• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO PTM DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT. Kepala Dinas Kesehatan Prov Kalbar Dr. Andy Jap, M.Kes

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IMPLEMENTASI PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO PTM DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT. Kepala Dinas Kesehatan Prov Kalbar Dr. Andy Jap, M.Kes"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)IMPLEMENTASI PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO PTM DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT. Kepala Dinas Kesehatan Prov Kalbar Dr. Andy Jap, M.Kes.

(2) KalBar. dengan kondisi masyarakat dan budaya yang ada, memiliki faktor resiko yang cukup besar dalam masalah Penyakit Tidak Menular. Hasil Riskesdas th. 2007 : Prevalensi Hipertensi Kalbar 8,4% lbh tinggi dari prevalensi Indonesia 7,2%..

(3) . Terselenggaranya rencana kerja Pengendalian Penyakit Tidak Menular secara konsisten dan berkesinambungan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan PTM secara terpadu, efisien, efektif dan merata dengan melibatkan komponen pemerintah, swasta dan masyarakat, dalam rangka menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian yang diakibatkan penyakit tidak menular..

(4)  Mengembangkan. keterpaduan Surveilans faktor risiko PTM; penggunaan registri faktor risiko, kesakitan ,dan kematian dengan dukungan sistem informasi terstandardisasi dan teknologi tepat guna..

(5)  Melibatkan. masyarakat secara aktif dalam proses pemecahan masalah Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (FR PTM) yang dihadapi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan lingkungannya dalam pencegahan dan pengendalian FR PTM. (Pengembangan POSBINDU).  Menjamin. ketersediaan obat di Puskesmas untuk pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular..

(6) a. Pelatihan Deteksi Dini Penyakit Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara bagi 7 Kab/kota . Sasaran dalam kegiatan tersebut di atas adalah 7 Kab./Kota pengembangan masing-masing 1 orang dokter dan 1 orang bidan yaitu : Kab. Sambas, Kab. Pontianak, Kab. Ketapang, Kab. Kayong Utara, Kab. Sintang, Kab. Melawi Kota Pontianak Petugas Provinsi 5 orang.

(7) b. Pengembangan jejaring Deteksi Dini Penyakit Tidak menular (PTM)  Pengadaan Alat seperti Crioterapy (11 Pt), Meja ginekolog, spekulum dan bahan habis pakai, Stik gula darah 69 paket , stik kolesterol panel 5 indikator sebanyak 69 paket.

(8) c. Survey Faktor Risiko Penyakit Tidak menular (PTM)  Dilaksanakan di 5 kabupaten/kota : Kab. Sambas, Kota Singkawang, Kab. Pontianak, Kab. Kubu Raya, kab. Melawi  Sasaran target 1000 responden.

(9) RISET KESEHATAN DASAR (RISKESDAS) TELAH DILAKSANAKAN DI INDONESIA TETAPI PADA TAHUN 2010 DATA FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR TIDAK DICANTUMKAN SEHINGGA DATA TERAKHIR TAHUN 2007..

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

(18)

(19)

(20)

(21)

(22)

(23)

(24)

(25)

(26)

(27) HASIL DETEKSI DINI DAN SURVEY FAKTOR RISIKO YANG DILAKUKAN DI KAB. SAMBAS, KOTA SINGKAWANG, KOTA PONTIANAK, KAB. KUBU RAYA DAN KAB. PONTIANAK TAHUN.

(28) HASIL SURVEY FAKTOR RISIKO BERDASARKAN GOLONGAN UMUR 2011 450 403. 400. 390. 350 300. 250. 224. 200 138. 150 100. 71 38. 50 0 < 30. 30 - 40. 41 - 50. 51 - 60. 61 - 70. > 70.

(29) HASIL SURVEY FAKTOR RISIKO PTM BERDASARKAN JENIS KELAMIN TAHUN 2011 670. 657. 660. 650. 640. 630. 620. 610. 607. 600. 590. 580 Laki-laki. Perempuan.

(30)

(31) HASIL TEKANAN DARAH DIASTOLIK PADA RESPONDEN TAHUN 2011 600 534 500. 400. 300. 270 211. 200 135 100. 62. 53. 100-109 (Hipertensi Derajat 2). > 109 (Hipertensi Derajat 3). 0 < 80 (Optimal). 80 - 85 (Normal). 86 - 89 (Normal Tinggi). 90-99 (Hipertensi Derajat 1).

(32) HASIL PEMERIKSAAN GULA DARAH PADA RESPONDEN TAHUN 2011 800 698. 700. 600. 500. 400. 353. 300 213 200. 100. 0 < 90 (Optimal). 90 - 200 (Normal). > 200 Tinggi (Berisiko DM).

(33) HASIL KOLESTEROL TOTAL DALAM DARAH PADA RESPONDEN TAHUN 2011 700. 600. 599. 481. 500. 400. 300. 184. 200. 100. 0 < 200 (Normal). 200-239 (Normal Tinggi). > 239 (Batas Tinggi).

(34) 700. INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA RESPONDEN TAHUN 2011. 600. 572. 500. 400 306 300. 290. 200. 100. 56. 40. 0 < 17 (Kurang BB Tingkat Berat). 17 - 19 (Kurang BB tingkat Ringan). 20 - 25 (Normal). 26 - 28 (Kelebihan BB tingkat > 28 (Kelebihan BB tingkat ringan) Berat).

(35) HASIL KADAR TRIGLISERIDE DALAM DARAH PADA RESPONDEN TAHUN 2011 900 805 800 700. 600 500 400 300. 271 188. 200 100 0 < 150 ( Normal). 150 - 199 (Batas Tinggi). 200 - 499 (Tinggi).

(36) HASIL KADAR HIGH DENSITY LIPPOPROTEIN (HDL) DALAM DARAH PADA RESPONDEN TAHUN 2011 1200. 1029 1000. 800. 600. 400 235 200. 0 > 40 (Baik). < 40 (Tidak Baik).

(37) 1200. 1000. KADAR LOW DENSITY LIPPOPROTEIN (LDL) DALAM DARAH PADA RESPONDEN TAHUN 2011 1005. 800. 600. 400 259 200. 0 < 150 (Baik). > 150 (Tidak Baik).

(38) KEBIASAAN MAKAN ASIN PADA RESPONDEN TAHUN 2011 700 621 600. 500 421 400. 300 222 200. 100. 0 Setiap Hari. 2 - 3 Kali seminggu. Kadang-kadang.

(39) KEBIASAAN MINUM ALKOHOL PADA RESPONDEN TAHUN 2011 1400. 1211 1200. 1000. 800. 600. 400. 200 38. 15. 0 Ya, Setiap hari. Tidak / tidak pernah. Tidak sebelumnya pernah.

(40) KEBIASAAN MAKAN BUAH PADA RESPONDEN TAHUN 2011 700. 588. 600. 500. 499. 400. 300. 200. 177. 100. 0 Setiap hari. < = 3 kali seminggu. Tidak suka/tidak pernah.

(41) KEBIASAAN MEROKOK PADA RESPONDEN TAHUN 2011 1000 894. 900 800 700 600 500 400. 357. 300. 200 100 13 0 Ya , Setiap hari. Tidak. Tidak, sebelumnya pernah.

(42) KEBIASAAN MAKAN LEMAK PADA RESPONDEN TAHUN 2011 700. 599. 600. 500. 400. 366 299. 300. 200. 100. 0 Ya , Setiap hari. Tidak. Kadang-kadang.

(43) KEBIASAAN MAKAN MANIS PADA RESPONDEN TAHUN 2011 900. 800. 803. 700. 600. 500. 400. 300. 257 204. 200. 100. 0 Ya , Setiap hari. Tidak. Kadang-kadang.

(44) Dari 1.264 orang yang diperiksa : 1. 25,79% terindikasi hipertensi 2. 47,12 % terindikasi kelebihan berat badan 3. 39,34 % terindikasi kelebihan kolesterol total 4. 36,31 % terindikasi kelebihan kadar Trigliseride 5. 16,86 % terindikasi kelebihan kadar Gula dalam darah..

(45) 5. Dari. 1264 Responden, atau 48,7% tidak teratur mengkonsumsi sayur (maksimal 3 kali seminggu dan tidak suka) 6. Dari 1264 Responden, atau 60,52% tidak teratur mengkonsumsi buah (maksimal 3 kali seminggu dan tidak suka).

(46) 7. Dari. 1.264 Responden, terdapat 4,18% mengkonsumsi alkohol 8. Dari 1.264 Responden, terdapat 28,24% masih merokok. 9. Dari 1.264 Responden ada 50,86% suka makan asin 10. Dari 1.264 responden ada 83,86% suka manis 11. Dari 1.264 Responden 42,65% tidak suka/tidak pernah Olah Raga.

(47) HASIL DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO PTM PADA PNS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROV KALBAR TAHUN 2011, YANG DILAKSANAKAN DINKES PROV. KALBAR BERSAMA POLIKLINIK PEMDA.

(48)  DINSOS. & KESBAGLIMAS : 159 ORANG  DINAS PARIWISATA : 143 ORANG  KANTOR GUBERNUR : 226 ORANG  DIKNAS : 76 ORANG  DISPORA : 56 ORANG.

(49)  PEMDA. KOTA SINGKAWANG : 164 ORG  BADAN PERBATASAN : 47 ORANG  DISPENDA : 71 ORANG  KANTOR BUPATI SANGGAU : 279 ORANG  DINAS PETERNAKAN : 32 ORANG  PEMDA KAB. PONTIANAK : 173 ORANG  TOTAL. KEELURUHAN : 1326 ORANG.

(50) Dari 1.326 orang yang diperiksa : 1. 49,3% terindikasi hipertensi 2. 50,6 % terindikasi kelebihan berat badan 3. 23,6 % terindikasi kelebihan kolesterol total 4. 25,2 % terindikasi kelebihan kadar Trigliseride 5. 26 % terindikasi kelebihan kadar Gula dalam darah..

(51) 5. Dari. 1.324 Responden, 340 atau 25,7 % tidak teratur mengkonsumsi sayur (maksimal 3 kali seminggu dan tidak suka) 6. Dari 315 Responden, 574 atau 43,4 % tidak teratur mengkonsumsi buah (maksimal 3 kali seminggu dan tidak suka).

(52) 7. Dari. 1.324 Responden, 27 atau 6 % mengkonsumsi alkohol 8. Dari 1.324 Responden, 181 atau 26 % masih merokok. 9. Dari 1.324 Responden 55,8 % suka makan asin 10. Dari 1.324 responden 80,1 % suka manis 11. Dari 1.324 Responden 42,4 % tidak suka/tidak pernah Olah Raga.

(53)

(54) 3 Jenis Neoplasma Ganas Tterbanyak Rawat Jalan (Kasus Baru) RSDS Pontianak Tahun 2009 - 2011 583. 600. 500. 400. 293. Neoplasma Nasopharing Neoplasma Payudara Neoplasma Cerviks. 300. 200. 127 100. 63. 68 22. 18. 34. 0. 2009. 2010. 2011. 12.

(55) 3 Jenis Neoplasma Ganas Terbanyak Rawat Inap RSDS Pontianak Tahun 2009-2011 350. 319. 300 277. 300. 250. Neoplasma Nasopharing. 200. Neoplasma Payudara 150. 100. 125 85. 84. 71. 57. 56 50. 0. 2009. 2010. Neoplasma Cerviks. 2011.

(56) 3 Jenis Neoplasma Ganas Tterbanyak Rawat Jalan (Kasus Baru) RS Antonius Pontianak Tahun 2009 - 2011 14 12. 12. 10 9 8. 8. Neoplasma Payudara Neoplasma Cervik. 6. Neoplasma Nasofaring 5. 4. 4 3. 2 1 0 2009. 0 2010. 2011.

(57) 3 Jenis Neoplasma Ganas terbanyak Rawat Inap (Kasus Baru) RS Antonius Pontianak Tahun 2009 - 2011 50 45. 46. 47. 37. 38. 40 35. 35. 30. Neoplasma Payudara. 25. 25. Neoplasma Cervik Neoplasma Nasofaring. 20 15. 14. 10. 9. 16. 5 0 2009. 2010. 2011.

(58) Deteksi Dini kanker Cerviks (Metode IVA) 916 1000 900 800. 616. 700 600. Diperiksa. 500. Iva Positif. 400 300. 46. 200. 53. 100 0. 2010. 2011.

(59) Deteksi Dini Kanker Payudara (Pemeriksaan Klinis Oleh Nakes) 916 1000 900 800. 700. 616. 600. Diperiksa. 500. Benjolan Payudara. 400 300 200. 14. 21. 100 0. 2010. 2011.

(60) 1.. 2.. 3.. Data RSDS & RS Antonius (rawat jalan&rawat inap) kanker payudara dan kanker cerviks merupakan 3 jenis Neoplasma ganas terbanyak. Secara teori : setiap pelaksanaan deteksi dini kanker cervik hasil IVA positif 5 – 10%. Hasil deteksi dini kanker cerviks di Kalbar IVA positif tahun 2010 (7,5%), tahun 2011 ( 5,8%).

(61) 1.. 2.. Struktur Organisasi PTM di Kabupaten/ kota di Kalbar blm sbg seksi tersendiri kecuali di Kota Pontianak sehingga penganggarannya masih relatif kecil Pelaksanaan kegiatan deteksi dini faktor risiko PTM di Kabupaten masih terbatas di beberapa Puskesmas (belum semua Puskesmas melaksanakan)..

(62) 3. Pelayanan di Puskesmas di Kalimantan Barat pada Umumnya dan di 5 Kab/kota yang melakukan deteksi dini faktor risiko PTM pada khususnya sudah di gratiskan, sehingga kelangsungan pembelian logistik dan operasional pemeriksaan gula darah dan kolesterol terhambat.

(63)

(64)

Referensi

Dokumen terkait

maka bagai usaha ke arahnya hendaklah terus dijalankan. Antara lain, kerajaan.. mewujudkan banyak dasar bertujuan menerapkan nilai-nilai bagi mengekalkan perpaduan kaum.

Suku bangsa Bali memiliki potensi alam dan kebudayaan yang sangat tinggi, sehingga Bali tidak hanya dikenal memiliki potensi alam dan kebudayaan yang sangat tinggi, sehingga

55 Peneliti Pertama bidang Oseanografi Fisika S1 Fisika/Oseanografi/Ilmu dan Teknologi Kelautan/Teknik Kelautan/Ilmu Kelautan 1 Pusat Penelitian Laut Dalam 56

Rangka batang bentuk $arren dengan arah verti+al bisa juga dibuat dengan +ara ini untuk rentang diatas D// ft (= m), untuk rentang yang lebih besar dari D// ft (= m), kekuatan

1) Word of Mouth adalah suatu informasi yang tidak dipengaruhi atau independen dan terpercaya (ketika informasi itu didapatkan dari seorang teman atau keluarga akan terpercaya

walaupun teori utama tentang gangguan adalah psikososial, kenyataan bahwa orang yang terkena adalah didalam keluarga yang sama pada lebih dari 95 persen kasus

Kondisi pembiayaan sosial saat ini yang dilakukan melalui berbagai skema jaminan kesehatan sosial seperti Jamkesmas belum berhasil mengurangi hambatan akses bagi masyarakat miskin

Hasil ini hampir serupa dengan hasil penelitian Bailey et al (1995) yang menempatkan rasamala dalam indeks nilai guna tertinggi. Berdasarkan kajian lapangan dan wawancara, tentu