verba ini hanya 100 yang sering dipakai sehari-hari seperti: haben, sein, mögen, dürfen, können, wollen, müssen, wissen, sollen.
Secara umum ciri-ciri atau karakteristik verba Jerman sebagai berikut :
Menggunakan pola beraturan (kuat) dan tidak beraturan (lemah).
Memiliki bagian verba yang tidak dan dapat dipisahkan.
Memakai pola objek kasus seperti verba dengan akusatif, datif, datif dan akusatif, genitif.
Yang dinamakan sebagai verba lemah yaitu verba-verba dimana pembentukan waktu lampaunya memakai suatu akhiran di belakang akar verba dan menambahkan suatu huruf t untuk pembentukan kata bagian masa lampaunya (Partizip Perfekt). Comtoh:
bauen – baute – gebaut; zeichnen – zeichnete - gezeichnet.
Sementara itu verba kuat yakni verba-verba, yang pembentukan waktu lampaunya dengan mengubah huruf hidup pada akar verba dan menambah – en untuk membuat kata bagian masa lampaunya. Misal:
geben – gab – gegeben; halten – hielt – gehalten;
fallen – fiel – gefallen; lassen – ließ – gelassen;
einladen – lud ein – eingeladen treffen – traf – getroffen
verlieren – verlor – verloren laufen – lief – gelaufen;
raten – riet – geraten; fahren – fuhr – gefahren;
stoßen – stieß – gestoßen;
Baik pada verba lemah maupun verba kuat, selalu hadir apa yang disebut verba ke satu, ke dua ataupun ketiga seperti bahasa Inggris. Pada verba lemah bauen, bauen disebut verba kesatu atau infinitiv, baute disebut verba kedua atau kala lampau atau dalam bahasa Jerman dinamakan Präteritum. Sedangkan gebaut disebut verba ketiga atau dikenal dengan partisip kedua atau kata bagian masa lampau atau dalam bahasa Jerman disebut Partizip II. Pada verba kuat geben, geben adalah verba kesatu, gab disebut verba kedua dan gegeben disebut Partizip II.
Ada aturan tambahan dimana verba-verba kuat yang memiliki akar suatu huruf a (laufen, saufen dan stoßen) harus dibubuhi Umlaut dalam waktu kini pada pelaku du dan er. Bentuk-bentuk ini tetap bersuara pendek.
Untuk lebih meningkatkan pemahaman bahan-bahan yang telah dibahas sebelumnya, maka mulai bab ini pembahasan dilengkapi pula dengan soal-soal latihan. Cobalah Anda jawab sendiri latihan–latihan tersebut terlebih dahulu. Kemudian bandingkan pekerjaan Anda itu dengan jawaban yang terdapat pada halaman belakang buku ini. Selamat bekerja!
11.1.1.1
Verba dengan akkusatif
Verba dengan akkusatif artinya verba ini selalu membutuhkan objek penderita.. Beispiele:
Die Deutschen trinken am liebsten Bier und Kaffee.
(Orang-orang Jerman itu sangat suka minum bir dan kopi.)
Du hast meine Frage noch nicht beantwortet.
(Kamu telah belum menjawab pertanyaanku)
Verba dengan akkusatif, jumlahnya sangat banyak. Namun pelajarilah verba-verba dengan akkusatif berikut walaupun belum termasuk semua verba jenis ini.
abgrenzen - membatasi, memberi batas
achten - menghargai, mengira
bauen - membangun, mendirikan
beantragen - menyarankan
beantworten - menjawab
beauftragen - memerintahkan
bedenken - memikirkan
bedeuten - berarti, memaksudkan
behandeln - mengerjakan, mengurus
behaupten - mempertahankan
bekommen - mendapat, memperoleh
benachrichtigen - memberitahu
beneiden - iri, dengki
benutzen - menggunakan
beraten - menerka, menasihati
bewundern - mengagumi
drehen - membelok, memutar
ehren - menghormati, menghargai
enthalten - mengandung, berisi
erhalten - memegang, menerima
essen - makan
fassen - memegang, menangkap
fühlen - merasakan, meraba-raba
haben - memiliki, mempunyai
hassen - membenci
heben - mengangkat, mengajukan
hören - mendengar
lesen - membaca
lieben - menyukai, menyintai
bedienen - melayani, mengabdi
begreifen - mengerti, mengisi
begrüßen - memberi salam, menyambut
behalten - memegang, menyimpan
loben - memuji
retten - menolong, menyelamatkan
schlagen - memukul (mundur), menebang
sehen - melihat
treffen - mengenai, berjumpa dengan
trinken - minum
unterstützen - menyokong
verstecken - menyembunyikan
verteidigen - membela
wahrnehmen - melihat
zählen - menghitung, mengharapkan
11.1.1.2
Verba dengan datif dan akkusatif
Verba-verba dengan kedua kasus juga banyak sekali. Contoh penggunaan :
Kannst du mir dein Fahrrad leihen?
(Bisakah kamu meminjamkan aku sepeda?)
Er hat mir seine wahren Absichten verheimlicht.
(Dia telah menyembunyikan saya maksud-maksud benarnya.)
Pelajarilah verba-verba dengan datif dan akkusatif berikut ini beserta artinya!
abnehmen - berkurang
anbieten - menawarkan, mempersembahkan
antun - mengenakan, melakukan
antworten - menjawab
anvertrauen - mempercayakan
aufdrängen - mendesak, memaksakan
befehlen - memerintahkan
beweisen - membuktikan
bewilligen - menerima, mengijinkan
nehmen - mengambil
opfern - mengorbankan
raten - menasihati, mengira
reichen - menyampaikan, mencapai
sagen - berkata
schenken - memberi hadiah
schicken - mengirimkan
schreiben - menulis
schulden - berutang
bieten - menggigit
borgen - menjaminkan, meminjamkan
bringen - membawa
danken - memikirkan
empfehlen - menganjurkan, memujikan
entnehmen - merampas, menarik (wesel)
entziehen - mengambil, merampas
erlauben - mengijinkan
erwidern - menjawab, membalas
erzählen - menceritakan, bercerita
senden - mengirimkan
spenden - menghabiskan
übergeben - mengabaikan, melalaikan
untersagen - melarang
verbieten - melarang
vergeben - memberikan, memaafkan
verheimlichen - merahasiakan, menyembunyikan
verschaffen - memberi (kan), menyediakan
verschweigen - merahasiakan, tidak mengatakan
geben - memberi, menghadiahkan
gestatten - memperkenankan, mengijinkan
gestehen - mengakui, menginsafi, menganut
glauben - percaya, berpendapat, mengira
gönnen - meridlakan, mengijinkan
leihen - meminjam, menyewa
liefern - menyerahkan, menyampaikan
melden - memberitahukan, melaporkan
mitteilen - memberitahukan
versprechen - berjanji, menyanggupi
verweigern - menolak
verzeihen - memaafkan
vortragen - membawakan (deklamasi), memindahkan (saldo)
wegnehmen - mengambil, merampas, mencuri
widmen - mempersembahkan
zeigen - menunjukkan, memperlihatkan
zumuten - menuntut, meminta (pengorbanan)
zutrauen - menganggap cakap untuk
11.1.1.3
Verba dengan datif
Beispiele:
Du fehlst mir sehr. - Kamu sangat menyalahi saya.
Ich gratuliere dir. - Aku mengucapkan kamu selamat.
11.1.1.4
Verba dengan genitif
11.2 Nomina dan artikel (das Substantiv und der Artikel)
11.2.1 Nomina (das Substantiv)
Kata benda dalam bahasa Jerman selain dikenal dengan sebutan das Substantiv juga disebut dengan nama das Nomen. Kedua istilah ini berasal dari bahasa Latin. Arti kata benda adalah kata yang mengacu kepada benda baik konkret maupun abstrak. Contoh kata benda konkret seperti Junge, Baum, Haus. Sedangkan contoh kata benda abstrak seperti Erkenntnis usw4.
