Analisis Selilih Biaya Tenaga Kerja Sebagai Usaha Pengendalian Biaya Tenaga Kerja Pada Kupat Tahu Magelang

Teks penuh

(1)

Nama

: Raka Aldiwanto

NPM

: 27213206

Dosen Pembimbing

: Dr. Budi Santoso, SE., MM

Analisis Selilih Biaya

Tenaga Kerja Sebagai

Usaha Pengendalian Biaya

Tenaga Kerja Pada Kupat

Tahu Magelang

(2)

LATAR BELAKANG MASALAH

Di dalam dunia perdagangan suatu perusahaan dalam kegiatan usahanya tidak akan pernah lepas dari persaingan dagang dalam mencapai tujuan perusahaan. Pada umumnya tujuan sebuah perusahaan adalah menghasilkan keuntungan maksimal yang diharapkan dapat dicapai setiap periodenya (Diah I. et al., 2014).

Untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, cara menghemat atau menekan biaya produksi dapat di lakukan oleh perusahaan. Tenaga kerja merupakan salah satu biaya interen perusahaan yang sangat penting.

Pengendalian biaya berdasarkan anggaran dapat dilakukan dengan membandingkan anggaran yang dibuat dengan realisasinya, dimana perbandingan ini dapat ditinjau dari kuantitas dan harga material (Hary, Harjianto, 2015).

Metode yang dapat diterapkan dalam mengendalikan biaya produksi adalah dengan menetapkan biaya standar (Diah I. et al., 2014). Jadi dengan menganalisis atau membandingkan antara biaya maupun waktu yang di standarkan, dengan biaya maupun waktu yang sebenarnya terjadi dapat di ketahui selisih biayanya.

(3)

RUANG LINGKUP & TUJUAN

1. Apakah terdapat selisih biaya tenaga kerja pada Kupat Tahu Magelang?

2. Apakah yang menjadi faktor-faktor penyebab terjadinya selisih antara biaya tenaga kerja standar dengan biaya tenaga kerja sesungguhnya ?

3. Apakah biaya tenaga kerja pada Kupat Tahu Magelang telah dapat dikendalikan dengan baik dan benar sebagai usaha pengendalian biaya tenaga kerja ?

TUJUAN

BATASAN MASALAH

1. Mengetahui besarnya selilih biaya tenaga kerja pada Kupat Tahu Magelang.

2. Mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab adanya selisih pada biaya tenaga kerja standar dengan biaya tenaga kerja sesungguhnya.

(4)

PENGERTIAN

Biaya

Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu (Mulyadi, 2012:8).Menurut Rinda F. et al., ( 2014) pada dasarnya biaya adalah suatu pengorbanan sumber ekonomis untuk mendapatkan barang atau jasa yang dapat diukur dengan satuan uang. Jadi dari beberapa definisi yang di uraikan tersebut penulis menarik kesimpulan bahwa biaya adalah suatu nilai yang dapat di korbankan untuk mencapai suatu tujuan usaha.

Biaya Tenaga Kerja

Biaya tenaga kerja adalah harga yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja manusia tersebut (Mulyadi, 2012:319). Biaya tenaga kerja adalah kompensasi yang di berikan kepada karyawan yang melakukan usaa fisik maupun mental untuk menghasilkan produk (Dede. et al., 2014). Jadi penulis menyimpulkan dari beberapa definisi yang di uraikan tersebut bahwa biaya tenaga kerja adalah harga yang harus di bayarkan oleh perusahaan kepada para pekerja yang telah di rasakan manfaatnya dan besarnya di tentukan oleh seberapa banyaknya unit yang di produksi.

(5)

PENGERTIAN

Biaya Standar

Biaya standar adalah biaya yang ditentukan dimuka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu, di bawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi, dan faktor-faktor lain tertentu (Mulyadi, 2012 : 387). Biaya standar adalah patok duga yang secara efektif dan efisien ditetapkan dimuka untuk biaya- biaya yang seharusnya dikonsumsi oleh suatu produk (Witjaksono, 2013:133). Jadi dari beberapa definisi di atas biaya standar adalah estimasi biaya yang di tetapkan lebih dulu untuk memproduksi sesuatu, yang merupakan jumlah seluruh biaya yang seharusnya di keluarkan untuk membiayai kegiatan usaha di bawah asumsi ekonomi selama suatu periode tertentu.

(6)

METODE PENELITIAN

Objek Penelitian

Objek penelitian ini di lakukan pada kedai Kupat Tahu

Magelang, yang beralamatkan di Jl. Komodor Halim

Perdana Kusuma No. 63, Jakarta Timur. Kedai Kupat

Tahu Magelang merupakan UKM yang bergerak pada

bidang kuliner.

Metode Pengumpulan Data

(7)

PEMBAHASAN

JKSt : Jam kerja standar TUSt : Tarif upah standar TU : Tarif upah per orang JTK : Jumlah tenaga kerja Total Biaya : Jumlah tarif upah standar

(8)

PEMBAHASAN

 Perhitungan :

• JKSt : 30 Hari x 11 Jam = 330 Jam untuk bulan Desember 2015.

• TUSt :

produksi berat = Rp. 2.000.000 : 330 jam = Rp. 6.060,61 / jam produksi ringan = Rp. 1.800.000 : 330 jam = Rp. 5.454,55 / jam

• TU : JKSt x TUSt

(9)

PEMBAHASAN

Biaya Tenaga Kerja Sesungguhnya

Jumlah hari kerja karyawan Kedai Kupat Tahu Magelang pada bulan Desember 2015 standarnya 30 hari kerja, tetapi pada tanggal 26 dan 27 Desember kedai tidak beroprasi di karenakan satu dan lain hal. Oleh karena itu jumlah hari kerja sesungguhnya pada bulan Desember 2015 menjadi 28 hari kerja.

Dengan terjadinya perbedaan jumlah hari kerja sesungguhnya dengan yang di standarkan maka mempengaruhi jam kerja karyawan, dari 330 jam menjadi (28 hari x 11 jam) 308 jam kerja sesungguhnya pada bulan Desember 2015. Jadi jam kerja sesungguhnya yang terjadi pada Kedai Kupat Tahu Magelang pada bulan Desember 2015 adalah 308 jam.

(10)

PEMBAHASAN

(11)
(12)

PEMBAHASAN

Keteragan :

JKS : Jam kerja sesungguhnya TU : Tarif upah per orang TUS : Tarif upah sesungguhnya JTK : Jumlah tenaga kerja Total Biaya : Jumlah tarif upah sesungguhnya seluruh

(13)

PEMBAHASAN

(14)
(15)

PEMBAHASAN

Analisis Selisih Biaya Tenaga Kerja Standar dengan Biaya Tenaga Kerja Sesungguhnya pada Kedai Kupat Tahu Magelang

• Selisih tarif (ST) untuk karyawan produksi berat sebesar Rp. -399.999,6 ( R ) perorang, dan selisih tarif untuk karyawan produksi ringan sebesar Rp. -279.999,72 ( R ). Terdapat 5 karyawan produksi berat dan 3 karyawan produksi ringan. jadi total seluruh kerugain untuk selisih tariff adalah Rp. 2.839.997 / bulan.

• Selisih efisiensi (SE) selisih yang terjadi yaitu sebesar Rp. 133.333,42 ( L ) / orang untuk karyawan produksi berat sedangkan untuk karyawan produksi ringan terjadi selisih sebesar Rp. 120.000,1 ( L ) / orang. Terdapat 5 karyawan produksi berat dan 3 karyawan produksi ringan. jadi total seluruh keuntungan untuk selisih efisiensi sebesar Rp. 1.026.667 / bulan.

(16)

PEMBAHASAN

• Sedangkan untuk selish tarif/efisiensi upah yang terjadi selama bulan Desember 2015, pada karyawan produksi berat terjadi selisih sebesar Rp. -28.571,4 ( R ) / orang dan untuk karyawan produksi ringan terjadi selisih sebesar Rp. -19.999,98 ( R ). Terdapat 5 karyawan produksi berat dan 3 karyawan produksi ringan. jadi total seluruh kerugian yang di derita kedai untuk selisih tarif/efisiensi upah adalah Rp. 202.857 / bulan.

(17)

KESIMPULAN

• Kedai Kupat Tahu Magelang pada bulan Desember 2015 mengalami selisih rugi untuk selisih tarif (ST) total seluruh kerugain untuk selisih tarif adalah Rp. 2.839.997 / bulan.

• Sedangkan untuk selisih efisiensi (SE) pada bulan Desember 2015 terjadi selisih untung, total seluruh keuntungan untuk selisih efisiensi sebesar Rp. 1.026.667 / bulan.

• Selish tarif/efisiensi upah yang terjadi selama bulan Desember 2015, terjadi selish rugi dengan total seluruh kerugian yang di derita kedai untuk selisih tarif/efisiensi upah adalah Rp. 202.857 / bulan.

• Dalam menentukan tarif upah kedai kurang tepat, karena tarif upah standar lebih kecil di bandingkan tarif upah yang sebenarnya sehingga menyebabkan biaya yang di keluarkan lebih besar dari taksirannya, dan mendatangkan kerugian bagi kedai.

(18)

SARAN

• Dalam menentukan kebijakan tarif upah standar alangkah lebih baiknya jika melihat tarif upah sesungguhnya pada histori dari tahun sebelumnya untuk mengindari terjadinya selisih rugi.

• Penulis berharap Kedai Kupat Tahu Magelang tetap menentukan jam kerja standar lebih besar dari jam kerja sesungguhnya.

(19)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...