• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENULISAN KARYA ILMIAH filsafat ilmu 6

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENULISAN KARYA ILMIAH filsafat ilmu 6"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENULISAN ILMIAH

1. Pendahuluan

Penulisan karya ilmiah adalah tahap akhir penelitian ilmiah sebagai tugas fungsional sosialisasi ilmu pengetahuan untuk dikomunikasikan terutama kepada masyarakat akademik dalam disiplin ilmu yang bersangkutan. Hal ini sesuai dengan asas keterbukaan ilmu untuk ditanggapi, dikoreksi atau duji lebih lanjut oleh sementara peminat. Mungkin juga merangsang peneliti lain untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum terjawab secara tuntas sebagaimana yang diisyaratkan dalam rekomendasi peneliti. Segi lain yang tak kalah pentingnya adalah mengkomunikasikan segi menfaat praktis sebagai amal ilmiah yang dapat diterapkan oleh konsumen yang berminat.

(2)

Format penulisan laporan ilmiah biasanya dasarnya disesuaikan dengan instansi yang menyelenggarakan penelitian tersebut. Namun pada prinsipnya format laporan yang netral ialah yang konsisten dengan filsafat ilmu dan urutan langkah-langkah pokok dalam metode ilmiah.

2. Struktur Penulisan Ilmiah

Struktur penulisan ilmiah adalah kerangka penyajian beserta komponen-komponennya mengenai hasil penelitian berupa karya ilmiah seperti skripsi, tesis atau desertasi. Adapun kerangka dengan urutan susunan komponennya lazim disebut sistematika merupakan implikasi logika berpikir yang dianut agar terjalin kaitan fungsional yang konsisten dari segi relevansi materi termasuk istilah-istilah yang dipakai sejak awal sampai akhir. Dengan demikian terpelihara “benang merah” secara tepat.

8.1.1 Tentang BAB I PENDAHULUAN

a. Tentang Judul

(3)

b. Tentang Latar Belakang Penelitian

Latar belakang penelitian mencerminkan dinamika proses pemikiran mengapa mengapa fenomena (gejala alam, gejala sosial) yang dijumpai menggugah niat atau panggilan untuk melakukan penelitian. Secara logis, peneliti melihat fenomena tersebut dalam suatu keadaan yang secara kondisional dan situasional mengisyaratkan suatu tingkat kegawatan atau kerawanan tertentu. Dengan demikian, peneliti terdorong oleh pertimbangan yang menggelitik hatinya untuk menjawab kedua pertanyaan berikut: (1) bila dilakukan penelitian, apa dari segi dampak positifnya yang dapat diamankan atau diamalkan (2) bila tidak dilakukanpenelitian “dosa” apa yang menghantui jiwa peneliti, yaitu segi dampak negatif yang akan berlangsung berlarut-larut.

Walaupun demikian, peneliti harus merasa yakin bahwa fenomena yang dijumpainya itu benar-benar berstatus masalah yang masih aktual dari relevansi dengan masa kini. Kemana ia harus berpaling untuk mendapat konfirmasi tentang hal tersebut. Tiada lain daripada berkonsultasi kepada khazanah ilmu pengetahuan, yaitu kepustakaan atau literaturdalam berbagai bentuk sumber informasi. Antara lain berupa majalah ilmiah, dokumentasi atau berkonsultasi kepada pakar ilmiah terdekat dalam disiplin ilmu yang bersangkutan.

(4)

hankamnas). Jawabanya adalah bahwa penelitian itu mahal, makan waktu, tenaga dan biaya.

Oleh karena itu harus serasi dengan tujuan fungsional penelitian, yaitu memperoleh nilai manfaat praktis yang seimbang dengan nilai sumbangan ilmiah bagi perkembangan ilmu. Dari uraian di atas sudah tercermin hal-hal sebagai berikut:

1. penetapan masalah yang diuji kepastian aktualitas dan relevansinya. Kemudian dirumuskan berupa tema sentral masalah atau “problem issue”, sebagai gambaran ringkas secara kondisional dan situasional fenomena yang dihadapi, sehingga menggugah untuk dilakukan penelitian dalam waktu cepat atau dekat. Ini berarti mempertajam status tingkat kerawanan tema sentral masalah sebagai justifikasi kebenaran pemberian dukungan urgensi penelitian. Rumusan tema sentral masalah ditampilkan sebagai kalimat pertama dalam halaman pertama latar belakang penelitian.

2. Risalah berupa argumentasi dukungan data empiris yang melandasi pendeskripsian proses timbulnya fenomena yang dihadapi. Artinya peneliti sudah mempunyai persepsi ilmiah tentang apa-apa yang harus diperhatikan dalam rangka pendekatan masalahanya.

(5)

c. Tentang Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah merupakan Penjabaran dari tema sentral masalah menjadi beberapa submasalah yang spesifik, yang dirumuskan berupa kalimat Tanya. Ini berarti bahwa identifikasi masalah mengandung acuan-acuan tertentu yang mengarahkan pengungkapan data empiris melalui persiapan penelitian. Sesuai dengan metode ilmiah, ada upaya untuk mengenal faktor-faktor yang terlibat, karakteristik pengaruh masing-masing faktor terhadap fenomena, hubungan faktor satu dengan yang lain dalam pengaruhnya terhadap fenomena.

Dengan demikian maka bentuk rumusan identifikasi masalah mengarah kepada contoh berikut:

(1) Faktor atau faktor-faktor apakah yang mempengaruhi fenomena;

(2) Bagaimana pengaruh masing-masing faktor-faktor terhadap fenomena; (3) Sejauh mana gabungan faktor-faktor berpengaruh terhadap fenomena.

d. Tentang Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dan tujuan penelitian diselaraskan dengan perumusannya. Sesungguhnnya hal ini merupakan gambaran operasionalisasi penelitian masing-masing sub masalah beserta acuan-acuannya sebagaimana dirumuskan dalam sub masalah. Oleh karena itu urutannya harus sesuai dengan urutan identifikasi masalah. Dengan berorientasi kepada contoh perumusan identifikasi masalah, dapat diikuti pedoman perumusan sebagai berikut:

(1) Faktor atau faktor-faktor apakah yang mempengaruhi fenomena;

(6)

e. Tentang Kegunaan Penelitian

Hal ini merupakan penajaman spesifikasi sumbangan ilmiahnya bagi perkembangan ilmu, sebagaimana yang telah diterangkan dalam bab latar belakang terdahulu.

f. Tentang Kerangka Pemikiran Premis dan Hipotesis

Kerangka pemikiran adalah dukungan dasar teoritis dalam rangka memberi jawaban terhadap pendekatan pemecahan masalah. Sebagaimana diketahui ilmu pengetahuan merupakan lanjutan kesinambungan kegiatan yang telah dirintis oleh para pakar ilmiah sebelumnya. Ini berarti bahwa telah tersedia gudang teori-teori untuk masing-masing disiplin ilmu yang relevan dengan masalah yang digarap. Oleh karena itu untuk penyusunan suatu kerangka pemikiran, harus bertitik tolak dari seleksi bukti-bukti ilmiah berupa kesimpulan hsil penelitian para pakar terdahulu, namun yang sampai sekarang masih berlaku. Dengan demikian diperoleh sederetan bukti-bukti ilmiah yang jumlahnya bergantung kepada banyaknya peneliti yang pernah menggarap masalah yang serupa. Perlu diketahui bahwa bukti-bukti tersebut disusun sebagai catatan di luar naskah. Adapun yang dicantumkan dalam naskah adalah setelah masing-masing bukti dikristalisasi lagi esensi pernyataanya menjadi premis.

(7)

Adapun kebenaran logika deduktif menganut asas koherensi. Artinya mengingat bahwa premis-premis itu merupakan sumber informasi yang tidak perlu duji lagi ikebenaran ilmiahnya, maka dengan sendirinya hipotesis sebagai kesimpulan dari premis-premis itu mempunyai kepastian kebenaran pula. Dengan tersusunnya hipotesis atau hipotesis-hipotesis, maka sub bab kerangka pemikiran, premis, dan hipotesis sudah selesai.

g. Tentang Metode Umum Penelitian

Secara umum dinyatakan sekedar gambaran tentang sifat pendekatan penelitian yang lazimnya terkait dengan displin ilmu yang bersangkutan seperti dari segi ekonomi, sosial, hokum dan sebagainya. Sedangkan metode menyangkut pilihan metodik penelitian seperti metode survai, studi kasus, metode eksperimental dan sebagainya.

h. Tentang Lokasi dan Lama Penelitian

Lokasi mencerminkan kelayakan akan terungkapnya data empiris yang diperlukan. Sejawat peneliti yang berpengalaman dapat ikut menilai di mana kemungkinan besar dukungan data empiris dapat diperoleh. Demikian pula tentang lama penelitian mencerminkan kesepadanan waktu yang dicurahkan kepada pelaksanaan penelitian yang bersangkutan.

8.1.2 Tentang BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

(8)

Perlu dikemukakan bila tinjauan kritis tidak dilakukan maka khawatir peneliti akan dielompokkan sebagai ‘gudang ilmu’ atau ‘pengecer ilmu” . artinya apa saja yang perlu diketahui, dikuasai penuh dan terinci, bukan menurut sikap dan pandangan pribadi. Disamping memberi bobot tertentu kepada peneliti, tinjauan kepustakaan mempunyai fungsi yang penting yaitu sebagai landasan pembanding hasil penelitian sendiri.

Referensi

Dokumen terkait

Observasi dilakukan agar mahasiswa dapat mengenali lingkungan sekolah sebagai lokasi praktik mengajar. Adanya kegiatan observasi tersebut memberikan pengetahuan kepada mahasiswa

yang berasal dari komponen akrual sebagai aktiitas earnings management memiliki persistensi yang lebih rendah dibanding aliran kas. Laba yang dilaporkan lebih besar dari

Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Lelang oleh Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Landak Tahun 2011 Nomor:20.F:

[r]

[r]

Standar mutu yang digunakan adalah berdasarkan standar Dikti, standar akreditasi, dan standar BJM Unsyiah, yang secara umum mencakup data tentang: visi, misi, tujuan

Hasil dari penelitian tersebut sebaiknya didasarkan atas koperasi, tetapi berhubungan beberapa hal yang terpenting ialah Bahwa bangsa Indonesia belum masak/siap

Jadi rata-rata waktu untuk memindahkan satu objek adalah 6 detikmaka sistem pneumatik pada Penelitian ini lebih cepat dalam memindahkan barang dibandingkan alat