Contoh Kasus PENILAIAN INVESTASI MULTI P

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

CONTOH KASUS PENILAIAN INVESTASI MULTI PROYEK

Triska Dewi Pramitasari triskadewi_ps@ yahoo.com

Sebuah usaha fotocopy “PERDANA” saat ini sedang mempertimbangkan tiga kesempatan

investasi yang bersifat mutually exclusive, yaitu :

1. Proyek A : melakukan pembelian 2 unit mesin fotocopy dengan merk Canon IR 5075

@ Rp. 25.000.000. diharapkan umur ekonomis dari mesin tersebut adalah 10 tahun

2. Proyek B : melakukan perluasan gedung ( toko ) dengan umur ekonomis 20 tahun.

3. Proyek C : melakukan ekspansi ( perluasan usaha ) dengan membuka usaha percetakan

digital, sehingga dibutuhkan pembelian peralatan dan mesin dengan umur ekonomis 5

tahun.

A. INITIAL INVESTMENT ( INVESTASI AWAL )

PROYEK A :

Penggantian mesin fotocopy merk Canon IR 5075 sebanyak 2 unit @ Rp. 25.000.000

dimana memiliki umur ekonomis 10 tahun.

Rincian :

Biaya pemesanan = Rp. 200.000

Harga beli mesin fotocopy (2 unit) = Rp. 50.000.000

Biaya pengangkutan = Rp. 200.000

Biaya asuransi kecelakaan = Rp. 150.000

Biaya instalasi mesin = Rp. 300.000

Biaya uji coba mesin = Rp. 800.000

Biaya lain – lain = Rp. 100.000 +

Jumlah = Rp. 51.750.000

PROYEK B :

Perluasan gedung ( toko ) dimana memiliki umur ekonomis 20 tahun.

Rincian :

Biaya pemesanan = Rp. 500.000

(2)

2 Biaya pengangkutan = Rp. 500.000

Biaya perbaikan sblm gedung

Dipakai ( biaya tukang bangunan) = Rp. 11.250.000

Biaya lain – lain = Rp. 100.000 +

Jumlah = Rp. 58.350.000

PROYEK C :

Melakukan ekspansi ( perluasan usaha ) dengan membuka usaha percetakan digital,

sehingga dibutuhkan pembelian peralatan dan mesin dengan umur ekonomis 5 tahun.

Peralatan dan mesin yang dibutuhkan :

No Nama Banyak Harga @ Jumlah

1 Printer Canon ip 2770 2 Unit Rp 4.500.000,- Rp

9.000.000,-2 Komputer 3 Unit Rp 3.500.000,- Rp

10.500.000,-3 Mesin/komputer Kasir 1 Unit Rp

1.500.000,-4 Mesin Potong 1 Unit Rp

1.000.000,-5 Mesin Binding 1 Unit Rp

900.000,-6 Mesin Laminating 1 Unit Rp

1.100.000,-Total Rp. 24.000.000,-

Rincian :

Biaya pemesanan = Rp. 500.000

Harga beli mesin fotocopy (2 unit) = Rp. 24.000.000

Biaya pengangkutan = Rp. 1.000.000

Biaya asuransi kecelakaan = Rp. 400.000

Biaya instalasi mesin = Rp. 700.000

Biaya uji coba mesin = Rp. 600.000

Biaya lain – lain = Rp. 300.000 +

Jumlah = Rp. 27.500.000

B. CASH FLOW ( PROCEEDS )

PROYEK A :

Pemilik usaha berniat untuk membeli mesin baru untuk menggantikan mesin lama yang

dirasa sudah tidak sesuai lagi / ketinggalan jaman. Terdapat alternatif mesin yang lebih

(3)

3 laku Rp. 2.000.000, dimana masih memiliki umur ekonomis 2 tahun lagi. Sedangkan

mesin yang akan dibeli seharga Rp. 25.000.000 sebanyak 2 unit dan memiliki umur

ekonomis 10 tahun. Dengan mesin baru tersebut penjualan diharapkan akan meningkat

menjadi Rp. 55.000.000/thn kemudian biaya operasi berkurang per tahun sebesar Rp.

35.000.000

Laporan Rugi Laba

Penjualan Rp. 55.000.000

Biaya operasi Rp. 35.000.000 -

Penjualan bersih Rp. 20.000.000

Penyusutan mesin baru Rp. 5.175.000

Penyusutan mesin lama Rp. 1.000.000 -

Jumlah penyusutan Rp. 4.175.000 -

EBIT Rp. 15.825.000

Bunga 19% Rp. 3.006.750 -

Laba bersih sebelum pajak Rp. 12.818.250

Pajak 28% Rp. 3.589.110 -

EAT Rp. 9.229.140

PROCEED = EAT + depresiasi + bunga ( 1 – t )

= 9.229.140 + 4.175.000 + 3.006.750 ( 1 – 28% )

= 13.404.140 + 2.164.860

= 15.569.000

PROYEK B :

Pemilik usaha berniat untuk memperluas gedung ( toko ) agar nantinya karyawan dapat

lebih leluasa dalam melayani semua pelanggan. Dengan bangunan yang semakin luas

tersebut usaha tersebut bisa lebih banyak melayani kebutuhan pelanggan sehingga

nantinya penjualan diharapkan akan meningkat menjadi Rp. 55.000.000/thn kemudian

biaya operasi berkurang per tahun sebesar Rp. 35.000.000

Laporan Rugi Laba

Penjualan Rp. 55.000.000

Biaya operasi Rp. 35.000.000 -

Penjualan bersih Rp. 20.000.000

Penyusutan Rp. 2.917.500 -

(4)

4

Bunga 19% Rp. 3.245.675 -

Laba bersih sebelum pajak Rp. 13.836.825

Pajak 28% Rp. 3.874.311 -

EAT Rp. 9.962.514

PROCEED = EAT + depresiasi + bunga ( 1 – t )

= 9.962.514 + 2.917.500 + 3.245.675 ( 1 – 28% )

= 12.880.014 + 2.336.886

= 15.216.900

PROYEK C :

Pemilik usaha berniat untuk melakukan ekspansi ( perluasan usaha ) dengan membuka

usaha percetakan digital dimana jenis produk yang dihasilkan diantaranya adalah sebagai

berikut :

1. Percetakan opset : Company Profile, Majalah, Brosur, Buku, Kop Surat, Invoice,

Continues Form, Kartu Nama, Hang Tag, Flier, Kalender, Agenda, BTS, Buletin,

Amplop, Annual Report, Dan Macam Cetak Lainnya.

2. Digital Print : Vynil Flexi (Out Door / In Door), Sticker (Frontlite, Backlite, One Way,

Sunblast), Photo Paper, Satin, Backlite Vynil, Duratans,

3. In Door Promotion : Display Product, Stand Pameran, Branding Outlet, X Banner, Roll

Up Banner, Hanging Banner, Sticker Kaca, Dll

4. Out Door Promotion : Bilboard, Neon Box, Abliho, Banner, Spanduk (Vynil, Kain),

Neon Sign, Font Embos, Tower Sign/Pylon, Sign Board, Mobile / Car Branding, Dll.

5. Marchendise : Mug, Dus Kemasan (Dusbox), Paper Bag, Jam Dingding, Payung,

Handuk, Tas, Kaos, Kemeja, dll.

Perhitungan Pendapatan Rata-rata Per Bulan (Pendapatan Terkecil)

NO PROYEK BANYAK HARGA @ JUMALAH

1 Cetak Brosur F4 (2muka) 15 rim 300.000,- 4.500.000,-

2 Cerak Brosur A5 (2muka) 50 rim 250.000,- 3.750.000,-

3 Cetak Kartu Nama (2muka) 60 box 35.000,- 2.100.000,-

4 Cetak Poster A3 10 rim 750.000,- 7.500.000,-

5 Cetak dusbox Snack 3000pcs 1.000,- 3.000.000,-

6 Cetak dusbox Nasi 3000pcs 2.000,- 6.000.000,-

7 Jasa Design 300 pcs 10.000,- 3.000.000,-

8 Sablon Kaos DTG (Warna Terang) 100 pcs 55.000,- 5.500.000,-

9 Sablon Kaos DTG (Warna Gealap) 100 pcs 80.000,- 8.000.000,-

(5)

5 Biaya Operasional

NO NAMA Qtty/Lama Pakai HARGA

1 Gaji Pegawai Bulan Pertama 3 Orang/Bulan Rp 6.000.000,-

2 Kridit Mesi Sablon DTG High

Tech A3+ V.2 1 Unit/Bulan Rp 785.000,-

3 Perawatan Mesin Cetak 1 Unit/Bulan Rp 2.400.000,-

4 Perawatan Ruko 1Uinit/Bulan Rp 250.000,-

5 Paket Tinta Mesin Sablon DTG +

Tinta Cleaning 1 Liter/Bulan Rp 1.400.000,-

6 Kaos Polos (Gelap) 100/Bulan (@29.000) Rp 2.900.000,-

7 Kaos Polos (Terang) 100/Bulan (@27.000) Rp 2.700.000,-

8 Tinta Warna 5 Kaleng Rp 250.000,-

9 Tinta Hitam 5 Kaleng Rp 250.000,-

10 Kertas A4 3 Rim Rp 75.000,-

11 Kertas F4 3 Rim Rp 75.000,-

12 Kertas ArtPaper (79x109) 120grm 1Rim Rp 570.000,-

13 Kertas ArtCarton (79x109) 260

grm 1Rim Rp 1.570.000,-

14 Kertas Duplex (79x109) 301grm 1Rim Rp 810.000,-

15 Ongkos cetak Offset 3Rim Rp. 1.600.000,-

16 Biaya UV Varnish 1000 lembar

A4/1bulan Rp. 200.000,-

17 Biaya Laminating Glossy 1000 lembar

A4/1bulan Rp. 390.000,-

18 Biaya Laminating Doff 1000 lembar

A4/1bulan Rp. 465.000,-

19 Ongkos Finishing (Pond/Cuting) 3 Rim Plano/1bulan Rp 200.000,-

Total Rp 23.890.000,-

Laporan Rugi Laba

Penjualan Rp. 43.850.000

Biaya operasi Rp. 23.890.000 -

(6)

6

Penyusutan Rp. 5.500.000 -

EBIT Rp. 14.460.000

Bunga 19% Rp. 2.747.400 -

Laba bersih sebelum pajak Rp. 11.712.600

Pajak 28% Rp. 3.279.528 -

EAT Rp. 8.433.072

PROCEED = EAT + depresiasi + bunga ( 1 – t )

= 8.433.072 + 5.500.000 + 2.747.400 ( 1 – 28% )

= 13.933.072 + 1.978.128

= 15.911.200

C. BIAYA MODAL (COST OF CAPITAL)  WACC

Investasi tambahan ini dibiayai sepenuhnya dengan utang jangka panjang ( pinjaman bank

) dengan rincian sebagai beikut :

Bank Mandiri  bunga 19,25% dengan porsi pinjaman modal 45%

Bank Jatim (BPD)  bunga 11,91% dengan porsi pinjaman modal 55%

Bunga setelah pajak :

Bank Mandiri  bunga ( 1 – t )

19,25% ( 1 – 28% ) = 0,1386  13,86%

Bank Jatim  bunga ( 1 – t )

11,91% ( 1 – 28% ) = 0,0558  5,85%

Komponen Modal Persentase dari total

Umur ekonomis 2 proyek yang berbeda, dimana :

Proyek A selama 10 tahun

Proyek B selama 20 tahun

(7)

7 Sehingga nantinya harus diasumsikan untuk skala waktu yang membuat sama kedua

investasi tersebut misalnya 20 tahun, jadi proyek A dikali 2, proyek B dikali 1, dan proyek

C dikali 4.

1. Payback Period (PP)

PROYEK A :

Payback Period = initial invesment / proceed

= 51.750.000 / 15.569.000

= 3,3 tahun  3 tahun 4 bulan

PROYEK B :

Payback Period = initial invesment / proceed

= 58.350.000 / 15.216.900

= 3,8 tahun  3 tahun 10 bulan

PROYEK C :

Payback Period = initial invesment / proceed

= 27.500.000 / 15.911.200

= 1,73 tahun  1 tahun 9 bulan

Penyamaan umur ekonomis :

Proyek A  3,3 tahun x 2 = 6,6 tahun

Proyek B  3,8 tahun x 1 = 3,8 tahun  diutamakan

Proyek C  1,73 tahun x 4 = 6,9 tahun

2. Discounted Payback Period (DPP)

Ta

1 15.569.000 14.026.126 37.723.874 15.216.900 13.708.919 44.641.081

2 15.569.000 12.636.150 25.087.724 15.216.900 12.350.377 32.290.704

3 15.569.000 11.383.919 13.703.806 15.216.900 11.126.466 21.164.238

4 15.569.000 10.255.783 3.448.023 15.216.900 10.023.843 11.140.394

5 15.569.000 9.239.444 0 15.216.900 9.030.490 2.109.905

6 15.569.000 8.323.823 0 15.216.900 8.135.576 0

(8)

8

8 15.569.000 6.755.802 0 15.216.900 6.603.016 0

9 15.569.000 6.086.308 0 15.216.900 5.948.663 0

10 15.569.000 5.483.160 0 15.216.900 5.359.156 0

11 15.216.900 4.828.068 0

12 15.216.900 4.349.611 0

13 15.216.900 3.918.569 0

14 15.216.900 3.530.242 0

15 15.216.900 3.180.398 0

16 15.216.900 2.865.224 0

17 15.216.900 2.581.283 0

18 15.216.900 2.325.480 0

19 15.216.900 2.095.027 0

20 15.216.900 1.887.412 0

Tahun

Proyek C

Nilai investasi awal yang belum tertutupi sampai akhir tahun Arus kas bersih Arus kas

terdiskonto

0 0 0 27.500.000

1 15.911.200 14.334.414,41 13.165.586

2 15.911.200 12.913.886,86 251.698,73

3 15.911.200 11.634.132,31 0

4 15.911.200 10.481.200,28 0

5 15.911.200 9.442.522,77 0

Pembayaran kembali yang terdiskonto adalah :

PROYEK A :

DPP = 4 + ( 3.448.023 / 9.239.444 )

= 4 + 0,37

= 4,37 tahun atau 4 tahun 5 bulan

PROYEK B :

DPP = 5 + ( 2.109.905 / 8.135.576 )

= 5 + 0,26

= 5,26 tahun atau 5 tahun 3 bulan

PROYEK C :

DPP = 2 + ( 251.698,73 / 11.634.132,31 )

= 2 + 0,022

(9)

9 Penyamaan umur ekonomis :

Proyek A  4,37 tahun x 2 = 8,74 tahun

Proyek B  5,26 tahun x 1 = 5,26 tahun  diutamakan

Proyek C  2,02 tahun x 4 = 8,08 tahun

3. Net Present Value (NPV)

PROYEK A :

NPV = - initial investment + ∑ proceed / (1+k)t

= - 51.750.000 + 15.569.000 (PVIFA 11%,10 thn)  Tabel A4

= - 51.750.000 + 15.569.000 ( 5,889 )

= - 51.750.000 + 91.685.841

= 39.935.841

PROYEK B :

NPV = - initial investment + ∑ proceed / (1+k)t

= - 58.350.000 + 15.216.900 (PVIFA 11%,20 thn)  Tabel A4

= - 58.350.000 + 15.216.900 ( 7,963 )

= - 58.350.000 + 121.172.174,7

= 62.822.174,7

PROYEK C :

NPV = - initial investment + ∑ proceed / (1+k)t

= - 27.500.000 + 15.911.200 (PVIFA 11%,5 thn)  Tabel A4

= - 27.500.000 + 15.911.200 ( 3,696 )

= - 27.500.000 + 58.807.795,2

= 31.307.795,2

Penyamaan umur ekonomis :

Proyek A  39.935.841 x 2 = 79.871.682

Proyek B  62.822.174,7 x 1 = 62.822.174,7

Proyek C  31.307.795,2 x 4 = 125.231.180,8  diutamakan

4. Profitability Index (PI)

PROYEK A :

PI = PV dari proceed : PV dari outlays

= 91.685.841 : 51.750.000

(10)

10 PROYEK B :

PI = PV dari proceed : PV dari outlays

= 121.172.174,7 : 58.350.000

= 2,08

PROYEK C :

PI = PV dari proceed : PV dari outlays

= 58.807.795,2 : 27.500.000

= 2,14

Penyamaan umur ekonomis :

Proyek A  1,77 x 2 = 3,54

Proyek B  2,08 x 1 = 2,08

Proyek C  2,14 x 4 = 8,56  diutamakan

5. Internal Rate of Return (IRR)

PROYEK A :

NPV = - initial investment + ∑ proceed / (1+IRR)t

= - 51.750.000 + 15.569.000 (PVIFA IRR,10thn)

51.750.000 = 15.569.000 (PVIFA IRR,10thn)

PVIFA IRR,10thn = 51.750.000 / 15.569.000

= 3,324  lihat di tabel A4 pada tahun ke-10

Terletak diantara :

27%  3,364 dan 28%  3,269

Discount rate Discount factor Aliran kas / thn PV aliran kas

27% 3,364 15.569.000 52.374.116

28% 3,269 15.569.000 50.895.061 ( - )

1% 1.479.055

IRR = 27% + 52.374.116 - 51.750.000 x (28% - 27%)

52.374.116 - 50.895.061

= 27% + 624.116 x (1%)

1.479.005

= 27% + 0,42%

(11)

11 PROYEK B :

NPV = - initial investment + ∑ proceed / (1+IRR)t

= - 58.350.000 + 15.216.900 (PVIFA IRR,20thn)

58.350.000 = 15.216.900 (PVIFA IRR,20thn)

PVIFA IRR,20thn = 58.350.000 / 15.216.900

= 3,8346  lihat di tabel A4 pada tahun ke-20

Terletak diantara :

25%  3,954 dan 26%  3,808

Discount rate Discount factor Aliran kas / thn PV aliran kas

25% 3,954 15.216.900 60.167.622,6

26% 3,808 15.216.900 57.945.955,2 ( - )

1% 2.221.667,4

IRR = 25% + 60.167.622,6 - 58.350.000 x (28% - 27%)

60.167.622,6 - 57.945.955,2

= 25% + 1.817.622,6 x (1%)

2.221.667,4

= 25% + 0,82%

= 25,82%

PROYEK C :

NPV = - initial investment + ∑ proceed / (1+IRR)t

= - 27.500.000 + 15.911.200 (PVIFA IRR,5 thn)

27.500.000 = 15.911.200 (PVIFA IRR,5 thn)

PVIFA IRR,5 thn = 27.500.000/ 15.911.200

= 1,728  lihat di tabel A4 pada tahun ke-5

Terletak diantara :

50%  1,737 dan 51%  1,712

Discount rate Discount factor Aliran kas / thn PV aliran kas

50% 1,737 15.911.200 27.637.754,4

51% 1,712 15.911.200 27.239.974,4 ( - )

1% 397.780

IRR = 50% + 27.637.754,4 - 27.500.000 x (51% - 50%)

27.637.754,4 - 27.239.974,4

= 50% + 137.754,4 x (1%)

397.780

= 50% + 0,35%

(12)

12 Penyamaan umur ekonomis :

Proyek A  27,42% x 2 = 54,84%

Proyek B  25,82% x 1 = 25,82%

Proyek C  50,35% x 4 = 201,4%  diutamakan

E. CAPITAL RATIONING

Dalam hal ini perusahaan memiliki masalah dalam memilih kesempatan investasi dimana

perusahaan dihadapkan pada keterbatasan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dana.

Dimisalkan perusahaan hanya memiliki dana sebesar Rp. 100.000.000,- investasi mana

saja yang sebaiknya dilakukan ?

JAWABAN :

Untuk memilih proyek mana saja yang harus dilaksanakan dengan dana diatas terdapat 2

pilihan yaitu

 Kombinasi proyek A dan C

 Kombinasi proyek B dan C

A. Menggunakan metode rata-rata profitability indeks

PI Proyek A  3,54

PI Proyek B  2,08

PI Proyek C  8,56

Investasi proyek A dan C memiliki rata-rata tertimbang PI :

= 51.750.000 / 79.250.000 (3,54) + 27.500.000 / 79.250.000 (8,56)

= 2,31 + 2,97

= 5,28

Investasi proyek B dan C memiliki rata-rata tertimbang PI :

= 58.350.000 / 85.850.000 (2,08) + 27.500.000 / 85.850.000 (8,56)

= 1,41 + 0,32

= 1,73

Jadi kombinasi proyek yang dapat dilakukan adalah kombinasi proyek yang memiliki

nilai rata-rata tertimbang PI terbesar, yaitu kombinasi proyek A dan C.

B. Menggunakan metode NPV

NPV Proyek A  79.871.682

NPV Proyek B  62.822.174,7

NPV Proyek C  125.231.180,8

(13)

13 = NPV (A) + NPV (C)

= 79.871.682 + 125.231.180,8

= 205.102.862,8

Investasi proyek B dan C :

= NPV (B) + NPV (C)

= 62.822.174,7 + 125.231.180,8

= 188.053.355,5

Jadi kombinasi proyek yang dapat dilakukan adalah kombinasi proyek yang memiliki

nilai NPV terbesar, yaitu kombinasi proyek A dan C.

KESIMPULAN :

Berdasarkan hasil penilaian investasi dengan menggunakan beberapa metode maka dapat

ditarik 2 kesimpulan, yaitu sebagai berikut :

1. Jika pemilik usaha fotocopy lebih mempertimbangkan jangka waktu pengembalian

yang lebih cepat ( balik modal lebih cepat ) maka pemilik usaha dapat menerima usulan

investasi di proyek B, karena berdasarkan hasil penilaian investasi menggunakan

metode payback period dan discounted payback period, proyek B memiliki jangka

waktu pengembalian paling cepat.

2. Sedangkan jika pemilik usaha fotocopy tidak mempertimbangkan jangka waktu

pengembalian maka pemilik usaha dapat menerima usulan investasi di proyek C,

karena berdasarkan hasil penilaian investasi menggunakan metode NPV, PI maupun

IRR, proyek C menghasilkan nilai yang lebih besar.

a. NPV proyek C = 125.231.180,8  NPV +

b. PI proyek C = 8,56  PI > 1

c. IRR proyek C = 201,4%  IRR > ARR (11%)

3. Jika perusahaan memiliki keterbatasan dana untuk membiayai kesempatan investasi,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...