Pengelolaan Keuangan Negara dan Daerah PERTEMUAN V Dr Rilla Gantino, SE., AK., MM Akt-FEB

Teks penuh

(1)

Pengelolaan Keuangan Negara dan Daerah PERTEMUAN V

(2)

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN

(3)

Dasar hukum yang digunakan dalam

Dasar hukum yang digunakan dalam

pengelolaan keuangan daerah

pengelolaan keuangan daerah

berdasarkan pada:

Perimbangan Keuangan antara

Perimbangan Keuangan antara

Pemerintah Pusat dan Pemerintah

Pemerintah Pusat dan Pemerintah

Daerah;

Daerah;

--

Peraturan Pemerintah RI No 25 Tahun

Peraturan Pemerintah RI No 25 Tahun

2000 tentang Kewenangan Pemerintah

2000 tentang Kewenangan Pemerintah

dan Kewenangan Propinsi sebagai

dan Kewenangan Propinsi sebagai

Daerah Otonomi;

(4)

K

K

euangan daerah adalah semua

euangan daerah adalah semua

hak dan kewajiban yang daoat

hak dan kewajiban yang daoat

dinilai dengan uang, demikian pula

dinilai dengan uang, demikian pula

segala sesuatu baik berupa uang

segala sesuatu baik berupa uang

maupun barang yang dapat

maupun barang yang dapat

dijadikan kekayaan daerah

dijadikan kekayaan daerah

sepanjang belum dimiliki/dikuasai

sepanjang belum dimiliki/dikuasai

oleh negara atau daerah yang

oleh negara atau daerah yang

lebih tinggi, serta pihak lain sesuai

lebih tinggi, serta pihak lain sesuai

dengan ketentuan peraturan yang

dengan ketentuan peraturan yang

(5)

-

-

Peraturan Pemerintah RI No 105

Peraturan Pemerintah RI No 105

Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan

Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan

Pertanggungjawaban Keuangan

Pertanggungjawaban Keuangan

Daerah;

Daerah;

-

-

Peraturan Pemerintah RI No 106

Peraturan Pemerintah RI No 106

Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan

Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan

Pertanggungjawaban Keuangan dalam

Pertanggungjawaban Keuangan dalam

Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas

Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas

Perbantuan;

Perbantuan;

-

-

Peraturan Pemerintah RI No 11 Tahun

Peraturan Pemerintah RI No 11 Tahun

2000 tentang Informasi Keuangan

2000 tentang Informasi Keuangan

Daerah.

(6)

Dasar hukum yang digunakan dalam

Dasar hukum yang digunakan dalam

pengelolaan keuangan daerah

pengelolaan keuangan daerah

berdasarkan pada:

Perimbangan Keuangan antara

Perimbangan Keuangan antara

Pemerintah Pusat dan Pemerintah

Pemerintah Pusat dan Pemerintah

Daerah;

Daerah;

--

Peraturan Pemerintah RI No 25 Tahun

Peraturan Pemerintah RI No 25 Tahun

2000 tentang Kewenangan Pemerintah

2000 tentang Kewenangan Pemerintah

dan Kewenangan Propinsi sebagai

dan Kewenangan Propinsi sebagai

Daerah Otonomi;

(7)

K

K

euangan daerah adalah semua

euangan daerah adalah semua

hak dan kewajiban yang daoat

hak dan kewajiban yang daoat

dinilai dengan uang, demikian pula

dinilai dengan uang, demikian pula

segala sesuatu baik berupa uang

segala sesuatu baik berupa uang

maupun barang yang dapat

maupun barang yang dapat

dijadikan kekayaan daerah

dijadikan kekayaan daerah

sepanjang belum dimiliki/dikuasai

sepanjang belum dimiliki/dikuasai

oleh negara atau daerah yang

oleh negara atau daerah yang

lebih tinggi, serta pihak lain sesuai

lebih tinggi, serta pihak lain sesuai

dengan ketentuan peraturan yang

dengan ketentuan peraturan yang

(8)

-

-

Peraturan Pemerintah RI No 105

Peraturan Pemerintah RI No 105

Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan

Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan

Pertanggungjawaban Keuangan

Pertanggungjawaban Keuangan

Daerah;

Daerah;

-

-

Peraturan Pemerintah RI No 106

Peraturan Pemerintah RI No 106

Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan

Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan

Pertanggungjawaban Keuangan dalam

Pertanggungjawaban Keuangan dalam

Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas

Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas

Perbantuan;

Perbantuan;

-

-

Peraturan Pemerintah RI No 11 Tahun

Peraturan Pemerintah RI No 11 Tahun

2000 tentang Informasi Keuangan

2000 tentang Informasi Keuangan

Daerah.

(9)

Pengelolaan keuangan

Pengelolaan keuangan

:

:

1.

1.

Tanggung jawab (accountability)

Tanggung jawab (accountability)

2.

2.

Mampu memenuhi kewajiban

Mampu memenuhi kewajiban

keuangan

keuangan

3.

3.

Kejujuran

Kejujuran

4.

4.

Hasil guna (efectiveness) dan

Hasil guna (efectiveness) dan

daya guna (efciency)

daya guna (efciency)

5.

(10)

P

P

erspektif perubahan yang diinginkan

erspektif perubahan yang diinginkan

dalam pengelolaan keuangan daerah

dalam pengelolaan keuangan daerah

dan anggaran daerah adalah:

dan anggaran daerah adalah:

1.

1.

Pengelolaan keuangan daerah harus

Pengelolaan keuangan daerah harus

bertumpu pada kepentingan publik

bertumpu pada kepentingan publik

(public oriented)

(public oriented)

2.

2.

Kejelasan tentang misi pengelolaan

Kejelasan tentang misi pengelolaan

keuangan daerah pada umumnya dan

keuangan daerah pada umumnya dan

anggaran daerah pada khususnya

anggaran daerah pada khususnya

3.

3.

Desentralisasi pengelolaan

Desentralisasi pengelolaan

keuangan dan kejelasan peran para

keuangan dan kejelasan peran para

partisipan yang terkait dalm

partisipan yang terkait dalm

pengelolaan anggaran;

(11)

4.

4.

Kerangka hukum dan administrasi atas

Kerangka hukum dan administrasi atas

pembiayaan, investasi dan pengelolaan

pembiayaan, investasi dan pengelolaan

keuangan daerah

keuangan daerah

5.

5.

Kejelasan tentang kedudukan keuangan

Kejelasan tentang kedudukan keuangan

DPRD, K

DPRD, K

epala daerah

epala daerah

dan PNS Daerah, baik

dan PNS Daerah, baik

rasio maupun dasar pertimbangannya

rasio maupun dasar pertimbangannya

6.

6.

Ketentuan tentang bentuk dan struktur

Ketentuan tentang bentuk dan struktur

anggaran, anggaran kinerja, dan anggaran

anggaran, anggaran kinerja, dan anggaran

multi-tahunan;

multi-tahunan;

7.

7.

Prinsip pengadaan dan pengelolaan

Prinsip pengadaan dan pengelolaan

barang daerah yang lebih profesional

barang daerah yang lebih profesional

.

(12)

8.

8.

Prinsip akuntansi pemerintah daerah,

Prinsip akuntansi pemerintah daerah,

laporan kuangan, peran DPRD, peran

laporan kuangan, peran DPRD, peran

akuntan publik dalam pengawasan,

akuntan publik dalam pengawasan,

pemberian opini dan rating kinerja

pemberian opini dan rating kinerja

anggaran, dan transparansi informasi

anggaran, dan transparansi informasi

anggaran kepada publik

anggaran kepada publik

9.

9.

Aspek pembinaan dan pengawasan yang

Aspek pembinaan dan pengawasan yang

meliputi batasan pembinaan, peran asosiasi,

meliputi batasan pembinaan, peran asosiasi,

dan peran anggota masyarakat guna

dan peran anggota masyarakat guna

pengembangan

pengembangan

10.

10.

Pengembangan sistem informasi

Pengembangan sistem informasi

keuangan daerah untuk menyediakan

keuangan daerah untuk menyediakan

informasi anggaran yang akurat dan

informasi anggaran yang akurat dan

pengembangan komimen pemerintah

pengembangan komimen pemerintah

daerah terhadap penyebarluasan informasi.

(13)

Indikasi keberhasilan otonomi

Indikasi keberhasilan otonomi

daerah adalah adanya

daerah adalah adanya

peningkatan pelayanan dan

peningkatan pelayanan dan

kesejahteraan masyarakat yang

kesejahteraan masyarakat yang

semakin baik, kehidupan

semakin baik, kehidupan

demokrasi yang semakin maju,

demokrasi yang semakin maju,

keadilan, pemerataan, serta

keadilan, pemerataan, serta

adanya hubungan yang serasi

adanya hubungan yang serasi

antara pusat dan daerah serta

antara pusat dan daerah serta

(14)

Konsep

Konsep

value for money

value for money

(VFM).

(VFM).

penting bagi pemerintah sebagai

penting bagi pemerintah sebagai

pelayan masyarakat

pelayan masyarakat

, manfaat:

, manfaat:

1.

1.

Efektivitas pelayanan publik,

Efektivitas pelayanan publik,

dalam arti pelayanan tepat

dalam arti pelayanan tepat

sasaran

sasaran

2.

2.

Meningkatkan mutu pelayanan

Meningkatkan mutu pelayanan

publik

publik

Biaya pelayanan yang murah

Biaya pelayanan yang murah

karena hilangnya inefsiensi dan

karena hilangnya inefsiensi dan

penghematan dalam penggunaan

penghematan dalam penggunaan

resources;

(15)

Langkah-langkah dalam

Langkah-langkah dalam

pengukuran VFM atas pengeluaran

pengukuran VFM atas pengeluaran

daerah dapat dirinci menurut

daerah dapat dirinci menurut

indikatornya sebagai berikut:

indikatornya sebagai berikut:

1.

1.

Pengukuran ekonomi

Pengukuran ekonomi

2.

2.

Pengukuran efesiensi

Pengukuran efesiensi

3.

(16)

Pengukuran ekonomi

Pengukuran ekonomi

E

E

konomi merupakan ukuran

konomi merupakan ukuran

relatif, dalam suatu organisasi

relatif, dalam suatu organisasi

Pemerintah Daerah, pertanyaan

Pemerintah Daerah, pertanyaan

yang timbul sehubungan

yang timbul sehubungan

(17)

Pengukuran efesiensi

Pengukuran efesiensi

Efsiensi dapat diukur

Efsiensi dapat diukur

dengan rasio antara

dengan rasio antara

output

output

/keluaran dan

/keluaran dan

input

input

/masukan sekunder

/masukan sekunder

(pengeluaran).

(18)

Pengukuran efektivitas.

Pengukuran efektivitas.

Efektivitas adalah ukuran berhasil

Efektivitas adalah ukuran berhasil

tidaknya pencapaian tujuan suatu

tidaknya pencapaian tujuan suatu

organisai. Efektivitas tidak

organisai. Efektivitas tidak

menyatakan berapa besar

menyatakan berapa besar

pengeluaran yang telah dikeluarkan

pengeluaran yang telah dikeluarkan

untuk mencapai tujuan tersebut.

untuk mencapai tujuan tersebut.

Pengeluaran tidak menutup

Pengeluaran tidak menutup

kemungkinan melebihi apa yang telah

kemungkinan melebihi apa yang telah

dianggarkan.

dianggarkan.

Efektivitas merupakan perbandingan

Efektivitas merupakan perbandingan

antara

antara

outcome

outcome

dengan

dengan

output

output

(keluaran).

(19)

3.

3.

Alokasi belanja yang lebih

Alokasi belanja yang lebih

berorientasi pada kepentingan

berorientasi pada kepentingan

publik; dan

publik; dan

Meningkatkan

Meningkatkan

public

public

cost awareness

cost awareness

sebagai

sebagai

pelaksanaan pertanggung

pelaksanaan pertanggung

-

(20)

Perubahan dalam sistem anggaran

Perubahan dalam sistem anggaran

daerah yang dikehendaki adalah:

daerah yang dikehendaki adalah:

1.

1.

Anggaran daerah harus bertumpu

Anggaran daerah harus bertumpu

pada kepentingan publik.

pada kepentingan publik.

2.

2.

Anggaran daerah harus dikelola

Anggaran daerah harus dikelola

dengan hasil yang baik dan biaya

dengan hasil yang baik dan biaya

rendah (

rendah (

work better and cost less

work better and cost less

).

).

3.

3.

Anggar

Anggar

a

a

n daerah harus mampu

n daerah harus mampu

memberikan transparansi dan

memberikan transparansi dan

akuntabilitas secara rasional untuk

akuntabilitas secara rasional untuk

keseluruhan siklus anggaran.

(21)

4.

4.

Anggaran daerah harus dikelola

Anggaran daerah harus dikelola

dengan pendekatan kinerja

dengan pendekatan kinerja

(

(

performance oriented)

performance oriented)

untuk

untuk

seluruh jenis pengeluaran maupun

seluruh jenis pengeluaran maupun

pendapatan.

pendapatan.

5.

5.

Anggaran daerah harus mampu

Anggaran daerah harus mampu

menumbuhkan profesionalisme

menumbuhkan profesionalisme

kerja di setiap organisasi yang

kerja di setiap organisasi yang

(22)

6.

6.

Anggaran daerah harus

Anggaran daerah harus

dapat memberikan

dapat memberikan

keleluasaan bagi para

keleluasaan bagi para

pelaksananya untuk

pelaksananya untuk

memaksimalkan pengelolaan

memaksimalkan pengelolaan

dananya dengan

dananya dengan

memperhatikan prinsip VFM

(23)

Azas Umum Pengelolaan

Keuangan Daerah

Keuangan Daerah Dikelola Secara:

1. Tertib

2. Taat Peraturan 3. Efektif

4. Efisien 5. Ekonomis 6. Transparan

7. Tanggungjawab

Azas Keadilan

Azas Kepatutan

(24)

KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN

DAERAH

• Presiden selaku kepala pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan.

• Pemerintah Daerah gubernur, bupati, dan/atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur

penyelenggara pemerintahan daerah selaku pengelola keuangan daerah.

• Keuangan Daerah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala

(25)

• Anggaran alat akuntabilitas, manajemen, kebijakan ekonomi. Terbagi dua ;

• APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. • APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan

daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD, dan ditetapkan dengan peraturan daerah • Sistem penganggaran negara yang di pakai adl Performance

Budget System.

(26)

• sistem anggaran berbasis prestasi kerja memerlukan kriteria pengendalian kinerja dan evaluasi serta untuk

menghindari duplikasi dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian  negara/lembaga/perangkat daerah,  perlu  dilakukan   penyatuan sistem akuntabilitas kinerja dalam sistem penganggaran dengan memperkenalkan sistem penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian negara/ lembaga/perangkat daerah.

• Dengan penyusunan rencana kerja dan anggaran

kementerian/lembaga/perangkat daerah tersebut dapat terpenuhi sekaligus kebutuhan akan anggaran berbasis prestasi kerja dan pengukuran akuntabilitas kinerja

(27)

Pedoman Pengelolaan keuangan Daerah

(berdasarkan permen no.13 tahun 2006)

Ruang Lingkup Keuangan daerah

Hak daerah ; memungut pajak, retribusi daerah

melakukan pinjaman

Kewajiban ; penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah

membayar tagihan pihak ketiga

Penerimaan daerah

Pengeluaran Daerah

Kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain

Kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah

(28)

Pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan

daerah

Kepala Daerah

adl pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan

daerah

Memiliki wewenang menetapkan :

kebijakan pelaksanaan APBD

kebijakan pengelolaan barang daerahkuasa pengguna anggaran/pengguna barang

bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran

pejabat yang memungut penerimaan daerah

pejabat yang mengelola utang dan piutang daerahpejabat yang mengelola barang milik daerah

pejabat yang menguji tagihan dan memerintahkan

pembayaran. Melimpahkan sebagian/seluruh

kekuasaannya kepada :

SEKDA selaku koordinator pengelola keuangan daerah

kepala SKPKD selaku PPKD

kepala SKPD selaku pejabat pengguna anggaran/pengguna barang.

berdasarkan prinsip pemisahan kewenangan antara yang

(29)

Pejabat Pengelola Keuangan Daerah

Kepala SKPKD selaku PPKD mempunyai tugas:

menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan KEUDA

menyusun RAPBD dan RPAPBD;

melaksanakan pemungutan pendapatan daerah yang telah ditetapkan dengan Perda

melaksanakan fungsi BUD

menyusun laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD

(30)

PPKD dalam melaksanakan fungsinya selaku BUD berwenang:

menyusun kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD

mengesahkan DPA-SKPD/DPPA-SKPD

melakukan pengendalian pelaksanaan APBD

memberikan petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan pengeluaran kas daerah

melaksanakan pemungutan pajak daerah

menetapkan SPD

menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah

melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah

menyajikan informasi keuangan daerah

(31)

Kuasa BUD bertugas :

menyiapkan anggaran kas, SPD dan menerbitkan SP2D

menyimpan seluruh bukti asli kepemilikan kekayaan daerah

memantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh bank dan/atau lembaga keuangan lainnya yang ditunjuk

mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan APBD

menyimpan uang daerah

melaksanakan penempatan uang daerah dan mengelola/menatausahakan investasi daerah

melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas umum daerah

melaksanakan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah

(32)

Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang

mempunyai tugas :

menyusun RKA-SKPD&DPA-SKPD

melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban belanja

melaksanakan anggaran SKPD

Menguji tagihan dan memerintahkan pembayaran

melaksanakan pemungutan penerimaan bukan pajak

mengadakan ikatan/perjanjian kerjasama dengan pihak lain dalam batas anggaran yang telah ditetapkan

menandatangani SPM

mengelola utang, piutang, barang milik daerah/kekayaan daerah yang menjadi tanggung jawab SKPD

menyusun dan menyampaikan laporan keuangan SKPD

mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD

melaksanakan tugas-tugas pengguna anggaran/pengguna barang lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah

(33)

Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Barang

Pelimpahan tersebut berdasarkan pertimbangan :

• tingkatan daerah, besaran SKPD, besaran jumlah uang yang dikelola, beban kerja, lokasi, kompetensi dan/atau rentang kendali dan pertimbangan objektif lainnya.

Pelimpahan ditetapkan oleh KEPDA atas usul kepala SKPD.

(34)

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan SKPD

Pejabat pengguna anggaran/pengguna barang dan kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang dalam melaksanakan program dan kegiatan menunjuk pejabat pada unit kerja SKPD selaku PPTK.

Penunjukan pejabat berdasarkan pertimbangan kompetensi jabatan, anggaran kegiatan, beban kerja, lokasi, dan/atau rentang kendali dan pertimbangan objektif lainnya.

PPTK yang ditunjuk oleh pejabat pengguna anggaran/pengguna barang bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada pengguna anggaran/pengguna barang. PPTK yang ditunjuk oleh kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang

bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada kuasa pengguna anggaran/ kuasa pengguna barang.

Tugas PPTK:

mengendalikan pelaksanaan kegiatan

melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan

(35)

Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD

Untuk melaksanakan anggaran yang dimuat dalam DPA-SKPD, kepala SKPD menetapkan pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD sebagai PPK-SKPD.

Tugas PPK-SKPD :

meneliti kelengkapan SPP-LS pengadaan barang dan jasa yang disampaikan oleh bendahara pengeluaran dan diketahui/ disetujui oleh PPTK

meneliti kelengkapan SPP-UP, SPP-GU, SPP-TU dan SPP-LS gaji dan tunjangan PNS serta penghasilan lainnya yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang diajukan oleh bendahara pengeluaranmelakukan verifikasi SPP

menyiapkan SPM

melakukan verifikasi harian atas penerimaan

melaksanakan akuntansi SKPD & menyiapkan laporan keuangan SKPD

(36)

Bendahara Penerimaan dan Bendahara

Pengeluaran

KEPDA atas usul PPKD menetapkan bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pada SKPD.

Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran pejabat fungsional yang bertanggungjawab thdp pelaksanaan tugasnya kpd PPKD selaku BUD Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran baik secara langsung/tidak

langsung dilarang :

melakukan kegiatan perdagangan

pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa

bertindak sebagai penjamin atas kegiatan/pekerjaan/penjualanmembuka rekening/giro pos

menyimpan uang pada suatu bank/lembaga keuangan lainnya atas nama pribadi.

• Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran dalam melaksanakan tugasnya dapat dibantu oleh bendahara penerimaan pembantu dan

(37)

PERSOALAN DI INDONESIA

PERSOALAN DI INDONESIA

Pengertian dan ruang lingkup keuangan negara

Pengertian dan ruang lingkup keuangan negara

masih diperselisihkan

masih diperselisihkan

Belum adanya perundang-undangan pengganti

Belum adanya perundang-undangan pengganti

yang lama

(38)

PENGERTIAN, HAK DAN KEWAJIBAN

Keuangan negara adalah :

Semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang

Hak Negara :

1. Mencetak dan mengedarkan uang 2. Memungut pajak dan iuran lain 3. Melakukan pinjaman

Kewajiban negara :

1. Menyelenggarakan pelayanan umum

(39)

LANDASAN HUKUM KEUANGAN

LANDASAN HUKUM KEUANGAN

NEGARA

NEGARA

 UUD 1945 pasal 23 ,berbunyi :UUD 1945 pasal 23 ,berbunyi :

1.

1. Anggaran pendapatan dan Belanja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan Anggaran pendapatan dan Belanja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan

Undang-undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui

Undang-undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui

anggaran yang diusulkan pemerintah, pemerintah menjalankan

anggaran yang diusulkan pemerintah, pemerintah menjalankan

anggaran tahun lalu

anggaran tahun lalu

2.

2. Segala pajak untuk keperluan negara diatur berdasarkan undang-Segala pajak untuk keperluan negara diatur berdasarkan

undang-undang

undang

3.

3. Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undangMacam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang

4.

4. Hal keuangan negara slanjutnya diatur dengan undang-undangHal keuangan negara slanjutnya diatur dengan undang-undang

5.

5. Untuk memeriksa tanggungjawab tentang keuangan negara diadakan Untuk memeriksa tanggungjawab tentang keuangan negara diadakan

suatu Badan Pemeriksa Keuangan, yang peraturannya ditetapkan

suatu Badan Pemeriksa Keuangan, yang peraturannya ditetapkan

dengan undang-undang. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepda

dengan undang-undang. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepda

Dewan Perwakilan Rakyat

(40)

Undang-Undang (UU)

Undang-Undang (UU)

-

Setiap tahun pemerintah mengajukan RUU APBN

Setiap tahun pemerintah mengajukan RUU APBN

kepada DPR untuk disetujui

kepada DPR untuk disetujui

-

Perubahan atas APBN harus mendapat persetujuan

Perubahan atas APBN harus mendapat persetujuan

DPR

DPR

-

Pemerintah mengusulkan RUU Perhitungan Anggaran

Pemerintah mengusulkan RUU Perhitungan Anggaran

Negara (RUU-PAN)

Negara (RUU-PAN)

pertanggunjawaban keuangan

pertanggunjawaban keuangan

negara atas pelaksanaan APBN oleh permerintah

negara atas pelaksanaan APBN oleh permerintah

-

Pemerintah juga mengajukan RUU tentang Pajak,

Pemerintah juga mengajukan RUU tentang Pajak,

pendapatan negara bukan pajak, serta bea masuk

pendapatan negara bukan pajak, serta bea masuk

dan cukai

(41)

Keputusan Presiden (Keppres)

Keputusan Presiden (Keppres)

Peraturan Pelaksanaan lain : Keputusan Presiden

Peraturan Pelaksanaan lain : Keputusan Presiden

mengenai pelaksanaan

mengenai pelaksanaan

APBN.

APBN.

Keppres ini akan diubah sesuai dengan perkembangan

Keppres ini akan diubah sesuai dengan perkembangan

yang terjadi

yang terjadi

Peraturan Pelaksanaan Lainnya

Peraturan Pelaksanaan Lainnya

Misalnya :

Misalnya :

Aturan teknis dari Menteri Keuangan dan Direktur

Aturan teknis dari Menteri Keuangan dan Direktur

Jenderal Anggran dalam bentuk Surat Keputusan (SK)

Jenderal Anggran dalam bentuk Surat Keputusan (SK)

atau Surat Edaran (SE)

(42)

RUANG LINGKUP KEUANGAN NEGARA

RUANG LINGKUP KEUANGAN NEGARA

Pemerintah Pusat

Pemerintah Pusat

APBN dibuat oleh Pemerintah diajukan ke DPR RI

APBN dibuat oleh Pemerintah diajukan ke DPR RI

Disahkan Oleh DPR RI

Disahkan Oleh DPR RI

Dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat

Dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat

Dipertanggungjawabkan ke

Dipertanggungjawabkan ke

(43)

PEMERINTAH PUSAT

PEMERINTAH PUSAT

Pendapatan

Pendapatan BelanjaBelanja PembiayaanPembiayaan

Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan Belanja PegawaiBelanja Pegawai Utang dalam negeriUtang dalam negeri

PPN dan PPn BM

PPN dan PPn BM Belanja BarangBelanja Barang Utang Luar NegeriUtang Luar Negeri

Pajak Ekspor

Pajak Ekspor Belanja PemeliharaanBelanja Pemeliharaan Hasil Privatisasi Hasil Privatisasi

perush Negara

perush Negara

Bea Materai

Bea Materai Belanja Lain termasuk Belanja Lain termasuk perimbangan keuangan

perimbangan keuangan

dalam APBN

dalam APBN

Pendapatan lain :

Pendapatan lain :

BPPN

BPPN

Bea MAsuk dan Cukai

Bea MAsuk dan Cukai

Pend Negara Bkn Pjk

Pend Negara Bkn Pjk

(PNBP)

(PNBP)

Sewa dan Jasa

Sewa dan Jasa

Pendapatan Migas &

Pendapatan Migas &

Hibah

(44)

PEMERINTAH DAERAH (TK I DAN II)

PEMERINTAH DAERAH (TK I DAN II)

Keuangan negara yang dikelola oleh daerah meliputi

Keuangan negara yang dikelola oleh daerah meliputi

APBD yang disetujui oleh DPRD tiap PEMDA.

APBD yang disetujui oleh DPRD tiap PEMDA.

Pendapatan meliputi :

Pendapatan meliputi :

Pendapatan dari pemerintah pusat (PBB dan dana

Pendapatan dari pemerintah pusat (PBB dan dana

alokasi), pajak daerah dan pendapatan non pajak.

alokasi), pajak daerah dan pendapatan non pajak.

Belanja : seluruh belanja didalam APBD

(45)

PERUSAHAAN NEGARA/DAERAH

(BUMN/BUMD)

Keuangan negara di perusahaan milik negara merupakan

keuangan negara yang

dipisahkan berupa penyertaan modal pemerintah pusat/daerah

Saham

Saham

Pemerintah

Pemerintah

Saham

Saham

Pertamina

Bank DKI

Bank DKI

PT KAI

PT KAI

PT Sarana

PT Sarana

Jaya

Jaya

BNI 1946

BNI 1946

PT Pemba-

PT

Pemba-ngunan

ngunan

Jaya

(46)

PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA

PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA

Pengurusan Keuangan negara dilakukan oleh Presiden tetapi :

1. Dikuasakan kepada Menteri Keuangan selaku Pengelola anggaran Pemerintah Pusat dan Wakil Pemerintah sebagai pemegang saham pada perusahaan milik negara serta pengawas lembaga keuangan

2. Diserahkan kepada Gubernur Bank Sentral selaku pengelola dan pelaksana kebijakan moneter

3. Dikuasakan kepada menteri atau pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran atau barang milik negara

(47)

Pengurusan Keuangan negara dibagi menjadi :

Pengurusan Keuangan negara dibagi menjadi :

1.

1.

Pengurusan Umum / Administratif

Pengurusan Umum / Administratif

Berhubungan dengan penyelenggaran tugas negara

Berhubungan dengan penyelenggaran tugas negara

disegala bidang yang akan membawa akibat pada

disegala bidang yang akan membawa akibat pada

pengeluaran keuangan negara serta mendatangkan

pengeluaran keuangan negara serta mendatangkan

Penerimaan/pendapatan untuk menutup Pengeluaran /

Penerimaan/pendapatan untuk menutup Pengeluaran /

belanja negara.

belanja negara.

(48)

Pengurusan Umum dibagi dua :

Pengurusan Umum dibagi dua :

a.

a.

Otorisator :

Otorisator :

Orang yang diberi hak atas nama negara melakukan

Orang yang diberi hak atas nama negara melakukan

tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan/atau

tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan/atau

pengeluaran negara

pengeluaran negara

Presiden

Presiden

Penguasa Primer

Penguasa Primer

(49)

b. Ordonator adalah :

b. Ordonator adalah :

Pejabat negara yang berwenag melakukan pengujian

Pejabat negara yang berwenag melakukan pengujian

surat tagihan kepad negara dan menerbitkan Surat

surat tagihan kepad negara dan menerbitkan Surat

Perintah Membayar (SPM) dan Surat Penagihan

Perintah Membayar (SPM) dan Surat Penagihan

Penerimaan Negara serta memebebankan pengeluaran

Penerimaan Negara serta memebebankan pengeluaran

negara.

negara.

Penguasa sekunder : Presiden yang

Penguasa sekunder : Presiden yang

dikuasakan kepada Menteri Keuangan

(50)

2. Pengurusan Khusus (Bendaharawan) , dilakukan oleh

seseorang yang diangkat oleh Menteri Keuangan

Menurut Pasal 77 ayat 1 ICW,

Bendawarawan adalah

orang-orang dan badan-badan yang karena negara

ditugaskan untuk menerima, menyimpan, membayar, dan

mengeluarkan atau menyerahkan uang atau kertas-kerta

berharga dan barang-barang di dalam gudang atau

(51)

KERUGIAN NEGARA

Dapat dilakukan oleh :

1.

Bendaharawan

dikenakan Tuntutan Ganti

Rugi (TGR)

2.

Bukan bendaharawan

dikenakan Tuntutan

(52)

RUANG LINGKUP & PENGURUSAN KEUANGAN

NEGARA

Keuangan Negara

Dipisahkan

Ordonator

Perusahaan Perseroan Dikelola langsung

Pengurusan Umum Perusahaan Umum

Pemerintah Pusat PEMDA

Perusahaan Daerah Otorisator

Pengurusan Khusus

Bendaharawan

(53)

PENJELASAN UU NO. 17

TAHUN 2003

(54)

DASAR PEMIKIRAN

Selama ini dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan negara masih digunakan ketentuan perundang-undangan yang disusun pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda yang berlaku

berdasarkan Aturan Peralihan UUD 1945, yaitu:

 Indische ComptabiliteitswetIndische Comptabiliteitswet yang lebih dikenal dengan nama ICW Stbl. 1925 No. 448 selanjutnya diubah dan diundangkan

dalam Lembaran Negara 1954 No.6, 1955 Nomor 49, dan terakhir Undang-undang Nomor 9 Tahun 1968, yang ditetapkan pertama kali pada tahun 1864 dan mulai berlaku pada tahun 1867,

 Indische BedrijvenwetIndische Bedrijvenwet (IBW) Stbl. 1927 No. 419 jo. Stbl. 1936 No. 445 dan Reglement voor het

(55)

DASAR PEMIKIRAN …..

Sementara itu, dalam pelaksanaan pemeriksaan

pertanggungjawaban keuangan negara digunakan Instructie en Instructie en

verdere bepalingen voor de Algemeene Rekenkamer (IAR) Stbl.

verdere bepalingen voor de Algemeene Rekenkamer (IAR) Stbl.

1933 No. 320

1933 No. 320

 Kelemahan perundang-undangan dalam bidang keuangan negara

menjadi salah satu penyebab terjadinya beberapa bentuk penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara.

 Penyelesaian UU tentang Keuangan Negara merupakan

(56)

HAL-HAL BARU DAN/ATAU

PERUBAHAN MENDASAR

Hal-hal baru dan/atau perubahan mendasar dalam

ketentuan keuangan negara yang diatur dalam UU ini meliputi:

 pengertian dan ruang lingkup keuangan negara

 asas-asas umum pengelolaan keuangan negara

 kedudukan Presiden sebagai pemegang kekuasaan

pengelolaan keuangan negara

 pendelegasian kekuasaan Presiden kepada Menteri

Keuangan dan

 Menteri/Pimpinan Lembaga

 susunan APBN dan APBD

 ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan APBN

(57)

HAL-HAL BARU DAN/ATAU

PERUBAHAN MENDASAR …

pengaturan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan

banksentral, pemerintah daerah dan pemerintah/lembaga asing,

pengaturan hubungan keuangan antara pemerintah dengan

perusahaan negara, perusahaan daerah dan perusahaan swasta, dan badan pengelola dana masyarakat

penetapan bentuk dan batas waktu penyampaian laporan

pertanggungjawaban pelaksanaan APBN dan APBD.

UU ini juga telah mengantisipasi perubahan standar akuntansi di lingkungan pemerintahan di Indonesia yang

(58)

PENGERTIAN & RUANG LINGKUP

KEUANGAN NEGARA

Dari sisi obyek

Dari sisi obyek, Keuangan Negara meliputi semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang,

termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal, moneter dan pengelolaan kekayaan negara yang

dipisahkan, serta segala sesuatu baik berupa uang,

maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban

tersebut.

Dari sisi subyek,

Dari sisi subyek, Keuangan Negara meliputi seluruh obyek sebagaimana tersebut di atas yang dimiliki negara,

(59)

PENGERTIAN & RUANG

LINGKUP KEUANGAN

NEGARA ....

Dari sisi proses

Dari sisi proses, Keuangan Negara mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan obyek sebagaimana tersebut di atas mulai dari perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan sampai dengan

pertanggunggjawaban. Dari sisi tujuan

Dari sisi tujuan, Keuangan Negara meliputi seluruh

kebijakan, kegiatan dan hubungan hukum yang berkaitan dengan pemilikan dan/atau penguasaan obyek

sebagaimana tersebut di atas dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara.

(60)

ASAS-ASAS UMUM PENGELOLAAN

KEUANGAN NEGARA

UU tentang Keuangan Negara perlu menjabarkan

aturan pokok yang telah ditetapkan dalam UUD

tersebut ke dalam asas-asas umum yang meliputi

baik asas-asas yang telah lama dikenal dalam

pengelolaan keuangan negara, seperti asas tahunan,

asas tahunan,

asas universalitas, asas kesatuan, dan asas

asas universalitas, asas kesatuan, dan asas

spesialitas

spesialitas

maupun asas-asas baru sebagai

pencerminan

best practices

(penerapan

kaidah-kaidah yang baik) dalam pengelolaan keuangan

negara, antara lain :

akuntabilitas berorientasi pada hasil

profesionalitas

proporsionalitas

keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara

pemeriksaan keuangan oleh badan pemeriksa yang

(61)

