• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

RISALAH RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI VII DPR RI

DENGAN

DIRJEN PENEGAKAN HUKUM KEMENTERIAN LHK RI, DIRJEN PSLB3 KEMENTERIAN LHK RI, DAN RDPU DENGAN DIRUT PT SEMEN PADANG, DIRUT PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK,

DIRUT PT SEMEN INDONESIA, Tbk, DIRUT PT SEMEN GRESIK (PERSERO), Tbk, DIRUT PT SEMEN TONASA, DIRUT PT INDOCEMENT TUNGGAL PERKASA, TBK, DAN DIRUT PT SEMEN

BOSOWA MAROS PENGHASIL DAN PENGELOLAAN LIMBAH/B3

Tahun Sidang : 2018-2019 Masa Persidangan : III (tiga) Rapat ke- :

Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat Hari, Tanggal : Senin, 28 Januari 2019 Waktu : 19.00 WIB – 20.24 WIB Tempat : R. Rapat Komisi VII Ketua Rapat :

MUHAMMAD NASIR /F-PD. (Wakil Ketua Komisi VII/F-PD)

Sekretaris Rapat : Dra. Nanik Herry Murti (Kepala Bagian Sekretariat Komisi VII)

Acara : 1. Laporan tindak lanjut hasil pemeriksaaa limbah B3 dan lingkungan pada perusahaan penghasil dan

pengelolaan limbah/B3 oleh KLHK RI. 2. Dan lain-lain

Hadir : 11 Anggota

Dengan rincian:

Fraksi PDI-P 1 orang dari 10 Anggota Fraksi Partai Gerindra 2 orang dari 7 Anggota Fraksi Partai Golkar 2 orang dari 8 Anggota Fraksi PAN ... orang dari 4 Anggota Fraksi Partai Demokrat 2 orang dari 5 Anggota Fraksi PKB ... orang dari 4 Anggota

(2)

Fraksi PKS 1 orang dari 4 Anggota Fraksi PPP 1 orang dari 3 Anggota Fraksi Partai Hanura 1 orang dari 2 Anggota Fraksi Partai Nasdem 1 orang dari 3 Anggota

KETUA RAPAT (MUHAMMAD NASIR):

Assalamu’alaikum warahmatullahi ta’ala wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua

Yang kami hormati Bapak Ibu Anggota Panja Limbah dan Lingkungan Komisi VII DPR RI

Yang kami hormati Ditjen Pengolahan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup RI

Yang kami hormati Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian LHK RI

Yang kami hormati Direktur Utama Perusahaan-perusahan Semen Serta seluruh hadirin yang berbahagia

Sebelum saya lanjutkan pada Saudara Ditjen nanti untuk menyampaikan paparannya dari Kementerian Lingkungan Hidup, saya minta pandangan dari teman-teman, saya minta ini dirutnya hadir semua tadi ya? Hadir. Yang dirut tadi bagaimana, Pak silakan.

F.PG (H. FIRMANDEZ): Interupsi Pimpinan.

Ini kayaknya nggak lengkap, tolong diabsen dulu. Ini Ditjen Gakkum yang paling penting tidak hadir. Lingkungan hidup juga tidak hadir. Jadi tolong nanti FGD barangkali. Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik, Ditjen Proper memang kita tidak undang dan yang kita undang itu Ditjen Limbah B3, Ditjen B3 dan Ditjen Gakkum. Dirjen Gakkum lagi on the atau bagaimana? DITJEN GAKKUM:

Izin Pimpinan, tadi informasinya beliau masih rapat disuruh mewakili Ibu Menteri Bapak Pimpinan.

KETUA RAPAT:

(3)

F.PD (H. IHWAN DATU ADAM, SE.):

Izin Pimpinan, usul saya Pimpinan karena ini tidak lengkap juga terus alangkah baiknya kita FGD saja Pimpinan dan rapat ini ditunda, demikian Pimpinan. Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Beda Pak, FGD beda, Panja beda. FGD itu beda forumnya tidak di sini. Dia bukan diregulasi Panja Limbah. FGD itu tinggal kita menjadwalkan ulang, silakan saja. F.PDIP (H. NASYIRUL FALAH AMRU, S.E.):

Pimpinan, terkait dengan Dirjen Gakkum mohon bisa dihubungi apakah beliau otw atau tidak, itu satu. Kemudian jika ada dari perusahaan semen yang bukan direktur utama saya pikir tidak usah ikut keluar saja. Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik, Pak Ramson silakan. F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Pak Ketua, kalau Dirjen Gakkum nggak datang sama dirut PT Semen Indonesia tidak datang juga ya. Kalau kita undur jadi tanggal 5 Februari Selasa, oh Imlek merah ya.

KETUA RAPAT:

Baik, untuk mempersingkat waktu segera dihubungi Pak Dirjen sambil kita jalankan regulasi rapat dan kita minta yang bukan Dirut keluar dari ruangan ini Pak. Jadi kita menghargai regulasi yang sudah kita tenggang waktu cukup panjang tadi, saya rasa itu waktu yang efektif saya berikan. Kalau Anda juga tidak bisa menghargai rapat ini, ngapain kita menghargai Anda. Anda saya minta keluar dari ruangan dan terus struktur yang ada dibawah regulasi Anda. Mungkin yang lain dirutnya nanti kami minta untuk presentasikan rapat ini.

PT. SEMEN INDONESIA:

Bicara sebentar Pak Ketua, Pak Pimpinan.

Jadi waktu Pak Dirut tadi keluar daerah ke Sorong belum sempat ke sini, dia memberikan otorisasi full Pak, tapi kalau itu tidak bisa tentu kami tidak bisa juga untuk hadir disini.

(4)

Iya, kita tidak terima, silakan Anda keluar dari ruangan ini. Jadi mungkin kita minta kepada Ibu Dirjen untuk menyampaikan paparan dan penjelasan yang perlu disampaikan dalam forum ini dan mungkin nanti disampaikan juga oleh Dirjen Gakkum beberapa hal dari regulasi yang sudah dilakukan pengawasan dari beberapa perusahan-perusahaan tersebut. Silakan Ibu Dirjen.

DIRJEN PLB3 LHK:

Baik, terima kasih Bapak Pimpinan.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera buat kita

Bapak Pimpinan Panja Limbah

Bapak Ibu Anggota Panja Limbah Komisi VII DPR RI

Kami dari KLHK Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun menyampaikan bahwa pertemuan malam ini adalah terkait dengan pertemuan para perusahaan-perusahaan yang terdiri dari industri semen yang ada di sini. Bisa kami sampaikan Bapak Pimpinan bahwa jenis-jenis limbah yang dihasilkan di industry semen itu yang terkait dengan limbah bahan berbahaya beracun itu adalah oli bekas, kemudian aki bekas, kemudian lampu.

KETUA RAPAT:

Sebentar Bu, ini yang jajaran Semen Indonesa masih ada di dalam? Iya silakan keluar mba.

Silakan Bu. DIRJEN PLB2 LHK:

Lampu neon bekas, kain majun bekas dan bag filter bekas. Yang berikut, limbah B3 yang dihasilkan tadi Bapak Pimpinan Bapak Ibu Anggota Panja Limbah, itu limbah B3nya dapat dimanfaatkan atau dimusnahkan didalam kiln semen, akan tetapi memang harus mempunyai izin pemanfaatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Berikut, ini adalah Limbah B3 yang dapat dimanfaatkan atau dimusnahkan dalam kiln semen itu ada limbah………., pengolahan lahan terkontaminasi, ada Sludge dari IPAL dari industry kertas, sludge besi, spent bleaching earth, dan sebagainya. Ada di hadapan Bapak Ibu sekalian. Kalau boleh usul Bapak Pimpinan mungkin yang berikut itu diundang juga Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran Kerusakan, karena biasanya industry semen ini biasanya ikut proper Pak, dan proper itu sekretariatnya itu ada di Ditjen PPKL sehingga memang kalau dari tempat saya itu khusus hanya limbah

(5)

B3nya tetapi kalau dari tempatnya Dirjen PPKL itu pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan dinilai, diproper. Demikian Bapak Pimpinan, terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik, terima kasih Bu Dirjen.

Mungkin nanti sekretariat inikan kita kemarin ada meninjau salah satu, sudah yang kedua, meninjau dua pabrik semen, ini permasalahan yang memang lingkungan dan masalah proper dan disamping itu juga yang masalah limbah B3nya yang air dari perusahaan itu limbah dan nipalnya juga itu yang perlu nanti dicek menurut saya dari hasil temuan-temuan yang kemarin kami lakukan oleh Ditjen Gakkum, mungkin itu segera ditindaklanjuti dan PT Oshin yang sudah disegel menurut saya tinggal ditindaklanjuti diproses selanjutnya.

Mungkin kami minta untuk menjelaskan singkat saja direktur-direktur dari PT Semen tersebut. Mungkin kita mulai, Pak Dirjen Gakkum mau ada yang disampaikan, yang mewakili. Nanti mungkin penutup saja saya minta. Dari Direktur Utama Semen Tonasa silakan Pak.

DIRUT PT. SEMEN TONASA:

Bismillahirahmanhirahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat malam, salam sejahtera buat kita semua

Yang saya hormati Ketua Panja Limbah B3 Komisi VII DPR RI Yang saya hormati Anggota Panja Komisi VII DPR RI

Alhmadulillah pada malam hari ini kita bersyukur kembali melanjutkan rapat kita.

Mungkin perlu saya laporkan bahwa di Semen Tonasa ada beberapa jenis limbah yang sudah kita manfaatkan atau musnahkan sesuai dengan izin dari KLH Nomor 308. Dari izin tersebut kita mendapatkan izin untuk memanfaatkan 22 jenis limbah termasuk tadi diantaranya disampaikan oleh Ibu Dirjen, dan ada 9 yang sudah kita manfaatkan. Mungkin ini sebagai laporan singkat dari PT Semen Tonasa. Terima kasih.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Baik mungkin nanti regulasinya kita tinggal lihat kondisi lapangan ya Pak dan beberapa izin nanti kita cek kembali. Selanjutnya dari PT Semen Bosowa, silakan. PT. SEMEN BOSOWA:

(6)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat malam ketua Panja, para Anggota Panja dan Anggota Komisi VII DPR RI Terima kasih kami dari Semen Bosowa juga sama seperti yang disampaikan oleh Direktur Semen Tonasa dimana kami dari pabrik Semen Bosowa juga menghasilkan beberapa limbah B3 yang dihasilkan seperti oli bekas, grease, aki, dan lain-lain. Dan juga seperti izin yang didapatkan Semen Bosowa, kami telah mengolah beberapa limbah B3 yang telah kami manfaatkan sendiri di pabrik kami di Semen Bosowa yaitu seperti oli bekas, fry ash dan bottom ash, dan copper slag. Saya rasa ini merupakan laporan singkat kami dari Semen Bosowa, terima kasih.

Wabillahit Taufiq Wal Hidayah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Baik terima kasih, sama Pak, mungkin nanti kita akan lakukan regulasi kunjungan ke perusahaan yang menghasilkan regulasi panja limbah ini berjalan dengan baik.

Selanjutnya saya persilakan Direktur Semen Gresik. DIRUT PT SEMEN GRESIK:

Terima kasih Pimpinan. Bismillahirrahmanirrahiim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat Bapak Pimpinan Panja Limbah Komisi VII DPR RI. Bapak Anggota Panja Komisi VII DPR RI.

Dan Anggota Komisi VII.

Terkait dengan pengolahan atau pemanfaatan limbah dari internal, kami saat ini masih sedang dalam pengajuan izin pengolahan, verifikasi lapangan sudah dilakukan, di 28 Februari 2018 dan saat ini tanggal 11 Desember 2018 kemarin sudah dilakukan penyerahan kelengkapan berkas OSS ke KLHK, dan kami harapkan mungkin dalam waktu dekat bisa kami dapatkan izin pengolahan atau pemanfaatan limbah B3 dari internal, sedangkan pengolahan limbah B3 yang dihasilkan internal kami tampung dalam TPS yang selanjutnya akan dikerjasamakan untuk dikelola oleh pihak ketiga yang berizin. Saya kira begini, demikian laporan singkat dari kami.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaakatuh.

(7)

Semen Gresik ada berapa lokasi Pak. DIRUT PT SEMEN GRESIK:

Saat ini baru satu Bapak. KETUA RAPAT:

Begitu ya. Yang di Rembang itu. DIRUT PT SEMEN GRESIK:

Iya Pak, yang di Rembang itu. KETUA RAPAT:

Gresik ada dua. Maksudnya pabriknya ada berapa. DIRUT PT SEMEN GRESIK:

Semen Gresik sendiri pabriknya hanya satu saat ini, di Rembang tersebut. Kalau yang satu itu PT. Semen Indonesia sebenarnya.

KETUA RAPAT:

Semen Indonesia yang tadi ya, sudah tukar nama berarti ya. Yang di Gersik Bapak ya.

DIRUT PT SEMEN GRESIK:

Yang digersik, yang di Tuban, itu Semen Indonesia sebenarnya Pak. KETUA RAPAT:

Baik, ini nanti kita ingin memastikan saja regulasinya ya Pak, tinggal pendalaman dari teman-teman silakan. Selanjutnya kami persilakan kepada PT. Indocement untuk menyampaikan paparannya. Kami persilakan.

DIRUT PT. INDOCEMENT:

Terima kasih Pak Ketua dan Anggota Panja yang saya hormati. Selamat Malam.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama-tama saya mungkin mau menyampaikan bahwa kita ada 3 (tiga) lokasi PT. Indocement, ada di Citereup, kemudian di Palimanan, yang Bapak dan Ibu kemarin

(8)

kunjungi, kemudian satu lagi di Tanjung Kalimantan Selatan. Dan total yang kita gunakan, kita ada Limbah B3 Internal, itu kurang lebih 17.301 Ton dan 97% kita manfaatkan internal, 2% kita dikelola oleh Pihak ketiga berizin. Jadi hampir sama saya rasa jenis-jenis limbah yang tadi dikemukakan, dan kita juga mengambil limbah B3 eksternal dalam hal ini seperti fry ash, bottom ash, copper slag, kita juga manfaatkan, dan juga graneuted grass furnished, dan itu bahan bakar alternatif oil scrutch, itu yang kita ambil dari luar, mungkin itu total kurang lebih sekitar tahun 2018 ini 485 ribu, kita ambil besar, karena kita memanfaatkan yang Krakatau Steel punya slag Pak, itu mungkin laporan singkat dari Indocement, jadi kurang lebihnya terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik, ini bahan bakarnya batu bara ya. Mungkin nanti tinggal di tindaklanjuti, mohon izin Pak yang mewakili Dirjen Gakkum. Selanjutnya kami persilakan pada Semen Padang.

DIRUT PT SEMEN PADANG: Terima kasih Pimpinan.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang terhormat Bapak Pimpinan Panja dan Anggota Panja.

Kami dari Semen Padang memiliki limbah yang diperoleh dari internal dan eksternal perusahaan. Seperti yang dijelaskan oleh Ibu Dirjen tadi beberapa limbah internal bisa kami manfaatkan sendiri terkait dengan minyak pelumas dan sarung tangan serta marjin yang terkontaminasi, selain dari itu kami juga menyerahkan ke pihak ketiga yang mempunyai izin terkait dengan drum oli bekas, aki bekas, lampu TL,

cartridge printer dan lain sebagainya.

Untuk yang berasal dari eksternal perusahaan seperti copper slag, fry ash,

bottom ash, dan sebagian tanah terkontaminasi juga kami manfaatkan untuk digunakan

di industri kami. KETUA RAPAT:

Sedikit Pak mungkin, jelaskan tanah yang terkontaminasi tadi dari mana saja.menjadi bagian paparannya.

DIRUT PT SEMEN PADANG:

Kalau yang terkontaminasi dahulunya kita peroleh dari limbah cefron itu terakhir di tahun 2017, untuk tahun 2018 kita sudah tidak ada lagi. terima kasih Pak.

(9)

Sekarang bahan baku yang lain apa Pak. Diluar bahan baku yang kapur apa saja yang digunakan sekarang.

DIRUT PT SEMEN PADANG:

Yang sekarang kita gunakan sebagai, yang dari B3 adalah fry ash dan bottom

ash, itu yang berasal dari PLN, kalau di Padang dari Teluk Sirih, yang kita punya satu

lagi yang ada di Dumai, itu berasal dari RAPT. Jadi dimanfaatkan untuk semen mil kita yang ada di Dumai.

KETUA RAPAT:

Itu dari Dumai ya. Bai, itu sisa dari pengolahan minyak goreng atau CPO ya. DIRUT PT SEMEN PADANG:

Bukan, itu dari batu baranya. KETUA RAPAT:

Oke, selanjutnya PT. Semen Baturaja. Ini bekas orang PGN juga ini. Kami persilakan.

PT SEMEN BATURAJA: Baik terima kasih.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati Ketua dan Wakil Ketua Panja Limbah B3 Serta para Anggota Panja B3.

Perkenalkan saya Juki Tri Ananda dari Semen Baturaja, Baturaja kurang lebih 4 jam dari Palembang, tengah-tengah pulau Sumatera, dan alhamdulillah kita memang didirikan disana oleh founder kita karena deposit batu kapur yang cukup besar disana. Kami memang mengolah limbah B3 tidak sebesar pabrik-pabrik semen yang lain karena kapasitas kita yang masih kecil, hari ini yang dikelola hanya fry ash, bottom ash,

beaching earth serta slash oil. Daftar perizinan kami alhamdulillah lengkap Pak, kami

disupport oleh Kementerian KLH maupun dari Pemerintah Daerah untuk izin penyimpanan sementara. Demikian Pak Ketua, terima kasih.

(10)

KETUA RAPAT:

Baik, terima kasih saya ucapkan kepada Bu Dirjen dan seluruh perusahaan – perusahaan semen yang memberikan paparan dan penjelasan. Selanjutnya kami persilakan kepada Bapak Ibu Anggota Panja Limbah dan Lingkungan untuk melakukan pendalaman dan pertanyaan-pertanyaan yang perlu disampaikan. Kami persilakan Pak Falah.

H.N. F.PDIP (H. NASYIRUL FALAH AMRU, S.E.): Izin Pimpinan.

Saya mau Tanya ke Pak siapa ya, batik biru, Pak Subhan. Pak, jenengan tadi mengatakan izin sampeyan running mulai tanggal 30 November ya Pak kalau tidak salah. Berdasarkan perkiraan jenengan itu bisa selesai sampai kapan Pak? Terima kasih.

DIRUT PT. SEMEN GRESIK:

Barangkali dari saya tadi Pak. Saya Saefudin dari Semen Gresik. Kami sedang mengajukan izin untuk pemanfaatan atau pengolahan limbah B3 itu. Jadi verifikasi lapangannya itu Pak sudah dilakukan di 28 Februari 2018, tentu sebelumnya sudah dilalui prosesnya mulai tahun 2017 dan terakhir 11 Desember 2018 kemarin ini kita sudah penyerahan kelengkapan

H.N. F.PDIP (H. NASYIRUL FALAH AMRU, S.E.): Lokasinya dimana Pak?

DIRUT PT. SEMEN GRESIK:

Di Rembang Pak. Kita harapkan mungkin 1 – 2 bulan sehingga kita bisa ikut rekan-rekan yang lain untuk bisa memanfaatkan limbah B3 dari perusahaan yang lain. Terima kasih Pak.

H.N. F.PDIP (H. NASYIRUL FALAH AMRU, S.E.): Matur nuwun.

KETUA RAPAT:

Silakan dari meja Pimpinan. WAKIL KETUA (RIDWAN HISJAM):

(11)

Saya langsung ke Semen Gresik. Ini tadi saya agak confuse Semen Gresik pabriknya di Rembang, produknya semen Gresik. Lha Semen Gresik sama Semen Tuban, Semen Indonesia. Ini orang-orang Rembang sudah complain semua ke saya, kenapa tidak pakai nama semen Rembang kok pakai nama Gresik dibawa ke Rembang sana. Ini diluar ini tapi kebetulan ketemu ini. Saya Ridwan Hisjam dari Dapil Jawa Timur II.

KETUA RAPAT: Silakan Pak.

DIRUT PT SEMEN GRESIK:

Saya mungkin memberikan sharing sebentar ya Pak. jadi sebelumnya memang namanya PT. Semen Gresik (Persero) tbk itu yang mempunyai plan di Gresik. Kemudian melakukan pengembangan di Tuban namanya juga produknya itu semen gresik brandnya, plannya plan tuban. Kemudian PT Semen Gresik ini berganti nama menjadi PT Semen Indonesia. Kemudian setelah itu membentuk PT Semen Gresik baru yang bukan Tbk, yang ini plannya ada di Rembang sedangkan brand produknya itu barangkali karena terkait dengan marketing dan brand equity dan lain-lain itu brandnya tetap kita memakai brand Semen Gresik.

Jadi yang di Tuban maupun yang di Rembang ini masih menggunakan brandnya tetap semen Gresik, brand produknya Pak. demikian mungkin penjelasannya.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN): Pak Ketua. Terima kasih.

Ini Semen Gresik berarti sudah mengecil dong. Bukan yang awal pertama waktu dulu, bukan ya? Tolong dijelaskan prosesnya apakah Semen Indonesia itu juga operasional yang mengelola dan memanage yang dulu Semen Gresik, trus yang di Tuban menjadi Semen Gresik. Tolong dijelaskan dulu prosesnya itu.

DIRUT PT SEMEN GRESIK: Baik, mohon izin Pak.

Sebagaimana yang kami jelaskan sebelumnya, jadi PT. Semen Gresik yang dulu yang persero tbk itu berganti nama menjadi Semen Indonesia sehingga asset yang di Gresik maupun di Tuban itu tetap menjadi asetnya Semen Indonesia yang baru setelah berganti nama. Setelahnya PT Semen Indonesia membentuk perusahaan baru, PT. Semen Gresik yang baru yang berbeda dengan sebelumnya ya Pak. Ini bukan Tbk. Jadi kalau dibilang mengecil mungkin PT Semen Gresik yang dulu itu adalah PT Semen Indonesia yang sekarang ini. Kemudian untuk operasional itu sebenarnya di struktur organisasinya itu dibentuk yang namanya group head plan operation Pak itu yang menangani operasi plan di Tuban dan di Gresik. Tapi ini strukturnya ikut di Semen Indonesia.

(12)

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Jadi Semen Gresik subsidiary nya semen Indonesia?

DIRUT PT SEMEN GRESIK: Betul Pak.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Dia hanya holding atau juga langsung artinya Dirut Semen Indonesia itu juga operasional memimpin Semen Indonesia yang dulu Semen Gresik ya.

DIRUT PT SEMEN GRESIK:

Jadi Semen Gresik itu statusnya adalah sama seperti Semen Padang, Semen Tonasa menjadi subsidiary-nya PT Semen Indonesia sebagai holding.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Tapi Semen Gresik yang dulu jadi Semen Indonesia tapi dirutnya merangkap memimpin secara operasional ya yang Semen Indonesia yang dulu Semen Gresik ya. DIRUT PT SEMEN GRESIK:

Iya Pak jadi Dirut Semen Indonesia yang holding itu berbeda dengan Dirut Semen Gresik.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Maksud saya begini, kan holding Semen Gresik tetapi dia sebagai corporate juga operasional ya memimpin juga ya. Bukan hanya diatas awang-awang begitu ya.

DIRUT PT SEMEN GRESIK:

Jadi Semen Indonesia karena memang masih memiliki asset operasional yang sebelumnya memang di kerjasama operasi dengan Semen Gresik tapi dihentikan tahun 2018 sehingga kembali lagi operasi yang di Tuban maupun yang di Gresik itu secara struktur itu masih dibawah Semen Indonesia.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

(13)

DIRUT PT SEMEN GRESIK:

Kalau Semen Indonesia total sekitar 30 juta ton per tahun.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Maksud saya yang di Gresik saja. Jadi jangan diikut semua subsidiary. Yang operasional yang disana yang dulu Semen Gresik.

DIRUT PT SEMEN GRESIK: Sekitar 14 juta ton Pak.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN): Kalau Semen Gresiknya saja berapa? DIRUT PT SEMEN GRESIK:

Sekitar 3 juta ton per tahun Pak. F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Kita perlu tahu produksi semua ini, dari situ juga antaralain juga dampak terhadap lingkungan nanti kita evaluasi, kita dalami artinya tadi saya lihat data-data juga dari LHK beberapa juga yang saya lihat problem-problem untuk pabrik-pabrik tersebut. Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Saya tambahkan dari meja Pimpinan. WAKIL KETUA (IR. H.M. RIDWAN HISJAM):

Jadi begini Pak Ketua inikan terkait dengan Semen Indonesia tadi yang tidak ikut rapat. Kita tahunya kan ada holding, ini semuanya ada disini anak-anak perusahaannya, bapaknya saja kan yang keluar tadi. Nah ini terkait dengan pabrik, kan ada pabrik, ada produk. Terutama semen Indonesia dan Semen Gresik. Saya usulkan supaya khusus Semen Indonesia dan anaknya, ini kita adakan RDP khusus karena ini tadi terkait sama Pak Ramson, ini terkait semua nanti ini. Inikan terkait masalah holding itu dan ini baru saja terjadi. Karena jangan sampai, ini kaitannya kalau terjadi pelanggaran yang bertanggungjawab siapa. Karena PLN tadi sudah jadi tersangka salah satu direkturnya. Ini Pertamina sedang diproses salah satu direkturnya, direktur

(14)

supply chain sekarang sedang diperiksa, ini terkait disitu. Jadi jangan sampai nanti kita salah. Sebaiknya Semen Indonesia dan anak-anaknya kita jadikan satu supaya siapa yang tanggung jawab ini, karena ini terkait dengan undang-undang Lingkungan. Itu yang usul saya Pak Ketua.

F.PDIP (H. NASYIRUL FALAH AMRU, S.E.):

Izin Pimpinan.

Menarik Gresik karena dapil saya Pak. Jadi saya mau tanya Pak, setahu saya itu perusahaan sampeyan itu mengolah limbah B3 itu menggunakan metode co-processing ya kalau tidak salah. Itu seberapa efektif yang sampeyan lakukan sehingga bisa mengurangi dampak terhadap lingkungan. Terima kasih.

KETUA RAPAT: Silakan Pak.

DIRUT PT. SEMEN GRESIK:

Baik, kalau yang dimaksud Semen Gresik yang di Rembang maka kita belum mengolah atau belum menerima limbah B3 dari luar, tadi izinnya masih dalam proses. Sedangkan kalau yang di Tuban itu memang kita sudah sejak tahun 2010 ya Pak itu kita sudah mengolah limbah B3 dari luar Pak, mungkin ada 12 jenis limbah diantaranya fly ash dan selanjutnya itu kalau 2017 totalnya sekitar 708.000 ton. Tahun 2018 kemarin itu 956.500 ton. Ini masuk dalam beberapa titik input mulai dari awal crusher sampai dengan di cement mill, tergantung dari jenis limbah yang didapatkan dan kandungan limbah tersebut. Ini yang di Tuban yang saya ceritakan, kalau yang di Rembang itu kita belum Pak masih dalam proses pengajuan izin.

F.PDIP (H. NASYIRUL FALAH AMRU, S.E.):

Konon katanya lokasi di Tuban itu menjadi hijau royo-royo itu DIRUT PT. SEMEN GRESIK:

Itu adalah proses reklamasi kita Bapak. Jadi setelah kita melakukan proses penambangan, selesai di batas yang sesuai dengan yang diizinkan kita lakukan reklamasi dan tampaknya ini berhasil. Kira-kira ini sudah 100 hektaran yang sudah direklamasi termasuk greenfield nya. Saya kira itu Pak menjelaskan, terima kasih. KETUA RAPAT:

Agak menarik ini ya. Pak tadi Bapak kan bilang ada limbah dari luar yang izinnya belum selesai. Ini regulasinya sudah jalan belum? Silakan.

(15)

DIRUT PT. SEMEN GRESIK:

Kalau untuk pabrik yang di Rembang kita masih sedang mengajukan permohonan izin pengolahan limbah sehingga kita belum menerima limbah B3 dari eksternal, ini yang masih dalam proses perizinan. Kalau tadi yang Semen Indonesia yang di Tuban, itu kita sudah melakukannya sejak 2010 dan izin kita dapatkan di 2010 yang di Tuban sampai yang terakhir kita dapatkan tahun 2018 yang baru, sudah berizin yang di Tuban.

KETUA RAPAT:

Saya agak bingung tadi waktu Bapak menjelaskan Bapak ini jadi operator Semen Indonesia kayaknya.

DIRUT PT. SEMEN GRESIK: Betul Pak.

KETUA RAPAT:

Tapi Bapak sendiri berdirinya disini sebagai Direktur Utama Semen Gresik. Yang mana ini yang benar sekarang?

DIRUT PT. SEMEN GRESIK:

Begini, posisi saya Direktur Utama Semen Gresik Bapak. Jadi kita juga diberi amanah sebagai EVP (Executive Vice President) untuk business unit atau group head

plan operation yang Tuban dan Gresik sebagai struktur dibawah Semen Indonesia.

Demikian Pak. KETUA RAPAT:

Ini ada yang menarik Pak Cuma kalau saya buka di forum ini nanti agak pening sedikit, nanti yang di Kuningan jadinya jerit-jerit dia. Coba Bapak jelaskan secara detail kasus yang ditangan KPK yang masalah izin mengizin sempat menuntut Bu Dirjen juga, saya tidak tahu ada apa, tenang sedikit Bu Dirjen, regulasi ini katanya masalahnya kasus limbah tentang perusahaan Semen Indonesia atau Gresik ya. Ini yang terlibat teman kerabat kami juga Bu Emi. Regulasi ini bisa tidak dijelaskan. Silakan.

DIRUT PT. SEMEN GRESIK:

Mohon maaf Pak kalau untuk itu kami belum dapat informasi, mungkin nanti pada pertemuan berikutnya bisa kita jelaskan.

(16)

Nggak ada ya Bu Dirjen ya. Sedikit mungkin begini, saya ingin memastikan saja regulasi dua pabrik yang sudah kami tinjau dengan Dirjen Gakkum. Kami sangat khawatir Kementerian ini tidak mengawasi secara detail regulasi ini dan kami menemukan beberapa regulasi yang salah dari penambangan, mungkin dari izin-izin, ini mungkin perlu mungkin dilakukan pendalaman. Disamping itu yang memang berpengaruh besar itu Dirjen Proper sebenarnya karena lingkungan ini yang daunnya hijau jadi putih. Saya tidak tahu ini kalau orang mukanya hitam jadi putih. Ini menurut saya perlu kajian keluarnya dari mana, sumber-sumber yang bisa mempengaruhi pencemaran itu tadi, mungkin apakah regulasinya masih bisa ditangani oleh Bu Dirjen silakan kami minta nanti untuk melakukan tim gabungan untuk melakukan regulasi pemeriksaan di seluruh pabrik semen yang operasinya di Indonesia, menurut saya itu karena kemarin Pak Kardaya di dapilnya kita di PT Indocement itu sangat memprotes lingkungan yang tercemar.

Jadi yang kita lihat dalam fungsi pengawasan Panja limbah ini banyak sekali dampak lingkungan yang tercemar dari sisi regulasi penambangan, proses pencemaran dari lokasi tambang dan terutama air ini sangat tercemar karena air ini terus ke saluran-saluran umum masyarakat, ini perlu dipastikan. Ini juga berlaku untuk seluruh perusahaan dan nanti kami akan melakukan regulasi terutama mungkin masukan Bu Dirjen masalah izin yang dikeluarkan Pemda. Apakah Pemda mempunyai tanggung jawab penuh mengeluarkan izin tersebut, sampai mana kemampuan Pemda mengeluarkan izin tersebut. Teknologi mana yang digunakan Pemda untuk mengeluarkan izin tersebut, karena dampaknya lingkungan.

Menurut saya ini perlu pendalaman dari Kementerian. Menurut saya Pemda tidak punya kemampuan di sana karena ada beberapa teknologi yang harus mereka kaji, mereka teliti dan alat-alat itu mungkin Pemda tidak memiliki. Ini tolong apakah izinnya, kami berharap melihat kondisi ini salah karena yang memberikan izin tidak memiliki kemampuan tapi hanya mencari wilayah yang tidak punya regulasi yang menjamin bahwa izin yang mereka miliki itu bisa menjamin lingkungan itu aman. Mungkin itu Bu Dirjen. Dari Dirjen Gakkum tolong kami minta penegasan disana karena tanggung jawabnya ini menurut saya masyarakat lingkungan dan tidak main-main menurut saya. Saya lihat saja pohon-pohon di sekeliling pabrik semen ini rata-rata semuanya jadi putih. Saya bayang ini waduh kalau ini satu tahun disini bisa mabuk kita. Itu yang kami lihat Pak, yang Bapak Ibu sekalian.

Disamping itu kami minta kepada Sekretariat kalau rapat dengan Panja yang diutamakan itu Dirjen Kepatuhan Ketaatan ya, harus dilibatkan paling utama karena Beliau yang menjamin pabrik ini dinyatakan baik pakai proper dengan nilai yang cukup baik kadang biru, kadang hijau, kadang ada juga yang goal seperti yang kami lihat kemarin kita mengunjungi PT Angkang, ini sampai kerabat saya Pak Adian berdebat didepan saya dengan pihak perusahaan. Saya tidak mengerti bisa dikeluarkan gol padahal perusahaan itu membakar 25 (dua puluh lima) rumah masyarakat. Ini saya berharap diluruskanlah oleh Kementerian. Jangan sembarangan mengeluarkan proper

(17)

dan kami jangan sampai mengeluarkan kalimat yang tidak enak karena inikan menjamin keselamatan masyarakat seluruhnya.

Jadi kami minta untuk melakukan rapat berikutnya nanti sudah mendapatkan data dari Ditjen B3, Ditjen Proper, Ditjen Gakkum kami minta gabung untuk memastikan regulasi perusahaan-perusahaan ini berjalan dengan baik. Tapi catatan paling penting tadi Bu Dirjen izin tadi yang dari Pemda kami ingin dikoreksi sejauhmana kemampuan Pemda memberikan izin tersebut dan sejauhmana wewenang Pemda mengeluarkan izin tersebut. Tanpa teknologi menurut saya mereka tidak wajar mengeluarkan izin tersebut karena semua berpengaruh kepada lingkungan tapi kalau izin wilayah mendampingi Amdal mungkin monggo lah tapi diregulasi mengeluarkan air ke sungai itu ya jangan pakai izin Pemda. Menurut saya itu ada kajian dan teknologi yang harus dipertanggungjawabkan dan tidak serta merta Pemda bisa mengeluarkan regulasi itu. ini yang sering kita bentroknya disana. Padahal ini paling riskan dan paling banyak bersentuhan dengan regulasi masyarakat. Melepas air ke dalam saluran masyarakat ataupun sungai yang dikeluarkan izinnya oleh Pemda, saya tidak mengerti ini, mungkin perlu edaran menteri atau regulasi kementerian, menurut saya ke depan kami sudah mendapat jawaban ini dan kami berharap semua izin dapat ditarik kembali dan sekali lagi berikan pandangan kepada Panja Limbah ini masukan dan bila perlu temuan kalau bisa ditemukan bagaimana menguraikan bahan material semen tersebut. Bagaimana bahan limbah tersebut bisa dinyatakan nyaman menjadi sebuah produk semen. Yakinkan dan teknologi mana yang sudah menyatakan bahwa produksi limbah tanah terkontaminasi, saya lihat banyak lembaga-lembaga perusahaan yang dikeluarkan oleh kementerian yang sifatnya hanya pengumpul tapi kemudian diserahkan oleh perusahaan-perusahan tersebut. Itu ada sisa cat, saya tidak mengerti ini bagaimana mencampurnya supaya menjadi fly ash atau apa. Ini dikelola oleh perusahaan-perusahaan semen tadi dengan tekanan pembakaran yang cukup besar dia menjadi limbah tapi menjadi campuran bahan semen tersebut.

Mohon kami diberikan data-data dari hasil regulasi yang kami inginkan dari Kementerian. Inikan Bu Dirjen mantan Direktur Gakkum mohon segera dituntaskan dan Direktur Ibu ini Pak Gunawan harus lebih tegas, jangan agak bingung kalau ditanya-tanya. Jawabannya gampang Bu kalau sudah terpojok, saya baru Pak. Jadi saya agak pusing disitu Bu jawaban itu. Mohon segera dibekali supaya jawaban itu bisa memuaskan kita pada regulasi untuk pengawasan di lapangan. Mungkin selanjutnya saya persilakan pada PT Tonasa ada yang mau ditambahkan? Cukup ya. Silakan Bu Dirjen.

DIRJEN PLB3 LHK:

Terima kasih Bapak Pimpinan.

Ada satu hal yang mungkin untuk masalah pengumpulan data mohon izin Pak Pimpinan kan ini terdiri dari beberapa dirjen yang terkait sehingga kami usulkan sebagai catatan bahwa untuk pengendalian pencemaran udara, pengendalian pencemaran air itu ada di Dirjen PPKL Pak Kaliansyah, dan yang untuk yang pengelolaan limbah B3nya pasti ada di kami dan kemudian untuk dilaksanakan pengawasannya itu nanti dari

(18)

Dirjen Gakkum. Sementara untuk izin lingkungannya Bapak itu dari Dirjen Planologi. Jadi demikian usulan kami.

KETUA RAPAT:

Baik, terima kasih Ibu Dirjen. Nanti kami dari Panja atau Komisi VII akan mengirimkan surat ke menteri dan dirjen-dirjen terkait untuk melakukan regulasi pemisahan gabungan di seluruh perusahaan ini dan mungkin di rapat panja berikutnya di masa sidang ini atau masa sidang berikutnya kita sudah bisa mendapatkan hasil. Mungkin akan ada kunjungan-kunjungan yang akan kita lakukan mungkin tadi. Mungkin ada tambahan lagi dari teman-teman.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Pak Ketua, tolong dirut-dirutnya menjelaskan berapa banyak produksinya masing-masing companynya berapa. Kalau tadi total 30 juta matrik ton per tahun, yang lain-lain berapa. Tadi Gresik 3 juta, Semen Indonesia tadi 14 juta. Yang lain-lain Pak Ketua tolong bergilir.

KETUA RAPAT:

Mungkin dari Semen Bosowa saya persilakan nanti Baturaja dan Semen Padang sampai akhir nanti. Silakan Pak.

PT. SEMEN BOSOWA:

Terima kasih Pak Ketua dan para anggota, dari Semen Bosowa kapasitas produksi klinker 3,6 juta ton per tahun. Untuk semennya 4,2 juta ton per tahun.

KETUA RAPAT:

Yang tiga juta sekian tadi apa Pak. PT. SEMEN BOSOWA:

Tiga koma enam juta itu klinker bahan setengah jadi sebelum digiling menjadi semen. Untuk semennya sendiri 4,2 juta ton Pak Ketua.

KETUA RAPAT:

Itu bahannya dari mana 3,6 tadi. PT. SEMEN BOSOWA:

Itu diproduksi dari empat bahan baku ada galanston, ada tanah liat, dan lain sebagainya.

(19)

KETUA RAPAT:

Termasuk limbah tadi?

PT. SEMEN BOSOWA:

Limbah ada bottom ash dicampurkan ke tanah liat sebagian untuk menjadi bahan baku. Jadi waktu digiling masuk untuk ditakar menjadi klinker itu senyawa hilang semuanya Pak.

KETUA RAPAT:

Jadi produksinya 4,2 juta ton. Ini bisa diaudit ya? PT. SEMEN BOSOWA:

Bisa. KETUA RAPAT:

Oke.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Itu Pak Ketua 4,2 juta ton itu yang produk jadi yang inprocessing 3,6 berarti yang 0,6 juta dari mana itu.

PT. SEMEN BOSOWA:

Oh ada, dari bahan setengah jadi untuk menjadi semen ada bahan-bahan tambahan lainnya seperti batu kapur misalnya.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Karena disini maksudnya yang 3,6 juta ton itu bahan setengah jadi. Berarti itu yang diproduksi untuk menjadi bahan jadi 4,2 juta ton tambahannya dari mana itu? PT. SEMEN BOSOWA:

Mohon izin Pak, jadi klinker itukan setengah jadi Pak. jadi untuk menjadikan semen kami mencampurkannya lagi dengan semen Pak, jadi hanya ditambahkan saja dari klinker dan 0,6 nya dari batu kapur untuk menjadi semen.

(20)

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN): Jadi totalnya 4,2. Terima kasih. KETUA RAPAT:

Baik silakan dari Semen Baturaja. Dari gas ke semen ngga sulit ya. PT. SEMEN BATURAJA:

Dengan restu Ketua Pak.

Produksi kami 2018 hanya 2,2 juta ton semen per tahun Pak. kapasitas pabrik kami 3,8 juta. Jadi yang kami utilize baru 60% Pak. jadi mudah-mudahan tahun ini kita bisa tingkatkan terus untuk memenuhi kebutuhan Sumatera Selatan Pak. produk kami hanya dipakai di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya Pak. Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Sebelum Bapak berapa produksinya? PT. SEMEN BATURAJA:

Saya baru 2 (dua) bulan di 2018 jadi saya dan sebelum saya memproduksi 2,2 juta Pak.

KETUA RAPAT:

Saya pikir begitu Bapak masuk dorong pakai gas naik volumenya. PT. SEMEN BATURAJA:

Insha Allah tahun ini Pak. KETUA RAPAT:

Silakan dari Semen Padang. PT. SEMEN PADANG:

Terima kasih Pak Pimpinan.

Semen Padang memiliki kapasitas pabrik 8,9 juta ton per tahun. Tahun 2018 kita bisa produksi sampai 8,3 juta ton. RKP pencapaian kita tahun 2018, kapasitas pabriknya sendiri 8,9.

(21)

Ini dirut pertamanya Pak Dwi ya, sempat Pak Dwi. Saya ingin pertanyakan sedikit dari Semen Padang tadi, ada dulu permasalahan limbah yang tertumpuk yang menjadi tumpuan dari Kementerian. Coba dicek Bu dari tanah yang terkontaminasi sempat menjadi kasus tapi nanti saya ingin peta ulang Semen Padang tadi jadi permasalahan waktu itu karena limbahnya kemana-mana yang diletakkan diluar atau areal terbuka begitu dan menjadi temuan waktu itu, jadi masalah di Kementerian. Untuk didalami lebih lanjut sebelum Bapak Dirut mungkin. Selanjutnya dari Indocement. DIRUT PT. INDOCEMENT:

Baik, kalau Indocement seperti tadi saya kemukakan kita punya 3 (tiga) lokasi, total kurang lebih 21,8 juta ton semen dan klinkernya 18,9 juta ton yang kita bisa produksi.

KETUA RAPAT:

Baik, ada yang mau ditambahkan Pak Ramson. F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Saya pikir nanti Pak Ketua kita rapat khusus dengan tadi tiga atau empat dirjen untuk mengetahui proses penanganan limbah secara detail dari setiap pabrik-pabrik semen. Jadi kita konfirmasi ke pabrik-pabrik semen tersebut, itu harus kita dalami. Jadi kalau boleh sebelum masa reses itu sudah kita kejar rapatnya Pak Ketua. Makanya sebenarnya soal kunspek itu sebetulnya sabtu minggu bagusan dipakai betul karena ini sangat penting sangat strategis, sekarang banyak persoalan-persoalan mengenai limbah karena kita menangani masalah limbah, masalah lingkungan kita berbicara mengenai masalah generasi mendatang. Kalau tidak dari hasil kunjungan dari Panja Limbah begitu banyak persoalan yang ada di lapangan. Jadi kalau kurang tegas akhirnya nanti menjadi menumpuk ini persoalan Pak Ketua. Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik, mungkin nanti untuk rapat berikutnya kita cek lokasi kunjungan kunspek itu untuk kita bersama melakukan kunjungan bersama kementerian dan nanti kita jadwalkan mungkin mengundang seluruh dirjen yang bersangkutan dengan limbah tadi untuk melakukan pendalaman dulu, kajian dan merumuskan bagaimana regulasi yang ditandatangani oleh dirjen tersebut dan mendapat masukan-masukan dari regulasi ini. Mungkin itu ya Bapak Ibu sekalian Anggota Komisi VII mungkin sebelum kami tutup, kami minta nanti kepada Sekretariat untuk menyiapkan surat yang ditujukan kepada Kementerian untuk melakukan regulasi pemantauan pengawasan gabungan dari semua dirjen yang ada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melakukan pantauan dan pemeriksaan pengawasan dari seluruh perusahaan semen yang ada di Indonesia. Mungkin kami persilakan kepada Direktur Gakkum untuk memberikan pandangan penutup mengakhiri rapat ini sebelum saya tutup. Saya persilakan.

(22)

DIREKTUR GAKKUM:

Baik, terima kasih Pimpinan kami dari Gakkum siap untuk mengawal apa yang diperintahkan dari hasil keputusan rapat ini dan tadi usulan dari Bu Dirjen PSLB3 tepat Pak diperlukan tambahan personil yang kompeten di bidangnya terutama di bidang pencemaran udara baik itu emisi maupun ambien itu dari Dirjen pengendalian pencemaran. Kemudian untuk pengelolaan limbahnya yang saya identifikasi dari berbagai yang telah disampaikan itu ada tentang pemanfaatan, kemudian oli bekas, majun dan sebagainya itu dari PSLB3. Kemudian ada satu lagi Pak ketaatan terhadap izin persyaratan dan izin lingkungan itu teman-teman dari Amdal Dirjen PKTL itu juga perlu dilibatkan sementara kami sendiri nanti ada pengawas dan PPNS mungkin bisa bergabung. Mungkin sementara itu Pak, terima kasih.

KETUA RAPAT:

Oke, Bu Dirjen ada lagi? Cukup ya. Baik, terima kasih.

Kami dari meja pimpinan mengharapkan regulasi Panja Limbah bisa berjalan terus dan kami mengharap kepada perusahaan-perusahaan ini patuh dan taat sesuai Undang-undang 32/2009 bahwa lingkungan itu penting untuk menjaga regulasi masyarakat di sekeliling usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan. sekali lagi yang paling penting sorotan kami masalah izin yang dikeluarkan oleh Pemda, mungkin segera ditinjau kemampuan izin tersebut apakah layak atau tidak untuk dikeluarkan oleh Pemda. Regulasi yang layak saja yang diberikan pengertian kepada mereka untuk mengeluarkan izin karena itu menjebak mereka sendiri dari izin yang mereka keluarkan.

Mungkin terima kasih kepada teman-teman Panja Limbah Komisi VII DPR RI, dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Dirjen Limbah B3 dan Pak Dirjen Gakkum yang mewakili Pak Direktur dan seluruh perusahan-perusahaan semen yang hadir pada hari ini Direktur Utama saya ucapkan terima kasih. Mungkin saya mohon maaf atas nama Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi VII.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Ketua, sebelum ditutup ada pertanyaan ke semua dirut ini. Semua dirut-dirut ini kantornya di Jakarta atau langsung di lokasi pabrik ya? Di pabrik, bukan misalnya seperti PT Bukit Asam lokasi di Sumsel tapi kantornya di Jakarta, bukan seperti itu ya? Ada di Jakarta semua, tidak ya. Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Mungkin itu yang bisa kami sampaikan, lebih dan kurang kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya sudahi.

(23)

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(RAPAT DITUTUP PUKUL 20.24 WIB)

Jakarta, 28 Januari 2019 a.n Ketua Rapat SEKRETARIS RAPAT,

ttd.

DRA.NANIK HERRY MURTI

NIP. 196505061994032002

Referensi

Dokumen terkait

KETUA RAPAT (ASRIL HAMZAH TANJUNG, S.IP.): Terima kasih Pak Budi Youyastri. Jadi benar ini, kalau di undang ini jarang-jarang datang/tidak datang ya percuma kita tidak bisa

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Mas Kadafi dari Fraksi PKB, pas 3 menit. Selanjutnya kami persilakan dari Fraksi Partai Demokrat, Kang Dede.

Terima kasih, Pimpinan. Pak Dirjen Perhubungan Laut yang saya hormati. Tadi saya juga sekaligus terima kasih dengan Bu Novi ya terus menyuarakan Tanjung Carat, hanya tadi beliau

Oke, demikian pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI. Selanjutnya kami persilakan kepada Dirut Perum Bulog untuk menyampaikan jawabannya,

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Mohon maaf Ketua, Pak Menteri, saya masukan saja. Kalau memang rapat ini hari ini dilaksanakan setengah jalan, kenapa tidak

Terima kasih. Pimpinan, Anggota Komisi I DPR RI yang terhormat, Para Komisioner BRTI. Sebagai Ketua BRTI ya Pak? Bukan sebagai Dirjen, Dirjen kan eks officio artinya hadir sebagai

5 menit Pak Iwan tidak ada jawaban Pak Menteri. Ya silakan pak. Tadi sampai di mana ya pak? Bukan, masalah efek jera tentang blacklist bagi rekanan. Rekanan yang setahu

Kucuran anggaran 5 triliun dari Kemenkeu ini juga masuk dalam katagori PMN mohon juga ada kejelasan karena BPJS Kesehatan semenjak disahkannya UU BPJS pad a Tahun