• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.2. Variabel Penelitian - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Metode Outdoor Study untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 3 SD Negeri 1 Sumbung Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Semester II Tahun Pelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "3.2. Variabel Penelitian - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Metode Outdoor Study untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 3 SD Negeri 1 Sumbung Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Semester II Tahun Pelajaran "

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

23

Tempat penelitian dilakukan di SD Negeri 1 Sumbung, kelas 3 SD, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, dengan subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas 3 dengan jumlah sebanyak 20 siswa yang terdiri 14 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan yang mempunyai latar belakang ekonomi yang berbeda, dari kalangan menengah ke bawah. Profesi orang tuanya pun bervariasi yaitu petani, pegawai swasta, dan pedagang. Siswa cenderung malas dalam menerima pembelajaran karena siswa lebih suka menggangu temannya dan ramai sendiri ketika pembelajaran berlangsung. Waktu untuk penelitian tindakan kelas ini berlangsung pada semester II tahun pelajaran 2014/2015 bulan Januari sampai dengan April.

3.2. Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini (X) adalah metode pembelajaran

Outdoor Study, sedangkan variabel terikat (Y) adalah hasil belajar siswa.

3.2.1. Variabel Independen (bebas)

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain yang sifatnya berdiri sendiri. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode Outdoor Study.

(2)

beraneka ragam, hakikat belajar akan lebih bermakna dan memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada dilingkungannya. Langkah – langkah dalam metode

Outdoor Study yakni ;

Tahap Persiapan, meliputi langkah - langkah sebagai berikut: a. Merumuskan tujuan pembelajaran.

b. Guru menentukan objek yang harus dipelajari. c. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.

Tahap Pelaksanaan, meliputi langkah – langkah sebagai berikut:

a. Guru menginstruksikan kepada siswa untuk berjalan dengan rapi dan tertib untuk belajar di luar kelas.

b. Guru memberikan pengarahan tentang tata tertib selama belajar di luar kelas. c. Guru menjelaskan materi.

d. Guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas sesuai perintah guru. Tahap Tindak Lanjut, meliputi langkah sebagai berikut:

a. Guru dan siswa membahas dan mendiskusikan hasil belajar di dalam kelas. b. Guru dan siswa menyimpulkan materi yang diperoleh.

c. Guru meminta kesan dan pesan yang diperoleh siswa dari kegiatan belajar. d. Guru memberikan penilaian terhadap kegiatan belajar siswa dan hasil–hasil yang

dicapainya.

3.2.2. Variabel Dependen (terikat)

(3)

3.3. Rencana Tindakan

Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di kelas 3 SD Negeri 1 Sumbung Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Menurut Arikunto (2010:20) ada empat tahap penting dalam penelitian tindakan kelas ini yang terdiri dari : (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) pengamatan, dan (4) refleksi. Keempat tahap dalam penelitian tindakan tersebut adalah unsur untuk membentuk sebuah siklus, yaitu satu putaran kegiatan beruntun, yang kembali ke langkah semula.

Menurut Arikunto (2010:16) tahap-tahap dalam Penelitian Tindakan Kelas dapat dilihat dibagan berikut :

Gambar 3.1

Prosedur Penelitian Tindakan Arikunto (2010:16)

Perencanaan

SIKLUS I

Pengamatan

Perencanaan

SIKLUS II

Pengamatan

Pelaksanaan Refleksi

Pelaksanaan Refleksi

(4)

Penelitian ini dilakukan dua siklus, rencana yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas, ini dilakukan dalam bentuk siklus, tiap siklus terdiri dari kegiatan sebagai berikut :

3.3.1. Siklus I

3.3.1.1. Tahap Perencanaan

a. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menerapkan metode

Outdoor Study.

b. Menyusun lembar observasi siswa, menyusun lembar observasi guru ; lembar penilaian afektif dan psikomotorik.

c. Menyusun lembar kerja siswa untuk meteri

d. Membuat format evaluasi dan LKS serta kunci jawabannya. e. Membentuk kelompok belajar.

f. Mempersiapkan alat-alat dan media yang akan digunakan. g. Mempersiapkan tempat di mana kegiatan itu akan dilaksanakan. h. Membuat peraturan/ tata tertib yang harus dipatuhi oleh siswa.

3.3.1.2. Pelaksanaan Tindakan

Penelitian dilakukan dengan melaksanakan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya, yaitu melaksanakan pembelajaran dengan penerapan metode Outdoor Study.

3.3.1.3. Tahap Observasi

(5)

3.3.1.4. Tahap Refleksi

Pada tahap ini ini kegiatan yang akan dilakukan adalah mengamati hasil observasi dan hasil tes belajar siswa. Setelah menganalisis hasil observasi dan hasil tes, selanjutnya peneliti dan guru secara kolaboratif mengkaji dan merenungkan tentang rencana dan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan untuk mengetahui hal apa saja yang telah tercapai dan kelemahan–kelemahan apa saja yang masih ada pada saat pembelajaran berlangsung, maka pada tahap ini dilakukan analisis seluruh hasil penilaian, baik yang menyangkut penilalian proses (observasi guru dan siswa) maupun hasil tes. Hasil penilaian tersebut digunakan sebagai bahan untuk melakukan refleksi. Analisis hasil refleksi digunakan sebagai pedoman untuk menyusun rencana pada siklus II.

Pelaksanaan pada siklus II ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pembelajaran dari siklus I, seluruh langkah- langkah yang telah dilaksanakan pada siklus I akan diulangi pada siklus ke II dengan mempertahankan hal-hal yang terlaksana si siklus I dengan baik dan memperbaiki hal-hal yang belum berhasil dalam tindakan pembelajaran di siklus I. Pelaksanaan pada siklus II ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pembelajaran dari siklus I, urutan kegiatannya adalah sebagai berikut :

3.3.2. Siklus II

3.3.2.1Tahap Perencanaan

Pada tahap ini disusun rencana yang dilakukan dalam peneerapan metode

Outdoor Study dalam pembelajaran IPA materi cuaca. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah

a. Menganalisis kekurangan yang terdapat pada siklus I untuk menentukan suatu perbaikan.

b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) materi cuaca dengan menerapkan metode Outdoor Study.

(6)

d. Mempersiapkan alat-alat dan media yang akan digunakan. e. Mempersiapkan tempat dimana kegiatan akan dilaksanakan.

3.3.2.2Tahap Pelaksanaan Tindakan

Untuk tahap pelaksanaan tindakan pada siklus II disesuaikan dengan kelemahan–kelemahan yang ditemukan pada pelaksanaan siklus I. Jadi pada pelaksanaan tindakan siklus II ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan– kelemahan serta menyempurnakan pembelajaran yang belum tercapai pada siklus I.

3.3.2.3Tahap Observasi

Kegiatan observasi ini dilaksanakan pada saat tindakan berlangsung yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa saat pembelajaran. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi guru dan lembar observasi siswa.

3.3.2.4Tahap Refleksi

Tahap ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengemukakan kembali tentang tidakan yang telah dilaksanakan pada siklus II. Tahap ini dilakukan analisis terhadap hasil observasi dan evaluasi. Berdasarkan hasil analisis data diketahui apa yang telah dicapai atau yang belum dicapai pada siklus ini, hasil analisis tersebut digunkan sebagai rekomendasi bagi peneliti.

3.4. Data dan Cara Pengumpulannya 3.4.1. Sumber Data

Sumber data penelitian adalah nilai Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas 3 SD Negeri 1 Sumbung Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 hasil observasi, tes, angket dan dokumentasi.

3.4.2. Instrumen Pengumpulan Data

(7)

3.4.2.1. Observasi

Lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data dalam proses pembelajaran. Lembar observasi terdiri dari lembar observasi kinerja guru dan aktivitas siswa sebagai berikut :

a. Observasi Kinerja Guru

Lembar observasi guru, untuk mengamati kinerja guru dalam mengajar dengan metode Outdoor Study. Observasi pelaksanaan pembelajaran ini difokuskan pada kinerja guru selama proses pembelajaran. Observasi dilakukan secara langsung oleh rekan guru sejawat pada saat pembelajaran berlangsung untuk mengumpulkan data secara deskriptif kualitatif mengenai kinerja guru. Tujuannya untuk mengetahui masalah saat tindakan yang nantinya untuk menjadi refleksi sebagai tindak lanjut. Adapun kisi-kisi lembar observasi berikut ini.

Tabel 3.1

Kisi-kisi Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran Metode Outdoor Study

No Aspek Indikator No

Item

1. Melakukan Tahap Persiapan

 Mengkondisikan kesiapan belajar siswa dan

menyampaikna tujuan pembelajaran.

1,2,3, 4

 Membentuk kelompok. 5

2. Melakukan Tahap Pelaksanaan

 Menentukan objek yang akan dipelajarai

dan tata tertib proses pembelajaran. 6,7

 Menyampaikan materi dan tugas yang akan

diberikan.

8,9,10 ,11

 Membimbing kelompok belajar. 12,13

3. Melakukan Tahap Tindak Lanjut

 Meminta kesan dan pesan proses kegiatan

pembelajaran. 14

(8)

b. Observasi Aktivitas Siswa

Lembar observasi siswa digunakan untuk mengumpulkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran. Lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dalam proses pembelajaran meggunakan metode Outdoor Study. Observasi dilakukan secara langsung oleh observer (rekan guru sejawat) pada saat pembelajaran berlangsung untuk mengumpulkan data secara deskriptif kualitatif mengenai aktivitas siswa. Tujuannya untuk mengetahui masalah saat tindakan yang nantinya untuk menjadi refleksi sebagai tindak lanjut. Adapun kisi-kisi lembar observasi berikut ini.

Tabel 3.2

Kisi-kisi Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Metode Outdoor Study

No Aspek Indikator No

 Membentuk kelompok belajar 5

2. Melakukan Tahap Pelaksanaan

 Menyimak instruksi dan tata tertib

proses pembelajaran 6, 7

 Menyimak penjelasan materi 8, 9

 Mengerjakan lembar kerja 10, 11

 Menyusun hasil kerja kelompok 12

 Membahas dan mendiskusikan hasil

kerja kelompok 13, 14

3. Tahap Tindak Lanjut

 Memberikan kesan dan pesan proses

pembelajaran 15

 Melakukan doa mengakhiri

(9)

3.4.2.2. Butir Soal Tes

Instrumen butir soal digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan proses mengajar yang dilakukan dengan metode Outdoor Study yang diberikan pada akhir kegiatan siklus dengan memberikan sejumlah soal tes berupa pilihan ganda kepada subjek penelitian. Dalam pengumpulan data alat yang digunakan berupa soal test sesuai dengan materi. Adapun kisi–kisi soal sebagai berikut :

Tabel 3.3

Kisi-Kisi Soal Tes Siklus I Standart Kompetensi :

4. Memahami berbagai gerak benda, hubungannya dengan energi dan sumber energi.

Kompentensi Dasar

(KD) Indikator No Soal

4.3.Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya.

 Menjelaskan pengertian energi. 1,5

 Menunjukkan adanya energi berdasarkan

pengamatan. 2,6,10

 Menyebutkan bentuk-bentuk energi yang

ada di lingkungan sekitar kita. 3,4,8,9,19

 Mengidentifikasi berbagai energi di

sekeliling kita melalui percobaan. 7,20

 Menyebutkan kegunaan sumber energi

dalam kehidupan sehari–hari. 13,15

 Menunjukkan adanya pengaruh energi

dalam kehidupan sehari–hari 11,16,17

 Menyebutkan cara menghemat energi

dalam kehidupan sehari–hari.

(10)

Adapun kisi-kisi instrumen penelitian siklus II untuk memudahkan observer

menentukan butir-butir soal dapat dilihat pada tabel 3.4 sebagai berikut:

Tabel 3.4

Kisi-Kisi Soal Tes Siklus II

Standart Kompetensi :

6.Memahami kenampakan permukaan bumi, cuaca dan pengaruhnya bagi manusia, serta hubungannya dengan cara manusia memelihara dan melestarikan alam.

Kompentensi Dasar

 Mengidentifikasi perbedaan cuaca dengan iklim.

1, 5, 9, 14, 17, 19

 Menyebutkan definisi cuaca. 2, 10, 12

 Mengindentifikasi kondisi cuaca

melalui pengamatan. 7, 11, 15, 18

 Meramalkan keadaan cuaca yang akan

terjadi berdasarkan keadaan langit. 3, 4

 Menggambar secara sederhana simbol

yang bisa digunakan untuk

menunjukkan keadaan cuaca.

6, 8

3.4.2.3.Angket

(11)

fenomena sosial (Wardani, Naniek Sulistya, dkk, 2012:208). Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala Likert. Pernyataan ini menggunakan empat alternatif jawaban dengan pernyataan positif yakni sangat setuju= 4, setuju= 3, tidak setuju= 2, sangat tidak setuju =1. Kisi-kisi motivasi belajar penelitian ini dapat

mendapatkan penghargaan 3 1

3. Tugas yang bersifat moderat Keinginan untuk

meningkatkan hasil belajar

6. Keberhasilan tugas Siswa termotivasi untuk

selalu belajar 6 1

3.4.2.4.Unjuk Kerja

(12)

menilai ketrampilan kompetensi yang menuntut siswa melakukan tugas tertentu.penilaian ini untuk menilai hasil belajar psikomotor siswa. Adapun unsur-unsur unjuk kerja terdapat pada tabel 3.6 berikut ini.

Tabel 3.6

c. Menyiapkan alat tulis 1c

2 Pelaksanaan langkah kerja

a. Kekompakan kelompok 2a

b. Kesesuaian langkah kerja 2b

c. Tepat waktu dalam

melakukan percobaan 2c

3 Hasil kerja

a. Menuliskan kesimpulan hasil

percobaan 3a

b. Menjawab pertanyaan LKS 3b

c. Mempresentasikan hasil 3c

3.5. Instrumen Penelitian

(13)

Reabilitas instrumen dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keajegan instrumen dari variabel yang hendak diukur. Uji reliabilitas ini dengan menggunakan

SPSS 16,0 dan mengukur reliabilitas dengan menggunakan teknik alpha yang dikembangkan oleh George dan Mallery dalam Anzwar (2013:32) untuk menentukan tingkat reabilitas instrumen menggunakan kriteria sebagai berikut:

α < 0,7 : tidak dapat diterima 0,7 < α < 0,8 : dapat diterima 0,8 < α < 0,9 : reliabilitas bagus α > 0,9 : reliabilitas memuaskan

3.5.1. Uji Validitas dan Reabilitas Tes (Kognitif)

Hasil dari uji validitas tes digunakan untuk mendapatkan hasil tes yang valid untuk menyusun pre-tes dan post-test yang benar-benar valid. Validitas dari tes siklus I dapat dilihat seperti tabel sebagai berikut ini.

Tabel 3.7

Uji Validitas Instrumen Tes Siklus I Bentuk

Instrumen Item Soal Valid Tidak valid

Pilihan Ganda 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 19, 20, 24, 25.

13, 18, 21, 22, 23

Dari tabel 3.7 di diketahui dari 25 butir soal yang valid ada 20 item yaitu soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 19, 20, 24, 25 dan soal tidak valid 5 yaitu soal nomor 13, 18, 21, 23. Pengujian reliabilitas tes menggunakan

(14)

suatu objek. Untuk hasil uji reabilitas dari tes dari 25 soal tes, berikut ini adalah hasil uji reabilitas instrumen pada siklus I yang disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 3.8

Uji Reabilitas Instrumen Tes Siklus I Reliability Statistics

Correlation Between Forms .791

Spearman-Brown

Coefficient

Equal Length .883

Unequal Length .884

Guttman Split-Half Coefficient .877

Hasil tabel 3.8 di atas dapat dilihat koefisien reabilitas instrumen sebesar 0,756 termasuk dalam kategori reliabel dapat diterima. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen layak digunakan untuk mengukur variabel penelitian. Pada siklus II perhitungan validitas dan reabilitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.9

Uji Validitas Instrumen Tes Siklus II Bentuk

Instrumen Item Soal Valid Tidak valid

(15)

Dari tabel 3.9 di diketahui dari 25 butir soal yang valid ada 20 item yaitu soal nomor 1, 2, 3, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 17, 18, 20, 22, 23, 24, 25 dan soal tidak valid 5 yaitu soal nomor 4, 5, 16, 19, 21. Pengujian reliabilitas tes menggunakan

crobach alpha untuk menunjukkan sejauh mana soal tes dipercaya untuk mengukur suatu objek. Untuk hasil uji reabilitas tes dari 25 soal tes, berikut ini adalah hasil uji reabilitas instrumen pada siklus II yang disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 3.10

Uji Reabilitas Instrumen Tes Siklus II Reliability Statistics

Cronbach's Alpha Part 1 Value .767

N of Items 13a

Part 2 Value .724

N of Items 12b

Total N of Items 25

Correlation Between Forms .748

Spearman-Brown

Coefficient

Equal Length .856

Unequal Length .856

Guttman Split-Half Coefficient .854

Hasil tabel 3.10 di atas dapat dilihat koefisien reabilitas instrumen sebesar 0,767 termasuk dalam kategori reliabel dapat diterima. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen layak digunakan untuk mengukur variabel penelitian.

3.5.2. Uji Validitas dan Reabilitas Angket (Afektif)

(16)

Tabel 3.11 Uji Validitas Angket Bentuk

Instrumen Item Soal Valid Tidak valid

Angket 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 14, 15,17,

8, 13, 16, 18

Dari tabel 3.11 di diketahui dari 18 butir soal yang valid ada 14 yaitu soal nomor 1, 2, 3, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 17 dan soal tidak valid 4 yaitu soal nomor 8, 13, 16, 18. Pengujian reliabilitas angket menggunakan crobach alpha untuk menunjukkan sejauh mana angket dipercaya untuk mengukur suatu objek. Untuk hasil uji reabilitas angket dari 18 butir, berikut ini adalah hasil uji reabilitas instrumen yang disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 3.12

Uji Reabilitas Instrumen Angket Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.859 18

Hasil tabel 3.12 di atas dapat dilihat koefisien reabilitas instrumen sebesar 0,859 termasuk dalam kategori reliabel bagus. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen layak digunakan untuk mengukur variabel penelitian.

3.5.3. Uji Validitas dan Reabilitas Unjuk Kerja (Psikomotor)

(17)

Tabel 3.13

Uji Validitas Instrumen Unjuk Kerja Bentuk

Instrumen Item Soal Valid Tidak valid

Unjuk Kerja 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,

1, 2, 3, 4, 5, 6,8, 9, 10,

7

Dari tabel 3.13 di diketahui dari 10 butir soal yang valid ada 9 item yaitu soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10 dan soal tidak valid 1 yaitu soal nomor 1. Pengujian reliabilitas unjuk kerja menggunakan crobach alpha untuk menunjukkan sejauh mana unjuk kerja dipercaya untuk mengukur suatu objek. Berikut ini adalah hasil uji reabilitas instrumen yang disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 3.14

Uji Reabilitas Instrumen Unjuk Kerja Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.882 10

Hasil tabel 3.14 di atas dapat dilihat koefisien reabilitas instrumen sebesar 0,882 termasuk dalam kategori reliabel bagus. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen layak digunakan untuk mengukur variabel penelitian.

3.6. Analisis Data

(18)

3.6.1. Kualitatif

a. Analisisis Hasil Observasi

Data kualitatif berupa data hasil observasi aktivitas siswa dan kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran dengan penerapan metode Outdoor Study. Serta hasil catatan lapangan yang kemudian dijabarkan dalam bentuk deskriptif kualitatif artinya hasil penelitian dipaparkan dalam kalimat yang dipisah-pisahkan menurut kriteria dalam paragraf agar diperoleh kesimpulan.

3.6.2. Kuantitatif

Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif yaitu hasil penelitian yang diukur dengan angka-angka hasil perhitungan sebagai tolak ukur keberhasilannya.

a. Analisis Hasil Belajar Kognitif

Pengukuran kognitif menggunakan tes, tes digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan proses belajar mengajar yang dilakukan diakhir kegiatan tiap-tiap siklus pada pertemuan ke dua dengan memberi sejumlah soal tes objektif dalam bentuk pilihan ganda (multiple choice test) kepada subyek penelitian. Analisis ini dihitung dengan dengan menggunakan statistik sederhana yaitu :

X =

Keterangan :

X = nilai rata-rata

Ʃ X = jumlah semua nilai siswa Ʃ N = jumlah siswa

Untuk ketuntasan belajar.

Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu individu dan secara klasikal. Analisis data hasil penelitian yang tergolong data kuantitatif berupa hasil belajar

Ʃ X ƩN

(19)

dengan cara persentase yaitu dengan menghitung ketuntasan belajar siswa secara individu jika siswa tersebut mampu mencapai skor minimal 71 dan ketuntasan klasikal jika siswa yang memperoleh nilai ≥ 71 ini jumlahnya sekitar 70% dari jumlah seluruh siswa. Untuk mengitung ketuntasan individual dan klasikal dihitung mengggunakan rumus sebagai berikut :

Ketuntasan individual =

Ketuntasan Klasikal =

b. Analisis Hasil Belajar Afektif

Ranah afektif yang diukur motivasi belajar diukur dengan menggunakan instrument dengan format penilaian dalam bentuk kuesioner atau angket digunakan bila akan menggali ranah afektif dari siswa, angket dibagikan dan diisi siswa untuk mengetahui respon siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan metode

Outdoor Study. Angket motivasi ini terdiri dari 14 butir pertanyaan dengan prosedur :

X =

Keterangan :

X = nilai rata-rata

Ʃ X = jumlah semua nilai siswa Ʃ N = jumlah siswa

Dengan kriteria penskoran sebagai berikut :

Kriteria Pensekoran Kriteria

3,6 < rata-rata skor < 4 Sangat baik 2,6 < rata-rata skor < 3,5 Baik 1,6 < rata-rata skor < 2,5 Cukup baik

1 < rata-rata skor < 1,5 Kurang baik Jumlah nilai maksimal

Jumlah nilai

x 100 %

Jumlah siswa yang tuntas belajar Jumlah seluruh siswa

x 100 %

Ʃ X ƩN

(20)

c. Analisis Hasil Belajar Psikomotor

Ranah psikomotor yang menggunakan instrument unjuk kerja digunakan pada saat melakukan kegiatan percobaan. Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala Likert. Pernyataan ini menggunakan empat alternatif jawaban sangat baik= 4, baik= 3, cukup baik= 2, kurang baik = 1.Unjuk kerja terdiri dari 9 kriteria.

X =

Keterangan :

X = nilai rata-rata

Ʃ X = jumlah semua nilai siswa Ʃ N = jumlah siswa

Dengan kriteria penskoran sebagai berikut :

Kriteria Pensekoran Kriteria

3,6 < rata-rata skor < 4 Sangat baik 2,6 < rata-rata skor < 3,5 Baik 1,6 < rata-rata skor < 2,5 Cukup baik

1 < rata-rata skor < 1,5 Kurang baik

3.7. Indikator Kinerja

Indikator kinerja adalah penanda yang dapat digunakan sebagai dasar penentuan berhasil tidaknya penelitian, penelitian ini dikatakan berhasil apabila :

a. Proses pembelajaran yaitu terjadi peningkatan aktivitas siswa dan kinerja guru pada pelaksanaan pembelajaran IPA dalam penerapan metode Outdoor Study

dalam kriteria baik yang dinyatakan berhasil apabila mencapai skor ≥ 3,0. Aqib, 2010:40

(21)

b. Pencapaian rata-rata nilai hasil belajar kognitif yang mencapai nilai KKM ≥ 71 atau minimal 70% siswa dalam kelas lulus kriteria KKM.

c. Keberhasilan hasil belajar afektif dikatakan berhasil apabila pencapain nilai rata-rata mencapai rata-rata-rata-rata ≥ 3,0 dengan kriteria baik.

Gambar

Gambar 3.1 Prosedur Penelitian Tindakan Arikunto (2010:16)
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Soal Tes Siklus I
Tabel 3.4 Kisi-Kisi Soal Tes Siklus II
Tabel 3.5 Kisi-kisi Hasil Belajar Afektif
+7

Referensi

Dokumen terkait

Contoh Penawaran Jasa Pemindahan &amp; Setup Software.. Jika peserta tender lulus dan menjadi pemenang tender berdasarkan penilaian panitia tender atas penawaran yang

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN SIKAP REMAJA DALAM MENGHADAPI PUBERTAS PADA SISWI KELAS VII SMP NEGERI 1.. TEMPURAN MAGELANG

Konsentrasi minimal yang efektif untuk menghambat pertumbuhan tiga bakteri patogen adalah pada konsentrasi 50-75% dan semakin tinggi konsentrasinya menunjukkan

Pengerjaan pengecoran yang berlangsung dengan baik adalah jika beton dapat muncul dari kedalaman lobang. Pemasangan tremie mensyaratkan bahwa selama pengecoran dan penarikan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keragaman morfometrik (panjang cangkang, panjang ligamen, tebal cangkang, tinggi cangkang kanan dan kiri,

Sebagai seorang pelajar atau admin aplikasi yang telah terautentikasi, saya ingin mencari komponen yang saya inginkan dalam proses perakitan komputer Mencari Komponen Komputer

Huffman Edna K., Health Information Management, Tenth Edition AHIMA, (Berwyn, Illionis: Physician Record Company , 1994) 2.. Shauw Patricia

Mengetahui gen yang terlibat dalam biosintesis senyawa bioaktif akan memungkinkan ekspresi mereka dalam organisme pembawa yang sesuai dan produksi