• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH

3.1 Analisa Masalah

Setelah data terkumpul maka data tersebut belum berarti karena belum dapat disimpulkan dan data tersebut masih perlu diolah sehingga data tersebut dapat bermakna, sehingga hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan. Adapun masalah ini penulis membahas 9 ( sembilan ) jenis penyakit yang umum menyerang tanaman cabai , diantaranya adalah :

1. penyakit Antraknosa

2. Penyakit Bercak Daun Seskospora 3. Penyakit Layu Bakteri

4. Penyakit Busuk Batang, Busuk Daun 5. Penyakit Rebah Kecambah

6. Penyakit Patah Batang, Teklik, Kapang 7. Penyakit Busuk Fitopthora

8. Penyakit Mosaik 9. Penyakit Kerupuk

Dari pembahasan penyakit cabai tanaman, penulis menganalisa bahwa ada 3 faktor yang berhubungan erat dengan penyakit cabai tanaman tersebut, yaitu :

1. Penyebab 2. Gejala 3. Pengendalian

(2)

3.2 Pembahasan Masalah

Pada bagian ini, penulis membahas dari ketiga faktor diatas beserta naman –

nama penyakit yang umum menyerang tanaman cabai merah besar ( CAPSICU ANNUUM L. ). Diantaranya adalah :

3.2.1 Penyakit Cabai Merah Besar ( Capsicum Annum L. ) 1. Penyakit Antraknosa

Penyebab penyakit : Cendawan Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum

gloeosporioides Pens.

Gejala serangan : Pada buah. Buah busuk berwarna seperti terkena sengatan

matahari diikuti oleh busuk basah yang berwarna hitam. Pada biji. Dapat menimbulkan kegagalan berkecambah atau bila telah menjadi kecambah dapat menimbulkan rebah kecambah. Pada tanaman dewasa. Menimbulkan mati pucuk, infeksi berlanjut ke bagian lebih bawah yaitu daun dan batang yang menimbulkan busuk kering warna cokelat kehitam-hitaman.

Pengendalian : Rendam biji dalam air panas (550C) selama 30 menit atau perlakuan dengan fungisida sistemik yaitu golongan triazole dan pyrimidin (0.05-0.1%) sebelum ditanam. Memusnahkan bagian tanaman yang terinfeksi, penggiliran tanaman dengan tanaman lain yang bukan famili solanaceae. Penggunaan fenarimol, triazole, klorotalonil, khususnya pada periode pematangan buah. Penanganan pasca panen dengan cara mengeringkan buah cabai dengan cepat atau penyimpanan dalam gudang bersuhu 0oC dapat mempertahankan buah cabai bebas serangan selama 30 hari.

(3)

2. Bercak Daun Serkospora

Penyebab penyakit : CendawanCercospora capsici Heald and Wolf

Gejala serangan : Menimbulkan defoliasi apabila serangan terjadi pada daun dan

gugur bunga apabila serangan terjadi pada bunga. Bercak berbentuk "oblong" (bulat) sirkuler dimana bagian tengah berwarna abu-abu tua dan cokelat tua dibagian luarnya, bercak berukuran 0.25 cm. Pada kelembaban tinggi, cendawan tumbuh seperti bintik-bintik kemudian melebar berwarna abu-abu. Pada saat sudah berukuran besar, bercak mengering dan retak yang akhirnya bagian ini akan jatuh ke bawah. Daun yang terinfeksi dapat berubah menjadi berwarna kuning dan gugur ke tanah.

Pengendalian : Menanam bibit yang bebas patogen, pada lahan yang tidak

terkontaminasi patogen, baiok dipersemaian maupun dilapangan. Sanitasi lapangan dengan cara memusnahkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi dan gulma, agar populasi awal dapat tertekan. Waktu tanam yang tepat adalah musim kemarau tetapi dengan irigasi yang baik. Penggunaan fungisida secara bijaksana hanya bila diperlukan yaitu pada peramalan cuaca dan populasi spora dilapangan. Fungisida Difenoconazole (0.5 cc/L) pada interval 7 hari, Flusilozaloe (0.5 cc/L) pada interval 4-7 hari, Fenarimol (0.3 cc/L) pada interval 7 hari, Klorotalonil (2 g/L) pada interval 4 hari, Carbendazem (2 g/L) pada interval 7-19 hari, adalah fungisida yang telah teruji efektivitasnya.

3. Layu Bakteri

Penyebab penyakit : BakteriRalstonia solanacearum

Gejala serangan : Pada tanaman yang tua, gejala layu pertama terjadi pada

daun-daun tanaman yang terletak dibagian bawah tanaman, tetapi pada tanaman-tanaman yang muda gejala layu mulai nampak pada daun-daun atas dari tanaman. Setelah

(4)

beberapa hari, gejala kelayuan diikuti oleh layu yang tiba-tiba dan layu permanen dari seluruh daun tanaman, tetapi daun tetap hijau atau disertai dengan sedikit menguning. Jaringan pembuluh dari batang bagian bawah dan akar menjadi kecoklatan. Apabila batang atau akar tersebut dipotong melintang dan dicelupkan ke dalam air jernih akan terlihat mengeluarkan cairan keruh yang merupakan koloni bakteri.

Pengendalian : (1) Mengadakan pergiliran tanaman dengan tanaman yang tidak

termasuk inang bagi bakteri. Pergiliran tanaman dengan padi sistem sawah akan sangat membantu mengurangi populasi bakteri didalam tanah. (2) Membuat saluran drainase yang sebaik-baiknya untuk mencegah genangan air yang terlalu lama. (3) Menanam varietas cabai merah yang tahan.

4. Busuk batang, busuk daun

Penyebab penyakit : Cendawan Phytophthora capsici dan Choanephora

cucurbitarum

Gejala serangan : Infeksi pertama terjadi pada titik tumbuh, bunga dan pucuk daun,

kemudian menyebar ke bagian bawah tanaman. Pucuk daun berubah warna dari hijau muda menjadi warna cokelat, lalu hitam dan akhirnya membusuk. Busuk ini merambat menuju ke bagian bawah tanaman dan menyerang kuncup bunga yang lain, sehingga seluruh bagian atas tanaman terkulai. Batang yang terserang menjadi busuk kering dan kulitnya mudah terkelupas, akhirnya tanaman mati. Dalam kondisi kelembaban tinggi, terbentuk bulu-bulu berwarna hitam yang muncul dari jaringan yang terinfeksi cendawan.

Pengendalian : (1). Sanitasi lapangan dengan cara memusnahkan sisa-sisa tanaman

yang terinfeksi dan gulma terutama yang bersifat inang. (2). Rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang, misalnya dari keluarga Graminae. (3). Pengendalian serangga

(5)

hama yang dapat menyebarkan inokulum dari satu tanaman ke tanaman lain. (4). Mengatur waktu tanam, yaitu dengan tidak menanam cabai merah tidak pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi. (5). Mengurangi kerapatan tanaman dengan jalan mengatur jarak tanam. (6). Memperbaiki drainase lahan. (7). Penggunaan fungisida yang cocok untuk cendawan Oomycetes yaitu antara lain fungisida sistemik : Acelalamine (0.5 %), Dimethomorph (0.1 %), Propamocarb, Oxadisil (0.1 %) interval 7-10 hari; fungisida kontak : Klorotalonil (2 %) interval 3-5 hari. Pemberian fungisida tersebut digilir, yaitu satu kali fungisida sistemik diikuti tiga kali fungisida kontak. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya daya resistensi patogen terhadap bahan aktif fungisida.

5. Penyakit Rebah Kecambah (Damping-off)

Penyebab penyakit : CendawanPythium debaryanum Hesse

Gejala serangan : Penyakit ini ditandai dengan tidak munculnya kecambah karena

benih membusuk atau mati sebelum kecambah yang muncul ke permukaan tanah. selain itu, kecambah yang telah muncul umumnya memiliki batang yang lunak sehingga roboh dan mati. Bila penyakit menyerang saat kecambah belum muncul ke permukaan maka disebut pre-emergency damping-off dan post emergence-off bila terjadi setelah kemunculan kecambah di permukaan. Perkembangan penyakit didukung oleh kelembaban tanah yang terlalu tinggi serta kurang terkena sinar matahari.

Pengendalian : Jangan menyiram tanah yang masih basah, menjaga persemaian agar

tidak tergenang air serta menjaga persemaian agar terkena sinar matahari langsung selama beberapa hari.

(6)

6. Patah batang, teklik, kapang

Penyebab penyakit :CendawanChoanephora cucurbitarum

Gejala serangan : Pada umumnya penyakit ini menyerang bagian batang yang masih

muda/tunas muda tanaman cabai, kemudian menjalar ke bagian yang lebih tua. Pada bagian yang terserang terlihat "kepala-kepala" konidium cendawan yang berwarna kelabu kehitaman.

Pengendalian : Lakukan sanitasi lingkungan dan pengaturan drainase yang baik.

Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman yang terinfeksi. Pangkas bagian batang yang terinfeksi, kemudian pendam dalam tanah yang jauh dari areal pertanaman cabai. Perlebar jarak tanam, terutama pada musim hujan

7. Penyakit Busuk Fitopthora

Penyebab penyakit : CendawanPhytophthora capsici

Gejala serangan : Infeksi pada batang diawali dari leher batang. Batang yang

terserang menderita busuk basah, berwarna hijau, kemudian mengering dan warna berubah menjadi cokelat. Gejala lanjut pada batang ialah terjadinya pengerasan jaringan batang dan seluruh tanaman cabai menjadi layu. Gejala pada daun diawali dengan terbentuknya bercak putih berbentuk sirkuler atau tidak beraturan dan bagian tersebut nampak seperti tersiram air panas. Bercak tersebut kemudian melebar, mengering seperti kertas dan akhirnya memutih, kadang-kadang diliputi warna putih dari masa spora. Infeksi pada buah berawal dari batang, kemudian berkembang pada tangkai buah dan berakhir pada buah. Serangan pada buah mengakibatkan buah berwarna hijau tua, dan busuk basah. Dalam jangka waktu beberapa hari seleuruh buah akan terinfeksi lalu nuah akan mengering dan keriput

(7)

Pengendalian : (1). Sanitasi lapangan dengan memusnahkan sisa-sisa tanaman inang

yang terinfeksi dan membersihkan gulma inang penyakit untuk mengurangi sumber inokulum awal. (2). Rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang, misal nya padi-padian, kubis-kubisan. (3). Tidak menanam varietas yang peka pada lahan yang sudah terkontaminasi. (4). Perlakuan benih dengan fungisida yang spesifik untuk cendawan golongan Oomycetes, seperti Metalaxyl. (5). Tata air yang baik dan penggunaan mulsa plastik. (6). Penggunaan fungisida yang khusus untuk golongan Oomycetes, antara lain fungisida kontak Klorotalonil, fungisida sistemik Metalaxyl yang harus diberikan secara bergiliran, 3-4 kali aplikasi fungisida kontak dan 1 kali fungisida sistemik, lalu diulang dengan pola yang sama.

8. Penyakit Mosaik

Penyebab penyakit : Satu atau gabungan beberapa jenis virus seperti Virus Mosaik Mentimun (Cucumber Mosaic Virus = CMV), Virus belang ulat daun (Chilli Veinal Mottle Virus = CVMV), Virus Y kentang (Potato Virus Y = PVY) dan Virus Mosaik Tembakau (Tobacco Mosaic Virus = TMV).

Gejala serangan : Pertumbuhan tanaman relatif menjadi lebih kerdil. Daun cabai

merah menjadi belang hijau muda dan hijau tua. Ukuran daun relatif lebih kecil dari daun tanaman sehat dan sepanjang tulang daun terdapat jaringan yang menguning atau hijau gelap atau tulang daun menonjol dan berkelok-kelok dengan pinggiran daun bergelombang. Daging daun kadang-kadang tidak tumbuh sempurna, sehingga yang tumbuh hanya tulang-tulangnya saja.

Pengendalian : (1). Melakukan eradikasi tanaman-tanaman cabai merah yang telah

menunjukkan virus untuk mengurangi inokulum. (2). Menjaga kebersihan tangan dan alat-alat yang digunakan untuk pemeliharaan tanaman. (3). Penyemprotan serangga vektor dengan menggunakan insektisida, seperti Marshal 200 EC, Buldok 25 EC, Curacron 500 EC, atau Dursban 20 EC. (4). Mengurung pembibitan tanaman cabai

(8)

dengan menggunakan kain kasa untuk mencegah infeksi virus dari luar pada pembibitan. (5). Merendam benih cabai yang akan disebar dengan menggunakan larutan Natrium fosfat 10% selama 1 jam untuk mencegah penularan TMV melalui biji. (6). Melakukan vaksinasi CARNA-5 pada bibit-bibit cabai yang berumur 2 minggu untuk mengendalikan CMV di daerah endemik.

9. Penyakit Kerupuk

Penyebab penyakit : Virus dari grup luteo

Gejala serangan : Warna daun hijau gelap, permukaan daun tidak rata, daun

menggulung ke arah bawah dan pertumbuhan tanaman sangat kerdil. Jumlah bunga dan buahnya berklurang atau bahkan tanaman cabai merah tidak dapat menghasilkan buah sama sekali.

Pengendalian : (1). Mencabut tanaman cabai yang telah terinfeksi oleh penyakit

sedini mungkin dan membenamkannya ke dalam tanah untuk mengurangi inokulum. (2). Penyemprotan terhadap serangga vektor dengan menggunakan insektisida, seperti Confidor 200 LC, Buldok 25 EC, Curacron 500 EC, Dursban 20 EC, Decis 2.5 EC dan Hostathion 40 EC. (3). Membersihkan gulma yang ada di pertanaman. (4). Penggunaan pupuk berimbang dengan dosis 30 ton pupuk kandang, 150 kg urea, 450 kg ZA, 100 kg TSP dan 100 kg KCl per hektar

3.3 Struktur menu

Sebuah struktur menu sangat dibutuhkan dalam membuat program aplikasi, karena akan memudahkan dalam pembuatan program aplikasi tersebut, serta dapat menentukan urutan pengerjaannya. Struktur Menu pada Aplikasi Visual Tentang Penyakit Cabai Merah Besar ini adalah sebagai berikut :