Dalam bahasa Jerman, kata benda terbagi kedalam 3 jenis (Geschlecht) yaitu jantan disebut maskulinum (männlich) misalnya Garten; Vater, betina ) betina dinamakan femininum atau (weiblich) seperti Tulpe; Tochter dan netral dikenal dengan neutrum atau neutral (sächlich) umpamanya Gras, Wetter. Penjelmaan Substantiv dari ketiga jenis ini dikenal dengan sebutan das Genus des Substantivs.
Dari contoh-contoh kata benda tersebut di atas, Anda melihat bahwa tiap kata benda selalu diawali dengan huruf besar. Ini merupakan aturan dasar di dalam bahasa Jerman yang menyatakan bahwa:
Tiap kata benda atau nomina harus diawali dengan sebuah huruf
Besar!
Untuk membedakan pembagian jenis kelamin kata benda sebagaimana tersebut di atas, pelajarilah pedoman-pedoman berikut ini.
11.2.1.1
Kata benda jantan
Secara garis besar, yang termasuk kata benda berjenis jantan (der) yaitu:
1) Orang laki-laki, profesi, manusia, jabatan, tingkat sosial : der Freund, der Bote, der Chef, der Lord, der Prinz, der Arzt, der Clown, der Prinz...
2) Waktu seperti nama bulan, minggu, tahun, hari, musim : der Montag, der Januar, der Sommer, der Herbst, ...
Kecuali: die Nacht – malam.
3) Cuaca, mata angin, perubahan alam : der Schnee, der Norden, der Orkan, der Blitz, der Storm, der Frost ...
4) Mineral dan perbatuan seperti der Diamant, der Stein, der Strand, der Kalk ...
5) Minuman beralkohol : der Cognac, der Wein ...
6) Kata benda yang berakhir dengan – er, – ling, - ar seperti der Körper, der Lehrling, der Kommentar, der Basar, der Notar ...
7) Kata benda yang berakhir dengan – or, – us, - ist, - nom, - ant, - loge, - and, - ent seperti: der Reaktor, der Optimismus, der Journalist, der Astronom, der Laborant, der Biologe, der Doktorand, der Student ...
8) Kata benda yang berasal dari kata kerja tanpa akhiran : der Anfang (anfangen – memulai), der Beginn (beginnen – mulai), der Besuch (besuchen – mengunjungi), der Gang (gehen – pergi), der Verstand (verstehen – mengerti), der Augenblick (blicken – memandang), der Sprung (springen – melompat) dan sebagainya.
Kecuali: das Verbot – larangan; das Lob – pujian; die Antwort – jawaban, die Umkehr – pembalikan; die Trauer – kesedihan.
11.2.1.2
Kata benda betina
Yang termasuk kata benda berjenis betina (die) yakni:
1) Orang perempuan dan profesi : die Schwester, die Fotografin ...
2) Bilangan pokok seperti : die Eins, die Zwölf ...
3) Kata-kata benda dengan akhiran berikut adalah betina (lihat tabel).
die -ade (fassade) -ine (Kabine)
-age (Garage) -ion (Information)
-anz (Toleranz) -isse (Kulisse)
-ei (Partei) -ive (Alternative)
-enz (Existenz) -keit (Schnelligkeit)
-ette (Tablette) -schaft (Wissenschaft)
-heit (Schönheit) -sis (Basis)
-ie (Kopie) -tät (Universität)
-ie (Familie) -ung (Umleitung)
-ik (Musik) -ur (Kultur)
-in (Freundin) -üre (Lektüre)
Contoh lain: die Materei , die Klugheit, die Einsamkeit, die Freundschaft, die Meinung, die Realität, die Theologie, die Musik, die Religion dan sebagainya.
Kecuali: das Gente, das Abitur.
4) Kata benda yang akar katanya dari verba dan menunjukkan suatu akhir : die Sicht, die Tat ...
5) Berasal dari kata kerja akhiran –t kebanyakan adalah betina.
die Ankunft (ankommen) Pflicht (pflegen)
Fahrt (fahren) Schlacht (schlagen)
Flucht (fliehen) Schrift (schreiben)
Geburt (gebären) Sicht (sehen)
Zucht (ziehen)
6) Kata benda yang ditutup dengan sebuah e: die Messe, die Reise ...
7) Nama-nama negara (Länden) dan nama-nama daerah berakhiran –ei, -ie dan – e.
die Tschechoslowakei Türkei Mongolei
Normandie Provence
11.2.1.3
Kata benda netral
Sekarang kita membahas jenis kelamin ketiga, yang dalam bahasa Inggris disebut neuter (netral). Neuter atau netral berasal dari bahasa Latin (neither) yang artinya bukan jantan dan bukan pula betina. Dalam bahasa Jerman, jenis ini disebut Neutral atau Neutrum. Yang termasuk kata benda berjenis netral (das) sebagai berikut:
1) Kata benda dengan – chen dan – lein seperti : das Mädchen, das Büchlein, das Kätzchen (kucing kecil).
2) Kata benda dengan akhiran – ment, - um : das Dokument, das Museum, das Element, das Monument, das Instrument, das Parlament. Kecuali der (bisa pula das) Moment, der Konsument.
3) Jenis kata (Wörtarten) seperti das Adjektiv, das Pronomen, das Verb, das Adverb, das Substantiv. Kecuali der Artikel, die Präposition.
4) Menyatakan mengenai teori dan fisika Satuan (Einheiten) seperti das Bar, das Kilo, das Pfund, das Volt, das Gramm, das Ohm, das Phon, das Watt. Kecuali die Tonne, der Zentner. Untuk satuan meter dan liter, orang menyebut der atau das.
5) Menyatakan mengenai elemen (Elemente) kimiawi dan metal (Metalle) seperti das Blech, das Gold, das Metall, das Silber, das Blei, das Jod, das Salz, das Zink, das Eisen, das Kupfer. Kecuali der Stahl.
6) Menyatakan mengenai bahasa-bahasa (Sprachen) umpamanya das Deutsch (bahasa Jerman), das Englisch (bahasa Inggris), das Norwegisch (bahasa Norwegia) dan sebagainya.
7) Kata benda dengan akhiran –tum lazimnya netral seperti das Albertum, das Fürstentum, das Baum. Kecuali: der Reichtum, der Irrtum.
8) Kata benda berakhiran –nis seringkali netral, hanya beberapa yang betina.
Yang netral :
das Bedürfnis Erlebnis Geheimnis
Begräbnis Erzeugnis Verständnis
Bündnis Gedächtnis Verzeichnis
Ereignis Gefängnis Zeugnis
Ergebnis
Yang betina :
die Erkenntnis Finsternis Wildnis
9) Kata benda yang akarnya dari verba (infinitiv): das Essen, das Vergnügen, das Bedauern, das Essen, das Bemühen, das Können, das Verhalten, das Benehmen, das Leben, das Vertrauen.
11.2.1.4
Deklinasi kata benda
Dalam bahasa Jerman, Anda selalu bertemu dengan deklinasi. Deklinasi artinya tasrif atau konyugasi. Yang memiliki konyugasi tidak hanya kata kerja melainkan juga kata sandang, kata sifat, kata ganti dan bahkan kata tanya. Deklinasi lazimnya ditentukan berdasarkan, yang di dalam gramatika Belanda disebut namval atau di dalam gramatik Jerman sendiri disebut kasus. Dalam bahasa Jerman sebagaimana pada bahasa lain ada 4 macam kasus yaitu kasus pertama: subjek atau pokok kalimat – Nominativ; kasus ke dua: milik – Genitiv; kasus ke tiga: objek penyerta - Dativ dan kasus ke empat: objek penderita - Akkusativ. Jadi setiap kata sandang, kata sifat dan kata ganti disusun berdasarkan namval-namval ini.
