MANAJEMEN PEMASARAN
-FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA 2016
DisusunOleh :
1. Lusiana Emiliani Weti
(1501025009)
2. Meidita Putri Satriani
(1501025033)
3. Ufiya Azka Prasiwi
(1501025036)
4. Retno Dewi Perwita
(1501025075)
KATA PENGANTAR
Puji beserta syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan rahmat-Nya kepada penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi besar yakni Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini secara umumnya dan kepada Dosen Mata Kuliah Manajemen Pemasaran secara khususnya.
Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini banyak terdapat kekurangan karena penulis masih dalam tahap pembelajaran. Namun, penulis tetap berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
Kritik dan saran dari penulisan makalah ini sangat penulis harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada makalah penulis berikutnya. Untuk itu penulis ucapkan terima kasih.
Samarinda , 24 Oktober 2016
ABSTRAK
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Periklanan menurut Kotler (2005) didefinisikan sebagai segala bentuk penyajian non-personal dan promosi ide, barang atau jasa oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Periklanan dapat dipandang sebagai kegiatan penawaran kepada suatu kelompok masyarakat baik secara lisan ataupun dengan penglihatan (berupa berita) tentang suatu produk, jasa, atau ide. Untuk membuat iklan yang dapat menggugah keinginan yang besar maka manajer pemasaran harus memulai dengan mengidentifikasipasar sasaran dan motif pembelian. Iklan yang digunakan untuk mempromosikan suatu produk kepada konsumen ditujukan agar konsumen melakukan suatu tindakan yang diinginkan oleh pemasang iklan.
Akhir-akhir ini banyak ditemui produk/jasa yang diiklankan melalui media televisi, radio, majalah, baliho/spanduk, semua itu merupakan media periklanan yang sehari-hari, misalnya televisi, media ini merupakan media beriklan yang paling sempurna karena fasilitas seperti audio visual yang sangat jelas dan dapat dinikmati/dimengerti oleh semua orang.
Dalam membuat iklan juga sangat dibutuhkan suatu kreativitas, yaitu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu “hal yang baru” dan tidak terduga. Iklan yang kreatif adalah iklan yang dianggap original atau asli tidak meniru orang lain, tidak disangka-sangka, penuh arti dan memengaruhi emosi. Iklan kreatif dapat membuat audiencememperhatikan iklan tersebut hingga detail dan rinci. Selain itu iklan yang kreatif harus unik, yang berbeda dari pada yang lain serta mengundang rasa ingin tahu.
wanita Indonesia. Sebagai brand Indonesia yang terus mengikuti update inspirasi gaya mode dunia, Sale Stock mengangkat beragam koleksi yang sesuai dengan nuansa lokal.
Sale Stock telah menghadirkan sejumlah program menarik dan pop-up store serta semakin menunjukkan ciri khasnya dengan meluncurkan iklan televisi pertama yang penuh dengan nuansa gaya masa kini serta penuh dengan dinamika sehari-hari perempuan Indonesia. Dengan mengusung misi “Fashion Untuk Kita Semua”, iklan televisi tersebut menyatakan bahwa siapapun bisa tampil gaya dan fashionable kapan dan dimana saja dengan fasilitas, seperti gratis ongkos kirim untuk seluruh Indonesia tanpa minimum pembelian.
Menurut Basu Swasta dan Irawan (2001), faktor-faktor yang memengaruhi minat pembeli berhubungan dengan perasaan dan emosi, bila seseorang merasa senan dan puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat membeli, ketidakpuasan biasanya menghilangkan minat. Minat beli yang ada dalam diri konsumen merupakan fenomena yang sangat penting dalam kegiatan pemasaran, minta membeli merupakan suatu perilaku konsumen yang melandasi suatu keputusan pembelian yang hendak dilakukan.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Periklanan
Pengertian Periklanan menurut para ahli:
a) Periklanan adalah komunikasi non individu-individu, dengan jumlah biaya, melalui berbagai media non laba, serta individu-individu (Basu Swaastha, 1984: 239).
b) Menurut Kotler (2002) menjelaskan periklanan sebagai bentuk penyajian dan promosi tentang ide, barang atau jasa secara non-personal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.
c) Menurut Djaslim Saladin (2002:219) menyatakan bahwa:“Advertising adalah salah satu alat promosi, biasanya digunakan untuk mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat dimana bentuk penyajian iklan ini bersifat non-personal”.
d) Menurut Stanton yang dikutip oleh Bilson Simamora (2003:305) menyatakan bahwa:“Iklan terdiri dari segala kegiatan yang dilibatkan dalam mempersentasikan sesuatu kepada audiens secara nonpersonal, dengan sponsor yang jelas dan biaya suatu pesan tentang produk atau organisasi”.
e) Menurut Fandy Tjiptono (2008:225) menyatakan bahwa:“Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya”.
Dari definisi para ahlidiatas, dapatditarikkesimpulanbahwaadakarakteristikiklan, yaitu:
1. Pesan bersifat verbal, dapat didengar atau pun visual
2. Sponsor dapatdiidentifikasi
3. Diluncurkan melalui satu atau beberapa media
4. Sponsor membayar media yang menampilkan iklan tersebut
2.2. Fungsi Periklanan
Periklanan memiliki beberapa fungsi yaitu :
a) Menciptakan kesadaran. Calon pembeli yang belum mengenal perusahaan atau produkknya akan menolak petugas penjualan bahkan petugas penjualan harus menggunakan berbagai cara untuk menjelaskan perusahaan serta produknya.
b) Menciptakan pengetahuan. Bila hendak menampilkan suatau bentuk produk baru, perkenalan itu bisa dilakukan secara efekif dengan iklan.
c) Pengingat yang efisien. Bila calon pembeli telah mengenal suatu produk, namun belum siap membeli, iklan yang mengingatkan mereka akan produk tersebut lebih ekonomis dari pada kunjungan penjualan.
d) Pembuka jalan. Iklan yang menampilkan kembali kupon-kupon merupakan cara yang efektif sebagai pembuka jalan bagi para wiranaga.
e) Meyakinkan kembali. Iklan bisa megingatkan kembali mengenai cara penggunaan produk dan menganjurkan pada mereka untuk membeli lagi.
2.3. SasaranPeriklanan
1. Para pembelidan para pemakai pada waku sekarang
2. Mereka yang mempunyai kekuasaan memetuskan membeli
3. Mereka yang dapat mempengaruhi orang lain untuk membeli atau memakai 4. Para pedagang
2.4. Pengertian Kreativitas Iklan
Pengertian kreativitas menurut para ahli:
a) Utami Munandar (1995 : 25) kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan suatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.
b) Imam Musbikin (2006 : 6) kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat hubungan yang baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan memformulasikan konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban baru untuk soal-soal yang ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang perlu di jawab.
c) Mangunhardjana (1986 : 11) adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya berguna (useful), lebih enak, lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan, mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik atau banyak.
d) Sternberg (1988), kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis, yaitu intelegensi, gaya kognitif, dan kepribadian/motivasi.
e) Baron (1969) yang menyatakan kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru.
ditandai oleh suksesi, diskontinuitas, diverensiasi, dan integrasi antara setiap tahap perkembangan.
g) Torrance (1988), kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya.
Dari berbagai pengertian yang dikemukakan oleh para ahli untuk menjelaskan makna dari kreativitas penulis mengambil kesimpulan bahwa kreativitas adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru, proses konstuksi ide yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan masalah, serta suatu kegiatan yang bermanfaat.
Kreativitas hampir selalu digunakan dalam periklanan, karena kreativitas dapat membantu periklanan dalam member informasi, membujuk, mengingatkan, dan meningkatkan nilai dan dapat “meledakkan” periklanan.
Iklan berurusan dengan bagaimana konsumen berminat dan memiliki keinginan lebih jauh. Dalam hal ini konsumen harus dirangsang agar mau membaca, mendengar, atau menonton pesan-pesan yang disampaikan. Hal inilah yang membuat kreativitas iklan sangat penting untuk menarik minat konsumen.
2.3. Pengertian Konsumen
a. Menurut Philip Kotler, pengertian konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk di konsumsi pribadi.
b. Menurut Aziz Nasution, konsumenpadaumumnyaadalahsetiap orang yang mendapatkanbarangataujasadigunakanuntuktujuantertentu.
Setiap konsumen berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan pemenuhan yang maksimal. Jumlah dan keanekaragaman barang yang dapat dipenuhi bergantung pada besar pendapatan/penghasilan.Tingkat kemakmuran dan kesejahteraan seseorang atau masyarakat bergantung pada tingkat konsumsi yang digunakan.
Sifat-sifat konsumen, antaralain :
1) Ingin mengetahui keadaan/ciri-ciri barang-barang yang akan dibeli/dikonsumsi.
2) Menginginkan barang yang baik dan berkualitas.
3) Menginginkan barang yang murahharganya.
4) Menginginkan kejujuran dalam bertransaksi/jual beli.
2.4. Keputusan Pembelian
Menurut Kotler (2002), keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk mau membeli atau tidak terhadap produk. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, biasanya konsumen selalu mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudah yang sudah dikenal oleh masyarakat.
Sebelum konsumen memutuskan untuk membeli, biasanya konsumen melalui beberapa tahap terlebih dahulu yaitu:
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat dilakukannya penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ekonomi Universitas Mulawaran Samarinda, Kalimantan Timur.
3.2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilakukan pada :
1. Jumat, 21 Oktober 2016 : Proses pembuatan rancangan penelitian
2. Sabtu, 22 Oktober 2016 : Proses dilakukannya penelitian
3. Minggu, 23 ktober 2016 : Proses pembuatan laporan penelitian
3.3
Bentuk Penelitian
Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang melukiskan dan melaporkan suatu keadaan, objek atau peristiwa secara apa adanya berupa fakta.
Penelitian inferensial adalah penelitian yang mampu menarik kesimpulan umum atas masalah yang diteliti.
3.4. Sumber Data
1. Tempat, yaitu tempat dilaksanakannya aktivitas penelitian.
2. Aktivitas, kegiatan melakukan penelitian
3. Informan, objek tempat memperoleh data
3.5. Teknik Pengumpulan Data
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk menggali data sesuai dengan
permasalahan penelitian.
3.6. Teknik Pengambilan Sampling
Simple random sampling adalah suatu cara pengambilan sample di mana setiap unsur yang membentuk populasi diberi kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sample
BAB IV
PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
4.1. Pembahasan
Periklanan adalah penggunaan media untuk memberitahukan kepada konsumen tentang sesuatu dan mengajak mereka melakukan sesuatu. Dari mata seorang konsumen, iklan merupakan suatu sumber informasi atau hanya suatu bentuk hiburan. Sedangkan pandangan sosial iklan adalah suatu bentuk jasa suatu kelompok masyarakat. Secara umum iklan membantu menjelaskan akan suatu produk, sedangkan bagi perusahaan itu sendiri iklan merupakan suatu alat pemasar yang sangat penting bagi perusahaan.
kreativitas adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru, proses konstuksi ide yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan masalah, serta suatu kegiatan yang bermanfaat. Iklan berurusan dengan bagaimana konsumen berminat dan memiliki keinginan lebih jauh mengenal ataupun adanya keinginan untuk membeli produk tersebut. Dalam hal ini konsumen harus dirangsang agar mau membaca, mendengar, atau menonton pesan-pesan yang disampaikan. Hal inilah yang membuat kreativitas iklan sangat penting untuk menarik minat konsumen.
Iklan Sale Stock telah banyak diketahui di kalangan masayrakat Indonesia. Nmaun, banyak diantara masayrakat yang bersikap netral tentang ketertarikan iklan yang ditampilkan dan iklan sale stock yang lebih banyak muncul dari iklan kompetitornya. Kreativitas yang di ciptakan iklan sale stock banyak menarik minat masyarakat untuk membeli produk tersebut sehingga daya beli masyarakat meningkat. Serta dengan adanya fasilitas gratis ongkir seluruh ke Indonesia yang juga merupakan daya tarik dari iklan sale stock untuk menarik minat pembeli.
4.2. Hasil Penelitian
1.
0 10 20 30 40 50 60
Tidak Setuju Netral
Setuju
Berdasarkan diagram di atas, dapat disimpulkan bahwa responden mengetahui mobile commerce sale stock yang ada di Indonesia dengan jumlah setuju 60 orang, diikuti dengan responden netral sebanyak 43 orang dan jumlah responden yang tidak setuju hanya 17 orang. Jadi, responden mengetahui mobile commerce sale stock yang ada di Indonesia.
2. Secara umum, saya menyukai iklan yang ditampilkan Sale Stock
0 10 20 30 40 50 60 70
Tidak Setuju Netral
Setuju
3.
0 10 20 30 40 50 60 70
Tidak Setuju Netral
Setuju
Ikl an Sale Stock di televisi lebih sering muncul dibandingkan dengan iklan kompetitornya
4.
0 10 20 30 40 50 60
Tidak Setuju Netral
Setuju
Ikl an Sale Stock merupakan iklan televisi pertama yang penuh dengan nuansa gaya masa kini serta menampilkan program pop up store
sebanyak 42 orang dan jumlah responden yang tidak setuju hanya 19 orang. Jadi, responden setuju terhadap iklan sale stock merupakan iklan televisi pertama yang penuh dengan nuansa gaya masa kini serta menampilkan program pop up.
5. Slogan yang ditampilkan Sale Stock berupa "Fashion Untuk Kita Semua” dapat menarik perhatian anda untuk menggunakan produk yang ditawarakan Sale Stock
0 10 20 30 40 50 60 70
Tidak Setuju Netral
Setuju
tidak setuju hanya 17 orang. Jadi, responden setuju terhadap Slogan yang ditampilkan Sale Stock berupa "Fashion Untuk Kita Semua” dapat menarik perhatian masayrakat untuk menggunakan produk yang ditawarakan Sale Stock.
6.
0 10 20 30 40 50 60 70
Tidak Setuju Netral
Setuju
7.
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Tidak Setuju Netral
Setuju
Fa silitas yang ditawarkan Sale Stock seperti gratis ongkir untuk seluruh Indonesia tanpa minimum pembelian melalui iklan televisi dapat menarik perhatian saya
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1Kesimpulan
Hampir seluruh masyarakat Indonesia cendrung mengetahui mobile comemerce Sale Stock Indonesia. Imbangnya permunculan Sale Stock dipertelevisian Indonesia membuat masyarakat dan menyukai dan lebih menikmati iklan Sale stock yang muncul. Disis lain Iklan Sale Stock mempunyai daya tarik yang tinggi, yang mampu membius masyarakat Indonesia dengan nuansa gaya masa kini serta menampilkan program Pop Up Store. Fasilitas yang diberikan Sale Stock ini sangat menarik kalangan masyarakat terbukti dengan pemberian sistem free ongkir untuk pembelian diseluruh Indonesia.
5.2Saran
DAFTAR PUSTAKA
1. Ali Hasan. 2008. Marketing. Media Utama. Yogyakarta.
2. Hendri, Ma’ruf. 2006. Pemasaran Ritel. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
3. Kotler, Philip. 2005. Manajamen Pemasaran, Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.
4. Setiadi, Nugroho J. 2003. Perilaku Konsumen. Kencana. Jakarta.
5. Shimp, Terence A, 2003, Periklaan Promosi Dan Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Jakarta: Erlangga
6. Simamora, Bilson, 2003, Memenangkan Pasar Dengan Pemasaran Efektif Dan Profitabel, Jakarta: PT Gramedia Pusaka Utama
7. http://pengertian-pengertian-info.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-jenis-jenis-dan-tujuan.html