(9)

Gambar 3.1 Struktur Menu Aplikasi Visual Penyakit Cabai Merah Besar

1. penyakit Antraknosa

2. penyakit Bercak daun serkospora

3. penyakit daun,Busuk batang

4. penyakit Layu bakteri

5. penyakit Patah batang,teklik,kapang

6. penyakit Busuk fitopthora

7. penyakit Rebah kecambah

8. penyakit Kerupuk

9. penyakit Mosaik 1. Buah busuk dan berwarna hitam

2. Pada biji mengakibatkan kegagalan berkecambah

3. Mati pucuk

4. Defoliasipada daun atau gugur bunga

5. Tanaman layu pada daun

6. Pucuk daun berubah menjadi warna coklat

7. Kecambah tidak muncul (benih membusuk)

8. Terlihat”kepala” konidium cendawanyang berwarna kelabu kehitam-hitaman

9. Batang menjadi busuk basah warna batang menjadi coklat

10. Pengerasan jaringan batang dan seluruh tanaman cabe menjadi layu

11. Gejala pada daun diawali terbentuknya bercak putih berbentuk sirkuler

12. Buah berwarna hijau tua dan busuk basah

13. Pertumbuhan tanaman relatif menjadi lebih kerdil

14. Daun cabai merah menjadi belang hijau muda dan hijau tua

15. Ukuran daun menjadi lebih kecil dari daun tanaman sehat

16. Daging daun kadang-kadang tidak tumbuh sempurna, sehingga yang tumbuh hanya tulang-tulangnya saja

17. jumlah bunga dan buah berkurang atau tidak berbuah

18. warna daun hijau gelap, permukaan daun tidak rata, daun menggulung kearah bawah dan perumbuhan tanaman sangat kerdil.

MENU UTAMA

NAMA PENYAKIT DATA PENYUSUN KELUAR GEJALA SERANGAN PENYEBAB PENYAKIT GEJALA SERANGAN PENGENDALIAN

(10)

3.4 Flowchart (Diagram Alur)

Flowchart digunakan sebagai alat bantu dalam menggunakan suatu program. Flowchart dapat menunjukan secara jelas logika jalannya program.Berikut ini adalah flowchart dari aplikasi Visual Tentang Penyakit Cabai merah besar

Flowchart Program : Y T Y T T Y Y

Gambar 3.2 Flowchart Aplikasi Penyakit Cabai Merah START MENU UTAMA Nama Penyakit Gejala serangan Data penyusun keluar Tampilkan gambar dan keterangan END Tampilkan Nama pykt atau Gejala serangan dan tenukan pilihan anda keterangan

(11)

3.5 Rancangan Input dan Output

3.5.1 Rancangan Form Penyakit Antraknosa

Berikut Rancangan Form Antraknosa :

PENYAKIT ANTRAKNOSA

Gambar

Gambar 3.3 Gambar Rancangan Form Penyakit Antraknosa

Pada form diatas atau form penyakit Antraknosa ini menampilkan keterangan serta gambar dari nama penyakit dan gejala serangan yang dipilih sebelumnya berupa text dalam format jpg atau bmp. Form ini menggunakan satu tombol perintah yaitu : tombol perintah “TUTUP” untuk kembali keform menu utama. Rancangan form ini

Penyakit Antraknosa

Penyebab penyakit TextBox 1 KETERANGAN Gejala Serangan TextBox 3 KETERANGAN TextBox 2 KETERANGAN

Gambar Antraknosa MenyerangBatang

IMAGE 1

Gambar Antraknosa menyerangbuah

CABAI

pengendalian

<< TUTUP>> IMAGE 2

(12)

menggunakan : 6 buah Label, 3 buah textbox, 2 buah Frame, 2 buah Image, dan 1 buah Command Button.

3.5.2 Rancangan Form Penyakit Busuk Batang, Busuk Daun Berikut rancangan form Penyakit Busuk Batang,Busuk Daun :

PENYAKIT BUSUK BATANG

Gambar

Gambar 3.4 Rancangan Form Penyakit Busuk Batang,Busuk Daun

Pada form diatas atau form penyakit Busuk Batang, Busuk Daun ini menampilkan

Penyakit Busuk Batang,Busuk Daun

Penyebab penyakit

TextBox 1 KETERANGAN

Gejala Serangan

TextBox 3 KETERANGAN TextBox 2 KETERANGAN

Gambar Busuk batang

IMAGE 1

Gambar Busuk Daun

pengendalian

<< TUTUP>> IMAGE 2

(13)

keterangan serta gambar dari nama penyakit dan gejala serangan yang dipilih sebelumnya berupa text dalam format jpg atau bmp. Form ini menggunakan satu tombol perintah yaitu : tombol perintah “TUTUP” untuk kembali keform menu utama. Rancangan form ini menggunakan : 6 buah Label, 3 buah textbox, 2 buah Frame, 2 buah Image, dan 1 buah Command Button.

3.5.3 Rancangan Form Busuk Fitopthora

Berikut Rancangan Form Busuk Fitopthora :

PENYAKIT BUSUK FITOPTHORA

Gambar

Gambar 3.5 Rancangan Form Penyakit Busuk Fitopthora

Pada form diatas atau form penyakit Busuk Fitopthora ini menampilkan keterangan serta gambar dari nama penyakit dan gejala serangan yang dipilih

Penyakit Busuk Fitopthora

Penyebab penyakit

TextBox 1 KETERANGAN

Gejala Serangan

TextBox 3 KETERANGAN TextBox 2 KETERANGAN

Gambar buah busuk yang diakibatkan fitopthora

IMAGE 1

Gambar batang busuk

pengendalian

<< TUTUP>> IMAGE 2

(14)

sebelumnya berupa text dalam format jpg atau bmp. Form ini menggunakan satu tombol perintah yaitu : tombol perintah “TUTUP” untuk kembali keform menu utama. Rancangan form ini menggunakan : 6 buah Label, 3 buah textbox, 2 buah Frame, 2 buah Image, dan 1 buah Command Button.

3.5.4 Rancangan Form About

Form About adalah form yang berisi tentang identitas pembuat program.pada form ini terdapat satu tombol perintah yaitu : Tombol Perintah TUTUP. Form About menggunakan satu buah I MAGE, 6 LABEL, 5 TEXTBOX, 1 LINE, dan 1 BUAH TOMBOL COMMAND BUTTON.

Berikut Rancangan Form About :

DATA PENYUSUN

Gambar

Gambar 3.6 Rancangan Form About

3.5.5 Rancangan Form Penyakit Bercak Daun Serkospora

Berikut Rancangan Form Penyakit Bercak Daun Serkospora : APLIKASI PENYAKIT TANAMAN CABAI MERAG BESAR

IMAGE 1 Label 1 Label 3 Textbox 1 Label 5 Label 4 Label 2 Textbox 3 Textbox 2 Textbox 4 Textbox 5 <<TUTUP>>

(15)

PENYAKIT BERCAK DAUN SERKOSPORA

Gambar

Gambar 3.7 Rancangan Form Penyakit Bercak Daun Serkospora

Pada form diatas atau form penyakit Bercak Daun Serkospora ini menampilkan keterangan serta gambar dari nama penyakit dan gejala serangan yang dipilih sebelumnya berupa text dalam format jpg atau bmp. Form ini menggunakan satu tombol perintah yaitu : tombol perintah “TUTUP” untuk kembali keform menu utama. Rancangan form ini menggunakan : 6 buah Label, 3 buah textbox, 2 buah Frame, 3 buah Image, dan 1 buah Command Button.

Penyakit Bercak Daun Serkospora

Penyebab penyakit

TextBox 1 KETERANGAN

Gejala Serangan

TextBox 3 KETERANGAN TextBox 2 KETERANGAN

Gambar Bercak Batang

IMAGE 1 Gambar,Bercak Daun pengendalian << TUTUP>> IMAGE 2 IMAGE 2 Gambar,Bercak Tangkai

(16)

3.5.6 Rancangan Form Menu utama

Aplikasi visual tentang penyakit cabai merah besar yang penulis buat dengan Microsoft Visual Basic 6.0. menggunakan duabelas form,yaitu Form Menu Utama, Form About, Form Antraknosa, Form Bercak Daun Serkospora, Form Busuk Daun-Busuk Batang, Form Layu Bakteri, Form Oatah Batang- Teklik-Kapang, Form Daun-Busuk fitopthora, Form Rebah Kecambah, Form Penyakit Kerupuk, Form Penyakit Mosaik. From menu utama merupakan form pembuka atau form yang akan ditampilkan pertama kali pada saat dieksekusi. Didalam form menu utama terdapat beberapa tombol perintah, yaitu : Tombol perintah Nama Penyakit, Tombol Perintah Gejala Serangan, Tombol Perintah keluar dan Tombol perintah Data Penyusun. Didalam frame masih ada perintah lain yaitu perintah memilih nama penyakit cabai dan gejala serangan yang diletakan didalam frame pasnya pada tombol perintah option button.

Pada form menu utama ini terdapat Empat Frame, Dua Label, Dua Command Button, Duapuluh Sembilan Option Button, dan pada form ini dibuat sebuah menu, menu ini dibuat agar bisa membuka form lain yang dikehendaki seperti form About dan keluar dari form.

Berikut Rancangan Form Menu Utama :

MENU APLIKASI PENYAKIT TANAMAN CABAI MERAH BESAR

(17)

Nama Penyakit Gejala Serangan

option button 1 option button 10 option button 2 option button 11 option button 3 option button 12 option button 4 option button 13 option button 5 option button 14 option button 6 option button 15 option button 7 option button 16 option button 8 option button 17 option button 9 option button 18 option button 19 option button 20 option button 21 option button 22 option button 23 option button 24 option button 25 option button 26 option button 27 option button 28 option button 29

Gambar 3.8 Rancangan Form Menu Utama

3.5.7 Rancangan Form Penyakit Layu Bakteri

Pada form penyakit Layu bakteri ini menampilkan berupa keterangan serta gambar dari nama penyakit dan gejala serangan yang dipilih sebelumnya berupa text

APLIKASI VISUAL TENTANG PENYAKIT CABAI MERAH BESAR MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0

Informasi Penyakit Berdasarkan : Nama Penyakit

Gejala Serangan

(18)

dalam format jpg atau bmp. Form ini menggunakan satu tombol perintah yaitu : tombol perintah “TUTUP” untuk kembali keform menu utama. Rancangan form ini menggunakan : 5 buah Label, 3 buah textbox, 2 buah Frame, 1 buah Image, dan 1 buah Command Button.

Berikut Rancangan Form Layu Bakteri :

PENYAKIT LAYU BAKTERI

Gambar

Gambar 3.9 Rancangan Form Penyakit Layu Bakteri

3.5.8 Rancangan Form Penyakit patah batang,Teklik, Kapang

Berikut Rancangan Form penyakit Patah batang :

PENYAKIT PATAH BATANG,TEKLIK, KAPANG

Penyakit Layu Bakteri

Penyebab Penyakit

Gejala Serangan

TextBox 2 KETERANGAN

Pengendalian

TextBox 3 KETERANGAN <<TUTUP>>

Gambar Penyakit layu bakteri

IMAGE 1 TextBox 1 KETERANGAN

(19)

Gambar

Gambar 3.10 Rancangan Form Penyakit Patah Batang,Teklik, Kapang

Pada form diatas atau form penyakit Patah batang,teklik,kapang ini menampilkan keterangan serta gambar dari nama penyakit dan gejala serangan yang dipilih sebelumnya berupa text dalam format jpg atau bmp. Form ini menggunakan

Penyakit Patah Batang, Teklik, Kapang

Penyebab penyakit

TextBox 1 KETERANGAN

Gejala Serangan

TextBox 3 KETERANGAN TextBox 2 KETERANGAN

Gambar patah batang

IMAGE 1

Gambar patah tangkai

pengendalian

<< TUTUP>> IMAGE 2

(20)

satu tombol perintah yaitu : tombol perintah “TUTUP” untuk kembali keform menu utama. Rancangan form ini menggunakan : 6 buah Label, 3 buah textbox, 2 buah Frame, 2 buah Image, dan 1 buah Command Button.

3.5.9 Rancangan Form Penyakit Kerupuk

Pada form penyakit Kerupuk ini menampilkan berupa keterangan serta gambar dari nama penyakit dan gejala serangan yang dipilih sebelumnya berupa text dalam format jpg atau bmp. Form ini menggunakan satu tombol perintah yaitu : tombol perintah “TUTUP” untuk kembali keform menu utama. Rancangan form ini menggunakan : 5 buah Label, 3 buah textbox, 2 buah Frame, 1 buah Image, dan 1 buah Command Button.

Berikut Rancangan Form penyakit Kerupuk :

PENYAKIT KERUPUK

Gambar

Gambar 3.11 Rancangan Form Penyakit Kerupuk

3.5.10 Rancangan Form Penyakit Mosaik

Pada form penyakit Mosaik ini menampilkan berupa keterangan serta gambar dari nama penyakit dan gejala serangan yang dipilih sebelumnya berupa text dalam

Penyakit kerupuk

Penyebab Penyakit

Gejala Serangan

TextBox 2 KETERANGAN Pengendalian

TextBox 3 KETERANGAN <<TUTUP>>

Gambar Penyakit kerupuk

IMAGE 1 TextBox 1 KETERANGAN

(21)

format jpg atau bmp. Form ini menggunakan satu tombol perintah yaitu : tombol perintah “TUTUP” untuk kembali keform menu utama. Rancangan form ini menggunakan : 5 buah Label, 3 buah textbox, 2 buah Frame, 1 buah Image, dan 1 buah Command Button.

Berikut Rancangan Form penyakit Mosaik:

PENYAKIT MOSAIK

Gambar

Gambar 3..12 Rancangan Form Penyakit Mosaik

3.5.11 Rancangan Form Penyakit Rebah Kecambah (damping-off)

Penyakit Mosaik

Penyebab Penyakit

Gejala Serangan

TextBox 2 KETERANGAN

Pengendalian

TextBox 3 KETERANGAN <<TUTUP>>

Gambar Penyakit Mosaik

IMAGE 1 TextBox 1 KETERANGAN

(22)

Pada form penyakit Rebah Kecambah (Damping-Off ) ini menampilkan berupa keterangan serta gambar dari nama penyakit dan gejala serangan yang dipilih sebelumnya berupa text dalam format jpg atau bmp. Form ini menggunakan satu tombol perintah yaitu : tombol perintah “TUTUP” untuk kembali keform menu utama. Rancangan form ini menggunakan : 5 buah Label, 3 buah textbox, 2 buah Frame, 1 buah Image, dan 1 buah Command Button.

Berikut Rancangan Form penyakit Rebah Kecambah :

PENYAKIT REBAH KECAMBAH

Gambar

Gambar 3.13 Rancangan Form Penyakit Rebah Kecambah (Damping-Off )

3.6 Pembuatan program dengan Visual Basic 6.0

3.6.1 Tampilan Form Penyakit Antraknosa Penyakit Rebah Kecambah(Damping-off) Penyebab Penyakit

Gejala Serangan

TextBox 2 KETERANGAN

Pengendalian

TextBox 3 KETERANGAN <<TUTUP>>

Gambar Penyakit Rebah Kecamhah

IMAGE 1 TextBox 1 KETERANGAN

(23)

Buatlah frmantraknosa dengan tampilan seperti dibawah ini. Pada form ini Terdapat dua gambar dan keterangan - keterangan dari cabai merah besar yang terkena penyakit dengan format jpg. Untuk kembali keform menu utama pilih tombol perintah “TUTUP”.

Gambar 3.14 Tampilan form penyakit Antraknosa

3.6.2 Tampilan Form Penyakit Busuk Batang , Busuk Daun

(24)

form pada Tool Bar lalu pilih Form dan klik OKE. Pada form ini terdapat Tiga gambar dan keterangan dari penyakit cabai merah besar dengan format jpg.untuk kembali keform menu utama pilih tombol perintah “TUTUP”.

Gambar 3.15 Tampilan form penyakit Busuk Batng, Busuk Daun

3.6.3 Tampilan Form Penyakit Busuk Fitopthora

Buatlah form baru dengan nama frmbusuk fitopthora dengan memilih Add form pada Tool Bar lalu pilih Form dan klik OKE. Pada form ini terdapat Tiga gambar dan keterangan dari penyakit cabai merah besar dengan format jpg.untuk kembali keform menu utama pilih tombol perintah “TUTUP”.

(25)

Gambar 3.16 Tampilan form penyakit Busuk Fitopthora 3.6.4 Tampilan form About

Pada form ini penulis menggunakan satu buah image, enam label, lima textbox,untuk menampilkan keterangan – keterangan penulis dan gambar.dan untuk kembali keForm menu utama menggunakan tombol perintah “TUTUP” yang ada ditombol perintah Command Button.

(26)

3.6.5 Tampilan Form Bercak Daun Serkospora

Buatlah form baru dengan nama frmbercakdaun dengan memilih Add form pada Tool Bar lalu pilih Form dan klik OKE. Pada form ini terdapat Tiga gambar dan keterangan dari penyakit cabai merah besar dengan format jpg.untuk kembali keform menu utama pilih tombol perintah “TUTUP”.

Gambar 3.18 Tampilan Form Bercak Daun Serkospora

3.6.6 Tampilan Form menu utama

Buatlah Form baru dengan nama frmmenu, dengan memilih Add form pada Tool Bar lalu pilih Form dan klik OKE. Form ini nantinya akan jadi tampilan awal sebelum sebelum kita masuk pada Form berikutnya dan Form ini terdapat beberapa tombol perintah untuk masuk atau menampilkan Form berikutnya. Tombol perintah tersebut diantaranyan : Tombol perintah Nama Penyakit dan Gejala Serangan yang ada pada tombol Command Button, dimana jika dipilih salah satu tombol perintah tersebut maka akan menampilkan sesuai dengan pilihan yang dipilih dan setelah

(27)

memilih pilihan dari kedua pilihan tersebut, maka akan menampilkan pilihan lagi yang ada pada tombol perintah OPTION BUTTON, jika dipilih salah satu pilihan tersebut maka akan muncul tampilan yang berupa gambar dan keterangan penyakit cabai yang terserang penyakit dengan format jfg sesuai dengan pilihan yang dipilih sebelumnya. Selain itu penulis menambahkan dua buah menu, menu tersebut yaitu menu data penyusun yang didalamnya terdapat keterangan data – data penulis dan judul penulisan ini. Menu yang kedua yaitu menu Keluar yang berfungsi untuk menampilkan kode program sesuai dengan form yang dipilih. Untuk membuat menu dapat diambil pada Menu Editor yang ada di Tool Bar, setelah memilih toolbar tersebut akan menampilkan jendela menu editor seperti ( gambar 3.21 ), pada menu editor inilah penulis membuat kedua menu yang tadi dijelaskan sebelumya.

(28)

Gambar 3.20 Menu Editor

3.6.7 Tampilan Form layu bakteri

Buatlah form baru dengan nama frmlayu bakteri,dengan memilih Add form pada Tool Bar lalu pilih Form dan klik OKE. Pada form ini terdapat satu gambar dan keterangan dari penyakit cabai merah besar dengan format jpg.untuk kembali keform menu utama pilih tombol perintah “TUTUP”.

(29)

3.6.8 Tampilan Form Patah Batang

Buatlah form baru dengan nama frmpatah batang dengan memilih Add form pada Tool Bar lalu pilih Form dan klik OKE. Pada form ini terdapat satu gambar dan keterangan dari penyakit cabai merah besar dengan format jpg.untuk kembali keform menu utama pilih tombol perintah “TUTUP

Gambar 3.22 Tampilan Form Patah Batang

3.6.9 Tampilan Form Kerupuk

Buatlah form baru dengan nama frmkerupuk dengan memilih Add form pada Tool Bar lalu pilih Form dan klik OKE. Pada form ini terdapat satu gambar dan keterangan dari penyakit cabai merah besar dengan format jpg.untuk kembali keform menu utama pilih tombol perintah “TUTUP”.

(30)

Gambar 3.23 Tampilan Form Kerupuk

3.6.10 Tampilan Form Mosaik

Buatlah form baru dengan nama frmMosaik dengan memilih Add form pada Tool Bar lalu pilih Form dan klik OKE. Pada form ini terdapat satu gambar dan keterangan dari penyakit cabai merah besar dengan format jpg.untuk kembali keform menu utama pilih tombol perintah “TUTUP”.

(31)

3.6.11 Tampilan Form Rebah Kecambah (Damping- off )

Buatlah form baru dengan nama frmRebah Kecambah dengan memilih Add form pada Tool Bar lalu pilih Form dan klik OKE. Pada form ini terdapat satu gambar dan keterangan dari penyakit cabai merah besar dengan format jpg.untuk kembali keform menu utama pilih tombol perintah “TUTUP”.

Gambar 3.25 Tampilan Form Rebah Kecambah

3.6 Spesifikasi Komputer

Kebutuhan minimum yang diperlukan sebagai berikut: 1. Microsoft Windows 98 atau versi sesudahnya 2. Microsoft Visual Basic 6.0

3. Komputer IBM PC atau kompatibel dengan processor 486 4. RAM 32MB

5. Monitor VGA 6. Mouse

7. Keyboard 8. Harrdisk 10MB

Gambar

Gambar 3.2  Flowchart Aplikasi Penyakit Cabai MerahSTARTMENU UTAMANama PenyakitGejala seranganData penyusunkeluarTampilkan gambar dan keteranganENDTampilkan Nama pykt atau Gejala  serangan dan tenukan pilihan anda keterangan
Gambar 3.3  Gambar Rancangan Form Penyakit Antraknosa
Gambar  Busuk Daun
Gambar buah busuk yang diakibatkan fitopthora
+7

Referensi

Dokumen terkait

* Buka menu tabel dengan menggunakan klik pada baris menu atau tekan tombol Alt+A * Kemudian sorot dan klik Perintah Table Auto Format….. * pilih format tabel yang anda

Deskripsi User Login pada menu Login, memasukan user password, muncul menu Home, user kemudian pilih menu My Ticket data, Pilih menu assigment Ticket, Pilih

Pilih hasil pembuatan jadwal meeting dan ubah MOM di aplikasi tersebut lalu pilih tombol hapus untuk menghapus data di jadwal meeting dan kembali ke menu

Gambar 39 adalah perancangan antarmuka menu tentang, pada scene ini berisi tentang informasi pengembang aplikasi dan hanya terdapat satu tombol, yakni tombol kembali

Skenario : Dalam mengelola data Supplier maka pilih menu strip file Master Data dan pilih Entry Supplier Jika ingin menambah data baru maka menekan tombol New lalu

Pada tampilan rancangan program Aplikasi Multimedia Pembelajaran Pengenalan Nama Binatang terdapat tampilan Form Menu Utama yang didalamnya mempunyai komponen-komponen dari Form

Tampilan dan posisi header, garis bawahnya, tombol menu istana, teks judul, dan jump menu sama, penulis mengSave As tampilan riwayat dan menghapus layer yang ada kecuali layer

Menu Rambu perintah Gambar III.4 Story Board Menu Rambu perintah Dalam tampilan menu rambu Perintah terdapat sepuluh image button tampilan, yang menggambarkan dari masing-masing