R
R
E
E
V
V
I
I
E
E
W
W
R
R
E
E
N
N
C
C
A
A
N
N
A
A
S
S
T
T
R
R
A
A
T
T
E
E
G
G
I
I
S
S
S
S
A
A
T
T
U
U
A
A
N
N
K
K
E
E
R
R
J
J
A
A
P
P
E
E
R
R
A
A
N
N
G
G
K
K
A
A
T
T
D
D
A
A
E
E
R
R
A
A
H
H
(
(
R
R
E
E
N
N
S
S
T
T
R
R
A
A
-
-
S
S
K
K
P
P
D
D
)
)
D
D
I
I
N
N
A
A
S
S
P
P
E
E
R
R
I
I
N
N
D
D
U
U
S
S
T
T
R
R
I
I
A
A
N
N
,
,
P
P
E
E
R
R
D
D
A
A
G
G
A
A
N
N
G
G
A
A
N
N
D
D
A
A
N
N
P
P
A
A
S
S
A
A
R
R
KABUPATEN MALANG
T
T
A
A
H
H
U
U
N
N
2
2
0
0
1
1
1
1
-
-
2
2
0
0
1
1
5
5
i
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rakhmat dan hidayahnya Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang dapat menyelesaikan Review atas Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENSTRA SKPD) Tahun 2011 – 2015 yang merupakan penjabaran dari RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2011 – 2015 dan telah di review review Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Malang Tahun 2010 – 2015 Atas Implementasi dan pencapaian Visi Misi kabupaten Malang “MADEP MANTEB” Paruh Waktu berdasarkan Peraturan Bupati Malang Nomor 5 Tahun 2014.
Dalam Review atas Rencana Strategis ini, kami berupaya untuk konsisten terhadap agenda pembangunan Kabupaten Malang utamanya “Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Malang yang MADEP MANTEP
(Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Aman, Tertib dan Berdayasaing)“. Guna mendukung agenda tersebut, maka Visi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang adalah
Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Produktif dan Berdayasaing Melalui Peningkatan Peranan Perindustrian, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar.
Semoga dengan telah tersusunnya Review atas RENSTRA SKPD ini, pelaksanaan kegiatan dalam kurun waktu tahun 2011 – 2015 dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien mungkin, baik dari aspek pengukuran kinerja kegiatan maupun dari aspek keuangan, sehingga dampak yang diharapkan adalah terwujudnya peningkatan pertumbuhan ekonomi secara signifikan dan berhubungan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
ii
Pada kesempatan ini kami sampaikan terima kasih yang tulus kepada yang terhormat : Bapak Bupati Malang, Bapak Wakil Bupati Malang dan Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Malang yang telah memberikan motivasi, sehingga penyusunan Review atas perencanaan strategis ini dapat terselesaikan dengan baik, disamping itu memberikan penghargaan yang tinggi kepada segenap pejabat struktural, fungsional dan staf dilingkungan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang terwujudnya penyusunan review atas perencanaan strategis ini.
Akhirnya hanya kepada Allah SWT kami memohon dengan harapan agar rencana yang telah dituangkan dapat diwujudkan dalam implementasinya.
Malang, Mei 2014
KEPALA DINAS
PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PASAR KABUPATEN MALANG
Ir. HELIJANTI KOENTARI Pembina Utama Muda NIP. 19600314 198503 2 007
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI ... DAFTAR TABEL... Bab I PENDAHULUAN ... 1.1. Latar Belakang ... 1.2. Landasan Hukum ... 1.3. Maksud dan Tujuan ... 1.4. Sistimatika Penulisan ...Bab II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN,
PERDAGANGAN DAN PASAR KABUPATEN MALANG ...
2.1. Tugas dan Fungsi ... ... 2.2. Struktur Organisasi ... 2.3. Sumber Daya ... 2.4. Kinerja Pelayanan ... 2.5. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan ...
Bab III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ...
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan 3.2 Penentuan Isu-Isu Strategis ...
Bab IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ...
4.1. Visi dan Misi... 4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah ... 4.4. Strategi dan Kebijakan ...
Bab V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF ...
Bab VI INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD ...
Bab VII PENUTUP ...
i iii iv 1 1 2 3 3 5 5 6 9 11 18 20 20 21 22 22 22 23 32 45 48
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Daftar Aset Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Tahun 2014 .. Tabel 2.2 Perkembangan Unit Usaha Industri ... Tabel 2.3 Perkembangan Penyerapan Tenaga Kerja di sektor Industri ... Tabel 2.4 Perkembangan Investasi di sektor Industri ... Tabel 2.5 Data Sentra Industri ... Tabel 2.6 Perkembangan Industri Rokok ... Tabel 2.7 Perkembangan Industri Pupuk Organik dan An Organik ... Tabel 2.8 Rekapitulasi Data di Bidang Perdagangan ... Tabel 2.9 Retribusi Pelayanan Pasar ... Tabel 2.10 Surat Izin Hak Pakai atas Toko, Bedak, Los ... Tabel 4.1 Keterkaitan Visi, Misi Dan Strategi ... Tabel 4.2 Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD ... Tabel 5.1 Rencana Program,Kegiatan,Indikator Kinerja,Kelompok Sasaran Dan
Pendanaan Indikatif ... Tabel 6.1 Indikator Kinerja Yang Mengacu Pada Tujuan Dan Sasaran SKPD ...
10 12 13 13 14 15 15 16 17 17 28 31 36 47
[Type text] Page 1
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Perubahan lingkungan baik internal maupun eksternal mengharuskan setiap lembaga pemerintah untuk melakukan pelbagai penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksud yang mengarah kepada terselenggaranya tata pemerintahan yang baik, termasuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat yang lebih efisien, efektif, partisipatif, transparan, dan akuntabel. Untuk itu, Pemerintah Daerah wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 tahun. Selanjutnya Satuan Kerja Perangkat Daerah diwajibkan menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENSTRA SKPD) yang merupakan penjabaran dari Dokumen RPJMD.
Ketentuan tersebut diperkuat dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Renstra Dinas Perindustrian, Pedagangan dan Pasar Kabupaten Malang 2011-2015 merupakan dokumen perencanaan yang memuat visi, misi, tujuan sasaran, dan strategi, yang didasarkan pada kondisi, potensi, permasalahan dan kebutuhan nyata daerah termasuk dinamika berkembangnya, aspirasi masyarakat.
Dengan adanya Renstra ini, diharapkan sektor perindustrian, sektor perdagangan dan pengelolaan pasar dapat berperan secara optimal sebagai fasilitator, dan katalisator dalam meningkatkan perekonomian di Kabupaten Malang.
Rencana Strategis Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang Tahun 2011 – 2015 merupakan dokumen yang berisi rumusan dan penetapan kebijakan strategis serta rumusan program dan kegiatan pembangunan dalam sektor perdagangan, perindustrian dan pasar di Kabupaten Malang dalam rangka mewujudkan visi dan misi organisasi untuk
[Type text] Page 2 kurun waktu lima tahun ke depan sesuai dengan sumber-sumber pendanaan yang mungkin untuk dimanfaatkan. Sesuai dengan fungsinya, dokumen rencana strategis Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar ini digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan arah roda pembangunan kehutanan di Kabupaten Malang selama 5 tahun.
Mengacu pada Peraturan Bupati Malang Nomor 28 Tahun 2013 tentang Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang serta Peraturan Bupati Malang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Review Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Malang Tahun 2010 – 2015 Atas Implementasi dan pencapaian Visi Misi Kabupaten Malang “MADEP MANTEB” Paruh Waktu, maka sesuai dengan perkembangan dan perubahan-perubahan peraturan yang ada, terdapat beberapa konsep, isi dan uraian dalam rencana strategis Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Tahun 2011 – 2015 ini tidak merubah visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, akan tetapi lebih ditekankan pada penyesuaian indikator program dan kegiatan dengan mengacu pada Peraturan Bupati Malang Nomor 28 Tahun 2013.
