• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN KU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN KU"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Ika Nahdati Rahmah NIM : 16422160

Kelas : Pengembangan Kurikulum PAI (C)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI

Tiga faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum, menurut Sukmadinata yaitu : 1. Perguruan Tinggi

Di perguruan tinggi dilakukan uji coba, temuan-temuan penelitian, maka temuan ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan di perguruan tinggi. Perguruan tinggi sendiri memberikan dua pengaruh terhadap kurikulum di sekolah, yaitu :

a. Segi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jenis pengetahuan yang dikembangan di perguruan tinggi akan memepengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. Sedangkan pengembangan teknologi akan mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan, disamping sebagai isi kurikulum.

b. Segi pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru Lembaga Pendidikan Tengah Kependidikan. Pengembangan kurikulum yang terpengaruh melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. Penguasaan keilmuan dan kemampuan mengajar guru akan mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah.

2. Masyarakat

Isi kurikulum hendaknya memenuhi kebutuhan dan tuntutan yang ada di masyarakat. Sekolah berkewajiban menyerap dan melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat, salah satu kekuatan yang ada di masyarakat adalah dunia usaha. Hal ini sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum, karena sekolah bukan hanya sekedar menyiapkan anak untuk selesai sekolah, tetapi juga untuk dapat hidup, bekerja, dan berusaha di dalam masyarakat. Maka lingkungan, budaya, bahasa, dan adat istiadat, jenis pekerjaan yang ada di masyarakat tentu saja berimplikasi pada kurikulum yang dikembangkan dan digunakan sekolah.

(2)

Berbagai nilai yang berkembang dalam masyarakat juga turut berpengaruh pada pengembangan kurikulum, sekolah juga bertanggung jawab dalam memelihara pewarisan nilai-nilai positif tersebut dan harus mengintegrasikannya dalam kurikulum. Maka dari itu, pengembangan kurikulum harus mencakup hal-hal seperti :

a. Mengakomodasi keragaman nilai

b. Mengetahui dan memperhatikan semua nilai

c. Berpegang pada prinsip demokratis, etis, dan moral d. Menghargai nilai-nilai kelompok lain

e. Memahami dan menerima keragaman budaya yang ada

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengembangan kurikulum, yaitu : 1) Filosofis

Sesuai dengan pemikiran filsafat menurut pemikiran Ella Yulaelawati dalam Sudrajat (2008), masing-masing aliran filsafat yaitu :

a) Perenialisme

Pengetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. Lebih menekankan pada kebenaran absolut, universal, tidak terikat waktu, dan berorientasi ke masa lalu.

b) Essensialisme

Menekankan pada pentingnya pewarisan budaya, pemberian pengetahuan, dan keterampilan, serta ilmu pasti dianggap sebagai dasar-dasar substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. Berorientasi pada masa lalu.

c) Eksistensialisme

Menekankan individu sebagai sumber pengetahuan tentang makna hidup. Individu sebagai faktor utama dalam menentukan hal terbaik dan dianggap benar. Sehingga untuk memahami kehidupan harus memahami dirinya sendiri.

d) Progresivisme

Menekankan pada pentingnya perbedaan individu, berpusat pada peserta didik, variasi pengalaman belajar dan proses (pengembangan belajar peserta didik aktif).

e) Rekonstruktivisme

Menekankan pada peradaban manusia masa depan tentang pemecahan masalah, berfikir kritis, dan sejenisnya.

Aliran Perenialisme, Essensialisme, Eksistensialisme mendasari pengembangan “model kurikulum subjek-akademis”, filsafat Progresivisme mendasari pengembangan “model kurikulum pendidikan pribadi”, dan filsafat Rekonstruktivisme diterapkan dalam pengembangan “model kurikulum interaksional”.

(3)

3) Sosial-Budaya

Kehidupan masyarakat dengan segala karakteristik dan kekayaan budaya menjadi landasan sekaligus acuan bagi pendidikan. Maka, tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, karakteristik, kekayaan, dan perkembangan yang ada di masyarakat. Dengan begitu, kurikulum yang dikembangakan mempertimbanglan, merespons, berlandaskan pada perkembangan sosial-budaya dalam masyarakat baik dalam konteks lokal, nasional, maupun global.

4) Politik

Pengembangan kurikulum dipengaruhi oleh proses politik, karena setiap pergantian kepemimpinan maka setiap kali itulah kurikulum pendidikan berubah (pergantian menteri berarti perubahan kurikulum).

5) Ilmu dan Teknologi (IPTEK)

Kurikulum harus disertai dengan kemampuan meta-kognisi, kompetensi untuk berpikir, belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses, memilih, menilai pengetahuan, mengatasi situasi ambigu, dan antisipatif terhadap ketidakpastian. Maka, desain dan pengembangan kurikulum seyogyanya mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik dapat mengimbangi, mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan manusia.

6) Pembangunan Negara dan Perkembangan Dunia

Referensi

Dokumen terkait

sahat muse hamu tu Jakarta (xβas a dependent temporal enhancement clause).. nugga sempat karejo hamu nadua di si (αas an

Selain itu politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk partai politik, lembaga masyarakat maupun perseoranagan.Bilamana lingkup pengertian politik dipahami seperti itu

Ikatan yang terjadi disini (dan juga ion yang sejenis yang terbentuk dari sebagian besar logam yang lain) adalah koordinasi (kovalen dativ) dengan menggunakan pasangan elektron

Dengan demikian pendidikan Aqidah Akhlaq adalah usaha yang diarahkan terhadap pembentukan kepribadian peserta didik yang sesuai ajaran Islam, atau suatu upaya dengan ajaran

analisis data menurut model stake yaitu mencoba membandingkan antara hasil yang diperoleh dengan standar yang telah digunakan sebelumnya. Dengan model ini, peneliti

Kosmologi ini berpendapat alam semesta yang tidak terbatas dengan benda-benda langit yang bertebaran di ruang angkasa tidak melekat pada dinding kubah langit, tercatat pada Jin-shu

Praktik Pengalaman Lapangan adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam

Langkah selanjutnya adalah proses analisis dan perancangan menggunakan metodologi Ripple yang akan menghasilkan definisi kebutuhan dan artefak perancangan, kemudian