Contoh:
1. Kuda itu telah menggondol hadiah pertama.
(Das Pferd hat den ersten Preis gewonnen).
2. Saya memberi kuda itu sepotong gula.
(Ich gebe dem Pferd ein Stück Zucker).
Penjelasan:
Dalam kalimat 1, kata Pferd sebagai pelaku (subjek) - Nominativ. Dalam kalimat 2, Pferd sebagai objek penyerta - Dativ.
Di bawah ini disusun skema namval pertama dan namval keempat. Pelajarilah kasus-kasus ini dengan sebaik-baiknya!
Namval pertama - Nominativ
der Mann der Lehrer der Hund (jantan)
die Dame die Frau die Gabel (betina)
das Kind das Haus das Fräulein (netral)
die Kinder die Männer die Menschen (jamak)
Namval ke empat - Akkusativ
den Mann den Lehrer den Hund
die Dame die Frau die Gabel
das Kind das Haus das Fräulein
die Kinder die Männer die Menschen
Terlihat hanya kata-kata jantan yang berbeda antara namval pertama dengan ke empat dari kata sandang.
Contoh:
Udo memanggil anjing itu. - Udo ruft den Hund.
Kami menegur laki-laki itu. - Wir reden den Mann an.
Tuan mencium perempuan itu. - Der Herr küßt die Dame.
Begitu pula:
Inge mengenal seorang laki-laki. - Inge kennt einen Mann.
Krull memanggil seekor anjing. - Krull ruft einen Hund.
Udo tidak menyukai guru. - Udo mag keinen Lehrer.
1 ein Mann
eine Frau
ein Kind
keine Leute
3 einem Mann
einer Frau einem Kind keinen Leuten
4 einen Mann
eine Frau ein Kind
keine Leute
Juga pada nomina bukan jantan tidak ada perbedaan antara namval ke satu dengan ke empat. Contoh:
Der Herr küßt die Dame di samping Ein Dame grüßte uns.
Inge ruft ein Fräulein di samping Ein Fräulein bedient uns.
Wir hören keine Kinder. di samping Keine Kinder sind krank.
Demikian pula:
Apakah kau tidak membeli anjing? – Kaufst du keinen Hund?
Saya tidak memahami bahasa-bahasa asing. – Ich verstehe keine Fremdsprachen.
Aku tidak mengenal seorang jururawat rumah sakit pun di desa kami.
Ich kenne keine Krankenschwester in unserem Dorf.
Perhatikan!
Janganlah beranggapan bahwa namval ke empat selalu berada di belakang dalam kalimat sebab tempatnya dalam kalimat tidak berhubungan dengan namval.
Contoh:
Saya tidak mengenal laki-laki itu, tetapi benar anak lelakinya.
Ich kenne den Mann nicht, aber wohl seinen Sohn.
Laki-laki itu aku tidak kenal, tetapi benar anak lelakinya.
Den Mann kenne ich nicht, aber wohl seinen Sohn.
Semua namval yang telah kita pelajari dapat disimpulkan sbb.:
1.
der Mann
die Frau
das Kind
die Leute
2.
des Mannes
der Frau
des Kindes der Leute
3.
dem Mann
der Frau
dem Kind
den Leuten
4.
den Mann
die Frau
das Kind
die Leute
Penjelasan:
Kata benda mendapat – s atau – es dalam kasus kedua jantan dan netral. Biasa orang memakai – es untuk kata-kata pendek. Misal: des Mannes, des Hauses.
Pada kata-kata panjang, gunakan – s : des Fahrrads, des Betrags.
Sudah tentu aturan namval kedua ini berlaku pula bagi kata-kata penentu seperti yang telah kenal. Contoh:
jantan: dieses Mannes, jedes Milchhändlers, eines Vaters;
betina: jenes Frau, mancher Braut, ihrer Schwester;
netral: jedes Kindes, dieses Geldes, unseres Fahrrads;
jamak: aller Leute, solcher Eier, euerer Eltern.