Dengan adanya penyesuaian dan perubahan kondisi yang ada maka dipandang perlu untuk melakukan Review Rencana Strategis Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang Tahun 2011 – 2015. Dengan adanya review renstra ini, diharapkan indikator capaian program dan kegiatan dapat lebih tajam, terukur dan berkelanjutan serta sejalan dengan implementasi dan pencapaian visi misi Kabupaten Malang “MADEP MANTEB”.
1.2. LANDASAN HUKUM
Dasar Hukum penyusunan Perencanaan Strategis (RENSTRA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang 2011 – 2015 adalah: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Daerah ; b. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional
c. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah d. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi
Perangkat Daerah
e. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tenang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
[Type text] Page 3 f. Peraturan Menteri Dalam Negeri No 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
g. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2008 Nomor 1/D)
h. Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Organisasi Perangakat Daerah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar.
i. Peraturan Bupati Malang Nomor 28 Tahun 2013 tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang;
j. Peraturan Bupati Malang Nomor 5 Tahun 2014 tentang review Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Malang Tahun 2010 – 2015 Atas Implementasi dan pencapaian Visi Misi kabupaten Malang “MADEP MANTEB” Paruh Waktu;
k. Keputusan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang Nomor: 050/30/KEP/421.116/2011 tentang Penetapan Rencana Strategis Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar Kabupaten Malang Tahun 2011 – 2015.
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan penyusunan Review Perencanaan Strategis Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang ini adalah sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 5 tahun dan dijadikan acuan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) yang dilaksanakan setiap tahun dengan menyesuaikan target dan tujuan yang tercantum dalam review RPJMD.
a. SISTIMATIKA PENULISAN
Untuk memudahkan memahami Renstra Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang 2011 – 2015 ini, maka disusun sistematikan penulisan sebagai berikut :
Bab I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistimatika Penulisan
[Type text] Page 4
Bab II GAMBARAN PELAYANAN
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi, 2.2. Sumber Daya
2.3. Kinerja Pelayanan
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
Bab III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan
3.2. Penentuan Isu-Isu Strategis.
Bab IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1. Visi dan Misi
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah 4.4. Strategi dan Kebijakan
Bab V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
Bab VI INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Bab VII PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN
[Type text] Page 5
GAMBARAN PELAYANAN
2.1 Tugas dan Fungsi
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar merupakan unsur pelaksana Otonomi Daerah bidang perindustrian, perdagangan dan pasar yang mempunyai tugas:
a. melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang perindustrian, perdagangan dan pasar berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan;
b. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai bidang tugasnya.
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar mempunyai fungsi :
a. pengumpulan, pengelolaan dan pengendalian data yang berbentuk data base serta analisis data untuk penyusunan program kegiatan;
b. perencanaan strategis pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar;
c. perumusan kebijakan teknis bidang perindustrian, perdagangan dan pasar; d. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang
bidang perindustrian, perdagangan dan pasar;
e. pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang perindustrian, perdagangan dan pasar;
f. pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang perindustrian, perdagangan dan pasar;
g. pelaksanaan standar pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan bidang perindustrian, perdagangan dan pasar;
h. penyelenggara kesekretariatan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar;
i. pembinaan UPTD;
j. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang industri hasil pertanian, kehutanan, logam, mesin, kimia, dan aneka industri;
k. pemantauan, pengawasan pengadaan peredaran serta penyaluran barang dan jasa;
[Type text] Page 6 m. pelaksanaan bimbingan teknis penanganan dan pengendalian bahaya
pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan industri;
n. pembinaan fasilitas kegiatan distribusi bahan-bahan pokok masyarakat; o. pelaksanaan urusan pendaftaran perusahaan;
p. pengkoordinasian, integrasi dan sinkronisasi kegiatan bidang industri, perdagangan dan pasar;
q. pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan bidang perindustrian, perdagangan dan pasar;
r. pelaksanaan kerjasama dengan lembaga pemerintah dan lembaga lainnya.
2.2 Struktur Organisasi
2.2.1. Struktur Organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang.
Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Organisasi Perangkat Daerah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang terdiri dari :
a. Kepala Dinas; b. Sekretariat;
c. Bidang Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan; d. Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan Aneka; e. Bidang Perdagangan;
f. Bidang Pengelolaan Pasar; g. UPTD;
2.2.2. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kerajinan Kendedes Singosari merupakan unsur pelaksana tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang utamanya dalam mengembangkan IKM. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kerajinan Kendedes berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2009 tanggal 28 April 2009 tentang Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kerajinan Kendedes Singosari pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar.
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Metrologi Legal pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar merupakan unsur pelaksana teknis
[Type text] Page 7 operasional untuk melaksanaan sebagian tugas SKPD serta memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang kemetrologian untuk mewujudkan masyarakat yang tertib ukur dan memberikan perlindungan terhadap konsumen. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Metrologi Legal ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 32 Tahun 2011 tentang Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Metrologi Legal pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang.
[Type text] Page 8
STRUKTUR ORGANISASI
DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PASAR KABUPATEN MALANG
BIDANG PERDAGANGAN SUB BAGIAN PERENCANAAN, EVALUASI DAN PEALPORAN SUB BAGIAN UMUM DAN KEPAGAWAIAN SUB BAGIAN KEUANGAN BIDANG PENGELOAAN PASAR SEKSI PERDAPATAN PASAR SEKSI PENGEMBANGAN PASAR SEKSI
KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN BIDANG INDUSTRI HASIL
PERTANIAN DAN PEKEBUNAN
SEKSI PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI
MAKANAN DAN MINUMAN
SEKSI PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI
OLAHAN MAKANAN
SEKSI PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI
HASIL HUTAN
BIDANG INDUSTRI LOGAM, MESIN, KIMIA DAN ANEKA
SEKSI PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI
LOGAM DAN MESIN
SEKSI PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI
KIMIA
SEKSI PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI
ANEKA
SEKSI PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA DAN
PRASARANA PERDAGANGAN
SEKSI PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN EKSPOR IMPOR
SEKSI PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN METROLOGI
UPTD
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
GARIS WEWENANG GARIS KOORDINASI
Lampiran Peraturan Bupati Malang Nomor : 16 Tahun 2008 Tanggal : 29 Pebruari 2008
SEKRETARIAT
[Type text] Page 9
2.3 Sumber Daya
2.3.1 . Susunan Kepegawaian
Sampai dengan tahun 2014, Jumlah tenaga/ staf dilingkungan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang untuk Sekretariat, Bidang-bidang, Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Kelompok Jabatan Fungsional, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang tersedia saat ini berjumlah 388 orang terdiri dari 212 orang berstatus PNS dan 176 berstatus Tenaga Kontrak/Non PNS. Adapun dari tenaga PNS jika dilihat dari segi Pendidikan / akademik : Doktor (S3) = 0 orang, Pasca Sarjana (S2) = 3 Orang, Sarjana (S1) = 41 Orang, Sarajana Muda (D3) = 5 Orang, SLTA/ SMK = 103 Orang, SLTP = 31 Orang, SD = 29 Orang, sedangkan berdasarkan Golongan Ruang terdiri dari: Golongan IV = 6 orang, Golongan III = 57 orang, Golongan II = 92 0rang dan Golongan I = 57 orang.
