• Tidak ada hasil yang ditemukan

MASIH RELEVANKAH PERJANJIAN LAMA DI ERA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MASIH RELEVANKAH PERJANJIAN LAMA DI ERA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MASIH RELEVANKAH PERJANJIAN LAMA DI ERA PERJANJIAN BARU

BAB IV

PENYELAMATAN DAN KITAB-KITAB PERJANJIAN

METODE PENYELAMATAN SESUAI DENGAN ALKITAB SUATU ALASAN BAGI KESINAMBUNGAN

METODE KESELAMATAN MENURUT ALKITAB SUATU ALASAN BAGI KESINAMBUNGAN

Saya lebih suka menganggap Teologi Calvinis sebagai teologi kerajaan karena kerajaan Allah merupakan konsepsi dasar dalam Alkitab yang paling menyeluruh dan paling meliputi semua.

Komentar : memang jika dilihat dari sudut pandang Calvinis, mereka menganggap bahwa segala sesuatu itu berasal dari Allah atau kerajaan-Nya, segala sesuatu dalam Alkitab pasti berkaitan erat dengan hal kerajaan surga oleh karena kemahatahuan Allah dan penetapan-Nya terhadap dunia ini. Dan maksud dari kerajaan ini saya pikir adalah karena konsep kerajaan ini yang berarti semua otoritas ada dalam kerajaan dan itu tidak bisa dibantah atau diganggu gugat keputusan dari Raja tersebut, dimana Raja itu adalah Allah sendiri.

Daripada mengacu kepada metode penyelamatan, saya lebih suka berbicara mengenai cara penyelamatan menurut Alkitab. Sebuah konkordansi

menunjukkan bahwa Alkitab seringkali mengacu kepada jalan. Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai jalan dan Paulus menganiaya orang-orang Kristen mula-mula yang mengikuti jalan Tuhan.

(2)

kata jalan diungkapkan terlihat lebih halus atau Alkitabiah pengertiannya yaitu ada suatu hal yang akan dilalui tanpa ada hal-hal yang rumit layaknya metode. Ada sebuah tafsiran yang mengatakan bahwa jalan merupakan suatu jalur gaya hidup (lih. Ul 5:32-33; 31:29; Maz 27:11; Yes 35:8).1

Saya juga mengakui adanya unsur-unsur ketidaksinambungan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Komentar: saya juga berpendapat seperti itu. Ada unsur-unsur

ketidaksinambungan dalam Alkitab dalam masalah perjanjian dan penggenapan. Dalam diktat Teologi Biblika juga mendukung pendapat ini dengan mengatakan bahwa memang terdapat bagian-bagian Perjanjian Lama yang berkesinambungan dengan berita di dalam Perjanjian Baru, tetapi juga terdapat bagian yang tidak ada hubungannya sama sekali. Namun keduanya tetap satu kesatuan teologis, karena berpusat pada pribadi Yesus Kristus.2

Baik Ryrie maupun Feinberg menyangkal keras bahwa Dispensasionalisme mengakui banyak jalan keselamatan.

Komentar : Para non-Dispensasionalis mengajukan tuduhan kepada

Dispensasionalisme bahwa Dispensasionalisme, mengajarkan beberapa cara keselamatan. Mereka menuduh Dispensasionalisme mengajarkan bahwa manusia diselamatkan oleh karena usaha sendiri atau pekerjaan sendiri di beberapa

dispensasi dan mengajarkan keselamatan melalui anugerah di dispensasi yang lain. Tuduhan ini harus ditanggapi secara serius oleh para Dispensasionalis. John Wick Bowman, pada tahun 1956 mengatakan bahwa “Jika seseorang diselamatkan di beberapa dispensasi selain di disepensasi janji dan anugerah maka ia

diselamatkan melalui pekerjaan atau usaha sendiri dan bukan oleh iman.” Dan pada tahun 1966, Clarence B. Bass berkata, “Presuposisi perbedaan antara hukum Taurat dan anugerah, antara Israel dan gereja, perbedaan approach Allah kepada manusia, perbedaan dispensasi membawa kepada kesimpulan yang logis bahwa keselamatan dihasilkan melalui beberapa cara atau bentuk keselamatan, bahwa

(3)

manusia tidak diselamatkan melalui cara yang sama dalam segala masa.” Adalah hal yang sangat mengherankan jika teolog-teolog Reformed ini menuduh

Dispensasionalis memiliki pengajaran cara keselamatan lebih dari satu yang semuanya itu hanya didasarkan pada kesalahpahaman mereka terhadap konsep Dispensasionalisme. Pada hal justru di kubu merekalah yang mengajarkan bahwa keselamatan dicapai bukan hanya melalui iman tetapi juga melalui hukum Taurat. Dua teolog Reformed yang terkenal menunjukkan fakta ini. Oswal T. Allis

berkata, “Hukum Taurat adalah deklarasikan kehendak Allah bagi keselamatan manusia.” Dan Louis Berkhof juga berkata, “Anugerah menawarkan jalan keluar dari hukum Taurat hanya sebagai kondisi keselamatan... dari hukum Taurat,... baik berarti menghasilkan hidup kekal dan sebagai kuasa penghukuman adalah

kebebasan yang ditetapkan dalam Kristus.” Tuduhan-tuduhan para teolog

Reformed bahwa Dispensasionalisme percaya beberapa cara keselamatan adalah tidak benar. Allah memiliki perbedaan jalan terhadap manusia di tiap-tiap

dispensasi, namun Dispensasionalis tetap percaya bahwa hanya ada satu cara keselamatan melalui iman yang diterapkan dalam tiap-tiap dispensasi. Keselamatan melalui iman bukan hanya berlaku pada dispensasi janji atau

anugerah/gereja lokal saja, tetapi pada semua dispensasi. Dispensasionalis percaya bahwa Israel maupun gereja lokal diselamatkan hanya melalui iman di dalam Kristus saja. Sejak hukum Taurat diberikan untuk menyataan kesalahan dan menuntun kepada Kristus (Gal. 3) tidaklah benar jika Israel diselamatkan oleh hukum Taurat. Israel diselamatkan melalui iman akan janji Kristus yang akan datang menanggung dosa yang ditunjukkan oleh hukum Taurat. L. S. Chafer sendiri yang dituduh Covenantalis bahwa ia mengajarkan dua cara keselamatan berkata, “Hukum Taurat tidak pernah diberikan dengan maksud untuk

keselamatan atau pembenaran.” Scofield dalam The Scofield Reference Bible juga berkata, “Hukum Taurat juga tidak membenarkan orang berdosa atau juga tidak menyucikan orang berdosa bahwa hukum Taurat tidak dimaksudkan untuk

(4)

Dispensationalis tests served to show man’s utter helplessness in order to bring to faith, that he might be served by grace through faith plus nothing.” Sebenarnya kesalahpahaman anti-Dispensasionalis dikarenakan Dispensasionalis

membedakan antara Israel dan gereja, hukum Taurat dan kasih karunia, sementara mereka percaya bahwa hukum Taurat adalah salah satu cara keselamatan dan Israel diselamatkan oleh hukum Taurat. Dispensasionalis percaya bahwa hukum Taurat diberikan untuk menunjukkan kesalahan dan jikalau manusia disadarkan oleh hukum Taurat bahwa ia adalah seorang berdosa, maka hukum Taurat akan menuntun mereka kepada kesimpulan dalam hati mereka tentang kebutuhan mereka akan kasih karunia melalui iman di dalam Kristus (Gal. 3:23-24). Jauh sebelum hukum Taurat diberikan, Israel diselamatkan oleh janji kasih karunia di dalam Kristus dan hukum Taurat tidak dapat membatalkan janji ini sebagai cara keselamatan (Gal. 3:16-17). Namun demikian Israel akhirnya justru berpikir dapat diselamatkan melalui hukum Taurat.3

Alkitab mulai dengan penciptaan Allah atas langit dan bumi. Seluruh penciptaan, termasuk Adam dan Hawa, sempurna tanpa dosa. Tentu saja segala sesuatu yang diciptakan merupakan makhluk hidup dan

terus-menerus bergantung pada Penciptanya untuk dapat hidup dan melanjutkan eksistensinya. Dalam keadaan sempurna ini, kata-kata seperti keselamatan, kasih karunia dan penghiburan tidaklah relevan... kondisi asli Adam dan Hawa dapat digambarkan sebagai tidak bersalah atau bebas dari kesalahan atau dosa karena tidak mengenal kejahatan.

Komentar : pendapat di atas merupakan pandangan dari Dispensasionalisme, karena mereka murni menganggap bahwa manusia diberi kehendak bebas namun memiliki tanggung jawab moral. Hukum Allah tertulis di dalam hati mereka dan mereka diharapkan untuk mengasihi Allah dari hati mereka dengan cara mematuhi Dia. Allah memberikan perintah agar mereka tidak memakan buah dari pohon kehidupan dan pohon pengetahuan yang baik dan jahat merupakan sebuah perintah yang menguji. Pohon kehidupan menunjuk kepada sasaran berupa

(5)

peneguhan dalam hidup yaitu menuju kepada hidup yang kekal melalui

kepatuhan, sedangkan ketidakpatuhan dengan memakan buah terlarang membawa kematian. Allah menghadapkan Adam dengan pilihan taat dan hidup atau tidak taat dan mati. Allah ingin agar dia menunjukkan kasih yang disertai kepatuhan, suatu kepatuhan yang penuh kasih. Namun berbeda dengan doktrin calvinis atau bisa saya sebut perkembangan calvinis yaitu reformn yang menganggap bahwa Allah memang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya termasuk manusia dalam keadaan yang sempurna. Namun dibalik penciptaan tesebut ada perencanaan Ilahi yang sudah dirancang sedemikian rupa mengenai tatanan kehidupan dari penciptaan sampai pada akhir zaman. Rancangan ini tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun bahkan oleh Allah sendiri tidak dapat karena kekonsistenan Allah dalam perbuatan-Nya. Jadi kata-kata kata-kata seperti keselamatan, kasih karunia dan penghiburan tidaklah relevan itu dalam doktrin ini sangatlah relevan karena itu sudah ada dalam rancangan Allah yang sangat sempurna. Terutama mengenai masalah kejatuhan manusia di dalam dosa, bahwa Allah telah merancangnya juga sedemikian rupa. Itu bisa terlihat dalam pengajaran reform mengenai Supralapsarianisme dan Infralapsarianisme. Ini adalah paham mengenai urutan perencanaan Allah sebelum dunia dijadikan. Ini merupakan ketetapan Allah yang memang bukan berdasarkan urutan waktu, kejatuhan manusia dalam dosa merupakan ketetapan Allah, adanya manusia yang ditetapkan untuk selamat dan juga ditetapkan untuk binasa, namun kelemahannya ialah paham ini tidak bisa memberikan jalan keluar terhadap adanya dosa asal dalam hubungan dengan ketetapan Allah dan tanggung jawab pendosa.4 Jadi

kejatuhan manusia dalam dosa merupakan rancangan Allah, perintah Allah kepada manusia itu bukan sebuah ujian untuk ketaatan manusia, namun bisa saya katakan merupakan sebuah naskah drama Allah bagi manusia untuk mencapai tujuan-Nya yaitu kejatuhan manusia dalam dosa hingga bisa tercapai rencana penebusan bagi manusia. Jika memang dibandingkan antara dua pendapat doktrin di atas, saya lebih paham dan setuju akan doktrin dispensasionalisme bahwa Allah bukan merancang kejatuhan manusia dalam dosa melainkan Allah memberikan suatu

(6)

ujian agar manusia dapat taat dan mengasihi Allah dengan murni, namun manusia lebih memilih untuk tidak taat sehingga akhirnya terjerembab dalam dosa dan akhirnya harus menanggung hukuman dosa yaitu mati.

Ada pertanyaan “dapatkah mereka (Adam dan Hawa) memahami janji awal itu sebagai petunjuk yang jelas mengenai Yesus dari Nazaret? Sudah jelas tidak.

Komentar : saya setuju akan hal ini bahwa mereka tidak mungkin memahami mengenai Yesus Kristus dari Nazaret walaupn pengetahuan kita akan zaman dahulu itu lebih sedikit atau sangat sulit untuk memahami mereka. Namun konsep pengurbanan akan binatang atau darah harus tercurah untuk penebusan manusia berdosa, saya pikir mereka memahami dan menyadari hal itu dengan baik. Terbukti bahwa dari Adam dan Hawa mereka mendapat pengampunan ketika Allah memberikan pakaian dari binatang yang berarti harus ada pengurbanan hewan,5 kemudian dilanjutkan oleh Habel yang juga persembahan diterima karena

adanya darah yang tercurah dan juga karena kerelaan dari Habel,6 kemudian

dilanjutkan lagi oleh Nuh dengan mempersembahkan kurban kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur atas penyelamatan-Nya dan permohonan ampun akan dosa mereka terhadap Allah. Memang disinilah baru konsep tentang kurban di atas mezbah baru jelas.7 Lalu dilanjutkan oleh para Patriakh seperti Abraham yang

ingin mengurbankan anaknya Ishak karena perintah Allah namun Allah sendiri yang mencegahnya karena telah melihat bentuk ketaatan Abraham kepada Allah dan kasihnya kepada Allah melebihi dari keluarganya. Jadi konsep mengenai Yesus belum mereka pahami, yang dipahami adalah mengenai konsep pengurbanan dan darah tercurah sebagai bentuk penebusan dosa manusia.

Pendapat Hodge bahwa karya Kristus adalah landasan penebusan segala zaman, itu tidak masalah (Feinberg setuju akan hal itu dan saya juga menyetujuinya), namun ketika Hodge berpendapat bahwa Yesus Kristus

5 F.L Bakker, Sejarah Kerajaan Allah (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1990), 36 6 Ibid, 42

(7)

telah dinyatakan secara harafiah kepada manusia sejak semula (Feinberg mempertanyakannya)

Komentar: saya setuju dengan pendapat Hodge mengenai penebusan segala zaman oleh Yesus adalah kekal. Penyataan Yesus kepada manusia memang tidak secara harafiah dinyatakan kepada manusia namun masih berbentuk simbol yaitu

mengenai Mesias sang penebus yang pasti akan menebus umat manusia walaupun itu berujung pada konsep mengenai Yesus. Allah telah sejak awal merencanakan penebusan dalam konsep IlahiNya namun dalam konsep itu ada 3 aspek dalam perencanaan itu yaitu ada ujian, kegagalan dan penghukuman. Dalam setiap dispensasi, Allah telah menguji manusia, manusia jatuh dan ada penghukuman.8

Jadi ada seperti penyataan bertahap yang dilakukan oleh Allah karena pada awalnya dalam Kejadian 3:15 tidak memperkenalkan sang penebus dengan nama, tetapi disitu diceritakan kepada kita tentang jalan keselamatan dan Injil disajikan secara singkat. Ciri Kasih karunia Allah di dalamnya menonjol; Allah sendiri yang berjanji untuk campur tangan dengan tegas guna menghancurkan cengkeraman si iblis atas Adam dan Hawa. Allah menetapkan antitesisnya melalui kasih karunia; Ia membuat perseteruan antara si ular dan perempuan itu, antara keturunan si ular dan keturunan perempuan itu. Sekarang kita mengetahui bahwa keturunan ini adalah Yesus Kristus. Yang dapat diketahui oleh Adam dan Hawa pada waktu itu ialah mereka keluar dari taman Firdaus hanyalah permulaan jalan setapak dari pernyataan tersebut, tetapi jalan setapak itu membawa kepada kemenangan kalvari atas si iblis. Kejadian 3:15 adalah pemberitahuan pertama tentang jalan

keselamatan yang penuh kasih karunia, jalan yang membawa kepada Dia yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh. 14:6)

Karena kejatuhan manusia pertama, hukuman dosa ialah maut dan kejatuhan Adam berdampak atas kita semua.

Komentar: dimulai dari pengertian dosa dahulu Dosa pada dasarnya bukanlah suatu yang bersifat pasif, seperti: kelemahan, kesalahan atau ketidaksempurnaan. Tetapi dosa merupakan suatu permusuhan yang aktif terhadap Tuhan dan secara

(8)

aktif melanggar hukum atau perintah Tuhan (1Yoh. 3:4), sehingga menyebabkan kesalahan, kelemahan. Dosa ini diakibatkan dari manusia sendiri dengan

kebebasannya menolak untuk tunduk kepada Allah yang berotoritas dan menolak untuk mengikuti petunjuk atau perintah-Nya. Dengan kebebasan sendiri, manusia memilih petunjuk Iblis, sehingga manusia tidak setia kepada Tuhan, menyimpang dari jalan dan sasaran yang benar, melanggar hukum dan perjanjian dengan Allah. Pengertian ini dapat kita lihat dari Adam dan Hawa yang dengan kebebasannya secara aktif memilih untuk mengikuti apa yang mereka mau dan cocok dengan pendapat iblis, melawan Tuhan yang berotoritas yang seharusnya mereka percayai dan sandari sepenuhnya (Kej. 2-3). Kemudian ada istilah dosa warisan. Inilah yang disebut sebagai dosa warisan, yaitu keberadaan berdosa dari semua orang yang dibawa sejak lahir, yang telah dibawa sejak dari kejatuhan manusia dalam dosa yaitu Adam dan Hawa. Alkitab secara jelas mengatakan hal tersebut dalam Mazmur 51:7 dijelaskan bahwa dosa merupakan sesuatu yang kita miliki sejak dalam kandungan, tidak saja sebagai perbuatan yang kita lakukan semasa hidup.9

Dalam teologi Calvinis ini merupakan salah satu dari butir doktrin ini yang sangat terkenal yaitu TULIP (Total Depravity) kerusakan manusia secara total. Yang berarti bahwa orang itu telah rusak secara total dan tidak dapat melakukan atau menghasilkan yang baik menurut pandangan Allah atau manusia, bahwa orang tidak memiliki hati nurani yang bisa memberikan penilaian yang baik dan buruk dan dalam setiap orang pasti akan terlibat dalam berbagai bentuk dosa.10 Hukuman

secara khusus akibat dosa warisan ialah kematian rohani, kematian selalu

menyatakan tentang pemisahan dari sesuatu, begitu pula tentang kematian rohani mempunyai arti pemisahan dari kehidupan Allah dalam kehidupan sekarang ini. Jika keadaan ini tidak berubah dalam diri manusia sepanjang hidupnya, maka kematiankekal atau kematian yang kedua kali akan menyertainya (Why 20:11-15). Penyebaran dosa warisan yaitu melalui proses kelahiran manusia di dunia ini yang dilahirkan dari kedua orang tua.

(9)

Kedatangan Yesus dihubungkan dengan jelas dengan perjanjian dengan Daud dan perjanjian dengan Abraham.

Komentar : saya akan menguraikan mengenai kedatangan Yesus atau Janji akan sang Mesias yang digenapi dalam Yesus melalui Adam, Abraham, Yehuda dan Daud.

Penyelenggaraan Penebusan oleh Allah

Penyelenggaraan penebusan dari Allah ini dilakukan oleh Allah akibat dari kejatuhan manusia pertama kali yaitu Adam. Dimana Adam telah memilih untuk mengikuti bujukan dari iblis. Dimana Adam memakan buah pengetahuan dari tulang rusuknya yaitu istrinya (kej 2:6), sebagaimana diceritakan Adam jatuh saat memakan buah pengetahuan itu. Dari kejatuhan Adam inilah awal penyelenggaran penebusan yang dilakukan oleh Allah, dimana saat manusia tidak mampu

menyelesaikan perdamaian dengan Allah.11

Penyelenggaraan ini dilakukan dikarenakan akibat dosa manusia menjadi malu. Di dalam (Kej. 3:21), menjelaskan bagaimana Allah secara langsung berinisiatif mengkorbankan binatang untuk menyelesaikan dosa, dan dikatakan bahwa Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia. (Imamat 17:11 karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.) Dimana perintah penyelesaian dosa dilakukan oleh bapak-bapak leluhur untuk menantikan janji sang penyelamat.12

Sang penyelamat sendiri telah dinubuatkan dalam kitab Kejadian saat kejatuhan manusia. Dikaitkan demikian bahwa janji keturunan (Kej 3:15 “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara

keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.") bahwa Allah telah menjanjikan tentang

(10)

keturunan manusia yang akan mengalahkan iblis. Hal inilah yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel.

Bagaimana penyelenggaran yang dilakukan oleh Allah YHWH, sebagai bentuk predestinasi-Nya dimana kita bisa melihat penyelenggaran didalam bahasa yunani menggunakan kata menata (oikonomia), menata kembali penebusan itu yang sebagaimana telah saya utarakan, bahwa jelas penyelamatan itu hanyalah penetapan Allah kepada manusia. Di dalam (Ef. 1:4-5, 3:11), menjelaskan kepada kita penyelenggaran atau penataan kembali dilakukan oleh Allah kepada manusia melalui Mesias yang dijanjikan.

Tujuan dari penyelengaraan yang Allah lakukan adalah untuk membawa manusia dari lubang dosa kepada kontrol dan rencana Allah semua, yaitu serupa dan segambar dengan Allah. Dalam hal menanti penyelenggaran penyelamatan yang dilakukan oleh Allah, maka manusia terus menantikan itu. Di dalam kenyataannya manusia semakin jahat dengan segala tindakannya. Di dalam kejatuhan manusia pertama, manusia menjadi rusak secara total. Pengorbanan-pengorbanan dalam penyelesaian dosa terus dilakukan tetapi tidak dapat menutup keberdosaan dan kerusakan total manusia. Sehingga Allah memilih Abram dari lingkup kerusakan manusia.

Abraham dasar Terang Keturunaan

Kehidupan Abram dikisahkan dalam Kejadian 11:31 lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu Anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana. Abram adalah anak dari Terah. Mereka berasal dari tanah ur-kasdim. Dimana daerah ini adalah daerah penyembah baal, Abram sendiri adalah keluarga yang menyembah baal dimana Abram menjadi orang pertama yang tampil dalam sejarah penebusan.13

(11)

Hal ini juga menjelaskan tentang pembenahan penyelamatan, disini terlihat inisiatif Allah sendiri kepada umat pilihan-Nya. Abram menjadi dasar terang keturunan dari penyelenggaran penyelamatan yang dilakukan Allah dalam konteks perjanjian lama. Dimana Allah memanggil Abram, dan memerintahkan Abram (Kej. 12:1 “berfirmanlah Tuhan kepada Abram: "pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu”; 12:2 “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat”; 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Pada ayat ini banyak para ahli teologia mengatakan dasar rencana Allah kepada umatnya dan inilah ayat misi yang pertama kepada pribadi untuk

mengenapi rencana Allah. Hal ini juga jelas membuktikan bahwa, rencana Allah mengarah kepada titik fokus pilihan-Nya kepada pribadi. Abram adalah garis keturunan pertama dari runtutnya silsilah yang akan dikembangkan dalam garis besar penyelamatan berdasarkan silsilah Israel. Tokoh Abram adalah tokoh sentral dari semua silsilah israel.14

Perintah Allah kepada Abram untuk pergi dari Haran ke tanah perjanjian untuk menjadikan bangsa yang besar. Menjadi bagian yang sangat penting, dimana Allah memisahkan satu pribadi untuk menjadi contoh bagi bangsa-bangsa atas rencana Allah. Dimana satu pribadi ini dipisahkan dari kelompok manusia yang rusak total untuk menjadi manusia pilihan-Nya yang kudus. Pemisahan yang dilakukan Allah kepada Abram dari komunitasnya menandakan bahwa Allah berkehendak memakai keturunan Abram untuk menjadi terang yang sempurna untuk bangsa-bangsa yang belum menggenal Allah. Dimana di dalam janji memberikan bukti bahwa akan menjadi bangsa yang besar dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, Kristus akan menjadi keturunannya.15 Inilah tujuan Allah

untuk Abram dan keturunannya.

14 Ibid, 203

(12)

Yehuda Garis sang Mesias

Dari kehidupan Abram janji pembenahan tentang penebusan tidak berakhir dengan diteguhkan janji itu kepada keturunan Abraham. Janji kejayaan kerajaan yang tidak pernah berakhir itu ditekankan kepada keturunan Yehuda sebagai penerima janji sebelum Israel atau Yakub mati. Yakub memberkati Yehuda dengan berkata (Kej. 49:8 “Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu,

tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu”; 49:9 Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani

membangunkannya?”; 49:10 tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.” Inilah bentuk janji Allah tentang Mesias yang berhak memerintah bangsa Israel kepada kejayaan yang sebenarnya.16

Yehuda adalah garis keturunan dari janji kedatangan sang mesias yang akan memberikan pembenahan keselamatan. Dimana manusia telah jatuh dalam dosa. Pemilihan Yehuda bukan didasarkan dari kebaikan Yehuda, tetapi disini kita bisa melihat dimana pemilihan Allah terletak dari otoritas Allah yang maha tinggi kepada objek pilihan-Nya. Pemilihan Allah tidak di dasarkan atas alasan-alasan tertentu. Dimana hal ini juga ditekankan oleh teologia Reformed dimana semua yang ada di dunia ini atas dasar kontrol dan ketetapan Allah. Hal ini dimaksudkan bahwa semua berdasarkan kehendak Allah kepada manusia.17

Yehuda sebagai salah satu dari dua belas keturunan yang dipakai Allah untuk menjadi sejarah silsilah tentang janji Mesias. Garis sang Mesias ini mengarah kepada keturunannya atas tampuk kekuasan yang menjadi gambaran atas pribadi sang Mesias Anak Allah itu sendiri. Kepemimpinan itu terlihat dalam diri Daud. Dimana Daud adalah sosok yang fenomenal dalam eskatologi sang Mesias, hal inilah yang menjadi sejarah penting bagi pembenahan penyelamatan

16 F.L. Bakker, Sejarah Kerajaan Allah..., 230

(13)

yang dilakukan Allah dengan memakai Yehuda sebagai penerima janji keturunan sang Mesias.

Daud Sebagai Gambaran Mesias

Daud merupakan raja yang terkenal dalam masa pemerintahannya. Banyak negara tahkluk dan tunduk selama masa pemerintahan Daud. Daud menjadi penyelamat bagi bangsa Israel pada masa itu. Sehingga orang yahudi menyatakan kebanggaan kepada daud. Daud dipandang sebagai raja yang diidam-idamkan oleh orang Yahudi dan dalam gambaran itulah mereka menanti-nantikan

datangnya Mesias yang akan melepaskan umat-Nya.18 Hubungan antara Mesias

dan Daud, dapat kita pahami mengenai kesamaannya dan mengenai janji

keturunan oleh Allah kepada Daud anaknya akan menjadi raja damai, Mesias sang Juruslamat.19. Mesias diyakini oleh orang Israel yang akan membebaskan mereka

dari segala perbudakan dan akan menjadi raja yang memerintah atas mereka. Pemerintahan yang akan dipimpin oleh Mesias digambarkan seperti halnya pemerintahan yang dipimpin oleh Daud. Oleh sebab itulah Daud dapat dikatakan sebagai gambaran keselamatan yang akan dilakukan oleh Mesias. Karena setelah bangsa Israel dipimpin oleh Rehabeam setelah Daud banyak perpecahan, hingga sampai kepada penjajahan Romawi. Bangsa Israel sangat merindukan pembebasan dari Mesias. Mesias diyakini akan mampu membebaskan mereka seperti halnya Daud dalam masa pemerintahannya dapat menaklukkan banyak daerah dan tunduk kepada pemerintahannya.

Yesus sebagai sejarah penebusan umat manusia

Pada puncak penyelesaian dari sebuah silsilah penebusan adalah Yesus Kristus sendiri sebagai penggenap janji keturunan yang menyelesaikan dosa manusia. Dari keturunan Daud dan dari nenek moyang Abraham. (Mat 1:1 “inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.” Ungkapan ini mempertegas tentang janji pengenapan silsilah yang diungkapkan dari keberdosaan Adam dan pemisahan Abram, dari komunitas manusia yang telah berdosa, dan tak mampu untuk mencapai kehidupan yang terang berdasarkan perintah Allah.

18 J.D. Douglas, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2005), 241.

(14)

Yesus di dalam garis kelahiran ditekankan akan keturunan yang ditekankan garis berdasarkan Abraham dan Daud, Yesus juga sebagai Mesias tentang janji pelepas dimana hal ini terlihat dari perkataan-perkataan kaum-kaum marjinal yang mengalami penderitaan, dimana Yesus menjadi tumpuan utama untuk memberikan kemerdekaan atau melepaskan dari masalah mereka.20 (Mat

9:27) ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "kasihanilah kami, hai anak Daud." (mat 15:22) maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "kasihanilah aku, ya Tuhan, anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Ungkapan-ungkapan dari kaum marjinal bukan hanya sebagai permohonan untuk dapat sembuh, tetapi jauh dari itu, ungkapan ini memiliki makna histori silsilah, tentang Mesias yang mampu memberikan kebebasan bagi umat pilihan Allah.

Pengenapan sang Mesias sebagai pembenahan keselahan manusia pertama, dan berdirinya tongkat kejayaan dari keturunan Yehuda, ini juga ditanggapi dengan penyambutan Yesus saat masuk di Yerusalem (Mat 21:9 “dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "hosana bagi anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"), janji ini dimengerti oleh orang-orang Israel mampu memberikan kemerdekaan atas jajahan yang di alami oleh umat pilihan Allah. Dimana bangsa Israel mengharapkan bahwa Yesus yang berada dalam garis silsilah Daud menjadi jawaban atas penderitan mereka bahwa Ia mampu melepaskan mereka dari tekanan dan jajahan Romawi. Dimana hal ini juga dimana ini menjadi janji Yakub nenek moyang mereka tentang tongkat kerajaan yang tidak akan runtuh dari Yehuda.

Garis puncak akhir silsilah dari Yesus anak Daud bukan hanya

penyembuhan, dan kemerdekaan melalui politik, tetapi yang menjadi tujuan utama adalah memberikan kebebasan, kemerdekaan kepada umat pilihan allah atas kerusakan manusia secara total dan memperdamaikan antara Allah dan manusia,21

hal inilah yang menjadi puncak utama dari silsilah Yesus anak Daud yang

(15)

dijanjikan itu. Jangkauan penebusan adalah penebusan manusia seutuhnya dan pemulihan alam semesta. Dimana manusia dan alam telah mengalami kerusakan dari kejatuhan Adam.

Sebagai akibat dari dosa satu orang, Adam, maka murka dan kutukan yang dilakukan Allah kepada manusia atas ketidaktaatan manusia kepada Allah. (Rom. 5:12, 15, 17, 20) sehingga penebusan itu meliputi seluruh aspek hidup manusia. Cara pembenahan dan penebusan yang dilakukan oleh Allah melalui janji silsilah dari Adam  Abram  Yehuda  Daud  Yesus Kristus, dimana kematian sang mesias adalah gambaran murka Allah kepada manusia, sebagai pengganti dan penyelamatan atas dosa manusia. (Yoh. 1:29, 1 Kor. 5:7, Why 5:6) dan darah kematian sang Mesias memberikan penyelamatan yang sempurna. Itulah menjadi puncak tertinggi sejarah penebusan yang telah digenapi di atas kayu salib.22

Kematian Yesus Kristus telah ditentukan di atas kayu salib dalam

penyelenggaran penebusan yang Allah lakukan. Di dalam karya kematian Yesus sebagai Mesias dari garis keturunan yang telah dijanjikan dari Daud, memberikan satu penebusan yang efektif karena penebusan Yesus satu kali untuk selama-lamaya melalui kayu salib dan pengaruh penebusan belaku untuk selama-lamanya. Inilah inti dari silsilah Yesus Kristus.23

DAFTAR PUSTAKA

________,

2012 Diktat Metode tiga saja dalam penebusan Kristus. Batu: I-3

Bakker, F.L.,

1990 Sejarah Kerajaan Allah. Jakarta: BPK Gunung Mulia

22 Ibid, 161-171

(16)

Berkhof, Louis,

2011 Teologi Sistematika 3: Doktrin Kristus. Surabaya:

Momentum

Douglas, J.D.,

2005 Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II. Jakarta: Yayasan

Komunikasi Bina Kasih

Enns, Paul,

2010 The Moody Handbook of Theology. Malang: Literatur

SAAT

Lumintang, Stevri Indra,

2012 Diktat Kristologi dan Soteriologi. Batu: I-3

Park, Abraham,

2007 Silsilah Kitab Kejadian dilihat dari sudut pandang

penyelengaran sejarah penebusan. Jakarta : Gramedia Widiasrarana Indonesia

Purwanto, Eddy Peter,

2004 Diktat Teologi Perjanjian Vs Dispensasionalisme. STTI

PHILADELPHIA/ YAYASAN PENDIDIKAN PHILADELPHIA

Rame, Gustaf,

(17)

Ryrie, Charles C.,

1992 Teologi Dasar 1. Yogyakarta: Yayasan ANDI

Utley, Bob,

2001 Tafsiran Yohanes. Marshall, Texas: Bible Lesson

International

Referensi

Dokumen terkait