KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG DALAM PENENTUAN HARGA PASARAN UMUM SUATU KENDARAAN BERMOTOR YANG TIDAK DIKETAHUI NILAI JUALNYA

15 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG DALAM PENENTUAN HARGA PASARAN UMUM SUATU KENDARAAN BERMOTOR YANG TIDAK

DIKETAHUI NILAI JUALNYA

(Jurnal Ilmiah)

Oleh

DIMAS PUTRA PAMUNGKAS

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar SARJANA HUKUM

Pada

Bagian Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Universitas Lampung

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG 2018

(2)
(3)

ABSTRAK

KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG DALAM PENENTUAN HARGA PASARAN UMUM KENDARAAN BERMOTOR YANG TIDAK

DIKETAHUINILAI JUALNYA

Oleh

Dimas Putra Pamungkas, Prof. Dr. Yuswanto, S.H.,M.H., Marlia Eka Putri, S.H.,M.H., Bagian Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Universitas Lampung

Jalan Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, 35145 Email : ungkas116@gmail.com

Harga pasaran umum merupakan pententu nilai jual kendaraan bermotor digunakan sebagai dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor diperoleh dari sumber data yang akurat dan ditetapkan berdasarkan harga pasaran umum pada minggu pertama bulan Desember tahun pajak sebelumnya. Berdasarkan kenyataan dilapangan masih terdapat kendaraan yang sudah tidak diketahui nilai jualnya, contohnya kendaraan roda dua bermerek Piaggio type Vespa yang diproduksi pada tahun 1962 aktif membayar pajak kendaraan bermotor. Permasalahan yang akan dijawab yaitu bagaimanakah kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung dalam penentuan harga pasaran umum kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya dan factor apakah yang menjadi penghambat Pemerintah Provinsi Lampung dalam menentukan harga pasaran umum pada kendaran bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya.

Metode penelitian dalam skripsi ini adalah pendekatan secara yuridis normative dan pendekatan secara yuridis empiris. Dengan membaca, mengutip serta menganalisis teori-teori hokum dan peraturan perudang-undangan yang berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian, sedangkan untuk melengkapi data primer dilakukan wawancara kepada beberapa narasumber.

Pemerintah Daerah membuat kebijakan dalam penentuan pajak kendaraan yang tidak diketahui nilai jualnya, dengan mengeluarkan Pergub Nomor 28 Tahun 2016 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2016 yang berlaku untuk kendaraan yang tidak diketahui nilai jualnya. Untuk kendaraan yang diproduksi dibawah atau di tahun 1975 tetap diwajibkan membayar pajak dengan mengacu pada nilaijual kendaraan pada tahun 1975 dan setiap tahunnya mendapat pengurangan sebesar 5% selama lima kali pengurangan. Faktor penghambat dalam penerapan kebijakan tersebut yaitu pada kendaraan yang di produksi sebelum tahun 1975 tidak ada table dalam penentuan harga pasaran umum serta tidak adanya aturan khusus yang mengatur, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat terhadap mekanisme penentuan dalam harga pasaran umum kendaraan bermotor dan kurangnya kesadaran pemilik kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilaijualnya untuk membayar pajak kendaraan bermotor.

(4)

ABSTRACT

LAMPUNG PROVINCIALGOVERNMENT POLICY IN DETERMINING THE MARKET PRICE OF MOTOR VEHICLES UNKNOWN SELLING VALUE

By

Dimas Putra Pamungkas, Prof. Dr. Yuswanto, S.H.,M.H., Marlia Eka Putri, S.H.,M.H., Bagian Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Universitas Lampung

Jalan Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, 35145 Email : ungkas116@gmail.com

General market prices are useful for determining the sale value of motor vehicles used as the basis for the imposition of motor vehicle taxes obtained from an accurate data source and stipulated on the basis of the general market price in the first week of December of the previous tax year.Based on the reality of the field there are still vehicles that have not known the sale value, for example two-wheeled vehicles branded Piaggio type Vespa which was produced in 1962 actively pay motor vehicle tax.The problem to be answered is how the policy of Lampung Provincial Government in determining the market price of motor vehicles unknown selling value and what factors become obstacles Lampung Provincial Government in determining the market price of motor vehicles unknown selling value.

Research method in this thesis is approach of juridical normative and empirical juridical approach.By reading, citing and analyzing the legal theories and regulations of the laws and regulations related to the problems in research, while to complete the primary data interviews to several speakers.

Local Governments make a policy in determining motor vehicle tax which is not known selling value by making Governor Regulation Number 28 Year 2016on the Calculation of the Basis of Motor Vehicle Taxation and Motor Vehicle Title of 2016 which applies to unknown vehicles of sale value. For vehicles manufactured under or in 1975 it is still compulsory to pay taxes by reference to the sale value of vehicles in 1975 and annually it gets a reduction of 5% for five times reduction. Inhibiting factors in the implementation of the policy are on vehicles in production before 1975 there is no table in the general market price determination and the absence of special rules governing, lack of socialization to the public on the mechanism of determination in the market price of motor vehicles and the lack of awareness of motor vehicle owners with unknown selling value to pay motor vehicle tax.

(5)

BAB I PENDAHULUAN

Di dalam negara hukum, tidak dikenal istilah “pungli” (pungutan liar), karena setiap pungutan harus didasarkan pada kewenangan yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh pemerintah bersama dengan rakyat (dalam hal ini ialah Dewan Perwakilan Rakyat).Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pungutan yang bersifat wajib berupa pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD) menghendaki adanya pengumpulan dana dari masyarakat ke kas daerah. Dengan demikian, Peraturan daerah tentang PDRD menjadi norma yang menjamin pedoman pemungutan dapat berjalan.

Pajak adalah presentasi kepada pemerintah yang terutang melalui norma-norma umum, dan yang dapat dipasalkan, tanpa adanya kontraprestasi yang dapat ditunjukan dalam hal yang individual, maksudnya adalah untuk membiayai pengeluaran pemerintah. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang tergantung oleh pribadi atau berarti yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi keakmuran rakyat.1

Pajak daerah yang ditetapkan dalam bentuk Undang-Undang memiliki sifat memaksa karena memuat sanksi hukum berupa sanksi administrasi maupun sanksi pidana.Pungutan yang bersifat paksaan oleh negara kepada rakyatnya harus didasarkan oleh peraturan

1,

Yuswanto. Hukum Pajak Daerah, Program Pasca Sarjana Program Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Lampung.Bandar Lampung, 2010. hlm. 9

perundang-undangan. Inilah konsep negara hukum yang menganut asas legalitas, sehingga setiap tindakan negara harus didasarkanoleh hukum dalam bentuknya sebagai peraturan. Pemungutan pajak membawa suatu konsekuensi terhadap pemerintah daerah untuk membenahi sistem pengelolaan keuangan daerah termasuk dalam hal perpajakan daerah yang transparan, partisipatif, dan akuntabel. Pemerintah daerah berkewajiban untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kejujuran, dedikasi dan profesionalitas ikut berperan penting dalam meningkatkan motivasi masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu.

Berdasarkan ketentuan Pasal 1 Angka 16 dan 13 Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, dijelaskan bahwa pajak kendaraan bermotor adalah pajak atas kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor.

Kendaraan bermotor adalah semua kendaraan beroda beserta gandengannya yang digunakan di semua jenis jalan darat, dan digerakkan oleh peralatan teknik berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah suatu sumber daya energi tertentu menjadi tenaga gerak kendaraan bermotor yang bersangkutan, termasuk alat-alat berat dan alat-alat besar yang dalam operasinya menggunakan roda dan motor dan tidak melekat secara permanen serta kendaraan bermotor yang dioperasikan di air.

(6)

Lampung tersebut telah dilakukan melalui Peraturan Daerah Provinsi Lampung Lampung Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.

Berdasarkan ketentuan Pasal 7 ayat (1) Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 2 tahun 2011 dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor adalah hasil perkalian dari 2 (dua) unsur pokok: a. Nilai jual kendaraan bermotor b. Bobot yang mencerminkan secara

relatif tingkat kerusakan jalan dan/atau pencemaran lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor.

Harga pasaran umum merupakan pententu nilai jual kendaraan bermotor digunakan sebagai dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor diperoleh dari sumber data yang akurat dan ditetapkan berdasarkan harga pasaran umum pada minggu pertama bulan Desember tahun pajak sebelumnya. Berdasarkan kenyataan dilapangan masih terdapat kendaraan yang sudah tidak diketahui nilai jualnya, contohnya kendaraan roda dua bermerek Piaggio typeVespa yang diproduksi pada tahun 1962 dan masih aktif dalam membayar pajak kendaraan.2

Pemerintah daerah dalam penerapan tarif dasar pajak mengacu pada Permendagri yang memuat tabel nilai jual kendaraan bermotor.Peraturan Dalam Negri no.4 Tahun 2017 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Mentri Dalam Negri no.12 Tahun 2016 Tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2016, dalam tabel tersebut kendaraan roda dua bermerk Piaggio

2

Hasil pra survey pada pengguna kendaraan vespa pada tanggal 20 November 2017

type Vespa yang tercantum hanya tahun produksi 2016.

Apabila mengacu pada dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor yang tercantum dalamPasal 7 Ayat (1) Peraturan Daerah Provinsi Lampung Lampung Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah akan menimbulkan suatu masalah yaitu tidak terpenuhinya salah satu unsur dalam penetapan pajak pada kendaraan bermotor.

Masalah penetapan pajak kendaraan bermotor yang pasaran umum kendaraan bermotor tidak diketahui tentunya harus mendapatkan perhatian daripemerintah daerah apakah dalam penetapan besaran pajak telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.Berdasarkan latar belakang di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dalam bentuk skripsi dengan judul Kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung Dalam Penentuan Harga Pasaran Umum Suatu Kendaraan Bermotor yang Tidak Diketahui Nilai Jualnya.

Berdasarkan uraian diatas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimanakah kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung dalam penentuan harga pasaran umum kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya? 2. Faktor-faktor apakah yang menjadi

(7)

BAB II

METODE PENELITIAN

Pendekatan masalah merupakan proses pemecahan atau penyelesaian masalah melalui tahap-tahap yang telah ditentukan sehingga mencapai tujuan penelitian.3 Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) metode pendekatan, yaitu: Pendekatan secara yuridis normatif, adalah pendekatan melalui studi kepustakaan (library research) dengan cara membaca, mengutip dan menganalisis teori-teori hokum dan peraturan perudang-undangan yang berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian. Dan Pendekatan secara yuridis empiris, adalah upaya untuk memperoleh kejelasan dan pemahaman dari permasalahan penelitian berdasarkan realitas yang ada atau yang terjadi dan dikaji secara hukum.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan Studi Kepustakaan (Library Research) dan Studi Lapangan.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah menganalisanya. Dalam penelitian ini analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara menguraikan secara terperinci hasil penelitian dalam bentuk kalimat-kalimat sehingga diperoleh gambaran yang jelas dari jawaban permasalahan yang dibahas dan kesimpulan atas permasalahan tersebut. Penarikan kesimpulan dari analisis menggunakan cara berfikir deduktif, yaitu cara berfikir

3

Abdulkadir Muhammad, Hukum dan Penelitian Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004, hlm. 112.

dalam menarik kesimpulan dari permasalahan berdasarkan hasil penelitian.4

BAB III PEMBAHASAN

A.Kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung dalam Penentuan Harga Pasaran Umum Kendaraan Bermotor yang Tidak Diketahui Nilai Jualnya

Harga pasaran umum suatu kendaraan bermotor berguna sebagai pedoman untuk menetapkan nilai jual kendaraan bermotor (NJKB), NJKB ditentukan berdasarkan harga pasaran umum atas suatu kendaraan bermotor yang diperoleh melaului sumber data yang akurat. NJKB berguna sebagai perkalian untuk menghitung pajak kendaraan bermotor seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah.

Nilai jual kendaraan bermotor sebagaimana yang dimaksud ditetapkan berdasarkan harga pasaran umun pada minggu pertama bulan Desember tahun pajak sebelumnya.Harga pasaran umum suatu kendaraan ditentukan oleh Mentri Dalam Negri melalui Permendagri yang diperbaharui setiap tahun. Dalam pelaksaan pemungatan pajak kendaraan bermotor terdapat bebearapa kendaraan yang tidak diktahui harga pasaran umumnya contohnya seperti kendaraan yang merk dan tipenya tidak terdapat dalam lampiran Permendagri.

Kebijakan pemerintah Provinsi Lampung dalam penentuan harga pasaran umum kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya tercantum dalam pasal 15 ayat (1) dan

4

Burhan Ashshofa, Metode Penelitian Hukum,

(8)

(2) Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2016 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2016. Penentuan harga pasaran umum kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya juga untuk menertibkan administrasi kepemilikan kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya. Disamping mempunyai fungsi sebagai alat penarik dana masyarakat untuk dimasukkan ke dalam kas negara seperti tersebut diatas, mempunyai fungsi yang lain, yakni fungsi mengatur. Dalam hal ini pajak digunakan untuk mengatur dan mengarahkan masyarakat kearah yang dikehendaki pemerintah.

Kebijakan pemerintah Provinsi Lampung dalam penentuan harga pasaran umum kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2016 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2016. Pergub ini digunakan sebagai pedoman untuk menentukan NJKB.

Untuk kendaran tahun pembuatan lebih tua, nilai jualnya ditetapkan berdasarkan HPUatau dengan membandingkan jenis, merek, tipe, isi silinder, dan tahun pembuatan dari negara produsen yang sama.

Ada beberapa klasifikasi dalam

penentuan penetapan PKB untuk jenis kendaraan yang merek dan tipenya telah tercantum dala lampiran peraturan gubernur, yaitu;

(a) Ketentuan untuk tahun pembuatan

lebih baru, nilai jualnya ditetapkan dengan penambahan 5 % (lima persen) setiap tahun dari nilai jual tahun sebelumnya.

(b) Sedangkan untuk kendaraan tahun

pembuatan lebih tua, nilai jualnya ditetapkan berdasarkan nilai jual

tahun pembuatan terakhir

sebagaimana ditetapkan dalam

Lampiran Peraturan Gubernur ini

dengan penurunan 5% (lima

persen) setiap tahun dengan

maksimal penurunan 5 (lima) tingkat, atau berdasarkan HPU serta

dengan membandingkan jenis,

merek, tipe, isi silinder, dan tahun pembuatan dari negara produsen yang sama, nilai jual sebagaimana dimaksud tidak sama atau melebihi

penetapan nilai jual tahun

pembuatan terakhir sebagaimana

ditetapkan dalam Lampiran

Peraturan Gubernur.

(c) Nilai jual kendaraan untuk tahun

lebih tua atau sama dengan tahun

1975, dasar penetapannya adalah

tahun 1975;

Menurut kepala Sub Bagian Pajak 1 Provinsi Lampung Bapak Nofirdon apabila harga pasaran umum suatu kendaraan bermotor tidak diketahui, untuk menentukan nilai jual kendaraan bermotor, pemerintah daerah tidak mempunyai wewenang dalam penentuan harga pasaran umum suatu kendaraan, yang merupakan wewenang Mentri Dalam Negri melalui Bina Keuangan Daerah, pemerintah daerah hanya diperbolehkan mengusulkan satuan HPU apabila terdapat kendaraan yang belum tercantum dalam Permerndagri untuk dijadikan materi dalam revisi Permendagri periode selanjutnya.5

Harga Pasaran Umum kendaraan bermotor yang di tentukan oleh

5

(9)

Mendagri selanjutnya menjadi bahan acuan pemerintah daerah dalam pembuatanan kebijakan.

Dalam penentuan pajak kendaraan bermotor apabila di Provinsi Lampung terdapat kendaraan baru dan belum tercantum dalam lampiran harga pasaran umum kendaraan dalam Permendagri ataupun Pergub, pemerintah daerah tetap dapat memungut pajak dengan berpedoman pada pasal 15 Pergub No 28 Tahun 2016.

Contohnya pada kendaraan Kijang Innova Reborn tahun 2017 tipe G M/T mendapatkan PKB sebesar Rp. 3.354.750,00,- . Pada Lampiran dalam pergub Nomor 28 tahun 2016 tidak terdapat kendaraan dengan tipe tersebut akan tetapi Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan pajak kendaraan tersebut menggunakan nilai jual kendaraan Kijang Innova tahun 2016 tipe G M/T, dalam lampiran Pergub Nilai Jual Kendaraan Bermotor kendaraan Toyota Innova adalah Rp. 213.000.000,00,- jika dihitung menggunakan rumus PKB= NJKB x (Bobot x Tarif PKB)6. 225.000.000 x (1,050 x 1.5%)= 3.354.750.7

Bukan hanya berlaku pada kendaraan baru akan tetapi untuk kendaraan yang diproduksi dibawah atau di tahun 1975 tetap diwajibkan membayar pajak dengan mengacu pada nilai jual kendaraan pada tahun 1975 dan setiap tahunnya mendapat pengurangan sebesar 5% selama lima kali pengurangan, menurutnya dalam

6

Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2016 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2016

7

Wawancara pada Jihan Al-Litani pemilik kendaraan Toyota Kijang Innova Reborn tahun 2017

penentuan pajak kendaraan bermotor pada kendaraan yang di produksi sebelum tahun 1975 yang disama ratakan dengan tahun 1975 adalah diskresi dari gubernur selaku pembuat Peraturan Gubernur yang berguna untuk mempermudah dalam penentuan PKB. Pengurangan 5% pada pasal 15 ayat 2 (dua) huruf a dan b diperoleh karena rata-rata inflasi diIndosesia setiap tahun sebesar 5%. Pengurangan hanyasampai lima kali untuk mengantisipasi hilangnya nilai jual suatu kendaraan, apabila kendaraan tersebut tidak memiliki nilai jual otomatis tidak dapat dikenakan tarif pajak.Setiap kendaraan yang digunakan dan melewati jalan raya mempunyai bobot yang mencerminkan secara relatif tingkat kerusakan jalan dan/atau pencemaran lingkungan, maka dari itu wajib membayar pajak karena sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah yang digunakan sebagai perawatan daerah dan anggaran belanja daerah.8

Berdasarkan wawancara kepada bapak Sulistiono selaku pemilik kendaraan Vespa tahun 1962, pajak kendaraan bermotornya sebesar Rp. 25.500,00,-9 jika disandingkan dengan rumus penetapan pajak kendaraan bermotor adalah NJKB x (bobot x tarif penentuan PKB) = PKB, jadi penghitungannya adalah NJKB x (1 x 1%) = 25.500, menurut perhitungan tersebut diperoleh NJKB Vespa tahun 1962 sebesar Rp.

Hasil wawacara dengan Bapak Nofridon, Kepala Sub Bagian Pajak 1 Badn Pendapatan Provinsi Lampung.Wawancara dilaukan di Kantor Badan Pendapatan Provinsi Lampung, pada tanggal 27 Maret 2018.

9

(10)

memiliki kendaraan Vespa tahun 1975 biaya PKB yang diperoleh sama dengan kendaraan Vespa milik bapak Sulistiono sebersar Rp. 25.500,0010,- yang berarti bahwa penentuan pajak kendaraan bermotor bermerk dan type sama pada tahun produksi 1962 dengan tahun 1975 sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2016.

Berbeda dengan kedua narasumber diatas, bapak Arif Izwan pemiliki kendaraan Vespa tahun 1987 memilih tidak membayar pajak kendaraan bermotornya sejak tahun 2001 sampai sekarang karena beranggapan bahwa kendaraan miliknya sudah tidak ada harganya dan sudah terbebas dari kewajiban membayar pajak. 11

Pada klub Vespa yaitu Vespa Cowboys Lampung yang beranggotakan 26 orang dan masing-masing anggota memiliki kendaraan vespa, hanya 6 orang yang membayarkan kewajiban pajaknya, selain itu beranggapan sama dengan bapak Arif Izwan bahwa kendaraan yang mereka miliki sudah tidak ada lagi nilai jualnya dan sudah terbebas dari pajak.12

Menurut Bagir Manan menyebutkan ciri-ciri peraturan kebijakan sebagai berikut:13

1. Peraturan kebijakan bukan merupakan peraturan perundang-undangan

10

Wawancara pada bapak Linizar Hamzah pada tanggal 9 April 2018, pukul 20.00 WIB

11

Wawancara Pada bapak Arif Izwan pada tanggal 10 April 2018, pukul 09.00 WIB

12

Wawancara pada Klub Vespa Cowboys Lampung pada tanggal 10 April 2018, pukul 13.00

13

Bagir Manan, Wewenang Provinsi, Kabupaten, dan Kota dalam Rangka Otonomi Daerah, Fakultas Hukum Unpad, Bandung, 2000, hlm. 16-17

2. Azas-azas pembatasan dan pengujian terhadap peraturan perundang-undangan tidak dapat dilakukan pada peraturan kebijakan 3. Peraturan kebijakan tidak dapat

diuji karena memang tidak ada dasar peraturan perundang-undangan untuk membuat keputusan peraturan kebijakan tersebut.

4. Peraturan kebijakan dibuat berdasarkan Freis Ermessen dan ketiadaan wewenang administrasi bersangkutan membuat peraturan perundang-undangan

5. Pengujian terhadap peraturan kebijakan lebih diserahkan kepada doelmatigheid sehingga batu ujinya adalah azas-azas umum pemerintahan yang layak

6. Dalam praktik diberi format dalam berbagai bentuk dan jenis aturan yakni, keputusan, instruksi, surat edaran, pengumuman, dan lain-lain, bahkan dapat dijumpai dalam bentuk peraturan.

(11)

Dalam Undang-Undang nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan menjelaskan tentang kewenangan pemerintahan. Pasal 8(1) Setiap Keputusan dan/atau Tindakan harus ditetapkan dan/atau dilakukan oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan yang berwenang. (2) Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan dalam menggunakan wewenang wajib berdasarkan: a. peraturan perundang-undangan; dan b. AUPB. (3) Pejabat Administrasi Pemerintahan dilarang menyalahgunakan kewenangan dalam menetapkan dan/atau melakukan Keputusan dan/atau Tindakan

Pasal 9 (1) Setiap Keputusan dan/atau Tindakan wajib berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan AUPB. (2) Peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar Kewenangan; dan b. peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dalam menetapkan dan/atau melakukan Keputusan dan/atau Tindakan. (3) Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan dalam menetapkan dan/atau melakukan Keputusan dan/atau Tindakan wajib mencantumkan atau menunjukkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar Kewenangan dan dasar dalam menetapkan dan/atau melakukan Keputusan dan/atau Tindakan. (4) Ketiadaan atau ketidakjelasan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, tidak menghalangi Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan yang berwenang untuk menetapkan dan/atau melakukan Keputusan dan/atau Tindakan sepanjang memberikan kemanfaatan umum dan sesuai dengan AUPB.

Berdasarkan Undang-Undang tersebut kewenangan dalam pemerintah dalam

membuat Peraturan harus berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. dalam hal ini Peraturan Gubernur No 28 Tahun 2016 dibuat berdasarkan Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 12 Tahun 2016. Dalam peraturan Gubernur tersebut ada beberapa diskresi yang ditetapkan oleh Gubernur untuk mengatasi persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam hal peraturan perundang-undanganyang memberikan pilihan,tidak mengatur, tidak lengkapatautidak jelas, dan/atau adanya stagnasi pemerintahan, ditetapkan sepanjang memberikan kemanfaatan umum sesuai dengan AUPB, yaitu pada penentuan pajak kendaraan yang diproduksi pada tahun 1962 disamakan dengan kendaraan tahun 1975 dan pada pengurangan nilai jual yang mengacu pada inflasi.

Dari hasil penelitian yang telah diuraikan diatas jika dikaitkan dengan asas administrasi pemerintahan yang baik sebagaimana diatur dalam pasal 10 Undang-undang No.30 tahun 2014 tentang administrasi pemerintrahan, yaitu:

1. Kepastian Hukum 2. Kemanfaatan 3. Ketidak Berpihakan 4. Asas Kecermatan

5. Asas Tidak Menyalahgunakan Kewenangan

6. Asas Keterbukaan

7. Asas Kepentingan Umum 8. Asas Pelayanan yang Baik

(12)

kebijakan dalam penentuan pajak kendaraan bermotor oleh Gubernur sebagai tindak lanjut dari Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 12 Tahun 2016.

Menurut Satjipto Raharjo pengamatan berlakunya hukum secara lengkap ternyata melibatkan berbagai unsur sebagai berikut:

1. Adanya peraturan itu sendiri

Dalam hal ini peraturan yang diterapkan mengenai kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung Dalam Penentun Harga Pasaran Umum Kendaraan Bermotor yang Tidk Diketahui Nilai Jualnya terdapat pada Peraturan Gubernur nomor 28 Tahun 2016.

Salah satu aspek dalam kehidupan hukum adalah masyarakat artinya hukum berkehendak untuk menciptakan kepastian dalam hubungan antar orang dalam masyarakat. Kepastian diartikan sebagai kejelasan norma sehingga dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat yang dikenakan peraturan ini, dapat dimaknai bahwa ada kejelasan dan ketegasan terhadap berlakunya hukum di dalam masyarakat.

2. Warga negara sebagai sasaran pengaturan

Dalam hal ini peraturan yang diterapkan mengenai kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung Dalam Penentun Harga Pasaran Umum Kendaraan Bermotor yang Tidak Diketahui Nilai Jualnya dibuat untuk masyarakat agar memiliki kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. Yang menjadi sasaran pemerintah adalah masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya agar mengetahui tata cara penghitungan tarif pajak kendraannya.

3. Aktivitas birokrasi pelaksana

Dalam hal ini Instansi yang menjalankan tugas menentukan pengenaan dasar tarif pajak kendaraan bermotor yang NJKB-nya belum terdaftar di Peraturan Gubernur adalah Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung yang diharapkan mampu melayani kepuasan masyarakat sesuai aturan yang berlaku dan mendukung penyelenggaraan pemerintahan negara yang efektif, efisien dan terbuka.

Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2016 dibuat sebagai peraturan pelaksana dalam Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor telah sesuai dan tidak bertentangan dengan peraturan Perundang-Undangan diatasnya namun dengan kewenangan daerah dalam menentukan besaran pajak kendaraan bermotor terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2016, dalam hal pengurangan nilai jual kendaraan bermotor setiap tahunnya dikurangi dengan 5% karena mengacu kepada rata-rata inflasi di Indonesia, dengan maksimal lima kali pengurangan. Jika pengurangan nlai jual kendaraan bermotor yang mengacu pada tingkat inflasi di Indonesia, seharusnya dalam penerapannya dilakukan setiap tahun tanpa ada pembatasan dikarenakan inflasi pasti terjadi setiap tahun.

Berdasarkan penelitian untuk kendaraan tahun produksi tahun 1975 Pemerintah Provinsi Lampung tidak memiliki data harga pasaran umum (HPU) serta data jumlahkendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya.

(13)

bermotor.Seharusnya wajib pajak mendapatkan kepastian dalam penentuan pajak kendaraan.Terbukti dalam penelitian kepada klub Vespa Cowboys dan beberapa wajib pajak bahwa rata-rata menganggap bahwa kendaraan yang dimiliki sudah tidak mempunyai harga jualnya.Jika tidak memungkinkan menggunakan nilai jual kendaraan bermotor sebaiknya pemerintah membuat kebijakan dalam penentuan pajak untuk kendaraan menggunakan salah satu unsur dalam penerapan pajak pada kendaraan yang tidak diketahui nilai jualnya yaitu bobot yang ditimbulkan dalam penggunaan kendaraan bermotor.

Berdasarkan penelitian pajak yang diterima Pemerintah Provinsi Lampung untuk kendaraan vespa tahun 1962 dan 1975 sebesar Rp. 25.000,-, jika mengikuti salah satu syarat-syarat pemungutan pajak yaitu, Pemungutan pajak harus efisien, biaya yang dikeluarkan dalam rangka pemungutan pajak harus diperhitungkan, jangan sampai pajak yang diterima lebih rendah dari pada biaya pengurusan pajak tersebut. Sistem pemungutan pajak harus sederhana dan mudah untuk dilaksanakan, sehingga wajib pajak tidak akan mengalami kesulitan dalam pembayaran pajak baik dari segi perhitungan maupun dari segi waktu. Jumlah pajak yang ditetapkan tidak sebanding dengan polusi yang ditimbulkan pada kendaraan tersebut, contohnya pada kendaraan Vespa mesin 2Takmenghasilkan polusi dan tidak sesuai dengan standar emisi yang ditetapkan pemerintah. Pemerintah pusat melalui Kementrian Lingkungan Hidupdan Kehutanan menetapkan standar emisi gas buang kendaraan

bermotor yaitu standar emisi Euro IV14, melalui Peraturan Menteri Lingkungan

Hidup dan Kehutanan No.

P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/201 7 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang

Kendaraan Bermotor Tipe Baru

Kategori M, N, dan O atau yang lebih dikenal dengan Standar Emisi Euro IV.

Sebaiknya Provinsi Lampung merubah aturan pada penentuan pajak kendaraan yang sudah tua tidak menggunakan harga pasaran umum tetapi lebih menekankan pada dampak yang dihasilkan pada lingkungan.Dengan itu diharapkan masyarakat lebih tertarik untuk membayarkan pajak karena kesadaran dampak lingkungan yang dihasilkan dan Pemerintah Provinsi Lampung dapat membuat data pada kendaraan yang tidak diketahui nilai jualnya serta dapat mengetahui jumlah kendaraan yang tidak standar emisi yang diterapkan di Provinsi Lampung. B. Faktor Penghambat Pemerintah

Provinsi Lampung dalam Menentukan Harga Pasaran Umum Pada Kendaraan yang Tidak Diketahui Nilai Jualnya Menurut hasil penelitian faktor-faktor penghambat Pemerintah Provinsi Lampung dalam penentuan harga pasaran umum kendaraan bermotor

14

(14)

yang tidak diketahui nilai jualnya adalah:

1. Pada kendaraan yang di produksi sebelum tahun 1975 tidak ada tabel dalam penentuan harga pasaran umum serta tidak adanya aturan khusus yang mengatur.

2. Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat terhadap mekanisme penentuan dalam harga pasaran umum kendaraan bermotor.

3. Kurangnya kesadaran pemilik kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya untuk membayar pajak kendaraan bermotor.Dalam penerapan kebijakan tersebut apabila tidak didukung oleh masyarakat sebagai wajib pajak tidak akan berjalan secara optimal dikarenakan yang menjadi subjek dalam penerapan Pergub 28 tahun 2016 adalah masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya.

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Penentuan Harga Pasaran Umum ditentukan setiap minggu pertama bulan desember tahun sebelumya oleh Mendagri, akan tetapi Pemerintah Daerah dapat membuat kebijakan dalam penentuan pajak kendaraan yang tidak diketahui nilai jualnya, apabila di Provinsi Lampung muncul kendaraan baru dan didalam permendagri belum tercantum dalam lampiran harga pasaran umum kendaraan tersebut, pemerintah daerah tetap dapat

memungut pajak dengan berpedoman pada pasal 15 Pergub No 28 Tahun 2016.Berlaku pada kendaraan baru akan dan untuk kendaraan yang diproduksi dibawah atau di tahun 1975 tetap diwajibkan membayar pajak dengan mengacu pada nilai jual kendaraan pada tahun 1975 dan setiap tahunnya mendapat pengurangan sebesar 5% selama lima kali pengurangan.

2. Faktor penghambat dalam penerapan kebijakan tersebutyaitu pada kendaraan yang di produksi sebelum tahun 1975 tidak ada tabel dalam penentuan harga pasaran umum serta tidak adanya aturan khusus yang mengatur, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat terhadap mekanisme penentuan dalam harga pasaran umum kendaraan bermotor dan kurangnya kesadaran pemilik kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya untuk membayar pajak kendaraan bermotor. Dalam penerapan kebijakan tersebut apabila tidak didukung oleh masyarakat sebagai wajib pajak tidak akan berjalan secara optimal dikarenakan yang menjadi subjek dalam penerapan Pergub 28 tahun 2016 adalah masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor yang tidak diketahui nilai jualnya.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, saran yang diajukan antara lain :

(15)

dampak yang dihasilkan pada lingkungan. Dengan itu diharapkan masyarakat lebih tertarik untuk membayarkan pajak karena kesadaran dampak lingkungan yang dihasilkan dan untuk Pemerintah Provinsi Lampung dapat membuat data pada kendaraan yang tidak diketahui nilai jualnya di Provinsi Lampung.

2. Sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran Wajib Pajak untuk membayarkan kewajiban pajaknya terutama pada wajib pajak yang memiliki kendaraan bermotor yang tidak diketahui harga pasaran umumnya, maka perlu adanya sosialisasi dalam sistem penghitungan ataupun penetapan dasar pengenaan PKB, sosialiasi dapat dilakukan melalui surat kabar, radio, televisi, brosur pengumuman, atau membuat acara sosialisasi dengan mengundang klub-klub kendaraan bermotor yang ada di Provinsi Lampung.

DAFTAR PUSTAKA

Ashshofa, Burhan. 2010. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Rineka Cipta.

Manan, Bagir. 2000. Wewenang Provinsi, Kabupaten, dan Kota dalam Rangka Otonomi Daerah. Bandung: Fakultas Hukum Unpad.

Muhammad, Abdulkadir. 2004. Hukum dan Penelitian Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Yuswanto, 2010.HukumPajak Daerah, Bandar Lampung: Program PascaSarjana Program Magister HukumUniversitas Lampung.

Perundang-undangan

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajakdan Retribusi Daerah

Peraturan Daerah Provinsi Lampung

Nomor 2 Tahun 2011

TentangPajak Daerah

Peraturan Mentri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Penghitungan Dasar Pajak Kendaraan Bermotor Dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...