2.2.2. Perlengkapan
Dari segi ruang kantor untuk melaksanakan tugas bahwa sampai saat ini Dinas perindustrian, perdagangan dan pasar Kabupaten Malang menempati gedung dengan Luas bangunan yang 1.380 M2, kondisi ini belum cukup ideal sejalan dengan tuntutan tugas-tugas yang setiap saat membutuhkan pelayanan dan koordinasi, Namun demikian masih diperlukan adanya tambahan prasarana seperti komputer dan printer serta Laptop yang saat ini belum memiliki.
Sedangkan untuk mobilitas di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang baru terdapat 8 Unit Mobil, 1 unit untuk Kepala Dinas dan 7 unit untuk mobil operasional, sehingga sangat terasa kesulitan, karena setiap Kepala bidang dituntut setiap saat kelapangan untuk mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Demikian juga dengan Sepeda motor sejumlah 45 unit sehingga masih terasa sangat kurang sesuai dengan tuntutan tugas dan luas wilayah. Secara keseluruhan, daftar aset Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar pada tahun 2014, sebagai berikut:
Tabel 2.1 Daftar Aset Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Tahun 2014
NO URAIAN JUMLAH SATUAN
1 Tanah Sarana Umum 69.00 Unit
[Type text] Page 10
3 Tanah Untuk Penggunaan 1.00 Unit
4 Alat-alat angkutan darat bermotor roda 4 8.00 Unit 5 Alat-alat angkutan darat bermotor roda 2 45.00 Unit
6 Gerobak 25.00 Unit
7 Pengiling hasil pertanian 3.00 Unit
8 Alat pengering gabah 1.00 Unit
9 Mesin tik 64.00 Unit
10 Tabung pemadam kebakaran 14.00 Unit
11 Almari 67.00 Unit
12 Brankas 31.00 Unit
13 Filling kabinet 8.00 Unit
14 Komputer/PC 19.00 Unit
15 komputer note book 6.00 Unit
16 Printer 8.00 Unit
17 Meja rapat 2.00 Unit
18 Kursi kerja 94.00 Unit
19 Sofa 3.00 Unit
20 Meja kursi kerja di UPPD 331.00 Unit
21 Dispenser 1.00 Unit
22 Jam dinding/meja 4.00 Unit
23 Telephone 27.00 Unit
24 Radio HF/FM (handy talkie) 8.00 Unit
25 Timbangan 81.00 Unit
2.4 Kinerja Pelayanan
Pembangunan Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, sebagai motor penggerak perekonomian, akan terus didorong peran dan kontribusinya terhadap pembangunan. Sektor industri dan perdagangan telah menunjukkan peranan yang penting dan strategis bagi perekonomian Kabupaten Malang. Untuk itu peran industri dalam perekonomian adalah dengan pengembangan industri kecil termasuk industri tradisional dalam penciptaan lapangan usaha dan lapangan kerja yang luas serta pengembangan Industri pengolahan hasil pertanian dalam rangka pemanfaatan seoptimal mungkin potensi sektor pertanian haruslah menjadi Prioritas sebagai kontribusi PDRB dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi.
[Type text] Page 11
A. BIDANG PERINDUSTRIAN
Dalam pelaksanaan pembinaan dan pengembangan di bidang perindustrian, dalam Dinas Parindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang secara Tupoksi dilaksanakan oleh 2 Bidang, yaitu Bidang Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK) dan Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan Aneka (ILMKA) dimana yang membedakan kedua bidang tersebut adalah jenis industri yang menjadi sasaran untuk dibidna dan dikembangkan.
Pembinaan dan pengembangan di bidang industri yang dilakukan adalah kepada industri formal (industri yang telah memiliki legalitas usaha / ijin usaha industri) serta kepada industri non formal (industri rumah tangga yang tumbuh dari kelompok usaha maupun perorangan dan belum memiliki legalitas usaha / ijin usaha industri)
1. Perkembangan Industri
Perkembangan di bidang industri terus mengalami pertumbuhan, dimana setiap tahunnya bermunculan banyak industri non formal (rumah tangga) di berbagai wilayah Kabupaten Malang, baik berupa kelompok usaha industri maupun industri perorangan. Selain itu, perkembangan industri formal juga mengalami tren yang terus naik. Dimana dengan adanya berbagai pembinaan dari Dinas perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang, industri rumah tangga yang ada dapat meningkat menjadi industri kecil dengan adanya legalitas usaha berupa Tanda Daftar Industri (TDI). Demikian pula dengan industri kecil semakin berkembang menjadi industri menengah dan besar dengan dimilikinya legalitas usaha berupa Ijin Usaha Industri (IUI).
Akan tetapi sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian NOMOR 41/M-IND/PER/6/2008 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Perizinan Pemberi Perizinan Industri, dan Tanda Daftar Industri bahwa mulai Tanggal 25 Juli 2008 bahwa untuk ijin Usaha Industri Besar ditangani oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur; serta sesuai dengan Peraturan Bupati Malang Nomor 20 Tahun 2014 Tentang Pelimpahan Sebagai Urusan Menjadi Wewenang Bupati di Bidang Pelayanan Administrasi Perijinan Kepada Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT), menyebutkan bahwa untuk ijin industri menengah ditangani oleh Badan Pelayanan Perijinan Terpada (BPPT) mulai Tanggal 19 Agustus 2014.
[Type text] Page 12 Perkembangan jumlah unit usaha di sektor industri seperti tercantum dalam tabel berikut:
Tabel 2.2 Perkembangan Unit Usaha Industri
NO URAIAN SATUAN 2010 2011 2012 2013 2014 1. Formal/Berijin - Besar Unit 30 30 30 30 30 - Menengah 278 316 358 378 389 - Kecil Unit 1238 1282 1329 1359 1385 Jumlah Industri formal Unit 1.546 1.628 1.717 1.767 1.804 2. Informal / Rumah Tangga Unit 19.453 19.552 19.637 20.128 20.430
Jumlah Industri Unit 20.999 21.180 21.354 21.895 22.234
Dengan berkembangnya sektor industri, maka hal ini juga menyebabkan adanya peningkatan dalam penyerapan tenaga kerja di sektor industri. Seperti pada tabel berikut:
Tabel 2.3 Perkembangan Penyerapan Tenaga Kerja di sektor Industri
NO URAIAN SATUAN 2010 2011 2012 2013 2014 1. Formal/Berijin - Besar Orang 25.569 25.569 25.569 25.569 25.569 - Menengah 50.870 52.207 54.704 55.622 56.906 - Kecil Orang 23.703 24.014 24.307 24.460 24.646 Jumlah Industri Formal Orang 100.142 101.790 104.580 105.651 107.121 2. Informal / Rumah Tangga Orang 52.815 53.871 54.191 54.571 55.116
Jumlah Industri Orang 152.957 155.661 158.771 160.222 162.237
Sebagai bentuk implikasi dari semakin berkembangnya sektor industri, maka berkembangpula jumlah investasi di sektor industri, seperti pada tabel berikut:
Tabel 2.4 Perkembangan Investasi di sektor Industri
NO URAIAN SATUAN 2010 2011 2012 2013 2014 1. Formal/ Berijin - Besar Rp.000 1.408.515.972 1.408.515.972 1.408.515.972 1.408.515.972 1.408.515.972 - Menengah 756.790.828 870.138.780 1.031.965.818 1.061.833.383 1.102.300.005 - Kecil Rp.000 201.883.553 206.389.673 210.856.171 214.574.289 218.409.483
[Type text] Page 13 Jumlah Industri Formal Rp.000 2.367.190.353 2.485.044.425 2.651.337.960 2.684.923.643 2.729.225.460 2. Informal / Rumah Tangga Rp.000 15.153.146 15.759.270 16.234.270 16.753.767 16.926.330 Jumlah Industri Rp.000 2.382.343.499 2.500.803.695 2.667.572.230 2.701.677.410 2.746.151.790
