Matriks Rencana perubahan KIK antara lain adalah sebagai berikut: Pasal 1.2. huruf i Definisi. Pasal 1.2. huruf i Definisi

Teks penuh

(1)

Page 1 of 12 Pasal 1.2. huruf i Definisi

“Dewan Pengawas Syariah PT Shinhan Asset Management Indonesia” adalah dewan yang terdiri dari seorang atau lebih Ahli Syariah Pasar Modal yang telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa keuangan, yang ditunjuk oleh Direksi PT Shinhan Asset Management Indonesia, untuk memberikan pernyataan kesesuaian syariah atas penerbitan REKSA DANA SYARIAH BERBASIS SUKUK SHINHAN SUKUK SYARIAH I, memberikan nasihat dan saran, serta bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan atas REKSA DANA SYARIAH BERBASIS SUKUK SHINHAN SUKUK SYARIAH I terhadap pemenuhan Prinsip Syariah di Pasar Modal secara berkelanjutan. Penempatan Dewan Pengawas Syariah PT Shinhan Asset Management Indonesia atas rekomendasi Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia berdasarkan surat Nomor U-538/DSN-MUI/X/2016, tanggal 20-10-2016 (dua puluh Oktober dua ribu enam belas). Dewan Pengawas Syariah PT Shinhan Asset Management Indonesia terdiri dari 2 (dua) orang yang terdiri dari:

Prof. Dr. Muhammad Baharun, SH, MH (ketua) -ijin Ahli Syariah Pasar Modal Nomor KEP-24/D.04/ASPM-P/2016.

- M. Sofwan Jauhari, Lc, MA (Anggota) – ijin Ahli Syariah Pasar Modal Nomor KEP-30/D-04/ASPM-P/2016.

Pasal 1.2. huruf i Definisi

“Dewan Pengawas Syariah PT Shinhan Asset Management Indonesia” adalah dewan yang terdiri dari seorang atau lebih Ahli Syariah Pasar Modal yang telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa keuangan, yang ditunjuk oleh Direksi PT Shinhan Asset Management Indonesia, untuk memberikan pernyataan kesesuaian syariah atas penerbitan REKSA DANA SYARIAH BERBASIS SUKUK SHINHAN SUKUK SYARIAH I, memberikan nasihat dan saran, serta bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan atas REKSA DANA SYARIAH BERBASIS SUKUK SHINHAN SUKUK SYARIAH I terhadap pemenuhan Prinsip Syariah di Pasar Modal secara berkelanjutan.

Penempatan Dewan Pengawas Syariah PT Shinhan Asset Management Indonesia atas rekomendasi Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia berdasarkan surat Nomor U-124/DSN-MUI/III/2020, tanggal 03-03-2020 (tiga Maret dua ribu dua puluh). Dewan Pengawas Syariah PT Shinhan Asset Management Indonesia terdiri dari 2 (dua) orang yang terdiri dari:

Prof. Dr. Muhammad Baharun, SH, MH (Ketua) -izin Ahli Syariah Pasar Modal Nomor KEP-24/D.04/ASPM-P/2016 tanggal 19-08-2016 (sembilan belas Agustus dua ribu enam belas); dan

- Drs. Gatot Yulianto, MM (Anggota) – izin Ahli Syariah Pasar Modal Nomor KEP-09/PM.223/ASPM-P/2019 tanggal 16-05-2019 (enam belas Mei dua ribu sembilan belas). Pasal 1.2. huruf k Definisi

“Efek Yang Dapat Dibeli” adalah Efek sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 19/POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah, dana kelolaan Reksa Dana Syariah hanya dapat diinvestasikan pada:

(i) Saham yang ditawarkan melalui

Penawaran Umum dan

diperdagangkan di Bursa Efek

Pasal 1.2. huruf k Definisi

“Efek Yang Dapat Dibeli” adalah Efek sebagaimana diatur dalam POJK Tentang Reksa Dana Syariah, dana kelolaan Reksa Dana Syariah hanya dapat diinvestasikan pada:

1. saham yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan diperdagangkan di bursa Efek di Indonesia serta dimuat dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh OJK;

(2)

Page 2 of 12 Indonesia serta dimuat dalam Daftar

Efek Syariah yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang mengatur mengenai kriteria dan penerbitan Daftar Efek Syariah;

(ii) Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Syariah dan Waran Syariah yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek di Indonesia.

(iii) Sukuk yang ditawarkan di Indonesia melalui Penawaran Umum;

(iv) Saham yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri, yang termasuk dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Pihak Penerbit Daftar Efek Syariah;

(v) Sukuk yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek di luar negeri, yang termasuk dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh Pihak Penerbit Daftar Efek Syariah;

(vi) Efek Beragun Aset Syariah dalam negeri yang sudah mendapat peringkat dari Perusahaan Pemeringkat Efek yang telah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan;

(vii) Surat berharga komersial Syariah dalam negeri yang sudah mendapat peringkat dari perusahaan pemeringkat Efek yang telah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan;

(viii) Efek Syariah yang diterbitkan oleh lembaga internasional dimana Pemerintah Indonesia menjadi salah satu anggotanya; dan/atau

(ix) Instrumen pasar uang Syariah dalam negeri yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun, baik dalam denominasi Rupiah maupun denominasi mata uang lainnya.

waran syariah yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di bursa Efek di Indonesia;

3. Sukuk yang ditawarkan di Indonesia melalui Penawaran Umum;

4. saham yang diperdagangkan di bursa Efek luar negeri yang dimuat dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Pihak Penerbit Daftar Efek Syariah;

5. Sukuk yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di bursa Efek luar negeri, yang termasuk dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Pihak Penerbit Daftar Efek Syariah;

6. Efek beragun aset syariah dalam negeri yang sudah mendapat peringkat dari perusahaan pemeringkat Efek yang telah memperoleh izin usaha dari OJK;

7. Sukuk yang ditawarkan tidak melalui Penawaran Umum yang sudah mendapat peringkat dari perusahaan pemeringkat Efek yang telah memperoleh izin usaha dari OJK; 8. Efek Syariah yang diterbitkan oleh lembaga

internasional dimana Pemerintah Republik Indonesia menjadi salah satu anggotanya; 9. Instrumen pasar uang syariah dalam negeri

yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun, baik dalam denominasi rupiah maupun denominasi mata uang lainnya; 10. hak memesan Efek terlebih dahulu syariah dan

waran syariah yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di bursa Efek luar negeri yang dimuat dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Pihak Penerbit Daftar Efek Syariah; dan/atau

11. Efek Syariah lainnya yang ditetapkan oleh OJK. Pembatasan investasi tersebut di atas didasarkan pada peraturan yang berlaku saat Kontrak ini dibuat, yang mana dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah di bidang Pasar Modal dan surat persetujuan lain yang dikeluarkan oleh OJK berkaitan dengan pengelolaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Pembatasan investasi tersebut di atas merupakan kutipan dari peraturan yang berlaku. REKSA DANA SYARIAH BERBASIS SUKUK SHINHAN SUKUK SYARIAH I hanya

(3)

Page 3 of 12 dapat berinvestasi pada portofolio investasi sesuai dengan Kebijakan Investasi pada Pasal 6 Kontrak. Pasal 1.2. huruf qq Definisi

“Rekening Dana Sosial” adalah rekening khusus untuk membukukan dan menyimpan dana hasil pembersihan kekayaan REKSA DANA SYARIAH BERBASIS SUKUK SHINHAN SUKUK SYARIAH I dari unsur-unsur yang bertentangan dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Kontrak ini dan akan digunakan untuk keperluan sosial berdasarkan kebijakan Manajer Investasi dengan petunjuk dan persetujuan Dewan Pengawas Syariah.

Dihapuskan

Tidak ada Pasal 1.2. huruf yy Definisi

“POJK Tentang Reksa Dana Syariah” adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2019 tanggal 13-12-2019 (tiga belas Desember dua ribu sembilan belas) tentang Penerbitan Dan Persyaratan Reksa Dana Syariah beserta penjelasannya, dan perubahan-perubahannya dan penggantinya yang mungkin ada dikemudian hari.

Pasal 7

Mekanisme Pembersihan Kekayaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I Dari Unsur-Unsur Yang Bertentangan Prinsip-Prinsip Syariah Di Pasar Modal dan Ketentuan Selisih Lebih/Kurang Bagi Hasil

Mekanisme Pembersihan Kekayaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I dari unsur-unsur yang bertentangan dengan Prinsip-Prinsip Syariah di Pasar Modal:

7.1 Bilamana dalam portofolio SHINHAN SUKUK SYARIAH I selain Efek yang tidak memenuhi Prinsip-Prinsip Syariah di Pasar modal yang bukan disebabkan oleh tindakan Manajer Investasi dan Bank Kustodian maka Manajer Inevstasi wajib menjual Efek dimaksud secepatnya dan menyelesaikannya paling lambat 10 (sepuluh) Hari Kerja sejak efek tersebut tidak lagi memenuhi Prinsip-Prinsip

Pasal 7

Mekanisme Pembersihan Kekayaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I Dari Unsur-Unsur Yang Bertentangan Dengan Prinsip Syariah Di Pasar Modal

7.1 Bilamana dalam portofolio SHINHAN SUKUK SYARIAH I terdapat Efek dan/atau instrumen pasar uang selain Efek Syariah dan/atau instrumen pasar uang yang dapat dibeli oleh Reksa Dana Syariah sesuai POJK Tentang Reksa Dana Syariah yang bukan disebabkan oleh tindakan Manajer Investasi dan Bank Kustodian, maka mekanisme pembersihan kekayaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I akan mengikuti ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 POJK Tentang Reksa Dana Syariah.

7.2. Dalam hal karena tindakan Manajer Investasi dan Bank Kustodian, mengakibatkan dalam portofolio SHINHAN SUKUK SYARIAH I terdapat

(4)

Page 4 of 12 Syariah di Pasar Modal, dengan ketentuan

selisih lebih harga jual dari Nilai Pasar Wajar Efek pada saat Efek tersebut masih memenuhi Prinsip-Prinsip Syariah di Pasar Modal, dengan ketentuan selisih lebih harga jual dari Nilai Pasar Wajar Efek pada saat Efek tersebut masih memenuhi prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal dapat diperhitungkan dalam perhitungan Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I, kecuali apabila ditentukan lain oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia.

Perhitungan hasil investasi yang dapat diterima oleh SHINHAN SUKUK SYARIAH I dan hasil yang harus dipisahkan dilakukan oleh Bank Kustodian, jika ada, setidak-tidaknya setiap bulan dilaporkan kepada Manajer Investasi untuk kemudian diinformasikan kepada para pemodal. Selanjutnya, Bank Kustodian akan menyampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan serta Pemegang Unit Penyertaan, informasi tentang perolehan selisih lebih penjualan efek sebagaimana dimaksud dalam paragraf di atas dan informasi tentang penggunaannya sebagai dana sosial selambat-lambatnya pada hari ke-12 (dua belas) setiap bulannya (jika ada) atau pada 1 (satu) hari kerja berikutnya apabila hari ke-12 (dua belas) jatuh pada hari libur.

Dalam hal terdapat selisih kurang dari harga jual Efek dalam portofolio SHINHAN SUKUK SYARIAH I yang tidak lagi memenuhi prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal, maka selisih kurang tersebut akan diserap oleh SHINHAN SUKUK SYARIAH I dan diperhitungkan dalam perhitungan Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I, kecuali apabila ditentukan oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia.

7.2 Dalam hal karena tindakan Manajer Investasi dan Bank Kustodian, mengakibatkan portofolio SHINHAN SUKUK SYARIAH I terdapat efek-efek selain efek yang memenuhi

Efek dan/atau instrumen pasar uang selain Efek Syariah dan/atau instrumen pasar uang yang dapat dibeli oleh Reksa Dana Syariah sesuai POJK Tentang Reksa Dana Syariah maka mekanisme pembersihan kekayaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I akan mengikuti ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 POJK Tentang Reksa Dana Syariah.

7.3. Dalam hal Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian tidak mematuhi larangan dan/atau tidak melaksanakan kewajiban yang telah ditetapkan OJK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 POJK Tentang Reksa Dana Syariah, maka OJK berwenang untuk:

(i) mengganti Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian; atau

(ii) memerintahkan pembubaran SHINHAN SUKUK SYARIAH I.

7.4. Dalam hal Manajer Investasi dan Bank Kustodian tidak membubarkan Reksa Dana Syariah sebagaimana dimaksud pada ayat 7.3. butir (ii) di atas, OJK berwenang membubarkan SHINHAN SUKUK SYARIAH I.

(5)

Page 5 of 12 Prinsip-Prinsip Syariah di Pasar Modal maka

sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 19/POJK.POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah, Otoritas Jasa Keuangan dapat:

(i) Melarang Manajer Investasi untuk melakukan penjualan Unit Penyertaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I baru;

(ii) Melarang Manajer Investasi dan Bank Kustodian untuk mengalihkan kekayaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I selain dalam rangka pembersihan kekayaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I dari unsur-unsur yang bertentangan dengan Prinsip-Prinsip Syariah di Pasar Modal;

(iii) Mewajibkan Manajer Investasi dan Bank Kustodian secara tanggung renteng untuk membeli portofolio yang bertentangan dengan Prinsip-Prinsip Syariah di Pasar Modal sesuai dengan harga perolehan dalam waktu yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan;

(iv) Mewajibkan Manajer Investasi atas nama SHINHAN SUKUK SYARIAH I menjual atau mengalihkan unsur kekayaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I dari unsur kekayaan yang bertentangan dengan Prinsip-Prinsip Syariah di Pasar Modal, dengan ketentuan selisih lebih harga jual dari Nilai Pasar Wajar terakhir pada saat masih memenuhi Prinsip-Prinsip Syariah di Pasar Modal dipisahkan dari perhitungan Nilai Aktiva SHINHAN SUKUK SYARIAH I diperlakukan sebagai dana sosial; dan/atau

(v) Mewajibkan Manajer Investasi untuk mengumumkan kepada publik larangan dan atau kewajiban yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana dimaksud pada butir (i), butir (ii), dan butir (iii) diatas, sesegera mungkin paling

(6)

Page 6 of 12 lambat akhir hari kerja ke-2 (kedua)

setelah diterimanya surat Otoritas Jasa Keuangan, dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia dan berperedaran nasional atas biaya Manajer Investasi dan Bank Kustodian.

(vi) Bank Kustodian wajib menyampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan serta Pemegang Unit Penyertaan informasi tentang perolehan selisih lebih penjualan Efek sebagaimana dimaksud pada butir (iv) diatas dan informasi tentang penggunaannya sebagai dana sosial paling lambat pada hari ke-12 (dua belas) setiap bulan (jika ada), atau pada 1 (satu) hari kerja berikutnya apabila hari ke-12 (dua belas) jatuh pada hari libur.

7.3. Dalam hal Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian tidak melaksanakan kewajiban yang telah ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana dimaksud pada Ayat 7.2 diatas, maka Otoritas Jasa Keuangan berwenang untuk mengganti Manajer Investasi, Bank Kustodian atau memerintahkan pembubaran SHINHAN SUKUK SYARIAH I.

7.4. Dalam hal Manajer Investasi dan Bank Kustodian tidak membubarkan Reksa Dana Syariah sebagaimana dimaksud pada Ayat 7.3 di atas, Otoritas Jasa Keuangan berwenang membubarkan SHINHAN SUKUK SYARIAH I.

7.5. Dalam hal terdapat kelebihan atau kekurangan pendapatan bagi hasil yang disebabkan oleh selisih lebih atau selisih kurang atas pendapatan bagi hasil yang sesungguhnya dengan perhitungan bagi hasil yang menggunakan indikasi dalam penilaian portofolio efek SHINHAN SUKUK SYARIAH I, maka selisih lebih maupun selisih kurang pendapatan bagi hasil tersebut akan dibukukan ke dalam SHINHAN SUKUK SYARIAH I kecuali apabila ditentukan lain oleh Dewan Pengawas Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia.

(7)

Page 7 of 12 Pasal 8.4

Kewajiban dan Tanggung Jawab Manajer Investasi

8.4. Dalam melaksanakan pengelolaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I, Manajer Investasi wajib memenuhi ketentuan-ketentuan dan larangan-larangan sebagaimana dimaksud dalam POJK 23/POJK.04/2016 juncto Peraturan OJK Nomor 19/ POJK. 04/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah yang mana dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah di bidang Pasar Modal termasuk surat persetujuan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan berkaitan dengan pengelolaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Dalam mengelola SHINHAN SUKUK SYARIAH I, Manajer Investasi dilarang melakukan tindakan yang dapat menyebabkan SHINHAN SUKUK SYARIAH I:

a. Memiliki Efek yang diperdagankan di Bursa Efek luar negeri yang informasinya tidak dapat diakses dari Indonesia melalui media massa atau situs web:

b. Memiliki Efek yang diterbitkan oleh 1 (satu) perusahaan berbadan hukum Indonesia atau berbadan hukum asing yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri lebih dari 5% (lima persen) dari modal disetor perusahaan dimaksud atau lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat;

c. Memiliki Efek bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh perusahaan yang telah mencatatkan Efek-nya pada Bursa Efek di Indonesia lebih dari 5% (lima persen) dari modal disetor perusahaan dimaksud; d. Memiliki Efek Syariah dan/atau

instrument pasar uang Syariah yang diterbitkan oleh 1 (satu) Pihak lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva

Pasal 8.4

Kewajiban dan Tanggung Jawab Manajer Investasi Sesuai dengan POJK tentang Reksa Dana Berbentuk

Kontrak Investasi Kolektif dan POJK Tentang Reksa Dana Syariah, dalam melaksanakan pengelolaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I, Manajer Investasi dilarang melakukan tindakan-tindakan yang dapat menyebabkan SHINHAN SUKUK SYARIAH I:

a. memiliki Efek Syariah yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri yang informasinya tidak dapat diakses dari Indonesia melalui media massa atau situs web;

b. memiliki Efek Syariah yang diterbitkan oleh 1 (satu) perusahaan berbadan hukum Indonesia atau berbadan hukum asing yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri lebih dari 5% (lima persen) dari modal disetor perusahaan dimaksud atau lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat;

c. memiliki Efek Syariah bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh perusahaan yang telah mencatatkan Efek-nya pada Bursa Efek di Indonesia lebih dari 5% (lima persen) dari modal disetor perusahaan dimaksud;

d. memiliki Efek Syariah dan/atau instrumen pasar uang Syariah yang diterbitkan oleh 1 (satu) Pihak lebih dari 50% (lima puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat, kecuali:

1. Sertifikat Bank Indonesia Syariah; 2. Efek Syariah yang diterbitkan

dan/atau dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia; dan/atau 3. Efek Syariah yang diterbitkan oleh

lembaga keuangan internasional dimana Pemerintah Republik Indonesia menjadi salah satu anggotanya;

e. memiliki Efek Syariah derivatif:

(8)

Page 8 of 12 Bersih Reksa Dana Syariah pada setiap

saat. Larangan ini tidak berlaku bagi: i. Sertifikat Bank Indonesia Syariah; ii. Efek Syariah yang diterbitkan dan/atau

dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia; dan/atau

iii. Efek Syariah yang diterbitkan oleh Lembaga keuangan internasional dimana Pemerintah Republik Indonesia menjadi salah satu anggotanya.

e. Memiliki Efek derivatif:

i. yang ditransaksikan di luar Bursa Efek dengan 1 (satu) pihak Lembaga Jasa Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf a angka 2 POJK Nomor 23/ POJK. 04/2016 dengan nilai eksposur lebih dari 10% (sepuluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih ARCHIPELAGO SUKUK SYARIAH I pada setiap saat; dan

ii. dengan nilai eksposur global bersih lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih ARCHIPELAGO SUKUK SYARIAH I pada setiap saat; f. memiliki Efek Beragun Aset yang

ditawarkan melalui penawaran Umum lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana pada setiap saat dengan ketentuan setiap seri Efek Beragun Aset tidak lebih dari 10% (sepuluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat;

g. memiliki Efek Bersifat Utang, Efek Syariah berpendapatan tetap, Efek Beragun Aset, dan/atau Unit Penyertaan Investasi Real Estat yang ditawarkan tidak melalui Penawaran Umum yang diterbitkan oleh 1 (satu) Pihak lebih dari 5% (lima persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat.

Larangan ini tidak berlaku bagi Efek Bersifat Utang dan/atau Efek Syariah berpendapatan tetap yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan/atau Pemerintah Daerah;

h. memilik Unit Penyertaan suatu Dana

dengan 1 (satu) pihak Lembaga Jasa Keuangan dengan nilai eksposur lebih dari 10% (sepuluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat; dan 2. dengan nilai eksposur global bersih

lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat; f. memiliki Efek Beragun Aset Syariah yang

ditawarkan melalui Penawaran Umum lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat dengan ketentuan setiap seri Efek Beragun Aset tidak lebih dari 10% (sepuluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat;

g. memiliki Efek Syariah berpendapatan tetap dan/atau Efek Beragun Aset Syariah yang ditawarkan tidak melalui Penawaran Umum yang diterbitkan oleh 1 (satu) Pihak lebih dari 15% (lima belas persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat atau secara keseluruhan lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat. Larangan ini tidak berlaku bagi Efek Syariah berpendapatan tetap yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan/atau Pemerintah Daerah; h. memiliki Portofolio Efek Syariah berupa

Efek Syariah yang diterbitkan oleh Pihak yang terafiliasi dengan Manajer Investasi lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat, kecuali hubungan Afiliasi yang terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah Republik Indonesia;

i. memiliki Efek Syariah yang diterbitkan oleh Pemegang Unit Penyertaan dan/atau Pihak terafiliasi dari Pemegang Unit Penyertaan berdasarkan komitmen yang telah disepakati oleh Manajer Investasi dengan Pemegang Unit Penyertaan dan/atau Pihak terafiliasi

(9)

Page 9 of 12 Investasi Real Estate berbentuk Kontrak

Investasi Kolektif yang ditawarkan melalui Penawaran Umum lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana pada setiap saat dengan ketentuan setiap Dana Investasi Real Estat tidak lebih dari 10% (sepuluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat; i. memiliki Unit Penyertaan Dana Investasi

Real Estat berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, jika Dana Investasi Real Estat berbentuk Kontrak Investasi Kolektif tersebut dan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dikelola oleh Manajer Investasi yang sama;

j. memiliki Portofolio Efek berupa Efek yang diterbitkan oleh Pihak yang terafiliasi dengan Manajer Investasi lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada setiap saat, kecuali hubungan Afiliasi yang terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah Republik Indonesia;

k. memiliki Efek yang diterbitkan 01 eh pemegang Unit Penyertaan dan/atau Pihak terafiliasi dari pemegang Unit Penyertaan berdasarkan komi tmen yang telah disepakati 01 eh Manajer Investasi dengan pemegang Unit Penyertaan dan/atau Pi hak terafiliasi dari pemegang Unit Penyertaan;

l. membeli Efek dari calon atau pemegang Unit Penyertaan dan/atau Pihak Terafiliasi dari calon atau pemegang Unit Penyertaan kecuali dilakukan pada harga pasar wajar;

m. terlibat dalam kegiatan selain dari investasi, investasi kembali, atau perdagangan Efek sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini;

n. terlibat dalam penjualan Efek yang belum dimiliki;

o. terlibat dalam transaksi marjin;

p. penerima pinjaman secara langsung termasuk melakukan penerbitan obligasi

dari Pemegang Unit Penyertaan;

j. membeli Efek Syariah dari calon atau Pemegang Unit Penyertaan dan/atau Pihak terafiliasi dari calon atau Pemegang Unit Penyertaan;

k. terlibat dalam kegiatan selain dari investasi, investasi kembali, atau perdagangan Efek Syariah sebagaimana dimaksud dalam POJK Tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif;

l. terlibat dalam penjualan Efek Syariah yang belum dimiliki (short sale);

m. terlibat dalam transaksi marjin;

n. menerima pinjaman secara langsung termasuk melakukan penerbitan obligasi atau Efek Syariah Berpendapatan Tetap lainnya, kecuali pinjaman jangka pendek dengan jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan dalam rangka pemenuhan transaksi pembelian kembali dan/atau pelunasan paling banyak 10% (sepuluh persen) dari nilai portofolio SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada saat terjadinya pinjaman;

o. memberikan pinjaman secara langsung, kecuali pembelian Efek Syariah Berpendapatan Tetap dan/atau penyimpanan dana di bank;

p. membeli Efek Syariah yang sedang ditawarkan dalam Penawaran Umum, jika Penjamin Emisi Efek dari Penawaran Umum tersebut adalah Manajer Investasi atau Afiliasi dari Manajer Investasi, kecuali :

1. Efek Syariah Berpendapatan Tetap yang ditawarkan mendapat peringkat layak investasi; dan/atau 2. Terjadi kelebihan permintaan beli

dari Efek Syariah yang ditawarkan; Larangan membeli Efek Syariah yang ditawarkan dalam Penawaran Umum dari pihak terafiliasi Manajer Investasi tidak berlaku jika hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah Republik Indonesia;

(10)

Page 10 of 12 atau Efek bersifat utang lainnya, kecuali

pinjaman jangka pendek dengan jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan dalam rangka pemenuhan transaksi pembelian Kembali dan/atau pelunasan paling banyak 10% (sepuluh persen) dari nilai portofolio SHINHAN SUKUK SYARIAH I pada saat terjadinya pinjaman;

q. memberikan pinjaman secara langsung, kecuali pembelian Sukuk, Efek Syariah berpendapatan tetap lainnya, dan/atau penyimpanan dana di bank Syariah; r. membeli Efek yang sedang ditawarkan

dalam Penawaran Umum, jika Penjamin Emisi Efek dari Penawaran Umum tersebut adalah Perusahaan adalah Perusahaan Efek yang merupakan Manajer Investasi itu sendiri atau Afiliasi dari Manajer Investasi tersebut, kecuali: i. Efek Bersifat Utang yang ditawarkan

mendapat peringkat layak investasi; dan/atau

ii. Terjadi kelebihan permintaan beli dari Efek yang ditawarkan;

Larangan ini tidak berlaku jika hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah.

s. Terlibat dalam transaksi bersama atau kontrak bagi hasil dengan Manajer Investasi itu sendiri atau Afiliasi dari Manajer Investasi dimaksud;

t. Membeli Efek Beragun Aset, jika:

i. Efek Beragun Aset tersebut dan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dimaksud dikelola oleh Manajer Investasi yang sama; dan/atau

ii. Manajer Investasi Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif terafiliasi dengan kreditur awal Efek Beragun Aset, kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah;

u. Terlibat dalam transaksi penjualan penjualan Efek dengan janji membeli Kembali dan pembelian Efek dengan janji

kontrak bagi hasil dengan Manajer Investasi atau Afiliasi dari Manajer Investasi;

r. membeli Efek Beragun Aset Syariah, jika: 1. Efek Beragun Aset Syariah tersebut dikelola oleh Manajer Investasi; dan/atau

2. Manajer Investasi terafiliasi dengan kreditur awal Efek Beragun - Aset Syariah, kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah; dan

s. terlibat dalam transaksi penjualan Efek Syariah dengan janji membeli kembali dan pembelian efek dengan janji menjual kembali.

Larangan investasi tersebut di atas didasarkan pada peraturan yang berlaku saat Kontrak ini dibuat, yang mana dapat berubah sewaktu- waktu sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah di bidang Pasar Modal dan surat persetujuan lain yang dikeluarkan oleh OJK berkaitan dengan pengelolaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

(11)

Page 11 of 12 menjual Kembali.

Pembatasan investasi tersebut di atas didasarkan pada peraturan yang berlaku saat Kontrak ini dibuat yang mana dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perubahan atau penambahan atas peraturan atau adanya kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah termasuk Otoritas Jasa Keuangan berkaitan dengan pengelolaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Selain larangan di atas, dalam melaksanakan pengelolaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I, Manajer Investasi wajib mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah yang mengatur sebagai berikut: a. Pemilihan dan pelaksanaan transaksi

investasi harus dilaksanakan menurut prinsip kehatihatian (prudential

management/ihtiyath), serta tidak

diperbolehkan melakukan spekulasi yang di dalamnya mengandung unsur gharar. b. Tindakan yang dimaksud pada butir 1

diatas meliputi:

i. Najsy, yaitu melakukan penawaran

palsu;

ii. Bai al-Ma’dum yaitu melakukan penjualan atas barang yang belum dimilki (shortselling);

iii. Insider trading yaitu menyebarluaskan informasi yang menyesatkan atau memakai informasi orang dalam untuk memperoleh keuntungan transaksi yang dilarang;

iv. Melakukan investasi pada perusahaan yang pada saat transaksi tingkat (nisbah) hutangnya lebih dominan dari modalnya.

Tidak ada 10.2. Kewajiban dan tanggung jawab Bank Kustodian menurut Kontrak ini sebagai pihak yang mengadministrasikan kekayaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I adalah sebagai berikut:

x. melakukan pengungkapan dan/atau melaporkan sehubungan dengan

(12)

Page 12 of 12 mekanisme pembersihan SHINHAN SUKUK SYARIAH I dari unsur-unsur yang bertentangan dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal sesuai dengan POJK tentang Reksa Dana Syariah.

Tidak ada Imbalan Jasa dan Alokasi Biaya

Paragraf baru di akhir dari Pasal 21.1.

Manajer Investasi tidak melakukan pemotongan zakat atas kekayaan SHINHAN SUKUK SYARIAH I yang dibebankan kepada SHINHAN SUKUK SYARIAH I.

31.6 Pada saat Kontrak ini ditandatangani, penanggung jawab kegiatan yang diberi mandat oleh direksi Bank Kustodian, yang memiliki pengetahuan yang memadai dan/atau pengalaman di bidang keuangan syariah, beserta tugas dan tanggung jawabnya bagi Bank Kustodian adalah Dra. Sarmiati, MM. dan Sri Budiasih Purwandari masing-masing dalam jabatannya selaku Capital Market Services Head dan Marketing & Processing Head sebagaimana dinyatakan dalam Surat Pernyataan Bank Kustodian Nomor PNY.092/CAMS/16 tanggal 14-11-2016 (empat belas November dua ribu enam belas).

31.6 Pada saat Kontrak ini ditandatangani, penanggung jawab kegiatan Bank Kustodian yang diberi mandat oleh Direksi di bidang keuangan syariah terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu:

a. Dra. Sarmiati M.M. selaku Capital Market Services Head PT Bank Mega Tbk, yang diberi Kuasa/Mandat oleh Direksi melalui Surat Kuasa Nomor: SK.037/DIRBM-ISN/19 tanggal 14-05-2019 (empat belas Mei dua ribu sembilan belas);

b. Sri Budiasih Purwandari selaku Capital Market Marketing & Processing Head PT Bank Mega Tbk, yang diberi Kuasa/Mandat oleh Direksi melalui Surat Kuasa Nomor: SK.038/DIRBM-ISN/19 tanggal 14-05-2019 (empat belas Mei dua ribu sembilan belas); dan

c. Deny P. Sianturi selaku Custodian Services Head PT Bank Mega Tbk, yang diberi Kuasa/Mandat oleh Direksi melalui Surat Kuasa Nomor: SK.052/DIRBM-ISN/2020 tanggal 05-10-2020 (lima Oktober dua ribu dua puluh).

Rencana perubahan pada Prospektus REKSA DANA SYARIAH SHINHAN SUKUK SYARIAH I akan menyesuaikan dengan perubahan pada KIK REKSA DANA SYARIAH SHINHAN SUKUK SYARIAH I dan ketentuan-ketentuan lain dalam Kontrak Investasi Kolektif dan Prospektus REKSA DANA SYARIAH SHINHAN SUKUK SYARIAH I yang terkait dengan perubahan-perubahan di atas, akan disesuaikan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :