• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS MEDIA DALAM GERAKAN DONOR DARAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EFEKTIVITAS MEDIA DALAM GERAKAN DONOR DARAH"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

EFEKTIVITAS MEDIA DALAM GERAKAN DONOR DARAH (Studi Korelasional Pengaruh Efektivitas Blackberry Messenger terhadap

Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Donor Darah di Kota Medan) Oleh :

FENNY WONGSO 110904030

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Pengaruh Efektivitas Blackberry Messenger terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Donor Darah di Kota Medan. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh efektivitas BBM terhadap partisipasi masyarakat dan bentuk partisipasi masyarakat dalam gerakan donor darah setelah mendapatkan informasi melalui BBM. Metode yang digunakan adalah metode korelasional dengan populasi sejumlah 592 orang. Dengan menggunakan rumus Taro Yamane, diperoleh sampel sebanyak 86 orang yang merupakan masyarakat Kota Medan yang pernah mendapatkan informasi tentang donor darah melalui BBM. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian lapangan melalui kuesioner dan penelitian kepustakaan melalui literatur, sumber bacaan dan teori-teori.

Teknik analisa data menggunakan analisa tabel tunggal, analisa tabel silang, dan uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus koefisien tata jenjang oleh Spearman dengan hasil 0.47 (Ha diterima). Untuk melihat kuat lemahnya hubungan kedua variabel digunakan skala Guilford. Hasil 0.47 menunjukkan hubungan yang cukup berarti. Untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh variabel X terhadap Y digunakan rumus ttest, dimana thitung > ttabel atau 4.88 > 1.99 yang berarti Efektivitas BBM mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Donor Darah di Kota Medan sebesar 22.09%.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Efektivitas Blackberry Messenger terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Donor Darah di Kota Medan.

Kata Kunci : Efektivitas BBM, Partisipasi Masyarakat, Donor Darah, Kota Medan

PENDAHULUAN

Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia harus melakukan pertukaran pesan antara yang satu dengan yang lain dengan cara berkomunikasi.

(2)

2

Menurut Harold D. Lasswell (dalam Mulyana, 2007:69), komunikasi bisa diartikan sebagai proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan media (saluran) tertentu dan menimbulkan efek tertentu. Komunikasi pada umumnya memiliki berbagai macam bentuk. Di antara semua bentuk komunikasi, komunikasi massa dianggap memiliki kekuatan yang lebih besar daripada bentuk komunikasi lainnya, terutama dalam hal menjangkau komunikan (dalam Ardianto, 2004:3).

Adapun media yang digunakan dalam komunikasi massa adalah berupa media cetak dan media elektronik. Media elektronik seperti telepon genggam

(handphone) merupakan salah satu teknologi komunikasi yang saat ini menjadi trend dalam masyarakat, dan banyak digunakan karena sifatnya yang praktis dan

efisien.

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, handphone berkembang ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Pasar handphone di Indonesia semakin ramai ditambah lagi dengan masuknya BlackBerry produksi RIM (Research In

Motion).

Salah satu aplikasi yang menjadi andalan BlackBerry adalah BlackBerry

Messenger. Seperti dikutip dari Kompas.com, BlackBerry Messenger tercatat

digunakan oleh sebanyak 79 persen orang di Indonesia. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dibandingkan dengan aplikasi lainnya; demikian hasil riset dari On

Device Meter oleh Nielsen pada Februari 2014 lalu (dreamersradio.com).

Fenomena yang marak terjadi saat ini adalah banyaknya pengguna fasilitas

BlackBerry Messenger sebagai sarana untuk melakukan publikasi suatu kegiatan/

acara. Di Kota Medan sendiri, masyarakat yang mempunyai aplikasi BlackBerry

Messenger di smartphone seringkali mendapatkan broadcast berupa

informasi-informasi tertentu, yang salah satunya adalah informasi-informasi tentang donor darah di Kota Medan. Dalam hal ini, aplikasi BlackBerry Messenger berperan penting dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan di Kota Medan karena berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, sebagian masyarakat yang menjadi partisipan dalam kegiatan donor darah mengetahui informasi tentang adanya kegiatan donor darah melalui pesan broadcast yang disebarkan melalui

BlackBerry Messenger.

Dalam hal ini, sosialisasi mengenai donor darah atau pun pemberitahuan mengenai penyelenggaraan kegiatan donor darah di Kota Medan dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan media massa (media elektronik); dalam hal ini adalah handphone, yang dilakukan dengan menyebarkan pesan broadcast melalui aplikasi BlackBerry Messenger.

Jadi, berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti tertarik untuk meneliti sejauh mana pengaruh efektivitas BlackBerry Messenger terhadap partisipasi masyarakat dalam gerakan donor darah di Kota Medan.

(3)

3 KAJIAN LITERATUR

 Komunikasi

Komunikasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui saluran tertentu yang merupakan bentuk interaksi manusia bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menimbulkan efek tertentu.

 Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa yakni media cetak dan elektronik (dalam Nurudin, 2011:3-4). Definisi yang paling sederhana dari komunikasi massa adalah yang dirumuskan Bitner (dalam Ardianto, 2004:3), yaitu “Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa kepada sejumlah besar orang.”  Efektivitas Blackberry Messenger

Efektivitas BlackBerry Messenger bisa diartikan sebagai keberhasilan suatu aktivitas/ kegiatan yang menggunakan aplikasi BlackBerry

Messenger untuk mencapai sasaran/ tujuan yang telah ditentukan

sebelumnya. Semakin tinggi presentase penggunaan BlackBerry Messenger dalam suatu aktivitas/ kegiatan, maka semakin efektiflah

aplikasi tersebut.  Partisipasi

Menurut Kafler (dalam Mulyono, 1999:23), partisipasi adalah keikutsertaan seseorang dalam suatu kegiatan yang mencurahkan dirinya baik secara fisik maupun mental dan emosional.

Teori AIDDA

Teori AIDDA disebut juga proses A-A atau A-A Procedure

(Attention-Action Procedure). Teori AIDDA adalah akronim dari kata-kata:

A Attention (perhatian), I Interest (minat), D Desire (hasrat), D Decision (keputusan), dan A Action (tindakan).

 Teori Media Baru

Ciri utama media baru adalah adanya saling keterhubungan, aksesnya terhadap khalayak individu sebagai penerima maupun pengirim pesan, interaktivitasnya, kegunaan yang beragam sebagai karakter yang terbuka, dan sifatnya yang ada di mana-mana (McQuail, 2011:43).

METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Metode korelasional adalah metode yang berusaha menjelaskan suatu permasalahan atau gejala yang lebih khusus dalam menjelaskan antara dua objek.

(4)

4

Metode penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada-tidaknya hubungan dan apabila ada, seberapa besar eratnya hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan tersebut. Adapun cara yang digunakan adalah dengan mengambil data melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden.

Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Medan yang pernah mendapatkan informasi tentang donor darah melalui Blackberry Messenger. Dengan menggunakan rumus Taro Yamane, maka diperoleh sampel sebanyak 86 orang dengan menggunakan teknik penarikan sampel secara proportional dan

purposive. Penelitian ini dilakukan dari bulan November - Maret 2015 di Kota

Medan.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui penelitian lapangan, yaitu dengan menyebarkan kuesioner dan penelitian kepustakaan melalui literatur, sumber bacaan dan teori-teori. Teknik analisa data menggunakan analisa tabel tunggal, analisa tabel silang, dan uji hipotesis.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Responden yang berjenis kelamin pria lebih banyak dibandingkan dengan responden yang berjenis kelamin wanita dalam berpartisipasi dalam gerakan donor darah di Kota Medan.

Jumlah responden terbesar dalam penelitian ini adalah responden yang berusia 22 tahun dan 26 tahun. Ini mengartikan bahwa lebih banyak masyarakat yang berusia dibawah 30 tahun yang paling banyak menggunakan aplikasi Blackberry

Messenger serta ikut berpartisipasi dalam gerakan donor darah di Kota Medan.

Responden terbesar dalam penelitian ini adalah responden yang memiliki pendidikan terakhir di perguruan tinggi. Ini membuktikan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin melek teknologi pula-lah dia, dan semakin besar pula keinginannya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Pekerjaan responden dalam penelitian ini adalah pegawai swasta dan wiraswasta dengan penghasilan rata-rata lebih dari Rp.5.000.000,- per bulannya. Ini berarti semakin besar pendapatan seseorang, semakin besar pula kemungkinan dia menggunakan Blackberry Messenger dan juga ikut berpartisipasi dalam gerakan donor darah.

Berdasarkan hasil penelitian, lebih banyak responden yang sudah tinggal di Kota Medan selama 22 tahun. Namun, lamanya responden tinggal di Kota Medan tidak mempengaruhi keikutsertaannya dalam kegiatan donor darah. Responden yang baru beberapa tahun tinggal di Kota Medan juga sudah bisa berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sehingga faktor ini dianggap faktor yang tidak mempengaruhi penelitian.

Sebagian besar responden mendapatkan informasi tentang donor darah melalui

(5)

5

bahwa frekuensi penyampaian informasi tentang donor darah harus lebih ditingkatkan lagi agar masyarakat bisa mengetahui tentang adanya kegiatan donor darah yang akan dilaksanakan di waktu mendatang.

Waktu penyampaian informasi tentang donor darah melalui Blackberry

Messenger sudah dilakukan dalam waktu yang tepat bahkan sangat tepat.

Sebagian besar responden mengatakan bahwa mereka termotivasi bahkan sangat termotivasi untuk melakukan donor darah setelah mendapatkan informasi tentang donor darah melalui Blackberry Messenger.

Informasi yang disampaikan melalui Blackberry Messenger sudah jelas bahkan sangat jelas. Untuk penyampaian informasi selanjutnya diharapkan tetap bisa dipertahankan kejelasannya.

Informasi tentang donor darah yang disampaikan melalui Blackberry Messenger sudah menarik namun masih ada responden yang kurang tertarik dengan informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, informasi tentang donor darah yang disampaikan di lain waktu harus lah dirancang menjadi lebih menarik.

Pesan yang dirancang sudah bisa dimengerti dan dipahami bahkan sangat dimengerti dan dipahami oleh sebagian besar masyarakat yang mendapatkan informasi tentang donor darah melalui Blackberry Messenger.

Informasi tentang donor darah yang disampaikan melalui Blackberry Messenger sudah efektif bahkan sangat efektif. Ini berarti penyampaian informasi tentang donor darah melalui Blackberry Messenger harus lebih ditingkatkan lagi di kemudian hari.

Isi pesan tentang donor darah melalui Blackberry Messenger sudah dipercaya bahkan sangat dipercaya oleh responden sebagai penerima pesan. Ini berarti sebagian besar responden yakin bahwa informasi tentang donor darah yang disampaikan melalui Blackberry Messenger sudah benar.

Blackberry Messenger adalah media yang tepat dan menarik bahkan sangat tepat

dan menarik untuk menyampaikan informasi tentang donor darah. Namun, penggunaan media lain juga harus dipertimbangkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan donor darah di Kota Medan.

Sebagian besar responden percaya bahkan sangat percaya dengan informan yang menyampaikan informasi tentang donor darah melalui Blackberry Messenger dan menganggap bahwa informan tersebut ahli bahkan sangat ahli. Jika responden percaya dengan informan yang menyampaikan informasi tentang donor darah melalui Blackberry Messenger dan menganggapnya ahli, maka mereka juga akan cenderung lebih percaya dengan informasi yang disampaikan oleh informan tersebut.

Bentuk pesan, susunan kata-kata dan format pesan donor darah yang disampaikan melalui Blackberry Messenger sudah menarik. Namun, penyampaian pesan

(6)

6

tentang donor darah di kemudian hari harus lah lebih rapi, memperhatikan tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan usahakan jangan berbelit-belit.

Memberi bantuan berupa uang dan barang/ benda dianggap kurang tepat dalam pelaksanaan kegiatan donor darah, namun menyediakan sarana prasarana dianggap tepat untuk dilakukan demi kelancaran pelaksanaan kegiatan donor darah.

Hampir seluruh responden menganggap bahwa ikut berpartisipasi dengan mendonorkan darah adalah hal yang paling tepat pada saat pelaksanaan kegiatan donor darah.

Memberi bantuan tenaga secara spontan dan sukarela dianggap tepat bahkan sangat tepat untuk dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan donor darah. Pemberian bantuan tenaga secara spontan dilakukan secara tiba-tiba (tanpa direncanakan) sedangkan pemberian bantuan tenaga secara sukarela direncanakan terlebih dahulu.

Ikut menyebarkan informasi tentang adanya kegiatan donor darah adalah hal yang tepat bahkan sangat tepat untuk dilakukan, yaitu dengan cara mem-broadcast informasi tentang donor darah yang disampaikan melalui Blackberry Messenger atau meng-update status Blackberry Messenger tentang adanya kegiatan donor darah.

Berinteraksi secara efektif dengan orang lain dianggap tepat bahkan sangat tepat dalam pelaksanaan kegiatan donor darah. Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa takut, bosan, atau untuk menambah teman dan relasi.

Memberi ide/ gagasan, pengalaman, dan motivasi dianggap tepat dalam pelaksanaan kegiatan donor darah.

Mengajak orang lain untuk mendonorkan darah tepat bahkan sangat tepat dalam pelaksanaan kegiatan donor darah, yang biasanya dilakukan dengan cara

meng-update status di profil Blackberry Messenger mereka, menyebarkan informasi

tentang donor darah melalui pesan broadcast atau melalui media sosial lainnya dengan menggunakan kata-kata yang sifatnya persuasif.

Terdapat hubungan antara kejelasan infomasi tentang donor darah yang disampaikan melalui Blackberry Messenger dengan ketepatan mendonorkan darah dalam pelaksanaan kegiatan donor darah, yaitu sebesar 48.83%.

Terdapat hubungan antara keefektifan informasi tentang donor darah yang didapatkan melalui Blackberry Messenger dengan ketepatan memberi bantuan tenaga secara sukarela dalam pelaksanaan kegiatan donor darah, yaitu sebesar 60.46%.

Terdapat hubungan antara pemahaman informasi tentang donor darah yang disampaikan melalui Blackberry Messenger dengan ketepatan menyebarkan informasi tentang donor darah, yaitu sebesar 53.49%.

(7)

7

Terdapat hubungan antara tingkat kepercayaan terhadap isi pesan tentang donor darah yang disampaikan melalui Blackberry Messenger dengan ketepatan membagikan pengalaman dalam pelaksanaan kegiatan donor darah, yaitu sebesar 61.63%.

Terdapat hubungan antara ketepatan Blackberry Messenger untuk menyampaikan informasi tentang donor darah dengan ketepatan memberi motivasi kepada orang lain untuk melakukan donor darah, yaitu sebesar 47.68%.

Terdapat hubungan antara tingkat kepercayaan terhadap informan yang menyampaikan informasi tentang donor darah melalui Blackberry Messenger dengan ketepatan mengajak orang lain untuk melakukan donor darah, yaitu sebesar 51.17%.

Setelah semua hasil diperoleh maka selanjutnya dilanjutkan dengan menguji hipotesis. Pengujian hipotesis dimulai dengan membuat ranking dan nilai-nilai jawaban responden pada setiap kuesioner yang telah diberi skor untuk setiap pertanyaan. Berdasarkan perhitungan rumus, maka diperoleh hasil koefisien korelasi rhitung sebesar 0.47. Berdasarkan pernyataan bahwa rhitung > 0, maka hipotesis diterima. Karena perhitungan nilai rhitung juga lebih besar daripada rtabel [rhitung > rtabel (0.47 > 0.213)], artinya hipotesis yang diterima dalam penelitian ini adalah Ha, yaitu terdapat hubungan antara Efektivitas Blackberry Messenger terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Donor Darah di Kota Medan.

Selanjutnya untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan tersebut digunakan skala Guilford. Hasil rhitung = 0.47 berada pada skala 0.40–0.70. Hal ini menunjukkan hubungan yang cukup berarti antara Efektivitas Blackberry Messenger terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Donor Darah di Kota Medan.

Kemudian untuk mengetahui tingkat signifikansi hasil hipotesis tersebut dilakukan dengan menghitung nilai thitung dan ttabel dengan hasil thitung = 4.88 dan ttabel = 1.99 dengan tingkat kepercayaan 5%. Nilai thitung > ttabel atau 4.88 > 1.99 maka dinyatakan bahwa hubungannya signifikan. Artinya, efektivitas

Blackberry Messenger memiliki hubungan yang signifikan terhadap partisipasi

masyarakat dalam gerakan donor darah di Kota Medan.

Hasil perhitungan Determinasi menunjukkan bahwa Efektivitas Blackberry

Messenger mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Donor Darah di

Kota Medan sebesar 22.09%. Selebihnya 77.91% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini.

PENUTUP

Pengaruh efektivitas Blackberry Messenger terhadap partisipasi masyarakat dalam gerakan donor darah di Kota Medan sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan

(8)

8

mayoritas jawaban yang bernilai positif dan memiliki persentase lebih dari 50%. Selain itu, juga dapat dilihat dari nilai-nilai jawaban responden, baik itu pada indikator-indikator variabel X maupun indikator-indikator variabel Y, yang mayoritas adalah cukup tinggi.

Bentuk partisipasi masyarakat yang mendapatkan informasi tentang donor darah melalui Blackberry Messenger secara berurutan adalah partisipasi sosial, partisipasi tenaga, partisipasi keterampilan, partisipasi buah pikiran, dan partisipasi harta benda.

Walaupun terdapat pengaruh yang signifikan, tetapi jika dilihat dari persentasenya cukup kecil, yaitu hanya sebesar 22.09%, sedangkan selebihnya yaitu sebesar 77.91% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini, seperti strategi komunikasi, bentuk komunikasi dan media komunikasi.

Setelah melakukan penelitian ini, peneliti menyarankan bahwa penelitian mengenai Blackberry Messenger sebagai media komunikasi harusnya lebih ditingkatkan lagi agar bisa menambah referensi dalam kajian ilmu komunikasi khususnya tentang media baru. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa meneliti hal-hal lain selain seperti strategi komunikasi, bentuk komunikasi, maupun media komunikasi lain yang digunakan, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa meneliti di suatu lokasi tertentu dengan pendekatan yang lebih mendalam dengan responden.

DAFTAR PUSTAKA

Ardianto, dkk. 2004. Komunikasi Massa : Suatu Pengantar. Bandung : Sembiosa Rekatama Media.

Bungin, Burhan. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Kencana.

Effendy, Onong Uchjana. 2007. Ilmu Komunikasi (Teori dan Praktek). Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : Kencana. McQuail, Denis. 2011. Teori Komunikasi Massa. Jakarta : Salemba Humanika. Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : PT Remaja

Rosdakarya.

Mulyono, A. 1999. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Nawawi, Hadari. 1995. Metode Penelitian Komunikasi. Medan : USU Press. Nurudin. 2011. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : PT Raja Grafindo

(9)

9 Publikasi Elektronik :

Asmawati, Atika. 2011. “Media Pembelajaran Dan Efektivitas Komunikasi (Studi Korelasional Penggunaan LCD Proyektor terhadap Efektivitas Komunikasi Dalam Proses Pembelajaran di AMIK MBP Medan”. Medan: USU Institutional Repository.

Bahaddur, Muslikh. 2012. “Partisipasi Orang Tua Siswa dalam Pembelajaran di SD Islam Terpadu Salman Al Farisi Yogyakarta”. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Harahap, Siti Aisyah. 2011. “Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Partisipasi Ibu Balita dalam Kegiatan Posyandu di Kelurahan Tampan Wilayah Kerja Puskesmas Tampan Pekanbaru”. Medan: USU Institutional Repository.

Perdana, Ikhsan. 2011. “Penggunaan Blackberry Messenger dan Intensitas Komunikasi”. Medan: USU Institutional Repository.

Sabilliani, Riani. 2013. “Pengaruh Intensitas Penggunaan Blackberry Messenger terhadap Efektivitas Komunikasi Remaja dengan Orang Tua”. Bandung: Institut Manajemen Telkom.

Yustina, I. & Sudradjat, A. 2003. “Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan”. Bandung: IPB Press.

Sumber Internet :

Afrisia, R. & Haryanto, A. 2014 “Pengguna Ponsel di Indonesia Lampaui Jumlah Penduduk” dalam http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/512467-pengguna-ponsel-di-indonesia-lampaui-jumlah-penduduk. Diakses tanggal 14 Oktober 2014.

Anonim. 2014. “Daftar Merk Handphone yang beredar di Indonesia” dalam http://masroy.net/cari/Daftar+Merk+Handphone+yang+beredar+di+Indone sia.html. Diakses tanggal 14 Oktober 2014.

Dianne Dannenfeldt. 2013. “How Blackberry Messenger Works” dalam

http://computer.howstuffworks.com/e-mail-messaging/blackberry-messenger1.htm. Diakses tanggal 14 Oktober 2014.

Syaifan. 2014. “Blackberry Messenger jadi Aplikasi Chatting dengan Pengguna Terbanyak di Indonesia” dalam

http://www.dreamersradio.com/article/31331/BlackBerry-messenger-jadi-aplikasi-chatting-dengan-pengguna-terbanyak-di-indonesia. Diakses tanggal 14 Oktober 2014.

Referensi

Dokumen terkait

Prevalensi parasit Trichodina sp, yang menginfeksi kulit dan insang benih ikan mas ( Cyprinus carpio) yang ada di BPBIAT yang ada di dua kolam pengambilan

(3) Wilayah kerja Kantor Pelabuhan Batam mempunyai tugas melakukan kegiatan pemberian pelayanan lalu lintas dan angkutan laut, keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan

Total regulatory adjustments to Tier 2 capital Jumlah faktor pengurang (regula- tory adjustment) Modal Pelengkap

Pada aplikasi PMI, petugas menekan tombol scan QR donor untuk memindai QR dari detail transaksi donor, jika QR sesuai maka status dari transaksi akan berubah menjadi telah

Hafal Al- Qur‟an merupakan anugerah agung yang harus disyukuri. Agar anugerah ini tidak dicabut oleh Allah, termasuk salah satu cara mensyukurinya adalah dengan

Sehingga dari data tersebut peneliti tert arik untuk melakukan penelitian mengenai “ Hubu ngan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi dengan

perusahaan yang didirikan dalam rangka penanaman modal asing. tersebut, maka langkah pertama yang harus

Dari fenomena aktivitas pedagang kaki lima yang terjadi pada Gasibu Bandung, dan tiga kota lainnya sebagai komparasi, diketahui bahwa keberadaan pedagang kaki lima pada ruang