2. Pemetaan Sentra Industri.
Dari berbagai bentuk pembinaan dan juga potensi sumber daya alam yang memiliki karakteristik yang khas di setiap wilayah, hal ini mendorong timbulnya sentra industri di beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Berdasarkan pemetaan industri yang dilakukan pada tahun 2008 diperoleh data pemetaan sentra seperti pada tabel berikut:
Tabel 2.5 Pemetaan Sentra Industri
NO URAIAN SATUAN JUMLAH
1. 2. 3. 4. Sentra Unit Usaha Tenaga Kerja Investasi Unit Unit Orang Rp. 000 50 2.553 6.905 43.728.597,5
3. Pengembangan Industri Rokok.
Salah satu jenis industri yang banyak terdapat di Kabupaten Malang adalah Industri Rokok. Keberadaan industri rokok di Kabupaten Malang memberikan andil terhadap penerimaan cukai rokok, yang sebagian dikembalikan lagi ke daerah dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dimana penggunaan dan pemanfaatannya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan. Secara keseluruhan arah pembinaan industri rokok mengacu pada Roadmap Indusri Pengolahan Tembakau dari Kementrian Perindustrian Tahun 2009.
Adapun perkembangan industri rokok aktif untuk tahun 2010 – 2014 seperti pada tabel berikut ini:
[Type text] Page 14 Tabel 2.6 Perkembangan Industri Rokok
NO URAIAN SATUAN TAHUN
2010 2011 2012 2013 2014 1. 2. 3. Perusahaan Tenaga Kerja Investasi Unit Orang Rp. 000 148 32.487 2.272.945.094 106 32.042 2.330.381.223 89 33.282 2.991.380.177 83 32.836 3.394.294.930 74 32,276 2.949.079.913
4. Industri Pupuk Organik dan An Organik
Pertanian menjadi salah satu sektor utama dalam pergerakan perekonomian daerah Kabupaten Malang. Hal ini tentunya juga berdampak pada tumbuh dan berkembangnya industri pupuk organik dan an organik. Hal ini tentunya dengan adanya pembinaan pelatihan serta bantuan mesin/peralatan pembuat pupuk. Sehingga perkembangan industri pupuk tahun 2009-20114 seperti pada tabel berikut:
Tabel 2.7 Perkembangan Industri Pupuk Organik dan An Organik
NO URAIAN Unit Usaha 2009 2010 2011 2012 2013 2014 1. 2. Pupuk Organik Pupuk An Organik 12 1 15 1 18 4 21 8 26 9 26 10 Jumlah 13 16 22 29 35 36
NO URAIAN Tenaga Kerja (orang)
2009 2010 2011 2012 2013 2014 1. 2. Pupuk Organik Pupuk An Organik 200 5 308 5 341 48 378 94 601 97 601 110 Jumlah 205 313 389 472 698 711
[Type text] Page 15 NO URAIAN Investasi (Rp. 000) 2009 2010 2011 2012 2013 2014 1 Pupuk Organik 5,013,556.20 7,974,366.20 8,532,866.20 10,635,866.20 18,975,486.20 18,975,486.20 2 Pupuk An Organik 187,324.00 187,324.00 845,999.00 9,870,599.00 9,889,409.00 10,234,409.00 Jumlah 5,200,880.20 8,161,690.20 9,378,865.20 20,506,465.20 28,864,895.20 29,209,895.20 B. BIDANG PERDAGANGAN
Bidang perdagangan menjadi salah satu sektor yang menjadi tupoksi dari Dinas perindustrian, Perdagangan dan pasar Kabupaten Malang. Dalam bidang perdagangan, pembinaan yang dilakukan adalah melalui peningkatan perdagangan dalam negeri (domestik) dan juga perdagangan luar negeri (ekspor impor) dimana keduanya didukung juga melalui kegiatan pameran sebagai bentuk promosi perdagangan. Berikut rekapitulasi data di bidang perdagangan tahun 2009-2010 seperti pada tabel berikut:
Tabel 2.8 Rekapitulasi Data di Bidang Perdagangan
NO. URAIAN SATUAN 2010 2011 2012 2013 2014
1. SIUP : a. Besar b. Menengah c. Kecil Buah Buah Buah 16.343 365 2.575 13.402 2. TDP Buah 15.937 17.175 18.254 19495 20598 3. EKSPOR - Volume - Nilai Kg US $ 174.952.934,31 296.937.735,33 189.271.745,71 303.731.298,57 196.717.985,46 329.315.314,80 201.720.017,00 338.273.135,89 209.507.659,64 345.541.449,41 4. IMPOR - Volume - Nilai Kg US $ 33.330.691,10 60.780.542,01 35.597.324,55 64.758.855,43 32.145.170,71 64.785.814,77 33.434.761,78 71.671.674,94 36.457.619,81 76.000.142,84 5 PAMERAN Kali 1 - - 1 2
NIHIL
[Type text] Page 16
Keterangan :
Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2011, Bahwa Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) menjadi kewenangan Badan
Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Malang.
C. BIDANG PENGELOLAAN PASAR
Melalui pembinaan yang dilakukan oleh Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang, peningkatan manajemen pengolahan pasar dan disiplin pedagang serta pemberdayaan PKL di dalam lingkungan pasar sebagai upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah terus dilakukan secara berkesinambungan. Retribusi pelayanan pasar terdiri dari Biaya balik nama dan perpenjangan SK Hak ijin Pakai atas Toko, Bedak, Los serta pungutan retribusi pasar. Adapun data tentang Retribusi Pelayanan Pasar tahun 2010-2014 adalah seperti pada tabel berikut:
Tabel 2.9 Retribusi Pelayanan Pasar
No Uraian Satuan TAHUN
2010 2011 2012 2013 2014 1 Jumlah BBN Rp 97.492.600 138.033.500 187.947.550 197.353.100 267.551.750 2 Jumlah Pungutan Rp 3.998.875.505 4.170.479.450 4.731.891.100 4.935.138.550 5.030.819.684 Jumlah Retribusi Pelayanan Pasar Rp 4.096.368.105 4.308.512.950 4.919.838.650 5.132.491.650 5.298.371.434 Target PAD Rp 4.007.500.000 4.150.000.000 4.865.000.000 5.015.000.000 5.115.000.000
Sedangkan untuk jumlah Surat Izin Hak Pakai atas Toko, Bedak, Los yang dikeluarkan pada tahun 2009 – 2010 adalah seperti pada tabel berikut:
Tabel 2.10 Surat Izin Hak Pakai atas Toko, Bedak, Los
NO URAIAN SATUAN TAHUN
2009 2010
1. Surat Izin Hak Pakai atas Toko, Bedak, Los
[Type text] Page 17 Kinerja Ekonomi tahun 2010 yaitu : PDRB Rp. 31,07 trilliun dengan kontribusi : Pertanian 30%, Perdagangan 24%, Industri 18,70%, Jasa-jasa 13% dan Sektor lainnya 14,3%. Masih besarnya sektor pertanian dalam pembentukan PDRB dikarenakan memang wilayah Kabupaten Malang secara geografis cocok untuk pertanian dan mata pencaharian sebagian besar penduduk di sektor ini. Adapun Kontribusi Perdagangan dan Industri yang juga cukup besar menunjukkan bahwa sektor ini peranannya cukup penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi karena fungsinya dalam mengolah lebih lanjut hasil pertanian dan pertambangan menjadi produk yang lebih tinggi manfaatnya. Apalagi pertumbuhan kita masih didominasi oleh konsumsi, sehingga sangat penting mengembangkan industri berbasis pangan atau agroindustri baik melalui investasi industri pengolahan baik besar maupun industri kecil atau program dan kegiatan yang dapat menjadi stimulus untuk mendukung pertumbuhan industri. Sehingga pengembangan agroindustri perlu menjadi prioritas dan mendapatkan dukungan anggaran yang memadai guna tercapainya upaya pengurangan pengangguran dan kemiskinan.
2.5 Tantangan dan Peluang 2.5.1. Tantangan
a. Penggunaan Tehnologi Industri sederhana untuk IKM belum optimal
b. Peningkatan kapasitas produksi masyakat tidak diikuti dengan akses pasar.
c. Belum adanya klasterisasi industri kecil menengah sehingga menyulitkan pembinaan.
d. Berlakunya perdagangan bebas menyebabkan tingkat persaingan semakin kompetitif,
e. Kecenderungan naiknya harga minyak, yang berimplikasi kepada kenaikan input sehingga menyebabkan kenaikan biaya produksi dan menurunnya daya beli masyarakat
f. Makin banyaknya pusat berbelanjaan modern yang bersaing dengan pasar tradisional.
2.5.2. Peluang
a. Adanya kebijakan otonomi daerah (desentralisasi) yang memberikan keleluasaan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat sebagai wujud dari partisipasi publik
[Type text] Page 18 b. Adanya keterbukaan kerjasama dengan pihak lain baik Pemerintah Pusat, Propinsi, Kota/ Kabupaten lain, swasta, lembaga donor, LSM dan lembaga-lembaga lain untuk memberikan dukungan peningkatan kapasitas kelembagaan, manajemen maupun program
c. Adanya kebijakan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten yang mendukung pengembangan Industri, Perdagangan dan Pasar
d. Dimilikinya potensi penduduk, pelaku usaha, SDA untuk dikembangkan, e. Ketahanan Pelaku Usaha Kecil dan menengah terhadap krisis ekonomi
relatif cukup kuat
[Type text] Page 19
ISU-ISU STRATEGIS
BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas, dan Fungsi
1. Masih adanya keterbatasan dalam Kemampuan teknologi serta keterbatasan informasi teknologi.
2. Belum optimalnya pemanfaatan hasil kekayaan sumber daya alam, terutama hasil pertanian.
3. Keterbatasan Kelompok Industri Kecil utamanya Kemampuan manajemen Produksi, Kemampuan manajemen Pemasaran dan Akses Pasar,
4. Masih terbatasnya akses memperoleh kredit di Bank.
5. Terhambatnya distribusi barang karena dampak lapindo, hujan debu dan banjir.
6. Maraknya issu ancaman kesehatan terhadap produk makanan dan minuman melalui media massa,
7. Tuntutan kritis masyarakat terhadap mutu barang yang beredar , 8. Kesadaran pelaku usaha terhadap metrologi belum optimal.
9. Globalisasi dibidang perdagangan yang menuntut adanya persaingan yang semakin tajam.,
10. Belum optimalnya perlindungan konsumen terhadap produk impor.
11. Pasar Tradisional belum optimal kinerjanya dan diperkirakan 80 % rusak berat.
12. Belum Optimalnya Penertiban dan penataan PKL yang sangat mengganggu para pedagang tetap dalam pasar,
13. Fasilitas sarana dan prasarana yang belum memadai
14. Belum optimal Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan pasar utamanya dalam manajemen pengelolaan pasar.
3.2. Penentuan Isu-Isu Strategis.
1. Rendahnya daya saing industri dari adanya keterbatasan kemampuan SDM, penguasaan teknologi dan standarisasi produk
2. Belum optimalnya pemanfaatan bahan baku potensial unggulan daerah menuju terbentuknya kompetensi inti industri daerah dan klaster industri serta produk unggulan
3. Rendahnya kesadaran akan pentingnya perlindungan daya kreasi dan inovasi (HAKI) atas produk yang dihasilkan
[Type text] Page 20 4. Panjangnya mata rantai distribusi dan terbatasnya jaringan informasi pasar
(akses pasar) baik dalam negeri maupun luar negeri
5. Pemberdayaan kepada eksportir, importer dan perizinan terhadap arus perdagangan dan peningkatan produk
6. Pameran yang wajib diikuti, seperti Inacraft, TEI dan Pekan Raya Jakarta pameran-pameran lainnya
7. Penataan toko modern
8. Peningkatan informasi perdagangan
9. Peningkatan pelayanan kemetrologian (tera dan/atau tera ulang alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) dengan UPTD Metrologi Legal
10. Penataaan Pasar Tradisional dengan melakukan rehabilitasi fisik dan non fisik.
11. Pemberdayaan Pedagang dangan penataan PKL didalam pasar.
12. Managemen pengeloaan pasar bagi para Kepala UPPD dan pelatihan ketrampilan penanggulangan bahaya kebakaran bagi staf dan pedagang
[Type text] Page 21
VISI, MISI,
TUJUAN, SASARAN, STARTEGI DAN
KEBIJAKAN
4.1. VISI DAN MISI 4.1.1. VISI
“Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Produktif dan Berdayasaing Melalui Peningkatan Peran Perindustrian, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar”
Bahwa dengan melalui peningkatan peran Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar diharapkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan berdaya saing serta memperluas kesempatan kerja untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Produktif dan Berdaya Saing dalam mengelola Sumber Daya yang ada
4.1.2. MISI
1. Mewujudkan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan perindustrian dan perdagangan serta meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah
2. Pengembangan dan pembinaan usaha perdagangan, ekspor, impor dan perlindungan konsumen.
3. Meningkatkan Pengelolaan Pasar untuk mewujudkan pasar yang tertib, bersih, indah dan nyaman
4.2 TUJUAN DAN SASARAN JANGKAH MENENGAH
4.2.1. Tujuan
a. Meningkatkan peranan Industri dalam perekonomian sehingga mampu memperluas lapangan kerja dan kesempatan usaha serta meningkatkan produktivitas dan mampu bersaing dipasar global. b. Meningkatkan efesiensi perdagangan dalam negeri, pengawasan
peredaran barang/ jasa dan pengembangan ekspor.
c. Meningkatkan kualitas pelayanan dan mewujudkan pasar yang tertib, bersih, indah dan nyaman.
d. Meningkatkan pelayanan administrasi dan profesionalisme SDM Aparatur, Industri, Perdagangan dan Pasar.
[Type text] Page 22
4.2.2. Sasaran
a. Tercapainya peningkatan daya saing industri dengan indikator pertumbuhan industri.
b. Terwujudnya Industri kecil, menengah dan industri rumah tangga yang semakin tumbuh dan berkembang
c. Tercapainya peningkatan volume perdagangan dan kelancaran jaringan distribusi barang dan jasa.
d. Tercapainya peningkatan daya saing komoditi ekspor.
e. Tercapainya peningkatan jumlah pasar yang tertib, bersih, indah dan nyaman.
f. Tercapainya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Retribusi Pelayanan Pasar.
g. Terwujudnya pelayanan administrasi, profesional aparatur, pembinaan dan kedisplinan pegawai.
4.3 Strategi dan Kebijakan. 4.3.1. Strategi
a. Peningkatan pelayanan dan fasilitasi dalam meningkatkan daya saing industri secara berkelanjutan serta meningkatkan upaya pengembangan industri unggulan daerah.
b. Peningkatan ketrampilan, teknologi proses dan jaringan distribusi serta menyediakan fasilitas, konsultasi dan informasi bagi industri (utamanya industri kecil) dan perdagangan untuk memperluas akses pasar dan daya saing,
c. Mengembangkan sentra-sentra industri potensial,
d. Penyediaan layanan informasi yang dapat digunakan oleh masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan pihak-pihak yang membutuhkan serta berpartisipasi aktif dalam pameran-pameran e. Meningkatkan peranan ekspor dalam memacu pertumbuhan
ekonomi,
f. Pembinaan pengembangan usaha, Lembaga Perdagangan, dan Pendaftaran Perusahaan,
g. Peningkatan koordinasi dan kerjasama baik dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat maupun Swasta dan Dunia usaha,
h. Peningkatan ketertiban, kebersihan dan keindahan pasar dengan didukung sarana dan prasaran pasar yang memadai, penataan pedagang serta data yang akurat dan valid ,
[Type text] Page 23 i. Peningkatan pelayanan sarana dan prasarana serta administrasi
keuangan yang tepat waktu dan akuntable,
j. Mengikutsertakan Aparatur yang berkompeten dalam berbagai diklat dan penekanan penerapan Good Governance.
4.4 Kebijakan
a. Meningkatkan Peranan Industri, Perdagangan dalam perekonomian sehingga mampu memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha serta meningkatkan produktivitas dan mampu bersaing di pasar global,
b. Meningkatkan perdagangan yang berkeadilan, efisien dan efektif dengan memanfaatkan ketersediaan barang dan jasa, kelancaran arus distribusi, perlindungan kepentingan konsumen dan produsen, c. Meningkatkan pelayanan terhadap pemakai Jasa Pasar.
d. Meningkatnya Disiplin Aparatur dalam pelayanan kepada masyarakat.
Untuk mewujudkan tujuan dan melaksanakan kebijakan, dalam pencapaian sasaran adalah :
1. Industri
1.1. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah dengan kegiatan utama adalah : Fasilitasi bagi industri kecil dan menengah terhadap pemanfaatan sumber daya, Monitoring dan Evaluasi Industri Kecil Menengah.
1.2. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri dengan kegiatan utama adalah : Pembinaan kemampuan Industri dengan pelatihan dan bantuan peralatan untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing utamanya industri kecil.
1.3. Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial. dengan kegiatan utama adalah : Penyediaan Sarana Informasi yang dapat diakses Masyarakat.
1.4. Program Pembinaan Industri Rokok Dan Tembakau dengan kegiatan utama adalah : Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau, Pembinaan Lingkungan sosial di sekitar Industri rokok
[Type text] Page 24
2. Perdagangan
2.1 Program Peningkatan Dan Pengembangan Ekspor dengan kegiatan utama adalah : Sosialisasi kebijakan penyederhanaan prosedur dan dokumen ekspor impor, Promosi perdagangan, Monitoring dan evaluasi Ekspor Impor, Koordinasi Program Pengembangan Ekspor dengan Instansi terkait / asosiasi / pengusaha, Pengembangan Informasi Peluang Pasar Perdagangan Luar Negeri
2.2 Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri dengan kegiatan utama adalah : Pengembangan pasar dan distribusi barang/produk, Peningkatan sistem dan jaringan informasi perdagangan, Pemantauan dan pengedalian perusahaan, Pengolahan data dan informasi perusahaan, Pengembangan Pasar Lelang Daerah.
2.3 Program Pengamanan Perdagangan Dan Perlindungan Konsumen dengan kegiatan utama adalah Peningkatan Pengawasan Peredaran barang dan Jasa, Operasionalisasi dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah.
2.4 Program Resi Gudang dengan kegiatan utama adalah pelaksanaan dan operasionalisasi gudang sistem resi gudang
3. Pengelolaan Pasar
3.1. Program Peningkatan Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang dengan kegiatan utama adalah, Intensifikasi dan ekstensifikasi pungutan retribusi pasar, Pembinaan disiplin pedagang, Penataan tempat berusaha dipasar.
3.2. Program Pengembangan dan Pemeliharaan sarana dan prasarana Pasar dengan kegiatan utama adalah Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar dan Pembuatan Sarana dan Prasarana Pasar.
3.3. Program Pengembagan Kinerja Pengelolaan Persampahan dengan kegiatan utama Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Sampah dan pembiayaan tenaga kebersihan.
[Type text] Page 25
4. Sekretariat
Secara keseluruhan, pelaksanaan program dan kegiatan pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar juga didukung oleh Sekretariat yang dituangkan dalam program dan kegiatan sebagai berikut:
4.1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan kegiatan utamanya : Penyediaan Jasa Surat Menurat, Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik, Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional, Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan, Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor, Penyediaan Alat Tulis Kantor, Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan, Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor, Penyediaan Makanan dan Minuman, Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi Ke Dalam Daerah, Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah
4.2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan kegiatan utamanya : Pengadaan Kendaraan Dinas / Operasional, Pengadaan Mebelair, Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor, Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/oprasional, Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor, Pengadaan Peralatan Gedung Kantor
4.3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur dengan kegiatan utamanya: Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya, Pengadaan Pakaian Khusus Hari-Hari Tertentu
4.4. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur dengan kegiatan utamanya : Pendidikan dan Pelatihan Formal
4.5. Program Peningkatan Pengembangan Sisitem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan kegiatan utamanya : Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun, Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD, Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran
[Type text] Page 32
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN,
INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK
SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
5.1. Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif
Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang, maka rencana dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang antara lain :
5.1.1. Program pengembangan industri kecil dan menengah.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan transformasi teknologi serta ketrampilan bagi IKM. Melalui pelaksanaan program ini, maka diharapkan semakin tumbuhnya industri rumah tangga non formal, dan berkembangnya industri kecil dan menengah melalui diversifikasi produk serta peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa fokus kegiatan, sebagai berikut : Fasilitasi bagi industri kecil dan menengah terhadap pemanfaatan sumber daya, Monitoring dan Evaluasi Industri Kecil Menengah.
5.1.2. Program peningkatan kemampuan teknologi Industri.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi melalui penggunaan teknologi tepat guna. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa fokus kegiatan, sebagai berikut : Pembinaan kemampuan Industri dengan pelatihan dan bantuan peralatan untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing utamanya industri kecil.
5.1.3. Program Pengembangan sentra-sentra Industri Potensial.
Program ini bertujuan untuk menguatkan struktur kelembagaan sentra industri melalui peningkatan kinerja dan manajerial industri. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa fokus kegiatan, sebagai berikut : Penyediaan Sarana Informasi yang dapat diakses Masyarakat.
[Type text] Page 33
5.1.4. Program Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau
Program ini bertujuan untuk melakukan pembinaan terhadap industri rokok dan menumbuhkembangkan industri non formal. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa fokus kegiatan, sebagai berikut : Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau, Pembinaan Lingkungan sosial di sekitar Industri rokok
5.1.5. Program peningkatan dan pengembangan ekspor.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan sektor perdagangan internasional. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa fokus kegiatan, sebagai berikut : Sosialisasi kebijakan penyederhanaan prosedur dan dokumen ekspor impor, Promosi perdagangan, Monitoring dan evaluasi Ekspor Impor, Koordinasi Program Pengembangan Ekspor dengan Instansi terkait / asosiasi / pengusaha, Pengembangan Informasi Peluang Pasar Perdagangan Luar Negeri
5.1.6. Program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri
Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dalam negeri. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa fokus kegiatan, sebagai berikut : Pengembangan pasar dan distribusi barang/produk, Peningkatan sistem dan jaringan informasi perdagangan, Pemantauan dan pengedalian perusahaan, Pengolahan data dan informasi perusahaan, Pengembangan Pasar Lelang Daerah.
5.1.7. Program pengamanan perdagangan dan perlindungan konsumen
Program ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan dan pengamanan di sektor perdagangan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa fokus kegiatan, sebagai berikut : Peningkatan Pengawasan Peredaran barang dan Jasa, Operasionalisasi dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah.
5.1.8. Program Resi Gudang
Program ini bertujuan untuk mengendalikan ketersediaan hasil pertanian untuk mendukung perdagangan di bidang pertanian. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa fokus kegiatan, sebagai berikut : Resi gudang
[Type text] Page 34
5.1.9. Program Peningkatan Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang
Program ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen pengelolaan pasar dan pembinaan pedagang. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa fokus kegiatan, sebagai berikut : Intensifikasi dan ekstensifikasi pungutan retribusi pasar, Pembinaan disiplin pedagang, Penataan tempat berusaha dipasar.
5.1.10. Program Pengembangan dan Pemeliharaan sarana dan prasarana Pasar
Program ini bertujuan untuk mewujudkan sarana dan prasarana pasar untuk mendukung pergerakan roda perekonomian masyarakat. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa fokus kegiatan, sebagai berikut: Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar dan Pembuatan Sarana dan Prasarana Pasar.
5.1.11. Program Pengembagan Kinerja Pengelolaan Persampahan
Program ini bertujuan untuk mewujudkan pasar yang bersih dan nyaman. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa fokus kegiatan, sebagai berikut : Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Sampah dan pembiayaan tenaga kebersihan.
Keseluruhan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang, tidak ada yang bersifat lintas sektor dan lintas wilayah. Sehingga dalam perencanaan dan pelaksanaannya dilaksanakan langsung oleh kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang. Secara rinci program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang Tahun 2011 – 2015 tertuang pada
Lampiran 5.1.
5.2. Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada sasaran RPJMD
Sesuai pedoman dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang, maka Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar dalam pelaksanaan pembangunan pertanian dan perkebunan diimplementasikan melalui 11 (sebelas) program dan 25 (dua puluh lima)
[Type text] Page 35 kegiatan, dimana indikator kinerja pelaksanaan program dan kegiatan selama 5 (lima) tahun kedepan tertuang pada tabel 5.1.
[Type text] Page 45
INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU
PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Indikator kinerja memberikan gambaran pelaksanaan program dan kegiatan yang sudah dilaksanakan sampai dengan tahun 2010 dan akan dilaksanakan selama 5 (lima) tahun kedepan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang. Sesuai dengan Peraturan Bupati Malang Nomor 28 Tahun 2013 tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, maka indikator kinerja utama pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang adalah:
1. Indikator : Persentase tingkat pertumbuhan industry
Alasan : Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan industri sebagai pengembangan PDRB
Sumber Data : Register perijinan
Formula : Jumlah industri s.d tahun ini - Jumlah industri s.d tahun lalu / Jumlah industri s.d tahun lalu X 100%
2. Indikator : Persentase Peningkatan Nilai Ekspor - Impor
Alasan : merupakan salah satu indikasi peningkatan kegiatan sektor perdagangan
Sumber Data : Laporan Realisasi ekspor impor Bidang Perdagangan Formula : Persentase Peningkatan Nilai Ekspor:
Nilai ekspor tahun ini - Nilai ekspor tahun lalu / Nilai ekspor tahun lalu X 100%
Persentase Peningkatan Nilai Impor:
Nilai impor tahun ini - Nilai impor tahun lalu / Nilai impor tahun lalu X 100%
3. Indikator : Persentase peningkatan administrasi pungutan retribusi pasar dan Persentase Biaya Balik Nama dan Perpanjangan SK
Alasan : Untuk mengetahui atau mengukur capaian target kinerja didasarkan pada realisasi pelaksanaan program dan kegiatan pungutan retribusi pasar
[Type text] Page 46 Sumber Data : Laporan Realisasi Retribusi Pelayanan Pasar di Bidang
Pengelolaan Pasar
Formula : Persentase peningkatan administrasi pungutan retribusi pasar:
Jumlah pungutan retribusi pasar tahun ini - Jumlah pungutan retribusi pasar tahun lalu / Jumlah pungutan retribusi pasar tahun lalu X 100%
Persentase Biaya Balik Nama dan Perpanjangan SK: Jumlah BBN tahun ini - Jumlah BBN tahun lalu / Jumlah BBN tahun lalu X 100%
Secara rinci Indikator kinerja akan dilaksanakan selama 5 (lima) tahun kedepan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang seperti pada tabel 6.1.
[Type text] Page 48
PENUTUP
Dengan tersusunnya Review atas RReennccaannaa SSttrraatteeggiiss SSaattuuaann KKeerrjjaa
P
Peerraannggkkaatt DDaaeerraahh (( RREENNSSTTRRAA -- SSKKPPDD )) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang Tahun 2011 - 2015 ini, diharapkan Pencapaian Visi dan Misi, dapat lebih terkoordinasi, terintegrasi dan sinergis dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dan pelaksanaan pembangunan berjalan efektif dan efisien. Selanjutnya Review Renstra SKPD ini dipakai sebagai pedoman untuk menyusun Rencana tahunan yaitu Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENJA-SKPD) dan dipakai sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD), Keberhasilan Renstra SKPD 2011-2015 sangat tergantung pada sikap mental, tekad, semangat, ketaatan dan disiplin aparatur serta peran aktif masyarakat sehingga program-program dalam Renstra SKPD memberikan hasil pembangunan untuk dapat dinikmati Industri Kecil dan Menengah secara lebih adil dan merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Malang.
Akhirnya, sangat disadari bahwa dokumen Review atas RReennccaannaa S
Sttrraatteeggiiss SSaattuuaann KKeerrjjaa PPeerraannggkkaatt DDaaeerraahh ((RREENNSSTTRRAA-- SSKKPPDD)) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang Tahun 2011 – 2015 ini bukan suatu dokumen yang sempurna, melainkan masih banyak memiliki kelemahan. Meskipun demikian diharapkan dapat memberikan landasan berpijak dalam melaksanakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Malang yang tercinta.
KEPALA DINAS
PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PASAR KABUPATEN MALANG
Ir. HELIJANTI KOENTARI Pembina Utama Muda NIP. 19600314 198503 2 007
KEBIJAKAN PROGRAM KEGIATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tercapainya tingkat pertumbuhan industri Kegiatan Pembinaan industri Rokok Kegiatan Pembinaan Lingkungan Sosial Industri dan Tanam Industri Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri Kegiatan Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri
Kegiatan Fasilitasi bagi Industri Kecil dan Menengah terhadap pemanfaatan sumber daya
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Industri Kecil dan Menengah Program Pengembangan
Sentra-sentra Industri Potensial
Kegiatan Penyedia Sarana Informasi yang dapat diakses
Masyarakat Panjangnya mata rantai
distribusi dan terbatasnya jaringan informasi pasar (akses pasar) baik dalam negeri maupun luar negeri
Meningkatnya volume perdagangan dan kelancaran distribusi barang dan jasa
Kegiatan
Operasionalisasi dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah
INDIKATOR
Rendahnya daya saing industri dari adanya keterbatasan kemampuan SDM, penguasaan teknologi dan standarisasi produk
Belum optimalnya pemanfaatan bahan baku potensial unggulan daerah menuju terbentuknya kompetensi inti industri daerah dan klaster industri serta produk unggulan
Rendahnya kesadaran akan pentingnya
perlindungan daya kreasi dan inovasi (HAKI) atas produk yang dihasilkan
Meningkatkan efesiensi perdagangan dalam negeri, pengawasan peredaran barang/ jasa dan pengembangan ekspor. Meningkatkan peranan Industri dalam perekonomian sehingga mampu memperluas lapangan kerja dan kesempatan usaha serta meningkatkan
produktivitas dan mampu bersaing dipasar global.
