RENCANA OPERASIONAL (RENOP) TAHUN PROGRAM STUDI SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

55 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

RENCANA OPERASIONAL

(RENOP)

TAHUN 2012-2016

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS UDAYANA

(2)

RENCANA OPERASIONAL

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS UDAYANA

TAHUN 2012-2016

TANGGAL 22 OKTOBER 2013

Disahkan oleh:

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Udayana

Dr. Drs. IGPB Suka Arjawa, M.Si.

NIP. 196407081992031003

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

Arus perubahan sosial yang berlangsung demikian cepat diiringi

kecenderungan global yang melingkupi segenap aktivitas kemasyarakatan

maupun kenegaraan, memutlakkan kebutuhan ketersediaan sumber daya

manusia (SDM) yang berkualitas sekaligus memiliki kemampuan

menjawab ragam tantangan tersebut. Salah satu kebutuhan yang kian

dirasakan mendesak untuk dipenuhi terlebih seiring makin cepatnya arus

perubahan sosial serta tuntutan global tersebut adalah penyediaan SDM

yang berlatar pendidikan ilmu sosial maupun ilmu politik.

Hal ini cukup beralasan mengingat makin kompleks dan

beragamnya persoalan-persoalan kemasyarakatan, termasuk derivat

aktivitas yang ada di bawahnya seperti dinamisasi politik di tingkat lokal

maupun

nasional,

inter-relasi

antar negara

dan

kelembagaan

internasional, era komunikasi media dan kecanggihan teknologi

informasi, pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan

hingga penanganan masalah (patologi) sosial kemasyarakatan yang kian

hari mewujud dalam beragam bentuk. Pemahaman ini tidak hanya

sebatas pada kemampuan analitik atas teori maupun konsep saja, dan

diharapkan juga akan mengharuskan ketersediaan keahlian bersifat teknis

yang bertanggungjawab dengan kebutuhan pasar kerja.

Menjawab kondisi tersebut, Universitas Udayana (Unud) sebagai

institusi pendidikan milik negara mendirikan Fakultas Ilmu Sosial dan

Ilmu Politik (FISIP) tepat pada tanggal 28 Juni 2009. Dengan berdirinya

FISIP sebagai fakultas termuda dari 12 fakultas yang ada di Universitas

Udayana, maka diharapkan melalui lembaga ini dapat melahirkan

SDM-SDM yang handal, unggul, mandiri, berbudaya serta memiliki kualifikasi

(4)

keilmuan sosial dan politik. Untuk alasan yang lebih spesifik pula, Bali

sebagai kawasan yang dikenal strategis di mana seringkali muncul

asosiasi maupun seminar-seminar yang bertema penyelesaian

masalah-masalah sosial dan politik yang bertaraf regional, nasional maupun

internasional, sehingga kehadiran FISIP Unud juga akan dapat

memberikan sumbangsih pada pengembangan keilmuan, khususnya di

bidang keilmuan sosial dan politik, sekaligus sarana belajar yang ideal

bagi para peserta didik.

Lahirnya FISIP Universitas Udayana

Penggagas awal sekaligus pendiri FISIP di Universitas Udayana

adalah Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM) yang saat itu menjabat

sebagai Rektor Universitas Udayana. Gagasan ini dimatangkan dengan

berdirinya Institute of Peace and Democracy (IPD) yang bertempat di

Kampus Unud Bukit Jimbaran.

IPD merupakan lembaga yang didirikan oleh negara sebagai

institusi pengembang nilai-nilai perdamaian dan demokrasi. Salah satu

program nyatanya adalah menjadi pendukung terwujudnya Bali

Democracy Forum

(BDF), sebuah wadah komunikasi antar para pemimpin

negara di dunia menyangkut isu-isu perdamaian dan demokrasi, yang

keberadaannya digagas Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dr. N.

Hassan Wirajuda. Momentum tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan

penandatanganan

Memorandum

of

Understanding

(MoU)

antara

Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Pendidikan Nasional dan

Universitas Udayana. Maka pada tanggal 10 Desember 2008, IPD

diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kampus Bukit

Jimbaran. Peresmian ini memperkuat gagasan Prof. Dr. dr. I Made Bakta,

Sp.PD (KHOM) untuk segera merealisasikan pendirian FISIP.

(5)

Hal ini mengingat keberadaan IPD sangat strategis, baik bagi

masyarakat Bali, dunia internasional, maupun bagi pengembangan iklim

dunia akademik khususnya di Universitas Udayana. IPD yang bersifat

independen, nirlaba dan banyak menyelenggarakan berbagai lokakarya,

penelitian dan publikasi, membangun jejaring dengan para ahli dan

organisasi nasional maupun internasional terkait demokrasi menjadi

laboratorium bagi pengembangan ilmu-ilmu sosial dan politik yang

nantinya terwadahi dalam FISIP Unud. Harapan yang hendak dituju

adalah sinergi antara FISIP dengan IPD yang dapat menjadi kekuatan

baru dalam pengembangan nilai-nilai demokrasi dan perdamaian

sekaligus mengintensifkan kajian di bidang keilmuan sosial dan politik.

Ide pendirian FISIP makin mendapatkan dukungan berbagai pihak,

termasuk Menteri Luar Negeri RI saat itu, Dr. N. Hassan Wirajuda. Pada

proses perjalanannya, ide dan gagasan pendirian FISIP makin

dimatangkan melalui penyusunan proposal pendirian Program Studi

guna mendapatkan surat izin operasional dari Kementerian Pendidikan

Nasional. Beberapa nama terlibat dalam tim penyusunan proposal

pendirian program studi yang ada di FISIP, mereka adalah Prof. Dr. I

Wayan Suandi, Drs, SH, M.Hum., Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si., Dr.

Drs. Gusti Putu Bagus Suka Arjawa. M.Si, serta dibantu beberapa tenaga

pengajar lain, yaitu Dr. Ni Luh Kebayantini, M.Si, I Gusti Agung Alit

Suryawati, S.Sos, M.Si, I Made Anom Wiranata, S.IP., MA., Ni Made Ras

Amanda Gelgel, S.Sos, M.Si, I Ketut Winaya, S.Sos, Ni Wayan Supriliyani,

S.Sos dan Drs. I Putu Suhartika, M.Si.

Setelah penyusunan dan melalui beberapa tahapan evaluasi,

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian

Pendidikan Nasional akhirnya menerbitkan Surat Izin Penyelenggaraan

Program Studi Sosiologi (S1) pada Universitas Udayana di Denpasar, Bali,

nomor: 1518/D/T/2009 dan Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi

(6)

Departemen Pendidikan Nasional No. 1519/D/T/2009. Berbekal dua

surat ijin pendirian program studi tersebut, maka didirikanlah FISIP Unud

dengan legalisasi Keputusan Rektor Universitas Udayana Nomor:

304/H14/HK/2009 tentang Pendirian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik (FISIP) Universitas Udayana.

Pada awal berdirinya, kegiatan administrasi FISIP dilaksanakan

sementara di rumah dinas jabatan rektor di Jalan Sudirman, Denpasar.

Selanjutnya disusun anggota Senat FISIP Unud melalui Keputusan Dekan

Nomor: 01/H14.1.11/PP/00.05/2009 tanggal 28 Agustus 2009 tentang

Susunan Anggota Senat FISIP Unud. Berdasarkan Keputusan Senat FISIP

Unud, dikeluarkan Keputusan Rektor Universitas Udayana Nomor:

462/H14/HK/2009 tertanggal 1 September 2009 tentang Penetapan

Pimpinan Sementara (Pelaksana Tugas) FISIP Unud. Plt. (Pelaksana tugas)

Dekan FISIP Unud dijabat oleh Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD

(KHOM), sedangkan selaku Plt. Pembantu Dekan I adalah Prof. Dr. I

Wayan Suandi, Drs, SH., M.Hum, dan Plt. Pembantu Dekan II adalah Drs.

Ketut Sudhana Astika, M.Si.

Penerimaan perdana mahasiswa baru FISIP dibuka untuk dua

program studi, yaitu Program Studi Sosiologi dan Program Studi Ilmu

Hubungan Internasional. Perkuliahan perdana dimulai pada 1 September

2009. Beberapa tokoh regional maupun internasional menjadi dosen tamu,

antara lain: Menteri Luar Negeri Kabinet Indonesia Bersatu I, Dr. N

Hassan Wirajuda pada 8 Oktober 2009 menyampaikan materi tentang

Diplomasi Indonesia; Menteri Luar Negeri Kabinet Indonesia Bersatu II,

Dr. RM Marty M. Natalegawa, M.Phil, B.Sc pada 26 Desember 2009 yang

menyampaikan materi tentang Diplomasi; Prof. Dr. Tjipta Lesmana pada 5

Maret 2010 menyampaikan materi tentang Perilaku Media Massa pada

Komunikasi Politik Kontemporer di Indonesia; serta Nuku Kamka, Duta

Besar Luar Biasa Rusia untuk Indonesia pada September 2009 dengan

(7)

penyampaian materi Prospektif Hubungan Kerjasama Indonesia dan

Rusia.

Tempat perkuliahan mahasiswa saat itu dilangsungkan sementara

waktu di gedung GDLN (Global Distance Learning Network) hingga

FISIP memiliki gedung tersendiri. Pada 23 Oktober 2009 akhirnya

diresmikanlah gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unud di

Kampus Denpasar, Jalan PB Sudirman, oleh Rektor sekaligus Plt. Dekan

FISIP Unud, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM).

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, FISIP Unud juga

mengadakan kerjasama dengan lembaga-lembaga baik di tingkat lokal

maupun nasional, salah satunya dengan pihak Lembaga Kantor Berita

Nasional (LKBN) ANTARA. Didahului dengan kuliah umum yang diikuti

delapan perguruan tinggi se-Indonesia serta kegiatan workshop

jurnalistik pada 5 November 2009, pihak Direktur SDM dan Umum

Perum LKBN ANTARA, Dr Rajab Ritonga, M.Si mengadakan perjanjian

kerjasama dengan Rektor Unud, Nomor 36/H.14.1.11/PP.03.07/2009,

perihal pengembangan keilmuan dan kemampuan mahasiswa dalam

bidang jurnalistik, termasuk dalam hal kerja lapangan bagi mahasiswa

FISIP Unud di LKBN ANTARA, pelatihan dari lembaga pendidikan

jurnalistik ANTARA (LPJA) serta pengelolaan publikasi di lingkungan

Unud sendiri. Dalam perkembangannya, terkait dengan media, FISIP

Unud juga mengadakan kerjasama dengan media-media berskala lokal

dan nasional, beberapa diantaranya grup Bali Post, RRI dan TVRI Stasiun

Denpasar.

Pada tahun ajaran 2010/2011 FISIP Unud membuka Program Studi

Administrasi Negara. Penambahan program studi ini berdasarkan

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor:

63/D/O/2010 tertanggal 2 Juni 2010 tentang Izin Pendirian Program

Studi Ilmu Administrasi Negara. Mahasiswa perdana pada Program Studi

(8)

Administrasi Negara ini diperoleh melalui jalur penerimaan PMDK

(Penelusuran Minat dan Kemampuan).

Pada tahun 2011, FISIP Unud juga telah membuka beberapa

program baru, antara lain Prodi Ilmu Politik melalui Kemendiknas Nomor

97/E/O/2011, Prodi Ilmu Komunikasi, serta Program D3 Perpustakaan.

Dengan adanya hal ini, maka FISIP Universitas Udayana telah memiliki

lima program studi strata satu, yaitu Program Studi Sosiologi, Ilmu

Hubungan Internasional, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi,

Ilmu Politik serta satu program vokasional, yaitu D3 Perpustakaan.

Dasar Hukum Pendirian Program Studi Sosiologi

Dasar hukum kelembagaan bagi pelaksanaan operasional

pendidikan di lingkungan FISIP Unud meliputi :

1) Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945;

2) Pasal 31 ayat (3) dan ayat (5) Undang-Undang Negara Republik

Indonesia Tahun 1945;

3) Pasal 19 – 25 Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2003 tentang

Sistem Pendidikan Nasional;

4) Peraturan Pemerintah Nomor: 30 Tahun 1990 sebagaimana telah

diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor: 57 Tahun 1998

tentang Pendidikan Tinggi;

5) Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik

Indonesia Nomor: 0199/0/1995 tentang Organisasi dan Tata

Kerja Universitas Udayana;

6) Surat Keputusan Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional

Nomor: 1518/D/T/2009, Tanggal 28 Agustus 2009 tentang Izin

Penyelenggaraan Program Studi Sosiologi;

(9)

7) Surat Keputusan Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional

Nomor: 1519/D/T/2009, Tanggal 28 Agustus 2009, tentang Izin

Penyelenggaraan Program Studi Hubungan Internasional;

8) Surat Keputusan Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional

Nomor: 63/D/O/2010, tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan

Program Studi Ilmu Administrasi Negara;

9) Surat Keputusan Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional

Nomor 97/E/O/2011, tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan

Program Studi Ilmu Politik;

10) Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian

Pendidikan Nasional tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan

Program Studi Ilmu Komunikasi;

11) Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian

Pendidikan Nasional tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan

Program D3 Perpustakaan

12) Statuta Universitas Udayana 2009

13)

Keputusan

Rektor

Universitas

Udayana

Nomor

:

304/H14/HK/2009, Tanggal 28 Juni 2009 tentang Pendirian

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana.

Tujuan Program Studi Sosiologi

Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran Prodi

Sosiologi dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan

ilmu-ilmu sosial dan mencermati kebutuhan kompetensi lulusan yang

diharapkan pasar kerja Ilmu Sosial, khususnya Sosiologi.

Visi, Misi, Tujuan Prodi Sosiologi diselaraskan dengan Visi, Misi,

Tujuan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas

Udayana (Unud). Visi dan Misi Prodi Sosiologi disusun sesuai dengan

(10)

tata kelola FISIP Unud, Rencana Strategi (Renstra) dan kurikulum

program studi.

Secara detail mekanisme penyusunan visi, misi dan tujuan Prodi

Sosiologi adalah sebagai berikut:

Pertama,

pembentukan Tim visi misi yang diketuai oleh Ketua

Prodi Sosiologi yang melibatkan berbagai komponen stakeholder, yaitu:

pimpinan fakultas, pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan

(KTU dan Kasubag), perwakilan dari mahasiswa, dan masyarakat untuk

memberikan masukan yang tepat dalam merumuskan visi, misi dan

tujuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kedua,

mendiskusikan visi, misi, tujuan dan sasaran dalam 3 (tiga)

tahap.

Tahap pertama: brainstorming dalam rangka menggali beragam masukan

guna merumuskan visi, misi, tujuan dan sasaran yang berorientasi jangka

pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, ataupun kesesuaiannya

dengan Renstra Unud.

Tahap kedua: perumusan dan penajaman visi, misi, tujuan dan sasaran

yang telah disusun dengan melibatkan pakar internal yang ahli di bidang

manajemen strategi agar rumusan visi, misi, tujuan dan sasaran Prodi

Sosiologi memenuhi kaidah-kaidah akademis dan realistis.

Tahap ketiga: penyempurnaan visi, misi, tujuan dan sasaran oleh Tim

Penyusun berdasarkan masukan-masukan yang telah diperoleh pada

tahapan sebelumnya.

Ketiga,

penetapan visi, misi, tujuan dan sasaran oleh Senat Fakultas

yang didahului pembahasan secara mendalam baik menyangkut substansi

visi, misi, tujuan, maupun sasaran, sehingga rumusannya memenuhi

(11)

kaidah-kaidah: kejelasan, realistik, dan keterkaitan antar substansi untuk

mencapai keberhasilan Prodi Sosiologi secara berkelanjutan.

Keempat,

sosialisasi visi, misi, tujuan dan sasaran kepada komponen

stakeholder yang lebih luas baik kepada civitas akademika (dosen dan

mahasiswa) maupun masyarakat yang lebih luas. Sosialisasi dilakukan

melalui rapat terbuka, penyebaran melalui media cetak, ataupun media

elektronik.

Adapun stakeholders yang dilibatkan dalam proses penyusunan

adalah sebagai berikut:

1. Pihak Akademisi dan Praktisi melalui kegiatan lokakarya dan diskusi

terbatas yang diselenggarakan program studi, untuk mendapatkan

masukan terkait penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran yang

menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pasar kerja lulusan

Prodi Sosiologi.

2. Pihak mahasiswa, melalui kegiatan konsultasi yang diselenggarakan

oleh Prodi Sosiologi, yang ditujukan untuk mencari masukan

mahasiswa terhadap pengembangan Prodi Sosiologi.

3. Tenaga Pendidik (dosen), melalui kegiatan diskusi dan rapat program

studi dalam rangka penyusunan renstra, renja, visi, misi dan tujuan

sehingga dihasilkan rumusan yang menjadi kesepakatan bersama

antar seluruh tenaga akademik Prodi Sosiologi Universitas Udayana.

4. Tenaga Kependidikan (pegawai), melalui kegiatan rapat rutin

program studi dalam rangka penyusunan renstra dan renja, sehingga

dapat dibuat program-program yang realistis dan searah dengan

pengembangan Fakultas dan program studi.

(12)

5. Pihak Akademik Fakultas dan Senat Fakultas melalui kegiatan rapat

koordinasi pengembangan jurusan dan fakultas untuk merumuskan

rancangan pengembangan ke depan Prodi Sosiologi.

Pimpinan Universitas dan Fakultas

melalui kegiatan sosialisasi dan

pengarahan pengembangan kelembagaan di Tingkat Universitas Udayana

dan FISIP Unud yang dituangkan dalam Rencana Strategis FISIP.

Rumusan visi, misi, tujuan, dan sasaran Prodi Sosiologi menyesuaikan

dengan arah pengembangan dari Universitas Udayana dan FISIP.

BAB II

PENENTUAN PROGRAM-PROGRAM STRATEGIS

1. Analisis SWOT

Strategi untuk mewujudkan visi dan misi Program Studi Sosiologi

dengan memperhatikan analisis SWOT dapat dirumuskan sebagai

berikut:

a. Memilih keuntungan

1. Penguatan program peminatan.

2. Peningkatan penerimaan mahasiswa.

3. Peningkatan

pemanfaatan

dosen

untuk

menciptakan

pengembangan Program Studi sesuai dengan konsentrasi yang ada.

4. Peningkatan pemanfaatan dosen dalam penelitian dan pengabdian

pada masyarakat yang padat ide sebagai sumber dana alternatif

Program Studi.

(13)

b. Memanfaatkan peluang

1. Peningkatan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran

melalui penugasan dari dosen kepada mahasiswa.

2. Pengembangan sarana teknologi informasi yang mudah digunakan

dan diakses oleh civitas academica.

3. Peningkatan kerja sama dengan mitra.

c. Mengerahkan kekuatan

1. Sosialisasi program peminatan.

2. Meningkatkan kualifikasi pendidikan formal pada dosen-dosen

muda.

3. Optimalkan dan aktualisasikan kemampuan dosen S2 dan S3 yang

dimiliki.

d. Mengendalikan Ancaman

1. Penyesuaian kurikulum dan bahan ajar sesuai dengan perubahan

atau kebutuhan pengguna.

2. Peningkatan kualitas dosen yang lebih terarah

3. Peningkatan jumlah keterlibatan dosen tamu dan praktisi dalam

proses pembelajaran.

4. Peningkatan seminar, penelitian dan publikasi.

5. Peningkatan kemampuan dosen maupun pegawai dalam

berbahasa inggris aktif.

6. Membuka kerjasama dengan program studi di Universitas luar

negeri.

(14)

BAB III

STRATEGI PENGEMBANGAN

Sasaran

Sejalan dengan misi dan tujuan telah diuraikan di atas, maka berikut

dijelaskan sasaran dari penyelenggaraan pendidikan Prodi Sosiologi.

Sasaran dari penyelenggaraan pendidikan Prodi Sosiologi adalah:

1. Menguasai teori-teori sosiologi dan metodologi serta pendekatan

kuantitatif dan kualitatif.

2. Mampu mengadakan sekaligus menerapkan hasil-hasil penelitian.

3. Berwawasan luas ke depan.

4. Mampu mengidentifikasi dan menganalisis perubahan-perubahan

sosial.

5. Mampu membangun jejaring dan kerjasama di bidang sosial.

Sasaran tersebut dapat dicapai jika didukung fasilitas dan tenaga pengajar

yang mumpuni, dan yang lebih penting adalah pada diri mahasiswa. Dari

sisi tenaga pengajar, Prodi Sosiologi telah memberlakukan kebijakan

bahwa tenaga pengajar yang belum bergelar doktor wajib melanjutkan

studi di di dalam dan atau di luar negeri dengan bidang keilmuan yang

linier.

Dalam bidang kemahasiswaan, Prodi Sosiologi selalu berupaya untuk

meningkatkan soft skill mahasiswa melalui berbagai penyediaan pelatihan

(15)

dan pengetahuan tambahan; misalnya: pelatihan kepemimpinan

(leadership),

kewirausahaan (entrepreneurship), perencanaan bisnis (business

plan),

dan lain-lain. Dengan cara ini, bekal mahasiswa untuk memasuki

dunia kerja tidak hanya cukup dengan kemampuan hard skill di

bidangnya tetapi ditunjang pula oleh pengetahuan tambahan yang

memungkinkan untuk bersaing secara komparatif dan kompetitif dalam

mendapatkan pekerjaan.

Strategi Pencapaian

Strategi pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran tersebut dilakukan

langkah-langkah sebagai berikut. Dalam kurun waktu 2009-2020 Prodi

Sosiologi lebih banyak berkiprah di tingkat nasional. Kurun waktu ini

merupakan fase awal atau pembenahan internal. Pada fase ini dilakukan

peningkatan kapasitas program studi. Prioritas utama adalah penataan

kelembagaan, peningkatan sarana pembelajaran, dan peningkatan

kualitas SDM tenaga dosen dan pegawai.

Dalam kurun waktu 2020-2025 Prodi Sosiologi masuk pada fase

internasionalisasi. Prodi Sosiologi melakukan kerjasama dengan beberapa

perguruan tinggi di luar negeri, dan menerima mahasiswa dari luar

negeri. Sebagai pengakuan internasional, tahap awal akan dilakukan

usaha standarisasi internasional melalui standar AUN (ASEAN University

Network). Internasionalisasi jurusan dan program studi juga dilaksanakan

dalam rangka pengembangan kerjasama di bidang penelitian, penulisan

jurnal, pertukaran mahasiswa (student exchanges),dan pertukaran dosen

(16)

Strategi pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran tersebut dilakukan

langkah-langkah sebagai berikut.

1. Meningkatkan pemerataan dan perluasan akses pembelajaran bagi

civitas akademika dengan cara berikut ini.

a. Membuka pusat-pusat informasi dengan tujuan mempermudah

akses informasi terkait kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, baik

untuk internal (Prodi Sosiologi) maupun eksternal (masyarakat).

b. Mengembangkan sarana teknologi informasi yang mudah

digunakan dan diakses oleh civitas akademika dan masyarakat

luas.

2. Meningkatkan mutu serta relevansi kompetensi lulusan dan daya saing

lulusan khususnya di bidang sosial dengan cara sebagai berikut.

a. Memaksimalkan kinerja Tim Pelaksana Penjaminan Mutu Program

Studi.

b. Mendorong dosen untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi

diri melalui studi lanjut (S3) serta mengadakan penelitian dan

pengabdian kepada masyarakat.

c. Mengembangkan dan meningkatkan sarana dan prasarana

pendidikan.

3. Meningkatkan pemberdayaan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan

publik.

a. Mendorong peningkatan kapasitas ketua program studi dan staf

program studi lainnya dalam melaksanakan good governance.

b. Menetapkan dan memberikan reward dan punishment secara teratur

dan terus menerus.

c. Mengembangkan mekanisme pengeloalan keuangan program studi

secara transparan dan akuntabel.

(17)

d. Menekan seminimal mungkin KKN dan memaksimalkan

profesionalisme.

e. Berkolaborasi

dengan

fakultas

menyelenggarakan

SIMAK,

SIMPEG, dan SIMKEU dengan jelas, tegas, dan konsisten.

f. Menjamin keberlangsungan program dengan meningkatkan

kerjasama dengan institusi/lembaga pemerintah dan atau swasta.

Peningkatan kapasitas internal juga dibarengi dengan peningkatan

kerjasama dalam dan luar negeri sebagai upaya peningkatan kualitas

kelembagaan. Strategi lainnya adalah usaha peningkatan lulusan dengan

melakukan standarisasi lulusan melalui akreditasi.

Strategi pencapaian sasaran sebagaimana dikemukakan di atas

memerlukan

keterlibatan

pemangku

kepentingan,

konsistensi

pelaksanaan, evaluasi, dan dukungan segenap sumberdaya untuk

mewujudkan pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran Prodi Sosiologi.

BAB III

STRATEGI PENGEMBANGAN

Program Studi Sosiologi memiliki Tim Pelaksana Penjaminan Mutu

(TPPM-PS) yang bertugas membantu pimpinan Prodi dalam hal

penjaminan mutu akademik. Penjaminan mutu bertujuan untuk

mempertahankan dan menjamin tingkat kualitas pembelajaran secara

berkesinambungan dari aspek-aspek yang meliputi pelaksanaan kegiatan

di Prodi Sosiologi.

(18)

TPPM-PS membentuk sistem pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh

Prodi sehingga kegiatan yang dijalankan bisa tertata dengan baik yang

berdampak pada peningkatan kinerja Prodi.

Pelaksanaan penjaminan mutu Prodi Sosiologi dilakukan secara berkala

dan berkelanjutan, yaitu dilakukan sekali dalam setahun untuk menjamin

perbaikan dan peningkatan kualitas Prodi Sosiologi. Peran TPPM-PS, Unit

Penjaminan Mutu Fakultas (UPMF) dan Badan Penjaminan Mutu

Universitas (BPMU) sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas Prodi

Sosiologi terutama dalam hal panduan-panduan tertulis yang menjadi

acuan penyelenggaran Prodi yang baik.

Secara berkala, UPMF menyusun dokumen Audit Mutu Akademik

Internal (AMAI) berupa petunjuk bagi semua pihak yang terlibat dalam

tata laksana organisasi, seperti manual prosedur dan instruksi kerja untuk

pelaksaaan ujian skripsi dan manual prosedur untuk pelaksanaan praktek

kerja nyata. Dokumen tersebut dihasilkan dari kegiatan yang telah

dilaksanakan oleh seluruh prodi. Setiap dokumen AMAI yang telah

dibuat dan ditetapkan/disahkan oleh Dekan Fisip dan selanjutnya

disosalisasikan kepada semua pihak yang terlibat.

Selanjutnya TPPM-PS akan memonitor setiap kegiatan dan melakukan

evaluasi dengan merevisi setiap dokumen AMAI jika diperlukan.

Beberapa contoh penjaminan kualitas yang telah dilaksanakan Prodi

Sosiologi.

Pertama, monitoring dan evaluasi perkuliahan.

Kualitas ditetapkan dengan menyediakan daftar presensi untuk setiap

mata kuliah yang diberikan oleh bagian akademik sebagai petugas

(19)

monitoring dosen. Masing-masing dosen dan mahasiswa diwajibkan

mengisi daftar presensi dan menuliskan materi yang diberikan pada

setiap kali pertemuan sehingga dapat diketahui frekuensi kehadiran

dosen dan mahasiswa serta kesesuaian antara materi yang diberikan oleh

dosen dengan silabus yang ada di Prodi Sosiologi.

Kedua, Prodi Sosiologi melakukan evaluasi terhadap kualitas pengajaran

dosen pada tiap akhir semester dengan cara memberikan kuesioner

kepada setiap mahasiswa dan hasilnya digunakan sebagai bahan evaluasi

dan perbaikan metode perkuliahan untuk semester berikutnya.

Ketiga, monitoring dan evaluasi keaktifan proses perkuliahan.

Kelangsungan aktifitas perkuliahan mahasiswa dipantau dengan cara

memonitor jumlah SKS dan IPK setiap mahasiswa per-semester untuk

menghindari tingginya drop out, hambatan dalam proses pembelajaran

dan peninjauan ulang kurikulum berdasarkan kebutuhan.

Dokumen-dokumen penjaminan mutu, seperti Silabus, SAP, Kontrak

Perkuliahan, Buku Pedoman Program Studi Sosiologi dan Profil Lulusan,

telah diawasi, dibimbing dan dievaluasi oleh TPPM-PS. Hasil evaluasi

tersebut ditindaklanjuti ke UPMF sampai ke BPMU. Selanjutnya, hasil

evaluasi penjaminan mutu dikembalikan ke Prodi sebagai input untuk

meningkatkan kualitas kinerja Prodi.

Keberlanjutan Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,

Universitas Udayana dapat diupayakan dengan beberapa hal sebagai

berikut:

a. Upaya meningkatan animo calon mahasiswa

Prodi Sosiologi meningkatkan animo calon mahasiswa masuk ke Prodi

Sosiologi dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

(20)

(1) Memperkenalkan Prodi Sosiologi melalui sosialisasi ke beberapa

sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Bali setahun sekali

dengan salah satu strategi memanfaatkan jejaring dari sekolah asal

mahasiswa.

(2) Menampilkan profil Prodi Sosiologi di web site universitas dan

fakultas serta brosur fakultas.

(3) Pencantuman nama Prodi Sosiologi di belakang nama dosen dan

mahasiswa yang menulis artikel pada beberapa media massa

dengan harapan menarik animo masyarakat.

b. Upaya meningkatkan mutu manajemen

Upaya ini dilakukan dengan mengikuti berbagai pelatihan dan

lokakarya manajemen pendidikan, baik bagi pimpinan prodi maupun

dosennya. Selain itu ditempuh dengan cara diskusi dengan berbagai

pihak terkait. Misalnya, diskusi terkait evaluasi mahasiswa mengenai

kualitas layanan pendidikan serta proses perkuliahan. Peningkatan

mutu manajemen juga dilakukan dengan cara berdiskusi dan atau

tukar pengalaman dengan prodi lain, baik yang ada di lingkungan

Unud maupun yang ada di luar Unud dengan cara mengunjungi dan

atau saat menerima kunjungan.

c. Meningkatan mutu lulusan

Meskipun Prodi Sosiologi Unud belum mempunyai lulusan tetapi

upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan dilakukan dengan cara

membangkitkan dan memotivasi kemampuan dan kinerja pribadi

mahasiswa.

(21)

(1) meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan mendorong

mahasiswa untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris (TOEFL atau

TOEIC) serta beberapa mata kuliah yang menggunakan dukungan

bahan bacaan berbahasa Inggris.

(2) melalui organisasi IMSOS, mahasiswa diwajibkan membuat dan

melaksanakan kegiatan akademis ilmiah di luar kelas. Melalui forum

”Ngintip” beberapa aktivitas sudah dilakukan, di antaranya

mengadakan talk-show tentang Kaum Gay, Lesbian, dan Waria;

Sistem Keamanan Tradisional Bali; Joged Bumbung Ngebor; dan

Lomba PortArt.

(3) melibatkan mahasiswa dalam penelitian maupun pengabdian

masyarakat yang dilakukan dosen secara berkala serta melakukan

studi eskursi ke institusi terkait dengan keilmuan sosiologi.

(4) mendorong peran serta mahasiswa untuk mengikuti kompetisi

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) setiap tahun.

Mengingat ketatnya persaingan di pasar kerja karena semakin banyaknya

lulusan Prodi Sosiologi dari berbagai perguruan tinggi, baik di dalam

maupun luar negeri, maka Prodi Sosiologi Fisip Unud dituntut untuk

menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing di pasar kerja. Oleh

karena itu, beberapa upaya telah dilakukan seperti berikut.

a. Upaya menjalin kerjasama kemitraan dan hasilnya

Prodi Sosiologi melakukan kerjasama dengan instansi swasta maupun

negeri. Misalnya dengan media cetak melakukan kerjasama menulis

opini tentang situasi sosial, baik yang bersifat lokal maupun nasional.

(22)

Hasilnya adalah kumpulan artikel tentang persoalan-persoalan sosial

di masyarakat.

Kerjasama juga dilakukan dengan beberapa sekolah SMA di Kota

Denpasar dan Badung. Melalui program pengabdian kepada

masyarakat dengan mengadakan pembekalan kompetensi sosiologi

bagi guru-guru pengampu mata pelajaran sosiologi. Hasilnya adalah

terbentuknya laboratorium sosiologi komunitas di beberapa SMA dan

sesekali ikut mengajar mata pelajaran sosiologi.

Kerjasama dengan yayasan-yayasan/lembaga sosial, seperti Yayasan

Penderita Anak Cacat (YPAC) Provinsi Bali, GaYa Dewata, Sistem

Keamanan Tradisional ”Baladika”, Seka Joged Bumbung. Hasilnya

berupa laporan talk-show ”Kaum Gay, Lesbian, dan Waria”; ”Sistem

Keamanan Tradisional di Bali”, ”Joged Bumbung Ngebor”; dan

laporan kegiatan PortArt.

b. Upaya untuk mendapatkan dana hibah kompetitif

Upaya untuk mendapatkan dana hibah kompetitif adalah dengan cara

terus menerus mengirimkan usulan-usulan penelitian ke Lembaga

Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (LPPM) Universitas

Udayana.

Prodi Sosiologi pernah meraih program hibah (Dana DIPA), antara

lain, penelitian unggulan (2 proposal ), penelitian dosen muda (2

proposal), dan pengabdian masyarakat (1 proposal).

Sistem monitoring Prodi Sosiologi meliputi monitoring di bidang

pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Monitoring terkait

pendidikan dilakukan melalui mekanisme monitoring kualitas

pembelajaran dan kuantitas kehadiran dosen. Monitoring terkait

(23)

kualitas pembelajaran, Ketua Prodi beserta Tim Penjaminan Mutu

Program Studi (TPM-PS) melakukan visitasi kelas secara berkala. Pada

visitasi ini, dibuat pelaporan yang dibahas pada saat rapat evaluasi

Program Studi yang dilaksanakan satu kali dalam satu semester.

Sedangkan monitoring terkait kuantitas kehadiran dosen dilakukan

melalui kehadiran saat mengajar serta pemenuhan isi silabus mata

kuliah yang berisi materi yang dikuliahkan (meliputi topik, sub topik)

serta metode pengajaran.

Monitoring bidang penelitian dilakukan dengan melihat rekam jejak

dosen melalui hasil penelitian dan publikasinya, baik melalui jurnal

(lokal, nasional, dan internasional), maupun melalui publikasi media

(cetak maupun elektronik). Monitoring bidang pengabdian kepada

masyarakat

dilakukan

dengan

melihat

tingkat

partisipasi/keikutsertaan dosen pada kegiatan pengabdian kepada

masyarakat di tingkat prodi, fakultas, dan universitas. Biaya

pengabdian kepada masyarakat bisa didapatkan dari dana hibah

pengabdian masyarakat bersumber dana DIPA Universitas Udayana

dengan persyaratan yang telah diatur oleh Universitas Udayana.

Evaluasi terkait pendidikan dilakukan oleh Ketua Program Studi

bersama dengan Tim Pelaksana Penjaminan Mutu Program Studi

(TPPM-PS) Sosiologi. Bentuk evaluasi berupa penyebaran dan

pengisian instrument manual mutu seperti kuesioner serta kotak saran

yang tersedia di depan ruang Program Studi.

Begitu juga monitoring dan evaluasi untuk penelitian dan pengabdian

masyarakat dilakukan dengan pendataan terhadap hasil penelitian,

(24)

publikasi, dan pengabdian masyarakat yang dilakukan masing-masing

dosen.

(25)

II. ANALISIS SWOT PROGRAM STUDI

1. Analisis SWOT antar Komponen

Berdasarkan uraian evaluasi diri pada bagian I, maka dapat disusun kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan (terangkum dalam anslisis SWOT) Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Udayana, dalam komponen sebagai berikut:

Matriks Analisis SWOT

KOMPONEN STRENGHT (KEKUATAN) WEAKNESS (KELEMAHAN) OPPORTUNITY (PELUANG) THREAT (ANCAMAN)

Jatidiri, Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan

1. Visi, misi tujuan, dan sasaran Prodi Sosiologi sangat jelas sesuai dengan visi dan misi Fisip Unud yang sesuai dengan dunia kerja dan tuntutan transparansi. 2. Visi telah menunjukkan

wawasan ke

depan/internasional dengan menekankan

1. Sebagai prodi baru, Prodi Sosiologi belum mampu melaksanakan misi dan visi dengan maksimal.

2. Sosialisasi kepada mahasiswa tentang visi, misi, tujuan, dan sasaran belum diwujudkan secara maksimal.

1. Kerjasama dengan berbagai lembaga di dalam dan di luar negeri yang mendukung

pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran Prodi Sosiologi. 2. Terbukanya

kesempatan untuk memperoleh dana-dana hibah terutama dari

1. Keterbatasan akses dan formasi sumber daya manusia terkait dengan kebijakan di tingkat daerah.

2. Dosen pada Prodi Sosiologi masih terbatas.

(26)

pada akhlak mulia. 3. Visi, misi, tujuan dan

sasaran sudah dirumuskan dengan jelas yang disertai dengan lingkup capaian yang akan ditujun serta dijabarkan dalam sasaran dan strategi (Renstra dan Renop), sehingga dapat digunakan sebagai pedoman penyusunan kebijakan.

4. Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kepentingan masyarakat dalam pembentukan, pelaksanaan, dan pengembangan pendidikan khususnya Sosiologi. 5. Proses belajar-mengajar terlaksana dengan

Dikti untuk membantu pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran. 3. Masih sangat

sedikitnya lembaga-lembaga pendidikan yang menawarkan Prodi Sosiologi.

(27)

sistematis dan teratur.

Tata Pamong,

Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan Mutu, dan Sistem Informasi

1. Kepemimpinan yang komunikatif,

transparan dan partisipatif.

2. Adanya Tim Pelaksana Penjaminan Mutu Program Studi (TPPM-PS). 3. Diadakannya Audit Mutu Akademik Internal (AMAI). 4. Diadakannya Monev proses pembelajaran. 5. Laboratorium Sosiologi memfasilitasi kajian komunitas dan kajian akademik.

6. Tersedia Laboratorium Komputer dan

Laboratorium Bahasa di Fisip Unud.

1. Masih ada staf administrasi yang belum optimal dalam menjalankan pekerjaan 2. Audit mutu akademik

internal belum dilakukan secara periodik.

3. Kerjasama untuk meningkatkan mutu Prodi dengan instansi terkait masih belum maksimal

4. Belum ada indikator kinerja yang jelas untuk mengukur kinerja Prodi.

5. Sering terjadi roling pegawai antara Fisip dengan fakultas lain di lingkungan Unud.

1. Menghasilkan lulusan yang bermutu

2. Tuntutan kerja yang semakin meningkat 3. Terbukanya kerjasama

dengan PT lain untuk meningkatkan kualitas 4. Terdapat PT di dalam

dan di luar negeri yang dapat dijadikan benchmark 5. Perkembangan kecanggihan teknologi informasi. 1. Konsistensi prosedur dan tata cara organisasi sangat dipengaruhi kebijakan Universitas.

2. Banyaknya lembaga pendidikan lain yang mempunyai sistem pengelolaan administrasi lebih baik.

(28)

7. Keterlibatan civitas

academica dalam proses perumusan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan Prodi. 8. Mekanisme pengambilan keputusan dilakukan secara kolegial dan bertanggungjawab 9. Kepercayaan dan keterlibatan masyarakat yang tinggi terhadap Prodi.

10. Sistem perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengembangan program dilakukan secara terprogram dan terarah.

Kemahasiswa dan Lulusan 1. Mahasiswa terseleksi melalui mekanisme SNMPTN dan PMDK. 2. Mahasiswa memang

1. Penerapan kurikulum berbasis kompetensi dan soft skill mahasiswa masih kurang.

1. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan persaingan yang ketat antar-lulusan S1

1. Perkem-bangan teknologi informasi meng-haruskan

(29)

benar-benar berminat dalam bidang Sosiologi sehingga lebih

kosentrasi dalam menerima perkuliahan. 3. Mahasiswa yang terlatih

dengan berbagai teori sosial, terlatih dalam memahami fakta sosial dalam bentuk praktik sosial maupun latihan tugas-tugas kampus. 4. Kesesuaian

pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam mengerjakan soal dan tugas-tugas

menunjukkan bahwa kurikulum yang diberikan telah relevan dan ini diharapkan relevan juga dengan pasar kerja.

5. Mahasiswa dengan

2. Kegiatan mahasiswa yang menghasilkan karya yang inovatif perlu disempurnakan dan ditingkatkan. 3. Program Studi Sosiologi

kurang populer di masyarakat Bali dan Nusa Tenggara. memotivasi calon mahasiswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan Magister (S2).

2. Prodi Sosiologi yang ada di bawah Fisip Unud merupakan salah satu PT terbaik di Indonesia Bagian Timur sehingga peluang untuk memperoleh beasiswa lebih besar. 3. Bali sebagai salah satu

daerah tujuan wisata terkenal di dunia, membuka peluang bagi Prodi Sosiologi untuk bekerjasama di bidang pendidikan dan pengembangan Iptek dengan negara lain. 4. Langkanya sarjana

Sosiologi di Bali.

belajar tentang IT 2. Tuntutan standar mutu

dan kompetensi lulusan semakin tinggi di pasar kerja.

3. Persaingan antar-Perguruan Tinggi Negeri atau swasta dari luar Bali yang

membuka Prodi Sosiologi di Denpasar.

(30)

intensitas tinggi melakukan kegiatan akademis dan non-akademis

Sumber Daya Manusia 1. Rasio dosen dan tenaga pendukung dengan kualifikasi yang sesuai dengan bidangnya. 2. Peraturan kerja dan

kode etik yang dilaksanakan oleh dosen.

3. Komitmen staf pengajar yang tinggi terhadap kualifikasi proses pembelajaran.

4. Dosen di Prodi Sosiologi masih muda dan energik sehingga potensial untuk melakukan Tridharma Perguruan Tinggi. 5. Ragam latar belakang

budaya dan sosial para

1. Rendahnya minat dosen untuk

mempublikasikan karya ilmiah dengan bahasa asing pada jurnal internasional. 2. Kesulitan merekrut

dosen Sosiologi yang berkualifika-si S3 bidang Sosiologi dan linear sejak S1.

1. Kesempatan untuk melanjutkan

pendidikan jenjang S3 bagi para dosen. 2. Menjalin hubungan

kerja dengan staf pengajar Sosiologi dari perguruan tinggi lain yang lebih berpengalaman. 3. Mengontrak tenaga dosen yang mempunyai kualifikasi S3 Sosiologi. Lambatnya pengembangan sumber daya manusia karena masih terbatasnya dosen.

(31)

dosen di Prodi Sosiologi meningkatkan dinamika Prodi. 6. Mahasiswa pun

memiliki variasi latar belakang budaya dan sosial yang memengaruhi mutu interaksi civitas academica. Kurikulum, Pembelajaran, Suasana Akademik 1. Kurikulum yang diterapkan di program studi adalah kurikulum yang memiliki standar nasional.

2. Tersedianya sarana dan prasarana yang

memadai untuk mendukung suasana akademik yang kondusif bagi segenap civitas academica. 3. Adanya tim pelaksana

penjaminan mutu memberikan kualitas

1. Sebagai program studi yang baru berdiri, dosen kesulitan mengampu lebih dari enam matakuliah dalam satu semester. 2.Keterbatasan buku

penunjang di perpustakaan Prodi Sosiologi dan Fisip Unud.

1. Terbuka peluang mengusulkan mata kuliah yang bermuatan lokal.

2.Menjelaskan fenomena sosial terbaru dengan

pendekatan-pendekatan teoritik. 3. Memberi-kan

kebebasan kepada mahasiswa dan orang tua mahasiswa untuk memberi masukan atau usulan tentang mata

1. Jumlah dosen dan kualifikasi yang sangat terbatas.

2.Mahasiswa kurang bersemangat membuat tugas-tugas yang berbasis teori baru.

(32)

proses pembelajaran yang bermutu untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi. 4. Kebebasan mimbar akademik terjamin. 5. Keikutsertaan mahasiswa dalam penulisan artikel ilmiah meningkat.

kuliah baru.

Pendanaan, Sarana dan Prasarana, Sistem Informasi

1. Kondisi ruang kuliah, ruang seminar, ruang baca, lab Komputer dan sekretariat cukup memadai 2. Memiliki sistem anggaran dan managemen keuangan terpadu 3. Kondisi sarana penunjang pendidikan cukup baik 4. Fasilitas perpustakaan dilengkapi dengan e library 1. Ketepatan waktu turunnya dana pusat belum bisa dipastikan. 2. Jumlah dana yang

tersedia, masih sangat tergantung dari jumlah kebutuhan dana fakultas lain yang lebih besar.

3. Sarana dan prasarana masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tenaga sumber

1. Dengan tersedianya

e-library mahasiswa memiliki peluang untuk memperkaya khazanah keilmuan dari berbagai sumber dalam maupun luar negeri 2.Pengembangan sistem informasi akademik 1. Kurang maksimalnya perencanaan. 2.Kegiatan tertunda

bahkan tidak terlaksana karena dana terbatas. 3. Mahasiswa kekurangan

(33)

5. Memiliki jaringan komunikasi dan informasi yang memadai

daya manusia yang ada.

Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama

1. Ketersediaan jurnal ilmiah yang

terakreditasi dan buku kumpulan penelitian bidang Sosiologi untuk menunjang kegiatan penulisan karya ilmiah 2. Memiliki database dan

software yang menunjang kegiatan penelitian sistem anggaran dan managemen keuangan terpadu 3. Kondisi sarana penunjang pendidikan cukup baik 4. Fasilitas perpustakaan dilengkapi dengan e- library 5. Memiliki jaringan komunikasi dan informasi yang

1.Kurangnya minat dosen untuk melakukan penelitian dan

penulisan karya ilmiah 2.Kurang melibatkan

mahasiswa dalam penelitian dan PKM 3. Sarana dan prasarana

masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tenaga sumber daya manusia yang ada.

4. Masih kurangnya jumlah dosen yang menguasai Bahasa Inggris secara lisan dan tertulis, sehingga menyulitkan untuk program pertukaran

1. Adanya minat instansi di luar perguruan tinggi sendiri untuk melakukan kerjasama di bidang penelitian dan PKM

2. Banyaknya potensi sumber dana penelitian dan PKM dari luar perguruan tinggi sendiri.

3. Peluang kompetisi dan publikasi ilmiah dari berbagai jurnal nasional dan internasional 4. Tuntutan sertifikasi

dosen yang dapat mendorong kinerja dosen.

5. Banyaknya peluang kerjasama yang ditawarkan dari

1.Kurangnya minat baca dan data beli

masyarakat terhadap karya ilmiah.

2. Masih kurangnya kesadaran dan minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan dalam kegiatan PKM. 3.Persaingan antar

perguruan tinggi dalam memanfaatkan berbagai sumber dana penelitian dan PKM.

4. Semakin terbukanya kesempatan perguruan tinggi luar negeri untuk membuka cabang di Indonesia.

(34)

memadai

6. Peningkatan jumlah kerjasama yang telah dijalin

7. Citra Unud yang semakin baik menuju

world class university

sehingga mempermudah kerjasama dengan pihak luar.

dosen ke luar negeri. 5. Belum memiliki hak paten atau hak cipta produk.

pemerintah daerah. 5. Berkem-bangnya

teknologi dalam pengembangan hasil riset internasional yang begitu cepat

menyebabkan pihak lembaga kalah bersaing dalam mengikuti perubahan.

Strategi dan Pengembangan

Berdasarkan matriks analisis SWOT dapat dirancang strategi dan pengembangan Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana seperti yang terlihat di bawah ini.

(35)

KOMPONEN STRENGHT OPPORTUNITY (PELUANG DARI KEKUATAN) WEAKNESS OPPORTUNITY (PELUANG DARI KELEMAHAN) STRENGHT THREAT (KEKUATAN DARI ANCAMAN) WEAKNESS THREAT (KELEMAHAN DARI ANCAMAN)

Jatidiri, Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan

Menjalin kerjasama dengan berbagai program studi lain.

Meningkatkan sosialisasi dan tingkat pemahaman serta penguasaan visi, misi Program Studi Sosiologi, serta tujuan untuk memotivasi civitas

academica dalam menjalin kerjasama untuk

mendapatkan hibah.

1. Meningkatkan aktivitas sosialisasi visi, misi dan tujuan terhadap

berbagai pihak untuk menarik perhatian mahasiswa.

2. Melakukan kajian dan evaluasi secara rutin terhadap visi, misi, dan tujuan program studi agar lebih sesuai dengan perkembangan yang ada untuk merangsang inovasi dan kreativitas.

Meningkatkan upaya untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan program studi melalui pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk mendapatkan sertifikasi internasional.

Tata Pamong, Kepemimpin-an, Sistem PengelolaKepemimpin-an, Penjaminan Mutu, dan

1. Meningkatkan aktivitas pelatihan dan penggunaan laboratorium untuk 1.Mengefektif-kan peran Laboratorium Sosiologi berkaitan dengan kajian-kajian keilmuan 1. Selalu mempertimbangkan dinamika lingkungan eksternal dalam 1. Meningkat-kan efektivitas peran tim penjaminan mutu untuk memperoleh

(36)

Sistem Informasi lembaga pendidikan eksternal. 2. Meningkatkan perencanaan dan evaluasi perencanaan setiap tahun. 3. Memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan jaringan kerjasama. dan meningkatkan kerjasama. 2. Pemanfaat-an kecanggihan teknologi informasi secara efektif dan efisien.

penyusunan program kegiatan.

2. Memetakan dosen sesuai dengan bidang kompetensi-nya.

sertifikasi internasional. 2. Pemelihara-an

keamanan sistem informasi secara lebih efektif. Kemahasis-waan dan Lulusan 1. Meningkatkan jumlah kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa 2. Melaksanakan kegiatan-kegiatan ilmiah yang melibatkan mahasiswa dan dunia kerja,

1. Memberikan motivasi mahasiswa untuk berprestasi dengan memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi. 1. Selalu meningkatkan kualitas kegiatan promosi dan penerimaan mahasiswa. 2. Meningkatkan jumlah kegiatan magang dan ekstrakurikuler sehingga dapat memberikan bekal praktek bagi mahasiswa dalam persaingan dunia kerja.

Meningkatkan

pelaksanaan bimbingan dan konseling melalui dosen pembimbing akademik untuk memperlancar

penyelesaian studi dan membantu pencapaian lulusan yang berkualitas.

(37)

Suasana Akademik menyesuaikan kurikulum secara rutin untuk menghasilkan kurikulum berbasis kompetensi. 2. Mengembangkan kerjasama dengan praktisi, organisasi profesi dan pihak lain untuk memantau perkembangan lingkungan eksternal yang terkait dengan kurikulum.

3. Pengembangan mata kuliah yang mengacu pada kebutuhan pengguna lulusan dan perubahan lingkungan. 4. Meningkatkan

kuantitas dan kualitas interaksi secara akademik dengan mahasiswa.

5. Peningkatan kualitas

dan kuantitas studi banding mengenai kurikulum ke berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. 2. Meningkat-kan

wawasan mahasiswa dengan kunjungan ke instansi/lembaga terkait Prodi Sosiologi, kuliah tamu, seminar dan magang. 3. Mengem-bangkan metode pengajaran yang dapat meningkatkan analisa mahasiswa yang berkualitas melalui pemberian tugas dan diskusi secara intensif. 4. Meningkat-kan peran pembimbing akademik dalam membantu kelancaran studi komunikasi dan memperluas jaringan dan kerjasama dengan pasar kerja, perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, untuk mengetahui

2. Pemberian bimbingan yang terarah dan terprogram bagi mahasiswa. 3. Meningkatkan kualitas pelayanan akademik dan non-akademik kepada mahasiswa. perkembangan

kurikulum yang sedag berjalan.

2. Menyusun kurikulum yang dapat memenuhi tuntutan dan

perubahan profesi dalam pasar kerja. 3. Peningkatan profesi

akademik mahasiswa baru agar dapat

membantu peningkatan indeks prestasi kumulatif. 4. Meningkatkan keterlibatan seluruh civitas academica dalam menciptakan budaya akademik.

(38)

sarana dan prasarana yang menunjang pembentukan suasana akademik yang kondusif. 6. Meningkatkan peranan organisasi kemahasiswaan dalam kegiatan ilmiah. mahasiswa.

Pendanaan, Sarana dan Prasarana, Sistem Informasi

1. Mempertahankan transparansi, keterlibatan dan koordinasi dalam pengelolaan keuangan. 2. Tetap mengupayakan peningkatan sumber dana agar dapat menyediakan sarana dan prasarana yang memadai dan berkualitas.

3. Peningkatan jumlah sarana dan prasaran uang dibutuhkan untuk kegiatan operasional.

1. Menjalin kerjasama dengan pengusaha dan pemerintah daerah di Indonesia untuk menyelenggarakan kajian Sosiologi. 2.Memperbaiki dan

menambah sarana dan prasarana agar memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan 3. Meningkat-kan kualitas sistem penyimpanan dan pengamanan data

1. Meningkatkan efisiensi penggunaan data.

2. Meningkat-kan pembaharuan sarana dan prasarana secara berkesinambungan agar tidak tertinggal dengan perguruan tinggi lain.

3. Memperluas kerjasama dengan berbagai pihak untuk peningkatkan sistem informasi.

1.Mengupaya-kan jumlah sumber dana selain dari SPP dan SDPP. 2. Pengadaan dan peningkatan sarana prasarana yang berkualitas. 3.Mengoptimalkan

penggunaan sarana dan prasarana yang

tersedia. 4.Memperluas dan

mempermudah akses jaringan.

(39)

4. Meningkatkan kualitas sistem informasi akademik secara berkelanjutan. akademik mahasiswa. 4.Meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia dalam penggunaan sistem informasi. Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama 1. Meningkatkan

kuantitas dan kualitas hasil penelitian. 2. Meningkatkan

kerjasama dalam bidang penelitian dan PKM dengan

pemerintah dan dunia usaha.

3. Meningkatkan

kuantitas dan kualitas jurnal ilmiah dan sarana publikasi lainnya.

1. Meningkat-kan publikasi hasil penelitian dan PKM dalam jurnal ilmiah. 2. Meningkat-kan jumlah

dosen yang terlibat dalam penelitian. 3. Meningkat-kan peran

serta dosen dalam seminar hasil penelitian. 1.Meningkatkan kerjasama penelitian dan PKM dengan berbagai instansi. 1. Melakukan penelitian untuk meningkatkan kemampuan penelitian dan kualitas Prodi Sosiologi

(40)

Matriks SWOT Kurikulum, Pembelajaran, Suasana Akademik

STRENGHT (KEKUATAN) WEAKNESS (KELEMAHAN) OPPORTUNITY

(PELUANG) THREAT (ANCAMAN)

1. Kurikulum yang diterapkan di program studi adalah kurikulum yang memiliki standar nasional.

2. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung suasana

akademik yang kondusif bagi segenap civitas academica.

3. Adanya tim pelaksana penjaminan mutu memberikan kualitas proses pembelajaran yang bermutu untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi.

4. Kebebasan mimbar akademik terjamin. 5. Keikutsertaan mahasiswa dalam penulisan

artikel ilmiah meningkat.

1. Sebagai program studi yang baru berdiri, dosen kesulitan mengampu lebih dari enam matakuliah dalam satu semester.

2. Keterbatasan buku penunjang di perpustakaan Prodi Sosiologi dan Fisip Unud.

1. Terbuka peluang mengusulkan mata kuliah yang bermuatan lokal.

2. Menjelaskan fenomena sosial terbaru dengan pendekatan-pendekatan teoritik.

3. Memberikan kebebasan kepada mahasiswa dan orang tua mahasiswa untuk memberi masukan atau usulan tentang mata kuliah baru.

1. Jumlah dosen dan kualifikasi yang sangat terbatas.

2. Mahasiswa kurang bersemangat membuat tugas-tugas yang berbasis teori baru.

(41)

II. ANALISIS SWOT PROGRAM STUDI

2. Analisis SWOT antar Komponen

Berdasarkan uraian evaluasi diri pada bagian I, maka dapat disusun kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan (terangkum dalam analisis SWOT) Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Udayana, dalam komponen sebagai berikut:

Matriks Analisis SWOT

KOMPONEN STRENGHT (KEKUATAN) WEAKNESS (KELEMAHAN) OPPORTUNITY (PELUANG) THREAT (ANCAMAN)

Jatidiri, Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan

1. Visi, misi tujuan, dan sasaran Prodi Sosiologi sangat jelas sesuai dengan visi dan misi Fisip Unud yang sesuai dengan dunia kerja dan tuntutan transparansi. 2. Visi telah menunjukkan

wawasan ke

depan/internasional dengan menekankan

Sebagai prodi baru, Prodi Sosiologi belum mampu melaksanakan misi dan visi dengan maksimal.Sosialisasi kepada mahasiswa tentang visi, misi, tujuan, dan sasaran belum diwujudkan secara maksimal.

1. Kerjasama dengan berbagai lembaga di dalam dan di luar negeri yang mendukung

pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran Prodi Sosiologi. 2. Terbukanya

kesempatan untuk memperoleh

dana-1. Keterbatasan akses dan formasi sumber daya manusia terkait dengan kebijakan di tingkat daerah.

2. Dosen pada Prodi Sosiologi masih terbatas.

(42)

pada akhlak mulia. 3. Visi, misi, tujuan dan

sasaran sudah dirumuskan dengan jelas yang disertai dengan lingkup capaian yang akan ditujun serta dijabarkan dalam sasaran dan strategi (Renstra dan Renop), sehingga dapat digunakan sebagai pedoman penyusunan kebijakan.

4. Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kepentingan masyarakat dalam pembentukan, pelaksanaan, dan pengembangan pendidikan khususnya Sosiologi. 5. Proses belajar-mengajar terlaksana dengan

dana hibah terutama dari Dikti untuk membantu pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran. 3. Masih sangat sedikitnya lembaga-lembaga pendidikan yang menawarkan Prodi Sosiologi.

(43)

sistematis dan teratur.

Tata Pamong,

Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan Mutu, dan Sistem Informasi

1. Kepemimpinan yang komunikatif,

transparan dan partisipatif.

2. Adanya Tim Pelaksana Penjaminan Mutu Program Studi (TPPM-PS). 3. Diadakannya Audit Mutu Akademik Internal (AMAI). 4. Diadakannya Monev proses pembelajaran. 5. Laboratorium Sosiologi memfasilitasi kajian komunitas dan kajian akademik.

6. Tersedia Laboratorium Komputer dan

Laboratorium Bahasa di Fisip Unud.

1. Masih ada staf administrasi yang belum optimal dalam menjalankan pekerjaan 2. Audit mutu akademik

internal belum dilakukan secara periodik.

3. Kerjasama untuk meningkatkan mutu Prodi dengan instansi terkait masih belum maksimal

4. Belum ada indikator kinerja yang jelas untuk mengukur kinerja Prodi.

5. Sering terjadi roling pegawai antara Fisip dengan fakultas lain di lingkungan Unud.

1. Menghasilkan lulusan yang bermutu 2. Tuntutan kerja yang

semakin meningkat 3. Terbukanya kerjasama

dengan PT lain untuk meningkatkan kualitas 4. Terdapat PT di dalam

dan di luar negeri yang dapat dijadikan benchmark 5. Perkembangan kecanggihan teknologi informasi. 1. Konsistensi prosedur dan tata cara organisasi sangat dipengaruhi kebijakan Universitas.

2. Banyaknya lembaga pendidikan lain yang mempunyai sistem pengelolaan administrasi lebih baik.

(44)

7. Keterlibatan civitas

academica dalam proses perumusan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan Prodi. 8. Mekanisme pengambilan keputusan dilakukan secara kolegial dan bertanggungjawab 9. Kepercayaan dan keterlibatan masyarakat yang tinggi terhadap Prodi.

10. Sistem perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengembangan program dilakukan secara terprogram dan terarah.

Kemahasiswa dan Lulusan 1. Mahasiswa terseleksi melalui mekanisme SNMPTN dan PMDK. 2. Mahasiswa memang

1. Penerapan kurikulum berbasis kompetensi dan soft skill mahasiswa masih kurang.

1. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan persaingan yang ketat antar-lulusan S1

1. Perkem-bangan teknologi informasi meng-haruskan

(45)

benar-benar berminat dalam bidang Sosiologi sehingga lebih

kosentrasi dalam menerima perkuliahan. 3. Mahasiswa yang terlatih

dengan berbagai teori sosial, terlatih dalam memahami fakta sosial dalam bentuk praktik sosial maupun latihan tugas-tugas kampus. 4. Kesesuaian

pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam mengerjakan soal dan tugas-tugas

menunjukkan bahwa kurikulum yang diberikan telah relevan dan ini diharapkan relevan juga dengan pasar kerja.

5. Mahasiswa dengan

2. Kegiatan mahasiswa yang menghasilkan karya yang inovatif perlu disempurnakan dan ditingkatkan. 3. Program Studi Sosiologi

kurang populer di masyarakat Bali dan Nusa Tenggara. memotivasi calon mahasiswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan Magister (S2).

2. Prodi Sosiologi yang ada di bawah Fisip Unud merupakan salah satu PT terbaik di Indonesia Bagian Timur sehingga peluang untuk memperoleh beasiswa lebih besar.

3. Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata terkenal di dunia, membuka peluang bagi Prodi Sosiologi untuk bekerjasama di bidang pendidikan dan pengembangan Iptek dengan negara lain. 4. Langkanya sarjana

belajar tentang IT 2. Tuntutan standar mutu

dan kompetensi lulusan semakin tinggi di pasar kerja.

3. Persaingan antar-Perguruan Tinggi Negeri atau swasta dari luar Bali yang

membuka Prodi Sosiologi di Denpasar.

(46)

intensitas tinggi melakukan kegiatan akademis dan non-akademis

Sosiologi di Bali.

Sumber Daya Manusia 1. Rasio dosen dan tenaga

pendukung dengan kualifikasi yang sesuai dengan bidangnya. 2. Peraturan kerja dan

kode etik yang dilaksanakan oleh dosen.

3. Komitmen staf pengajar yang tinggi terhadap kualifikasi proses pembelajaran.

4. Dosen di Prodi Sosiologi masih muda dan energik sehingga potensial untuk melakukan Tridharma Perguruan Tinggi. 5. Ragam latar belakang

budaya dan sosial para

1. Rendahnya minat dosen untuk

mempublikasikan karya ilmiah dengan bahasa asing pada jurnal internasional. 2. Kesulitan merekrut

dosen Sosiologi yang berkualifikasi S3 bidang Sosiologi dan linear sejak S1.

1. Kesempatan untuk melanjutkan

pendidikan jenjang S3 bagi para dosen. 2. Menjalin hubungan

kerja dengan staf pengajar Sosiologi dari perguruan tinggi lain yang lebih berpengalaman. 3. Mengontrak tenaga dosen yang mempunyai kualifikasi S3 Sosiologi. Lambatnya pengembangan sumber daya manusia karena masih terbatasnya dosen.

(47)

dosen di Prodi Sosiologi meningkatkan dinamika Prodi.

6. Mahasiswa pun memiliki variasi latar belakang budaya dan sosial yang memengaruhi mutu interaksi civitas academica. Kurikulum, Pembelajaran, Suasana Akademik 1. Kurikulum yang diterapkan di program studi adalah kurikulum yang memiliki standar nasional.

2. Tersedianya sarana dan prasarana yang

memadai untuk mendukung suasana akademik yang kondusif bagi segenap civitas academica. 3. Adanya tim pelaksana

penjaminan mutu memberikan kualitas proses pembelajaran

1. Sebagai program studi yang baru berdiri, dosen kesulitan mengampu lebih dari enam matakuliah dalam satu semester.

2. Keterbatasan buku penunjang di perpustakaan Prodi Sosiologi dan Fisip Unud.

1. Terbuka peluang mengusulkan mata kuliah yang bermuatan lokal.

2. Menjelaskan fenomena sosial terbaru dengan

pendekatan-pendekatan teoritik. 3. Memberikan kebebasan

kepada mahasiswa dan orang tua mahasiswa untuk memberi masukan atau usulan tentang mata kuliah baru.

1. Jumlah dosen dan kualifikasi yang sangat terbatas.

2. Mahasiswa kurang bersemangat membuat tugas-tugas yang berbasis teori baru.

(48)

yang bermutu untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi. 4. Kebebasan mimbar akademik terjamin. 5. Keikutsertaan mahasiswa dalam penulisan artikel ilmiah meningkat.

Pendanaan, Sarana dan Prasarana, Sistem Informasi

1. Kondisi ruang kuliah, ruang seminar, ruang baca, lab computer dan sekretariat cukup memadai 2. Memiliki sistem anggaran dan managemen keuangan terpadu 3. Kondisi sarana penunjang pendidikan cukup baik 4. Fasilitas perpustakaan dilengkapi dengan 1. Ketepatan waktu turunnya dana pusat belum bisa dipastikan. 2. Jumlah dana yang

tersedia, masih sangat tergantung dari jumlah kebutuhan dana fakultas lain yang lebih besar.

3. Sarana dan prasarana masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tenaga sumber daya manusia yang ada.

1. Dengan tersedianya

e-library mahasiswa memiliki peluang untuk memperkaya khazanah keilmuan dari berbagai sumber dalam maupun luar negeri 2. Pengembangan sistem informasi akademik 1. Kurang maksimalnya perencanaan. 2.Kegiatan tertunda

bahkan tidak terlaksana karena dana terbatas. 3. Mahasiswa kekurangan

(49)

e -library 5. Memiliki jaringan komunikasi dan informasi yang memadai Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama 1. Ketersediaan jurnal ilmiah yang

terakreditasi dan buku kumpulan penelitian bidang Sosiologi untuk menunjang kegiatan penulisan karya ilmiah 2. Memiliki database dan

software yang menunjang kegiatan penelitian sistem anggaran dan managemen keuangan terpadu 3. Kondisi sarana penunjang pendidikan cukup baik 4. Fasilitas perpustakaan dilengkapi dengan e- library 5. Memiliki jaringan komunikasi dan

1. Kurangnya minat dosen untuk melakukan penelitian dan

penulisan karya ilmiah 2. Kurang melibatkan

mahasiswa dalam penelitian dan PKM 3. Sarana dan prasarana

masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tenaga sumber daya manusia yang ada.

4. Masih kurangnya jumlah dosen yang menguasai Bahasa Inggris secara lisan dan

tertulis, sehingga menyulitkan untuk

1. Adanya minat instansi di luar perguruan tinggi sendiri untuk

melakukan kerjasama di bidang penelitian dan PKM

2. Banyaknya potensi sumber dana penelitian dan PKM dari luar perguruan tinggi sendiri.

3. Peluang kompetisi dan publikasi ilmiah dari berbagai jurnal nasional dan internasional 4. Tuntutan sertifikasi

dosen yang dapat mendorong kinerja dosen.

1.Kurangnya minat baca dan data beli

masyarakat terhadap karya ilmiah.

2. Masih kurangnya kesadaran dan minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan dalam kegiatan PKM. 3.Persaingan antar

perguruan tinggi dalam memanfaatkan berbagai sumber dana penelitian dan PKM.

4. Semakin terbukanya kesempatan perguruan tinggi luar negeri untuk membuka cabang di

(50)

informasi yang memadai

6. Peningkatan jumlah kerjasama yang telah dijalin

7. Citra Unud yang semakin baik menuju

world class university

sehingga mempermudah kerjasama dengan pihak luar.

program pertukaran dosen ke luar negeri. 5. Belum memiliki hak paten atau hak cipta produk. 5. Banyaknya peluang kerjasama yang ditawarkan dari pemerintah daerah. Indonesia. 5. Berkembangnya teknologi dalam pengembangan hasil riset internasional yang begitu cepat

menyebabkan pihak lembaga kalah bersaing dalam mengikuti perubahan.

Strategi dan Pengembangan

Berdasarkan matriks analisis SWOT dapat dirancang strategi dan pengembangan Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana seperti yang terlihat di bawah ini.

KOMPONEN STRENGHT OPPORTUNITY (PELUANG DARI KEKUATAN) WEAKNESS OPPORTUNITY (PELUANG DARI KELEMAHAN) STRENGHT THREAT (KEKUATAN DARI ANCAMAN) WEAKNESS THREAT (KELEMAHAN DARI ANCAMAN)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :