ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH MELAKUKAN TAKE OVER PEMBIAYAAN PENSIUN (STUDI KASUS BANK SYARIAH MADIRI KCP KRIAN)

12 

Teks penuh

(1)

*Penulis Korespondensi

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH MELAKUKAN TAKE OVER PEMBIAYAAN PENSIUN

(STUDI KASUS BANK SYARIAH MADIRI KCP KRIAN) Ahmad Zubadar Oktorifal Diansyah1*, Ach. Yasin2

1,2

Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Hayim Asy’ari Jl. Irian Jaya No.55 Tebuireng, Cukir, Kec. Diwek, Kab. Jombang

Azubadar3@gmail.com Abstract

Cutomers choose take of pension financing is their adherence to principles shariah however is still in the on going debate over the theory on geoup of research. The purpose of the research is to know aspect shariah, levelsof margin, the quality of survice and dominant factor in costomers taking of over pension financing at the sharia KCP Krian. This purpose approach is using quantitative that represent numeric file. Data collection on this research by spreading the question, the populati in the research is 16 customers pension financing and the sample use by random sampling at 15 customers. The analysis in this research consist of classic assumption tester and regression analysis. Research show that influental aspect of shariah as to decision of costomers witch a tcount(-0,317) <

t(2,25), service quality have a say as to decision of customers with a tcount(2,931) >

t(2,25), and the most dominant variable among the three variable is show the shariah aspect a t count (3,6610)

Keywords: Costomers decision, Take over, Pension financing .

Abstrak

Nasabah memilih take over pembiayaan pensiun karena prinsip syariah namun di perkembangannya terjadi perdebatan atas teori tersebut pada sekelompok peneliti. Tujuan riset ini untuk mengetahui aspek syariah, tingkat margin, kualitas layanan dan faktor yang dominan dalam nasabah melakukan take over pembiayaan pension pada Bank Syariah Mandiri KCP Krian. Riset ini menggunakan proses kuantitatif menggambarkan data berupa angka. Pengumpulan data penelitian ini cara kuesioner. Populasi riset berjumlah 16 nasabah pembiayaan pension dan sampel 15 responden. Penyelidikan dalam riset ini dalah asumsi klasik dan analisis regresi berganda. Hasil menunjukan bahwa aspek syariah berpengaruh terhadap keputusan nasabah dengan nilai thitung (3,661)>ttable (2,35), tingkat

margin tidak berpengaruh terhadap kepuasan nasabah dengan nilai thitung (-0,317)<ttabel

(2,35), kualitas layanan berpengaruh terhadap keputusan nasabah dengan nilai thitung

(2,931)>ttabel (2,35) dan variabel yang dominan dari ketiga variabel adalah aspek syariah

dengan nilai (3,661)

(2)

PENDAHULUAN

Negara Indonesia adalah Negara yang moyoritas penduduknya beragama Islam terbesar, diharapkan pekerjaan transaksi atau kegiatan muamalah bernilai syariah (Muhammad, 2004). Masyarakat muslim sebelum bertanam modal bukan hanya memikirkan produk, ongkos, keuntungan serta ressiko belaka. Kesesuaian asas syariah merupakan faktor utama. Keselarasan investasi dengan asas syariah adalah keadaan yang berhubungan vertikal dengan Allah SWT sebagai wujud taat pada

kholid. Diantara badan keuangan yang sah dapat dipakai masyarakat untuk

bertanam modal adalah bank. Bank yaitu lembaga keuangan yang memiliki kotribusi pokok dalam perekonomian suatu bangsa melalui kinerja yang mengumpulkan dana dari masyarakat berwujud tabungan serta medistribusikan kepada masyarakat dalam pembiayaan maupun wujud lain dalam rangka menaikkan taraf hidup banyak. Semakin ketatnya persaingan bisnis membuat bank syariah harus mempunyai cara yang tepat dalam persaingan.

Bank syariah mempunyai tata cara sesuai pada petuah Islam sehingga kekuatan pengelohan dana dari nasabah dengan cara syariah sedikit atau potensi riba dari membagikan hasil sangat minim, berarti keadaan yang memengaruhi utama yakni faktor agama. Dimana rata-rata penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam yang membuat masyarakat menyukai dengan adanya bank syariah atau lembaga keuangan syariah. Kemudian kegiatan proses mengolah dana yang dijalankan oleh perbankan diterapkan dengan cara terbuka, berarti pemanfaatan dana yang dilakukan oleh nasabah dikerjakan dengan syariah sehingga transaksi dari keduabelah pihak aman tanpa ada kalangan yang nantinya merugi.

Bank syariah ialah lembaga yang memiliki produk sebagai perantara unit yang mengalami berlebihan dana, dengan unit yang mengalami kekurangan dana. Melihat guna perbankan pembiayaan adalah indikator utama untuk mengukur perkembangan pertumbuhan pasar perbankan syariah nasional (Sri Puji Rahayu, 2011). Oleh sebab itu bank sebagai pemberi pembiayaan produk dan jasa dipromosikan oleh perbankan bukan sekedar memberi peluang yang lebih luas menurut calon nasabah dalam mengambil perbankan sesuai dengan kebutuhan

(3)

https://ejournal.feunhasy.ac.id/jies

perbankan tersebut. Disamping itu sebelum memutuskan untuk memilih suatu bank calon nasabah terbiasa untuk mencari informasi dari berbagai sumber dahulu, sehingga hal tersebut menjadi perhatian perusahaan.

Meskipun tiap rancangan atau produk yang sudah dikeluarkan oleh badan perbankan syariah cukup menolong masyarakat, tetapi masih adanya sejumlah orang yang beranggapan bahwa perbankan syariah cuma diperuntukan kaum Islam saja, hal itu tidak betul. Perbankan syariah tidak khusus diperuntukan golongannya saja, tetapi sesuai denagn hukum islam “RahmatanLlil Alamin” didirikan berguna memberi layanan masyarakat tanpa membeda-bedakan kepercayaan yang diyakini. Untuk golongan Islam hadirnya perbankan syariah ialah mencukupi kebutuhan. Perbankan syariah merupakan alternatif lembaga jasa yang bersampigan denagan perbankan konvensional yang merambah di Indonesia. Bank Mandiri mengadakan memperkuat dan membuat tim proses mengembangkan perbankan syariah, tujuan dibentuknya kelompok ini untuk proses mengembangkan pelayanan perbankan syariah dikalangan organisasi Bank Mandiri, sebagai respon disahkan UU NO 10 tahun 1998, yang menyerahkan kesempatan bagi Perbankan umum untuk meberikan layanan syariah (dual

banking system). hingga ketika itu BSM dengan sah didirikan di Indonesia dan

memiliki banyak cabang, diantaranya adalah BSM KCP Krian.

BSM KCP Krian memiliki berbagai produk baik mengumpulka dan atau menyalurkan dana. Produk yang ada pada BSM KCP Krian merupakan produk funding adalah tabungan, diposito, giro dan produk finacing terdiri atas pembiayaan komsumer (pembiayaan pensiun, pembiayaan oto, pembiayaan implant, dan KPR) dan pembiayaan warung secara mikro.

Salah satu strategi dari bank syiriah ialah take over. Menurut Karim, 2006

take over ialah wujud pelayanan perbankan syariah untuk menolong masyarakat

memindahkan dana konvensional yang sudah berjalan sebagai transaksi yang sesuai dengan syariah menurut permintaan nasabah. Dalam keadaan ini perbankan syariah dapat memegang pinjaman nasabah yang ada di perbankan konvensional menjadi transaksi yang sesuai syariah sebagaimana Fatwa DSN No. 31 Tahun

(4)

2002 bahwa pemindahan hutang ialah proses memindahkan hutang nasabah dari perbankan ataupun badan keuangan konvensional ke badan keuangan syariah.

