PERNYATAAN ORISINALITAS. dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur plagiasi, saya bersedia diproses sesuai dengan peraturan

Teks penuh

(1)

PERNYATAAN ORISINALITAS

Saya menyatakan dengan sebenarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya, di dalam Naskah Skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar rujukan. Apabila ternyata di dalam naskah skripsi ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur plagiasi, saya bersedia diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Denpasar, 25 Mei 2017 Mahasiswa,

Dadi Sugiarto Liman NIM: 1215351115

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat-Nya, skripsi yang berjudul “Kecerdasan Emosional Sebagai Pemoderasi Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kinerja Auditor Pada Kantor Akuntan Publik Di Bali” dapat diselesaikan sesuai dengan yang direncanakan. Tersusunnya laporan ini tidak terlepas dari bimbingan, arahan serta bantuan dari berbagai pihak, maka dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, SE., M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

2. Ibu Prof. Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, SE., M.S., selaku Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

3. Ibu Prof. Dr. Ni Luh Putu Wiagustini, SE., M.Si., selaku Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

4. Bapak Dr. I Dewa Gde Dharma Suputra, SE., M.Si., Ak., selaku Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

5. Bapak Dr. I Dewa Nyoman Badera, SE., M.Si., Ak., selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

6. Bapak Dr. I Gst Ngr. A. Suaryana, SE., M.Si. Ak., selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

7. Bapak Dr. Ida Bagus Putra Astika SE., M.Si, Ak., selaku Koordinator Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

8. Ibu Dra. Ni K. Lely Aryani Merkusiwati, M.Si, Ak. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan, saran dan motivasi dalam menyusun skripsi ini.

(3)

9. Bapak Dr. Dodik Ariyanto SE, M.Si, Ak. selaku dosen pembahas skripsi yang telah memberikan saran dan masukan dalam menyelesaikan skripsi ini.

10. Bapak Drs. I Wayan Putra, M.Si. selaku dosen penguji skripsi yang telah menguji serta memberikan masukan dalam penyelesaian skripsi ini.

11. Ibu Dr. I Gusti Ayu Nyoman Budiasih, SE, M.Si. selaku Pembimbing Akademik.

12. Kedua orang tua penulis atas motivasi dan masukan yang diberikan dan semua anggota keluarga yang selalu memberikan dorongan semangat dan doa yang sangat berarti bagi penulis.

13. Teman-teman yang sudah membantu dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang telah mendukung dan memotivasi saya setiap waktu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. Meskipun demikian, penulis tetap bertanggung jawab terhadap semua isi skripsi. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Denpasar , 25 Mei 2017

(4)

Judul : Kecerdasan Emosional sebagai Pemoderasi Pengaruh Kompetensi dan

Independensi Auditor terhadap Kinerja Auditor pada Kantor Akuntan Publik di Bali

Nama : Dadi Sugiarto Liman NIM :1215351115

ABSTRAK

Kompetensi dan independensi auditor merupakan elemen yang diperlukan oleh seorang auditor untuk menghasilkan kinerja auditor yang baik. Penulis menemukan ketidak konsistenan hasil penelitian kompetensi dan independensi auditor sebelumnya sehingga memasukkan kecerdasan emosional sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kecerdasan emosional sebagai pemoderasi pengaruh kompetensi dan independensi auditor pada kinerja auditor pada Kantor Akuntan Publik di Provinsi Bali.

Penelitian ini dilakukan pada Kantor Akuntan Publik di Provinsi Bali yang terdaftar dalam Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) tahun 2016. Metode pengumpulan data menggunakan metode survey dengan teknik kuesioner, sedangkan metode penentuan sampel yaitu metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda dan Moderrated Regression Analysis.

Hasil penelitian menunjukan kompetensi dan independensi auditor berpengaruh positif pada kinerja auditor. Kecerdasan emosional berhasil memperkuat pengaruh independensi auditor pada kinerja auditor namun gagal memperkuat pengaruh kompetensi auditor pada kinerja auditor.

(5)

DAFTAR ISI

JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINILITAS ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vi

DAFTAR ISI... vii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Kegunaan Penelitian ... 7

1.5 Sistematika Penulisan ... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS ... 9

2.1 Landasan Teori dan Konsep ... 9

2.1.1 Teori Keagenan (Agency Theory) ... 9

2.1.2 Teori Perilaku Interpersonal (Theory of Interpersonal Behavior) ... 10

2.1.3 Kecerdasan Emosional ... 11

2.1.4 Kompetensi Auditor ... 13

2.1.4.1 Pengetahuan ... 15

2.1.4.2 Pengalaman ... 17

2.1.5 Independensi Auditor ... 18

2.1.5.1 Lama Hubungan dengan Klien (Audit Tenure) ... 20

2.1.5.2 Tekanan dari Klien ... 20

2.1.5.3 Telaah dari Rekan Auditor ... 22

2.1.5.4 Jasa Non Audit ... 22

2.1.6 Kinerja Auditor ... 23

2.2 Hipotesis Penelitian ... 23 2.2.1 Pengaruh Kompetensi Auditor pada Kinerja Auditor 23 2.2.2 Pengaruh Independensi Auditor pada Kinerja Auditor 24 2.2.3 Kecerdasan Emosional Memoderasi Pengaruh

(6)

Kompetensi Auditor Pada Kinerja Auditor ... 24

2.2.4 Kecerdasan Emosional Memoderasi Pengaruh Independensi Auditor Pada Kinerja Auditor ... 25

BAB III METODE PENELITIAN ... 27

3.1 Desain Penelitian ... 27

3.2 Lokasi dan Ruang Lingkup Penelitian ... 28

3.2.1 Lokasi Penelitian ... 28

3.2.2 Ruang Lingkup Penelitian ... 29

3.3 Objek Penelitian ... 30

3.4 Identifikasi Variabel ... 30

3.5 Definisi Operasional Variabel ... 31

3.6 Jenis dan Sumber Data ... 33

3.6.1 Jenis Data ... 33

3.6.2 Sumber Data ... 33

3.7 Metode Penentuan Populasi dan Sampel... 34

3.7.1 Populasi ... 34

3.7.2 Sampel ... 35

3.8 Metode Pengumpulan Data ... 36

3.9 Pengujian Instrumen ... 36

3.9.1 Pengujian Validitas ... 36

3.9.2 Pengujian Reliabilitas... 37

3.9.3 Analisis Statistik Deskriptif ... 37

3.9.4 Uji Asumsi Klasik ... 37

3.10 Metode Pengujian Hipotesis ... 39

3.10.1 Analisis Regresi Linear Berganda ... 39

3.10.2 Analisis Regresi Moderasi / Moderated Regression Analysis (MRA) ... 41

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ... 45

4.1 Gambaran Umum Kantor Akuntan Publik ... 45

4.1.1 Kantor Akuntan Publik ... 45

4.2 Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 47

4.2.1 Deskripsi Responden ... 47

4.2.2 Karakteristik Responden ... 48

4.3 Hasil Penelitian ... 51

4.3.1 Uji Instrumen Penelitian ... 51

4.3.2 Hasil Statistik Deskriptif ... 52

4.3.3 Uji Asumsi Klasik ... 54

4.3.4 Hasil Uji Regresi Linier Berganda ... 57

4.3.5 Hasil Uji Moderated Regression Analysis ... 60

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 63

4.4.1 Pengaruh Kompetensi pada Kinerja Auditor ... 63

4.4.2 Pengaruh Independensi pada Kinerja Auditor ... 64

(7)

4.4.3 Kecerdasan Emosional Memoderasi Pengaruh

Kompetensi Pada Kinerja Auditor ... 65

4.4.4 Kecerdasan Emosional Memoderasi Pengaruh Independesi Pada Kinerja Auditor ... 65

BAB V PENUTUP ... 67 5.1 Simpulan ... 67 5.2 Saran-saran ... 68 DAFTAR PUSTAKA ... 69 LAMPIRAN... 74

(8)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

3.1 Daftar Kantor Akuntan Publik di Provinsi Bali... 29

3.2 Daftar Jumlah Auditor pada Kantor Akuntan Publik di Provinsi Bali... 35

4.1 Daftar Penyebaran dan Pengembalian Kuesioner... 47

4.2 Perincian Pengembalian dan Penggunaan Kuesioner ... 48

4.3 Rincian Profil Responden ... 49

4.4 Hasil Uji Validitas... 51

4.5 Hasil Uji Reliabilitas ... 52

4.6 Hasil Statistik Deskriptif ... 53

4.7 Hasil Uji Normalitas ... 54

4.8 Hasil Uji Multikolinearitas ... 55

4.9 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 56

4.10 Hasil Analisis Regresi Berganda ... 57

4.11 Hasil Uji Kelayakan Model ... 58

(9)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Halaman

1 Kuesioner Penelitian ... 74

2 Tabulasi Data Ordinal ... 83

3 Tabulasi Data Interval ... 91

4 Uji Statistik Deskriptif ... 102

5 Uji Validitas ... 103

6 Uji Reliabilitas ... 119

7 Uji Normalitas ... 125

8 Uji Multikoliearitas ... 127

9 Uji Heteroskedastisitas... 130

10 Regresi Linear Berganda... 132

(11)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Akuntan independen atau lebih umum dikenal dengan akuntan publik memiliki fungsi pengauditan atas laporan keuangan. Pengauditan dilakukan pada perusahaan-perusahaan terbuka yang menjual sahamnya kepada masyarakat , perusahaan-perusahaan besar maupun kecil, serta organisasi-organisasi yang tidak mencari laba. Akuntan publik adalah profesi yang memegang peranan penting di masyarakat, terutama dalam hal meningkatkan kredibilitas dan kualitas laporan keuangan suatu entitas. Pihak pemakai informasi akan sangat dipengaruhi oleh akuntan publik sebelum mereka mengambil keputusan atau memberikan kepercayaan mereka (Widyastary dkk., 2014).

Profesi akuntan publik bertanggung jawab atas kepercayaan dari masyarakat berupa tanggung jawab moral dan tanggung jawab profesional. Tanggung jawab moral berupa kompetensi yang dimiliki auditor, sedangkan tanggung jawab profesional berupa tanggung jawab akuntan terhadap asosiasi profesi berdasarkan standar profesi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI).

Kepercayaan yang besar dari pemakai laporan keuangan auditan mengharuskan auditor untuk tetap memperhatikan kualitas auditnya (Tjun, dkk. 2012). Tidak hanya terbatas pada kualitas audit yang dihasilkan, auditor yang profesional menjalankan fungsi penilai independen di suatu perusahaan dilihat dari pencapaian hasil kinerja auditor tersebut (Putri dan Suputra, 2012). Penelitian yang dilakukan Widyasari (2011) kinerja auditor adalah hasil kerja secara keseluruhan yang dicapai auditor dalam menjalankan aktivitasnya pada kurun waktu tertentu.

(12)

Kinerja auditor ini mencakup kualitas kerja, kuantitas kerja, pengetahuan tentang pekerjaan dan perencanaan pekerjaan. Kinerja auditor akan menjelaskan lebih luas termasuk didalamnya kualitas audit yang dihasilkan oleh auditor.

Terdapat berbagai kasus skandal akuntansi mengenai audit di Indonesia belakangan ini. Contoh kasus seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) yang meminta manajemen PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) untuk menyelesaikan revisi laporan keuangan mereka.

Laporan keuangan SIAP yang terakhir disampaikan adalah periode September 2015. Namun laporan keuangan 9 bulanan SIAP itu penyajiannya tidak sama dengan penyajian laoran keuangan Juni 2015. Sehingga dalam catatan aset, nilainya jauh berbeda.

BEI meminta manajemen SIAP untuk merevisi atau memperbaiki laporan keuangan tersebut. Ditambah BEI meminta direksi SIAP untuk menyelasaikan laporan keuangan sepanjang tahun 2015 atau full year. Saat ini saham SIAP masih dalam posisi suspen atau dihentikan sementara perdagangannya. Suspensi akan kembali dibuka jikan manajemen SIAP telah menyelesaikan lapran keuangan terakhir dan membentuk direksi yang baru.

BEI meminta data penyajian laporan keuangan Juni 2015 SIAP yang disampaikan ke BEI, perseroan menyajikan laporan keuangan menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tahun 2013. Dalam laporan tersebut, total aset perseroan sekitar Rp. 4,9 triliun. Dari total aset tersebut, pos Goodwil yang didalamnya terdapat hasil akuisisi dari entitas anak RITS Venture Limitet tercatat sebesar Rp 4,79 triliun. Dalam penyajian laporan keuangan September 2015, SIAP dengan tanpa memberikan informasi, mengubah penyajian laporan keuangan menggunakan PSAK 2009 sehingga total asset berubah drastis menjadi hanya sekitar Rp 307 miliar. Pos Goodwill pun berkurang menjadi hanya Rp 119 miliar. Terkait hal itu, BEI perlu mempertanyakan kejelasannya atas laporan keuangan yang disajikan

(13)

DeAngelo (dalam Deis dan Giroux, 1992) mendefinisikan kualitas auditor sebagai probabilitas bahwa auditor akan menemukan dan melaporkan pelanggaran pada sistem akuntansi klien. Probabilitas untuk menemukan pelanggaran tergantung pada kompetensi dan independensi auditor. Penelitian tersebut bertujuan untuk mencari faktor – faktor yang memengaruhi kualitas audit, yaitu dari faktor kemampuan teknis atau keahlian (expertise) dan faktor independensi auditor. Adapun Bedard (1986) dalam Lastanti (2005:88) mengartikan keahlian atau kompetensi sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan prosedural yang luas yang ditunjukkan dalam pengalaman audit. Sementara itu dalam artikel yang sama, Shanteau (1987) mendefinisikan keahlian sebagai orang yang memiliki keterampilan dan kemampuan pada derajat yang tinggi. Butt (1988) menyatakan bahwa auditor yang berpengalaman akan membuat judgment yang lebih baik daripada yang belum berpengalaman.

Independensi tidak seperti sikap seorang penuntut dalam perkara pengadilan, namun lebih dapat disamakan dengan sikap tidak memihaknya seorang hakim. Auditor mengakui kewajiban untuk jujur tidak hanya kepada manajemen dan pemilik perusahaan, namun juga kepada kreditur dan pihak lain yang meletakkan kepercayaan atas laporan auditor independen.

Lauw Tjun Tjun (2012) dalam penelitiannya menghasilkan temuan bahwa kompetensi auditor yang mencakup pengetahuan dan pengalaman berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas audit. Independensi auditor disisi lain tidak berpengaruh terhadap kualitas audit.

Penelitian yang dilakukan oleh Alia (2001) dalam Lubis (2010) mengungkapkan bahwa hanya pengetahuan saja yang berpengaruh terhadap kualitas auditor, pengalaman auditor ternyata tidak banyak memberikan kontribusi untuk meningkatkan keahlian auditor. Hasil penelitiannya juga menunjukkan pengalaman tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kompetensi auditor,

(14)

sehingga kompetensi auditor tidak berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kinerja auditor.

Alim (2007) berhasil membuktikan bahwa kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas auditor. Sementara itu, interaksi kompetensi dan etika auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas auditor. Penelitian ini juga menemukan bukti empiris bahwa independensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.

Goleman (2000) menyatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain serta menggunakan perasaan – peasaan tersebut untuk memandu pikiran dan tindakan, sehingga kecerdasan emosional sangat diperlukan untuk sukses dalam bekerja dan menghasilkan kinerja yang menonjol dalam pekerjaan. Ker (2005) menjelaskan kecerdasan emosional meningkatkan keefektivan kepemimpinan dalam mengatur perilaku individu dan kelompok dalam sebuah organisasi. Patton (1998) juga mengemukakan bahwa orang yang memiliki kecerdasan emosi akan mampu menghadapi tantangan dan menjadikan seorang manusia yang penuh tanggung jawab, produktif, dan optimis dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah, dimana hal-hal tersebut sangat dibutuhkan di dalam lingkungan kerja.

Hal inilah yang menarik untuk diperhatikan bahwa profesi akuntan publik ibarat pedang bermata dua. Disatu sisi auditor harus memperhatikan kredibilitasnya, namun disisi lain auditor juga harus menghadapi tekanan dari klien dalam berbagai pengambilan keputusan. Jika auditor tidak mampu menolak tekanan dari klien seperti tekanan personal, emosional atau keuangan maka independensi auditor telah berkurang dan dapat memengaruhi kualitas audit.

Kecerdasan emosional pada auditor sangat penting untuk diperhatikan karena auditor sendiri merupakan seorang manusia dimana pada suatu kondisi emosional tertentu dapat

(15)

memengaruhi kinerja auditor. Kemampuan untuk menahan emosional yang dapat menurunkan kinerja audior maupun kemampuan untuk mengefektifkan pengaruh emosional terhadap kinerja auditor sangatlah perlu untuk dimiliki seorang auditor. Penelitian ini akan menguji peran kecerdasan emosional sebagai pemoderasi pengaruh kompetensi dan independensi auditor pada kinerja auditor.

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Apakah kompetensi auditor berpengaruh terhadap kinerja auditor? 2) Apakah independensi auditor berpengaruh terhadap kinerja auditor?

3) Apakah kecerdasan emosional memperkuat atau memperlemah pengaruh kompetensi auditor pada kinerja auditor?

4) Apakah kecerdasan emosional memperkuat atau memperlemah pengaruh independensi auditor pada kinerja auditor?

1.3Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah,maka tujuan penelitian ini adalah.

1) Memberikan bukti empiris pengaruh kompetensi auditor pada kinerja auditor. 2) Memberikan bukti empiris pengaruh independensi auditor pada kinerja auditor. 3) Memberikan bukti empiris bahwa kecerdasan emosional memperkuat atau

(16)

4) Memberikan bukti empiris bahwa kecerdasan emosional memperkuat atau memperlemah pengaruh independensi pada kinerja auditor.

1.4Kegunaan Penelitian 1) Kegunaan Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman mengenai kompetensi auditor , independensi auditor , kecerdasan emosional dan kinerja auditor. Menjelaskan pertimbangan yang dilakukan oleh seorang auditor selaku agen dalam mengaudit laporan keuangan.

2) Kegunaan Praktis

a) Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu masukan atau pertimbangan bagi pihak auditor dalam meningkatkan kinerja auditor dalam menjalankan tugasnya.

b) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan tentang kecerdasan emosional sebagai variabel pemoderasi pengaruh kompetensi dan indepensi auditor pada kinerja auditor.

(17)

1.5Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut. Bab I Pendahuluan

Bab ini menguraikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian

Bab ini menguraikan mengenai landasan teori penelitian yaitu, teori keagenan, teori perilaku interpersonal, kompetensi auditor, independensi auditor, kecerdasan emosional dan kinerja auditor. Selain itu, akan dibahas juga rumusan hipotesis penelitian.

Bab III Metode Penelitian

Bab ini menguraikan mengenai desain penelitian, lokasi atau ruang lingkup wilayah penelitian, objek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, populasi, sampel, dan metode penentuan sampel, metode pengumpulan data, serta teknik analisis data.

Bab IV Hasil dan Analisis

Bab ini akan menguraikan gambaran umum data, hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian.

Bab V Simpulan dan Saran

Bab ini menguraikan simpulan dari keseluruhan hasil penelitian dan saran – saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak – pihak yang berkepentingan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :