ANALISIS TINGKAT BAHAYA LONGSOR TANAH DI KECAMATAN BANJARMANGU KABUPATEN BANJARNEGARA
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Pada bentanglahan Gunungapi Maninjau, titik-titik longsor terbanyak terdapat pada satuan lahan VMa53 (Tebing Kaldera Gunung Maninjau dengan Kemiringan Lereng Agak
Nilai indeks faktor kemiringan lereng (LS) didapat dari data primer pada satuan peta yang telah mengalami tindakan konservasi tanah, terutama tindakan konservasi tanah secara
Variabel yang mempengaruhi kejadian longsorlahan di setiap satuan bentuklahan diamati meliputi kedalaman zone lapuk, ketinggian, kemiringan lereng, struktur bidang
Penelitian ini dapat memberikan masukan kepada pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam membuat atau mengambil kebijakan yang berhubungan dengan penanggulangan bencana
Faktor geografis yang menyebabkan Kecamatan Pagelaran Utara rawan terhadap longsor adalah pada daerah dengan kemiringan lereng agak curam sampai curam (20%-30%),
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Sitorus 2006 yang menyatakan bahwa daerah rawan longsor pada umumnya terjadi pada lahan yang memiliki kemiringan lereng >45% atau di atas 250
Puncak antiklin Kemiringan lereng > 40% yang searah dengan kemiringan lapisan mendorong batuan yang retak longsor Lahan semula perdu dibuka untuk bangunan gdung bertingkat
Dengan menggunakan 6 variabel parameter berupa elevasi, kemiringan lereng, pemanfaatan lahan, jenis tanah, jenis batuan, dan curah hujan yang selanjutnya melalui proses overlay