Take over atau kredit biasanya menjadi keputusan yang diambil nasabah

untuk mempermudah pembayaran kredit mereka, diantaranya mencari angsuran atau biaya yang lebih murah dibandingkan dengan perusahaan atau bank mereka. Padahal jika nasabah melakukan pengalihan hutang atau kredit syariah ke ke bank konvensional. Dapat dibandingkan margin yang diberikan bank syariah sebesar

14-15,5% perbanyaknya tahun pinjamansedangkan di bank konvensional sebesar

1% perbulan. Jika dana disimulasi margin pembiayaan pensiun di BSM dengan jangka waktu dua tahun sebesar 14,5% sedangkan di bank konvensional kredit pensiun dalam jangka waktu dau tahun bunga sebesar 24% karena bunga perbulan 1% dengan jangka waktu pinjaman.

Pembiayaan pensiun adalah pembiayaan yang mempunyai resiko minim, sebab pembiayaan pensiunan di BSM didasari asas kerja sama antar pihak BSM dengan badan pengelolaan dana pensiunan dan memiliki landasan hukum yang serupa dengan surat pernyataan BI No 10/35/7/DPBS tanggal 19 maret 2008 berkenaan memakai produk pembiayaan pensiun, menanggung lancarnya pembayaran angsuran denagan cara pengurangan gaji (manfaat pensiunan) yang didapat pensiunan setiap bulannya.

Maksud adanya program pembiayaan pensiunan ialah untuk menunjang kebutuhan bagi pensiunan yang mengalami kekurangan atau memerlukan dana untuk kebutuhan, para PNS dan juga pekerja BUMN/BUMD ataupunTNI/POLRI, karena itu pembiayaan tersebut diminati oleh pensiunan khususnya di daerah sidoarjo berdasarkan laporan keuangan tahunan. Bank Syariah menyajikan dalam bentuk grafik di bawah:

(5)

https://ejournal.feunhasy.ac.id/jies

Berdasarkan grafik bisa diketahui bahwa sejumlah orang tertarik bergabung denagn investasi dana pensiunan yang dibuat BSM KCP Krian. Berikut faktor yang memengaruhi calon nasabah menggunakan bank berbasis islam untuk mengelola dana dari nasabah, perisiwa ini tergolong dari dana pensiun anatara lain faktor religius, sama halnya dengan yang telah diketahui bahwa kepercayaan memiliki pengaruh kepada gaya orang berkonsumsi tergolong bertransaksi dalam ekonomi.

Faktor berikutnya dapat memengaruhi nasabah dalam memilih pembiayaan pensiun di perbankan syariah ialah faktor layanan serta promosi. Dalam mempromosikan produk dana pensiunan, BSM cuma menggunakan brosur dan tidak melaksanakan promosi dengan cara langsung. kejadian ini berakibat pada produk sendiri, sehingga calon nasabah tidak tahu adanya produk pensiunan yang ada di BSM. Dalam peristiwa ini hanya nasabah yang sering berkunjung di BSM saja yang memperoleh informasi produk pembiayaan pensiunan akan tetapi ada sebagian besar orang melaksanakan transaksi produk pensiunan dengan dasaran syariahnya produk. (wawancara karyawan BSM).

Selanjutnya faktor kualitas layanan dipakai untuk faktor yang mendasari keputusan pengambilan layanan menurut umum ialah tanggapan senang yang diberikan kepada orang lain serta memudahkan dalam memenuhi kebutuhan nasabah, (Julita, 2001) berdasarkan teori Kotler (2001) menyebutkan kualitas layanan berpengaruh atas keputusan pembelian seorang nasabah. Faktor margin yang digunakan dalam riset berdasarkan dari penelitian terdahulu, Aini (2015) faktor margin ialah faktor yang berpengaruh kuat dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan memilih produk murabahah.

Dari hasil riset sebelumnya didapat faktor nasabah memilih take over pembiayaan adalah karena ketaatan mereka terhadap asas syariah. Keputuasan nasabah dalam memilih bank syariah berkaitan dengan keyakinan terhadap haramnya riba bagi umat muslim, akan tetapi pada perkembangannya terjadi perbantahan atas kajian tersebut, sekelompok peneliti berdasarkan hasil riset mereka menyatakan bahwa dasar utama yang menyebabkan nasabah memilih bank syariah didasari faktor eksternal yaitu layanan yang tepat, rapatnya rahasia

(6)

bank, keakraban staff, tempat yang strategis, serta keunggulan dan variasi produk. Dalam penelitian lain mengatakan faktor reputasi, pelayanan dan kondisi keuangan bank menjadi faktor utama dalam pemilihan suatu bank, meskipun susunan bank syariah sedang dalam jenjang perkembangan, bank dengan sistem islam sudah menarik banyak minat sejumlah masyarakat lokal maupun internasional.

Melalui pernyataan terseabut, peneliti tertarik untuk mengetahui penilaiaan nasabah untuk menentukan memilih take over pensiun ke perbankan syariah. Banyak tanggapan calon nasabah dan banyak pilihan perbankan syariah yang makin kompetitif dalam memengaruhi minat calon nasabah melakukan riset ini menarik untuk diteliti. Riset terhadap keputusan nasabah memilih perbank syariah telah banyak dilakukan maka perbedaan riset ini dengan riset terdahulu terletak pada keputusan nasabah memilih take over pembiayaan pensiun. Oleh karena itu penulis akan melakukan riset dengan judul “Analisis Faktor yang

Mempengaruhi Keputusan Nasabah Melakukan Take Over Pembiayaan Pensiun (Studi Kasus Bank Syariah Mandiri KCP Krian)”.

METODE PENELITIAN Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis riset ialah field research dan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu pendekaatan dengan menggambarkan permasalahan berdasarkan data berupa angka untuk dianalisis dan membuat kesimpulan (Sugiyono, 2015). Waktu pelaksanaan penelitian dari bulan Januari-April 2020. lokasi riset di BSM KCP Krian. Populasi riset ini ialah nasabah yang mengambil take over pembiayaan pensiunan di BSM KCP Krian. Data yang dipakai di riset ini ialah data primer dan sekunder. Proses memperoleh data menggunakan kueisioner. Cara analisis data menggunakan analisis regresi linier ganda terdiri dari Uji simultan dan Uji parsial untuk menyadari pengaruh variabel bebas secara serentak (simultan) serta parsial.

(7)

https://ejournal.feunhasy.ac.id/jies HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengaruh Aspek syariah terhadap keputusan nasabah mengambil take over pembiayaan pensiunan di BSM

Berdasarkan hasil statistik diperoleh t hitung sebesar 3,661 dengan taraf signifikasi sebesar 5%, maka nilai ttabel =2,35 sehingga thitung 3,661 > t tabel (2,35),

maka h0 ditolak dapat disimpulkan aspek syariah berpengaruh terhadap nasabah memilih take over pembiayaan pensiunan di BSM KCP Krian.

Nasabah memakai jasa di LKS, sebab ada dasar hukum agama yang dinilai secara baik dibanding dengan badan konvensional, sebab ini tidak adanya riba di dalamnya, sehingga dapat memberi pengaruh psikologi dimana nasabah lebih mantap sebab tidak ada riba yang haram dalam islam (Jantun & Magnadi, 2015 :4)

Sistem syariah merupakan bagian agama islam, ekomnomi islam tidak menerima unsur bunga sebab dianggap riba. Asas pokok yang menganut didalamnya ialah larangan riba dalam bermacam jenis transaksi, melakukan usaha yang sah menurut syariah dan memberi keuntungan sebagai pengganti bunga sesuai perjanjian (Muhammad, 2008).

Aspek syariah yang menjadi nilai tambahan nasabah karena Bank Syariah sesuai dengan asas islam/ kepatuhan yang diyakini nasabah lebih menentramkan, tidak melanggar ketentuan syariat, adanya bisnis yang terbuka dan dana sumber halal dan tidak ada riba didalamnya.

(8)

Pengaruh tingkat margin terhadap keputusan nasabah Menngambil take over pembiayaan pensiunan di BSM

Berdasarkan hasil statistik diperoleh t hitung sebesar -0,317 denngan taraf signifikasi sebesar 5% maka nilai ttabel = 2,35 sehingga thitung (-0,317) < t table

(2,35) maka H0 diterima dapatn menyimpulkan tiingkat margin tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan nasabah mengambil take over pembiayaan pensiunan di BSM KCP Krian.

Margin ialah jarak harga jual dan harga beli yang adalah laba kotor dalam

transaksi jual beli. Margin tidak serupa dengan bunga sebab margin telah menentukan di awal akad dan tidak bisa dirubag ditengah jalan. Margin laba ialah bgian tertentu yang menetapkan pertahun pendapatan margin laba secara harian, maka banyaknya hari dalam setahun ditetapkan360 hari margin laba menurut bulanan ditetapkan 12 bulan.

Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Keputusan Nasabah Mengambil take over pembiayaan pensiunan di BSM

Berdasarkan hasil statistik diperoleh thitung sebesar 2,931 dengan taraf signifikasi 5% maka nilai ttabel = 2,35 sehingga thitung (2,931) > t tabel (2,35), maka H0 ditolak

dapat menyimpulkan kualitas layanan berpengaruh terhadap ketetapan nasabah memilih take over pembiayaan pensiunan di BSM KCP Krian.

Di dalan buku kotler (2002) kualitas layanan adalah suatu keadaan penuh yang bersangkutan dengan produk, jasa, proses, & lingkaran yang mencakupi dan melebihi keinginan. Di dalam buku Tjiptono (2001) layanan ialah semacam usaha dalam penemuan kebutuhan dan hasrat pelanggan dan ketetapan penyampaiannya dalam mengimbangi harapan pelanggan.

Pelayanan adalah aktivitas yang dapat diartikan tersendiri pada dasarnya tidak terdeteksi yang menjadi pemenuh kebutuhan, dan tidak wajib terkait penjual produk atau jasa. Pelayan adalah perbuatan yang mampu menawarkan oleh satu pihak kepihak lain asalnya bersifat tidak terdeteksi dan tidak mendapatkan hasil sesuatu (Stanton, 1996).

(9)

https://ejournal.feunhasy.ac.id/jies

Memberi kualitas dengan layanan yang superior dengan cara tetap akan memperoleh organisasi yang membangun sebanyak laba penting semacam gangguan yang masuk, kesetiaan nasabah. Produk yang membedakan, biaya proses yang lebih kecil dan harga yang lebih besar (Wijaya, 2011).

Variabel Dominan terhadap Keputusan Nasabah Mengambil Take Over Pembiayaan Pensiunan di BSM

Berdasarkan hasil riset aspek syariah variabel dominan yang paling dominan berpengaruh kepada keputusan nasabah Mengambil Take Over pembiayaan pensiunan di BSM KCP Krian dengan nilai beta sebesar 0,533.

Bank syariah adalah perbank swasta di Indonesia mempraktikkan asas yang sama dalam memengaruhi calon nasabah yakni melewati cara penilaian, pengalihan pembiayaan atau take over dengan merayu calon nasabah yang menjadi nasabah bank lain dengan predikat lancar. Pembiayaan didalam perbankan syariah dijalankan dengan asas kerja sama malalui susunan berbagi laba sehingga nasabah tidak terbebani bunga sebagaimana pada bank konvensional. untuk nasabah, susunan berbagi laba lebih mudah untuk memperluas usaha sehingga lebih menarik untuk mereka dan menjadi dasar untuk mengambil take over pembiayaan. Dengan begitu take over di BSM pada umumnya terjadi sebab susunan syariah yang dipakai di BSM bagi hasilnya tetap tidak mengikuti suku bunga.

Jadi perbankan syariah yang sesungguhnya pasti benar-benar beda dengan perbank konvensional, terutama dalam sudut pandang asasnya. Tetapi ada juga pebankan syariah di Indonesia yang memakai susunan konvensional dan hanya mengganti istilah-istilah saja. Di sinilah kita mengetahui perbedaan perbankan syariah dan perbank konvensional yang sebetulnya. Dengan begitu kita dapat lebih berhati-hati dalam memilih perbankan syariah yang benar-benar menerapkan asas syariah dan tentu dengan menyadari perbedaan tersebut kita telah menyadari alasan mengapa kita harus berpindah ke bank syariah, terutama untuk seorang muslim.

(10)

PENUTUP

Menurut analisis riset yang telah dikemukakan, maka dapat diambil kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan yang telah ditetapkan.

1. aspek syariah berpengaruh terhadap keputusan nasabah mengambil take over pembiayaan pensiunan di BSM KCP Krian dengan nilai thitung (3,661)> ttabel

(2,35)

2. Tingak margin tidak berpengaruh terhadap keputusan keputusan nasabah mengambil take over pembiayaan pensiunan di BSM KCP Krian dengan nilai thitumg (-0,317)< ttabel (2,35)

3. Kualitas layanan berpengaruh terhadap keputusan nasabah mengambil take

over pembiayaan pensiunan di BSM KCP Krian denagn nilai thitung (2,391)>

ttabel (2,35)

4. Aspek syariah variabel paling dominan berpengaruh terhadap keputusan nasabah mengambil take over pembiayaan pensiunan di BSM Krian dengan nilai beta 0,533

DAFTAR PUSTAKA

Adisti Indah Larasati (2010). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Nasabah Deposito Pt. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk Cabang Medan. http://repository.usu.ac.i/21001. Diakses tanggal 25 maret 2020 Ahmad Faisol (2012). riset Sistem Informasi Manajemen Dana Pensiun Pegawai

Pada PT. Taspen Kantor Cabang Jember. Institut Teknologi Nasional :

Malang

Anngraini, J., Mardiah, S. (2016). Analisis Kinerja Pembiayaan Take Over pada Btn Syariah Di Tahun 2014-2015. Jurnal I-Finance Vol. 2. No. 1. juli

Antonio, M. (2001) Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik. Jakarta : Gema Insani Press

Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariative Dengan Program IBM

SPSS 23. Edisi ke-7. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

(11)

https://ejournal.feunhasy.ac.id/jies

Jantun, R, Magnadi, R, H,. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Keputusan Nasabah Untuk Mengambil Pembiayaan Pada Kospin Jasa Layanan Syariah Pekalongan. Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Vol. 4, No,2, Hlm. 1-10.

Karim, 2003. Bank Islam Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta : The International Institute of Islamic Thought Indonesia.

Karim, A. (2006). Bank islam Analisis fiqih dan Keuangan, Grafindo Persada, Jakarta

Karim, A. (2015). Ekonomi Mikro Islami. Jakarta; Rajawali Pers.

Kasmir. (2004). Manajemen Perbankan Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kasmir. (2005). Penasaran Bank, Edisi Pertama. Cetakan Kedua. Jakarta:

Kencana

Kotler, P. (2001). Marketing Management. Pretince Hall Inch.

Kotler, P. (2002). Manajemen Pemasaran Analisis., Perencanaan, Implementasi

dan Pengendalian. Jakarta: Erlangga.

Kotler, P. (2005). Manajemen Pemasaran 1. Jakarta: Indeks.

Muhammad, 2004. Manajemen dana Bank Syariah. EKONISIA : Fakultas Ekonomi, UII

Sangadji, Sopiah. (2013) Prilaku Konsumen. Yogyakarta: C.V Andi offset. Setiawan dan Kusrini. 2010. Ekonometrika. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset Solichatun. (2015). Analisis Pemasaran Produk Tabungan Dana Pensiun

Lembaga Keuangan (DPLK) di Bank Muamalat Indonesia Cabang Pembantu Salatiga. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri : Salatiga

Sri Puji Rahayu, 2011. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nasabah

Pensiunan Memilih Take Over Pembiayaan Ke Bank Syariah Mandiri Kcp

Ambarukmo. Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah

Yogyakarta

Sugiyono. 2014. Metode Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Cetakan ke-21. CV. Alfabeta. Bandung..

(12)

Tjiptono, F. (1998). Manajemen jasa. Yogyakarta: Andi Offset (2010).

Manajemen Jasa. Jakarta: Sembada Empat

UU (2008). Perbankan Syariah Undang-Undang No. 21 Tahun 2008

Wulaningrum (2018). Praktik Penerapan Akad Murabahah dalam Pembiayaan

Pensiun di Bank Syariah Mandiri. Universitas Muhammadiyah :

Yogyakarta

Zuhirsyan (2018). Pengaruh Religiusitas dan Presepsi Nasabah Terhadap

Memilih Bank Syariah. Prodi Keuangan dan Perbankan Syariah Jurusan

Akuntansi Politeknik Negeri : Medan

Figur

Memperbarui...

Related subjects :