KEKUASAAN ATAS PENGELOLAAN

KEUANGAN NEGARA

Presiden selaku Kepala Pemerintahan memegang

kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai

bagian dari kekuasaan pemerintahan

Menteri Keuangan selaku Pengelola Fiskal dan Wakil

Pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara

yang dipisahkan

CFO RI

Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna

Anggaran/ Pengguna Barang kementerian

negara/lembaga yang dipimpinnya

COO

Sesuai dengan asas desentralisasi dalam

penyelenggaraan pemerintahan negara sebagian

kekuasaan Presiden tersebut diserahkan kepada

Gubernur/ Bupati/Walikota selaku pengelola

(62)

PENYUSUNAN & PENETAPAN APBN DAN

APBD

 Belanja negara/belanja daerah dirinci sampai dengan unit organisasi, fungsi, program, kegiatan, dan jenis belanja. Hal tersebut berarti bahwa setiap pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja harus mendapat persetujuan DPR/DPRD.

 Upaya memperbaiki proses penganggaran di sektor publik

adalah penerapan anggaran berbasis prestasi kerja.

Juga perlu dilakukan perubahan klasifikasi anggaran agar :

 sesuai dengan klasifikasi yang digunakan secara internasional

 pelaksanaan anggaran berbasis kinerja menjadi lebih mudah

 ada gambaran yang objektif & proporsional mengenai kegiatan pemerintah

 menjaga konsistensi dengan standar akuntansi sektor publik

(63)

PENYUSUNAN & PENETAPAN APBN

DAN APBD ….

Walaupun anggaran dapat disusun dengan baik, jika

proses penetapannya terlambat akan berpotensi

menimbulkan masalah dalam pelaksanaannya. Oleh

karena itu, dalam undang-undang ini diatur secara

jelas mekanisme pembahasan anggaran tersebut di

DPR/DPRD, termasuk pembagian tugas antara

(64)

HUBUNGAN KEUANGAN

Undang-undang ini mengatur hubungan

Keuangan antara Pemerintah Pusat dan

Bank Sentral, Pemerintah Daerah,

Pemerintah/Lembaga Asing, Perusahaan

Negara, Perusahaan Daerah, Perusahaan

Swasta, serta Badan Pengelola Dana

(65)

PELAKSANAAN APBN DAN APBD

Pelaksanaan APBN yang menyangkut

hal-hal yang belum dirinci dalam UU

APBN dituangkan lebih lanjut dalam

Keppres.

Contoh:

Alokasi anggaran untuk kantor pusat dan

kantor daerah kementrian negara/lembaga

Pembayaran gaji dan belanja pegawai

Pembayaran tunggakan yang menjadi beban

kementrian negara/lembaga

Alokasi dana perimbangan untuk

provinsi/kabupaten/kota

Alokasi subsidi sesuai dengan keperluan

(66)

PELAKSANAAN APBN DAN APBD ….

Untuk memberikan informasi mengenai

perkembangan pelaksanaan

APBN/APBD, pemerintah

pusat/pemerintah daerah perlu

menyampaikan laporan realisasi semester

pertama kepada DPR/DPRD pada akhir

Juli tahun anggaran yang bersangkutan.

Informasi yang disampaikan dalam

laporan tersebut menjadi bahan evaluasi

pelaksanaan APBN/APBD semester

(67)

PERTANGGUNGJAWABAN

PENGELOLAAN KEUANGAN

NEGARA

Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan

APBN/APBD disampaikan berupa laporan keuangan

yang setidak-tidaknya terdiri dari laporan realisasi

laporan realisasi

anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas

anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas

laporan keuangan yang disusun sesuai dengan

laporan keuangan yang disusun sesuai dengan

standar akuntansi pemerintah

standar akuntansi pemerintah

Laporan keuangan pemerintah pusat yang telah

diperiksa oleh BPK harus disampaikan kepada DPR

selambat-lambatnya 6 bulan setelah berakhirnya

tahun anggaran yang bersangkutan

Laporan keuangan pemerintah daerah yang telah

diperiksa oleh BPK harus disampaikan kepada DPRD

selambat-lambatnya 6 bulan setelah berakhirnya

(68)

PERTANGGUNGJAWABAN

PENGELOLAAN KEUANGAN

NEGARA ..

Dalam UU ini juga diatur sanksi yang berlaku bagi

menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota,

serta Pimpinan unit organisasi kementerian

negara/lembaga/ Satuan Kerja Perangkat Daerah

yang terbukti melakukan penyimpangan

kebijakan/kegiatan yang telah ditetapkan dalam

Undang-undang tentang APBN /Peraturan Daerah

tentang APBD.

Ketentuan sanksi tersebut dimaksudkan sebagai

upaya preventif dan represif, serta berfungsi sebagai

jaminan atas ditaatinya Undang-undang tentang

(69)

TUGAS

Kelompok 1 :

Cari/FC RUU PAN

Kelompok 2 :

Cari/FC RUU tentang Pajak, PNBP serta Bea

Masuk dan Cukai

Kelompok 3 :

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...