Meningkatnya pertumbuhan industri kecil menengan (IKM) dan industri rumah tangga
Pengembangan dan pembinaan usaha perdagangan, ekspor, impor dan perlindungan konsumen. Meningkatkan Peranan Industri, Perdagangan dalam perekonomian sehingga mampu memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha serta meningkatkan produktivitas dan mampu bersaing di pasar global, Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan Meningkatkan perdagangan yang berkeadilan, efisien dan efektif dengan
memanfaatkan
ketersediaan barang dan jasa, kelancaran arus distribusi, perlindungan Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Produktif dan Berdayasaing Melalui Peningkatan Peran Perindustrian, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar Tercapainya peningkatan volume perdagangan dan kelancaran jaringan distribusi barang dan jasa.
TABEL 4.1
KETERKAITAN VISI, MISI DAN STRATEGI
VISI MISI ISU STRATEGIS
Mewujudkan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan perindustrian dan perdagangan serta meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah
TUJUAN SASARAN STRATEGI
Program Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau
Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Tercapainya
peningkatan daya saing industri dengan indikator pertumbuhan industri.
Terwujudnya Industri kecil, menengah dan industri rumah tangga yang semakin tumbuh dan berkembang
Pemberdayaan kepada eksportir, importer dan perizinan terhadap arus perdagangan dan peningkatan produk
Kegiatan Peningkatan pengawasan barang beredar dan jasa
Pameran yang wajib diikuti, seperti Inacraft, TEI dan Pekan Raya Jakarta pameran-pameran lainnya Meningkatnya nilai ekspor impor Kegiatan Sosialisasi kebijakan penyederhanaan prosedur dan dokumen ekspor impor
Penataan toko modern Kegiatan Promosi
perdagangan Peningkatan informasi
perdagangan
Kegiatan Monitoring dan evaluasi Ekspor Impor
Kegiatan Koordinasi Program
Pengembangan Ekspor dengan Instansi terkait / asosiasi / pengusaha Kegiatan Pengembangan Informasi Peluang Pasar Perdagangan Luar Negeri
Program Resi Gudang Kegiatan Resi Gudang
Kegiatan
Pengembangan pasar dan distribusi
barang/produk Kegiatan Peningkatan sistem dan jaringan informasi perdagangan Peningkatan pelayanan
kemetrologian (tera dan/atau tera ulang alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) dengan UPTD Metrologi Legal
Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri distribusi, perlindungan kepentingan konsumen dan produsen, Tercapainya
peningkatan daya saing komoditi ekspor.
Kegiatan Pemantauan dan pengedalian perusahaan
Kegiatan Pengolahan data dan informasi perusahaan Kegiatan Pengembangan Pasar Lelang Daerah Penataaan Pasar Tradisional dengan melakukan rehabilitasi fisik dan non fisik.
Tercapainya peningkatan jumlah pasar yang tertib, bersih dan aman.
Meningkatnya pasar yang bersih, indah dan aman
Kegiatan Intensifikasi dan ekstensifikasi pungutan retribusi pasar
Kegiatan Pembinaan disiplin pedagang Kegiatan Penataan tempat berusaha dipasar Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Kegiatan Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Sampah
Kegiatan Pemeliharaan dan perbaikan sarana pasar
Kegiatan Pembuatan Sarana dan Prasarana Pasar
Tercapainya
peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Retribusi Pelayanan Pasar.
Meningkatnya
Pendapatan Asli Daerah dari retribusi pasar
Meningkatkan pelayanan terhadap pemakai Jasa Pasar
Meningkatkan kualitas pelayanan dan
mewujudkan pasar yang tertib, bersih, indah dan nyaman
Meningkatkan
Pengelolaan Pasar untuk mewujudkan pasar yang tertib, bersih, indah dan nyaman
Managemen pengeloaan pasar bagi para Kepala UPPD dan pelatihan ketrampilan
penanggulangan bahaya kebakaran bagi staf dan pedagang
Pemberdayaan Pedagang dangan penataan PKL didalam pasar.
Program Peningkatan Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang
Program Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar
2011 2012 2013 2014 2015
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Tercapainya peningkatan peranan sektor industri dalam perekonomian sehingga mampu memperluas kesempatan berusaha,
meningkatkan produktivitas dan daya saing industri
Menumbuhkembangkan industri dengan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia serta kualitas dan kuantitas produksi
Persentase tingkat pertumbuhan industri
0.80% 0.80% 1.50% 1.50% 2.00%
Persentase peningkatan nilai ekspor
2.00% 2.00% 2.00% 2.00% 2.00%
Persentase peningkatan nilai impor 2.00% 2.00% 2.00% 2.00% 2.00%
Persentase peningkatan administrasi pungutan retribusi pasar
4.00% 4.00% 4.00% 4.00% 4.00%
Persentase Biaya Balik Nama dan Perpanjangan SK
5.00% 6.00% 6.00% 7.00% 7.00%
TABEL 4.2
TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH PELAYANAN SKPD
NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE
Tercapainya Peningkatan peranan sektor perdagangan dalam perekonomian melalui penguatan perdagangan dalam dan luar negeri
Meningkatkan persentase nilai ekspor impor merupakan salah satu indikasi peningkatan kegiatan sektor perdagangan 2
Meningkatnya manajemen pengelolaan pasar dan disiplin pedagang, serta
pemberdayaan PKL di dalam lingkungan pasar
Terciptanya pasar daerah yang tertib dan aman sebagai penggerak dan penguat roda perekonomian rakyat
2011 2012 2013 2014 2015 1 3 7 8 10 12 14 16 18 1 Persentase tingkat pertumbuhan industri 20.999 Unit 0,80% (21167 unit) 0,80% (21.336 Unit) 1,50% (21.657 Unit) 1,50% (21.981 Unit) 2,00% (22.421 Unit) 6,60% (22.421 Unit) Persentase peningkatan nilai ekspor US$ 296.937.735,33 2,00% (US$ 302.876.490,04) 2,00% (US$ 308.934.019,84) 2,00% (US$ 315.112.700,23) 2,00% (US$ 321.414.954,24) 2,00% (US$ 327.843.253,32) 10,00% (US$ 327.843.253,32) Persentase peningkatan nilai impor US$ 60.780.542,01 2,00% (US$ 61.996.152,85) 2,00% (US$ 63.236.075,91) 2,00% (US$ 64.500.797,43) 2,00% (US$ 65.790.813,37) 2,00% (US$ 67.106.629,64) 10,00% (US$ 67.106.629,64) Persentase peningkatan administrasi pungutan retribusi pasar Rp 97.492.600,- 5,00% (Rp 102.367.230,-) 6,00% (Rp 108.509.263,-) 6,00% (Rp 115.019.819,-) 7,00% (Rp 123.071.207,-) 7,00% (Rp 131.686.191,-) 31,00% (Rp 131.686.191,-) Persentase Biaya Balik
Nama dan Perpanjangan SK Rp 3.998.875.505,- 4,00% (Rp 4.158.830.525,-) 4,00% (Rp 4.325.183.746,-) 4,00% (Rp 4.498.191.096,-) 4,00% (Rp 4.678.118.739,-) 4,00% (Rp 4.865.243.489,-) 20,00% (Rp 4.865.243.489,-) 2 3 KONDISI KINERJA AKHIR 2015 TABEL 6.1
INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN SKPD
NO. INDIKATOR KONDISI KINERJA AWAL 2010
TARGET CAPAIAN TAHUN
Review Rencana Strategis 2011-2015 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar