Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE
BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Nomor Pengunggahan
SURAT KETERANGAN
Nomor: 535/PERPUS/UG/2021Surat ini menerangkan bahwa:
Nama Penulis : Dessy Tri Anggraeni, S.Kom.,M.M.S.I.
Nomor Penulis : 140303
Email Penulis : [email protected] Alamat Penulis : Jl. K.H. Noer Ali, Bekasi Barat
Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :
Nomor Induk : FILKOM/KA/PENELITIAN/535/2021
Judul Penelitian : ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI RUMAH BERSALIN AMALIA Tanggal Penyerahan : 28 / 01 / 2021
Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.
ANALISIS DAN PERANCANGAN
SISTEM INFORMASI RUMAH BERSALIN AMALIA
Dessy Tri Anggraei
ABSTRAKSI
Teknologi Komputer memiliki kelebihan dalam menghasilkan informasi yang detail, cepat, dan akurat. Penerapan teknologi komputer dalam berbagai instansi mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam kegiatan bisnis mereka. Rumah Bersalin Amalia saat ini masih menggunakan cara-cara manual dalam melakukan kegiatan bisnisnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa cara-cara manual yang dilakukan memiliki beberapa kelemahan antara lain : wasting time, proses yang relatif lama, tidak adanya pengendalian data, redudasi data, dan lain-lain. Demi menghilangkan kelemahan ini, maka dilakukan analisa dan perancangan sistem informasi yang baru. Analisis dan Perancangan sisyem merupkan dua tahapan dari tujuh tahapan dalam SDLC (System Development Life Cycle). Analisa yang dilakukan adalah analisa kelemahan sistem saat ini dan analisa kebutuhan untuk sistem yang baru. Perancangan sistem dilakukan dengan membuat DFD Level 0, DFD Level 1, Perancangan Database - EER, serta Perancangan Tampilan Input dan Output.
Kata Kunci: Analisis, DFD, EER, Perancangan, Sistem Informasi.
1. Pendahuluan
Komputer mempunyai peranan sangat penting dalam menghasilkan informasi yang detail, cepat, dan akurat. Saat ini, banyak instansi pemerintah ataupun swasta baik dalam skala kecil maupun besar yang memanfaatkan teknologi komputer untuk menopang jalannya bisnis mereka. Perkembangan teknologi komputer harus di dukung oleh sistem yang baik, tenaga kerja yang handal yang dapat bekerja untuk menjalankan kegiatan secara baik dan benar.
Rumah Bersalin Amalia merupakan salah satu instansi pelayanan umum yang bergerak di bidang jasa pelayanan medis meliputi klinik 24 jam, praktek dokter spesialis, dan rumah
bersalin yang berlokasi di Jl. KH.Mochtar Thabrani no. 3-5 Marga Mulya Bekasi Utara, Jawa Barat, Indonesia. Rumah Bersalin Amalian dalam melakukan kegiatan bisnisnya masih menggunakan pencatatan secara manual. Kegiatan ini mengakibatkan kerugian terhadap rumah bersalin amalia karena adanya wasting time pada pencatatan dan pencarian dokumen, high cost pada media pencatatan dan tempat penyimpanan, serta kemungkinan redudansi data. Komputerisasi yang dilakukan dalam kegiatan penyimpanan data dan pengelolaan administrasi akan sangat menunjang dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengolahan data di rumah bersalin tersebut. Pada penulisan ini akan dilakukan analisa sistem administrasi yang sedang berjalan di Rumah Bersalin Amalia serta merancang sistem administrasi yang baru untuk beralih dari sistem yang masih manual (tradisional) menjadi sistem yang terkomputerisasi.
2. Landasan Teori
2.1 Sistem InformasiJogiyanto (2008:11) menjelaskan Sistem informasi sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasasi, dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan - laporan yang diperlukan.
2.2 System Development Life Cycle
Metodologi pengembangan sistem informasi berarti suatu metode yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem informasi berbasis komputer. Menurut Ladjamudin (2009: 38), Metode System Development Life Cycle atau sering disingkat dengan SDLC merupakan pengembangan yang berfungsi sebagai sebuah mekanisme untuk mengidentifikasikan perangkat lunak. Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu untuk menyelesaikannya. Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut di terapkan, dioperasikan, dan dipelihara.Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya.
Gambar 2.1 Siklus Hidup System Development Life Cycle (Sriwahyuningsih, 2019)
2.3 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) disebut juga dengan Diagram Arus Data (DAD). DFD adalah: suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan: darimana asal data, dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut, dan interaksi antara data yang tersimpan, dan proses yang dikenakan pada data tersebut (Kristanto, 2008).
DFD menggunakan empat buah simbol, yaitu: semua simbol yang digunakan pada CD ditambah satu simbol lagi untuk melambangkan data store (S. Pressman, 2012).
Ada dua teknik dasar penggambaran simbol DFD yang umum dipakai: pertama adalah Gane and Sarson sedangkan yang kedua adalahYourdon and De Marco. Perbedaan yang mendasar pada teknik tersebut adalah lambang dari simbol yang digunakan. Gane and Sarson menggunakan lambang segi empat dengan ujung atas tumpul untuk menggambarkan process dan menggunakan lambang segi empat dengan sisi kanan terbuka untuk menggambarkan data store. Yourdon and De Marco menggunakan lambang lingkaran untuk menggambarkan process dan menggunakan lambang garis sejajar untuk menggambarkan data store. Sedangkan untuk simbol external entity dan simbol data flow kedua teknik tersebut menggunakan lambang yang sama yaitu: segi empat untuk melambangkan external entity dan anak panah untuk melambangkan data flow (S. Pressman, 2012).
Pedoman penggambaran DFD dapat mengikuti langkah berikut ini (Jogiyanto, 2008): a. Identifikasi external entity.
b. Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar.
konteks selalu mengandung satu dan hanya satu proses saja.
d. Gambarlah bagan berjenjang (hierarchy chart). Untuk mempersiapkan penggambaran DFD ke level-level lebih bawah lagi.
e. Gambarlah sketsa DFD untuk overview diagram (level 0). f. Gambarlah DFD untuk level-level berikutnya (1,2, dst). g. Gambarlah DFD gabungan semua level.
2.4 Entity Relationships Diagram (ER-D)
Entity Relationship Diagram (ER-D) adalah suatu rancangan atau bentuk hubungan suatu kegiatan di dalam sistem yang berkaitan langsung dan mempunyai fungsi di dalam proses tersebut. ERD adalah suatu pemodelan dari basis data relasional yang didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata, dunia ini senantiasa terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu objek disebut entity dan hubungan yang dimilikinya disebut relationship. Suatu entity bersifat unik dan memiliki atribut sebagai pembeda dengan entity lainnya (Yasin, 2012).
2.5 Enhanced Entity Relationships Diagram (EER-D)
Model EER-D berisikan seluruh konsep model ER-D yang ditambah dengan perluasan tentang konsep-konsep dari subclass dan superclass, dan konsep-konsep yang berhubungan yaitu specialization dan generalization. Konsep lainnya yang termasuk dalam model EER-D yaitu Categorization (Ramez, 2004).
Bentuk subclass dan superclass merupakan suatu jenis entitas yang akan mempunyai banyak tambahan subgroup entitas yang sangat berarti keberadaannya dan perlu digambarkan secara nyata karena entitas-entitas tersebut penting sekali artinya bagi aplikasi basis data (Ramez, 2004).
Specialization merupakan proses pendefinisian suatu himpunan subclass dari suatu entitas. Entitas ini disebut superclass dari specialization. Himpunan subclass tersebut membentuk specialization yang telah didefinisikan berdasarkan beberapa sifat/karakteristik yang istimewa dari suatu entitas pada suatu superclass yang menggambarkan perbedaan yang jelas di antara entitas tersebut. Generalization adalah proses pendefinisian entitas-entitas yang disatukan menjadi entitas superclass tunggal dari entitas aslinya yang merupakan subclass. Proses generalization dapat dipandang sebagai kebalikan dari proses specialization. (Ramez, 2004)
superclass/subclass tunggal dengan lebih dari satu superclass dimana superclas-superclass tersebut menggambarkan jenis entitas yang berbeda. Setiap entitas yang tergabung dalam superclass maupun subclass sebagai kategori dihubungan dengan simbol union.(Ramez, 2004)
3. Pembahasan
Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini antara lain adalah : - Analisa
Analisa meliputi analisa kelemahan sistem dan analisa kebutuhan sistem yang baru. - Perancangan Sistem
Perancangan sistem terdiri dari pembuatan diagram sistem yang sedang berjalan dan perancangan sistem yang baru, perancangan database, serta perancangan interface input dan output
3.1 Analisa
3.1.1 Analisa Kelemahan Sistem Yang Sedang Berjalan
Analisa berikut merupakan kelemahan dari sistem yang berjalan di Rumah Bersalin Amalia.
Analisis teknologi
Sistem belum terkomputerisasi. Pendataan pasien masih dilakukan secara manual. Analisis informasi
Data yang di input belum akurat dan laporan sering terlambat untuk disampaikan serta adanya kemungkinan redudansi data.
Analisis biaya
Biaya yang dibutuhkan akan semakin besar seiring bertambah banyaknya data yang dikelola.
Analisis pengendalian
Sistem yang lama tidak ada pengendalian data. Analisis efisiensi
3.1.2 Analisa Kebutuhan Sistem Yang Baru Kebutuhan Fungsional
Proses pengolahan data yang lebih efisien
Proses pendaftaran pasien, pengolahan data layanan dan transaksi pembayaran lebih detail & menyeluruh
Pencarian data lebih lebih mudah dan cepat Terkomputerisasinya pencetakan laporan pasien
Kebutuhan Biaya dan Resiko
Sistem yang lama membutuhkan biaya yang lebih besar
Force Majure co: kebakaran, bencana alam, huru hara, sabotase, dan lain-lain
Kebutuhan Perangkat Keras
Berikut adalah kebutuhan minimal perangkat keras yang dibutuhkan : Motherboard : Disesuaikan dengan processor
Processor : 1,6 GHz Intel Pentium 4 Processor
RAM : DDR 2 512 MB Hardisk : 120 GB Monitor : 14” Mouse : PS2/USB Keyboard : PS2/USB Printer : InkJet
Kebutuhan Perangkat Lunak
Berikut adalah kebutuhan minimal perangkat lunak yang dibutuhkan : Sistem Operasi : Windows XP SP2
Database : MySQL dalam Paket XAMPP 1.7.4 Bahasa Pemrograman : JAVA
Kelayakan Sistem
Kelayakan Hukum
Kelayakan Operasional
Kemampuan sistem untuk menghasilkan informasi menjadi lebih akurat dan efisien. Kebutuhan SDM tidak membutuhkan Skill Khusus
Kelayakan Ekonomi
Kelayakan ekonomi dari sistem yang akan dibangun dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut.
Tabel 3.1 Kelayakan Ekonomi Sistem
NO Metode Biaya dan Manfaat Nilai Syarat Keputusan
1 Payback Period 3 bulani < 2 tahun Layak
2 Return Of Investment 42,76% > 0 Layak
3 (Net Present Value Rp 42.575 > 0 Layak
3.2 Perancangan Sistem
Sebelum melakukan perancangan sistem, gambar 3.1 berikut menunjukkan Business Process yang saat ini berjalan di Rumah Bersalin Amalia.
3.2.1 Perancangan Sistem yang Sedang Berjalan DFD level 0 sistem yang sedang berjalan
Pada diagram dibawah ini terlihat 2 (dua) entitas yang terdapat pada aplikasi ini yaitu pasien dan dokter / bidan seperti disajikan dalam gambar 3.2.
Gambar 3.2 DFD Level 0 Sistem yang Sedang Berjalan
DFD level 1 sistem yang sedang berjalan
DFD level 1 adalah suatu diagram menggambaran aliran data dan perubahan yang terjadi ketika data melalui proses input sampai menghasilkan output. DFD level 0 diatas dapat diturunkan menjadi DFD level 1 untuk mengetahui proses yang lebih detail pada aplikasi yang sedang dirancang. Gambar 3.3 menunjukkan DFD Level 1 dari Sistem yang Sedang Berjalan.
Proses yang ada pada gambar 3.3 antara lain :
1. Proses daftar adalah pemasukan data pasien. 2. Proses layanan adalah pemasukan data layanan.
3. Proses transaksi adalah pemasukan data pasien, data layanan, data rawat inap yang akan menghasilkan nota pembayaran.
3.2.2 Perancangan Sistem yang Baru
DFD level 0 sistem yang Baru
Pada diagram dibawah ini terlihat 3 (tiga) entitas yang terdapat pada aplikasi ini yaitu pasien, pemerika, dan admin seperti disajikan dalam gambar 3.4.
Gambar 3.4 DFD Level 0 Sistem yang Baru
DFD level 1 sistem yang Baru
Gambar 3.5 menunjukkan DFD Level 1 dari Sistem yang Sedang Berjalan. Proses yang ada pada gambar 3.5 antara lain :
1. Proses daftar adalah pemasukan data pasien. 2. Proses layanan adalah pemasukan data layanan.
3. Proses transaksi adalah pemasukan data pasien, data layanan, data rawat inap yang akan menghasilkan nota pembayaran.
Gambar 3.5 DFD Level 1 Sistem yang Baru
Perancangan Database – EER Sistem Yang Baru
EER yang penulis gunakan dalam penulisan ini adalah jenis non disjoint constraint / overlapping.Overlapping adalah constraint yang menerangkan bahwa subclass-subclass dari spesialisasi tidak saling disjoint, artinya entity dapat menjadi anggota lebih dari satu subclass.
Hubungan antara layanan dan jenis2 layanan adalah partial overlapping karena keberadaan sub class tidak bertergantungan terhadap keberadaan superclass. Hubungan antara layanan terhadap pasien dan pemeriksa adalah total participation constraint karena keberadaan entitas layananan sangat bergantung penuh dengan entitas pasien dan pemeriksa.
EER yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini terdiri atas 8 (delapan) entitas yaitu pasien, dokter_bidan, layanan, periksa hamil, persalinan, KB, imunisasi, dan rawat inap. Entitas periksa hamil, persalinan, KB, imunisasi, dan rawat inap merupakan subclass dari superclass layanan. Entitas pasien dapat melakukan lebih dari satu subclass layanan. Serta transaksi adalah relasi yang digunakn dalam EER tersebut.
Kardinalitas relationship yang terdapat pada EER diatas bertipe banyak ke banyak (many to many) dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Satu pasien dapat dilayani banyak pemeriksa,
2. Satu pemeriksa dapat melayani banyak pasien,
3. Satu pasien dapat melakukan banyak layanan,
4. Satu layanan dapat dilakukan banyak pasien,
5. Satu pemeriksa dapat melayani beberapa layanan, satu layanan dapat dilayani banyak pemriksa. Model EER dapat dilihat pada gambar 3.6.
Rancangan Tampilan Input Form Login
Form LogIn berguna untuk melakukan identifikasi terhadap pengguna aplikasi. Pada form ini pengguna diharuskan memasukkan nama pengguna dan kata sandi dari pengguna. Apabila pengguna mempunyai hak akses yang terdaftar di aplikasi maka akan menampilkan form menu tetapi apabila nama pengguna kata sandi tidak sesuai maka pengguna tidak bisa masuk ke menu dan pengguna diminta untuk masuk kembali hingga nama pengguna dan kata sandi sesuai dengan yang terdaftar pada aplikasi. Rancangan form LogIn dapat dilihat pada gambar 3.7 berikut.
Gambar 3.7 Rancangan Tampilan Form Login
Form Input Data Transaksi
Form transaksi digunakan untuk melakukan pengelolaan data transaksi dan mencetaknya menjadi nota pembayaran. Rancangan form transaksi dapat dilihat pada gambar 3.8 berikut.
Form Input Data Petugas
Form data petugas digunakan untuk melihat data dokter atau bidan yang bekerja di Rumah Bersalin Amalia. Rancangan form Data Pemeriksa dapat dilihat pada gambar 3.9 berikut.
Gambar 3.9 Rancangan Tampilan Form Input Data Petugas
Form Input Daftar Pasien
Form daftar pasien digunakan untuk melakukan pengelolaan terhadap daftar pasien dalam memanipulasi data yang ada di Rumah Bersalin Amalia. Rancangan form daftar pasien dapat dilihat pada gambar 3.10 berikut.
Gambar 3.10 Rancangan Tampilan Form Input Daftar Pasien
Form Input Data Layanan
Form layanan digunakan untuk melakukan pengelolaan terhadap layanan periksa hamil, persalinan,imunisasi, KB, rujukan, dan rawat inap dalam memanipulasi data yang ada di Rumah Bersalin Amalia. Rancangan form layanan dapat dilihat pada gambar 3.11 berikut.
Gambar 3.11 Rancangan Tampilan Form Input Data Layanan
Rancangan Tampilan Output Form Laporan Periksa Hamil
Form laporan periksa hamil digunakan untuk melihat data layanan periksa hamil sesuai periode yang diinginkan pengguna. Selain itu form ini juga dapat mencetak hasilnya. Rancangan form laporan periksa hanil dapat dilihat pada gambar 3.12 berikut.
Gambar 3.12 Rancangan Tampilan Form Laporan Periksa Hamil
Form Laporan Imunisasi
Form laporan imunisasi digunakan untuk melihat data layanan imunisasi sesuai periode yang diinginkan pengguna. Selain itu form ini juga dapat mencetak hasilnya. Rancangan form laporan imunisasi dapat dilihat pada gambar 3.13 berikut.
Gambar 3.13 Rancangan Tampilan Form Laporan Imunisasi
Form Laporan KB
Form laporan KB digunakan untuk melihat data layanan KB sesuai periode yang diinginkan pengguna. Selain itu form ini juga dapat mencetak hasilnya. Rancangan form laporan KB dapat dilihat pada gambar3.14 berikut.
Gambar 3.14 Rancangan Tampilan Form Laporan Periksa KB
Form Laporan Persalinan
Form laporan persalinan digunakan untuk melihat data layanan persalinan sesuai periode yang diinginkan pengguna. Selain itu form ini juga dapat mencetak hasilnya. Rancangan form laporan persalinan dapat dilihat pada gambar 3.15 berikut.
Gambar 3.15 Rancangan Tampilan Form Laporan Periksa Persalinan
Form Laporan Rujukan
Form laporan persalinan digunakan untuk melihat data layanan persalinan sesuai periode yang diinginkan pengguna. Selain itu form ini juga dapat mencetak hasilnya. Rancangan form laporan rujukan dapat dilihat pada gambar 3.16 berikut.
Gambar 3.16 Rancangan Tampilan Form Laporan Rujukan
Form Laporan History
Form laporan histori digunakan untuk melihat data histori sesuai periode yang diinginkan pengguna. Selain itu form ini juga dapat mencetak hasilnya. Rancangan form laporan histori dapat dilihat pada gambar 3.17 berikut.
Gambar 3.17 Rancangan Tampilan Form Laporan History
4.
Kesimpulan dan Saran
Teknologi komputer dapat mendukung proses bisnis suatu isntansi menjadi lebih cepat, akurat, efektif, dan efisien. Manfaat tersebut pula yang ingin didapat oleh Rumah Bersalin Amalia yang saat ini semua aktifitas bisnisnya masih dilakukan secara manual. Penelitian ini memaparkan kelemahan-kelemahan sistem manual yang saat ini berjalan di Rumah Bersalin Amalia serta memaparkan kebutuhan yang diperlukan untuk beralih ke sistem baru yang terkomputerisasi. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rancangan sistem informasi yang bisa digunakan sebagai dasar pembuatan sistem informasi untuk Rumah Bersalin Amalia di masa datang.
Penulis menyarankan agar rancangan sistem informasi yang dipaparkan pada penelitian ini dapat segera ditindak lanjuti sehingga penerapan sistem informasi di Rumah Bersalin Amalia bisa segera dilakukan.
Daftar Pustaka
[ 1] Andri Kristanto. 2008. Perancangan Sistem Informasi dan aplikasinya. Yogyakarta: Gava Media
[ 2] Jogiyanto, HM. 2008. Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktr teori dan praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.
[ 3] Ladjamudin bin, Al Bahra. 2009. Analsis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
[ 4] Ramez Elmasri and Shamkant B Navathe, "Enhanced Entity-Relationship and UML Modeling," in Fundamentals of Database Systems, 4th ed. International: Pearson
Addison-Wesley, 2004, ch. 4, pp. 85-101.
[ 5] Pressman, Roger, 2012, Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi Buku1 dan 2, Yogyakarta: Andi.
[ 6] Yasin, Verdi. 2012. Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek. Jakarta: Mitra Wacana Media.
[ 7] Sriwahyuningsih. 2019. [Online]. http://sriwahyuningsih.blog.widyatama.ac.id/